Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13482

Sebanyak 424 Pelanggar Lalin di Operasi Patuh Seligi 2017

0
Petugas mengamankan kendaraan roda dua yang terjaring operasi Patuh Seligi di lapangan Pamedan Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Kesadaran masyarakat Tanjungpinang untuk mematuhi aturan lalu lintas saat mengendarai kendaraan bermotor masih kurang baik. Karena selama Operasi Patuh Seligi 2017 yang dilaksanakan 14 hari. Satlantas Polres Tanjungpinang menjaring sebanyak 424 pelanggar lalu lintas (lalin).
Kasat Lantas Polres Tanjungpinang, AKP Krisna Ramadhani Yowa, mengatakan dibandingkan tahun 2016, kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas di tahun 2017 ini menurun. Karena sesuai data yang ada di pihaknya, pelanggar lalu lintas di tahun ini justru meningkat dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun 2016, sebanyak 223 pelanggar lalin saat Operasi Patuh Seligi. Tahun ini mengalami peningkatan sebanyak 201 pelanggar, yang totalnya 424 pelanggar,” ujar Krisna, kemarin.
Dikatakan Krisna, peningkatan pelanggaran lalin di Kota Tanjungpinang. Karena masyarakat kurang mentaati aturan lalin. Untuk itu, dengan berakhirnya Operasi Patuh Seligi. Kedepannya, masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kesadaran dengan mematuhi peraturan lalu lintas.
 
Dalam operasi kemarin itu, kami juga melakukan sosialisasi keselamatan berkendara kepada masyarakat. Masyarakat diminta agar menjadi pelopor tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan berkendara,” kata Krisna.
Diterangkan Krisna, bagi pengendara yang terjaring dalam Operasi yang telah selesai beberapa hari yang lalu. Harus bersabar untuk mengambil kendaraan ataupun surat-menyurat kendaraan yang ditahan petugas, hingga proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, (18/6) mendatang.
“Saya mengimbau, kepada masyarakat Tanjungpinang saat berkendara untuk mematuhi aturan lalulintas dengan melengkapi kendaraanya dan membawa surat kendaraan.
“Utamakan keselamatan saat berkendara, jangan melanggar lallin, serta tidak menggunakan Handpone saat berkendara,” pungkasnya.(ias)

Garuda Indonesia Terbang Jakarta-Banyuwangi, 21 Juni Mendatang

0
foto: garudaindonesia

Garuda Indonesia, akan terbang jakarta – Banyuwangi, pada 21 Juni 2017 mendatang.

terbang perdana ini tampaknya bakal menorehkan catatan sejarah. Sedikitnya tiga menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo yang sudah memastikan diri bakal  ikut. Diantaranya, Menpar Arief Yahya, Menhub Budi Karya Sumadi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito.

Menpar Arief Yahya menyebut pembukaan rute penerbangan Jakarta-Banyuwangi ini seperti membuka pintu pasar terbesar pariwisata  nusantara, yakni Jakarta. Untuk wisnus leisure, Jakarta punya daya beli terbesar di tanah air. Banyuwangi punya opportunity besar, untuk membangun pariwisatanya semakin bersinar.

“Terima kasih Garuda Indonesia, terima kasih Pak Menhub Budi Karya!” ucap Menpar Arief Yahya, yang akan bersama-sama menjajal penerbangan perdana itu. Penerbangan Jakarta-Banyuwangi juga dapat dimanfaatkan kabupaten sekitar Banyuwangi, seperti Situbondo, Bondowoso dan Jember.

Pada waktu yang bersamaan, 21 Juni 2017 itu Menpar bersama Mendag Enggartiarso Lukito meresmikan (Soft Opening) Hotel bintang empat pertama kali di kabupaten itu, El Royale Hotel & Resort Banyuwangi. Hotel megah dengan gaya arsitektur Osing, suku asli Banyuwangi yang berada di Jalan Raya Banyuwangi Jember KM 7, Dadapan, Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Lagi-lagi Menpar Arief juga berterima kasih pada Mendag Enggartiarso yang turut mendorong sektor pariwisata Banyuwangi untuk lebih cepat berkembang. Di hotel itu pula, Menpar sekaligus membuka pelatihan Frontliners Kepariwisataan Banyuwangi dan sekitarnya.

