Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13436

57 Ribu Warga Belum Punya E-KTP

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang, Irianto mengatakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan data penduduk wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Tanjungpinang sebanyak 185 ribu jiwa. Namun dari total itu, sebesar 30 persen atau 63 ribu jiwa belum mendapatkan E-KTP .

“Dari data 2011-2016 tercatat 63 ribu penduduk Tanjungpinang belum memiliki E-KTP. Padahal mereka semua sudah melakukan perekaman,” ujar Irianto, kemarin.

Diceritakan Irianto, ada beberapa faktor yang menyebabkan mandeknya pencetakan E-KTP terhadap 63 ribu jiwa tersebut. Diantaranya akibat minimnya ketersediaan blanko dan keterbatasan fasilitas percetakan.

Khusus untuk blanko, kata Irianto Kemendagri hanya memberikan kuota kepada Tanjungpinang sebanyak 6 ribu blanko selama setahun. Maka dari 63 ribu jiwa penduduk yang tercatat belum memiliki E-KTP, hanya 6 ribu saja yang mendapatkannya. Sedangkan sisanya sebanyak 57 ribu lagi tak miliki E-KTP sampai 2018 mendatang.

Sedangkan untuk fasilitas percetakannya, lanjut Irianto hanya tersedia dua unit printer. Itupun salah satunya dalam kondisi bermasalah atau sering hidup dan mati. Sehingga hanya satu unit saja yang mampu beroperasi selama 24 jam.

“Hanya satu printer saja yang bisa dioperasikan maksimal. Dalam sehari printer itu mampu mencetak 70 E-KTP. Jadi dengan 6 ribu blanko itu bisa diselesaikan dalam waktu 3-4 bulan,” bebernya.

Disindir permasalahan lain dalam kepengurusan E-KTP, Irianto mengaku banyak menemukan kasus indetitas ganda dan salah nama dalam penerbitan E-KTP. Permasalahan penerbitaan E-KTP yang terjadi dari 2011-2016 tercatat sebanyak 820 kasus.

Agar permasalahan penerbitan E-KTP tidak terjadi lagi, sambung Irianto dirinya akan mengevaluasi kinerja pegawainya. Kemudian juga akan mengusulkan fasilitas pendukung lainnya melalui APBD 2018 mendatang.

“Dari hasil pemeriksaannya kasus E-KTP yang sering terjadi yaitu salah memasukan foto dan salah nama. Maksudnya indetitasnya benar tapi foto orang lain dan fotonya benar tapi namanya salah,” ungkapnya. (ary)

Kisah Inspiratif dari Kampung Wisata Dewa Bronto

0
Kegiatan membatik

Pembaca batampos.co.id kisah ini patut menjadi contoh untuk kita.

Adalah tentang desa-desa wisata di Yogya terus bersolek.

Mereka berupaya meningkatkan pelayanan dan memperbanyak atraksi budaya yang bisa menjadi magnet bagi wisatawan. Salah satunya Kampung Wisata Dewa Bronto.

Kampung Wisata (Kamwis) Dewa Bronto adalah sebuah kampung wisata yang ada di kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kampung ini dilintasi sungai legendaris di Kota Yogya: Kali Code.

Di daerah ini,  terutama kampung Prawirotaman adalah kampung juragan batik. Tradisi membatik menjadi satu tinggalan yang terus dipelihara. Kendati pada satu periode, industri batik ini sempat terpinggirkan.

Permintaan kain batik turun, karena banyak yang memakai kain bukan batik.

“Banyak pengusaha batik yang gulung tikar dan berganti usaha. Mereka mendirikan guest house bahkan hotel. Kawasan ini pun terkenal sebagai kawasan turis,” urai Marsudi, salah satu tokoh Kamwis Dewa Bronto, Selasa (11/4).

Seiring dengan gencarnya program promosi wisata dan UMKM, kelurahan pun membentuk usaha UMKM dengan menghidupkan kembali usaha batik. Para perajin batik di kawasan ini lantas membentuk Paguyuban. Namanya Paguyuban Batik “Canting Makaryo”.

“Produksi dari paguyuban ini menjadi oleh-oleh khas Kampung Wisata Dewa Bronto,” tambah Marsudi.

Selain membeli batik dengan pewarna alam yang ramah lingkungan untuk oleh-oleh, wisatawan bisa juga praktik membatik di Kampung Wisata Dewa Bronto.

