Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13480

Indonesia Sudah Siap Sarana dan Prasaranan Plus SDM untuk Kelola FIR

0
Indonesia SIap Rebut FIR dari negara tetangga.

batampos.co.id – Hingga kini Flight Information Region (FIR) Kepri masih dikuasi dan dikendalikan oleh negara tetangga. Walaupun wilayah FIR tersebut bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini disebut oleh pihak Kemenhan sebagai ancaman bagi kedaulatan NKRI.

“Karena bisa jadi ajang Spionase ,” kata Kasubdit Sapras Dit Komduk Direktorat Potensi Pertahanan, Rika Yuliani, saat Seminar Dirgantara yang digelar di Hotel Pasifik, Jumat (31/3).

Karena sudah menjadi ancaman kedaulatan negara. Ia meminta semua pihak bersama-sama untuk bersinergi, untuk mengambil alih FIR Kepri kembali ke pangkuan NKRI.

Akibat FIR ini dikuasai asing, banyak pelanggaran yang dilakukan oleh negara asing.

“Pelanggaran wilayah ini, pihak militer paling paham,” ungkapnya.

Kasubdis Hukum Dirgantara Dinas Hukum TNI AU Kolonel Pnb, Supri Abu menambahkan bahwa wilayah Indonesia dijadikan danger area. Dimana pihak asing melakukan latihan militer, dan hal itu sudah bertahun-tahun terjadi.

Saat hal ini diprotes ke negera tetengga tersebut, Supri mengatakan bahwa jawabannya bahwa FIR yang masuk wilayah NKRI tersebut masuk dalam tradisional perdagangan mereka.

“Tapi tradisional perdagangan itu tak ada berlaku di udara, hanya di laut,” ungkap Supri.

Dan wilayah udara yang diklaim negara tetangga sebagai tradional perdagangan itu, lautnya dikuasai dan sepenuhnya wilayah NKRI.

“Kami sudah buka semua dokumen tentang tradisional perdagangan itu, tapi tak ada kami temukan dokumen tentang itu,” ujarnya.

Ia mengatakan sangat mendukung langkah yang diambil Presiden Jokowi, untuk mengambil kontrol FIR yang dikuasai asing pada 2019.

“Ini sangat penting, kita ambil kembali, Indonesia kontrol FIR yang berada di wilayah kedaulatannya,” tuturnya.

Mengenai Sumber Daya Manusia (SDM) serta sarana dan pra sarana Marsekal Muda TNI Agus Munandar, mengatakan pihaknya sudah siap. Sedang hal ini sedang dalam proses.

“Sedang ditindak lanjuti,” tuturnya.

Sementara itu Dan Lanud Raja Haji Fisabilillah Kolonel Pnb, Wahyu Anggono mengatakan pemerintah sudah merancang dengan matang mengenai pengambil alihan FIR. Mengenai alusista, sebagai satuan pengamanan kedaulatan Indonesia dan penegakan bila ada pesawat yang melanggar batas negera di udara.

“Ke depan sudah tau bersama kan, di Natuna akan dikembangkan sebagai pangkalan militer,” tuturnya.

Pemamparan mengenai FIR ini, dibeberkan juga ke para udangan yang hadir yakni anak sekolah, mahasiswa, LSM, Polisis dan beberapa instansi pemerintah. Pemabahasan FIR ini juga dalam rangka memperingati Hari Dirgantara pada 9 April mendatang. (ska)

Detil Kecil untuk Selesaikan Tugas Besar

0

Seorang Batak pemilik kedai kopi, yang kedatangan tamu. Setelah satu gelas kopi dipesan, dibuat, dihidangkan, dan dinikmati, tamu itu memesan lagi, kopi yang sama.

“Satu kopi lagi bang!”

Seharusnya, pedagang di kedai kopi itu merasa senang, kopinya dinikmati oleh customer dengan puas. Berarti, kopinya cocok, suasananya bagus, dagangannya laku. Tapi apa jawaban pemilik kedai itu?