Menteri Arief menjelaskan, ada sekitar 150 orang yang akan dilatih khusus. Yang termasuk frontliners itu antara lain Petugas Bandara Blimbingsari, Banyuwangi dan Bandara Jember, para petugas Hotel Banyuwangi, dan masyarakat/asosiasi/pelaku usaha wisata di Ijen seperti transportasi dan akomodasi di sekitar Ijen.

Hotel ini dimaksudkan untuk mengimbangi, antara Atraksi, Akses dan Amenitas. Ketika dua penerbangan bertambah di bulan Juni, maka Amenitasnya juga harus menyesuaikan diri. Harus bertambah. “Biar komposisinya selalu berimbang,” ungkap Arief Yahya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun menjadi guide. Dia menjelaskan gaya arsitektur yang dimiliki eL Royal Hotel and Resort Banyuwangi. Yakni mirip dengan desain khas adat rumah Osing Banyuwangi.

Anas membenarkan,  berdirinya eL Royal Hotel and Resort ini agar bisa mengimbangi  kebutuhan penginapan bagi pengunjung yang datang ke Banyuwangi. Terutama setelah banyak flights dari Jakarta terbang kr Banyuwangi langsung.

Hotel ini menawarkan berbagai pilihan kamar, ada 6 tipe unit villa, 100 standard room dan 2 junior suite. eL Royal Hotel and Resort memiliki beberapa fasilitas pendukung seperti kolam renang untuk dewasa dan anak, spa, gym serta ballroom dan meeting room. (*)

Jajaki Potensi Besar Zakat dengan Ranperda

0
batampos.co.id – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Ade Angga menegaskan, rancangan peraturan daerah tentang zakat bukan merupakan produk hukum untuk mendirikan sebuah lembaga baru yang mengelola zakat. Melainkan, justru sebagai penguat regulasi pembayaran zakat di Tanjungpinang.
“Tidak mungkin kan kami bikin Badan Zakat Pemko Tanjungpinang,” kata Angga ditemui di Bintan, kemarin.
Karena itu dalam pembahasan demi pembahasan, turut dilibatkan para pengurus dari Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Tanjungpinang. Sehingga diharapkan tidak terjadi dualisme aturan yang saling bertabrakan.
Hal ini jadi penting lantaran memang sesuai tujuannya, perda zakat digagas untuk kian memperkuat pengelolaan zakat di Tanjungpinang. Termasuk misalnya, ketika anggaran operasional Bazda terbilang terbatas, Pemerintah Kota Tanjungpinang bisa membantu lewat alokasi dari APBD.
“Kan lucu jadinya kalau perda seperti ini malah dipahami pendirian lembaga tandingan,” kata politisi muda Partai Golkar ini.
Ranperda yang merupakan inisiatif DPRD Tanjungpinang ini, sambung Angga, merupakan hasil pembahasan dan kajian atas potensi zakat yang bisa diraup tiap tahunnya. Tidak ragu Angga menyebut bahwa potensi dana yang terkumpul dari zakat cukup tinggi. Sehingga, hemat dia, perlu disusun regulasi tetap untuk mengatur pengelolaan dan penarikannya.
Angga memang tidak ingat secara rinci angka pasti potensi zakat di Tanjungpinang. Namun, bila dikonversikan dalam sebuah program pembangunan, Angga yakin bisa untuk membangun sejumlah fasilitas sosial yang bisa dinikmati bersama.
“Kalau sudah terkumpul, dananya bisa untuk bangun fasilitas sosial, seperti klinik, jembatan, maupun ruang kelas baru untuk sekolah,” ujarnya.
Bila tidak aral, perda zakat ini akan disahkan sebelum tahun berganti. Target yang tidak muluk-muluk. Kini rancangannya sudah masuk pembahasan naskah akademis dan terdaftar dalam program legislasi daerah.
Merujuk data resmi yang dilansir Badan Amil Zakat Nasional, potensi zakat yang bisa diraup negara setiap tahun mencapai triliun rupiah. Perhitungan potensi zakat secara nasional di tahun 2015 saja mencapai Rp 286 triliun. Hanya saja, penghimpunannya masih terbilang rendah di angka Rp 3,7 triliun.
Hal ini ternyata juga terjadi di Tanjungpinang. Berdasarkan laporan terakhir, didapati bahwa hingga akhir triwulan pertama 2016 jumlah dana zakat yang terkumpul baru mencapai Rp 74,9 juta. (aya)

Ghali Curi Perhatian Penonton

0

batampos.co.id – Akting Ghali Ramadhana Mukhrika (Man Saat Masih Kecil) dalam film Gangster Kampung Man, berhasil mencuri perhatian penonton.

