batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam memulai pengerjaan jembatan di kawasan Jodoh-Nagoya, Senin (10/4). Jembatan ini akan menghubungkan antara jalan di depan Hotel Allium dengan kompleks Business Center. Keduanya terpisah drainase selebar 12 meter.
“Sudah mulai dikerjakan. Jembatannya untuk penyeberangan kendaraan, bukan orang,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat meninjau lokasi pembangunan, Senin (10/4) lalu.
Pembangunan jembatan yang menghubungkan kawasan bisnis Jodoh dan Nagoya, diharapkan lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kedua kawasan bisnis ini, serta menambah keindahan kota.
Selain jembatan baru tersebut, Pemko juga memperbaiki jalan pelintas beberapa meter di dekatnya. Jalan sepanjang 70 meter itu, menghubungkan antara Komplek Business Center dan kawasan Kampung Bule.
Jalan pelintas ini berdiri di atas box culvert. Keberadaan box culvert menyebabkan terjadinya penyempitan aliran air drainase. “Jalan ini kita bongkar, box culvert-nya juga. Nanti dibangun jembatan di sini,” timpal Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam, Yumasnur.
Selain perbaikan jalan pelintas. Pemerintah juga akan memperlebar jalan di lokasi tersebut. Simpang jalan akan diperlebar dan dibangun lengan jalan untuk belok. “Nanti balihonya kita bongkar. Jalan juga diperlebar. Jumlah lajurnya tetap, tiga lajur tapi agak lebar saja. Supaya lebih leluasa beloknya,” jelas Yumasnur.
Selain membongkar baliho, untuk pembangunan jalan ini juga akan dilakukan pembongkaran pos kamling serta gardu listrik. Pos kamling akan diratakan, sementara gardu listrik dipindahkan. ‘’Anggaran yang disiapkan untuk pembangunan jembatan ini sebesar Rp 11,8 miliar,’’ kata Yumasnur lagi. (mta)
batampos.co.id – Pada tahap pertama ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk-Capil) Kota Batam hanya mendapat kuota 10 ribu blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dimana, sebanyak 1.441 lembar akan dialokasikan khusus untuk pemohon usia pemula atau usia 17 tahun.
“Pengiriman blanko tahap pertama ini, memang kami prioritaskan untuk mereka yang pemula, baik yang merekam dari September 2016 maupun yang mendaftar hingga Maret tahun ini,” kata Kepala Disduk-Capil Kota Batam, Said Khaidar, Selasa (11/4).
Pria yang baru menjabat Kepala Disduk-Capil Kota Batam sejak Februari 2017 lalu itu, beralasan kebanyakan pemula membutuhkan e-KTP karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Said menyebutkan, Kecamatan Sagulung merupakan kecamatan yang paling banyak pendaftar pemohon e-KTP pemula, yakni 736 pengajuan, disusul Batuaji 295 pemohon. “Kita harapkan Senin depan semua sudah tercetak,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Pelayanan Kecamatan Sekupang, Ripso mengatakan pencetakan e-KTP diutamakan mereka yang belum
pernah memiliki kartu indetitas kependudukan ini. Untuk Kecamatan Sekupang sendiri, mendapatkan blanko sebanyak 1.094 lembar, sedangkan yang masuk daftar antrean mencapai 10 ribu lebih pemohon.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan kepada seluruh instansi yang terlibat dengan pengurusan e-KTP untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik. “e-KTP ini rentan, dan saya harapkan tidak ada oknum yang mencoba memanfaatkan momen ini menjadi peluang uang,” tegasnya.
Dia mengatakan, karena blanko masih terbatas, pemerintah mengambil kebijakan mendahulukan yang pemula dan yang sudah mendaftar di bulan September hingga Oktober 2016 dulu.
Selain itu, Amsakar juga menyoroti keberadaan calo yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat. “Saya selalu pantau melalui media sosial. Jika tidak ada keluhan berarti langkah kita sukses. Ini yang kami coba pertahankan,” ujar pria yang akrab disapa Am ini.
