Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13445

Mantan Kadishub Kota Batam Dilaporkan ke Polda Kepri

0

batampos.co.id – Mantan Kadishub Kota Batam, Zulhendri dilaporkan oleh Umi Leni ke Polda Kepri. Pelaporan ini terakait dengan kejadian pada beberapa tahun lalu, dimana Zulhendri dituding berhutang senilai Rp 70 juta.

Utang ini timbul atas acara makan-makan yang diadakan di warung wanita asal Natuna tersebut.  Dan tak ada pembayaran atas acara tersebut.

“Zulhendri mengakui adanya acara yang diadakan di rumah makan (Umi Leni,red),” kata Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol, Eko Puji Nugroho, Sabtu (8/4).

Walau mengakui ke penyidik, Eko mengatakan Zulhendri membantah nilai kegiatan makan-makan tersebut sebesar Rp 70 juta. Namun apakah benar atau tidaknya hal ini. Eko mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami hal tersebut.

“Kumpulkan bukti-bukti (invoice), tagihan makan dalam acara itu,” ungkapnya.

Selain itu Eko mengatakan pihaknya akan memeriksa saksi-saksi terkait acara ini. Dimana karyawan warung, staf dari pihak Zulhendri yang ikut dalam acara tersebut.

Terkait hal ini, Umi Leni pernah menyambangi Batam Pos. Untuk mengadukan tentang acara makan-makan tak dibayar ini. Kejadian ini bermula saat acara Paguyuban Pemuda Natuna (PPN) pada 204.

Acara PPN ini bertepatan dengan pembukaan warung Dapur Melayu yang dimiliki oleh Umi Leni. Disebutkan Umi Leni pada saat kedatanganya ke Batam, ratusan orang datang ke acara pembukaan warungnya tersebut. Ia menuding datangnya banyak orang tersebut, akibat adanya undangan dari Zulhdendri yang pada saat itu selaku Ketua PPN.

“Makan habis, modal saya habis, ini yang mau saya tuntut,” ucapnya.(ska)

Besok, 17.510 Siswa SMA Ikut Ujian Nasional

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 17.510 pelajar dari 183 SMA di Provinsi Kepri akan melaksanakan Ujian Nasional (UN), dimana 12.482 siswa dari 148 sekolah akan melak­sa­nakan UN berbasis kertas se­dang­kan 5.028 siswa lainnya dari 35 sekolah akan menggelar UN berbasis kom­puter (UNBK) mulai Senin (10/4) hingga Ka­mis (13/4) nanti.

Mayoritas peserta UN berasal dari Kota Batam. Tapi sayang, ada dua SMA di kota industri ini terpaksa menumpang UN di sekolah lain karena tak pu­nya gedung sekolah sendiri.

Dua sekolah itu yakni SMA Negeri 18 dan SMA Negeri 19.

Sebanyak 37 siswa SMA 18 dan 63 siswa SMA 19 akan UN di SMA Negeri 5. Jadi besok dipastikan tiga sekolah akan UN bersamaan di satu gedung. Pelajar SMA 18 akan menempati 5 ruangan sedangkan peserta UN dari SMA 19 akan menempati 3 ruangan di SMA 5.

“Sekolah kami baru tahun ini ikut UN, jadi terpaksa pin­jam ruang sekolah lain,” ujar Elsa, salah satu guru SMA 18 kepada Batam Pos, Sabtu (8/4).

Dua sekolah yang menum­pang ini masih UN manual. “Siswa-siswi sudah siap ikut ujian nanti,” katanya.

Hal senada juga disampaikan salah satu guru SMA 19 yang enggan menyebutkan nama­nya.

“Kami gak punya gedung, jadi harus menumpang ujian di SMA 5. Dalam satu ruangan ada yang 13 siswa, 18 maupun 20 siswa sehingga berjumlah 63 orang,” sebutnya.

Terpisah Kepala Bidang Pen­didikan Menengah Dinas Pendidikan Kepri, Atmadinata mengatakan ada empat mata ujian dalam UN tahun ini yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan mata ujian pilihan.