Dalam film perdananya, Ghali mampu berakting dengan baik. Ia menangis dengan cucuran air mata, aktingnya bahkan membuat penonton langsung tercengang dan ada yang ikut mengeluarkan air mata.

Anak terakhir dari dua bersaudara pasangan Hermantanika dan Hartika ini, mengaku senang bisa bermain dalam film yang dibuat oleh Penggiat Perfilman Anambas (Panglima) ini. “Senang om. Yang nonton ramai,” ujarnya sambil melayani foto bersama dengan para penggemarnya.

Ghali, merupakan murid SDN 003 Tarempa. Keikutsertaannya dalam film ini karena diajak oleh Sutradara film, Sarman. Kedua orangtuanya pun diakuinya mengizinkan Ghali untuk ikut serta dalam pembuatan film yang dimulai sejak pertengahan tahun lalu.

“Diajak sama Om Sarman. Orangtua tahu kalau Ghali main film, termasuk Ghali di Batam ini,” ungkapnya.

Sarman Galang Suradara dalam film tersebut mengatakan, keikutsertaan Ghali dalam film tersebut, berawal dari Ghali yang sering melihat proses syuting dalam pembuatan film ini. Selain Ghali, terdapat empat orang anak lainnya yang mengambil peran untu ikut serta dalam pembuatan film ini.

“Dalam film kami yang kedua ini, mereka tertarik ketika melihat kami syuting. Kami pun bertanya dengan orangtua mereka, dan mereka mengizinkan. Total ada lima orang anak,” ujarnya.

Ditemui usai launching film tersebut, pria yang juga Ketua Penggiat Perfilman Anambas ini mengaku, sejumlah adegan laga di film tersebut tidak memerlukan latihan khusus. Tidak jarang, untuk mendapatkan hasil serta gambar yang diinginkan, sejumlah pemain mengalami lebam dan ngilu usai menjalani proses syuting.

“Mengalir seperti itu saja. Tidak jarang ya seperti itu,” ungkapnya
seraya memenuhi permintaan sejumlah tamu undangan untuk berfoto bersama. (sya)

Unit Gegana Patroli Intensif di Batam

0
foto: Bambang Wiji Asmoro untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Brimob Polda Kepri membentuk unit kerja lengkap (UKL), yang didalamnya terdiri dari tim Jibom, dan taktis. UKL ini akan melakukan patroli intensif ke tempat-tempat keramaian, rumah ibadah dan objek vital negara. Patroli intensif ini untuk menyikapi perkembangan situasi keamanan yang terjadi di Indonesia.

“Adanya bom bunuh diri di Kampung Melayu. Kasat Brimob Kombes Pol Tory memberikan atensi pembentukan unit ini,” kata Kaden Gegana Brimob Polda Kepri AKBP Bambang Wiji Asmoro, kemarin.

UKL ini nantinya langsung berkomunikasi dengan masyarakat, memgenai apakah ada kegiatan mencurigakan terkait terorisme. Dengan adanya ini dapat mempermudah tim patroli dalam mengambil langkah-langkah dan cara bertindak apabila terdapat gangguan ataupun ancaman dari para pelaku teror.

“Kami mengharapkan peran aktif masyarakat bila menemukan orang – orang yang mencurigakan,  untuk segera melaporkan atau menghubungi petugas Polri terdekat guna meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai kemungkinan aksi teror yang dapat terjadi “, ujarnya.

Unit Jibom Detasemen Gegana, kata Bambang turut andil dalam bentuk pengamanan dan sterilisasi kegiatan doa bersama Gereja se-kota Batam dengan tema “Call for Pray Call for Unity” pada peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih, Kamis (25/5) di Sporthall Temenggung Abdul Jamal.

“Kami menurunkan 1 Unit Jibom dalam rangka pengamanan. Walaupun acara tersebut merupakan agenda tahunan kalender Kamtibmas, namun kami tidak ingin mengambil resiko atas ancaman yang akan terjadi. Kami tetap menurunkan Unit Inti Jibom untuk antisipasi perkembangan situasi Kamtibmas” tutur Bambang.

