Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13517

Presiden Tegaskan Rempang-Galang Milik Negara

0
Lahan yang berada di Galang masih tampak kosong bangunanya, tetapi lahan kosong ini sudah “dimiliki” perusahaan dan perorangan, Kamis (9/2). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Bapak – ibu pembaca situs berita batampos.co.id, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa seluruh lahan di kawasan Rempang dan Galang (Relang) merupakan lahan milik negara.

Karena itu, Presiden memastikan pemerintah tidak akan membayar ganti rugi jika suatu saat lahan tersebut diambil oleh pemerintah.

“Ini (Relang, red) miliknya Otorita (BP Batam, red). Ada hutan konservasi dengan sistem pinjam pakai. Ganti rugi itu bukan kepemilikan lahan tapi tanamannya,” kata Joko Widodo saat meninjau Bendungan Sei Gong di Galang, Batam, Kamis (23/3/2017).

Penyataan Jokowi ini menjawab keluhan sejumlah warga di Galang yang mengaku sebagai pemilik lahan yang terdampak pembangunan Waduk Sei Gong. Mereka berkukuh bakal menuntut ganti rugi kepada pemerintah melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Selain itu, saat ini juga banyak masyarakat yang mengklaim kepemilikan lahan di sana hanya dengan bermodalkan dokumen alas hak. Bahkan ada sejumlah perusahaan yang juga mengklaim sebagai pemilik lahan di beberapa titik. Padahal sejak tahun 2002, kawasan Relang sudah mengantongi status quo dari pemerintah pusat.

Sehingga lahan di Relang tidak bisa diperjualbelikan atau dialokasikan untuk keperluan investasi dan peruntukan lainnya. Jika Badan Pengusahaan (BP) Batam ingin mengalokasikan lahan di Relang, harus terlebih dulu mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

Ditanya, siapa yang akan mengelola lahan di Rempang dan Galang, karena ada dua institusi di Batam, yakni BP Batam dan Pemko Batam, Jokowi menegaskan Rempang dan Galang dikelola bersama.

“Ya, sama-samalah,” ujarnya.

Berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 867/2014 tentang tentang Kawasan Hutan Provinsi Kepulauan Riau, status hutan Rempang-Galang sesuai pembagian hutan masih masuk kawasan konservasi. Namun bukan berarti hutan konservasi tersebut tak bisa diberikan izin ke investor atau tak bisa diinvestasikan.

Namun sayang, dalam lawatannya kemarin Jokowi tidak mengungkapkan rencana pemerintah terkait masa depan Relang. Dia hanya menegaskan lahan Relang adalah milik negara.

“Batam dan hutan konservasi itu milik negara. Sama-sama tanah negara,” cetusnya.

Dalam konsepnya, pengelolaan hutan konservasi masih mutlak berada di kewenangan pemerintah pusat lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang pembagian urusan pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota.

Pengalokasikan lahan hutan konservasi harus meminta izin sekaligus mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sesuai dengan PP Nomor 28 Tahun 2011 tentang pengelolaan kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.

Namun jika BP Batam berniat untuk mengalokasikan lahan di sana, maka pola kerja samanya adalah pemanfaatan dalam bentuk pinjam pakai hutan. Sedangkan jika status lahannya adalah Area Peruntukan Lain (APL) maka Badan Pertanahan Nasional (BPN) baru bisa menerbitkan Hak Guna Bangunan (HGB).

Di tempat yang sama, anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Nursyiwan mengatakan seluruh kawasan Batam memiliki potensi yang besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kami melihat pemanfaatan kawasan Batam belum optimal. Padahal infrastruktur yang sudah dibuat di Batam sudah besar, seperti bandara, jalan raya, dan lainnya,” jelasnya.

Di kawasan Relang, BP Batam memiliki wilayah kerja seluas 715 kilometer. Selain itu, institusi yang kini dikepalai oleh Hatanto Reksodipoetro ini telah membangun sejumlah infrastruktur sejak tahun 1996. Dalam catatan BP, ada enam jembatan dan jalan raya sepanjang 70 kilometer.

Nursyiwan menilai persoalan birokrasi yang rumit mulai dari tingkat daerah, seperti dualisme kewenangan antara BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, hingga ke tingkat pusat harus segera dibenahi.

“Berbagai kendala yang menghambat investasi tidak perlu lagi ada. Harusnya tinggal jalan dan berkembang. Kita sudah banyak kehilangan waktu padahal potensi besar sekali untuk meningkatkan kapasitas perekonomian,” katanya.

Sebelumnya, Deputi IV Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, Purba Robert M. Sianipar, juga menegaskan pihaknya tidak akan melayani warga yang menuntut ganti rugi lahan di Rempang dan Galang. Sebab, kata dia, kepemilikan lahan di Relang dipastikan tidak sah.