“Sama dengan SMK, ujian juga dilaksanakan dalam dua hingga tiga sesi,” ujar Atma­dinata.

Untuk soal ujian, saat ini telah didistribusikan, dan berada di masing -masing polsek ter­dekat dari sekolah.

“Soal diambil pagi. Hal ini ditujukan untuk menjaga kerahasian soal,” tambah pria yang juga ketua panitia UN ini.

Dia menyebutkan, pelaksaan UN tahun ini masih didominasi sekolah dari Batam.

“Secara keseluruhan Batam memang memiliki peserta terbanyak yakni 76 sekolah dengan 7.523 siswa,” sebutnya.

Menurut dia tahun ini UN SMA diikuti 148 sekolah dengan peserta sebanyak 17.510 siswa. Untuk UNBK diikuti 35 sekolah.

Sementata itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Batam, M. Chaidir mengaku pihaknya telah siap menghadapi UN kali ini.

“Semua sudah belajar dan siap tentunya. Beberapa persiapan seperti simulasi UNBK pun telah berhasil dilaksanakan,” kata pria yang pernah menjabat Kepala Sekolah SMAN 4 Batam ini.

Dia berharap siswa SMAN 1 Batam bisa mendapatkan nilai terbaik, dan menjandi terbaik se Kepri. “Kami ingin seluruh siswa lulus dengan nilai memuaskan, dan bisa melanjutkan tradisi peraih nilai terbaik,” ujarnya.(cr19/cr17)

DKP Usulkan Tempat Pelelangan Ikan Masuk APBNP 2017

0
Nelayan Batu Licin sedang membersihkan jaringnya dari karang sebelum melaut. Pemkab Bintan akan menyediakan lokasi pelelangan ikan di Kelurahan Seienam untuk membantu penjualan ikan hasil tangkapannya karen. Foto: Harry/Batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bintan, Fachrimsyah mengatakan telah mengusulkan anggaran untuk pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) ke Pemerintah Pusat sebesar Rp 100 miliar. Jika progres itu disetujui pembangunan TPI di atas lahan 10 Hektare (Ha) akan dilaksanakan melalui APBNP 2017 ini.

“Kami sudah antar proposal pengajuan dananya ke Pemerintah Pusat. Semoga saja disetujui di APBNP tahun ini, kalau tidak terpaksa dibangun melalui APBN tahun depan,” ujar Fachrimsyah ketika dikonfirmasi, kemarin.
Diceritakannya, lahan yang digunakan untuk pembangunan TPI itu berada di Kelurahan Seienam, Kecamatan Bintan Timur. Lahan itu sudah dibebaskan seluas 10 Ha. Diantaranya seluas 6 Ha dibebaskan melalui APBD 2014 dan 4 Ha lagi dibebaskan melalui APBDP 2016.
Kemudian kata Fachrim, DKP  telah merampungkan Detail Engineering Desigen (DED), Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dan lainnya. Bahkan semua persyaratan pembangunannya juga sudah disampaikannya kepada DKP Kepri untuk ditindaklanjuti. Maka langkah selanjutnya, DKP tinggal mengusulkan anggaran pembangunannya ke Pemerintah Pusat.
“Kami harus mendapatkan bantuan dana dari APBN karena APBD tidak akan sanggup untuk menganggarkan TPI itu,” bebernya.
Ditanya keuntungan adanya TPI, Fachrim mengatakan hasil ikan tangkap nelayan Bintan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Diantaranya 2012 hasil ikan tangkap yang diraup nelayan se Bintan sebanyak 41.228 Ton pertahunnya dan untuk 2013 hasil ikan tangkap sebanyak 49.339 Ton pertahunnya. Berikutnya, 2014 ikan tangkap mencapai 60.242 Ton pertahunnya, 2015 ikan tangkap tembus diangka 71.397 Ton pertahunnya dan 2016 ikan tangkap meraup 85.873 ton pertahunnya.
Semua keberhasilan itu, masih Fachrim bisa menjadi sia-sia jika tidak didukung dengan lokasi pendistribusiannya atau tempat penjualannya yaitu TPI. Karena nelayan akan lebih diuntungkan jika ikan hasil tangkap itu dijual melalui TPI dibandingkan sama pengepul ikan. Bahkan dengan keberadaan fasilitas itu dipastikan pelaksanaan atau aktivitas nelayan serta perputaran uang akan meningkat.
“Melalui APBN sebesar Rp 100 miliar, dalam kawasan TPI juga akan dibangun pelabuhan nelayan, pabrik es, bengkel, tempat pelayanan kelistrikan dan air bersih. TPI ini akan menjadi terlengkap dan terbesar se Sumatera,” ungkapnya.
Fachrim berharap TPI bisa dibangun tahun ini juga karena keberadaannya akan menguntungkan nelayan dan pemerintah. Karena mempermudah nelayan menjual ikan hasil tangkapannya. Kemudian nelayan akan meraup keuntungan besar sebab harga satuannya lebih tinggi jika dibandingkan menjual ke pengepul atau toke. Pastinya dengan semua itu perputaran uang juga akan lebih tinggi di wilayah Bintan dan kesetabilan harga ikan ini bisa terus terakomodir dengan baik. (ary)

