Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13444

Es Buah Ini Hanya Rp 13.800

0
Es buah hidangan minuman di Malaya Cafe dan Restoran, F.Daniel untuk Batampos.

batampos.co.id – Sebagai tujuan wisata kuliner yang ada di Kota Batam, Malaya Cafe dan Restoran Batam, menyuguhkan penawaran menarik untuk konsumen. Saat ini es buah mendapatkan diskon 30 persen.

“Harga es ini kami berikan Rp 13.800 dari harga sebelumnya Rp 19.800,” ujar Manager Malaya Cafe dan Restoran BCS Mall, Daniel, Jumat (7/4).

Selain es buah, promo diskon juga diberikan untuk es gunung. Untuk harga kedua es ini sama Rp 13.800. Menuruntnya, hidangan minuman yang sangat enak ini apalagi jika diminum saat panas. “Rasanya enak pasti konsumen akan puas,” kata Daniel.

Dikatakan Daniel, spesial promo juga masih diberikan untuk konsumen, yakni menu masakan kerang saus pedas, brokoli saus oyster dan tipan tahu telor diskon 50 persen. Untuk kerang saus pedas ditawarkan dengan harga sebesar Rp 17.400 dari harga sebelumnya Rp 34.400. Brokoli saus oyster, ditawarkan dengan harga Rp 15.400 dari harga sebelumnya Rp 30.800. “Ada juga tipan tahu telor ditawarkan dengan harga Rp 16.400 dari harga normal Rp 32.800,” ungkap Daniel.

Semua menu diskon ini berlaku makan ditempat. Berlaku disemua outlet Malaya Cafe dan Restoran Batam. Masa promo ini akan berakhir, Minggu (23/4) mendatang.

Lebih lanjut Daniel mengatakan, Malaya Cafe dan Restoran juga masih menyediakan promo serba Rp 8.800 untuk menu makanan soto ayam, baso mie, nasi ayam, mie ayam, nasi bakar, nasi goreng, kepiting, pisang keju susu, ubi keju susu, roti bakar kaya, dan roti bakar peanut. “Berlaku setiap hari, berlaku makan ditempat. Promo tidak bisa digabung dengan promo lain,” paparnya.

Selain serba Rp 8.800, kata Daniel, juga tersedia promo serba Rp 18.800 untuk menu masakan, sup rawon sapi, nasi uduk sate, capcay polos, kangkung terasi, buncis telur asin, ayam serai, ayam telur asin, ayam lengkuas, buncis asin pedas, ayam lada hitam, ayam teri yaki, ayam penyer kremes, selar goreng kering dan salar cabe hijau. “Promo ini berlaku setiap Senin sampai Jumat,” tutupnya. (cr14)

Kartina Menunggu Dua Minggu untuk Operasi

0

batampos.co.id – Kartina warga Kampung Baru, RT III RW III, Dusun I, Singkep, terpaksa harus menahan sakit lebih lama karena tidak mendapat penanganan operasi dari RSUD, Dabo Singkep. Padahal pasien penderita kista tersebut sudah dijanjikan dr Diah Sinta untuk menjalani operasi pada Sabtu (8/4), namun Kartina tak dapat menjalani operasi karena dr Diah beralasan banyak pasien dan ada keperluan keluarga.

“Sebelumnya kami datang Rabu, dijanjikan Sabtu untuk operasi. Sabtu kami datang malah disuruh untuk menunggu dua minggu lagi,” ujar Ida kakak Kartina mengungkapkan kekesalannya,” Minggu (9/4) siang.

Selain tidak mendapat penanganan dengan cepat, Ida juga mengaku kalau perlakuan dr Diah sangat tidak mengenakkan. Dengan berkata kasar, dr Diah juga mengatakan, kalau tidak mau menunggu dua minggu silahkan saja untuk mencari rumah sakit di Taniungpinang dengan rujukan.

Mengingat sakit yang diderita Kartina, keluarga pasien juga menyetujui untuk mengambil tindakan rujukan rumah sakit. Namun dalam pelaksanaan pengeluaran surat rujukan, Ida juga mengaku sangat tidak nyaman karena mendapat sikap yang kurang baik dari dr Diah. Bahkan Ida harus bolak balik untuk mendapat surat rujukan tersebut.