“Kau ini bagaimana? Kenapa nggak pesan dua gelas sekalian dari tadi? Capek aku bikinnya!” kata Luhut menirukan dengan logat Batak yang fasih.

Kisah singkat diatas diatas dibawakan oleh Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Triwulan I Kemenpar di Hotel Borobudur, Jakarta, 30-31 Maret 2017.

Audience yang semula serius, dibuat terbahak-bahak oleh Menkomar Luhut yang juga asli Tapanuli itu. Poin penting dari joke itu adalah service excellent, memberi pelayanan yang terbaik untuk tamu, wisatawan.

Contoh kecil, yang bisa berpengaruh signifikan terhadap iklim kepariwisataan.

Materi yang dipaparkan Menko Luhut memang cukup serius. Yakni update soal 10 Top Destinasi Prioritas yang membutuhkan kerja bareng dan incorporated. Baik dari Kementerian dan Lembaga yang mengampu, maupun pemda dan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan wisatawan.

“Kalau kita sukses mengerjakan detail yang kecil-kecil, maka kita akan mampu menyelesaikan hal-hal besar dengan sukses pula. Sampai sekarang saya juga masih biasa membersikan toilet sendiri,” ucap Luhut memberi contoh.

Kebetulan para bupati yang memiliki destinasi hadir dan menyimak serius apa yang disampaikan Luhut di Hotel Borobudur itu. Terutama yang berada di BOP Danau Toba, Sumatera Utara. “Tolong perhatikan para bupati yang hadir di sini,” katanya.

Ada Bupati Humbang Hasindutan Dosmar Banjar Nahar, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Tobasa Darwin Siagian, Bupati Lombok Tengah M.Suhaili, Bupati Wakatobi H.Arhawi, Wabup Buton La Bakny, Bupati Pulau Murotai Samsuddin A.Kadir, Wakil Bupati Karang Asem Bali, I Wayan Artha Dipa, Bupati Tana Toraja M.Biringkanae, Bupati Toraja Utara Kolatiku Paembonan, dan Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Soal-soal yang serius di BOP (Badan Otoritas Pariwisata), juga dijelaskan Luhut dengan progres yang serius.

“Borobudur sebentar lagi selesai BOP-nya, menyusul tempat yang lain. Timnya Pak Arief (Menpar Arief Yahya, red) ini bekerja dengan cepat, sistematis, dan progresif untuk mewujudkan destinasi prioritas itu,” jelas Luhut Pandjaitan.

Soal Mandalika, Luhut meminta untuk segera dituntaskan, termasuk pembayaran ganti rugi yang belum beres. Sebab, menurutnya sudah 29 tahun, waktu yang cukup lama untuk membangun sebuah kawasan ekonomi khusus pariwisata.

“Saya minta segera dituntaskan!” sebutnya. ***

Pemerintah Kucurkan Rp 3,8 Miliar untuk Sanimas

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Lingga kucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 3,8 miliar untuk program sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas).

Kegiatan tersebut guna menata kawasan pemukiman dan perumahan kumuh di beberapa wilayah di Kabupaten Lingga yang akan dilaksanakan Tahun 2017 ini.

Kepala DPUPR-PKP Lingga Said Nursyahdu melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Agus Fitrianto mengatakan program tersebut akan dilaksanakan di tujuh titik lokasi, yang sekarang ini masih dalam tahapan penyusunan.

“Iya masih dalam tahapan penyusunan. Program ini tidak melalui lelang, pekerjaannya nanti dikerjakan masyarakat sendiri melalui fasilitator yang telah di rekrut oleh PU. Kalau PU sendiri cuma melakukan pengawasan, sistem keuangannya juga langsung ke rekening masyarakat,” jelas Agus Fitrianto di ruang kerjanya, Jumat (31/3).

Ke tujuh lokasi tersebut diantaranya Desa Selayar Kecamatan Selayar, Desa Mentuda dan Desa Merawang Kecamatan Lingga, Kampung Melukap dan Kampung Gelam di Kelurahan Daik Lingga, Desa Kudung dan Desa Limbung di Kecamatan Lingga Timur.

