Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 13454

Tidore Memiliki Museum Maritim Dunia

0

Ribuan orang hadir dalam perhelatan Parade Juanga yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Tidore 2017, Senin (10/4/2017).

Festival tersebut acara puncaknya akan digelar pada tanggal 12 April 2017 di Tidore, Ternate. Dalam acara yang menghadirkan ratusan perahu itu nampak hadir Walikota Ternate Burhan Abdurahman yang menyambut Sultan Tidore Husain Sjah beserta bala tentara kesultana Tidore.

Sultan yang ke-37 itu datang menggunakan perahu Juanga dengan kawalan perahu Kora-kora alias Armada Perang. Setelah tiba di Ternate, iring-iringan Sultan kemdian menuju tanah raja, atau yang sering disebut Kafaton Tidore.

Nampak Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) menikmati perhelatan tersebut karena keunikan perahu dan keindahan alam Ternate.

“Ini bagian dari rangkaian festival, selain yang utama adalah silaturahmi dengan Sultan Tidore,” ujar Walikota Burhan.

Walikota menyambut rombongan juga dengan tarian Soya-soya dan tarian Cakalele. Dalam sambutannya, Sultan Tidore mengajak semua masyarakat Ternate, Wisman maupun Wisnus untuk hadir ke acara puncak Festival Tidore yang juga bertepatan dengan hari jadi kota Tidore yang jatuh pada tanggal 12 April.

“Silahkan datang ke acara kami,” ujar Sultan.

Nuansa Tidore juga perlahan-lahan mulai mendunia. Buktinya, sejarah Kesultanan Tidore yang menguasai daerah kelautan di timur Indonesia pada masa lalu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, Maluku bakal meresmikan museum maritim dunia.

Kepala Dinas Pariwisata Tidore Kepulauan, Yakub Husain mengatakan peluncuran Museum Maritim Dunia ini berlangsung, Rabu (12/4). Peluncuran itu bersamaan dengan puncak hari Jadi Tidore ke-909.

“Museum maritim dunia itu menunjukkan Tidore memiliki sejarah panjang di dunia kelautan,” ungkap Yakub.

Dikatakannya, dulu wilayah teritori Kesultanan Tidore tidaknya Pulau Tidore tapi juga meliputi Papua Barat. Ketika kedatangan Spanyol di masa penjajahan kesultanan tidak pernah takluk atau bekerja sama. Menurutnya, alam maritim di Tidore ini menjadi nilai sejarah besar bagi kemaritiman Indonesia untuk Indonesia Timur. Semua ini menjadi modal untuk kepariwisataan.

Dia menambahkan, pada malam ini, Selasa (11/4), pada rangkaian HUT Tidore Kepulauan ke-909 juga menggelar Ratib. Selama pelaksanaan ratib ini seluruh lampu rumah masyarakat dipadamkan.

“Pemadaman itu agar masyarakat bisa lebih khusyuk,” ungkapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti mengatakan, dalam memajukan pariwisata Tidore Kepulauan ini tidak hanya dilakukan pemerintah setempat. Namun butuh dukungan semua pihak.

“Upaya pengembangan pariwisata itu harus dilakukan semua pihak, atau semangat Indonesia Incorporated. Harus dikedepankan kolaborasi pemerintah untuk memajukan Tidore ini. Sebab upaya tidak hanya bisa diserahkan kepada satu pihak saja. Harus semua stakeholder,” tandasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta kepada Festival Tidore untuk mengemasnya dengan skala dunia. Ia mengatakan kegiatan dan kemeriahan Festival Tidore harus digaungkan di sosial media, dan harus tersebar hingga dunia international.

“Kemasannya juga harus level international, agar Wisman juga tertarik dan menikmati atraksi di Tidore,” ujar Menpar. (*)

Tersangka Korupsi Kembalikan Uang Rp 1,1 Miliar

0
Kajati Kepri Yunan Harjaka (kiri) didampingi Wakajati Asri Agung memberikan keterangan terkait pengembalian uang korupsi senilai Rp 1 miliar di Kantor Kejati Kepri, Selasa (11/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kejati Kepri menerima pengembalian uang kerugian negara dari Wahyu Nugroho, tersangka dugaan korupsi dana hibah yang diterima KONI Natuna dari anggaran tahun 2011 senilai Rp 1,1 miliar.