Masalah percaloan seperti ini, lanjutnya, sudah bukan hal yang harus dibahas lagi. Jangan sampai ada pintu khusus lagi bagi mereka untuk memuluskan aksi percaloan ini. “Tadi (kemarin) saya sudah lihat, dan tidak ada lagi pintu khusus itu. Semua sudah terbuka. Dan saya apresiasi hal itu,” ucapnya. (cr17)
Reginald, namanya. Ia bukan manusia ia ialah seekor kucing jantan asal Kent, Inggris.
Kucing ras Norwegian forest itu tampak keren. Surainya hitam putih dengan mata bulat hijau. Cakep banget. Tapi, kelakuannya minus!
Kucing berusia empat tahun itu punya hobi tidak terpuji, baik untuk standar kucing maupun manusia. Yakni, mencuri pakaian dalam. Reginald tidak pilih-pilih target. Milik perempuan atau laki-laki bakal diembat. Ukurannya pun beragam.
Sang pemilik, Liza Brickell, menjelaskan, Reginald memulai hobinya sejak musim panas tahun lalu.
’’Waktu cuaca mulai dingin, dia berhenti. Ketika cuaca mulai hangat, dia mulai lagi,’’ papar Brickell sebagaimana dikutip Metro.
Dalam sebulan, kucing tersebut bisa menggondol hingga 20 potong pakaian. Reginald sering memamerkan curiannya kepada Brickell.
’’Menurut dia, keberhasilan mengambil barang dari tempat tinggi layak dapat hadiah,’’ imbuhnya.
Hobi si kucing jelas membikin Brickell malu. Tetangganya pun bingung. Nah, lantaran sebentar lagi musim panas datang, dia membikin pengumuman.
’’Tetanggaku yang merasa kehilangan jemuran berupa pakaian dalam bisa langsung meneleponku. Mereka pasti bisa menemukannya di rumahku,’’ janji Brickell.
Masih untung yang digondol cuma pakaian dalam, bukan isinya. (Metro/fam/c19/na/jpgroup)
batampos.co.id– Polisi perairan Polda Kepri mengamankan sebanyak 71 TKI ilegal terdiri dari 65 laki dan 5 perempuan di Perairan Sekilak, Nongsa, Selasa (11/4) dini hari.
TKI ilegal ini berasal dari Malaysia, kepulangan mereka ke Indonesia dengan biaya 1.200 ringgit per orangnya.
Selain mengamankan para TKI tersebut, polisi juga menangkap satu orang tersangka yang mengemudikan kapal atau tekong atas nama Suhaini, bin Abdul Muin.
“Penangkapan ini hasil dari operasi kami di sekitar perairan Sekilak,Nongsa,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol, Sam Budigusdian.
Penyebab masuknya puluhan TKI masuk secara ilegal tersebut. Irjen Pol Sam Budigusdian menjawab bahwa paspor para TKI tersebut sudah mati.
“Paspornya sudah tak bisa digunakan lagi, terpaksa pulang melalui jalur belakang,” tuturnya.
Sam mengatakan Sohaini melanggar Pasal 120 ayat ayat 1 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian jo pasal 55 ayat 1 jo pasal 56 KUHP. ”
“Dia juga kami kenakan pasal 219 ayat 1 jo pasal 323 ayat 1 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang pelayaran,” ujar Sam.
Sam menuturkan para TKI tersebut diangkut dari Johor, Malaysia dengan menggunakan speed boat dengan mesin 200 PK sebanyak 3 unit. Mesin sebanyak itu ditempatkan di Speed Boat tersebut, untuk menghindari kejaran petugas.
Dari penuturan tersangka, Suhaini, sehari sebelumnya sudah membawa 50 orang TKI. Ia mengatakan pada Senin (10/4) sore, dirinya berangkat kosong dari Senggarang,Tanjungpinang untuk menjemput para TKI ilegal yang sudah menunggu di Johor. Ia berangkat tengah malam, untuk menghindari patroli aparat.
“Balik dari sana Selasa (11/4) subuh,” ucapnya.
Saat ditanyakan apakah dia tidak takut tenggelam, karena dalam beberapa waktu belakangan banyak kapal TKI tenggelam?
“Tak takut, namanya juga cari uang,” ujarnya.
Dari penuturan salah seorang TKI, Timur mengatakan alasan dirinya mau masuk atau keluar Malaysia secara ilegal karena tuntutan hidup. Di kampungnya di Lombok, disebutkan tak ada lagi yang bisa dikerjakan. Kalaupun ada, ia hanya digaji tak sebarapa dan tak mencukupi untuk kebutuhan rumah tangganya.
