Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13487

ANRI Restorasi 361 Lembar Naskah Kesultanan Lingga

0
Tim dari ANRI yang melakukan restorasi naskah sejarah Kesultanan Lingga di Daik. F. Hasbi/batampos.

batampos.co.id – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melakukan restorasi dan digitalisasi 361 lembar arsip sejarah Kesultanan Lingga yang tersimpan di Museum Linggam Cahaya.

Sub Direktorat Reproduksi dan Digitalisasi Arsip Nasional, Saptonoputro Edi Nugroho mengatakan ini dilakukan ANRI sebagai upaya penyelamatan Sejarah Nusantara di Indonesia. Ini juga jawaban dari surat dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga untuk membantu restorasi sejarah dan khazanan kesultanana Lingga.

“Ini yang kedua kalinya kami membantu restorasi naskah sejarah Lingga,” ungkapnya didampingi 4 staf Anri dan 2 orang staf perpustaan dan Kearsipan Provinsi Kepri di Daik, Rabu (29/3).

Dilanjutkan Edi, dari naskah-naskah kesultanan Lingga yang dilakukan restorasi dan digitalisasi yakni grant tanah Zaman Sultan Abdurrahman Mazzam Syah (1884-1911), Salinan Keputusan Mahkamah Kerajaan Lingga-Riau di Daik berupa manuskrip sebanyak 341 lembar. Selain itu berbagai naskah, manuskrip, huruf ketik dan huruf cetak lainnya.

Edi mengatakan, masih banyak lagi naskah-naskah juga manuskrip lain yang perlu juga dilakukan perawatan. Menurutnya di Lingga sangat perlu tempat penyimpanan yang memadai. Geografis laut dan suhu tropis disini bisa merusak arsip yang ada. Ini juga perlu menjadi perhatian serius dinas Arsip kabupaten dan pemerintah kabupaten Lingga.

“Digitalisasi ini juga akan dikembalikan ke daerah, untuk pengayaan sejarah di daerah itu sendiri,” terangnya.

Sementara itu, kepala Seksi Konsevasi, Ahli Media, Ahli Bahasa, Perpustakaan dan Arsip, Dinas Perpustaakaan dan Arisp Kepri James Simon Pattikawa mengatakan dalam hal perawatan naskah kuno Kesultanan Lingga di Daik perlu dilakukan sosialasi dari pemerintah daerah. Masih banyak naskah-naskah ditangan masyarakat yang harus mendapat perawatan. (mhb)

Nikita Mirzani Tersangka

0
Nikita Mirzani

batampos.co.id – Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/3) lalu menetapkan aktris Nikita Mirzani sebagai tersangka.

Ia tersandung kasus pengeroyokan terhadap asisten Julia Perez yang bernama Lucky beberapa waktu lalu.

“Iya sudah tersangka kok,” kata Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta saat dihubungi awak media.

Pihak kepolisian memastikan telah memberi tahu kedua pihak atas perkembangan kasus ini. “Pemberitahuan pasti sudah, tapi saat ini mungkin karena sibuk jadi belum bisa hadir,” jelasnya.

Sementara itu, Nikita Mirzani belum memberikan pernyataan usai status tersangka yang disandangnya.

Seperti diketahui, kasus pengeroyokan terhadap Lucky terjadi pada 29 Oktober 2016. Dia diduga dianiaya oleh teman berserta Nikita Mirzani di salah satu klub malam di Jakarta Selatan pada dini hari.(ded/JPG)

Hujan dan Angin Kencang Merata di Batam

0

batampos.co.id – Hujan deras disertai angin kencang terjadi di seluruh daerah di Batam sejak pukul 11.30 WIB tadi (30/3/2017).

Data yang dihimpun dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim, Batam, hujan ringan sebenarnya telah terjadi sejak pagi tadi. Tapi di siang hari, Batam akan diguyur hujan deras disertai petir dan angin kencang.

Kecepatan angin siang ini mencapai 30 Km/jam. Ini adalah angin dri timur laut dan suhu udara berkisar 24-31 derajar celcius.

Pantauan batampos.co.id, sejumlah ruas jalan di kota ini mulai tergenang akibat air meluap dari draenase. (spt)

Rusak Parah, Pedagang Tinggalkan Pasar Sawang

0
Kondisi bangunan pasar Sawang rusak parah dan tak layak lagi digunakan sebagai tempat berjualan, Rabu (29/3). F. Imam/batampos.

batampos.co.id – Kerusakan bangunan pasar rakyat Kelurahan Sawang Kecamatan Kundur Barat belakangan ini kian parah, bahkan atap dari seng banyak yang bolong. Kondisi ini sudah lama dikeluhkan sejumlah pedagang di pasar Sawang. Karena sampai sekarang belum ada perbaikan dilakukan.