“Nanti masing-masing lokasi yang mendapatkan program Sanimas ini akan di bangun Instelasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga. Dengan secara berkelompok diantaranya dari 7 sampai 10 kepala keluarga (KK), dan langsung dikerjakan masyarakat itu sendiri,” beber Agus.

Sementara untuk sistem kerja dari Sanimas ini, dikatakan Agus, pihak fasilitator yang akan mensosialisasikan kedesa-desa sesuai dengan kreteria perumahan kumuh tentang tahapan dan prosedur. Ia berharap kedepan lingkungan akan menjadi jaih lebih baik.

“Melalui Sanimas ini, ke depan tidak ada lagi masyarakat membuang limbah di sungai atau di laut,” terang Agus.

Kemudian dijelaskan Agus, program itu juga merupakan bagian dari upaya Kementerian PUPR untuk mencapai target rencana strategis. Yakni program 100 persen akses air minum, nol persen kawasan permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. Khusus Kabupaten Lingga sendiri, untuk tahap awalnya harus selesai dan tidak ada masalah dalam pelaksanaan lanjut Agus. (mhb)

Harmoni dan Sinergi Bukan Pilihan, tapi Harus

0

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Triwulan I tahun 2017 mengukuhkan spirit harmoni dan sinergi.

“Harmoni dan Sinergi bukanlah pilihan, tapi keharusan. Karena setiap industri merupakan satu kesatuan ekosistem, tidak satupun bisa berdiri sendiri, paling tidak, tak akan pernah hebat kalau berdiri sendiri,” pesan Menpar Arief Yahya, di arena Rakornas di Hotel Borobudur, Jakarta, 30-31 Maret 2017.

Itulah alasan filosofis yang melatari Menpar Arief untuk membangun pariwisata secara bergotong royong, berbagi peran, maju bersama dalam kebersamaan. Dia mengibaratkan bermain simponi orkestra, akan menghasilkan nada yang indah, ketika dimainkan bersama-saman dalam satu kesatuan.

Kapan cielo dimainkan, kapan violin digesek dan piano bermain, flute, clarinet, oboe, bassoon dan alat alat musik tiup dibunyikan, perkusi yang ditabuh, semua diatur di balik kertas partitur. Komposer yang hebat, mampu membuat menciptakan karya yang abadi, seperti musik-musik gubahan Beethoven, Mozart, Sebastian Bach, Franz Schubert, Chopin, Giussepe Verdi, dan lainnya.

Industri pariwisata juga begitu. Ada yang di sektor amenitas, seperti hotel, resort, restoran, cafe, spa, dan lainnya. Industri yang bergerak di akses, seperti airlines, rent a car, bus pariwisata, kapal penyeberangan, cruise dan lainnya. Lalu industri yang bergerak di atraksi, seperti theme park, dan lainnya. Jika diorkestrasi dengan baik, mereka akan berkembang lebih cepat, lebih terintegrasi. “Inilah Indonesia Incorporated,” ucapnya.

“Bila harmoni dan sinergi digabungkan, maka hasilnya akan sangat luar biasa. Kebersamaan personal atauharmoni, bisa lebih dahsyat daripada kebersamaan professional atau sinergi. Karena, kebersamaan personal adalah kebersamaan orang (heart), tentang semangat, tentang spirit, tentang rasa dan ruh,” jelas Menteri Arief Yahya.

Sedangkan kebersamaan profesional, menurut Arief, diikat oleh pekerjaan (head), tentang logika, tentang strategi, tentang raga dan rasio. “Jadi musuh kita, bukan kita, tapi mereka,” sebut Arief yang mengaku harus meng-create “musuh” dari sebagai sparing partner, penyamangat, agar tidak terjebak dalam konflik diantara sendiri.

Menurut pria asal Banyuwangi ini, pihaknya harus menciptakan “common enemy”, semacam sparring partner. “Tujuannya, agar kita menjadi solid! Kompak di dalam, untuk mengalahkan rival secara bersama-sama,” ungkapnya.