Pengembalian tersebut dilakukan tersangka, Senin (10/4), dan diterima langsung tim penyidik Pidsus Kejati Kepri yang menangani perkara tersebut.

Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka mengatakan uang Rp 1,1 miliar yang dikembalikan tersangka dititipkan pihaknya ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Tanjungpinang.

“Walaupun yang bersangkutan telah mengembalikan kerugian negara. Bukan berarti akan menghapus tindak pidana korupsi yang mereka lakukan. Namun nantinya dapat menjadi pertimbangan dalam proses penuntutan di persidangan,”ujar Yunan, Selasa (11/4).

Dikatakan Yunan, dalam penanganan kasus korupsi. Tujuan utamanya yakni untuk memulihkan keuangan negara. Pihaknya, juga telah menyita dokumen terkait penerimaan dana hibah.

“Saat ini tim penyidik juga sedang menyiapkan pemberkasan untuk dinaikkan kepenuntutan dan disidangkan di Pengadilan Tipikor,”kata Yunan.

Seperti diketahui, Belum lama ini. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, menetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi. Kali ini, dua orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi dana hibah yang diterima KONI Natuna tahun anggaran 2010 yang merugikan negara Rp 1,1 miliar.

Mereka yang ditetapkan tersangka yakni mantan Pelaksana tugas BPKD, Ir Wahyunugroho yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Defri Edasa mantan Ketua harian KONI Natuna masa bakti 2006 – 2010 yang saat ini menjabat sebagai Kasi Liputan dan Olahraga Pusat Pemberitaan pada kantor LPPRRI di Jakarta.

Penetapan tersangka terhadap kedua orang tersebut dikakukan pihaknya setelah melalui serangkaian penyelidikan hingga penyidikan dan berkesimpulan untuk menetapkan tersangka.

Terjadinya dugaan korupsi dana hibah untuk KONI tersebut berawal ketika pengurus KONI masa bakti 2006 – 2010 mengajukan kepada Pemkab Natuna. Kemudian Pemkab Natuna mengalokasikan anggaran untuk kegiatan KONI itu.

“Masa bakti mereka itu habisnya awal Desember 2010. Sedangkan pencairannya terjadi di awal Januari 2011. Padahal mereka sudah tidak berhak untuk menerima dana hibah itu,” kata Yunan.

Untuk itu, terang Yunan, atas perbuatannya kedua orang tersebut dijerat pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 junto pasal 18 ayat (1) huruf b undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor) sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor junto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.(ias)

PLN Pasok Listrik di Karimun Jawa

0
Karimun Jawa

Dorong Wisata, PLN Pasok Listrik ke Karimunjawa 24 Jam

Kabar baik, Karimun Jawa kini telah terang benderang 24 jam!

Deputi Manajer Komunikasi Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah & D.I Yogyakarta, Hardian Sakti Laksana mengatakan, pasokan listrik 24 jam di Karimunjawa merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong industri pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sana.

“Karimunjawa merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Tengah, yang diharapkan mampu berkembang pesat seiring kehadiran listrik PLN 24 jam,” harap Sakti.

Menpar Arief Yahya sudah menetapkan 4 KSPN di Jawa Tengah. Diantaranya Borobudur Kab Magelang, Sangiran Sragen, Dieng Wonosobo-Banjarnegara dan Karimunjawa Jepara.

Menurut Sakti, saat ini sistem kelistrikan di Karimunjawa ditopang oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Legon Bajak, yang beroperasi sejak Mei 2016. Pembangkit tersebut memiliki kapasitas daya mampu hingga 2 x 2.200 kW, dengan beban puncak saat ini yang masih relatif kecil sebesar 612 kW.

“Hingga Maret 2017, pelanggan PLN di Karimunjawa mencapai 1.855 pelanggan rumah tangga, dan 86 pelanggan bisnis. Sedangkan total daya tersambung sebesar 3.279 kVA, dengan panjang jaringan listrik mencapai 45 km.”