“dr Diah memberikan surat rujukan atas permintaan pasien yang seharusnya rujukan berdasarkan permintaan rumah sakit. Ketika saya balik kembali ke dr Diah, dia malah bersikap tidak enak,” ujar Ida.

Kartina yang mengalami sakit tidak sanggup untuk menunggu dua minggu lagi. Setiap lima menit sekali, Kartina mengalami sakit yang sangat, serta sesekali mengeluarkan darah. Tubuh Kartina juga mengalami penyusutan yang sangat drastis sejak beberapa bulan terakhir.

“Kalau nunggu dua minggu lagi, tubuh saya jadi tinggal tulang nanti,” ujar Kartina kepada Batam Pos ketika ditemui rumahnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Direktur RSUD dr Asri Wijaya mengaku belum mendapat laporan terkait kejadian tersebut. Dia juga berjanji akan mencari tau pokok permasalah, sehingga kedepan tidak akan terjadi hal serupa. Selain itu, dr Asri juga akan memanggil Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD untuk meminta keterangan terkait hal tersebut.

Lebih lanjut, dr Asri beranggapan kalau pasien di RSUD tidak terlalu banyak sehingga tenaga dokter yang ada saat ini cukup untuk menangani pasien yang ada. Selain itu, dr Asri juga akan menanyakan terkait ungkapan dr Diah yang menyatakan kalau pasien banyak dan ditangani oleh dirinya sendiri.

“Yang pasti kami coba untuk mencari titik mis komunikasi ini. Untuk itu kami juga akan mengajak pihak keluarga untuk duduk bersama sehingga dapat penjelasan dari kedua belah pihak,” ujar dr Asri

dr Asri juga mengatakan semua keluhan pasien agar ditindak lanjuti mengingat RSUD saat ini akan melakukan peningkatan pelayanan serta fasilitas agar dapat melayani masyarakat dengan baik. (wsa)

Relaksasi di Familia Spa

0
Suasana spa di Familia Spa, Raden Patah. F. Familia Spa untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pusat relaksasi dan spa kesehatan Familia Spa di jalan Raden Patah, Lubuk Baja, menawarkan diskon 10 persen, untuk massage.

Manajer Operasional Familia Spa, Henky mengatakan massage yang ditawarkan yakni massage tradisional dan massage swedis yang lebih lembut dan rileks.

“Satu kali massage hanya Rp 300 ribu, dengan lama perawatan 90 menit,” kata Henky, kemarin.

Henky menambahkan selain massage, Familia Spa juga menawarkan perawatan tubuh lainnya, seperti refleksi, body scrup, hot stone, toto wajah, air candle, body cups, body masker, dan manny paddy.

“Perawatan disini lengkap, mulai dari kaki hingga kepala,” terangnya.

Familia Spa berdiri di luas lahan, lima ribu meterpersegi, dimana terdapat ruangan sauna, steam serta tiga kolam renang dengan luas keseluruhan 30×8 meterpersegi.

“Kolam renang terbagi tiga, yakni dingin, panas dan hangat. Dan semua fasilitas ini bisa digunakan secara cuma-cuma oleh pengunjung,” ucapnya.

Lebih lanjut Henky, mengatakan spa ini terdiri dari 12 spa kamar wanita dan 12 kamar pria atau yang dikenal grand deluxe. Selain itu terdapat lima kursi refleksi untuk area smoking dan 14 kursi refleksi untuk area no smoking. Dan yang uniknya di sini juga terdapat spa villa yang berada di depan kolam renang. Terdiri dari tujuh villa, yakni lima villa dan dua grand villa.

“Beda spa grand villa memiliki bathtub dan spa villa tidak ada, dan kebanyakan villa maupun grand villa dipakai untuk mereka yang berpasangan agar lebih privacy,” ucapnya.

Bagi Anda yang ingin memanjakan diri bersama keluarga tidak salahnya Anda menikmati Familia Spa. Berada di jalan Raden Patah nomor 77 A-B, Lubuk Baja. “Kami buka setiap hari dari pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB,” jelasnya. (cr12)

Pemko Anggarkan Rp 1,1 Miliar Perbaiki Pelantar I

0
Kawasan Pelantar I Tanjungpinang direncanakan akan dipersolek dan ditata pada 2017 ini dengan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar. Foto: dok batampos.

batampos.co.id – Warga yang tinggal di seputaran Pelantar I mulai mempertanyakan janji Pemko Tanjungpinang yang hendak menata dan mempersolek kawasan pesisir tersebut pada tahun ini.