“Untuk pariwisata, emotional competitor kita adalah Malaysia, sedangkan professional competitor kita adalah Thailand. Dan kita akan kalahkan mereka, satu-satu!” ucap Menpar meyakinkan.

Lalu apa strateginya? “Saya dapat ilmu dari The Kellogg School of Management (The Kellogg School). Sources of Synergy, ada 3S & 3B. Pertama, Scale (Get Bigger). Kedua, Scope (Get Broader). Dan ketiga Skill (Get Better). Even, much faster, easier and cheaper,” kata peraih Marketeer of The Year 2013, versi MarkPlus.  ***

29 Kapal Ikan Nelayan Asing Ditenggelamkan di Natuna

0
Sejumlah kapal asing yang mencuri ikan di Laut Natuna disandarkan di pelabuhan Antang. Kapal ini rencananya akan ditenggelamkan, Sabtu (1/4)

batampos.co.id – Sebanyak 29 kapal ikan nelayan asing yang tertangkap mencuri ikan di laut Natuna akan ditenggelamkan hari ini, Sabtu (1/4).

Danlanal Ranai Letkol Laut (P) Tony Herdjianto sekaligus Komandan Satgas penenggelaman untuk wilayah Natuna mengatakan, pihaknya sudah mengkoordinir persiapan kegiatan penenggelaman 29 kapal ìkan nelayan asing tersebut.

29 kapal ikan nelayan asing tersebut, diantaranya adalah tangkapan KRI sebanyak 13 unit dan 16 unit adalah tangkapan Kapal Pengawas Aumber Daya Kelauatan Perikanan (PSDKP) Kementerian kelautan dan Perikanan.

Dikatakan Toni, semua Kapal yang ditenggelamkan sudah mendapatkan putusan inkrah Pengadilan. Dan diserahkan pelaksananaan penenggelaman kepada Satgas 115 illegal Fishing.

“Penenggelaman dilaksanakan di wilayah Pos TNI AL Sabang Mawang besok, persiapan kita laksanakan bersama unsur terkait, diantaranya kejaksaan, KKP, pengadilan dan Unsur lainnya,” ujarnya Jumat (31/3).

Penenggelaman katanya, akan dilaksanakan secara terpusat dengan dikomandoi langsung oleh Menteri kelautan perikanan Susi Pudjiastuti, rencananya akan memimpin kegiatan penenggelaman dari perairan Bitung Manado.

“Penenggelaman dilaksanakan oleh tim Demolisi dari Korps pasukan katak (Kopaska) TNI AL, dibawah komando Armada Barat (Koarmabar). Penenggelaman kapal ikan nelayan asing yang akan dilaksanakan ini kegiatan pertama pada tahun 2017 ini,” ujar Tony.(arn)

Endank Soekamti, Vlogfest, dan Bromo

0

Sudah menikmati video di atas? Bila sudah silakan membaca ketrangan dertil tentang video di atas.

Video diatas ialah Behind The Scene film VlogFest 2016 The Movie Endank Soekamti .

Film yang proses pembuatannya dilakukan pada bulan puasa tahun lalu ini, bisa dikatakan adalah film panjang dalam format 360º pertama yang pernah diproduksi di dunia. Film ini bercerita tentang petualangan delapan orang vlogger yang mendapat tugas mengeksplore keindahan Bromo.

Endank Soekamti merupakan grup musik asal Yogya dengan fans yang sangat fanatik. Fans dengan julukan Kamties in selalu memadati tempat konser atau pentas Endank Soekamti. Bromo menjadi pilihan sebagai setting film karena keindahanannya yang luar biasa.

Alasan dipilihnya Bromo karena lokasi ini adalah salah satu aset Indonesia yang memiliki keindahan alam yang memesona.

“Dan ini sejalan dengan semangat Endank Soekamti yang ingin lebih banyak memperkenalkan aset-aset keindahan alam daerah-daerah ke seluruh dunia,” tegas Iwan Pribadi, media relations Euforia Record, produsen film ini (31/3).