Rumah Subsidi Berkualitas Ini Hanya Rp 130-an Juta

0
Rumah tipe 36/72 yang dihadirkan di Putra Jaya Residence di Tanjung Uncang.F. PKP untuk Batam Pos.

batampos.co.id –  PT Putra Karyasindo Prakarsa (PKP) menjawab kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah dengan menyediakan rumah murah bersubsidi namun tetap berkualitas. Yakni proyek Putra Jaya Residence yang berlokasi di Tanjung Uncang, terdiri dari dua tipe hunian, yakni tipe 28/72 dan 36/72 tersedia rumah standar maupun rumah hook.

“Bagi Anda yang ingin memiliki rumah subsidi pemerintah, rumah di proyek Putra Jaya Residen inilah jawabannya. Harga KPR sudah termasuk surat surat,” kata Koordinator marketing Putra Jaya, Suryadi di PKP Fiesta di atrium BCS Mall, kemarin.

Perumahan Putra Jaya Residence, hadir diatas tanah seluas delapan hektare, dengan total 635 unit rumah terdiri atas  400 unit tipe 28, dan 200 unit tipe 36. Desain rumah minimalis, dilengkapi teras, dua kamar tidur, ruang tamu, dan satu kamar mandi.

Lebih lanjut, Suryadi mengatakan meskipun merupakan rumah subsidi, namun pengembang tetap mengutamakan kualitas bangunan, yakni dinding bata merah, struktur dari beton bertulang, jendela dari aluminium, atap dari abses gelombang, plafon gypsum, dan pintu dari panel. “Untuk kualitas bangunannya pun terbilang bagus,” jelasnya.

Adapun keunggulan dari perumahan ini berada dekat dengan pusat shipyard terbesar di Batam, sudah terdapat sekolah, dan hanya lima menit ke hypermart Tanjunguncang.

“Rumah ini diminati karena selain terjangkau, lokasinya strategis, dan cocok dijadikan investasi. Apalagi pengembangan properti di lokasi ini relatif cepat,” ujar Suryadi.

Mengenai harga, untuk tipe 28 harga Rp 130-an juta, dimana rumah subsidi ini dimana tinggal beberapa unit saja. Sedangkan tipe 36 dijual dengan harga masih Rp 150-an juta saja.

“Harga jual sudah termasuk gratis sertifikat seperti Akta Jual Beli (AJB) dan subsidi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB),” ucapnya.

Suryadi menambahkan untuk pembelian KPR, pihaknya telah bekerjasama dengan Bank BTN. Dengan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) sampai 2036, artinya konsumen bisa KPR 20 tahun dengan cicilannya pun terbilang ringan per bulan.
Khusus untuk konsumen yang beli selama pameran ini akan mendapatkan kemudahan berupa uang muka (DP) 10 persen bisa dicicil selama 12 bulan, atau perbulan cicilan DP hanya Rp 1,1 juta. Dan uang tanda jadi cukup Rp 1  juta saja.