“Karena dijanjikan akan hidup senang mau saya, untuk makan dan hidup saya lakukan apa pun rintanganya,” tuturnya.
Ia menyebutkan gaji bersihnya selama di Malaysia sekitar 700-800 ringgit. Namun beberapa TKI menyebutkan kadang para polisi Malaysia sering memalak.
“Mereka jadikan kami tempat minta duit pak,” ucap para TKI ini serempak.
Mereka mengatakan polisi Malaysia meminta uang sebanyak 100-300 ringgit.
“Mereka tangkap, itu duit untuk biaya supaya bisa dilepaskan kembali,” ungkap Timur.
Namun para TKI tak hanya sekali itu saja ditangkap. Sekali sebulan bila bertemu, para polisi tersebut kembali menangkap mereka.
“Begitulah kehidupan kami pak,” ujarnya.
Para TKI ini bekerja di berbagai sektor di Johor, Malaysia. Dimana mereka ada yang membaw alat berat, merawat kebun sawit, kebun buah, pembantu rumah tangga dan buruh bangunan.
“Pak polisi kami berharap bisa pulang cepat, mau ketemu anak dan istri,” ucap para TKI tersebut. (ska)
Menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Republik Indonesia, Yonana Susana Yembise meninjau Selter Dang Merdu, Sekupang, Senin (10/4). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id– Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise membuka Rapat Koordinasi Teknis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Untuk Percepatan Pelaksanaan Three Ends di Daerah, Senin (10/4) malam.
“Perempuan dan anak merupakan pilar yang penting di Indonsia. Bukan saja di Indonesia, tapi perempuan anak sudah masuk ke dalam komitmen secara global,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Yohana mengatakan, keududukan perempuan pada saat ini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, saat ini sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin di dalam skala daerah, nasional maupun di dalam skala global.
“Saat ini sudah banyak pimpinan di daerah maupun nasional di pimpin oleh perempuan. Pimpinan perempuan itu saat ini merupakan suatu hal yang sudah biasa,” katanya.
Dijelaskan Yohana, Indonesia telah menjadi negara yang memasukkan isu Pengarusutamaan Gender (PUG) ke dalam rencana pembangunan Nasional selama hampir dua dekade terakhir. Hal tersebut mengacu pada komitmen Pemerintah Indonesia pada Pengarusutamaan Gender (PUG), melalui Instruksi Presiden (Inpres) No.9 tahun 2000.
“Dalam Inpres itu memerintahkan kepada seluruh Kementerian dan Lembaga Non Kementerian, pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melaksanakan strategi Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan,” katanya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui Deputi Kesetaraan Gender, menginisasi dan mengadakan Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Pelaksanaan PUG di daerah.
“Kegiatan ini merupakan pertemuan teknis antara Kementrian PPPA dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah yang menangani pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak baik di provinsi maupun kabupaten kota,” tuturnya.
Pelaksanaan PUG di Kementerian dan Lembaga Non Kementerian maupun daerah sangat dinamis dan menuntut adanya kemampuan dan keterampilan SDM daerah serta komitmen tinggi dari para pengambil keputusan untuk mendukung.
“Pentingnya kegiatan ini juga dilandasi oleh adanya perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang SOTK di daerah, yang merubah numelaktur Organisasi Perangkat Daerah. Termasuk OPD pembedayaan perempuan dan anak dari yang sebelumnya Badan menjadi Dinas,” katanya.
Dengan menyasar para Kepala Dinas, Kepala Bidang PUG atau PP, para Ketua Bappeda dan Kepala OPD PPPA atau PPKB dari 34 provinsi dan kabupaten kota seluruh Indonesia. Kegiatan Rakorterk PUG ini bertujuan untuk dapat menyamakan kesamaan pandangan dan pemahaman pelaksanaan PUG di daerah.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan juga dapat memetakan kekuatan dan kelemahan OPD-OPD yan menangani pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di daerah serta Membangun sinergi pelaksanaan PUG di daerah dalam tugas dan fungsi OPD PPPA atau PPKB di daerah.
