Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13454

Zainal Ditemukan Tewas di Hotel 99

0
ilustrasi

batampos.co.id – Seorang laki-laki berusia 36 tahun, Zainal ditemukan telah meninggal di kamar 206-B lantai dua Hotel 99 Pelita, Jumat (7/4) sekira pukul 06.35 WIB.

Ia diduga meninggal dunia dikarenakan sakit.

Kapolsek Lubukbaja Kompol I Putu Bayu Pati mengatakan, korban ditemukan meninggal dunia oleh temannya sendiri Sugianto. Sebelum meninggal, Zainal sempat mengeluhkan sakit kepala dan Sugiarto menyarankan untuk berobat ke dokter.

“Korban tidak mau, dan korban hanya meminta untuk dibelikan obat sakit kepala kepada temannya. Kemudian temannya turun membelikan obat sakit kepala di warung dekat hotel,” ujarnya.

Sepulangnya Sugiarto membelikan obat sakit kepala, kemudian ia melihat temannya tersebut telah kejang-kejang dan langsung tidak sadarkan diri. Mendapati temannya sudah dalam keadaan tak sadarkan diri, kemudian Sugiarto meminta bantuan kepada rekannya Tafsir.

“Sesampainya di hotel, rekan mereka Tafsir langsung menuju tempat korban tinggal dan sempat memeriksa nadi korban. Akan tetapi, korban sudah meninggal dunia,” katanya.

Setelah mengetahui Zainal telah meninggal, kemudian kedua rekan korban langsung melaporkan kejadian ini kepada petugas resepsionis hotel. Kemudian, petugas resepsionis hotel melaporkan kejadian ini ke Polsek Lubukbaja.

“Sesampai di sana, kami langsung melakukan olah TKP, dan jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum. Untuk sementara korban meninggal dunia karena sakit,” imbuhnya. (cr1)

Polisi Masih Dalami Kasus Pub Ozon

0
batampos.co.id – Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro
mengatakan, jajarannya masih menyelidiki dugaan pungutan liar
(pungli) yang dilakukan di tempat hiburan malam Pub Ozon dan
karaoke.
Pungli itu terkait pajak sebesar 10 sampai 25 persen dari
makanan dan minuman yang dipesan pembeli. Padahal, Pub tersebut beroperasi tanpa mengantongi izin dari Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Pemko Tanjungpinang.
“Masih kami lakukan penyelidikan sebelum ditingkatkan ke
penyidikan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPM PTSP Pemko Tanjungpinang, dan memang jelas pub itu tidak memiliki izin,” tegas AKBP Joko, Jumat (7/4).
Dikatakan Joko, pihaknya pun telah melakukan pemeriksaan
terhadap sejumlah saksi. Bahkan, selain itu pun yang berada di
komplek Bintan Plaza tersebut juga masih dipasangi garis
polisi.
“Belum boleh beroperasi lagi. Garis polisi akan tetap berada
disana sampai waktu yang belum ditentukan. Kalau kasusnya sudah selesai, kemungkinan bisa dibuka,” katanya.
Joko mengatakan, saat ini pihaknya masih memintai keterangan
sejumlah tamu, karyawan, dan pengelola pub tersebut. Polisi
belum bisa memberikan keterangan detail hasil pemeriksaan
tersebut.
“Ada dugaan pelanggaran pajak. Tapi tidak tertutup kemungkinan arahnya ke OTT (operasi tangkap tangan, red) saber pungli. Karena memungut retribusi, sementara operasionalnya tak punya izin,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Penyelenggaran Pelayanan Perizinan dan
Non Perizinan BPM-PTSP Tanjungpinang, Agus Haryono mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin resmi ke Ozon Pub tersebut. Untuk itu, pihaknya langsung mengkonfirmasi ke pihak kepolisian.
“Kami sampaikan bahwa pub itu tidak ada izinnya ke Polres
Tanjungpinang, karena pihak berwenang yang menangani kasusnya,” ujar Agus.
Seperti diketahui sebelumnya, Polres Tanjungpinang menutup Ozon Pub dan karaoke di Komplek Bintan Plaza, Minggu (2/4) dini hari. Petugas juga langsung menyegel dengan memasang garis polisi. Ditutupnya pub tersebut karena melakukan pungli
terhadap pembeli dengan mengenakan pajak 10 sampai 25 persen atas pemesanan makan dan minum. (ias)

Jebolan SMP Bobol Situs Penjualan Tiket hingga Rp 4 Miliar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sultan Haikal (19) dan tiga pelaku lainnya berinisial MKU (19), ALS (19), dan NTM (27) berhasil membobol akses akun milik PT Global Network, atau Tiket.com.