Bukan hanya itu, untuk konsumen yang beli selama pameran, juga akan mendapatkan kupon undian yang berhadiah grand prize Motor Harley dan 14 hadiah menarik lainnya. Informasi lebih lanjut kunjungi pameran tunggal PKP Fiesta di BCS Mall, hingga Minggu (23/4) nanti. (cr12).

Menjaga Eksistensi Pesantren dalam PIP

0
batampos.co.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepri, Marwin Jamal menuturkan, eksistensi keberlangsungan pendidikan berbasis pesantren musti tetap terjaga. Utamanya dalam pelaksanaan pendidikan, pemerintah juga sudah turut membantu meringankan pembiayaan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
Pada program ini, setiap santri akan mendapatkan biaya pendidikan setiap tahun sesuai dengan tingkatannya. Namun, pengurus pesantren tempat santri itu belajar mesti aktif dalam melakukan pelaporan agar eksistensi mereka tetap masuk dalam database yang rutin dilaporkan.
“Menyajikan data tidak bisa asal sebut tetapi harus lengkap by name by address jika ingin mendapatkan bantuan,” kata Marwin pada Rakor Pelaksanaan PIP, kemarin.
Pada rapat tersebut, turut dipaparkan bahwasanya saat ini di Kepri, untuk program pondok pesantren, sebanyak 397 anak didik telah mendapatkan bantuan melalui PIP.
Adapun besaran PIP untuk pondok pesantren tingkat ula (dasar) adalah Rp 450ribu/anak/tahun, tingkat wustho (menengah) Rp 750ribu/anak/tahun, dan tingkat ulya (atas) Rp 1juta/anak/tahun.
“Sebanyak 397 santri sudah mendapatkan bantuan PIP yang disalurkan melalui BRI dalam bentuk tabungan pelajar (tapel). Memang masih terbatas di Karimun, Batam dan Lingga pada tingkat ula dan wustha,” terang Marwin.
Selain itu Marwin juga mengingatkan para pimpinan pondok pesantren untuk tetap mempertahankan lima standar minimal eksistensi pondok yang harus terus ditingkatkan kualitasnya yang terdiri dari adanya kyai yang membimbing pondok, asrama yang memadai karena santri harus mukim, masjid atau musholla sebagai pusat aktivitas pembelajaran, adanya santri yang terus meningkat, dan kitab kuning dalam jumlah cukup sebagai kitab kajian utama. (aya)

PT Sacofa Dijaga Ketat TNI

0
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, memberikan arahan kepada prajurit TNI
yang menjalankan tugas jaga di landing station PT. Sacofa Indonesia
di Kepulauan Anambas Kamis (6/4).

batampos.co.id – Setelah ditutupnya PT. Sacofa Indonesia oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kamis (6/4) kemarin, kini perusahaan tersebut sudah tidak ada aktifitas lagi.

Perusahaan itu saat ini juga masih mendapat penjagaan ketat oleh aparat TNI. Tidak tanggung-tanggung saat ini perusahaan itu dijaga oleh 60 anggota TNI. 30 diantaranya merupakan TNI AL dan 30 lainnya merupakan TNI AD. Mereka mendirikan tenda di lapangan voly yang berlokasi tepat didepan landing station PT. Sacofa.

“Penjagaan harus ketat supaya lokasi tetap steril dan untuk menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Komandan Rayon Militer Tarempa Kapten Inf Syamsuwarno, kepada wartawan Jumat (7/4).

Penjagaan ini kata Syamsuwarno, sudah dilakukan mulai dari tanggal 23 Maret kemarin hingga sekarang dan akan tetap dijaga hingga nanti menunggu arahan dari pimpinan. “Kita belum tahu sampai kapan penjagaan dilakukan, ke depan akan tetap menunggu arahan dari pimpinan,” ungkapnya lagi.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, juga pernah memberikan saran dan arahan singkat kepada seluruh prajurit yang menjaga landing station itu untuk bertugas dengan baik hingga masalah selesai.

