Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13472

Coba Deh Tidur Menggunakan Selimut, Rasakan Manfaatnya

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pembaca, tahukan Anda, ternyata tidur pakai selimut memberikan banyak manfaat.

Saat ini banyak orang susah tidur karena berbagai alasan seperti insomnia, depresi atau stres. Untuk mencegah masalah ini beelarut-larut, cobalah menggunakan selimut maka dapat menjadi obat tidur yang berkualitas seperti dilansir Boldsky, Senin (3/4), berikut enam manfaat tidur pakai selimut.

1. Banyak orang merasa lebih nyaman ketika tidur dengan selimut. Saat bangun tidur, tubuh terasa lebih segar.

2. Tidur dengan selimut mengurangi ketegangan, depresi, stres dan insomnia. Fungsinya dapat meningkatkan fungsi kognitif.

3. Jika sering terbangun malam hari, cobalah tidur dengan memakai selimut. Dengan begitu tidur akan terlelap dan berkualitas.

4. Memikirkan banyak hal kadang tak pernah berhenti saat menjelang tidur. Selimut dapat membuat pikiran lebih santai.

5. Selimut dapat meningkatkan hormom serotonin dan dopamin sehingga membuat tubuh lebih nyaman.

6. Selimut membuat tubuh lebih hangat dan nyaman saat tidur dengan memeluk pasangan tercinta. (cr1/JPG)

Pesan Kapolda Kepri untuk Pejabat Baru

0
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menandatangani naskah serahterima jabatan Karorena ops, Dirnarkoba, Kapolresta Barelang dan Kapolres Lingga pada acara serahterima jabatan di Mapolda Kepri, Senin (3/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – AKBP Hengki resmi dilantik sebagai Kapolresta Barelang, menggantikan Kombes Pol Helmy Santika, Senin (3/4) pagi.

Sementara, Helmy diberikan tugas baru sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri.

Selain Helmy dan Hengki, upacara serah terima jabatan ini juga mengangkat Kombes Pol Andi musa sebagai Karorena, AKBP Ucok Lasdin Silalahi sebagai Kapolres Lingga, dan AKBP Muji Santoso, sebagai Wakapolresta Barelang.

Adapun upacara serah terima jabatan ini, dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian. Kepada pejabat baru saja dilantik, ia mengucapkan selamat atas jabatan yang baru, serta mengingatkan kepada pejabat yang baru dilantik bahwa tantangan tugas yang akan hadapi kedepannya semakin kompleks.

“Jabatan merupakan suatu amanah dari Allah SWT serta kepercayaan dari pimpinan Polri. Segera tingkatkan performa kinerja satuannya masing-masing, dengan tetap mengacu pada program Promoter Polri. Sebagaimana yang telah diimplementasikan di semua sentra pelayanan kepolisian dan bekerja dengan profesional. Sehingga kehadiran polri dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” harapnya.

Dalam menghadapi potensi kriminalitas di wilayah hukum Polda Kepri, Sam menyampaikan kepada seluruh jajaran Polda Kepri untuk mampu mengakomodir semua fenomena dan gejala yang timbul. Dalam mengakomodir fenomena dan gejala itu, tentunya Polda Kepri harus menampilkan suatu struktur organisasi yang kuat dengan dilandasi suatu pemikiran yang profesional, bermoral, dan modern.

Kapolda juga menyampaikan penghargaan yang tulus dan ucapan terima kasih yang sebesar–besarnya atas segala pengorbanan yang telah diberikan oleh pejabat lama, Kombes Pol Lamazi, Kombes Pol Dody Rachmat Tauhid, Kombes Pol Helmi Santika, dan Akbp Muji Supriyadi.

“Pengorbanan dan loyalitas yang saudara tunjukkan selama ini membuat kesan tersendiri bagi saya pribadi dan dapat dirasakan oleh jajaran polda kepri secara keseluruhan,” katanya.

“Seyogyanya pelaksanaan serah terima jabatan ini janganlah dipandang suatu acara yang bersifat formalitas dan seremonial biasa, melainkan harus dilihat sebagai suatu upaya institusi Polri dalam meningkatkan produktivitas dan kinerja kesatuan untuk menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks,” imbuh Sam. (cr1)

Di Batam Ada Seribu Juru Parkir !

