
Sania produksi Wilmar Grup yang saat ini sedang diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri
batampos– Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan terkait ketersediaan bahan pokok, yakni beras. Pemantauan langsung dilakukan di beberapa ritel dan pasar rakyat. Hasilnya, stok atau persediaan beras di Karimun menipis. Bahkan, jika tidak segera ditindaklanjuti, tidak menutup kemungkinan akan terjadi krisis beras.
”Memang benar, kita sudah cek ke ritel-ritel modern dan juga pasar tradisional stok beras menipis. Pengakuan para pedagang karena kesulitan mendapatkan beras disebabkan Gudang distributor banyak kosong. Artinya, tidak semua distributor ,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra kepada Batam Pos, Kamis (30/7).
Berdasarkan hasil pemantauan juga, tambahnya, stok beras di Karimun saat ini hanya ada
sebanyak 535,92 ton. Dengan rincian 449, 45 ton itu beras Bulog yang tersedia di gudang Bulog Karimun dan di distributor hanya ada sisa 86,47 ton. Jika dilihat dari kebutuhan beras per minggu di Kabupaten Karimun jumlahnya sebanyak 464,70 ton.
”Jika melihat kebutuhan dengan stok beras yang ada termasuk yang ada di Bulog memang
mencukupi. Hanya saja, untuk diketahui, beras Bulog ini tidak bisa sembarangan bisa dikeluarkan.Ketentuannya sudah ada. Salah satunya, satu orang hanya bisa membeli dua kampit atau 10 kg beras Bulog jenis SPHP,” ungkapnya.
Bukan itu saja, lanjut Sukrianto, ritel-ritel tidak bisa membeli langsung ke Bulog kalau bukan atau belum terdaftar secara resmi sebagai mitra Bulog. Untuk Pulau Karimun Besar yang saat ini menjadi mitra Bulog hanya ada dua. Yakni, unis usaha dari PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) dan rumah pangan kita (RPK) yang ada di Pasar Puan Maimun.
”Tentunya untuk mengatasi stok beras dalam waktu singkat di pasar agar tidak terjadi kekhawatiran masyarakat, maka diharapkan dari Bulog untuk melakukan operasi pasar. Sambil kita mengajak ritel-ritel untuk dapat menjadi mitra baru dari Bulog. Tata caranya daftar dan kemudian kita sebagai salah satu instansi yang bisa melakukan verifikasi. Setelah selesai verifikasi baru datanya dikirim ke Badan Pangan Nasional (Bapanas),” jelasnya.
Dikatakannya, hari ini (rabu, red) sebagai bentuk antisipasi agar stok beras bisa tetap tersedia di pasar, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Cabang Bulog Batam dengan menyampaikan hasil pantauan dan kondisi di lapangan. Tujuannya agar beras Bulog SPHP yang ada di gudang Bulog Karimun bisa segera disalurkan ke pasar. Tembusan surat juga disampaikan ke Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas. (*)
Reporter: Sandi
Artikel Stok Beras di Karimun Menipis, Gudang Distributir Banyak Kosong pertama kali tampil pada Kepri.