Lewat film itu memang tergambar eksplorasi keindahan Bromo. Film yang diluncurkan tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 itu, dapat dipandang sebagai salah satu tonggak perkembangan film Indonesia, yang dengan memanfaatkan kemajuan dan perkembangan teknologi terkini, mencoba menawarkan sebuah film panjang dengan kemasan yang terhitung baru pada masanya.

Film ini dibuat sebagai salah satu usaha pengumpulan dana untuk keberlangsungan DOES University, sebuah sekolah bakat gratis yang diinisiasi Erix Soekamti, yang hanya mengajarkan hal-hal yang disukai dan sejalan dengan bakat yang dimiliki para siswa.

Hal tersebut yang menjadikan alasan budget film yang sebagian besar berlokasi di pegunungan Bromo ini terhitung minim.

“Tidak sampai menyentuh angka Rp. 30.000.000, dengan waktu produksi yang relatif singkat, yaitu enam hari,” tambah Iwan Pribadi.

Film berdurasi 50 menit ini didistribusikan dalam bentuk boxset kayu yang di dalamnya selain terdapat file film ini dalam format full HD, juga disertakan file Behind The Scene (BTS) film, VR Glass untuk menikmati film, t-shirt VlogFest 2016 The Movie, serta sertifikat bukti kepemilikan. Ini semua dapat dibeli secara online diwww.vlogfest.com.

Selain dalam bentuk boxset yang dijual seharga Rp. 600.000, film yang disutradarai Erix Soekamti ini dapat dinikmati pula secara gratis oleh masyarakat luas melalui situs www.vlogfest.com.

“Secara umum tidak ada perbedaan antara versi berbayar dan versi gratis film ini. Hanya saja di versi gratis ini selain para penonton tak mendapatkan item-item tambahan yang ada di boxset, juga kualitas film di versi gratis ini tidak full HD,” tandas Iwan.

Menpar Arief Yahya mengucapkan terima kasih atas promosi destinasi wisata di Bromo Tengger Semeru (BTS), salah satu dari 10 top destinasi prioritas yang biasa disebut 10 Bali Baru itu. Bromo secara landscap, adalah destinasi yang world class.

“Semakin banyak yang membantu mempromosikan Bromo Jawa Timur, semakin baik. Kami akan sangat terbantu, dan itu mendorong sahabat-sahabat yang lain untuk mempopulerkan destinasi lain,” kata Menpar Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom ini bahkan mengajak anak-anak muda, netizen, blogger, vlogger, selebgram, untuk menjadikan 10 destinasi semakin dikenal di dunia maya.

“Percayalah, destinasi yang kita miliki itu kelas dunia semua. Hampir selalu masuk top 20 dunia. Terbaru, TripAdvisor menempatkan Bali sebagai The Best Destination pilihan travellers. Vogue juga menjadikan 3 pantai di Indonesia, Lombok dan Belitung sebagai 3 diantara 7 pantai terbagus,” ungkap Menpar Arief. (*)

Keterlibatan Oknum TNI Masih Diselidiki

0

batampos.co.id – Komandan Korem 033 Wira Prtama (WP) Brigjen TNI Fachri, mengatakan pihaknya akan memproses secara transparan jika pelaku penembakan rumah Ketua LAM Kabupaten Natuna, Wan Zawali, adalah oknum TNI. Namun, jika pelakunya bukan anggota TNI maka akan diproses sesuai KUHP.

Hal tersebut dikatakan Komandan Korem, saat bersilaturhami dengan Ketua LAM Provinsi Kepri Abdul Razak dan rombongan, di ruang transit Markas Korem di Senggarang, Jumat (31/3) pagi.

”Mari berikan kesempatan kepada tim untuk menyelidiki secara prosedur dan bukti yang autentik serta jangan direkayasa,”ujar Fachri.

Dikatakan Fachri, tim yang melakukan penyelidikan belum mendapat titik terang terkait oknum yang melakukan penembakan. Sebab, keterangan saksi dan barang bukti yang ditemukan belum cukup.