0
Seorang petugas parkir sedang mengatur kendaraan yang akan keluar dari parkiran dikawasan Batamcenter, Senin (13/3). F Cecep Mulyana/Batam pos

batampos.co.id – Jumlah juru parkir ilegal di Batam sangat banyak. Jika yang terdaftar di Dinas Perhubungan (Dishub) Batam sebanyak 477 orang, yang beroperasi di lapangan justru lebih dari 1.000 orang.

Kepala Dishub Batam Yusfa Hendri mengatakan angka ini diperoleh setelah Dishub Batam turun langsung mengecek jumlah jukir di lapangan.

“Jumlah jukir yang eks sistem (luar sistem) di lapangan jauh melampaui angka jukir yang terdata,” terang Yusfa.

Yusfa mengungkapkan, di lapangan satu parkir bukan berarti satu jukir. Tak jarang, satu titik parkir dikerjakan dua dan tiga jukir.

“Mereka ada shift-shiftnya. Ada yang dua shift, tiga shift,” katanya.

Bahkan lebih dari itu, sistem kerja parkir dengan menggunakan shift kerja tersebut dikerjakan hingga enam orang.

“Ini yang kami akan benahi,” ucapnya.

Dia mengatakan pembenahan ke depan akan dilakukan bertahap di setiap wilayah di Batam. Hal ini dilakukan seiring dengan upaya Pemko Batam melakukan perbaikan manajemen perparkiran terlebih penataan jukir.

“Kini yang kita anggarakan hanya 477 orang itu., yang kita rencanakan dibayar dengan sistem penggajian,” ucapnya.

Sementara itu, penambahan titik parkir di Batam adalah kabar baik. Yusfa menyebutkan, jika dulu titik parkir tepi jalan umum hanya 202, kini naik jadi 555 titik parkir. Angka ini akan terus bertambah seiring pembangunan kota Batam yang terus berkembang.

“Ada wilayah baru tumbuh, titik parkir juga tumbuh,” tutupnya. (cr13)

Suasana Makan Lebih Akrab

0
Nasi Keroyokan. F. Noveri untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kangen Cafe, pusat kuliner terlengkap di Batam mengadakan promo yang unik, yakni Nasi Keroyokan. Promo ini bisa dinikmati hingga 5 orang dengan menu nasi hingga 4 porsi nasi.

Promo Nasi Keroyokan ini hanya tersedia di outlet 4 di Nagoya Hill Food Street dan di outlet 5 di samping Edukit, Batamcenter. Selain memiliki porsi yang banyak, promo ini ditawarkan dengan harga yang murah.

“Dengan adanya promo ini, nantinya akan makan bersama-sama. Dengan demikian bisa meningkatkan hubungan silaturahmi,” ujar Manager Kangen Cafe Batam, Noveri di Batamcenter, Minggu (2/4).

Dalam promo Nasi Keroyokan ini tersedia 5 paket. Untuk setiap paket disajikan berbeda lauk dan sayurannya. Sedangkan harga per paket dimulai dari Rp 120 ribu hingga Rp 250 ribu.

“Lauk dan sayurannya semuanya lezat dan menarik. Jadi dengan makan bersama bisa sebagai suatu kesatuan,” tutur Noveri.

Noveri menambahkan untuk menu ini pihaknya menyediakan ruangan khusus. Sehingga bisa berkumpul makan bersama para keluarga dan sahabat. “Kita menyediakan ruangan khusus. Bisa juga untuk acara,” katanya.

Di bulan ini, Kangen Cafe juga menawarkan promo menu nasi ayam dengan porsi besar. Promo ini terdiri dari 3 menu dengan harga Rp 16 ribu.

Menunya diantaranya nasi ayam komplit, terdiri roasted chicken, telor, bilis kacang, kerupuk, acar, sup, kemudian tersedia steamed, roasted chicken, tahu, sup. Selain itu menu dengan roasted chicken, telur mata sapi dan sup.

Selain itu, terdapat promo ekstra double crispy chicken big promo. Promo ini dengan harga Rp 38.800. Menu yang ditawarkan diantaranya hot spicy crispy chicken, oreo crispy chicken, ritz crispy chicken, koko krunch crispy chicken, serta melinjo crispy chicken.