Saat ini, lima pulau yang berpenghuni di Karimunjawa, dua diantaranya sudah teraliri listrik normal. Sejak diserah terimakannya pengoperasian sistem kelistrikan di Karimunjawa dari pemerintah kabupaten Jepara kepada PLN, pertumbuhan penjualan tenaga listrik di wilayah tersebut naik hingga 9% atau melebihi rata-rata kelistrikan nasional sebesar 6,5%.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh turunnya harga listrik, dimana sebelumnya masyarakat harus membayar sebesar Rp2.500/kWh. “Kini harga jual listrik yang ditetapkan pun makin murah sejak adanya PLTD Legon Bajak,” paparnya.

Ditambahkan, harga listrik untuk tarif rumah tangga ditetapkan sebesar Rp 1.467/kWh. Sedangkan untuk tarif bisnis berdasarkan standar biaya pokok produksi (BPP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 2.332/kWh.

Sakti menegaskan, saat ini di Karimunjawa masih tersedia cadangan listrik, kurang lebih sebesar 3.000 kW atau kira-kira setara dengan tambahan 10 hotel besar. Jumlah tersebut merupakan peluang bagi para investor yang ingin mengembangkan usahanya, khususnya di sektor pariwisata di Pulau Karimunjawa.

Dengan jaminan energi listrik yang berlebih, saat ini potensi Karimunjawa sangat menjanjikan. Bahkan, sejumlah investor sudah melirik kawasan tersebut. Seperti Pabrik Es, Java Paradise Resort, Grand Mega Resort dan D’season Bandara. Total empat infrastruktur tersebut membutuhkan listrik sekitar  1 MW.

“Kami pun masih menunggu investor-investor lainnya untuk mengembangkan bisnisnya di Karimunjawa,” tegasnya.

Seperti diketahui, Kepulauan Karimunjawa memiliki 27 pulau dengan 5 pulau yang telah berpenghuni. Lokasi ini merupakan salah satu wisata unggulan Jawa Tengah.

Beberapa objek wisata yang telah dikenal antara lain Pulau Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil, Pulau Cemara Besar, Spot Nyamplungan, Pantai Tanjung Gelam, Pulau Cilik, Pulau Tengah, dan Pulau Geleang.

Warsito (49), warga setempat tak menyangka, mimpinya tentang kehadiran PLN di Pulau Karimunjawa 24 jam akan menjadi kenyataan. Terlebih, setelah puluhan tahun ribuan masyarakat di pulau dengan julukan ‘Paradise of Java’ ini hidup dengan kondisi keterbatasan listrik.

“Adanya PLN dengan jaminan listrik 24 jam membuat warga Karimunjawa seolah bangkit dari mimpi untuk mewujudkan mimpi-mimpi baru,” kata Warsito, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir rental mobil. Sejak ada listrik non stop, mulai ada hotel-hotel baru, wisatawan yang berkunjung juga makin ramai. Hal senada dikatakan Trisno (52), penjual souvenir di area Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Karimunjawa.

“Hampir tiap malam Alun-alun Karimunjawa ramai wisatawan, ada yang sekedar nongkrong, wisata kuliner, cari aneka olahan makanan khas Karimunjawa, hingga cari souvenir oleh-oleh,” ujarnya. (*)

34 Pejabat Lulus Administrasi Open Bidding

0

batampos.co.id – Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel), Riono mengatakan 34 pejabat telah dinyatakan lulus administrasi dalam mengikuti pelelangan (open bidding) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Namun kelulusan itu hanya bagi pejabat yang melamar dienam kursi saja sedangkan tiga kursi lagi masih diperpanjang pendaftarannya.

“34 pejabat yang lulus seleksi administrasi itu melamar dienam kursi JPTP. Mereka ada yang lulus disatu kursi dan ada juga lulus dua sampai tiga kursi sekaligus,” ujar Riono ketika dikonfirmasi, Selasa (11/4).

Dijelaskan Riono, Pemko Tanjungpinang membuka open bidding sebanyak sembilan kursi JPTP. Diantaranya enam kursi JPTP dikhususkan pejabat eselon II dan III Pemko Tanjungpinang dan enam kursi lagi diperuntukan pejabat eksternal. Mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) kabupaten/kota dan provinsi se Kepri serta anggota TNI dan Polri.

34 pejabat yang lulus seleksi administrasi itu, kata Riono melamar dikursi Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Politik Hukum dan Kemasyarakatan, Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud), Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Kebersihan dan Pertamanan (DPRKPKP), serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora).

“Jadi yang belum diumumkan ada tiga kursi. Yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” bebernya.