Untuk menikmati atraksi wisata, silakan datang pada 22-23 April 2017. Di Dewa Bronto akan digelar upacara adat Merti Tumpeng Robyong. Prosesi-nya digelar di Kali Code.

“Di situ akan kami adakan atraksi budaya berdoa di tengah kali untuk mensyukuri nikmat dan rahmat Tuhan bagi Kampung kami. Kami juga berdoa meminta agar dijauhkan dari marabahaya, dari bencana alam dan lainnya,” tegas Marsudi.

Selama kegiatan, ada kirab budaya yang diikuti seluruh RW di kelurahan Brontokusuman. Lalu diakhiri dengan Kenduri Agung yang diikuti seluruh warga di bantaran Sungai Code. Menpar Arief Yahya mengaku senang dengan content kreatif di setiap desa wisata itu.

“Modal utama homestay dan desa wisata adalah kreativitas,” jelas Menteri Arief Yahya.(*)

BP Batam Bersihkan Ternak Babi di Pinggir Dam Duriangkang

0
Sebuh beko (back hoe) mencangkul tanah untuk menguburkan babi.
foto: juanda / batampos

batampos.co.id – Penertiban awal peternakan babi di lakukan di daerah Rindu Malam, tepatnya berada di depan Perumahan Taman Mediterania.

Puluhan babi terdapat di sana. Petugas dari Ditpam, Polisi, Satpol PP, TNI bergabung untuk melakukan penertiban.

“Tim terpadu yang turun,” kata Direktur  Ditpam BP Batam Budi.

Salah seorang warga tak terima dengan penertiban tersebut, berusaha menghalang-halangi petugas. Tapi petugas bergeming, tetap membunuh babi-babi tersebut.Babi-babi tersebut lalau dikubur dalam sebuah lubang besar.

Dan merubuhkan Ruli yang terdapat disana. (ska)

Merayu Turis hingga ke Paris

0
foto: kemenpar

Country branding pariwisata Indonesia memromosikan Wonderful Indonesia di tubuh 8 bus OPENTOUR di Paris, Prancis.

Promosi ini digelar 11 April-9 Mei 2017.

Tahun 2016 Kemenpar sukses menyebarkan branding Wonderful Indonesia di 20 bus city tour pada Piala Eropa (EURO) 2016.

“Ini adalah kegiatan Branding yang bermain di bus di Paris,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Selasa (11/4). Paris itu kota dengan jumlah wisatawan terbesar. Diluncurkan bulan April untuk menyongsong liburan pertengahan tahun, dan meremind branding Wonderful Indonesia di Eropa.

Menpar Arief menyadari, biaya promosi Wonderful Indonesia sangat terbatas. Karena itu harus menggunakan banyak cara agar branding yang sudah berada di posisi 47 dunia itu tidak melorot. “Sesungguhnya berat, karena brand itu harus dimaintain, dan dinaikkan value-nya. Tentu, untuk itu perlu budget,” jelasnya.

Mensiasati budget, Menpar Arief melakukan co branding, mencari momentum dan memilih media promosi yang pas. Bus, trem, kereta, taxi, public transportation yang bergerak itu, ternyata lebih efektif, lebih viral, dan mewarnai media sosial.

Baginya, promosi tidak boleh berhenti meski jumlah wisatawan asing ke Indonesia terus meningkat. Alhasil, Perancis pun dilirik. Bus yang dibungkus branding “Wonderful Indonesia” kembali mondar-mandir di Perancis. Nuansanya mirip saat sepak bola Piala Dunia 2016 lalu.

Dengan desain bertema selancar, Danau Toba dengan rumah tradisional Batak, anak-anak Indonesia dengan pakaian tradisional dari berbagai daerah, diving kelas dunia, Pulau Komodo, gadis Bali dan Candi Borobudur, bus-bus itu menjadi pemandangan unik di tengah kepadatan di Negeri Menara Eiffel itu.

Lantas mengapa harus Perancis? Apa juga yang ingin didapat Menpar Arief Yahya di Perancis?

“Di Perancis Wonderful Indonesia sedang nge-hits. Lagi banyak dibicarakan publik dengan berbagai trik marketing. Lagi jadi perhatian di acara TV di sana. Lagi naik peringkat, mengalahkan Thailand dalam persentase jumlah outbound Prancis ke Indonesia,” sebut Menpar Arief Yahya.