“Selama bulan ini, Kangen Cafe menawarkan banyak promo. Sehingga konsumen dan pelanggan kita terpuaskan,” kata Noveri. (opi)

Maunya Terbang ke Sidney Australia, Rupanya Nyasar ke Sidney Kanada

0
Ilustrasi (Agung Kurniawan/Jawa Pos)

batampos.co.id – Milan Schipper, cowok 18 tahun asal Amsterdam, Belanda, ingin jalan-jalan ke Sydney, Australia. Ketika pesawat mendarat, Schipper sadar bahwa dirinya salah tujuan.

Ketika booking tiket, Schipper memang memilih tujuan Sydney. Namun, yang dipilih bukan Sydney, Australia, melainkan sebuah kota di Nova Scotia, Kanada. Dia tergoda lantaran harga tiketnya lebih murah USD 300 (sekitar Rp 4 juta) daripada yang ditemukan dalam pencarian sebelumnya.

Dia baru curiga ketika panggilan boarding. Ketika itu dia diarahkan ke pesawat yang akan membawanya ke Sydney.

’’Pesawatnya kecil banget. Apa bisa nyampe ke Australia?’’ ucap Schipper dalam hati sebagaimana diceritakan kepada CBS. Tidak dijelaskan maskapai apa yang dia naiki. Yang jelas, dia tidak perlu transit dan terbang direct ke Sydney, Kanada.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 5.000 km, dia tiba di bandara Sydney. Schipper kebingungan. Cuaca cerah dan udara hangat yang diidamkan di Australia tidak terasa. Dia malah menggigil. ’’Baru aku sadar ada Sydney yang lain. Dan, aku salah kostum,’’ ungkapnya.

Schipper sedianya berencana menjelajah Australia selama beberapa hari. Namun, lantaran salah tujuan, dia hanya tinggal selama lima jam di Sydney. Itu pun dihabiskan untuk mencari tiket pulang ke Amsterdam.

Kalau kita searching di Google, setidaknya ada tujuh kota di dunia yang bernama Sydney.

So, hati-hati kalau traveling. Tersesat di Kanada lebih oke daripada di depan rumah mantan. (adn/c15/na/sep/JPG)

Ungkap Jaringan Narkoba, Empat Saksi Diperiksa

0

batampos.co.id – Polres Bintan, terus melakukan pengembangan terkait dengan penangkapan kedua pelaku, yakni Su’iri, 40, dan Achyadi, 32, yang berhasil diamankan, dengan membawa narkoba jenis sabu sebanyak 16,5 kg dan 1.005 butir ekstasi, di Pelataran parkir Hotel Comfort, Jumat (17/3) lalu.

Salah satunya, dengan memeriksa empat saksi yang terdiri dari warga, dan juga perangkat Kelurahan di Desa Berakit.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 4 saksi kemarin. Mereka juga sudah dimintai keterangan. Dan saat ini keterangan yang didapat dari saksi masih dalam pengembangan tim,” ungkap Kapolres Bintan, AKBP Febrianto Guntur Sunoto, Minggu (2/4).

Guntur menjelaskan pemeriksaan saksi ini merupakan rangkaian dari penyelidikan untuk mengungkap apakah ada hubungan terhadap jaringan pengedar baru atau jaringan pengedar yang sudah tertangkap.

“Kami masih akan mendalami keterangan dari empat saksi ini. Bisa jadi dari keempat saksi tersebut ada yang dijadikan tersangka baru. Tapi kita belum bisa memastikan. Biarlah tim penyidik yang bekerja mendalami kasus ini dulu,” terangnya.

Lanjutnya, Polres Bintan, juga sudah melakukan langkah antisipasi untuk memperkecil ruang gerak penyebaran narkoba di Kabupaten Bintan. Salah satunya dengan menginstruksikan kepada seluruh personil Babinkamtibnas di daerah masing-masing untuk lebih berperan aktif dalam melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, terkait dengan bahayanya narkoba.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bisa memberikan informasi, apabila mengetahui ada gerak-gerik yang mencurigakan, dengan melaporkan langsung ke pos polisi yang ada di setiap wilayah di Bintan, agar bisa segera diminimalisir,” terangnya.

Febrianto berharap dengan adanya kerjasama dari semua pihak, tentunya dapat mencegah terjadinya penyebaran narkoba di Kabupaten Bintan.