Ditanya alasan tiga kursi itu belum diumumkan, Riono mengaku sebenarnya sudah ada pejabat yang melamar di tiga kursi JPTP itu. Namun yang melamar masih mendominasi pejabat internal saja. Sedangkan pejabat eksternal Pemko Tanjungpinang belum ada.

Tim Pansel, sambung Riono menginginkan tiga kursi itu dilamar oleh pejabat dari kabupaten/kota lain mapun pejabat dari Provinsi Kepri. Bahkan juga diberikan kesempatan bagi anggota TNI dan Polri untuk mengisi ketiga kursi tersebut.

“Kami perpanjang pendaftaraan khusus tiga kursi itu dari 11-18 April. Atau terhitung lima hari masa kerja,” jelasnya.

Riono menambahkan bagi pejabat lulus seleksi administrasi maupun pejabat yang ingin melamar ditiga kursi tersebut dapat melihat dilaman website www.tanjungpinangkota.go.id. Dilaman tersebut dapat diketahui kursi yang dilelang maupun pejabat yang sudah melamar.

“Akses saja website itu. Karena bisa mendapatkan informasi sedetailnya terkait open bidding tersebut,” ungkap Riono yang juga menjabat Sekda Pemko Tanjungpinang. (ary)

Akhir Bulan Ini Pandeglang Ulang Tahun, saatnya Makan Enak, Mampir Ya…

0
foto: pabosi.net

Bersempena hari jadi ke-143 Kota Pandeglang, Provinsi Banten akan menggelar Food Festival yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 April 2017 di Teluk Labuan, Pandeglang, Banten.

“Inilah kesempatan Pandeglang memantapkan diri sebagai destinasi pariwisata level dunia, telebih Kota Pandeglang memiliki keuntungan letak geografis karena berdekatan dengan Ibukota Jakarta dan bisa ditempuh selama 3,5  jam berkendara. Kita akan tebar pesona di acara ini dengan menggelar Pandeglang Food Festival 2017,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati yang juga didampingi Ketua Penyelenggara Pandeglang Food Festival 2017, Widi Widiasmanto.

Widi mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang juga mendukung acara akbar ini. Pria yang juga Ketua PHRI Pandeglang itu menambahkan, acara ini dilaksanakan sebagai momentum menyambut HUT Kota Pandeglang yang ke 143.

Dalam acara nanti, akan disiapkan beragam acara menarik yang melibatkan seluruh unsur budaya mulai tampilan makanan khas, seni budaya tradisional, pameran produk seperti hasil karya ukir dan anyaman khas daerah setempat.

“Semua unsur itu terlebur menjadi satu acara ini,” katanya.

Selain didukung oleh Kemenpar, acara ini juga yang diprakarsai oleh PHRI Pandeglang, Dispar Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten. Widi memaparkan, pagelaran tersebut juga akan melibatkan para pelaku jasa wisata Hotel dan Restaurant disekitar Banten, industri pariwisata dan masyarakat setempat.

“Kami juga mengadakan Kolaborasi dengan Dinas Perikanan Pemprov Banten membuat acara yakni Gerakan Makan Ikan dimana gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat. Ini acara yang menarik, gairah ini muncul karena kami terdorong atas semangat pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pariwisata,” ujarnya.

Person in Charge (PIC) Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Tanjung Lesung Ida Irawati mendukung gelaran Pandeglang Food Festival 2017. Acara tersebut, menurutnya akan menjadi atraksi yang seru di Banten.

“Event ini akan menumbuhkan pariwisata yang lengkap serta ditunjang dengan pembangunan infrastruktur jalan dan akses yang cepat, murah dan mudah dijangkau. Hal itu juga akan mempercepat pertumbuhan dan pembangunan Tanjung Lesung,” ujarnya.

Seperti diketahui, dari segi amenitas Kemenpar berkoordinasi dengan pihak terkait dan terus digenjot. Di kawasan Tanjung Lesung beberapa pembangunan mulai terlihat seperti Airstrip, tahapan phase dua Kalicaa Villa, Revati Residence, Kampoeng Sawah, Ladda Beach Village, persiapan develop Yacht Club and Dive Centre.