Mantan Dirut Telkom itu memang tak asal bicara. Tahun lalu, kunjungan wisman Perancis ke Indonesia meningkat 19,8% dibandingkan dengan 2015. Dari 209.466 orang, naik menjadi 250.921 wisman. Angka ini melebihi target yang ditetapkan Kementerian Pariwisata yang membidik 250.000 orang di 2016.

“Dengan promosi gencar seperti ini, saya yakin di 2017 Indonesia bisa meningkatkan angka kunjungan wisman Perancis menjadi 330.000 orang. Sekarang orang Perancis sudah makin mengenal Indonesia,” timpal Eka Moncarre, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Paris, Perancis.

Eka mengaku sangat pede dengan bidikan target tadi. Selain sedang nge-hits, masyarakat Paris, menurut dia, rata-rata technology minded. Hobinya tak jauh dari narsis. Mayoritas sudah digital lifestyle.

Branding bus-bus di Paris itu, menurut dia, akan memberi umpan kepada masyarakat Perancis untuk bahan bermain di medsos.

“Sangat efektif. Wonderful Indonesia jadi makin  dibicarakan publik di dunia nyata dan dunia maya. Yang hobi narsis, malah bisa dijadikan ‘senjata’ untuk posting dan menjadi viral di digital,” ungkap Eka. (*)

Ini Vonis Penjara untuk Para Pembunuh Bustari

0

batampos.co.id – Anden Luano, Mawardi, Epirton Mada Simatupang, Igo Aprianus, dan Lukmanul Hakim, terdakwa dalam perkara pembunuhan divonis hukuman penjara berbeda-beda, Selasa (11/4).

Kelima terdakwa ini diketahui, membuat kegaduhan di SPBU belakang BCA, Jodoh sekira pukul 02.00, September 2016 lalu. Mereka mengeroyok satu pria (yang tak jelas namanya) karena tidak membayar tagihan seorang PSK di lokasi tersebut.

Korban bersama dua rekannya yang melihat kejadian itu berniat untuk melerai. Hingga perhatian para terdakwa beralih ke korban dan dua rekannya tersebut. Sementara pria yang dikeroyok pada awalnya, berhasil melarikan diri. Perlawanan dari Bustari, membuatnya meregang nyawa karena ditikam terdakwa.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam yang dipimpin Syahrial, menjatuhkan putusan sesuai peran masing-masing terdakwa. Dalam hal ini, Lukmanul Hakim yang menancapkan pisau tepat mengenai paru-paru korban yang menyebabkan kematian, divonis paling tinggi.

“Menetapkan hukuman 12 tahun penjara kepada terdakwa (Lukmanul), yang terbukti secara sah melanggar hukum sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP,” kata Syahrial yang didampingi Taufik dan Jasael.

Sedangkan terdakwa Anden Luano, ditetapkan melanggar dua pasal yakni pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dengan hukuman penjara masing-masing dua tahun dan enam bulan, serta enam tahun penjara.

Berbeda lagi dengan terdakwa Mawardi, majelis hakim sepakat menjatuhkan pidana delapan tahun penjara sesuai pasal 170 ayat (2) KUHP. Sedangkan dua terdakwa lainnya yakni Epirton dan Igo, divonis dua tahun dan enam bulan penjara sesuai pasal 170 ayat (1) KUHP.

Atas putusan yang beragam itu, kelima terdakwa menyatakan terima. Sementara jaksa penuntut umum (JPU) Rumondang yang digantika sementara JPU Ryan menyatakan pikir-pikir. (nji)

Taman Jodoh Boulevard akan Dibongkar untuk Pelebaran Jalan

0
Kondisi taman Jodoh Boulevard yang rusak dan tidak terawat lagi akibat kios liar yang menempati daerah tersebut, Batuampar. Foto: Batam Pos

batampos.co.id – Taman Jodoh Boulevard yang semraut dan terawat akan segera diratakan. Rencananya, jalannya juga akan diperlebar serta akan diberi atap. Nanti kendaraan tidak bisa melintas di kawasan tersebut. “Dikasih atap untuk melindungi jalan, nanti kalau sudah lewat itu seolah-olah pengunjung sudah dalam gedung. Kendaraan tidak lewat di situ, hanya untuk pejalan kaki saja,” kata Camat Batuampar Tukijan, Selasa (11/4) siang.