A Ling, warga yang sudah puluhan tahun tinggal di Pelantar I, mengungkapkan jika janji pemerintah tersebut direalisasikan, akan mengubah wajah Pelantar I jadi lebih indah dan akan menarik banyak wisatawan datang.

Warga lainnya Mahmud, mengatakan ia pernah membaca di koran, Pemko akan melakukan penataan dan pembangunan di kawasan pelantar. ” Semoga itu bukan sekadar janji kosong atau wacana belaka. Jangan cuma di Tanjungpinang Timur aja yang dibangun, di sini (Tanjungpinang Kota) juga perlu,” ungkapnya.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana mempersolek kawasan pelantar di kecamatan Tanjungpinang Kota. Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2017 sudah disiapkan ongkos bersolek untuk kawasan Pelantar I senilai Rp 1,1 miliar.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah membenarkan alokasi anggaran tersebut. Menurutnya, memang sudah saatnya kawasan pesisir ibu kota Provinsi Kepulauan Riau ini bisa ditata lebih rapi untuk menghasilkan manfaat yang lebih banyak.

“Ada banyak manfaat yang bisa didapat kalau kawasan pelantar itu bisa ditata lebih rapi lagi. Makanya kami berencana akan memulai penataannya tahun ini,” kata Lis.

Ada dua opsi skema penataan kawasan Pelantar I. Pertama, adalah dengan menyinergikan rencana Pemerintah Provinsi Kepri yang hendak menggelontorkan bantuan di sana. Informasi yang diterima Lis, Pemprov Kepri berencana membuat jalur penghubung antara Pelantar I dengan Pelantar II, sehingga dua pelantar ini dapat tersambung.

Bila hal ini terwujud, tentu anggaran sebesar Rp 1,1 miliar yang sudah disiapkan Pemko Tanjungpinang pada 2017 ini bisa dialihfungsikan dalam bermacam kegiatan. Semisal, perbaikan sejumlah pelantar pelabuhan rakyat lain yang ada di sekitar dan renovasi beberapa fasilitas umum yang ada di sana.

“Kami belum dapat konfirmasi lanjutan, apakah bantuan itu jadi diturunkan. Saya kira, kalau memang jadi dibangun tahun ini, akan membuat pengerjaan penataan jadi jauh lebih mudah dan murah,” ungkap Lis.

Tapi kalau pun tidak ada kejelasan sampai waktu yang ditunggu-tunggu, sambung Lis, Pemko Tanjungpinang tidak punya pilihan lain kecuali menggunakan anggaran Rp 1,1 miliar tersebut untuk menyambung Pelantar I dengan Pelantar II.

“Itulah mengapa sampai kami sediakan sebesar Rp 1,1 miliar. Karena kami juga harus mengantisipasi kalau Pemprov Kepri tak jadi membantu,” kata Lis.

Jika seluruh rencana berjalan tanpa kendala, hal apa yang ingin dimanfaatkan Pemko Tanjungpinang dari kawasan pelantar yang sudah tertata? Lis menjawabnya dengan gambaran pengelolaan Pujasera Akau Potong Lembu. Kata dia, pada siang hari kawasan pelantar tersebut bisa dijadikan sebagai tempat bongkar-muat barang dari luar daerah yang datang ke Tanjungpinang. Sedangkan pada malam hari, bisa dimanfaatkan untuk pujasera alias tempat kongkow dan bersantai.

“Akau Potong Lembu kan seperti itu; siang jadi tempat parkir, malam jadi tempat ngopi,” ujar Lis.

Model pengelolaan semacam ini diyakininya bisa menjadi roda penggerak ekonomi bagi masyarakat yang tingfal di sekitar pelantar. Sehingga harapannya bisa ikut menstimulasi pertumbuhan ekonomi masyarakat Tanjungpinang.

Dan, bukan itu saja. Lis juga meyakini dengan makin bertambahnya lokasi bersantai juga akan kian sejalan dengan misi pembangunan sektor pariwisata Tanjungpinang. “Turis-turis itu kan kalau datang sukanya juga wisata kuliner. Itulah tempat yang akan diperbanyak dalam setahun ke depan,” pungkas Lis. (aya)

Festival Penyengat Libatkan 100 Wisatawan dari Jiran

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Kepri Boeralimar menyatakan, helatan kepariwisataan yang dilaksanakan pemerintah kabupaten/kota maupun yang dilaksanakan langsung oleh Kementerian Pariwisata mesti melibatkan wisatawan asing dalam acara kegiatannya.