Kondisi pasar yang rusak parah akhirnya banyak pedagang di Pasar Sawang yang meninggalkan lapalnya begitu saja. Mereka memilih berjualan di tempat lain, seperti di pinggir jalan raya.

Ketua pedagang pasar Sawang, Inggar mengatakan sudah lama pedagang mengeluhkan rusaknya pasar rakyat Sawang. Karena setiap harinya terdapat puluhan pedagang ikan, sayur dan sembaki berjualan di dalam pasar tersebut. Karena kondisi pasarnya rusak berat. Atap bangunan banyak yang sudah tidak ada lagi, kayu penyanggah juga banyak yang lapuk.

“Kami harapkan bupati Karimun Aunur Rafiq memperhatikan kondisi pasar Sawang yang sekarang rusak parah dan sudah ditinggalkan banyak pedagang,” ujar Inggar (ims)

Penerimaan Siswa Baru Perlu Sistem Kuota

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Karimun menjamin tidak ada anak di Karimun yang tidak bersekolah atau tidak mendapatkan kelas pada penerimaan siswa baru (PSB) tahun ajaran 2017/2018

”Untuk persediaan bangku sekolah SD dan SMP Negeri secara detil akan diketahui pada saat kita melakukan rapat khusus dengan masing-masing sekolah membahas kuota. Hanya saja, kalau gambarannya berapa jumlah yang tersedia berdasarkan jumlah siswa yang akan tamat,” ujar Kepala Diknas Kabhupaten Karimun, Bakri Hasyim kepada Batam Pos, Rabu (29/3).

Tahun ini jumlah siswa yang akan mengikuti ujian nasional tingkat SD sebanyak 4.637 siswa. Sehingga, diprediksi jumlah kursi yang tersedia jika pelajar tersebut tamat semuanya, maka bisa lebih sedikit. Begtiu juga dengan peserta ujian nasional tingkat SMP ada 4.064 siswa dan diperkirakan daya tampung nanti bisa mencapai 4.100 atau atau 4.090 siswa.

”Sangat diperlukan sistim kuota agar tidak terjadi penumpukan pendafataran pada satu sekolah tertentu. Sehingga, perlu diatur dan sekolah lain juga bisa mendapatkan murid. Jumlah SD di Kabupaten Karimun 147 sekolah, SMP ada 60 dan SMA ada 34. Dengan jumlah ini kita yakin anak-anak kita dapat ditampung seluruhnya,” terang Bakri.

Menyinggung tentang ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA, Bakri menyebutkan, sampai saat ini hanya tiga sekolah swasta saja yang melaksanakannya. Yakni, SMK Yaspika dan SMK Vi\dya Sasana yang ada di Pulau Karimun. Dan, ditambah satu lagi SMK Budi Mulya yang ada di Tanjungbatu.  (san)

Warga Perbaiki Pos Angkatan Laut yang Disapu Puting Beliung

0
Pos Pemantau Angkatan Laut Tanjungbatu yang rusak disapu angin puting beliung. F. Imam/batampos.

batampos.co.id – Warga Tanjungbatu bergotong royong membantu korban puting beliung. Meskipun tidak ada korban nyawa, namun banyak bangunan rumah, pelabuhan dan juga pos Pos pemantau angkatan laut yang bersebelahan dengan pelabuhan Indora Tanjungbatu rusak parah disapu angin puting beliung Selasa 28/3 kemarin.

Menurut Adi salah satu warga menyebutkan kejadian Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB, terjadi saat hujan gerimis yang disertai petir.  Saat itulah angin juga bertiup kencang dan menyapu bangunan atap pos angkatan laut hingga atapnya beterbangan. Sebelum menyapu pos angkatan laut, angin juga merusak parkir kendaraan di pelabuhan Tanjungbatu. Bagian atas pos angkatan laut rusak, sementara bagian depan masih tertahan.

“Saat kejadian tidak ada warga yang berani mendekat setelah angin reda baru beberapa orang melihat kerusakan pos angkatan laut tersebut. Bahkan warga juga membantu untuk mengumpulkan atap yang beterbangan dan memperbaiki pos angkatan laut tersebut,”kata Adi.

Kepala pos angkata laut di Kundur Sukardi saat dihubungi melalui ponselnya tidak menjawab. Kendatipun demikian kondisi pos angkatan laut Rabu 29/3 kemarin sudah diperbaiki bersama warga. Atapnya kembali dipasang, sementara kayu yang rusak juga sudah diganti. (ims)

8 Pasang Mahasiswa Tertangkap Berbuat Mesum di M-Box Pekanbaru

0
(ilustrasi)

batampos.co.id – Polisi kembali menangkap delapan pasangan muda-mudi yang diduga berbuat mesum di movie box (M-Box) di Pekanbaru, Riau, tadi malam, Rabu (29/3/2017).