Menurut Tukijan, rencana tersebut mencuat pada rapat bersama Wali Kota Batam Muhammad Rudi, pagi kemarin. Menurutnya, Wali Kota meminta pihaknya segera mengumpulkan pemilik ruko atau pelaku usaha sekitar Jodoh Boulevard untuk membicarakan langkah penataan ke depan. “Saya sekarang lagi koordinasi dengan lurah dan RT setempat, kapan waktu tepatnya (berkumpul), akan disesuaikan dengan jadwal Pak Wali juga,” ujarnya.

Mantan Sekretaris Camat Batuampar ini, menyampaikan Wali Kota juga telah turun mengecek langsung kondisi Taman Jodoh Boulevard. Pedagang kaki lima (PK5) di lokasi tersebut sudah mendapat surat peringatan dua (SP II) dari Satpol PP. “Mereka (PK5, red) minta sampai akhir Lebaran mau bongkar sendiri. Kalau sudah bongkar, mudah-mudahan rencana ini (penataan) di 2018 sudah bisa dikerjakan,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota menegaskan lahan di Jodoh Boulevard adalah aset Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri hanya membangun taman dan kini taman tersebut sudah tidak lagi berfungsi. “Aset di atas tanah kan habis, tak ada lagi bentuknya. (Lahan) bukan aset provinsi, itu aset kita (Pemko Batam, red),” sebutnya.

Untuk itu, dia meminta ke camat setempat agar mengumpulkan pelaku usaha atau pemilik ruko guna membicarakan penataan kawasan tersebut ke depan. “Desain-nya boleh lanjut dan boleh baru, tergantung konsultannya, saya bukan ahlinya. Saya hanya ingin katakan, saya ingin Batam ini menjadi kota yang bagus,” ucap mantan polisi ini.

Dia menyebutkan, pemilik ruko nanti juga diminta untuk mempercantik ruko-nya masing-masing. Dengan demikian akan menambah daya tarik kawasan usaha yang pernah jadi ikon Kota Batam itu. “Ruko itu milik mereka, desain mau jadi apa, silhkan. Tapi di luar itu, yakni fasum milik kita (Pemko Batam, red), desain-nya selera kita. Kalau boleh kendaraan tak bisa masuk lagi, semuanya jalan kaki,” paparnya.

Rudi menambahkan, cepat atau tidaknya pelaku usaha di sekitar lokasi tersebut juga berpengaruh ke rencana penataan. Rudi berpendapat, jika pemilik ruko cepat berkumpul, langkah penataan juga akan cepat dilakukan. “Tinggal kendala ini (pelaku usaha kumpul, red) saja. Kalau cepat, ini selesai. Cari orangnya (pelaku usaha) tak tahu lagi di mana, ada di Batam sih mereka ini, kita nggak tahu saja,” ujar dia. (cr13)

Jembatan Penghubung Nagoya Jodoh Mulai Dibangun

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam memulai pengerjaan jembatan di kawasan Jodoh-Nagoya, Senin (10/4). Jembatan ini akan menghubungkan antara jalan di depan Hotel Allium dengan kompleks Business Center. Keduanya terpisah drainase selebar 12 meter.

“Sudah mulai dikerjakan. Jembatannya untuk penyeberangan kendaraan, bukan orang,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat meninjau lokasi pembangunan, Senin (10/4) lalu.

Pembangunan jembatan yang menghubungkan kawasan bisnis Jodoh dan Nagoya, diharapkan lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kedua kawasan bisnis ini, serta menambah keindahan kota.

Selain jembatan baru tersebut, Pemko juga memperbaiki jalan pelintas beberapa meter di dekatnya. Jalan sepanjang 70 meter itu, menghubungkan antara Komplek Business Center dan kawasan Kampung Bule.

Jalan pelintas ini berdiri di atas box culvert. Keberadaan box culvert menyebabkan terjadinya penyempitan aliran air drainase. “Jalan ini kita bongkar, box culvert-nya juga. Nanti dibangun jembatan di sini,” timpal Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam, Yumasnur.