Mereka menamkan diri sebagai Gantengers Crew yang dipimpin Sultan Haikal.

Akibat ulahnya meretas, pihak Tiket.com mengalami rugi sekitar Rp 4,1 miliar.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Brigjen Rikwanto, Sultan Haikal yang jebolan SMP itu bersama tiga anak buahnya mulai membobol situs itu sejak Oktober 2016.

Jajaran Direktorat Siber Bareskrim Polri menangkap tiga anak buah Haikal  di Balikpapan, Kalimantan Timur, sementara Haikal ditangkap di Tangerang Selatan.

Kini, Direktorat Siber Bareskrim Polri terus mendalami kasus peretasan situs Tiket.com yang dilakukan Sultan Haikal. Polisi mulai memiskinkan remaja yang lulusan Sekolah Menengah Pertama ini.

“Saat ini sudah dilakukan beberapa penyitaan sepeti uang di rekening BCA sebesar Rp 212 juta, rumah di Balikpapan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jumat (7/4).

Tak hanya itu, penyidik kata dia bekerjasama dengan pihak bank untuk mengecek mutasi dari rekening Haikal. Ke mana saja dia mengirim uang dan siapa saja yang mengirimi dia uang.

“Tersangka Haikal masih dilakukan pendalaman karena membutuhkan keterangan dari pihak bank tentang mutasi rekeningnya sehingga masih kami tunggu hasil pihak bank,” sambungnya.

Saat ini lanjut Martinus menerangkan, penyidik hanya fokus untuk penyidikan kasus peretasan Tiket.com saja.

“Untuk beberapa kasus lain, termasuk Haikal, tidak ada. Hanya terkait Tiket.com saja,” tegasnya.

Mula dari kasus peretasan ini kata Rikwanto, saat Sultan yang lulusan Sekolah Menengah Pertama itu melakukan peretasan untuk menunjukkan pada teman-temannya bahwa dia bisa melakukan hal yang mustahil. Terlebih dalam hal membobol situs milik orang lain.

Aksi retas-meretas ini sendiri sudah dilakukan sejak 2015. Namun saat itu, kelompok ini hanya ingin menunjukkan eskistensi dengan mengubah tampilan dari sejumlah situs. Tapi mereka tidak mencari keuntungan.

Hingga pada akhirnya, kemampuan itu digunakan untuk mengambil keuntungan dari situs yang berhasil bobol dan diturunkan ke tiga anak buahnya yang ada di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Para pelaku sambung dia, selain diancam pasal pencurian, serta Undang-Undang ITE atas perbuatannya itu, Sultan cs juga bisa dikenakan dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang. Dengan kata lain, pelaku akan dimiskinkan

“Pelaku berhasil buka itu (situs), dia tunjukan kepada junior-juniornya dan merupakan kebanggaan bagi dirinya,” ucapnya.

Ketika ditanyakan, uang miliaran yang didapat para pelaku itu untuk apa saja, Rikwanto berkata bahwa hasil kejahatan itu digunakan untuk berfoya-foya.

Namun polisi tak percaya begitu saja, sampai sekarang Dit Siber Bareskrim Polri masih mencari apakah ada harta-harta dari komplotan ini yang merupakan hasil kejahatan. (elf/JPG)

Anita Azka Tewas dengan Posisi Kepala Masuk di Ember di Toilet Hotel….

0
ilustrasi

batampos.co.id – Almitania alias Anita Azka (34) itu tewas dengan posisi kepala tenggelam ke dalam ember dengan posisi jongkok tanpa mengenakan celana.  Hingga kini polisi belum bisa memastikan penyebab kematian wanita beranak dua tersebut.

Anita ditemukan tewas di toilet kamar hotel Helvicona, Jalan Bunga Pancur Siwa, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (7/4).