“Itu tanah negara. Kalau kami bayar ganti rugi, bisa-bisa kami yang masuk penjara,” kata Robert, belum lama ini.

Menurut Robert, warga di Relang yang mengklaim memiliki lahan, termasuk lahan di lokasi pembangunan Waduk Sei Gong, hanya mengantongi surat alas hak. Sehingga dia memastikan, klaim kepemilikan lahan itu tidak sah.

Sementara Kepala Kantor Pengelolaan Lahan BP Batam, Imam Bachroni, mengatakan pengembangan kawasan Relang dan sekitarnya sudah sangat mendesak, seiring makin terbatasnya lahan di Kota Batam. Untuk itu, pihaknya terus menggesa penterbitan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) untuk kawasan Relang.

“Kami tengah mengurus (HPL) Relang,” ujar Bachroni.

Pihaknya hingga saat ini terus berkoordinasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk segera menerbitkan HPL di wilayah Relang ini. (leo)

Siswi SD Lolos dari Percobaan Penculikan

0
Camat Meral Irwan Dinovri ketika berdialog dengan pelajar kelas I SDN 008 Kelurahan Baran Kecamatan Mera. F.ist

batampos.co.id -Peristiwa percobaan penculikan anak terjadi di Tanjungbalai Karimun, Kamis (23/3). Korbannya siswi kelas 1 SD Negeri 008 Kelurahan Baran, Kecamatan Meral berinisial PAS.

Peristiwa ini berawal sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu korban didekati seorang pria. Pelaku menawari korban permen, dan kemudian dipaksa ke mobil yang sudah menunggu di luar lingkungan sekolah. Namun perbuatan pelaku mendapat perlawanan dari korban. Korban menjerit dan meminta pertolongan.

Takut aksinya diketahui warga, pelaku langsung melarikan diri. Tidak berselang lama, aparat kepolisian yang mendapat laporan, tiba di lokasi.

Camat Meral, Irwan Dinovri yang ditemui di lokasi mengakui ada upaya penculikan terhadap anak pelajar kelas satu SDN 008 tersebut. ”Syukurlah, aksi penculikan berhasil digagalkan. Pelaku berhasil melarikan diri menggunakan mobil,” jelas Irwan Dinovri.

Dikatakan Irwan, ia mengetahui kejadian percobaan penculikan dari istrinya yang saat itu ada acara di sekolah tersebut. ”Mendapat kabar, saya langsung mendatangi sekolah,” ujar Irwan.

Korban kata Irwan sempat melawan dan tidak mau dipegang tangannya oleh pria yang tidak dikenal tersebut. Bahkan korban sempat menggigit tangan pelaku.

Dilihat dari kondisi sekolah yang tidak berpagar, sehingga memungkinkan siapa saja bisa masuk ke lingkungan sekolah. Untuk itu pihak kecamatan akan mengusulkan kepada pada pemerintah daerah agar tahun ini sekolah dapat dibangun pagar.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno secara terpisah menyebutkan, ia bersama beberapa orang anggota datang ke sekolah PAS untuk melakukan penyelidikan.

”Sejauh ini memang baru dugaan percobaan penculikan, di tangan sebelah kanan korban terlihat bekas luka gorekan. Saat ditanya, korban masih memberikan keterangan yang berubah-ubah. Mungkin karena masih merasa takut,” ungkapnya.

Dikatakan Dwihatmoko, ciri-ciri pria yang menarik tangan korban saat kejadian menggunakan pakaian warna hijau dan menggunakan topi, tubuh kurus. Sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Ia menghimbau orang tua dan guru selalu mengawasi anaknya ketika sedang berada di luar rumah dan juga saat beada di jam sekolah. (tri)

Presiden @Jokowi: Batam Butuh Sumber Air Baku Lagi

0
Presiden Jokowi saat meninjau Waduk Sei Gong, Galang, Batam foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Proses pengerjaan Waduk Sei Gong di Pulau Galang, Kota Batam, Provinisi Kepri sudah mencapai 35 persen. Presiden berharap, kehadiran waduk ini menjadi solusi krisis air bersih di Batam.

“Berdiri di atas lahan seluas 355 hektare, anggarannya Rp 238 miliar dan bisa menampung 11 juta meter kubik. Kami harapkan pertengahan tahun depan (2018, red) sudah selesai sehingga kekurangan air baku di Batam bisa teratasi,” kata Presiden Indonesia, Joko Widodo, di Waduk Sei Gong di Galang, Rabu (23/3/2017).

Waduk Sei Gong merupakan satu dari 49 waduk yang dibangun di seluruh Indonesia dan merupakan rangkaian program kerja Jokowi periode 2015 dan 2019. Pembangunan awal dimulai pada awal 2016 lalu.

Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera) sedang membangun 65 waduk. 16 waduk merupakan peninggalan dari periode kepemimpinan sebelumnya.

“Nanti airnya bisa digunakan untuk di Galang, Rempang, dan Batam,” katanya lagi.

Sedangkan Menteri PU-Pera, Basuki Hadi Muljono yang turut mendampingi Presiden juga mengatakan pembangunan waduk untuk memenuhi kebutuhan air baku di Batam. Saat ini Batam membutuhkan 3.250 liter air bersih per detik.

“Dam yang ada saat ini baru produksi 2.800-an liter. Jadi masih kurang 400 liter per detik. Makanya Sei Gong hasilkan air baku 400 liter per detik,” papar Basuki.

Presiden mengingatkan kebutuhan air akan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi Batam.

“20 hingga 50 tahun ke depan dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi 5 hingga 6 persen, Batam butuh sumber air lagi,” katanya.

KemenPU-Pera, kata Basuki, akan terus mengembangkan waduk di Batam. Sei Gong diprioritaskan untuk menyuplai air ke pulau utama yakni Batam.

“Pengelolaan waduk nanti akan diserahkan ke BP Batam setelah waduk selesai dikerjakan,” imbuhnya.

Selanjutnya, setelah selesai pembangunan waduk, maka akan disiapkan juga pipa sepanjang 50 kilometer ke Batam. Desainnya tengah disiapkan, namun soal anggaran, Basuki mengaku belum mengetahui secara pasti.

“Anggaran Rp 238 miliar yang diberikan tidak termasuk untuk pipa,” jelasnya. (leo)

Orangtua Tak Terima Anak Diskors malah Sebut Guru Berpikir Kotor

0
ilustrasi

batampos.co.id – Usianya baru 12 tahun, yah… kira-kira kelas VI SD gitu lah….

Frances Halbeck diskors dari sekolah selama tiga hari karena persoalan yang begitu dewasa. Kepala sekolah menuduh siswa manis dan pendiam tersebut menjual mainan dewasa kepada teman-teman sekelasnya.

Orang tua Frances kaget ketika anaknya pulang sekolah dengan bete. Begitu mendengar bahwa Frances diskors selama tiga hari, keduanya spontan tepok jidat. Sebab, yang dijual anaknya adalah wigglies, mainan karet berisi air. Tak beda dengan mainan berbentuk bola, binatang, atau ubur-ubur berisi air warna-warni yang banyak dijual. Hanya, wigglies buatan Frances berbentuk lonjong.

”Ini kegiatan amal. Uangnya kami salurkan ke sekolah anak autis,” kata Frances kepada TMJ4. Mainan itu dijual USD 1 atau Rp 13 ribu per buah.

”Ini fungsinya untuk menenangkan. Kalau diremas terasa dingin, tapi juga kadang merosot dari genggaman. Sangat membantu buat anak-anak autis,” lanjut siswi Trinity Lutheran School di Racine, Wisconsin, itu.

Milt Halbeck, ayah Frances, sangat marah. Sebab, yang dituduhkan Pamela Amling, si kepala sekolah, jauh dari masuk akal. Dia juga balik menyebut Amling berpikiran kotor.

”Dalam imajinasi terliar sekalipun, tak akan ada satu orang dewasa pun yang melihat benda ini sebagai sex toys,” kata Milt Halbeck.(adn/c10/na)

Restoran 123 Ludes Terbakar

0
Warga sekitar sedang melihat Restoran Seafood 123 yang hangus terbakar Kamis (23/3). F. Sandi/batampos

batampos.co.id – Restoran Seafood 123 yang ada di tepi laut RT 002/ RW 003 Kelurahan Baran, Meral ludes terbakar, Kamis (23/3) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

”Saya terbangun karena terdengar ada suara ledakan dari bagian pintu depan restoran. Saya cari sumber suara ledakan tersebut. Begitu pintu saya buka, api sudah menyambar meteran listrik,” ujar Rosman anak dari pemilik restoran.

Tahu api sudah membakar sebagian kabel listrik, Rosman langsung membangunkan istri dan dua anaknya yang masih kecil keluar dari restoran. Rosman juga sempat memindahkan mobil menjauh dari lokasi restoran.

Tak hanya sekali, saat Rosman menyelamatkan anak istrinya menjauh dari kobaran api, terdengar lagi bunyi ledakan yang lebih besar yang diduga berasal dari gas elpiji ukuran 50 kilogram.

Api menghanguskan seluruh peralatan memasak. Sepeda motor 3 unit, kulkas 6 unit, tv 4 unit dan AC dua unit semua juga ludes terbakar. Akibat kebakaran ini diperkirakan kerugian lebih dari Rp 200 juta.

Saat awal kebakaran, warga sekitar sempat berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya seperti gayung. Tak lama 3 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian dan langsung menyemprotkan air ke sumber api.