“Jadi mereka datang bukan cuma buat melihat, tapi ikut terlibat. Misalnya bisa saja mereka jadi peserta pada sebuah lomba kan,” kata Boeralimar, kemarin.

Hal itu akan coba diwujudkan pada helatan Festival Pulau Penyengat yang akan dimulai pada bulan depan. Boeralimar menyebutkan, akan melibatkan 100 wisatawan asing dari negeri jiran pada festival yang kali kedua digelar tersebut. “Rencananya 100 turis itu datang dari Malaysia, Singapura, dan Thailand,” ujarnya.

Boeralimar menilai, promosi gencar dan helatan kegiatan kepariwisataan adalah dua sisi mata pisau tak terpisahkan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri. Hal ini yang kemudian dijadikan tolok ukur dalam menyusun kerangka program kepariwisataan pada tahun ini.

Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Pepy Candra menyambut baik inovasi-inovasi yang akan diterapkan pada festival yang pada 2016 silam ini dihelat lewat bantuan pembiayaan dari Kementerian Pariwisata dan dilangsungkan berhari-hari itu berhasil menjadi daya pikat wisatawan berdatangan.

“Luar biasa ramainya tahun kemarin. Kalau bisa di tahun 2017 ini kesemarakan Festival Pulau Penyengat bisa juga lebih banyak mendatangkan wisatawan mancanegara,” kata Pepy.

Karena itu yang perlu disiapkan, kata Pepy, adalah melakukan promosi sejak dini. Walau memang baru akan dilangsungkan berbulan-bulan ke depan, promosi Festival Pulau Penyengat semestinya sudah bisa disebarkan, kalau perlu sampai ke luar negeri.

Menurut politisi perempuan ini, era teknologi kini bukanlah hal yang sulit dan mahal untuk melakukan promosi kepariwisataan. Ada media sosial yang, kata Pepy, bisa menggaungkan Festival Pulau Penyengat sampai ke penjuru dunia.

“Kan gampang saja. Lekas bikin e-flyer Festival Pulau Penyengat, diterangkan kegiatannya apa-apa saja, lalu di-upload ke media sosial milik Dinas Pariwisata, beres. Orang dari Brazil pun bisa tahu kalau Tanjungpinang punya Festival Pulau Penyengat itu,” kata Pepy antusias.

Pepy menambahkan, Komisi II DPRD Tanjungpinang memang mendorong Pemko agar lebih giat lagi mengedepankan program-program kepariwisataan. Hal ini ditengarai sebagai upaya kian menarik minat wisatawan dalam dan luar negeri untuk berwisata ke Tanjungpinang. Sehingga selain semakin membuat Tanjungpinang semakin kesohor, juga ada perputaran uang juga yang dibawa para wisatawan itu ke ibu kota Provinsi Kepri.

“Kalau pariwisata Tanjungpinang ini maju, pasti juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah juga. Itu tujuan utamanya,” ungkap politisi dari Partai Demokrat ini. (aya)

SMPN 7 Masuk Nominasi 10 Besar Nasional, Mengelola Dana Bos

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan SMPN 7 Tanjungpinang sebagai nominator 10 besar tingkat nasional dalam Tata Kelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sekolah berakreditasi A yang berlokasi di Jalan Adi Sucipto, Batu 10, Kecamatan Tanjungpinang Timur itu dinilai telah berhasil mengelola dan menggunakan bantuan dana penididikan tepat sasaran.

“SMPN 7 dinilai telah berhasil menerapkan pengelolaan dan penggunaan Dana BOS tetap sasaran. Bahkan telah sesuai juklak dan juknis BOS pada tahun tersebut,” ujar Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul, kemarin.

Dikatakan Syahrul, pemberian nominator ini merupakan prestasi yang membanggakan untuk dunia pendidikan di Kota Tanjungpinang. Prestasi ini membuktikan SMPN 7 berhasil menyingkirkan sekolah lainnya yang ada di 34 provinsi se Indonesia. Sebab pengelolaan anggaran negara yang dilakukan sekolah tersebut diakui sangat baik mulai dari administrasi, perencanaan, proses hingga pelaksanaannya.