Menurut informasi, Anita Azka sebelumnya masuk ke hotel bersama teman lelakinya, Kamis (6/4) malam, tepatnya pukul 21.30 WIB. Sementara diketahui kematian Anita Azka setelah salah seorang karyawan hotel hendak menanyakan perpanjangan sewa kamar. Sebab Pintu kamar berulang kali diketok tapi tidak ada jawaban. Sementara pintu kamar itu terkunci dari dalam dan terdengar suara air mengalir.

Setelah berulang kali diketok pintu,  petugas hotel akhirnya memanggil kepala lingkungan dan polisi. Petugas mendobrak pintu kamar dan ditemukan jenazah Almitania di dalam kamar mandi.

“Jenazah di dalam kamar mandi, menggunakan pakaian. Posisi kepala masuk ke dalam ember besar. Sedangkan air hidup ke arah badannya,” ujar pegawai Hotel bermarga Berutu seperti dilansir Sumut Pos, Sabtu (8/4).

Petugas hotel itu mengakut tidak mengenali teman pria yang masuk bersama Almitania. Bahkan, keluarga yang datang ke hotel, hanya menangis karena suami Almitania masih terlihat di rumah.

“Keluarga bilang suaminya ada di rumah. Namun, kami tidak tahu secara pasti bagaimana. Pokoknya masuk ke hotel bersama laki-laki, temannya,” ujar petugas itu.

Almitania diketahui beralamat di Jalan Bunga Asoka, Medan. Dia masih berstatus istri dengan dua orang anak. Informasinya didapat lainnya, wanita berparas cantik ini seorang etnis keturunan Tionghoa dan mualaf.

Sementara itu, Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna belum dapat memastikan dengan siapa Almitania masuk ke dalam kamar hotel dan bagaimana motif pembunuhannya. “Kita sedang mencari informasi tentang siapa teman pria korban. Saksi-saksi dari TKP sedan dimintai keterangan,” ungkapnya.

Menurut keterangan, kata Wira, tim Polsek Delitua sedang berkoordinasi dengan tim Labfor dan tim identifikasi Polrestabes Medan. “Dari pemeriksaan ada beberapa barang korban yang hilang,” kata Wira.

Wira mengatakan motif kematian korban masih misteri. Kini pihak kepolisian baru mendata barang korban yang hilang. Selain polisi akan berkordinasi dengan pihak keluarga yang sempat datang ke lokasi. “Untuk penyebabnya apakah dibunuh atau tidak, itu masih menunggu pemeriksaan dokter. Kan dokter yang bisa pastikan penyebab kematiannya,” ungkap Wira. (mag-1/iil/JPG)

Aliansi Pemuda Peduli Natuna Minta Presiden Jokowi Tindak Pelaku Teror Ketua LAM

0

batampos.co.id – Puluhan pemuda pemudi dari Aliansi Pemuda Peduli Natuna menggelar aksi damai di petigaan jalan Sukarno Hatta Ranai, Jumat (7/4) sore.

Aksis damai tersebut terkait insiden penembahan rumah ketu Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Natuna bulan lalu. Dan meminta Presiden Joko Widodo melalui Panglima TNI menindak tegas insiden teror penembakan kediaman Ketua LAM.

Dalam aksi damai, puluhan pemuda tersebut menyampaikan beberapa permintaan jaminan keamanan dan kepastian agar kejadian serupa tidak terulang lagi di Natuna. Kemudian meminta pembinaan prajurit yang ditempatkan di Natuna menghormati dan menghargai adat istiadat dan tunjuk ajar budaya melayu.

“Kami meminta agar prajurit melakukan pendekatan secara humanis dengan masyarakat Natuna agar tetap terjalin rasa aman dan nyaman, karena bersama rakyat TNI kuat,” sebut Kus, koordinator aksi damai.

Selain itu, Kus juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas aksi teror tersebut sesuai undang undang NKRI.

“Dengan kejadian ini, kami masyarakat Natuna meminta untuk mengawal bersama sampai teror itu terungkap secara transparan,” tegasnya.

Aksi berakhir dengan doa bersama dan melakukan long march menuju Batu Hitam dengan dikawal mobil Polantas.