“Mari bersama-sama wujudkan Bintan bersih dari narkoba,” imbuhnya. (cr20)

15.324 Anak Batam bakal Tak Tertampung di SD Negeri

0

batampos.co.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 segera dibuka. Kondisi ekonomi yang sulit saat ini membuat para orangtua tetap membidik sekolah negeri untuk anak-anak mereka, karena gratis.

Diprediksi ada 15.324 calon siswa yang tak tertampung.

Muslim Bidin tertegun sesaat. Tangannya lalu meraih secarik kertas. Pena menari di atas kertas itu. Ada banyak angka yang ia tulis. Ia tambah, lalu ia kurangkan. Hasilnya membuat sang kepala dinas pendidikan Kota Batam ini  mengernyitkan kening.

“Saya pastikan ada banyak yang tak tertampung di sekolah negeri tahun ini,” ujarnya, Senin (28/3) pekan lalu.

Muslim kemudian menyebut tahun ajaran baru ini akan ada 15.241 lulusan taman kanak-kanak (TK) yang akan masuk ke sekolah dasar (SD). Jumlah itu belum termasuk anak-anak yang tak dimasukkan orangtuanya ke TK, tapi langsung SD. Sementara daya tampung SD negeri tahun ini hanya 13.116. Ada sekitar 2.125 calon murid yang tak tertampung.

Di tingkat SMP tak kalah banyaknya. Lulusan SD tahun ini sekitar 20.283 siswa. Semuanya akan menuju SMP. Jika orangtua siswa memaksakan anaknya masuk SMP negeri, maka bakal ada 8.334 calon peserta didik yang tak tertampung. Sebab, daya tampung untuk SMP negeri tahun ini hanya sekitar 11.949 siswa.

“Ini memang baru estimasi merujuk data tahun lalu, setelah UN baru kami susun kuota masing-masing sekolah. Namun itu cukup sebagai gambaran, tak jauh dari angka itu,” kata Muslim.

Pria kelahiran Rempang Cate ini mengaku sudah menggelar rapat dengan berbagai pihak untuk menentukan persyaratan pendaftaran. Terutama untuk sekolah-sekolah unggulan. “PPDB tahun ini tetap sistem online,” kata pria yang telah 10 tahun menukangi Dinas Pendidikan Kota Batam.

Bagaimana dengan daya tampung sekolah menegah atas sederajat (SMA, SMK, MA)? Data Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menyebutkan, Lulusan SMP di Batam tahun ini ada 14.989 siswa. Sementara daya tampung hanya SMA sederajat di Batam 10.124. Sekitar 4.865 tak tertampung.

Jika ditotal-total, dari 65.837 calon peserta didik baru di Batam, seluruh sekolah negeri mulai dari SD hingga SMA sederajat, hanya mampu menampung 50.513 calon siswa baru. Sisanya ada 15.324 calon siswa yang harus mencari sekolah lain di luar sekolah negeri di Batam. Pilihannya adalah sekolah swasta.

Namun, Muslim memperkirakan banyak orangtua yang akan ngotot memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini yang terbilang sulit.

“Sekolah negeri kan gratis, sedangkan sekolah swasta mahal. Mereka selalu beralasan mahal,” ujarnya.

Muslim pun yakin berbagai cara dilakukan orangtua agar anak-anaknya bisa masuk ke sekolah negeri. Potensi saling memberi dan menerima uang terbuka lebar.

Aini misalnya, saat ini anaknya tengah duduk di kelas satu salah satu sekolah negeri yang ada di Sekupang. Untuk mendapatkan satu kursi, tahun lalu dia harus mengeluarkan Rp 1,5 juta.

“Umur anak saya kurang dari tujuh tahun, jadi harus ada biaya,” kata dia.

Menurutnya, praktik uang ini tidak hanya dialami dia. “Ada banyak waktu itu yang daftar lewa jalur belakang. Itu sudah lumrah,” ujarnya.

Memaksakan masuk sekolah negeri bukan tanpa alasan. Ibu empat anak ini menilai biaya di sekolah swasta yang cukup tinggi menjadi alasan utama dia memasukkan ke negeri.

“Tak apa bayar sekali saja, ke depannya kan tidak ada lagi,” ujar perempuan yang tinggal di Tibancenter ini.

Hal berbeda dikatakan Muhammad Rahmad, pria yang sehari-hari bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kota Batam ini mengaku memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta, karena merasa lebih berkualitas dan pelajaran agamanya lebih dalam.