Selain perbaikan jalan pelintas. Pemerintah juga akan memperlebar jalan di lokasi tersebut. Simpang jalan akan diperlebar dan dibangun lengan jalan untuk belok. “Nanti balihonya kita bongkar. Jalan juga diperlebar. Jumlah lajurnya tetap, tiga lajur tapi agak lebar saja. Supaya lebih leluasa beloknya,” jelas Yumasnur.

Selain membongkar baliho, untuk pembangunan jalan ini juga akan dilakukan pembongkaran pos kamling serta gardu listrik. Pos kamling akan diratakan, sementara gardu listrik dipindahkan. ‘’Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan jembatan ini sebesar Rp 11,8 miliar,’’ kata Yumasnur lagi. (mta)

Disdik Prioritaskan Pemohon e-KTP Pemula

0

batampos.co.id – Pada tahap pertama ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk-Capil) Kota Batam hanya mendapat kuota 10 ribu blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dimana, sebanyak 1.441 lembar akan dialokasikan khusus untuk pemohon usia pemula atau usia 17 tahun.

“Pengiriman blanko tahap pertama ini, memang kami prioritaskan untuk mereka yang pemula, baik yang merekam dari September 2016 maupun yang mendaftar hingga Maret tahun ini,” kata Kepala Disduk-Capil Kota Batam, Said Khaidar, Selasa (11/4).

Pria yang baru menjabat Kepala Disduk-Capil Kota Batam sejak Februari 2017 lalu itu, beralasan kebanyakan pemula membutuhkan e-KTP karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Said menyebutkan, Kecamatan Sagulung merupakan kecamatan yang paling banyak pendaftar pemohon e-KTP pemula, yakni 736 pengajuan, disusul Batuaji 295 pemohon. “Kita harapkan Senin depan semua sudah tercetak,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Kecamatan Sekupang, Ripso mengatakan pencetakan e-KTP diutamakan mereka yang belum
pernah memiliki kartu indetitas kependudukan ini. Untuk Kecamatan Sekupang sendiri, mendapatkan blanko sebanyak 1.094 lembar, sedangkan yang masuk daftar antrean mencapai 10 ribu lebih pemohon.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan kepada seluruh instansi yang terlibat dengan pengurusan e-KTP untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik. “e-KTP ini rentan, dan saya harapkan tidak ada oknum yang mencoba memanfaatkan momen ini menjadi peluang uang,” tegasnya.

Dia mengatakan, karena blanko masih terbatas, pemerintah mengambil kebijakan mendahulukan yang pemula dan yang sudah mendaftar di bulan September hingga Oktober 2016 dulu.

Selain itu, Amsakar juga menyoroti keberadaan calo yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat. “Saya selalu pantau melalui media sosial. Jika tidak ada keluhan berarti langkah kita sukses. Ini yang kami coba pertahankan,” ujar pria yang akrab disapa Am ini.

Masalah percaloan seperti ini, lanjutnya, sudah bukan hal yang harus dibahas lagi. Jangan sampai ada pintu khusus lagi bagi mereka untuk memuluskan aksi percaloan ini. “Tadi (kemarin) saya sudah lihat, dan tidak ada lagi pintu khusus itu. Semua sudah terbuka. Dan saya apresiasi hal itu,” ucapnya. (cr17)

Reginald Suka Gondol Pakaian Dalam Tetangga

0

Reginald, namanya. Ia bukan manusia ia ialah seekor kucing jantan asal Kent, Inggris.

Kucing ras Norwegian forest itu tampak keren. Surainya hitam putih dengan mata bulat hijau. Cakep banget. Tapi, kelakuannya minus!

Kucing berusia empat tahun itu punya hobi tidak terpuji, baik untuk standar kucing maupun manusia. Yakni, mencuri pakaian dalam. Reginald tidak pilih-pilih target. Milik perempuan atau laki-laki bakal diembat. Ukurannya pun beragam.

Sang pemilik, Liza Brickell, menjelaskan, Reginald memulai hobinya sejak musim panas tahun lalu.

’’Waktu cuaca mulai dingin, dia berhenti. Ketika cuaca mulai hangat, dia mulai lagi,’’ papar Brickell sebagaimana dikutip Metro.

Dalam sebulan, kucing tersebut bisa menggondol hingga 20 potong pakaian. Reginald sering memamerkan curiannya kepada Brickell.

’’Menurut dia, keberhasilan mengambil barang dari tempat tinggi layak dapat hadiah,’’ imbuhnya.