“Serta tahap program pembangunan infrastruktur terpadu kampung Cikadu di Buffer zone KEK Tanjung Lesung dari BPIW KemenPUPR, yang sedang dalam tahap lelang penunjukkan kontraktor pelaksana, semoga Tanjung Lesung terus mengalami peningkatan yang signifikan untuk Pariwisata Indonesia,” harap Ida.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam berbagai kesempatan terus menekankan kepada 10 destinasi prioritas atau biasa disebut dengan 10 Bali Baru untuk terus ngebut dengan semangat Indonesia Incoporated.

“Jangan lupa juga menjaga dan terus meningkatkan akses, amenitas dan atraksi di destinasi,” kata pria asli Banyuwangi itu. (*)

57 Ribu Warga Belum Punya E-KTP

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang, Irianto mengatakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan data penduduk wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Tanjungpinang sebanyak 185 ribu jiwa. Namun dari total itu, sebesar 30 persen atau 63 ribu jiwa belum mendapatkan E-KTP .

“Dari data 2011-2016 tercatat 63 ribu penduduk Tanjungpinang belum memiliki E-KTP. Padahal mereka semua sudah melakukan perekaman,” ujar Irianto, kemarin.

Diceritakan Irianto, ada beberapa faktor yang menyebabkan mandeknya pencetakan E-KTP terhadap 63 ribu jiwa tersebut. Diantaranya akibat minimnya ketersediaan blanko dan keterbatasan fasilitas percetakan.

Khusus untuk blanko, kata Irianto Kemendagri hanya memberikan kuota kepada Tanjungpinang sebanyak 6 ribu blanko selama setahun. Maka dari 63 ribu jiwa penduduk yang tercatat belum memiliki E-KTP, hanya 6 ribu saja yang mendapatkannya. Sedangkan sisanya sebanyak 57 ribu lagi tak miliki E-KTP sampai 2018 mendatang.

Sedangkan untuk fasilitas percetakannya, lanjut Irianto hanya tersedia dua unit printer. Itupun salah satunya dalam kondisi bermasalah atau sering hidup dan mati. Sehingga hanya satu unit saja yang mampu beroperasi selama 24 jam.

“Hanya satu printer saja yang bisa dioperasikan maksimal. Dalam sehari printer itu mampu mencetak 70 E-KTP. Jadi dengan 6 ribu blanko itu bisa diselesaikan dalam waktu 3-4 bulan,” bebernya.

Disindir permasalahan lain dalam kepengurusan E-KTP, Irianto mengaku banyak menemukan kasus indetitas ganda dan salah nama dalam penerbitan E-KTP. Permasalahan penerbitaan E-KTP yang terjadi dari 2011-2016 tercatat sebanyak 820 kasus.

Agar permasalahan penerbitan E-KTP tidak terjadi lagi, sambung Irianto dirinya akan mengevaluasi kinerja pegawainya. Kemudian juga akan mengusulkan fasilitas pendukung lainnya melalui APBD 2018 mendatang.

“Dari hasil pemeriksaannya kasus E-KTP yang sering terjadi yaitu salah memasukan foto dan salah nama. Maksudnya indetitasnya benar tapi foto orang lain dan fotonya benar tapi namanya salah,” ungkapnya. (ary)

Kisah Inspiratif dari Kampung Wisata Dewa Bronto

0
Kegiatan membatik

Pembaca batampos.co.id kisah ini patut menjadi contoh untuk kita.

Adalah tentang desa-desa wisata di Yogya terus bersolek.

Mereka berupaya meningkatkan pelayanan dan memperbanyak atraksi budaya yang bisa menjadi magnet bagi wisatawan. Salah satunya Kampung Wisata Dewa Bronto.

Kampung Wisata (Kamwis) Dewa Bronto adalah sebuah kampung wisata yang ada di kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kampung ini dilintasi sungai legendaris di Kota Yogya: Kali Code.

Di daerah ini,  terutama kampung Prawirotaman adalah kampung juragan batik. Tradisi membatik menjadi satu tinggalan yang terus dipelihara. Kendati pada satu periode, industri batik ini sempat terpinggirkan.

Permintaan kain batik turun, karena banyak yang memakai kain bukan batik.

“Banyak pengusaha batik yang gulung tikar dan berganti usaha. Mereka mendirikan guest house bahkan hotel. Kawasan ini pun terkenal sebagai kawasan turis,” urai Marsudi, salah satu tokoh Kamwis Dewa Bronto, Selasa (11/4).