“Sekarang pendidikan sangat penting, terutama keagamaannya. Jadi saya memilih sekolahkan anak di swasta,” ujarnya.

Muslim sendiri mengingatkatkan para kepala sekolah dan panitia PPDB agar tidak memanfaatkan daya tampung terbatas ini untuk mengeruk keuntungan. Apalagi saat ini ada Tim Saber Pungli yang mengintai siapa saja yang melakukan pungli PPDB. Konsekwensinya, penerima pungli akan berurusan dengan hukum.

Muslim menyarankan para orangtua, terutama yang memiliki ekonomi lebih, sebaiknya memasukkan anak-anaknya ke sekolah swasta saja, sehingga kuota sekolah negeri bisa diisi oleh orangtua yang benar-benar kondisi ekonominya tak memungkinkan anak-anaknya masuk ke sekolah swasta.

“Sekarang kan banyak sekolah swasta unggulan yang kualitasnya tak diragukan lagi,” ujar Muslim.

Muslim mengungkapkan sekolah swasta juga punya tujuan sama dengan sekolah negeri. Yakni sama-sama bertujuan untuk mencerdasakan anak bangsa.

“Jika mampu tolonglah jangan memaksa ke sekolah negeri,” keluhnya.

d

foto: rezza herdiyanto / batampos

Tahun ini, Disdik Kota Batam memang berencana membangun 60 ruang kelas baru (RKB) untuk memenuhi kebutuhan siswa yang ingin masuk sekolah negeri. Namun Muslim mengatakan hal itu belum bisa terealisasi dalam waktu dekat ini. Pasalnya memasuki akhir Maret ini, Disdik belum juga memulai tahapan pembangunan.

“RKB masih dalam tahap konsultasi. Kita belum mulai,” ujarnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi angkat bicara soal daya tampung sekolah negeri yang selalu kurang. Menurutnya, daya tampung sejatinya tidak kurang di Batam jika masyarakat tidak memaksakan diri memasukkan anaknya ke sekolah negeri.

“Kalau dihitung sama sekolah swasta tak kurang, cukup kok,” kata Rudi di kantor wali kota, Jumat (31/3) pagi.

Persoalannya, banyak orangtua yang mampu tapi ngotot memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Padahal, Rudi menyebut banyak sekolah swasta yang kekurangan murid. “Kalau tak percaya coba lihat nanti tahun ajaran baru,” ucap dia.

Bahkan tak jarang, sekolah swasta menyampaikan keluhan tersebut ke dirinya terkait keadaan tersebut. Bejibunnya pendaftar di sekolah negeri berimbas ke sekolah swasta. “Pak ini semua masuk negeri karena negeri ambil double shift, kami nganggur. Artinya masyarakat mau ke negeri itu yang jadi masalah,” ungkapnya.

Bahkan, Rudi menyebut Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Daerah Tingkat II Kota Batam yang merupakan organisasi sekolah swasta telah melayangkan surat resmi kepadanya. Terakhir disampaikan pada 6 Maret 2017 dengan nomor 0789/BMPS-III/2017.

Salah satu isi surat tersebut yakni, protes penerimaan siswa baru tiga tahun terakhir sama sekali tidak memperhatikan sekolah swasta. Surat tersebut menyebutkan, adanya pembiaran sekolah negeri menerima murid melebihi daya tampung tanpa memperhatikan keberadaan sekolah swasta.

***

SEKRETARIS BMPS Kota Batam, Heri Supriyadi, membenarkan surat tersebut. Ia menilai, tiga tahun terakhir sekolah swasta terkesan tak dianggap oleh pemda. Seolah hanya sekolah negeri yang bisa mengatasi persoalan daya tampung di Batam. Akibatnya, sekolah-sekolah negeri dipaksa menerima hingga melebihi kuota dengan konsekwensi jam belajar dibuat dua shift. Itupun dipaksakan satu ruang belajar diisi 40 siswa.

Pria yang juga menjabat Sekretaris Yayasan Keluarga Batam melihat kondisi ini sudah jauh dari pendidikan yang efektif. Aturan dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang ideal adalah 32 orang. Lebih dari itu, berarti termasuk rombongan belajar (rombel) gemuk.