Hobi si kucing jelas membikin Brickell malu. Tetangganya pun bingung. Nah, lantaran sebentar lagi musim panas datang, dia membikin pengumuman.

’’Tetanggaku yang merasa kehilangan jemuran berupa pakaian dalam bisa langsung meneleponku. Mereka pasti bisa menemukannya di rumahku,’’ janji Brickell.

Masih untung yang digondol cuma pakaian dalam, bukan isinya. (Metro/fam/c19/na/jpgroup)

Paspor Mati 71 TKI Ilegal Pulang dari Malaysia lewat Jalur Belakang

0
ilustrasi  F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id– Polisi perairan Polda Kepri mengamankan sebanyak 71 TKI ilegal terdiri dari 65 laki dan 5 perempuan di Perairan Sekilak, Nongsa, Selasa (11/4) dini hari.

TKI ilegal ini berasal dari Malaysia, kepulangan mereka ke Indonesia dengan biaya 1.200 ringgit per orangnya.

Selain mengamankan para TKI tersebut, polisi juga menangkap satu orang tersangka yang mengemudikan kapal atau tekong atas nama Suhaini, bin Abdul Muin.

“Penangkapan ini hasil dari operasi kami di sekitar perairan Sekilak,Nongsa,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol, Sam Budigusdian.

Penyebab masuknya puluhan TKI masuk secara ilegal tersebut. Irjen Pol Sam Budigusdian menjawab bahwa paspor para TKI tersebut sudah mati.

“Paspornya sudah tak bisa digunakan lagi, terpaksa pulang melalui jalur belakang,” tuturnya.

Sam mengatakan Sohaini melanggar Pasal 120 ayat  ayat 1 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 56 KUHP. ”

“Dia juga kami kenakan pasal 219 ayat 1 jo pasal 323 ayat 1 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang pelayaran,” ujar Sam.

Sam menuturkan para TKI tersebut diangkut dari Johor, Malaysia dengan menggunakan speed boat dengan mesin 200 PK sebanyak 3 unit. Mesin sebanyak itu ditempatkan di Speed Boat tersebut, untuk menghindari kejaran petugas.

Dari penuturan tersangka, Suhaini, sehari sebelumnya sudah membawa 50 orang TKI. Ia mengatakan pada Senin (10/4) sore, dirinya berangkat kosong dari Senggarang,Tanjungpinang untuk menjemput para TKI ilegal yang sudah menunggu di Johor. Ia berangkat tengah malam, untuk menghindari patroli aparat.

“Balik dari sana Selasa (11/4) subuh,” ucapnya.

Saat ditanyakan apakah dia tidak takut tenggelam, karena dalam beberapa waktu belakangan banyak kapal TKI tenggelam?

“Tak takut, namanya juga cari uang,” ujarnya.

Dari penuturan salah seorang TKI, Timur mengatakan alasan dirinya mau masuk atau keluar Malaysia secara ilegal karena tuntutan hidup. Di kampungnya di Lombok, disebutkan tak ada lagi yang bisa dikerjakan. Kalaupun ada, ia hanya digaji tak sebarapa dan tak mencukupi untuk kebutuhan rumah tangganya.

“Karena dijanjikan akan hidup senang mau saya, untuk makan dan hidup saya lakukan apa pun rintanganya,” tuturnya.

Ia menyebutkan gaji bersihnya selama di Malaysia sekitar 700-800 ringgit. Namun beberapa TKI menyebutkan kadang para polisi Malaysia sering memalak.

“Mereka jadikan kami tempat minta duit pak,” ucap para TKI ini serempak.

Mereka mengatakan polisi Malaysia meminta uang sebanyak 100-300 ringgit.

“Mereka tangkap, itu duit untuk biaya supaya bisa dilepaskan kembali,” ungkap Timur.

Namun para TKI tak hanya sekali itu saja ditangkap. Sekali sebulan bila bertemu, para polisi tersebut kembali menangkap mereka.

“Begitulah kehidupan kami pak,” ujarnya.

Para TKI ini bekerja di berbagai sektor di Johor, Malaysia. Dimana mereka ada yang membaw alat berat, merawat kebun sawit, kebun buah, pembantu rumah tangga dan buruh bangunan.

“Pak polisi kami berharap bisa pulang cepat, mau ketemu anak dan istri,” ucap para TKI tersebut. (ska)