Raihan prestasi ini, kata Syahrul, harus bisa dipersiapkan secara matang lagi oleh SMPN 7. Sebab dapat dipastikannya sekolahan ini akan dijadikan pusat pembelajaran oleh sekolahan lainnya. Baik didatangi para tamu dari sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Kepri maupun diluar daerah Kepri.

“Saya berikan apresiasi dan rewerd atas prestasi yang telah diraih SMPN 7. Diharapkan sekolah-sekolah lain bisa mengadopsi sistem yang dilakukan SMPN 7. Sehingga kedepannya SMPN yang ada di Tanjungpinang bisa masuk nominator lagi bahkan meraih posisi pertama tingkat nasional,” bebernya.

Syahrul yakin kedepannya Tanjungpinang akan menjadi Kota Pendidikan di Kepri bahkan Indonesia. Sebab ibukotanya Provinsi Kepri ini pernah menjadi pusat pembelajaran bagi daerah lain seperti Anambas, Natuna, Lingga, Karimun, Batam dan Bintan. Bahkan Kalimantan sempat menjadikan Tanjungpinang sebagai lokasi mengenyam bangku pendidikan terbaik.

Agar indetitas Kota Pendidikan dapat melekat dengan Kota Tanjungpinang, sambung Syahrul dibutuhkan sinergitas antara Pemko Tanjungpinang dengan Pemprov Kepri. Sebab tanpa dukungan dari lembaga eksekutif tertinggi didaerah ini keinginan menjadikan Tanjungpinang sebagai Kota Pendidikan akan sirna.

“Kami akan selalu memberikan apresiasi dan rewerd kepada sekolah yang berprestasi. Khusus SMPN 7 akan kita berikan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan,” jelas mantan Ketua PGRI Kepri.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjungpinang, HZ Dadang, AG mengatakan dinasnya juga melakukan penilian sendiri terhadap sekolah-sekolah berprestasi. Baik penilaian dengan katagori prestasi akademis maupun non akademis.

Untuk prestasi akademis, kata Dadang dinilai dari prestasi yang diperoleh siswa dengan meraih nilai yang sempurna. Sedangkan prestasi non akademis diperolah siswa dalam bidang olahraga, kesenian serta pengelolaan dan penggunaan dana pemerintahan.

“Kami juga melakukan penilaian secara rutin. Tujuannya mendorong sertra memotivasi sekolah-sekolah untuk berkompetisi didunia pendidikan. Karena jika sekolahan itu berprestasi maka akan dijadikan sekolah favorit bagi anak-anak Tanjungpinang maupun se Kepri,” ungkapnya. (ary)

708 Siswa SMA/MA Ikuti Ujian Nasional

0

batampos.co.id – Pengawas SMA,SMK,MA pulau Kundur Syaril mengatakan terdapat 708 siswa dari delapan SMA dan Madrasah Aliyah (MA) di Kundur hari ini Senin 10/4 mengikuti ujian Nasional (UN). Seluruh persiapan sudah dilaksanakan, bahkan soal UN sendiri sebelumnya sudah diinapkan di Mapolsek untuk menjaga keamanan.

“Iya hari ini, Senin (10/4) seluruh siswa dari SMA dan MA di Kundur sudah siap melaksanakan ujian Nasional. Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti karena berbagai persiapan sudah dilaksanakan masing-masing sekolah berkorodinasi dengan polsek setempat serta pengawas UN,” tegas Syaril.

Disebutkan dari delapan SMA dan MA masing-masing SMAN 01 Kundur terdapat 208 siswa laki-laki 89 perempuan 119, SMAN 02 laki-laki 45 perempuan 43 jumlah 88 siswa, SMAN 03 jumlah 135 siswa laki-laki 59 siswa perempuan 76 jumlah 135, SMAN 04 jumlah 139, siswa laki-laki 58 perempuan 81, SMAN 05 jumlah peserta 45, siswa laki-laki 17 perempuan 28, SMAN 06 jumlah peserta 47, siswa laki-laki 30 siswa perempuan 17, SMA Darul Furqon 31, siswa laki-laki 7 siswa perempuan 24 dan madrasah Aliyah (MA) Al-Huda 15 siswa.