“Dan yang terakhir, kegiatan ini dapat Menyusun strategi percepatan pelaksanaan PUG di daerah,” imbuhnya. (cr1)
batampos.co.id – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan DPRD Provinsi Kepri, Riki Himawan, 31, diamankan jajaran Polsek Lubukbaja karena memalsukan dokumen negara.
Kapolresta Barelang AKBP Hengki menuturkan, Riki diamankan bersama salah seorang rekannya bernama Rahayu Ningsih, 42, Senin (20/3) lalu.
Kedua orang pemalsu dokumen negara ini diringkus setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat.
“Dua pelaku ini merupakan pemalsuan surat, seperti blanko KTP, Akta Nikah, Akte Kelahiran serta Kartu Keluarga,” ujarnya, Selasa (11/4) siang.
Dijelaskan oleh Hengki, peran Rahayu dalam pemalsuan dokumen negara ini adalah sebagai penyedia blanko kosong kepada Riki. Blanko tersebut dijual dengan beragam harga.
“Blanko kosong berupa KTP dijual Rahayu kepada Riki dengan harga per lembar Rp 50 ribu, kemudian Kartu Keluarga 50 ribu dan Buku Nikah dihargai 100 ribu,” katanya.
Sasaran mereka adalah masyarakat Kota Batam yang membutuhkan dukumen tersebut secara cepat, di saat kelangkaan blanko e-KTP terjadi di seluruh Indonesia.
“Modusnya, mereka hanya mengganti bagian depan KTP yang habis masa berlakunya. Kemudian menempelkannya dengan yang baru sesuai dengan permintaan pemesan,” kata Hengki.
Lebih lanjut Hengki menerangkan, Rahayu juga mendapatkan blanko KTP itu dari seseorang bernama Ardiansyah. Dia saat ini statusnya telah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Lubukbaja.
“Kami masih kembangkan untuk mengetahui dari mana Ardiansyah ini mendapatkan KTP yang telah habis masa berlakunya ini, karena Ardiansyah masih kami kejar. Sementara rahayu dia memesan lebih murah dari Ardiansyah, Blanko ini hanya dia beli seharga Rp 25 ribu dari Ardiansyah,” ucapnya.
Hengki menambahkan, sindikat pemalsuan dokumen negara ini telah dijalani kedua pelaku selama dua tahun. Dalam dua tahu itu, Riki telah menerbitkan dokumen negara tersebut lebih dari sebanyak 200 lembar.
“Mereka hanya melayani orang yang mereka kenal saja,” katanya.
Atas perbuatannya, kedua pelaku diancam pasal 264 jo 263 KUHP tentang pemalsuan akta otentik dengan ancaman 8 tahun.
“Dari penangkapan ini kami amankan barang bukti delapan lembar KTP, satu lembar Kartu Keluarga, satu Akta Kelahiran, satu set komputer dan tiga buah stempel Disdukcapil,” imbuhnya.
Riki mengakui dirinya PNS di lingkungan DPRD Kepri. Ia kenal Rahayu sejak dua tahun lalu atau 2015.
“Satu dokumen beragam harganya. Biasanya saya beri tarif antara tiga ratus sampai lima ratus ribu,” ujarnya.
Kasus pemalsuan dokumen negara oleh oknum PNS DPRD Kepri itu bukan kali pertama di Batam. Pada Agustus 2016 lalu, polisi dari Polsek Bengkong mengamankan pria bernama Sudarto, 45, karena memalsukan ribuan dokumen negara di Batam.
Dokumen yang dipalsukan antara lain KTP, Ijazah, Buku Nikah, Paspor, akter kelahiran, kartu keluarga (KK), dan dokumen penting lainnya.
Setiap dokumen palsu yang dibuatnya, ia mendapatkan imbalan sebesar Rp 400.000. Pemesan dokumen palsu hanya cukup memberikan foto kepada tersangka, kemudian tersangka sendiri yang membuat identitasnya. Selain itu, ada juga pemesan yang juga memberikan identitasnya. (cr1)
Pemilik toko di Pasar Cahaya Garden, Bengkong saat menyusun gula. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Harga gula pasir, daging beku, dan minyak goreng kini diatur. Tak boleh dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.