Kabagops Polres Natuna, Kompol Patar Hutagaol mengatakan, selama aksi berlangsung, pihaknya menerjunkan 120 personel dari berbagai kesatuan di Polres Natuna. (arn)

Batam Pos Jalani Verifikasi Faktual

0
Harian Pagi Batam Pos menjalani verifikasi faktual, sebelumnya dinyatakan lulus verifikasi administrasi.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Setelah dinyatakan lulus verifikasi administrasi oleh Dewan Pers beberapa waktu lalu, Batam Pos diverifikasi faktual oleh Tim Verifikasi Media Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kepri, Jumat (7/4) pagi.

Anggota tim verifikasi, Saibansah Dardani menyebutkan Batam Pos adalah media pertama di Kepri yang diverifikasi secara faktual oleh tim yang terbentuk berdasarkan SK Tim Verifikasi Nomor 01/KEP-SPS/III/2017 ini.

“Dalam verifikasi faktual ini, kami ingin mencocokan data yang dikirim Batam Pos ke Dewan Pers saat verifikasi administrasi dengan turun langsung ke sini (Batam Pos),” kata Saibansah.

Tidak sendirian, Sainbansah hadir bersama Ketua Tim Verifikasi Candra Ibrahim (Ketua Tim), dan anggota tim lainnya, Deden Rosanda.

Saibansah menambahkan, setelah verifikasi faktual dilakukan, tim akan meneruskan hasil tersebut ke Dewan Pers.

“Nanti hasilnya Dewan Pers yang menentukan,” tambahnya.

Saat bertandang, tim verifikasi disambut langsung Direktur Utama Batam Pos Grup Marganas Nainggolan, Pemimpin Redaksi (Pemred) Muhammad Iqbal dan jajaran Manajer Batam Pos, Seperti Manajer HRD Elmi Gusti, Manajer Pemasaran Mulyadi Nasution serta Manajer Iklan dan Event Organizer Agus Triono.

Dalam kapasitas sebagai Ketua SPS Kepri, Marganas menyambut baik verifikasi media di Kepri, dengan demikian akan diketahui media mana saja yang telah diverifikasi di Kepri.

“Ini penting untuk dilakukan,” ucap Marganas.

Dalam kesempatan ini, tim verifikasi mencocokan data administrasi baik tentang perusahaan secara umum hingga tentang kewartawanan.

Suasana ruang kerja redaksi Batam Pos.
foto: cecep mulyana / batampos

Tidak hanya itu, tim juga mengecek langsung secara fisik Batam Pos, dari ruang rapat, dapur redaksi hingga sarana komunikasi.

Senada dengan Marganas, Ketua Tim Verifikasi Candra Ibrahim menyampaikan verifikasi sangat penting bagi media. Misalnya, dengan menjalin kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah maupun swasta karena suatu saat mitra media akan lebih selektif lagi.

“Bukan hanya bermanfaat untuk kerjasama, tapi juga untuk mendapatkan informasi. Sebab, ke depan Dewan Pers akan menerapkan standar ketat. Yang lolos verfikasi di Dewan Pers-lah yang boleh dilayani dalam kerja jurnalistik,” pungkas Candra. (cr13)

Jodoh Boulevard Jadi Sarang Pencopet, Sering Ditemukan Dompet di Depan Toko

0
Petugas kebersihan menyapu kawasan Jodoh Boulevard, Rabu (8/6/2016). Kawasan ini banyak kios kaki lima, sampah banyak, fasilitas pada rusak dan kumuh. Parahnya lagi tempat ini menjadi sarang preman buat mabuk-mabukan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jodoh Boulevard bukan hanya tampak tak elok, tapi juga mencekam bagi para pengunjung. Dengan kondisi yang memprihatikan, taman yang diharapkan menyerupai Bugis Street Singapura itu menjadi sarangnya para pencopet dan preman.

Salah satu warga yang tinggal di ruko dekat Jodoh Boulevard (ruko Tanjung Pantun), Kasan mengaku sering mememukan dompet di depan tempat tinggalnya itu. “Pagi-pagi sering ketemu dompet. Kadang dompetnya saja, kadang ada yang masih ada KTP atau kartu-kartu lain di dalam dompet,” ujarnya.