Kapolsek Meral, AKP Syaiful Badawi secara terpisah membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Dalam waktu satu jam api berhasil dipadamkan dan tidak sampai meluas ke perumahan yang ada di samping dan kiri kanan bangunan restoran. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. (san)

Dor …. Mobil Terduga Teroris Tertembus Peluru

0
Jenazah terduga teroris yang tewas di Cilegon dibawa ke RS Polri, Jakarta Timur. (Istimewa)

batampos.co.id – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengungkapkan Detasemen Khusus 88 Anti Teror kembali membekuk anggota kelompok teroris (23/3/2017) di Ciwandan, Cilegon, Banten.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara anggota Densus 88 dengan empat terduga teroris yang menggunakan dua mobil. Saat coba dihentikan, salah satu terduga teroris nekat menabrakkan mobilnya ke kendaraan petugas.

Mobil pertama dikendarai dan ditumpangi oleh terduga teroris bernama Achmad Supriyanto dan Icul Pamulang. Lalu, mobil kedua dikemudikan oleh Nanang Kosim bersama Ojid Abdul Majid.

”Petugas sudah mengintai dan mengikuti mereka sejak dari arah Anyer,” paparnya.

Saat berada di sekitar Ciwandan, tepatnya berdekatan dengan pabrik semen Merah Putih, kedua mobil yang dikendari terduga teroris melambat. Kondisi itu membuat Densus 88 mengambil keputusan untuk menghentikan kendaraan tersebut. Petugas memotong jalur kedua mobil terduga teroris dan menghalanginya dengan mobil.

”Achmad dan Icuk yang berada di mobil pertama langsung menyerah,” jelasnya.

Namun, berbeda dengan Nanang dan Abdul yang menggunakan mobil kedua. Mereka justru melakukan perlawanan pada petugas dengan memacu kendaraan dan menabrak mobil petugas.

”Saat berupaya melarikan diri itu petugas melakukan pengejaran dan upaya melumpuhkan,” jelasnya.

Petugas terpaksa melakukan penembakan ke arah kendaraan tersebut. Akhirnya, kedua terduga teroris menghentikan kendaraannya. Mereka berhasil dilumpuhkan dengan kondisi Nanang tertembak di bagian dada dan Abdul tertembak di bagian tangan.

”Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diselamatkan. Sayangnya, saat dalam perjalanan, Nanang menghembuskan nafas terakhirnya, dia meninggal,” ujar Rikwanto.

Dalam penangkapan itu, ditemukan sebuah senjata api jenis FN. Belum diketahui dari mana asal senjata api tersebut.

Keberhasilan Densus 88 Anti Teror dalam membekuk empat anggota kelompok teror ini memiliki arti yang begitu penting. Pasalnya, keempat terduga teroris itu memiliki rencana yang begitu berbahaya. Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, rencana yang akan dilakukan kelompok ini adalah pelatihan militer di Halmahera.

”Pelatihan militer ini tujuannya lebih besar,” ungkapnya.

Setelah pelatihan militer dilakukan, maka ada upaya untuk membuat Halmahera menjadi basis kelompok teror yang menggantikan Poso.

”Ini upaya menggagalkan pelatihan militer itu,” jelasnya.

Yang paling berbahaya di antara keempat teroris adalah Nanang. Dia memiliki sejumlah peran yang begitu signifikan. Pada 2015 Nanang mengikuti rapat kelompok teror Jamaah Ansharu Daulah (JAD) di Batu Malang. Sebagaimana diketahui, JAD ini dipimpin Amman Abdurrahman.

”Nanang ini memiliki kemampuan dalam teknik persenjataan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Nanang juga berperan dalam aksi teror Bom Thamrin awal 2016. Dia menyembunyikan Abu Asybal salah satu pelarian yang diduga terlibat Bom Thamrin.

”Peran lainnya, dia juga pernah membuat bom pada 2016 di Gorontalo bersama terduga teroris bernama Fajrun,” ujarnya.

Boy menjelaskan, Nanang ini juga melakukan pembelian M 16 yang diduga akan dipergunakan dalam aksi teror. Tidak berhenti di situ, terduga teroris yang meninggal ini juga mengetahui dan menyembunyikan pelaku bom Samarinda Andi Bakso.

”Dia banyak terlibat aksi ya,” urainya.

Untuk peran dari tiga terduga teroris yang lain yang ditangkap bersama Nanang, Boy mengaku belum bisa menyebutkan. Menurutnya, ketiga terduga teroris lain sedang didalami perannya.

”Semua sedang pendalaman,” papar mantan Kapolda Banten tersebut.