HET gula pasir Rp 12.500 per kilogram, daging beku Rp 80 ribu per kilogram, dan minyak goreng kemasan sederhana Rp 11 ribu per liter.
“HET tiga komoditi ini berlaku mulai hari ini (10/4) hingga 10 September 2017,” ujar Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdaganga (Disperindag) Provinsi Kepri Agus Sukarno, kemarin.
Kebijakan yang berlaku nasional ini diambil pemerintah guna mengantisipasi gejolak harga bahan pokok saat Ramadan, lebaran, dan berlaku umum.
“Dalam suratnya disebutkan, kebijakan tersebut diimplementasikan di seluruh gerai toko modern, juga pasar rakyat. Secara umum lah ini,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Disperindag Kepri Burhanuddin mengatakan aturan standar harga tersebut harus dipatuhi pedagang. Jika tidak, pemerintah akan turun tangan menindak, bahkan akan meminta peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk ikut menindak jika harga terlampau tidak sehat.
“Setiap ada pelanggaran, pemerintah akan hadir,” sebut Burhanuddin, beberapa waktu lalu.
Kepala Disperindag Batam Zarefriadi mengaku belum menerima secara resmi kebijakan nasional tersebut. Namun demikian, jika surat tersebut sampai, pihaknya akan segera mensosialisasikan ke masyarakat.
“Suratnya belum kami dapatkan. Kalau dapat segera kami sampaikan ke masyarakat,” ucapnya.
Dia mengatakan program ini merupakan program yang baik dari pemerintah pusat untuk mengendalikan harga. Hadirnya aturan tersebut bisa jadi rujukan dan menekan gejolak harga, yang kerap terjad setiap hari besar.
“Bahkan kami berharap semua harga digitukan semua, jadi tak payah kitakan. Ini langkah yang sangat baik,” pungkasnya. (cr13)
batampos.co.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menjadi korban penyiraman air keras usai salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sebelum insiden itu, Novel mengaku merasa dibuntuti oleh beberapa orang yang tidak dia kenal.
Keterangan itu disampaikan oleh Ketua Yayasan Al–Ihsan, Abdur Rahim Hasan. Menurut pria yang akrab dipanggil Hasan itu, Novel belum lama curhat kepada dirinya.
”Dia bilang, dua minggu ini saya merasa dibuntuti,” ujarnya.
Novel enggan menceritakan kegelisahan tersebut kepada banyak orang karena tidak ingin disebut paranoid.
Bagi Hasan, insiden penyiraman air keras kemarin menjadi jawaban atas kegelisahan Novel selama ini.
”Saya jawab, Pak Novel banyak salawat. Tahu-tahu ada kejadian hari ini,” kata dia.
Pria yang mengantar Novel ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading itu menuturkan, curhat Novel memang bukan tanpa alasan. Beberapa hari belakangan banyak orang tidak dikenal berkeliaran di sekitar Masjid Al–Ihsan.
Ketika ditanya soal teror terhadap Novel, Hasan sontak menjawab.
”Kami sudah kenyang. Banyak orang asing berkeliaran,” ungkapnya.
Novel memang bukan kali pertama diteror. Selama berperan sebagai penyidik KPK, dia sudah berulang-ulang berhadapan dengan situasi gawat. Namun, insiden kemarin boleh dibilang paling ekstrem.
Selesai salat subuh berjamaah sekitar pukul 05.10 WIB, Novel langsung beranjak meninggalkan masjid. Dia pamit kepada beberapa jamaah yang turut salat berjamaah di Masjid Al–Ihsan.
”Pak Novel keluar dari pintu utama,” ucap Ketua Forum Musyawarah RW 10 Edy Juwono.
Namun, tidak lama setelahnya Novel teriak minta tolong. Semula, jamaah Masjid Al–Ihsan menduga persoalan biasa.
Karena itu, tidak semua jamaah keluar masjid untuk memberi bantuan. Menurut Edy hanya beberapa yang langsung membantu Novel. Salah satu diantaranya adalah Romli.
”Dia yang memapah Pak Novel,” ujarnya.
Sebelum dipapah, alumnus Akpol 1998 itu menabrak pohon nangka di depan rumah blok T nomor 11.