Menurutnya, dompet-dompet itu hasil curian yang sengaja dibuang para pencopet. Tidak diketahui pasti apakah para pencopet beraksi hanya disekitar Jodoh Boulevard saja. “Bisa jadi mencopet di tempat lain, tapi disini mereka kumpul untuk bagi hasil,” terang pekerja swasta ini.

Belum lagi, aksi preman nakal yang kerap menggoda pengunjung yang melintas di ruas-ruas jalan di kawasan Jodoh Boulevard tersebut. Hal tersebut cukup mengganggu.

Sebagai warga setempat, Kasan mengaku gerah dengan keadaan tersebut. Hingga muncul keinginannya bersama warga sekitar untuk membuat spanduk berisikan tentang pembongkaran kawasan yang menjadi mimpi dan harapan Pemko Batam tahun 2006 silam.

“Saya setuju kalau kawasan ini dibongkar dan ditata kembali, agar bisa benar-benar menyerupai boulevard yang ada di Singapura dan Malaysia,” harapnya.

Sementara pedagang di ruko Tanjung Pantun, Harjono berpendapat sama. Ia yang berdagang perlengkapan sekolah itu tak bisa lagi mengharapkan hasil dari dagangannya.

“Sejak lima tahun belakangan pembeli mulai surut. Bahkan sekarang tidak ada pemasukan sama sekali,” bebernya.

Harjono menambahkan, tokonya yang masih buka hingga kini di lantai dua ruko Tanjung Pantun tersebut dikarenakan hanya untuk menghabiskan waktu.

“Kami ini sudah tua, tidak mampu lagi bersaing dengan toko-toko lain,” ungkapnya dengan tawa.

Ia yang juga tinggal di dekat kawasan Jodoh Boulevard tak jarang mendengar tentang rawannya kawasan tersebut. “Iya, banyak bilang disini ngeri. Tapi saya sampai sekarang belum pernah mengalami peristiwa yang mengerikan itu,” tutur Harjono lagi.

Jika kawasan itu dibongkar, ia pun berpendapat setuju. “Asal untuk kebaikan bersama, saya setuju saja,” tutupnya. (nji)

Retribusi Parkir Baru Rp 935 Juta, Targetnya Rp 30 Miliar

0
Petugas parkir tak berseragam menarik tarif parkir dari penguna kendaraan di Pasar Tos 3000 Jodoh, Lubukbaja, Senin (20/2). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id– Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir masih jauh dari target yang ditetapkan. Hingga Maret, realisasi retribusi parkir baru mencapai Rp 935 juta. Jauh dari target tahunan Dishub Batam yang diproyeksikan sebesar Rp 30 miliar.

“Total pendapatan hingga Maret lalu Rp 935 juta. Kita terus bekerja keras kok,” ujar Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Parkir Dishub Batam, Tongam, kemarin.

Ia menjelaskan, hasil dari retribusi parkir tersebut belum selesai sepenuhnya. Namun, untuk hasil pendapatan per kecamatan, Tongam mengaku belum melihat data secara keseluruhan, karena masih dihitung oleh Badan Pusat Statistik Kota Batam.

“Retribusi ini baru di 244 titik. Sedangkan 635 titik parkir hasil suevei kemarin, belum semua ditarik retrbusi,” terangnya.

Kepala Dishub Batam, Yusfa Hendri mengatakan, guna mengenjot target Rp 30 miliar. Beragam cara dilakukan dishub. Misalnya dengan penambahan titik parkir jalan umum. Dari 202 titik, kini naik jadi 555 titik. Penambahan titik parkir ini merupakan kabar baik. Pasalnya, tahun ini target retribusi parkir cukup tinggi dibanding tahun lalu yang hanya sebesar Rp 4 miliar.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Batam, Yusfa sempat memaparkan akan merombak sistem yang ada. Perombakan itu meliputi tiga hal. Yaitu, juru parkir (jukir), sistem penarikan parkir, dan penataan data perparkiran. Dishub akan menggunakan sebuah aplikasi pembayaran parkir. Caranya dengan kartu parkir, seperti yang telah diterapkan di bus Transbatam.