Bambang berharap dengan adanya kegiatan yang dilakukan jajaran Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kepri bersama Satuan Kewilayahan dapat menjaga situasi Kamtibmas, Batam bisa selalu kondusif dan terhindar dari para pelaku teror terutama menjelang dimulainya bulan suci Ramadan. (ska)

Perda PKB Progresif Menyimpan Bom Waktu

0
batampos.co.id – Rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melakukan perubahan terhadap Perda Nomor 1 tahun 2012 tentang Retribusi Daerah dan Perubahan Perda Nomor 8 tahun 2011 tentang Pajak Daerah Provinsi Kepri, ada baiknya mesti ditinjau ulang.
Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua memberikan sorotan terhadap rencana penerapan pungutan pajak kendaraan bermotor (PKB) dengan sistem progresif yang merupakan bagian dari perubahan perda ini, yang menurutnya adalah bom waktu yang seketika meledak akan menimbulkan permasalahan baru.
“Ada banyak hal yang mestinya diklarifikasi dulu, diidentifikasi dulu, sehingga setelah perda ini diubah dan disahkan tidak menimbulkan polemik,” kata Rudy, Rabu (24/5).
Hal pertama yang ingin Rudy sampaikan adalah perihal nama dan alamat sebagai parameter pemberlakuan pajak progresif. Menurutnya hal ini amat memberatkan. Bila mengacu pada potret realita hari ini, kata Rudy, masih ditemui banyak Kepala Keluarga (KK) dalam satu rumah. Sehingga jika salah satu keluarga membeli kendaraan kedua, besar biaya pajak yang dikenakan akan lebih besar dari pada kendaraan yang lebih dulu dibelinya.
“Ini berlaku kelipatan. Sementara harga kenaikannya, bisa mencapai dua kali lipat dari pada besar tagihan pajak kendaraan pertama,” kata Rudy.
Selain banyaknya KK dalam satu rumah, persoalan lain yang sering ditemui yakni keengganan masayrakat mengurus pergantian alamat pada dokumen data pribadi ketika pindah domisili, khususnya ketika masih berada di kota yang sama. Akibatnya, kata Rudy, jika alamat kendaraan terdahulu menggunakan alamat lama, lalu pengguna baru alamat yang sama membeli kendaraan, akan dikenakan besaran biaya pajak dua kali lipat dari kendaraan pertama.
“Meskipun kendaraan tersebut merupakan kendaraan pertama, milik pemegang baru alamat lama,” ujarnya.
Kemudian, ketika pembeli kendaraan tidak melakukan balik nama dari pemilik sebelumnya, dikhawatirkan juga menimbulkan persoalan ke depannya. “Sering ditemui pemilik kendaraan yang membeli kendaraan second tak membalik nama. Alasannya karena waktu dan perlunya mengeluarkan biaya ekstra,” tutur Rudy.
Oleh sebab itu, pada persoalan seperti ini pun, pemilik kendaraan bisa terkena kelipatan pembayaran pajak kendaraannya. Hal ini yang, kata dia, ke depannya pasti akan memberatkan dan mengagetkan masyarakat. “Apalagi dalam satu rumah, sudah hal biasa memiliki kendaraan lebih dari satu. Utamanya di kota besar seperti Batam,” ujarnya.
Dari situ, sebelum diberlakukan dan lantas terlanjur disahkan, Rudy menyarankan agar perubahan ranperda ini terlebih dahulu diurai lebih rinci agar tidak menimbulkan kegaduhan nanti setelah disahkan. Lalu setelah itu baru dapat disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.
“Jangan sampai nanti ketika sudah disahkan, masyarakat kaget dan mengaku tidak pernah tahu mengenai aturan baru ini. Kalau perlu, masyarakat juga dimintai pendapat mengenai penerapan PKB progresif. Jangan sampai perda yang diniatkan menambah pendapatan, justru menambah penderitaan,” pungkas Rudy. (aya)

Dishub Antisipasi Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran

0

batampos.co.id – Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas meminta kepada sejumlah pengusaha transportasi baik transportasi laut dan udara untuk inten dalam melayani rute ke Anambas. Hal ini dilakukan Pemda untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama bulan ramadan hingga lebaran nanti.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Anambas Nurman, mengatakan, perusahaan transportasi di Anambas ada tiga semuanya sudah dipanggil untuk duduk bersama membahas mengenai antisipasi lonjakan penumpang nantinya.

“Kita sudah lakukan koordinasi kepada pengusaha transportasi untuk mengatasi arus mudik dan arus balik lebaran,” ungkap Nurman, Rabu (24/5).