Rumah tersebut tidak lain milik Ketua RT 03, RW 10 Wisnu Broto. Dia termasuk salah satu jamaah yang ikut salat subuh bersama Novel. Berdasar keterangan Wisnu, seluruh jamaah bergegas keluar setelah Romli berteriak di depan pintu masjid.
”Pak Novel, Pak Novel,” kata Wisnu menirukan ucapan Romli.
Kondisi Novel saat itu sudah basah oleh air dari bak di tempat wudhu Masjid Al–Ihsan.
”Pak Novel kesakitan. Teriak keras sekali. Sampai semua tetangga bangun,” jelas Wisnu.
Meski begitu, Novel tetap sadar. Dia bahkan sempat ingin mengejar pelaku namun ditahan oleh jamaah yang menolongnya.
”Saya dan Pak Hasan yang bawa ke rumah sakit,” kata dia.
Penyiraman air keras kepada Novel berlangsung sangat cepat. Tidak heran beberapa warga merasa insiden tersebut sudah direncanakan secara matang. Apalagi, beberapa hari belakangan tidak jarang warga melihat orang tidak dikenal. Sutrisno, 55, seorang warga yang tinggal tidak jauh dari rumah Novel menyebutkan, pelaku sudah tahu jalan.
”Kabur ke arah jalan yang tidak diportal,” jelasnya.
Meski tidak melihat secara langsung, Sutrisno mendapat informasi bahwa pelaku sudah bolak-balik di sekitar Masjid Al–Ihsan sejak sebelum salat subuh berjamaah mulai.
”Ada yang lihat sekitar jam setengah lima kurang seperempat,” ungka dia.
Namun, demikian identitas keduanya tidak diketahui. Sebab langit masih gelap.
”Yang kelihatan dua-duanya laki-laki,” imbuhnya.
Atas insiden yang menimpa Novel, Lurah Pegangsaan Dua, Abdul Buang mengaku kecolongan.
”Kejadian setelah subuh. Beberapa portal sudah dibuka,” ujarnya.
Dia berjanji bakal lebih ketat mengawasi wilayahnya. Termasuk di antaranya menggiatkan siskamling. Sehingga kejadian serupa tidak terulang. (syn/jpgroup)
Ilustrasi Pengerjaan yang dilakukan oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB)
PT Adhya Tirta Batam (ATB) merencanakan memasang Flow Meter di delapan titik di Kota Batam.
Kedelapan titik tersebut diantaranya berada di wilayah Bengkong Polisi 1 dan 2, Baloi Blok, GOR Tiban, Gereja Imannuel tanah longsor, Simpang Logam Mulia Sei Lekop, Simpang Barelang dan Simpang Turi Nongsa.
Muflikhin, Manager Project ATB saat ditemui menuturkan Flow Meter adalah alat yang digunakan oleh ATB untuk mengetahui aliran material (liquid) dalam suatu jalur, yakni kecepatan aliran atau flow rate dan total massa atau volume dari material yang mengalir dalam jangka waktu tertentu atau sering disebut dengan istilah totalizer.
Nantinya alat Flow Meter ini bakal mengirim data berupa angka sehingga dapat juga diteruskan untuk menjadi sebuah laporan.
“Dengan adanya alat Flow Meter ini, nantinya dapat membantu tim dari Departemen Non Revenue Water maupun departemen lainnya untuk melakukan pemantauan. Sehingga hasilnya semakin maksimal,” terang Muflikhin.
Untuk pekerjaan pemasangan itu sendiri, jelas Muflikhin, akan dimulai pada Rabu(12/4/2017) hingga beberapa minggu kedepan.
Tim akan melakukan penggalian, pembongkaran dan pemasangan alat di lokasi yang sudah ditentukan.
Dampak dari pengerjaan ini, akan menyebabkan gangguan suplai di beberapa wilayah khususnya saat dilakukan pemasangan alat Flow Meter yang membutuhkan waktu kurang lebih 4-5 jam.
“Kita rencanakan, gangguan suplai hanya akan terjadi pada siang hari saja pada saat pemasangan alat. Sementara pada malam harinya kita harapkan akan kembali normal,”jelasnya.
Meski demikian, sebelum pengerjaan dilakukan ATB akan melakukan koordinasi dengan bagian terkait dan tentunya akan melakukan pengumuman gangguan suplai dua hari sebelumnya.