”Penyelidikan bersama masih dilakukan Kodim Natuna, Lanal Natuna, Polres Natuna dan Subdenpom untuk menungkap pelakunya,”kata Fachri.

Untuk itu, sambung Fachri, pihaknya meminta agar tim yang melakukan penyelidikan diberikan kesempatan untuk melakukan penyelidikan sesuai prosedur dengan bukti otentik serta tidak direkayasa. ”Berikan kami waktu untuk mengungkap atas kejadian itu,”ucapnya.

Sementara itu Ketua LAM Kepri, Abdul Razak, mengaku puas atas apa yang disampaikan Komandan Korem 033 WP dalam pertemuan tersebut. Pihaknya juga meminta Danrem agar memberi rasa aman kepada masyarakat di Kepri pada umumnya, Natuna Khususnya.

”Kami seluruh pengurus yang hadir pusa dengan pernyataan yang disampaikan Danrem. Tapi, kami juga berpesan, kalau Melayu dilukai, maka putra melayu lainnya juga akan merasakan itu. Untuk itu, tolong berikan rasa aman kepada masyarakat,”ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, rumah ketua LAM Natuna, Wan Zawali, di Desa Sungai Ulu Natuna menjadi target penembakan, sekitar pukul 00.00 WIB, Selasa (28/3). Akibat penembakan tersebut, satu unit mobil dinas Ketua LAM yang sedang parkir dirumahnya terkena peluru dibagian kanan depan, atap rumah dan pot bunga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dalam olah TKP yang dilakukan Polres Natuna, ditemukan 10 selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter. Hingga saat ini, Polres bekerjasama denga TNI AD melakukan penyelidikan kasus penembakan tersebut. Sementara kediaman rumah Wan Zawali masih dipasangi garis polisi.

Kapolres Natuna AKBP Charles Panuju Sinaga didampingi Dandim 0318 Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana dan Dansubdenpom TNI AD Kapten Cpm SHM Sinaga dalam keterangan Pers di Mapolres Natuna mengatakan, saat ini Polres Natuna bersama Subdenpom TNI AD masih mendalami insidèn penembakan rumah Wan Zawali tersebut dan melakukan penyelidikan dan pencarian pelaku.

Ditegaskan Charles, penembakan tersebut tidak terkait terorisme atau aksi teror lainnya. Namun, masalah pribadi tapi bukan dengan Wan Zawalinya (Ketua LAM Natuna,red)

“Untuk sementara insiden penembakan ini bukan teroris, tapi masalah pribadi. Kami bersama Densubdenpom masih mencari pelaku. Kami juga belum memastikan pelakukan oknum TNI atau warga sipil,” sebut Charles.

Sejauh ini sebut Charles, dipastikan tidak ada korban jiwa. Namun terdapat kerugian materil, karena mengenai mobil dinas ketua LAM sedang parkir, atap rumah dan lantai.

Dikatakan Charles, pihaknya jga menerima informasi adanya keterkaitan keributan warga dengan seorang oknum TNI pada malam sebelumnya saat acarà hiburan warga. Dan terjadi kejar kejaran. Namun informasi tersebut masih didalami.

“Tapi sekarang belum jelas siapa orangnya, belum bisa buktikan pelakunya oknum TNI, masih dicari. Kejadian pertama di Natuna,” sebut Charles.

Dandim 0318 Natuna Letkol Ucu Yustiana menegaskan, pihaknya sudah menyerahkan insiden tersebut kepada Densubdenpom TNI AD untuk dilakukan penyelidikan.

Dikatakan Dandim, 10 selonsong amunisi yang ditemukan di TKP adalah jenis 5,56 mili meter. Senjata yang digunakan laras panjang jenis SS 1 atau senapan serbu (SS) 2.

“Tapi insiden ini kami pastikan ada buntut panjang atau merembet ke pihak lain. Kondisi Natuna tetap kondusif,” tegas Dandim.

Dansubdenpom Ranai Kapten Cpm SHM Sinaga dalam pernyataannya menegaskan, pihaknya bersama Polres Natuna masih mencari pelaku dan mengumpulkan keterangan.