Tidak hanya empat terduga teroris yang ditangkap, masih ada empat terduga teroris lain yang ditangkap di sejumlah tempat yang berbeda. Yakni, Suryadi Masud alias Abu Ridho, Bambang Eko Prasetyo, Adi Jihadi dan Mulyadi.

”Untuk S alias AB ini ditangkap di  sebuah hotel Pesanggerahan, Tanjung Baru, Cikarang Timur, Bekasi,” paparnya.

Dia menuturkan, Suryadi memiliki peran mengetahui dan membangun jaringan kelompok teror Indonesia dengan Filipina Selatan atau kelompok Abu Sayyaf.

”Yang bersangkutan juga mendanai aksi bom Thamrin,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari Suryadi, diketahui bahwa dia ini sudah tujuh kali bolak-balik Indonesia- Filipina. Di Filipina, dia membeli senjata berupa 17 pucuk M 16 dan 1 Pucuk M 14.

”Tapi, sebelumnya dilakukan pembelian lima pucuk pistol,” papar Boy.

Lima pucuk pistol inilah yang kemudian disebar, dua untuk aksi bom Thamrin dan tiga pucuk pistol untuk Zaenal Anshori.

”Tapi, Suryadi ini hanya orang suruhan, yang menyuruhnya adalah Rois, terpidana mati kasus terorisme,” jelasnya.

Untuk penangkapan terhadap Bambang Eko dilakukan di sebuah bengkel di Sarua, Ciputat, Tangerang Selatan pukul 13.08.

”Bambang ini terlibat dalam jaringan Suryadi dan ikut pelatihan militer yang dilakukan di Filipina,” ujarnya.

Terduga teroris lain bernama Mulyadi ditangkap di Pandeglang. Namun, belum diketahui apa perannya.

”Abu Jihadi yang juga ditangkap di Pandeglang, juga belum diketahui apa saja keterlibatannya,” ujarnya. (idr/jpgrup)

Ramli dan Fikri Bukan Diculik, Tapi Main di Warnet

0

batampos.co.id – Ramli Eko Saputra, 9, dan Muhammad Fiki, 10, siswa kelas IV SD satu atap 013 Dompak Lama, akhirnya ditemukan setelah kedua orang tua masing-masing bocah tersebut Andre Kusman, 44, dan Seli, 36, menyatakan kehilangan anaknya, Rabu (22/3) siang, karena khawatir diculik orang. Seperti isu yang berkembang tentang penculikan anak, yang belakangan ini ramai diberitakan belakangan ini.

Ditemui di rumahnya di Sungai Sudip, Dompak. Andre mengatakan sebelum anaknya ditemukan, dirinya khawatir anaknya itu diculik orang. Sebab, tidak pulang ke rumah selama dua hari. Dirinya dan warga pun telah mencari kemana-mana untuk mengetahui keberadaan Ramli dan Fikri.

“Fiki dan Ramli tidak pulang ke rumah karena bersembunyi di tempat warung internet (warnet). Padahal kami sudah cari kemana-mana,”ujarnya, Kamis (23/3) siang.

Dikatakan Andre, dirinya sudah berkali-kali mengingatkan anaknya agar langsung pulang ke rumah setelah jam belajar di sekolah selesai. Memang, diakuinya, anaknya tersebut jarang pulang ke rumah, kecuali perutnya lapar.

“Namun, dua hari terakhir setelah ditunggu-tunggu tak kunjung pulang. Dijemput di sekolah sudah tidak lagi. Mereka berdua (Ramli dan Fikri) pergi saat sudah pulang sekolah,”katanya.

Kedua anak itu, sambung Andre, tidak pulang ke rumah karena mencuri uang perpustakaan sekolah sebanyak Rp 450 ribu. Kemudian, keduanya bersembunyi main di warnet. “Tidak pulang ke rumah, karena uangnya masih ada ditangan mereka,”terang Andre.

Sementara itu, ayah Rami, Seli, menambahkan sekarang ini banyak terdengar aksi penculikan anak. Maka dari itu ia pun khawatir jika anak lelakinya itu diculik orang. Namun, untungnya ada warga yang melihat anaknya tersebut berada di kawasan batu 10.

“Khawatirnya itu dia diculik orang. Soalnya kan marak pemberitaan penculikan anak,”ujar Seli.

Untungnya, Kamis (23/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Fikri yang ditemukan di kawasan batu 10 langsung dibawa pulang oleh warga. Yang mana selama tidak pulang ke rumah, dirinya tidur di rumah temannya. Orang tuanya pun merasa lega melihat anaknya sudah pulang kerumah dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah sudah ditemukan dua-duanya dalam kondisi sehat waalfiat,”,ucap Andre.

Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Rahma, yang mendengar kabar adanya anak hilang pun langsung mendatangi rumah orang tua kedua bocah itu. Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Dia menuturkan, sekarang ini banyak beredar informasi penculikan anak kerap terjadi di mana-mana. Sebelum ditemukan, Rahma juga khawatir terhadap Fiki dan Ramli menjadi korban penculikan.