Lebih lanjut dikatakan dari delapan SMA,MA masih melaksanakan ujian secara manual. Namun sebelumnya SMK Budhi Mulya melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sementara SMKN 01 masih melaksanakan ujian manual. (ims)

Dinkes Tambah Empat Dokter di Puskesmas Kundur

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun terus berusaha meningkatkan pelayanan di Puskesmas yang ada disetiap kecamatan. Salah satunya menambah jumlah dokter yang bertugas di Puskesmas Kundur. Sebelumnya hanya ada 3 dokter lalu ditambah 4 dokter sehingga saat ada ada 7 orang dokter.

”Kita tahu bahwa Puskesmas Kundur merupakan Puskesmas yang ramai melayani masyarakat untuk berobat. Apalagi, di Puskesmas tersbeut ada rawat inapnya. Untuk itu, jika sebelumnya hanya ada dua dokter umum dan ditambah satu dokter gigi, maka pada akhir bulan lalu jumlah dokter umum sudah menjadi enam orang. Kemudian, untuk dokter gigi yang sebelum kosong, saat ini sudah,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Karimun, Rahmadi kepada Batam Pos, Ahad (9/4).

Dinkes juga akan menambah satu orang lagi dokter umum untuk ditempatkan di Puskemas Kundur, sehingga jumlahnya ada 8 dokter nantinya. Dengan banyaknya dokter, maka pasien yang dilayani akan lebih banyak dalam satu waktu. Baik, yang bertugas sebagai dokter jaga atau yang bertugas sebagai dokter di poliklinik pada siang hari.

Rahmadi menyebutkan, tidak semua Puskesmas melayani rawat Inap, artinya, hanya beroperasi pada siang hari saja. ”Jika Puskesmas ada rawat inap, maka sudah tentu ada unit gawat daruratnya (UGD) yang dapat melayani 24 jam. Untuk itu, Puskesmas Kundur kita tambah dokternya karena selain rawat inap juga ada UGD,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk Puskesmas yang belum memiliki dokter gigi di Kabupaten Karimun ada tiga. Seperti di Kecamatan Buru dan Dusun Niur, Kecamatan Moro serta di Kecamatan Belat. Peralatan untuk gigi di Puskesmas tersebut telah tersedia, namun dokternya belum ada. Dan, sampai saat ini pihaknya masih terus mencari dokter gigi melalui universitas dan juga relasi untuk ditugaskan di tiga Puskesmas tersebut. (san)

Pemda Siap Bangun Sirkuit Motorcross

0
Crosser muda jajal sirkuit Tengku Aghazali Bersaudara. F. Tri/batampos.

batampos.co.id – – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengusulkan membangun sirkuit motorcross secara permanen. Mengingat, animo penghobi motorcross setiap tahunnya meningkat. Sehingga, sudah selayaknya keberadaan sirkuit motorcross secara permanen dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

”Dari pada balap liar, lebih baik kita bangun sirkuit permanen. Apabila terealisasi di tahun 2018 mendatang, diharapkan ada bibit-bibit crosser asal Karimun. Seperti anak kita yang telah mengukir prestasi di tingkat provinsi maupun di event lainnya,” kata Bupati Aunur Rafiq saat membuka Kejuaran Motorcross memperebutkan piala Bupati Karimun 2017 di Tengku Aghazali Bersaudara Tebing, Sabtu (8/4) lalu.

Sementara Sekretaris Dinas Olahraga Karimun Sukari mengatakan, Kejurda seri-1 motorcross dan grasstrack piala Bupati Karimun memperlombakan 12 kelas dengan peserta 100 crosser yang ada di Kepri. Pelaksanaan berlangsung selama dua hari (Sabtu-Minggu), dengan kelas yang dipertandingkan diantaranya campuran 2T/4T (pemula lokal Karimun), campuran 2T/4T (junior lokal Karimun), bebek modifikasi campuran 2T/4T (junior Kepri), bebek modifikasi 2T s/d 130 cc (open), bebek modifikasi 4T s/d 130 cc (open), bebek modifikasi campuran 2T/4T s/d 130 cc (open).

Kemudian lanjutnya, kelas sport/trail modifikasi sampai dengan 250 cc (open/non SE), special egine 125/250 cc (junior Kepri), special egine 125/250 cc (open), FFA sampai dengan 250 cc eksekutif diatas 35 tahun (non SE), sepaial egine x-pro diatas 35 tahun (open) kemudian mini moto sampai dengan 130 cc campuran (non SE) umur sampai dengan 14 tahun.