“Jika ditemukan bukti kuat mengarah ke oknum anggota TNI dilakukan penyidikam, penahanan, pemberkasan dan diserahkan ke pengadilan miiter,” tegas Dansubdenpom Ranai.(ias)

77 Kotak Soal UN Tiba di Karimun

0
Puluhan kotak yang berisi soal UN SLTA sederajat tiba di pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun. F.Sandi/batampos.

batampos.co.id – Sebanyak 77 kotak atau 38 ikat soal ujian nasional (UN) tingkat SLTA sederajat untuk Kabupaten Karimun telah tiba di Karimun, Jumat (31/3) kemarin. Soal tersebut langsung dibawa ke Mapolres Karimun untuk disimpan dan diamankan dengan pengawalan pihak kepolisian.

Hal ini dilakukan demi keamanan dan kerahasiaan soal UN. Sedangkan untuk SMA yang ada di luar Pulau Karimun soalnya akan di kirim hari ini, Sabtu (1/4). Soal tersebut dikirim ke masing-masing pulau dan ditempatkan di polsek. Ini disampaikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim.

Dikatakan Bakri, untuk tahun ini pelaksanaan UN SLTA mengalami perubahan atau tidak dilaksanakan secara serentak. Pada Senin (3/4) sampai dengan Kamis (6/4) yang akan UN lebih dulu adalah sekolah sejuruan atau SMK. Baik yang UN yang menggunakan komputer dan manual. Hanya saja, untuk UN berbasis komputer ujian lebih dulu. Setelah itu, pukul 10.00 WIB giliran SMK yang UN secara manual.

Untuk mata pelajaran yang diujiankan ada empat. Yakni, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, matematika dan teori kejuruan.

”Tidak serentaknya UN SLTA pada tahun ini merupakan penetapan dari pusat. Setelah sekolah kejuruan UN selesai, maka pekan berikutnya, yakni Senin (10/4) giliran SMA dan Madrasah Aliyah (MA) yang melaksanakan ujian,” Jelas Hasyim.(san)

Bongkar Muat Peti Kemas Alami Peningkatan

0
Aktivitas bongkar muat peti kemas dari kapal ke pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Jumat (31/3). Tahun ini PT Pelindo 1 cabang Tanjungpinang memperluas lokasi bongkar muat peti kemas untuk antisipasi kenaikan bongkar muat peti kemas. F. Harry/batampos.

batampos.co.id – Kepala Perwakilan PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang Divisi Kijang, Khoiruddin Lubis mengatakan Pelindo I Cabang Tanjungpinang sangat optimis tahun ini aktivitas bongkar muat peti kemas (kontainer) di Pelabuhan Sri Bayintan (SB) Kijang mengalami kenaikan 20 persen. Sebab kapal muatan dari Aceh, Medan, dan Kalimantan yang berangkat dari Pelabuhan Belawan direncanakan akan berlabuh dipelabuhan ini.

“Tahun ini direncanakan kapal-kapal bermuatan logistik dari Pelabuhan Belawan akan bongkar muat di Pelabuhan SB Kijang,” ujar Khoiruddin ketika dikonfirmasi, kemarin.

Di tahun sebelumnya, kata Khoiruddin, kapal bermuatan peti kemas yang bongkar muat di Pelabuhan SB Kijang hanya sebagaian dari Pulau Sumatera dan Jawa saja. Sehingga kenaikan aktivitas bongkar muat peti kemasnya hanya berkisar 5-10 persen.

Untuk 2015, lanjut Khoiruddin, peti kemas yang bongkar diatas lapangan seluas sekitar satu hektare itu hanya 9.382 boks peti kemas pertahun. Kemudian 2016 bertambah signifikan sebanyak 11.500 boks peti kemas pertahun. Dengan bertambahnya kapal dari Pelabuhan Belawan yang berlabuh di Pelabuhan SB Kijang diprediksikan peti kemas yang dibongkar mencapai 14.000 sampai 15.000 peti kemas pertahunnya.