“Sekarang kan lagi trending topik kasus penculikan anak, untuk itu saya harap semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama orangtuanya masing-masing,”ujar Rahma di rumah Andre.

Rahma juga prihatin dengan lemahnya pengawasan Pemko Tanjungpinang terhadap warnet yang beroperasi selama 24 jam. Untuk itu, kata dia, pemerintah harus segera menertibkan warnet-warnet nakal yang beroperasi selama 24.

“Kami sangat menyayangkan warnet dijadikan tempat anak-anak untuk bermain. Pemda harus segera menertibkan warnet nakal itu,”pungkasnya.(ias)

Proyek APBD Senilai Rp 549 M Belum Satupun Dilelang

0
batampos.co.id – Proyek atau program kegiatan yang dialokasikan melalui APBD Pemko Tanjungpinang 2017 kepada 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum satupun yang dilelang. Padahal sesuai jadwalnya proyek sebanyak 244 paket dengan memiliki 646 kegiatan senilai Rp 549.480.890.220 itu sudah harus dilaksanakan April mendatang.
Bedasarkan data rekapitulasi program kegiatan dari belanja langsung APBD 2017. Alokasi dana yang terbesar dikucurkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yaitu Rp 92.155.270.225 untuk melaksanakan 19 paket dengan memiliki 41 kegiatan. Kemudian Dinas Pendidikan (Disdik) dikucurkan sebesar Rp 64.977.557.162 untuk melaksanakan 8 paket dengan memiliki 38 kegiatan, Seketariat Daerah (Setda) Pemko Tanjungpinang dikucurkan sebesar Rp 60.505.553.087 untuk menlaksanakan 21 paket dengan memiliki 48 kegiatan.
Berikutnya, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) atau RSUD Tanjungpinang dikucurkan sebesar Rp 57.436.916.855 untuk melaksanakan 5 paket dengan memiliki 7 kegiatan. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan, dan Pertamanan (DPRKPKP) dikucurkan sebesar Rp 49.012.643.617 untuk melaksanakan 7 paket dengan memiliki 17 kegiatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) dikucurkan sebesar Rp 38.895.851.795 untuk melaksanakan 18 paket dengan memiliki 50 kegiatan. Setda DPRD Tanjungpinang dikucurkan sebesar Rp 26.988.945.000 untuk melaksanakan 5 paket dengan memiliki 21 kegiatan.
Kemudian, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) dikucurkan sebesar Rp 15.674.052.427 untuk melaksanakan 11 paket dengan memiliki 47 kegiatan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dikucurkan sebesar Rp 10.815.458.205 untuk melaksanakan 8 paket dengan memiliki 24 kegiatan. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dikucurkan sebesar Rp 10.571.343.298 untuk melaksanakan 4 paket dengan memiliki 24 kegiatan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dikucurkan sebesar Rp 10.159.883.712 untuk melaksanakan 8 paket dengan memiliki 15 kegiatan.
Selanjutnya, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) dikucurkan sebesar Rp 10.055.730.800 untuk melaksanakan 10 paket dengan memiliki 24 kegiatan. Dinas Sosial (Dinsos) dikucurkan sebesar Rp 9.060.337.000 untuk melaksanakan 6 paket dengan memiliki 20 kegiatan. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dikucurkan Rp 8.129.856.900 untuk melaksanakan 7 paket dengan memeiliki 16 kegiatan. Dinas Perhubungan (Dishub) dikucurkan Rp 7.339.615.000 untuk melaksanakan 7 paket dengan memiliki 13 kegiatan. Inpektorat dikucurkan Rp 6.884.476.700 untuk melaksanakan 5 paket dengan memiliki 19 kegiatan. Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) dikucurkan Rp 6.689.310.000 untuk melakasanakn 5 paket dengan memiliki 16 kegiatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikucurkan Rp 6.336.006.238 untuk melaksanakan 4 paket dengan memiliki 9 kegiatan.
Sedangkan proyek dibawah Rp 5 miliar. Yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) dikucurkan Rp 5.993.875.500 untuk melaksanakan 7 paket dengan memiliki 25 kegiatan. Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) dikucurkan Rp 4.837.812.000 untuk melaksanakan 8 paket dengan memiliki 16 kegiatan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dikucurkan Rp 4.598.950.456 untuk melaksanakan 6 paket dengan memiliki 10 kegiatan.Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (BPAPM) dikucurkan Rp 4.399.677.030 untuk melaksanakan 9 paket dengan memiliki 22 kegiatan.
Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM dikucurkan Rp 4.272.299.200 untuk melaksanakan 5 paket dengan memiliki 10 kegiatan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dikucurkan Rp 3.808.334.660 untuk melaksanakan 3 paket dengan memiliki 14 kegiatan. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dikucurkan Rp 3.143.854.201 untuk melaksanakan 3 paket dengan memiliki 11 kegiatan. Badan Kesbangpol dan Pemberdayaan Masyarakat dikucurkan Rp 2.779.643.500 untuk melaksanakan 5 paket dengan memiliki 8 kegiatan. Diskominfo dikucurkan Rp 1.794.810.000 untuk melaksanakan 4 paket dengan memiliki 8 kegiatan serta Setda Pengurus Kopri dikucurkan Rp 1.190.421.191 untuk melaksanakan 3 paket dengan memiliki 5 kegiatan.
“Jadi semua paket dan kegiatan yang dialokasikan kepada OPD belum ada yang dilelang satupun. Sebab ada kendala-kendala yang memperlambat pelelangan. Namun dalam waktu dekat ini kami akan menggesanya,” ujar Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah ketika dikonfirmasi, Kamis (23/3).
Ditanya proyek yang dialokasikan kepada empat kecamatan, Lis mengaku juga belum bisa dilakukan pelelangan sebab ada beberapa kendala yang menghambatnya juga. Sehingga pelaksanaan kegiatan diempat kecamatan tersebut belum dapat dilaksanakan saat ini juga.
Dijelaskannya, Kecamatan Tanjungpinang Barat dialokasikan Rp 4.504.993.196 untuk melaksanakan 6 paket dengan memiliki 13 kegiatan. Kemudian Kecamatan Tanjungpinang Timur dikucurkan Rp 4.294.319.522 untuk melaksanakan 6 paket dengan memiliki 13 kegiatan. Lalu, Kecamatan Bukit Bestari dikucurkan Rp 4.756.284.868 untuk melaksanakan 8 paket dengan memiliki 15 kegiatan dan terakhir Kecamatan Tanjungpinang Kota dikucurkan Rp 3.264.616.398 untuk melaksanakan 8 paket dengan memiliki 15 kegiatan.
“Seluruh proyek di 33 OPD termasuk kecamatan ada 244 paket dengan memiliki 646 kegiatan. Saya janji semua proyek itu dapat dilelang dan dilaksanakan bulan depan,” ungkapnya. (ary)