Seiring dengan gencarnya program promosi wisata dan UMKM, kelurahan pun membentuk usaha UMKM dengan menghidupkan kembali usaha batik. Para perajin batik di kawasan ini lantas membentuk Paguyuban. Namanya Paguyuban Batik “Canting Makaryo”.

“Produksi dari paguyuban ini menjadi oleh-oleh khas Kampung Wisata Dewa Bronto,” tambah Marsudi.

Selain membeli batik dengan pewarna alam yang ramah lingkungan untuk oleh-oleh, wisatawan bisa juga praktik membatik di Kampung Wisata Dewa Bronto.

Untuk menikmati atraksi wisata, silakan datang pada 22-23 April 2017. Di Dewa Bronto akan digelar upacara adat Merti Tumpeng Robyong. Prosesi-nya digelar di Kali Code.

“Di situ akan kami adakan atraksi budaya berdoa di tengah kali untuk mensyukuri nikmat dan rahmat Tuhan bagi Kampung kami. Kami juga berdoa meminta agar dijauhkan dari marabahaya, dari bencana alam dan lainnya,” tegas Marsudi.

Selama kegiatan, ada kirab budaya yang diikuti seluruh RW di kelurahan Brontokusuman. Lalu diakhiri dengan Kenduri Agung yang diikuti seluruh warga di bantaran Sungai Code. Menpar Arief Yahya mengaku senang dengan content kreatif di setiap desa wisata itu.

“Modal utama homestay dan desa wisata adalah kreativitas,” jelas Menteri Arief Yahya.(*)

BP Batam Bersihkan Ternak Babi di Pinggir Dam Duriangkang

0
Sebuh beko (back hoe) mencangkul tanah untuk menguburkan babi.
foto: juanda / batampos

batampos.co.id – Penertiban awal peternakan babi di lakukan di daerah Rindu Malam, tepatnya berada di depan Perumahan Taman Mediterania.

Puluhan babi terdapat di sana. Petugas dari Ditpam, Polisi, Satpol PP, TNI bergabung untuk melakukan penertiban.

“Tim terpadu yang turun,” kata Direktur  Ditpam BP Batam Budi.

Salah seorang warga tak terima dengan penertiban tersebut, berusaha menghalang-halangi petugas. Tapi petugas bergeming, tetap membunuh babi-babi tersebut.Babi-babi tersebut lalau dikubur dalam sebuah lubang besar.

Dan merubuhkan Ruli yang terdapat disana. (ska)

Merayu Turis hingga ke Paris

0
foto: kemenpar

Country branding pariwisata Indonesia memromosikan Wonderful Indonesia di tubuh 8 bus OPENTOUR di Paris, Prancis.

Promosi ini digelar 11 April-9 Mei 2017.

Tahun 2016 Kemenpar sukses menyebarkan branding Wonderful Indonesia di 20 bus city tour pada Piala Eropa (EURO) 2016.

“Ini adalah kegiatan Branding yang bermain di bus di Paris,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Selasa (11/4). Paris itu kota dengan jumlah wisatawan terbesar. Diluncurkan bulan April untuk menyongsong liburan pertengahan tahun, dan meremind branding Wonderful Indonesia di Eropa.

Menpar Arief menyadari, biaya promosi Wonderful Indonesia sangat terbatas. Karena itu harus menggunakan banyak cara agar branding yang sudah berada di posisi 47 dunia itu tidak melorot. “Sesungguhnya berat, karena brand itu harus dimaintain, dan dinaikkan value-nya. Tentu, untuk itu perlu budget,” jelasnya.

Mensiasati budget, Menpar Arief melakukan co branding, mencari momentum dan memilih media promosi yang pas. Bus, trem, kereta, taxi, public transportation yang bergerak itu, ternyata lebih efektif, lebih viral, dan mewarnai media sosial.

Baginya, promosi tidak boleh berhenti meski jumlah wisatawan asing ke Indonesia terus meningkat. Alhasil, Perancis pun dilirik. Bus yang dibungkus branding “Wonderful Indonesia” kembali mondar-mandir di Perancis. Nuansanya mirip saat sepak bola Piala Dunia 2016 lalu.