“Kejurda Bupati Karimun ini sebagai penyaluran bakat anak-anak muda yang hobi crosser dan sebagainya. Dan ajang uji nyali para pembalap asal Karimun maupun Kepri, dengan mengikuti kompetisi yang sportifitas,” ungkapnya.

Hadir dalam pembukaan ditandai dengan pelepasan peserta kejurda oleh Bupati Karimun, diantaranya Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim, FKPD, sejumlah Kepala OPD Karimun, Ketua IMI Provinsi Kepri, Ketua KONI Karimun, Jhon Abrizon, Kabid dan Kasi serta staf Dispora Karimun. (tri)

Pasir Laut Berpotensi Dongkrak PAD

0

batampos.co.id – Asosiasi Pengusaha Pasir Laut (APPL) Provinsi Kepri melakukan sosialisasi hasil penelitian dan kajian tentang desain penambangan pasir laut yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan di Provinsi Kepri dan pemerintah pusat. Dalam kajian tersebut, sektor penambangan pasir laut dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kepri dalam jumlah besar.

“Dalam konsep kami, pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi titik fokus utama dalam aktivitas penambangan ini,” kata Ketua APPL Kepri Herry Tousa Sabtu (4/8).

Dirinya menambahkan, dalam desain tersebut sudah dikaji upaya meminimalisir dampak kerusakan lingkungan. Yakni melakukan pengawasan yang ketat terhadap perusahaan. Dan penambangan dilakukan tanpa mengganggu alur pelayaran maupun area tangkapan nelayan tradisional. “Untuk desain penambangan yang berpihak kepada pembangunan daerah, maka BUMD Kepri nantinya akan memainkan peran besar dalam kegiatan ekspor impor. Bila dulu ekspor tidak dilakukan lewat satu pintu, maka sekarang konsep ekspor pasir harus melalui satu pintu, yakni lewat BUMD Provinsi Kepri,” terangnya.

Dengan konsep ini, sambung Heri, nantinya BUMD Provinsi Kepri pemegang kuota ekspor pasir laut dari wilayah Kepri ke berbagai negara. Hal ini memastikan bahwa setiap kubik pasir yang diekspor dari wilayah Kepri, akan memberikan PAD bagi Provinsi Kepri. Selain itu, harga jual pasir laut tujuan ekspor akan stabil dan menguntungkan bagi daerah serta pemerintah Indonesia. Selain untuk PAD, hasil penjualan ekspor pasir laut juga akan menambah pemasukan negara melalui pajak ekspor ke pemerintah pusat dan royalti.
“Ini sudah saya paparkan dalam pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, pada pekan keempat Maret lalu,” sebut Heri.

Melalui hasil kajian APPL Kepri yang dilakukan sejumlah pakar, maka desain pemberdayaan yang dipilih adalah melalui koperasi. Nantinya nelayan dan masyarakat sekitar akan diajak masuk menjadi anggota koperasi. Koperasi yang didesain dalam konsep Koperasi Serba Usaha ini nantinya akan memiliki Warung Serba Ada (Waserda) dan memiliki fasilitas pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat.

“Sebelum aktivitas penambangan pasir laut dijalankan oleh perusahaan, maka koperasi sudah terlebih dahulu berjalan. Dan kami tidak akan melakukan ekspor bila belum ada izin dari pemerintah pusat, sebab seluruh aktivitas ini adalah legal dan mengacu pada ketentuan hukum,” ucap Heri.

Wakil Ketua III APPL Kepri Inan Riau Hasibuan, dalam kesempatan yang sama juga menjelaskan bahwa kontribusi yang akan didapatkan daerah dari penambangan pasir laut ini selain PAD, juga akan diberikan dalam bentuk dana CSR, community development, dan sekaligus bantuan sosial untuk organisasi kemasyarakatan, organisasi kemahasiswaan, dan organisasi keagamaan, serta pembinaan budaya Melayu.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kepri Ing. Iskandarsyah yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah saat ini memang harus berusaha menggali potensi-potensi yang ada di Kepri untuk memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan daerah. Saat ini, dari sisi infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, memang diperlukan dana pembangunan yang besar. Karena itu, bila ada kontribusi PAD dari sektor pertambangan pasir laut, sepanjang itu sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, maka tentu akan memberikan dampak positif bagi daerah. (ias)