Jelas Nurman, untuk maskapai penerbangan yakni Express Air, sudah diminta diminta untuk menambah slot time penerbangan dari dua kali satu minggu yakni Senin dan Sabtu menjadi tiga kali dalam satu minggu yakni Senin, Kamis dan Sabtu.

“Kita sudah surati pihak maskapai dan hasilnya mereka bersedia untuk menambah slot time menjadi tiga kali, tapi saat ini masih dalam proses pengurusan izin di Kementerian,” ungkapnya lagi.

Pihaknya juga meminta pengurus ferry yang melayani rute
Tanjungpinang-Letung-Tarempa PP seven star, agar dapat menambah jadwal pelayaran selama bulan puasa hingga lebaran nanti.

Bukan hanya itu. Nurman juga mengaku sudah menghubungi pengurus ferry blue sea jet yang selama ini melayani rute Batam-Letung-Tarempa PP. Pihaknya meminta agar ferry tersebut juga ikut berpartisipasi dalam melayani transportasi di Anambas seperti sebelumnya.

“Kemarin ferry ini dikabarkan rusak, tapi kabarnya dalam waktu dekat ini akan segera beroperasi lagi, kalau tidak salah awal puasa sudah bisa beroperasi, tapi pastinya kita lihat nanti,” cetusnya. (sya)

Perda Mulok Baru di Tahap Naskah Akademis

0
Husnizar Hood. foto:dok

batampos.co.id – Wacana Provinsi Kepulauan Riau memiliki peraturan daerah mengenai muatan lokal kemelayuan yang diajarkan di sekolah-sekolah masih terus digesa. Wakil Ketua II DPRD Kepri, Husnizar Hood menyatakan, usulan ranperda itu kini sudah dalam tahap penyusunan naskah akademis.

“Sekarang masih di Biro Hukum. Kami masih menunggu lagi kelanjutannya seperti apa,” kata Husnizar, Rabu (24/5).
Kendati jarang terdengar mengenai pembahasan ranperda ini, Husnizar menyebutkan, ranperda ini tetap harus masuk dalam skala prioritas. Mengingat perda ini kelak juga akan bisa masuk dalam indikator pencapaian pemerintah daerah dalam menjadikan provinsi ini sebagai Bunda Tanah Melayu. Apalagi sejauh ini pemerintahan yang telah berjalan lebih dari setahun belum mampu menunjukkan indikator yang mengarah pada pencapaian visi-misi yang tertuang di RPJMD 2021.
Karena itu, Husnizar menilai perlu ada komitmen bersama agar ranperda ini bisa disahkan sebelum akhir tahun ini. “Harapannya begitu. Jangan ditunda-tunda, apalagi dengan alasan kerja yang masih menumpuk. Kalau mau itu ada seribu cara, kalau tidak ada seribu jalan,” tegasnya.
Husnizar menjelaskan, peraturan daerah tentang muatan lokal ini tergolong perda inisiatif. Artinya diusulkan untuk dibahas dan dirancang pada tahun ini berdasarkan masukan DPRD Kepri.
“Jangan mau kalah dengan Provinsi Riau. Di sana sudah ada delapan buku muatan lokal yang diajarkan di sekolah. Di Semarang lebih banyak lagi, sudah ada 14 buku. Masakan iya, Kepri yang mendaku Bunda Tanah Melayu ini tak punya satu pun buku muatan lokal,” terangnya.
Fakta ini tentu amat mencengangkan. Lebih-lebih jika mengingat bahwasanya episentrum kebudayaan Melayu itu pernah ada dan besar di Kepulauan Riau, dan sudah pasti bukan di Pekanbaru. Sehingga bagi Husnizar, tidak boleh tidak, bahwasanya tahun ini kerja perancangan peraturan daerah tentang muatan lokal perlu digesa. Lantaran tanpa payung hukum yang sah, susah bagi sekolah untuk mengajarkan nilai-nilai muatan lokal karena tidak ada aturan yang mengaturnya.
“Perda ini nanti yang akan jadi payung hukum. Sehingga nanti ketika buku-buku teks yang sudah tersedia bisa lekas didistribusikan ke sekolah dan diajarkan,” kata politisi yang juga Ketua Dewan Kesenian Kepri ini.
Dalam penyusunan rancangan peraturan daerah tentang muatan lokal, DPRD Kepri akan bersinergi dengan Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Pihak perguruan tinggi yang akan melakukan kajian aplikasi penerapan nilai-nilai muatan lokal agar bisa ditransformasikan menjadi buku teks ajar di sekolah-sekolah.
Setidaknya akan ada lima pokok bidang yang akan dimasukkan daftat rancangan buku teks ajar muatan lokal di sekolah. Mulai dari Sejarah Kepulauan Riau, Gurindam Dua Belas sebagai Budi Pekerti, Arab Melayu, Sastra Melayu, dan Adat Istiadat Melayu. Lima topik ini masing-masing akan dibuat satu buku khusus teks ajar yang akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang disasar. (aya)