“Terimakasih telah bertugas disini, tugaslah dengan baik,” ungkapnya singkat kepada prajurit yang serentak menjawab “Siap”.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menutup landing station PT. Sacofa Indonesia yang ada di desa Tarempa Barat Kamis, (6/4). Ditutupnya perusahaan tersebut karena telah terbukti melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku. (sya)

Morning Sale di Matahari

0
Beauty Advisor Budy Shop Mega Mall, Qory memperlihatkan hadiah body shop di Batamcenter.F Yofi Yuhendri Batam Pos.

batampos.co.id – Matahari Departement Store (MDS) Mega Mall kembali mengadakan morning sale, Minggu (9/4) di area rolling Matahari Mega Mall, Batamcenter. Kegiatan ini akan diadakan mulai pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Morning sale kali ini untuk produk body shop. Diantaranya produk parfum, hand cream, body mist, body butter serta scrub, termasuk shampoo dan conditioner diberikan harga khusus Rp 99 ribu.

“Produk ini sangat jarang promo. Dalam morning sale ini tersedia banya produk,” ujar Supervisor Matahari Departement Store Mega Mall, Ulfa Zulaita Lubis, Jumat (7/4).

Selain itu, pada acara ini juga tersedia diskon hingga 75 persen untuk pakaian anak, pakaian remaja, pakaian pria dan wanita, serta sepatu. Termasuk harga spesial mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 99.900, diskon sebesar 70 persen, hingga beli 1 gratis 2.

Promo 75 persen diantaranya sepatu merk Fladeo, Yongki, Dr Kelvin, Jim Joker. Sedangkan untuk diskon beli 1 gratis 2 tersedia pakaian dengan produk St. Yves, Connextion, Super T dan Nevada. Untuk pakaian pria tersedia produk Nevada, Stanley Adams, Cole, Super T dan Details.

“Dalam kegiatan ini banyak tersedia jenis barang dengan kualitas unggulan. Dan juga model terbaru,” tutur Ulfa.

Menurut Ulfa, pihaknya akan mengadakan promo menarik lainnya dalam perayaan hari Raya Pashkah mendatang. Diantaranya produk pakaian dan sepatu. “Nanti ada promo dengan diskon besar-besaran,” katanya. (opi)

Rp 10 Miliar Tahap Awal untuk Konektivitas Karimun

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri menyiapkan Rp10 miliar untuk membangun jembatan dari Pulau Parit ke Pulau Lumut, Kecamatan Karimun.

Pembangunan ini merupakan hasil pertemuan antara Pemerintah Kabupaten dengan Provinsi Kepri beberapa hari lalu, diantaranya merealisasikan konektivitas antar pulau dengan membangun sarana penghubungnya dalam bentuk jembatan.

“Tahap pertama tahun ini provinsi menyiapkan anggaran Rp10 miliar untuk menghubungkan Pulau Parit ke Pulau Lumut,” ujarKepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Kota Kabupaten Krimun, Zulfan mengatakan, Jumat (7/4).

Jarak antara Pulau Parit dengan Pulau Lumut dipisahkan dengan selat kecil. Lebarnya 100 sampai dan jika jembatan tersebut sampai ke darat bisa mencapai 150 meter. Anggaran tahap awal ini untuk pemasangan tiang pancang.

Sebelumnya disebutkan, Pemerintah Provinsi Kepri ingin merealisasikan konektivityas antar pulau di Kabupaten Karimun dan membutuhkan angaran mencapai Rp 2 triliun lebih. Karena, jembatan yang akan dibangun tidak hanya sampai di Pulau Lumut, tapi, juga akan sampai ke Pulau Kundur. Rencana konektivitas ini sudah ada ketika Nurdin Basirun menjadi Bupati Karimun. (san)

Syahbandar Hanya Operasikan Satu Ponton

0

batampos.co.id – Dua hari pascatumbangnya besi ponton pelabuhan domestik Tanjungbatu, Syahbandar terpaksa mengoperasikan satu ponton saat ini.