“Setiap warga akan dihimbau menggunakan kartu. Mereka dapat membeli kartu tersebut termasuk saldo parkirnya. Jika saldo habis, mereka dapat melakukan pengisian ulang di tempat yang sudah ditentukan,” tutur dia.

Terpisah, Uba Ingan Sigalingging, anggota Komisi II DPRD Batam terkait pendapatan mengatakan, taget pendapatan tahun ini tak ubahnya seperti tahun lalu. Dan ia pun sudah pesimis retribusi parkir tahun ini, yakni sebesar Rp 30 miliar akan tercapai.

“Tak ada ubahnya sistem yang ada sekarang, dengan tahun kemarin,” tegas Uba.

ia menilai, jika ingin perbaikan, pertama harus ada pembenahan terhadap sistem. Dan ini yang Sampai sekarang belum berjalan.

Ditegaskan Uba, jika Dinas perhubungan bertujuan meningkatkan pelayanan, maka pelayanan juga wajib diperbaiki. Baru, setelah itu bisa melihat kenaikan retribusi dan pajak pada sektor-sektor lain, termasuk parkir. “Selain itu juga, harus ada upaya serius untuk membenahi pengaturan di lapangan. Kalau sekarang, tak ada ubahnya dengan yang lalu,” tuturnya.

Uba menilai, sistem yang direncanakan Dishub Batam belum ada yang terealisasi. Semua sistem yang digunakan masih manual.

“Mana parkir berlangganan atau parkir online. Kalau gagal, sebenarnya, kerjasama aja sama Samsat,” keluhnya.

Kemampuan Dishub Batam dalam manajemen pendapatan dari sektor parkir, belum bisa berjalan secara maksimal.

“Penambahan titik parkir harusnya memiliki spirit meningkatkan pendapatan. Namun apa yang direncanakan tak sesuai kenyataan,” nilainya. (rng)

Tegah Narkoba, Hang Nadim Berlakukan Pengawasan Bersama Narkoba

0
Petugas keamanan menghitung ekstasi tangkapan di bandara Hang Nadim Batam.
foto: humas Hang Nadim

batampos.co.id – Periode Januari hingga Maret, beberapa kali sekuriti bandara (AVSEC) Internasional Hang Nadim menggagalkan penyelundupan narkoba. Tentu juga ada yang beberapa narkoba yang luput dari pengawasan, seperti tangkapan BNNP Kepri pada tahun lalu. Bandar narkoba sempat membawa sabu dari Batam ke Palembang melalui Hang Nadim.
Untuk menegah hal ini, pihak Bandara Internasional Hang Nadim akan berlakukan penawasan bersama untuk mencegah lolosnya narkoba.

“Pengawasan bersama ini dilakukan oleh berbagai instansi yakni BNN, kepolisian, Beacukai, petugas bandara, ground handling, serta pihak airline,” kata General Operasional Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Kamis (6/4).

Para stake holder tersebut kata Suwarso, akan saling berkoordinasi satu sama lainnya. Sebab dengan kuatnya koordinasi, pencegahan narkoba diselundupkan bisa diminimlisir.

“Saling memberi informasi juga,” tuturnya.

Ke depannya pihak bandara akan melakukan pemeriksaan lebih ketat.

“Pintu masuk dan keluar, dijaga bersama dengan para stakeholder tersebut,” ungkap Suwarso.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam menambahkan, bahwa ke depan Bea Cukai akan menempatkan unit K-9, anjing pelacak. Pemberlakukan ini untuk memudahkan petugas di bandara, mengidentifikasi barang-barang oknum penumpang yang ingin menyelundupkan narkoba.

“Selain pemeriksaan manual, X-ray, ada anjing pelacak juga,” ujarnya.

Kewaspadaan bahaya narkoba ini adalah tanggung jawab semua pihak. Karena Indonesia merupakan salah satu target market bagi bisnis narkoba.Dan Batam menjadi pintu masuk narkoba. Dimana narkoba tersebut dipasok dari beberapa negara tetangg seperti Malaysia dan Singapura.