“Semoga saja pekerjaan ini lancar dan suplai akan kembali berjalan normal setelah pengerjaan,” terangnya.(rilis)
Rumah tipe 110/126 yang dihadirkan di Perumahan Costa del Castilo, di Batamcenter. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pengembang PT Tanamas Duta Niaga menyuguhkan promo spesial setiap pembelian Perumahan Costa del Castillo di kawasan Costa Rica Residence, Batamcenter selama pameran Rei Expo di Mega Mall hingga Minggu (16/4) nanti. Diskon langsung Rp 20 juta, serta bonus tambahan berupa gratis solar cell water heather, Air Conditioner (AC) terpasang disetiap kamar tidur.
“Kami juga memberikan gratis membership club house untuk empat orang, serta gratis taman depan, dan canopy,” ujar Marketing Executive, Perumahan Costa Del Castillo, Wily di Rei Expo Mega Mall, Senin (10/4).
Bukan hanya itu, pengembang juga memberikan gratis pengurusan sertifikat Akta Jual Beli (AJB), dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).
“Saat ini rumah contoh sudah siap boleh di tinjau lokasi. Dan semua penawaran spesial ini hanya berlaku selama Rei Expo ini saja,” kata Wily.
Wily mengatakan kawasan Costa Rica Residence berada di atas tanah seluas 21 hektare dimana di dalamnya terdapat hunian elit seperti Cluster Alto, Delmonter, Salvador, Venicia, Montere serta Boulevard tahap 1, 2 dan Perumahan Costa del Castillo. Selain itu dalam kawasan ini sudah dihuni 500 Kepala Keluarga.
“Semua tipe cluster, yang terdiri dari satu lantai saja, sedangkan Boulevard dan Costa del Castillo menghadirkan hunian dua lantai,” ucapnya.
Perumahan Costa del Castillo hadir di atas tanah seluas tiga hektare, dengan total 145 unit. Terdiri dari tiga tipe, yakni tipe 110/126, tiga kamar tidur dan dua kamar mandi. Tipe 128/144 dan tipe 193/200 hadir dengan empat kamar tidur dan tiga kamar mandi.
“Khusus tipe 193/200 kami hadir dengan empat kamar tidur dan satu kamar tidur pembantu,” kata Wily.
Lebih lanjut, Wily mengatakan Perumahan Costa del Castillo mengusung konsep kehidupan yang ramah lingkungan, dilengkapi fasilitas-fasilitas pendukung seperti taman median yang hijau, modern club house, kolam renang dewasa dan anak-anak, kafetaria, gym center, barbegue, dan pusat business center.
Keunggulan lain dari hunian ini dekat dengan sarana pendidikan seperti Sekolah Nasional Kalista, pusat perbelanjaan Mega Mall, pusat pemerintahan, dekat pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter, dan hanya 15 menit ke Bandara Internasional Hang Nadim.
“Lokasi sangat strategis berada di pusat Kota Batam, sehingga memudahkan penghuni beraktifitas,” ucap Wily.
Adapun spesifikasi bahan bangunan diantaranya dinding memakai batu bata merah yang dilapisi cat Nippon Paint (setara), pondasi tapak beton bertulang, baja ringan anti karat, atap genteng flat Monier, serta sanitair berkualitas seperti Amstad atau setara.
“Untuk spesifikasi rumah sudah berkualitas tinggi, dibandingkan kompetitor sekelas,” ujarnya.
Pengembang menawarkan kemudahan berupa cash bertahap bisa dicicil selama 36 bulan, DP Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) sebesar 20 persen, bisa dicicil selama 24 bulan dengan booking fee mulai dari Rp 10 juta. Progress pembangunan sudah ada yang siap huni, dengan data penjualan 50 persen sudah terjual dari total keseluruhan.
“Secara keseluruhan 70 persen sudah siap huni, dan bagi unit yang sudah serah terima, kebanyakan mereka sudah langsung tinggal,” kata Wily.
Informasi lebih lanjut mengenai Perumahan Costa del Castillo, kunjungi kantor pemasaran PT Tanamas Duta Niaga yang beralamat di Komplek Pertokoan Costa Rica Blok B1 Nomor 6/7. (cr12)