BMPS sudah tiga tahun mengingatkan wali kota agar menganjurkan sekolah negeri menerima siswa sesuai dengan kuota. Supaya penyelenggaraan pendidikan terpenuhi sesuai aturan yang berlaku. Aturan setiap kelas maksimal menerima 32 siswa dengan menghilangkan pola pelaksanaan belajar double shift.

“Jangan memaksakan, karena ini kaitannya dengan mutu pendidikan. Satu kelas diisi dengan lebih dari 40 siswa, maka proses belajar mengajar tidak akan efektif,” ujarnya di Kantor BMPS, Sekupang, Rabu (29/3).

Menurutnya, aturan mengenai daya tampung itu harus tegas, sekolah swasta pasti bisa menampung. Heri menyebut, sekolah swasta di Batam jumlahnya mencapai 126 hingga 2016. Sangat disayangkan jika perannya diabaikan selama ini oleh pemerintah daerah.

“Selama ini ada indikasi pembiaran pelanggaran perundang-undangan berkaitan dengan penerimaan peserta didik baru. Buktinya sekolah negeri menerima murid melampaui kuota daya tampung tanpa memperhatikan keberadaan sekolah swasta,” jelasnya lagi.

Sekolah negeri yang tidak dapat menampung lonjakan siswa baru, seharusnya bisa dibagi dengan sekolah swasta.

Tak hanya itu, jika mengutamakan pendidikan, Heri menilai swasta juga harus diperhatikan Pemda dari aspek biaya. “Kenapa tidak dibuat kebijakan swasta juga diberi subsidi selain dana BOS, kan ada dana daerah,” kata Heri.

Hal ini sesuai amanah Pasal 31 Undang-Undang Dasar yang mengatakan, bahwa setiap warga negara berhak mendapat dan mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

“Pemerintah harus memberikan tunjangan pendidikan persatuan siswanya dalam bentuk uang tunai. Dengan begitu, orang tua siswa yang merasa berat dalam hal ekonomi bisa menjadikan sekolah swasta jadi alternatif,” kata Heri.

Bahkan dalam salah satu ayat dalam pasal ini mengatakan bahwa pemerintah harus memberikan anggaran setidaknya 20 persen dari APBN/APBD.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Harian KONI Batam menambahkan paling tidak dibuat regulasi yang membuat orangtua mau memasukkan anaknya ke sekolah swasta, tanpa harus menanggung beban yang terlalu besar.

“Sekolah swasta tinggal diberikan subsidi, formulasinya silakan diatur sedemikian rupa,” ujarnya.

Menurutnya, dana daerah itu harus dibagi sama rata negeri dan swasta. Anak masuk negeri, pemerintah memberi tunjangan. Masuk sekolah swasta dikasih uang sehingga orangtua yang menyekolahkan anaknya di swasta tidak khawatir dengan uang pendidikan anaknya yang mahal.

Heri mencontohkan jika biaya pendidikan di sekolah swasta Rp 500 per bulan, bisa disubsidi anggaran daerah. Misalnya Rp 300 ribu per siswa. Orangtua siswa hanya menanggung beban Rp 200 ribu.

Selama ini, kata Supriyadi, sekolah swasta pengeluaran terbesaranya ada pada komponen gaji guru. Apalagi jika upah minimum kota (UMK) naik, beban anggaran gaji juga ikut naik. “60 persen anggaran swasta itu untuk gaji guru. Sisanya 40 persen untuk biaya operasional,” sebutnya.

Heri merinci, untuk menggaji seorang guru, butuh paling tidak 10 orang siswa. Anggaplah seorang siswa sebulannya membayar ke sekolah Rp 500 ribu, jadi 10 siswa baru dapat Rp 5 juta. Lalu, 60 persen dari Rp 5 juta tersebut adalah Rp 3 juta. Sementara UMK Batam 2017 adalah Rp 3,2 Juta. “Jadi jangan heran jika gaji guru swasta ada di bawah UMK,” katanya.

Sekolah swasta yang biaya pendidikan per bulannya kurang dari Rp 500 ribu tidak akan mampu membiayai gaji guru. Saat ini, beberapa sekolah swasta anggaran untuk gaji guru bahkan 80 persen. Sisanya untuk anggaran operasional tadi.

Kondisi tersebut membuat swasta kesulitan menambah fasilitas sekolah. Itulah sebabnya sekolah swasta sangat membutuhkan subsidi dari pemerintah. Sebab, menaikkan biaya sekolah semakin memberatkan orangtua murid.