“Berbagai pola penyelundupan. Membutuhkan komitmen penuh dari para stake holder di Hang Nadim, supaya menjadi benteng pertahanan yang kokoh melawan upaya penyelundupan narkoba,” katanya. (ska)

Peduli dan Terima Kehadiran Penyandang Autisme

0
Kepala Pusat Layanan Autis Batam Riniatun bersama dua orang terapis sedang bermain dengan anak penyandang autisme pada rangkaian peringatan Hari Peduli Autis Se-Dunia di Pusat Layanan Autis Batam, Jumat (7/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pusat Layanan Autis (PLA) Kota Batam memperingati Hari Peduli Autis Sedunia yang jatuh 2 April lalu dengan menyelenggarakan senam bersama, gotong royong dan potong tumpeng di Gedung PLA Batam, Batamkota, Jumat (7/4).

Kepala PLA Batam, Riniatun mengatakan kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh PLA yang berada di Indonesia dengan tema Inclusion and Neurodiversity. Keselarasan dan perbedaan adalah suatu yang alamiah. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk peduli dan menerima kehadiran Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) termasuk penyandang autisme. Kami juga mengharapkan orangtua yang memiliki anak autisme bisa terbuka,” kata Rini dijumpai saat acara.

Lebih lanjut ia menjelaskan autisme merupakan kelainan pada seseorang yang mengalami kesulitan membina hubungan sosial, komunikasi ataupun emosi. “Saat ini banyak juga, anak-anak yang mengidap autisme seperti speech delay yang disebabkan oleh pola asuh orang tua yang acuh. Anak-anak diberikan gadget atau tontonan televisi secara berlebihan sehingga tidak ada interaksi sosial,” ungkapnya.

Kebanyakan kasus, anak-anak seperti ini mengalami keterlambatan proses komunikasi. “Nah, di PLA ini anak-anak yang hendak diterapi sebelumnya diobservasi dulu sesuai kebutuhan mereka,” ucapnya.

Ada lima terapi berbeda, yakni sensori integrasi, terapi perilaku, okupasi, terapi wicara dan akademik. “Setelah melalui observasi, misalnya si A cenderung mengalami kesulitan berbicara dan sensori integrasinya kurang. Maka akan masuk dua terapi ini. Nah, tentu saja paling wajib diberikan adalah terapi perilaku,” jelasnya.

Terapi perilaku ini diberikan untuk mendorong kesiapan mental anak agar siap beradaptasi ketika masuk sekolah reguler ataupun Sekolah Luar Biasa (SLB). “Goalnya itu, anak-anak siap menempuh kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ucap Wanita yang pernah menjadi Kepala Sekolah SLB Kartini ini.

Mengenai agenda senam bersama dan gotong royong ini sengaja dipilih Rini agar siswanya bisa mengenal dunia nyata.

“Jika biasanya anak-anak hanya di dalam ruang, jadi bisa lebih banyak interaksi dengan dunia luar,” ujarnya.

Banyak anak-anak yang terlihat takut dan merasa geli ketika diajak mencabut rumput di pekarangan gedung LPA. Setelah diarahkan, mereka akhirnya berani.

“Ada anak yang takut matahari, langsung mencuci tangannya ketika menyentuh rumput. Inilah yang ingin kami coba luruskan, interaksi sosial itu penting,” tegasnya.

Sementara di dalam gedung, PLA yang saat ini dibawah naungan Pemerintah Provinsi ini bisa memiliki sarana dan prasana yang memadai dengan tenaga terapis sembilan orang dan tiga orang guru transisi.

Di luar hal tersebut, Rini mengatakan rutin mengadakan parenting dan evaluasi.

“Kami siapkan waktu khusus untuk mengajarkan orang tua terapi-terapi yang bisa dilakukan di rumah,” pungkasnya.

Salah satu orangtua, Yudi menyambut baik peringatan hari peduli autis sedunia ini. Ia mengatakan kegiatan yang dilaksanakan sangat bagus sebagai pengenalan dengan lingkungan luar.

“Selain itu, mereka bisa melatih kemandirian dan bisa berinteraksi serta bersenang-senang dengan terapis dan teman-temannya,” kata Yudi.

Selain itu, orangtua dan para terapis bisa saling bersilaturahmi dan menerima ilmu untuk tumbuh kembang anaknya. (cr18)