Dengan desain bertema selancar, Danau Toba dengan rumah tradisional Batak, anak-anak Indonesia dengan pakaian tradisional dari berbagai daerah, diving kelas dunia, Pulau Komodo, gadis Bali dan Candi Borobudur, bus-bus itu menjadi pemandangan unik di tengah kepadatan di Negeri Menara Eiffel itu.

Lantas mengapa harus Perancis? Apa juga yang ingin didapat Menpar Arief Yahya di Perancis?

“Di Perancis Wonderful Indonesia sedang nge-hits. Lagi banyak dibicarakan publik dengan berbagai trik marketing. Lagi jadi perhatian di acara TV di sana. Lagi naik peringkat, mengalahkan Thailand dalam persentase jumlah outbound Prancis ke Indonesia,” sebut Menpar Arief Yahya.

Mantan Dirut Telkom itu memang tak asal bicara. Tahun lalu, kunjungan wisman Perancis ke Indonesia meningkat 19,8% dibandingkan dengan 2015. Dari 209.466 orang, naik menjadi 250.921 wisman. Angka ini melebihi target yang ditetapkan Kementerian Pariwisata yang membidik 250.000 orang di 2016.

“Dengan promosi gencar seperti ini, saya yakin di 2017 Indonesia bisa meningkatkan angka kunjungan wisman Perancis menjadi 330.000 orang. Sekarang orang Perancis sudah makin mengenal Indonesia,” timpal Eka Moncarre, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Paris, Perancis.

Eka mengaku sangat pede dengan bidikan target tadi. Selain sedang nge-hits, masyarakat Paris, menurut dia, rata-rata technology minded. Hobinya tak jauh dari narsis. Mayoritas sudah digital lifestyle.

Branding bus-bus di Paris itu, menurut dia, akan memberi umpan kepada masyarakat Perancis untuk bahan bermain di medsos.

“Sangat efektif. Wonderful Indonesia jadi makin  dibicarakan publik di dunia nyata dan dunia maya. Yang hobi narsis, malah bisa dijadikan ‘senjata’ untuk posting dan menjadi viral di digital,” ungkap Eka. (*)

Ini Vonis Penjara untuk Para Pembunuh Bustari

0

batampos.co.id – Anden Luano, Mawardi, Epirton Mada Simatupang, Igo Aprianus, dan Lukmanul Hakim, terdakwa dalam perkara pembunuhan divonis hukuman penjara berbeda-beda, Selasa (11/4).

Kelima terdakwa ini diketahui, membuat kegaduhan di SPBU belakang BCA, Jodoh sekira pukul 02.00, September 2016 lalu. Mereka mengeroyok satu pria (yang tak jelas namanya) karena tidak membayar tagihan seorang PSK di lokasi tersebut.

Korban bersama dua rekannya yang melihat kejadian itu berniat untuk melerai. Hingga perhatian para terdakwa beralih ke korban dan dua rekannya tersebut. Sementara pria yang dikeroyok pada awalnya, berhasil melarikan diri. Perlawanan dari Bustari, membuatnya meregang nyawa karena ditikam terdakwa.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam yang dipimpin Syahrial, menjatuhkan putusan sesuai peran masing-masing terdakwa. Dalam hal ini, Lukmanul Hakim yang menancapkan pisau tepat mengenai paru-paru korban yang menyebabkan kematian, divonis paling tinggi.

“Menetapkan hukuman 12 tahun penjara kepada terdakwa (Lukmanul), yang terbukti secara sah melanggar hukum sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP,” kata Syahrial yang didampingi Taufik dan Jasael.

Sedangkan terdakwa Anden Luano, ditetapkan melanggar dua pasal yakni pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dengan hukuman penjara masing-masing dua tahun dan enam bulan, serta enam tahun penjara.

Berbeda lagi dengan terdakwa Mawardi, majelis hakim sepakat menjatuhkan pidana delapan tahun penjara sesuai pasal 170 ayat (2) KUHP. Sedangkan dua terdakwa lainnya yakni Epirton dan Igo, divonis dua tahun dan enam bulan penjara sesuai pasal 170 ayat (1) KUHP.

Atas putusan yang beragam itu, kelima terdakwa menyatakan terima. Sementara jaksa penuntut umum (JPU) Rumondang yang digantika sementara JPU Ryan menyatakan pikir-pikir. (nji)