Kelima pasangan mesum tanpa ikatan sah itu masih berstatus mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Pekanbaru.

Setelah melakukan pendataan dan pengarahan para pasangan tersebut diizinkan pulang. Polisi hanya menahan satu pasangan berinisial AY dan DP untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kondisi tempat nonton dijadikan tempat mesum bukan pertama kalinya terjadi.

Beberapa waktu lalu pihak Polsek Tampan juga menggelar razia di M-Box dan mendapati sepasang remaja tengah melakukan perbuatan asulisa.

Sekcam Tampan, Liswarti mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan pihak mengelola menyediakan tempat yang disalahperuntukan oleh pengunjung.

Dia meminta pemilik usaha untuk mengganti pintu yang lebih tranparan dan tidak bisa dikunci dari dalam agar aktivitas yang dilakukan pengunjung bisa terpantau.

“Sesuai rekomendasi yang kita berikan, pemilik bersedia mengganti pintunya tapi sampai saat ini tak juga direalisasikan,” ujarnya disela-sela meninjau kamar nonton di M-Box
Terkait persoalan ini dia mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali memanggil pemiliknya bernama Hendri. Namun, pemilik tak pernah mengindahkan pemanggilan tersebut.

“Kita panggil lagi pemiliknya jika tidak datang, kita rekomendasikan izinnya untuk dicabut,”jelasnya.

Sementara itu Iyan selaku penanggung jawab M-Box mengaku tidak tahu mengenai tempat nonton yang disinyalir dijadikan tempat mesum.

Dia mengatakan sebelum bekerja kamar nonton sudah seperti itu. “Saya tidak tahu juga, soalnya saya kerja menggantikan yang lama, tempatnya juga seperti ini dari dulu. Nanti usulan yang disampaikan pihak kecamatan akan disampaikan kepada pemilik,” jelas Iyan.(jpgroup/*3)

Tak Ada Lahan, Investor Jepang Batal Masuk ke Batam

0

batampos.co.id – Batam masih cukup menarik bagi para investor asing. Sayangnya, rencana investasi dengan modal ‘raksasa’ kerap urung direalisasikan karena tidak ada lahan yang tersedia.

Direktur Humas dan Promosi Badan Pengusaha (BP) Batam, Purnomo Andi Antono, mengakui hal ini. Di antara beberapa investor asing yang rencana investasinya di Batam terkendala lahan adalah Tsuneishi Group dari Jepang. Rencana investasi perusahaan shipyard asal Negeri Matahari Terbit itu dipastikan kandas karena BP Batam tak bisa menyediakan lahan seluas 40 hektare yang mereka butuhkan.

“Mereka sudah ancang-ancang. Tapi kami tak punya lahan seluas itu,” kata Andi, Rabu (29/3/2017).

Andi menyebut, saat ini memang masih tersedia lahan dengan luas total 1.800 hektare. Namun lahan tersebut tersebat di beberapa titik di Pulau Batam.

“10 hektare di sini, 20 hektare di tempat lain, terpencar. Sementara mereka maunya 40 hektare itu di satu lokasi,” terang Andi.

Lalu, pihak Tsuneishi mencoba mencari lahan dari para pengusaha yang ada di Batam. Namun pengusaha tersebut menawarkan tarif sewa lahan yang cukup mahal. Yakni 150 dolar Singapura per meter atau sekitar Rp 1.410.000 per meter per 30 tahun (kurs 1 dolar Singapura=Rp 9.400).

Tarif tersebut jauh lebih mahal dibandingkan dengan tarif Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Di mana tarif UWTO tertinggi saat ini hanya sekitar Rp 900 ribu per meter per 30 tahun. Itupun untuk lokasi paling strategis di kawasan Nagoya.

Selain tarifnya mahal, masa UWTO lahan yang ditawarkan pengusaha itu dipastikan tidak lama lagi. “Sisanya belum tentu 30 tahun. Gak ada jaminan, soalnya sudah lama (lahan itu berada di tangan pengusaha, red),” tuturnya.

Atas tawaran itu, pihak Tsuneishi Group berpikir dua kali. Sebab setelah dihitung, investasi yang harus mereka keluarkan bisa naik dua kali lipat. “Secara itung-itungan ekonomi nggak bagus. Karena harganya segitu, tak masuk lah mereka,” ungkapnya.

Menurut Andi, Tsuneishi Group sudah ditawari peluang investasi di Vietnam. Selain lahan tersedia, sewa atau harga lahan di sana jauh lebih murah dibandingkan di Batam. Namun Tsuneishi Group menolak karena menginginkan berinvestasi di Batam.