Gunakan BPJS untuk Periksa Kesehatan Sebelum Sakit

0

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan Pemko Tanjungpinang telah berupaya keras mensukseskan program kesehatan nasional dan daerah di Kota Tanjungpinang.

Bentuk upaya itu dengan mengikut sertakan 58 ribu warga di empat kecamatan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Ingat, BPJS tidak hanya digunakan ketika pemegang kartunya sedang sakit. Tapi gunakanlah untuk pemeriksaan kesehatan berkala,” ujar Lis ketika dikonfirmasi, kemarin.

Dikatakan Lis, 58 ribu warga yang ditanggung biaya BPJS yaitu 40 ribu jiwa melalui APBN 2014, 14 ribu jiwa melalui APBD 2016 dan 4 ribu jiwa melalui APBD 2017. Ditargetkan 2019 mendatang seluruh warga di Kota Tanjungpinang sudah mengantongi kartu BPJS.

Selain menanggung biaya BPJS, kata Lis Pemko Tanjungpinang juga menyediakan pelayanan pengobatan gratis keliling kampung setiap pekannya. Kemudian juga pengobatan gratis disetiap puskesmas setiap bulannya.

“Jadi seperti road show. Keliling menjalankan program kesehatan keseluruh perkampungan. Dengan cara inilah kesehatan masyarakat bisa terjamin,” bebernya.

Besar harapan Lis seluruh warga Kota Tanjungpinang mampu memanfaatkan sebaik-baiknya pelayanan kesehatan yang diberikan setiap klinik, puskesmas dan rumah sakit. Karena dengan seluruh fasilitas itu bisa mencegah diri sendiri terhadap berbagai jenis penyakit.

“Cegahlah diri sejak dini sebelum sakit. Caranya sering memeriksakan diri,” ungkapnya. (ary)

Batam Pos Kerja Bakti dan Berbagi

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Menyambut bulan suci ramadan Batam Pos bersih-bersih di halaman Masjid Raya Batamcenter, Jumat (26/5/2017) pagi. Pada kegiatan itu, Batam Pos juga memberi bantuan paket sembako sebagai rangkaian menyambut ulang tahun Batam Pos ke 19.

Manager Iklan Batam Pos, Try Agus mengatakan kegiatan bersih-bersih merupakan agenda rutin Batampos jelang bulan ramadan. Tujuannya, agar tempat ibadah tersebut bisa nyaman digunakan untuk beribadah.

“Semoga dengan bersihnya lingkungan masjid, bisa membuat ibadah kita semakin nyaman. Dan ibadah puasa bisa berjalan dengan baik,” kata Try, kemarin.

Dikatakannya, berbagi paket sembako merupakan rangkaian ulang tahun Batam Pos, yang juga bertepatan dalam menyambut bulan suci ramadan. Dimana ada puluhan petugas kebersihaan di Batam, serta masjid raya yang menerima bantuan tersebut.

“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat,” terang Try.

Sementara Kepala Seksi Pengurangan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Rida Meilina, mengapresiasi kegiatan yang digelar rutin Batam Pos. Apalagi dalam meringankan beban petugas kebersihaan dengan pemberiaan paket sembako.

“Paket sembako ini tentunya sangat berguna bagi petugas kebersihaan, apalagi menyambut bulan ramadan. Dan saya tahu acara ini diselenggarakan setiap tahunnya,” terang Rida.

Hal senada juga dikatakan ustad Rudi, pengurus Masjid Raya yang menyampaikan rasa terimakasih atas kepeduliaan Batam Pos terhadap kebersihaan Masjid Raya. Begitu juga dalam pemberiaan paket sembako.

“Atas nama pengurus masjid saya mengucapkan ribuan terimakasi. Dan saya ucapakan selamat ulang tahun untuk Batampos, semoga semakin berkah dan berjaya selalu,” harap Rudi. (she)