“Tidak ada subsidi tidak ada investasi di bidang pendidikan. Kita tidak bisa mengabaikan kesejahteraan guru,” kata Heri.

Ia mengungkapkan, biaya pendidikan mahal di sekolah swasta juga karena naiknya UMK. Pemerintah tidak bisa mengendalikan UMK dalam angka yang konstan setiap tahunnya karena PP 78 tahun 2015 tentang UMK mensyaratkan naik setiap tahun sesuai inflasi dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

Sementara, bagi sekolah swasta, untuk menggaji guru sesuai UMK saja, harus menerapkan rasio 1 guru memakai biaya yang dikeluarkan 10 anak. Itupun belum cukup.

Ia mengakui selama ini ada tenaga guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta namun belum cukup. Apalagi belakangan beredar luas guru-guru tersebut akan ditarik.

“Kami harap pemerintah tetap memberikan bantuan ataupun tunjangan sebagaimana yang diberikan kepada guru sekolah negeri tanpa ada perbedaan. Kan sudah ada amanat UU RI nomor 14 tahun 2005 yang mangatur hal tersebut,” ungkapnya.

Sekarang yang ingin ditegaskan, pemerintah harus melaksanakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 3. “Kami mengharapkan pemerintah bisa terbuka dan adil untuk memberikan dukungan untuk kemajuan pendidikan baik di negeri maupun swasta,” pungkasnya.
(cr17/cr13/cr18)

Hasil Autopsi, Ditemukan Dua Luka Bagian Dalam

0

batampos.co.id – Polres Bintan masih terus melakukan upaya mengungkap misteri kematian Yuliana Pratiwi, wanita berumur 27, yang ditemukan tewas di dalam septictank, di belakang Rumah Makan (RM) Pondok Ciung, Jalan Seidatok, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), Kamis (6/1) lalu.

Salah satunya dengan melakukan pengembangan terhadap hasil autopsi yang sudah dikeluarkan Polda Kepri, dimana dari hasil tersebut ditemukan dua luka dalam pada bagian tubuh korban.

“Hasil yang kami terima terdapat dua luka dalam dibagian Batok kepala belakang, dan tulang leher depan korban. Tapi kami belum bisa memastikan luka itu disebabkan oleh apa,” ungkap Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto, Minggu (2/4).

Guntur menjelaskan saat ini tim Reskrim Polres Bintan, Sudah memeriksa tujuh saksi dari keluarga dekat korban (Yuliana, red). Hal ini dilakukan untuk mendalami terkait penyebab kematian janda beranak tiga ini.

“Kami masih terus melakukan pengembangan terhadap saksi. Ditambah lagi kami juga masih mencari alat bukti baru yang berkaitan dengan hasil autopsi, sehingga penyelidikan, tentunya akan sejalan nantinya,” terangnya.

Guntur menambahkan pengungkapan misteri kematian Yuliana ini, tentunya masih menjadi prioritas dari Polres Bintan. Namun dalam penyelidikannya, tentu harus betul-betul dilakukan secara jelas, baik dari hasil keterangan saksi yang ada, maupun dari bukti yang didapat.

“Tim kita masih akan terus mendalami kasus ini. Mudah-mudahan bisa secepatnya terungkap,” imbuhnya. (cr20).

Harga Sayur di Tanjungpinang Turun

0
Sudah seminggu ini harga sayur di Tanjungpinang mulai turun. Kondisi ini banyak dimanfaatkan konsumen membeli sayur dalam jumlah yang lebih banyak. F.Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Naik-turunnya harga bahan pangan di pasar kerap membuat jadi pertimbangan sebagian besar keluarga ketika berbelanja. Ketika harga suatu bahan pangan sedang naik, mereka cenderung menunda kendati selera makan sudah di ujung lidah.

Termasuk juga harga sayuran. Ketika beberapa jenis sayur masih berada di harga tinggi, beberapa keluarga menahan keinginan mengonsumsinya. Tapi jangan gusar. Pasalnya, sudah selama seminggu terakhir di Pasar Baru Tanjungpinang, harga sayur sudah turun. Ini menjadi saat paling tepat memuaskan hasrat makan sayur.