Andi mengakui, sebenarnya saat ini banyak lahan tidur yang bisa ditarik dan dialokasikan kepada calon investor yang membutuhkan lahan. Namun menurut dia, proses penarikan lahan tidak bisa dilakukan serta merta, melainkan harus mengikuti aturan dan prosedur yang ada.

“Bisa di-PTUN (digugat, red),” ucapnya.

Karena itu, dia berharap para pengusaha pemilik lahan tidur segera membangun lahannya. Jika tidak, dia menyarankan supaya segera mengembalikan ke BP Batam. Sebab masih banyak calon investor yang serius inngin berinvestasi, tetapi tak mendapatkan alokasi lahan.

Selain itu, dengan memanfaatkan lahan yang selama ini ditelantarkan, otomatis pengusaha akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Batam.

Saat ini, sambung Andi, BP Batam sudah memanggil sejumlah pemilik lahan tidur. Namun baru beberapa yang berkomitmen membangun lahannya dengan menyampaikan rencana pembangunan ke BP Batam.

“Tapi berapa jumlahnya, saya lupa,” kata Andi. (leo/ska/cr18)

Hasil Kajian Kenaikan HET Gas Hampir Rampung

0

batampos.co.id – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindag Bintan mengatakan kajian harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 Kg sudah hampir rampung

Menurut hasil kajian sementara, bila terjadi kenaikan, maksimal diperkirakan angka kenaikan hanya sebesar Rp 250. “Itu angka maksimalnya kalau terjadi kenaikan naiknya segitu, itu hasil kajiannya,” jelas Setia Kurniawan dari PPNS Disperindag selaku tim kajian, Rabu (29/3).

Sementara itu, kata Setia, untuk hasil akhir dari penentuan kajian (HET) gas elpiji 3 Kg, tersebut, tentunya akan diputuskan langsung oleh Bupati Bintan.

“Apakah bupati nanti tetap menetapkan besar angka Rp 250 tersebut atau tetap dengan HET lama, yakni Rp 15.000. Semua akan dilihat nanti,” terangnya.

Menurutnya angka kenaikan Rp 250 itu sudah melalui tahap kajian yang intensif. Angka itu sudah diacu dengan mendasarkan perhitungan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) harga berlaku terhadap harga konstan.

Setelah itu, akan dilakukan lagi pengujian terhadap kemampuan masyarakat dengan rencana kenaikan tarif atau HET. “Jadi angkanya seperti itu (Rp 250) tapi kalau putusannya tetap oleh kepala daerah (Bupati Bintan, red) yang menentukan,” tutupnya. (cr20)

Gaji Guru Tidak Tetap Minus Rp 2 Miliar

0

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Arif Fadillah mengatakan kebutuhan gaji Guru Tidak Tetap (GTT) di Kepri masih kurang Rp 2 miliar lagi. Karena kekurangan tersebut, Arif meminta Dinas Pendidikan untuk menyelesaikan apa yang menjadi prioritas pendidikan terlebih dahulu.

“Ya memang untuk kebutuhan gaji GTT yang baru kita ambil alih masih ada minus. Karena ini menyangkut gaji, tentu menjadi kebutuhan prioritas,” ujar Sekda Arif menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (29/3) usai membuka Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri di Hotel CK, Tanjungpinang, kemarin.

Ditanya berapa kekurangan tersebut, pria yang merupakan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kepri tersebut mengaku tidak mengetahui pasti. Menurut Arif, kebutuhan pendidikan sedaya upaya harus diakomodir. Karena menyangkut Indek Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kepri.

“Kepri membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal. Tentu ini berkaitan erat dengan dunia pendidikan. Mutu dan kualitas terpulang kepada kemampuan guru,” papar Sekda Arif.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir membenarkan adanya kekurangan tersebut. Menurut Arifin, pihaknya sudah membuat perhitungan terkait kebutuhan GTT di Kepri, yakni sebesar Rp 29,5 miliar. Akan tetapi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan evaluasi sebesar Rp3 miliar.

“Jumlah ini yang akan kita perjuangkan di APBD Perubahan nanti. Karena ini menyangkut gaji guru,” ujar Arifin Nasir.

Disinggung apakah sudah diteken Surat Keputusan (SK) bagi 1.501 GTT oleh Gubernur Nurdin. Menanggapi pertenyaan tersebut, Arifin mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Biro Hukum Provinsi Kepri.

“Kesimpulannya adalah SK tersebut cukup diteken oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Setelah ada petunjuk tersebut, segera akan terbitkan,” papar Arifin.(jpg)