“Meskipun hanya sebagian kapal dari beberapa daerah. Bongkar muat kontainer mengalami kenaikan. Apalagi ada penambahan kapal dari daerah lain pastinya naik,” bebernya.

Ditanya persiapan untuk mengatasi lonjakan bongkar muat, Khoiruddin mengaku akan membenahi dan memperluas lapangan untuk bongkar muat peti kemas. Bahkan Pelindo I juga menyediakan lapangan cadangan untuk bongkar muat diluar areal Pelabuhan SB Kijang seluas lima hektare.

Selain perluasan lahan, sambung Khoiruddin, Pelindo I juga akan meningkatkan fasilitas lainnya. Seperti menambah lori pengangkut muatan kontainer dan alat crane yang mengangkat atau memindahkan kontainer dari kapal ke lapangan.

“Lapangan bongkar muat di Pelabuhan SB Kijang bisa menampung 770 boks kontainer sekaligus. Jikapun tak muat kita sudah sediakan lapangan di Kelurahan Seilekop seluas lima hektare. Jadi kami sudah siap siaga dengan kenaikan bongkar muat itu,” ungkapnya. (ary)

Senin, UN SMK Mulai Digelar

0
Puluhan kotak yang berisi soal UN SMA sederajat dipindahkan dari mobil ke gudang Mapolres untuk diamankan, Jumat (31/3)

batampos.co.id – Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Provinsi Kepri, Atma Dinata mengatakan penyebaran naskah UN 2017 di tujuh kabupaten/kota di Kepri sudah rampung dilakukan. Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dijadwalkan membuka sampul soal di SMK Negeri 1 Tanjungpinang, Senin (3/3)

“Hari ini (kemarin,red) soal UN sudah tiba di Kabupaten Karimun dan Lingga. Secara keseluruhan sudah rampung kita lakukan,” ujar Atma Dinas menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (31/3) di Tanjungpinang.

Menurut Atma, untuk daerah-daerah terdepan seperti Natuna dan Anambas sudah dilakukan sejak sepekan yang lalu. Sedangkan daerah lainnya dilaksanan mendekati UN. Dijelaskannya, untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK akan digelar lebih awal, yakni tanggal 3 hingga 6 April. Sementara untuk SMA akan digelar pada 10 hingga 13 April mendatang.

Ditegaskan Atma, semua naskah yang sudah tiba di daerah, dalam pengawasan ketat pihak kepolisian selama 24 jam. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran soal.

“Kita juga mengingatkan adik-adik untuk tidak mudah tertipu dengan, informasi-informasi yang tidak jelas. Harus tetap percaya diri, jangan sampai terjebak dengan ulah oknum yang bertanggungjawab,” harap Atma Dinata

Kepala Bidang Pendidikan SMA tersebut menguraikan, dari jumlah keseluruhan berada di tujuh Kabupaten/Kota di Kepri. Di Ibu Kota Provinsi Kepri 2.866 peserta UN SMA/SMK. Kemudian di Kabupaten Bintan jumlahnya 1.706, Batam 10.124, Karimun, 3.090, Natuna 1.155, Lingga sebanyak 1.024.Dimana untuk tingkat SMA/MA totalnya berjumlah 12.848 peserta dan untuk SMK sebanyak 8.032 peserta.

“Batam memang sejauh ini yang mendominasi jumlahnya. Karena belum semua sekolah punya perangkat komputer, makanya belum bisa UN berasis komputer secara menyeluruh,” papar Atma.

Ditambahkannya, sekolah yang telah siap dan mampu menggelar UN dengan sistem UNBK untuk tingkat SMA/MA tahun 2017 ini mengalami peningkatan. Dimana sebelumnya tahun 2016 sekolah yang mengikuti UNBK hanya 8 sekolah, sedangkan tahun ini meningkat mencapai 36 sekolah.

“Begitu juga dengan sekolah SMK dimana pada tahun 2016 lalu yang mengeglar UN dengan sistem UNBK hanya berjumlah 18 sekolah. Sedangkan tahun 2017 ini meningkat menjadi 45 sekolah,” tutup Atma.(jpg)