Kondisi ini menyebabkan puluhan kapal ferry dan speed boat yang hendak bersandar harus mengantri. Kendatipun demikian aktivitas berjalan lancar, tidak ada penumpukan penumpang di ponton.

Kepala Syahbandar Tanjungbatu Octavinas Nazman melalui Edy Purnomo membenarkan jika Syahbandar terpaksa mengoperasikan satu ponton. Hal itu dilakukan untuk mensterilkan kondisi ponton tersebut. Insiden tumbangnya besi ponton sudah dilaporkan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun.

“Iya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang terpaksa aktifitas ponton Bravo kita tutup, sementara waktu hanya mengopersikan satu ponton saja. Akibatnya sejumlah kapal ferri maupun seped boat yang hendak bersandar menurunkan maupun menaikan penumpang harus mengantri,” kata Edy Purnomo, Jumat (7/4) kemarin.

Lebih lanjut dikatakannya setiap harinya terdapat 28 kunjungan baik kapal ferry maupun speed boat yang menurunkan dan menaikan penumpang. Jadwal yang paling padat terjadi pagi hari hingga pukul 14.00 WIB, sehingga sejumlah kapal harus mengantri.

Untuk sementara ponton sudah ditarik oleh dinas perhubungan dalam perbaikan sekaligus agar lebih aman. Harapanya agar perbaikan secepatnya selesai karena tidak lama lagi akan tiba lebaran. (ims)

Nyangnyang: Trans Laut Harus Tepat Sasaran

0
Nyanyang Haris Pratamura
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – Rencana Pemko Batam untuk membangun Trans Laut diharapkan tepat sasaran. DPRD meminta, pembangunan Trans Laut yang direncanakan Dinas Perhubungan (Dishub) itu benar-benar mempertimbangkan dari segi fungsi dan masterplan yang ada.

Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyangnyang Harris Pratamura mengatakan, Pemko harus belajar dari kegalalan pembangunan Pelabuhan Sijantung yang kurang perencanaan. Harus ada persiapan sebaik mungkin, agar ke depan kegagalan sebelumnya tak terulang lagi.

“Pada intinya kita mendukung rencana pembangunan ini. Harus jelas tujuan dan maksud pembangunannya,” kata Nyanyang, kemarin.

Ia mengaku, mubazir bila pembangunan yang memakan waktu 10-15 tahun malah tidak sesuai masterplannya.

“Alangkah baik kalau uangnya dipakai untuk pembangunan yang lebih banyak manfaatnya,” tuturnya.

Politisi Gerindra itu tak ingin pemerintah membangun pelabuhan namun tak terpakai nantinya.

“Juga harus disesuaikan dengan kemampuan daerah. Tahun kemarin kita defisit, tahun ini kebutuhan kita juga tinggi, dan realisasinya tidak ada,” jelasnya.

Ia menilai, pembangunan dipilah sesuai priorias. Selain itu pemerintah kota dan DPRD sebagai lembaga legislatif harus kuat mencari dukungan dari pemerintah pusat.

“Kan sayang, ketika perencanaan sudah bagus, namun terkendala anggaran,” lanjutnya.

Terkait pembangunan trans laut ini, Nyanyang mengaku belum sampai ke tangan DPRD. Hanya saja, ada kabar dari Dishub Batam, kalau Batam mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat, untuk membangun dua dermaga.

“Kalau hanya mengandalkan anggaran sendiri (APBD Kota 2017), jelas tak cukup. Makanya harus dipertegas dulu anggarannya. Apa murni APBD atau dibantu APBN,” jelas Nyangnyang.

Sebelumnya, Pemko Batam pernah membangun pelabuhan Sijantung, Galang. Nominal pembangunan ini, diperkirakan mencapai Rp 17,3 miliar. Ditargetkan, pelabuhan itu akan dimanfaatkan untuk memperpendek jalur pelayaran, Batam-Lingga. Sehingga, hasil produksi pertanian Kabupaten Lingga, bisa dipasarkan di Batam. Namun kini pelabuhan itu tidak berfungsi dengan baik. (rng)