Sosialisasi Pencegahan Penculikan Anak

0
 Sosialiasi yang dilakukan Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Efendri Ali kepada pelajar di SD 015 Tanjungpinang disaksikan Anggota DPRD Tanjungpinang, Kamis (23/3). F.Osias

batampos.co.id – Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, melakukan sosialisasi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 015 Tanjungpinang Timur sebagai langkah antisipasi terkait isu penculikan terhadap anak yang heboh belakang ini, Kamis (23/3).

Dalam Sosialisasi tersebut, Komisi I DPRD Tanjungpinang yang diwakili oleh Rahma, menggandeng Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (BP3AD) Kota Tanjungpinang dan juga pihak Polsek Tanjungpinang Timur yang memberikan pemahaman terhadap pelajar SD agar terhindar dari penculikan anak yang isunya belakangan ini merebak secara nasional.
Ditemui usai memberikan sosialisi terhadap pelajar SD 015 Tanjungpinang Timur, Rahma, mengatakan isu penculikan terhadap anak di Tanjungpinang memang belum terbukti. Namun, jika hal tersebut memang suatu kebenaran, maka harus bisa dicegah.
”Salah satunya, memberikan pengetahuan kepada siswa cara mengenali gerak gerik orang yang diduga sebagai pelaku dan mengantisipasi hal tersebut terjadi,”ujar Rahma.
Dikatakan Rahma, melalui sosialisasi yang dilakukan pihaknya dengan menggandeng BP3AD serta Polsek Tanjungpinang Timur, diharapkan anak bisa mngetahui ciri orang yang tak dikenal dan yang mereka curigai hendak melakukan kejahatan.
”Sosialiasi ini memang sengaja kami lakukan, yaitu seperti yang saya bilang tadi. Agar anak-anak bisa mengenali gerak gerik orang yang dicurigai. Hal ini sebagai langkah mengantisipasi hal tersebut terjadi di Tanjungpinang,”ujar wanita berkerudung tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Efendri Ali, mengatakan melalui sosialisai tersebut. anak dapat meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, pengawasan anak ketika berada di sekolah juga lebih ditingkatkan oleh pihak sekolah.
”Begitu juga peran serta orang tua juga sangat penting untuk selalu mengawasi anaknya,”ujar Efendri.
Dikatakan Efendri, pihaknya dalam hal ini melalui Babinkamtibmas juga telah melakukan sosialisasi ke Sekolah diwilayah hukum Polsek yang dipimpinnya. Bahkan, saat ini pihaknya juga tengah membuat himbauan melalui spanduk, brosur serta pamlet terkait isu penculikan terhadap anak.
”Tujuannya agar minimal masyarakat membaca dan meningkatkan kewaspadaan, sebagai bentuk antisipasiagar terhindar dari hal yang tidak diinginkan,’ucapnya.
Terpisah, Kepala SDN 015 Tanjungpinang Timur, Ramli, mengaku kegiatan sosialiasi yang dilakukan komisi I DPRD Tanjungpinang dan pihak Kepolisian sangat bermanfaat. Sebab, sikap waspada tidak hanya dari guru saja untuk selalu mengawasi murdinya. Tapi, dari diri murid itu sendiri juga sangat penting.
”Kami sangat berterima kasih, karena melalui kegiatan itu, menambah pengetahuan anak didik. Seperti contoh yang disampaikan pak Kapolsek tadi, jangan mau untuk mengikuti orang tak dikenal ketika diajak,”katanya.
Selain kegiatan sosialiasi terkait isu penculikan anak. Rahma, yang merupakan anggota DPRD Tanjungpinang, yang terpilih dari Dapil Tanjungpinang Timur, juga menyerahkan bantu alat kompang untuk SDN 015 itu. Kompang tersebut pun langsung diterima oleh pihak Sekolah.
“Ini (Kompang) untuk kegiatan ekstrakurikuler para pelajar disini,”ucapnya.
Pantauan di lapangan, para pelajar tersebut sangat antusias mendengarkan sosialiasi yang dilakukan oleh Rahma dan juga pihak berwajib. Mereka pun hening dan menjawab ketika Kapolsek Tanjungpinang Timur, menyampaikan hal yang berkatan dengan penculikan anak.(ias)