“Semua (harga) sayur turun seminggu ini,” kata Darman, seorang pedagang di pasar, kemarin.

Kangkung, misalnya. Pada awal Maret lalu, harga sekilogramnya bisa mencapai Rp 12 ribu. Harga ini diketahui cukup tinggi jika menilik harga ketika di hari normal. Syukur, seminggu ini harganya sudah kembali stabil di angka Rp 6 ribu.

Hal yang sama terjadi di sayur hijau lain semisal bayam dan sawi. Sepekan terakhir harganya sama dengan kangkung. Hal itu membuat dua sayur ini cepat ludes dalam waktu sekejap.

Darman menjelaskan turunnya harga komoditas sayur ini lantaran telah tiba puncak masa panen bagi petani. Terlebih lagi untuk komoditas sayur, dipasok oleh petani lokal. Sehingga kuota yang melimpah dapat didistribusikan dengan baik dan lancar ke pasar-pasar yang ada.

Aminah, ibu rumah tangga yang sedang berbelanja, menuturkan, sudah tiga hari ini memasak sayur-sayur hijau di rumahnya. Selain karena suami dan anak-anaknya suka, juga karena harga sedang bersahabat dengan dompet.

“Paling senang kalau harga sedang murah seperti ini. Jadi bisa macam-macam belanja sayurnya,” ungkapnya. (aya)

Mulai 1 April, Biaya Labuh Jangkar Dipungut Pemprov Kepri

0
Sejumlah kapal terlihat sedang labuh jangkar di perairan Batuampar, Senin (27/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri resmi mengambil alih pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor jasa labuh jangkar di Kepri sejak 1 April lalu. Dengan potensi sekitar Rp 6 triliun per tahun, langkah ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

“Lokasinya ada di 18 titik di seluruh Kepri,” kata Kepala Bidang Kepelabuhanan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, Aziz Kasim Djou, Minggu (2/4).

Dari 18 titik labuh jangkar itu, tujuh di antaranya berada di Batam. Dan di antara tujuh titik tersebut ada satu lokasi labuh jangkar yang masih bersinggungan dengan kewenangan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Namun dia mengaku hal ini tidak menjadi masalah. Asalkan, semua pihak tidak saling mengklaim wilayah pengelolaan.

“Aturan main senang saja, ketika kapal Lay Up di area BP Batam, jasanya dipungut BP Batam. Diluar itu masuk ke Provinsi,” papar Aziz.

Dijelaskan Aziz, pemungutan biaya labuh jangkar ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Retribusi. Pengelolaan titik labuh jangkar oleh Pemprov Kepri hanya untuk wilayah 12 mil laut.

Dengan keputusan ini, lanjut Aziz, maka mulai April 2017 seluruh perusahaan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) selaku pemegang izin labuh jangkar tidak perlu lagi menyetorkan PNBP itu ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Melainkan harus menyetor ke kas daerah Pemprov Kepri.

“Bukan melalui Dinas Perhubungan,” jelasnya.

Namun dari beberapa jenis biaya parkir kapal, Pemprov Kepri hanya akan memungut biaya labuh jangkarnya saja. Sisanya, tetap menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan.

Disinggung mengenai bagi hasil dengan kabupaten/kota yang menjadi lokasi labuh jangkar, Aziz mengaku masih harus menyiapkan aturannya. Pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kepri terkait persentase bagi hasi tersebut.

“Karena pihak perusahaan akan membayar langsung ke kas daerah, bukan melalui Dinas Perhubungan,” terang Aziz.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah, mengatakan langkah Pemprov Kepri tersebut sangat baik untuk memproteksi potensi pendapatan asli daerah (PAD). Sebab selama ini Kepri nyaris tak ikut menikmati pendapatan dari sektor labuhjangkar itu.

“Miris tentunya, kita punya wilayah laut yang luas. Tetapi manfaatnya tidak bisa kita terima,” ujar Iskandarsyah.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, labuh jangkar memiliki potensi yang sangat besar. Sehingga pemerintah daerah harus serius memperjuangkan dan mempertahankannya. Namun dia berharap, pengelolaan potensi sektor labuh jangkar ini tetap memperhatikan kelestarian biota laut.

“Harus diperjelas lokasinya, jangan sampai kawasan konservasi atau padang lamun yang dialokasikan sebagai lokasi labuh jangkar,” pesannya. (jpg)