Kasus Pungli, Kejati Terima SPDP Dirut BUMD

0
Ferrytas. Foto: Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama tersangka Asep Nana Suryana, Direktur Utama (Dirut) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang telah diterima Kejati Kepri dari Penyidik Polda Kepri atas dugaan kasus korupsi, sebagai penerima aliran dana pungutan liar (pungli) uang sewa kios dan lapak di Pasar Tanjungpinang.

Aspidsus Kejati Kepri, Ferytas mengatakan SPDP itu diterima pihaknya dari tim penyidik Polda Kepri, pada Selasa (21/3) lalu. Untuk itu, pihaknya pun telah menunjuk dua orang Jaksa untuk meneliti pemberkasan dari Polda Kepri.

“Jaksa yang pegang berkas Siswanto dan Herman. Mereka juga yang memegang perkara pungli atas nama tersangka lainya yakni Slamet,”ujar Ferytas.

Dikatakan Ferytas, pihaknya siap membantu tim penyidik Polda Kepri dalam melengkapi berkas kasus tersebut. Yakni dengan memberikan petunjuk sesuai prosedur hukum yang berlaku, sebelum berkasnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang untuk disidangkan.

”Jika dalam berkasnya ada kekurangan nanti kami berikan petunjuk yang dibutuhkan agar dilengkapi,”kata Ferytas.

Dijelaskan Ferytas, dugaan kasus tersebut termasuk dalam ranah hukum tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dan diancamPasal 11, juncto Pasal 12 huruf (a) dan Pasal 12 huruf (e) juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, UU Nomor 31 tahun 1999sebagaimana dirubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang tidak pidana korupsi, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Seperti diketahui sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kepri. Sebab Asep terbukti ikut menikmati aliran dana dari praktik pungutan liar (pungli) penyewaan lapak dan kios di Pasar Bintan Center.

Penetapan Asep sebagai tersangka, dilakukan tim penyidik Polda Kepri berdasarkan pengembangan Tim Saber Pungli Polda Kepriberhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap, Selamat, karyawan BUMD yang bertugas menarik setoran penyewaan lapak dan kios. Selamat diamankan beberpa personil kepolisian ketika sedang bertransaksi dengan salah satu pedagang di Pasar Bintan Center, Batu 9.

Setelah penangkapan tersebut, Tim Saber Pungli melakukan pemeriksaan terhadap Dirut BUMD. Kemudian juga memeriksa anaknya Dirut BUMD, Sangaji. Sebab Sangaji bekerjasama dengan tersangka OTT dalam mengeluarkan Surat Penyewaan (SP) seluruh lapak dan kios yang dikelola BUMD. Kemudian Sekda Pemko Tanjungpinang, Riono yang juga menjabat sebagai dewan direksi BUMD ikut diperiksa untuk memberikan kesaksian.

Praktek pungli ini diduga telah berjalan sejak tahun 2014 lalu, namun para pedagang tidak ada yang berani melaporkan karena takut akan diusir dari kios dan lapaknya karena tidak memiliki tempat untuk berjualan lagi.(ias)