Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 1353

Stok Beras di Karimun Menipis, Gudang Distributir Banyak Kosong

0
Berbagai jenis merek beras di jual di swalayan Karimun, termasuk beras merek
Sania produksi Wilmar Grup yang saat ini sedang diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri

batampos– Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan terkait ketersediaan bahan pokok, yakni beras. Pemantauan langsung dilakukan di beberapa ritel dan pasar rakyat. Hasilnya, stok atau persediaan beras di Karimun menipis. Bahkan, jika tidak segera ditindaklanjuti, tidak menutup kemungkinan akan terjadi krisis beras.

”Memang benar, kita sudah cek ke ritel-ritel modern dan juga pasar tradisional stok beras menipis. Pengakuan para pedagang karena kesulitan mendapatkan beras disebabkan Gudang distributor banyak kosong. Artinya, tidak semua distributor ,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra kepada Batam Pos, Kamis (30/7).

Berdasarkan hasil pemantauan juga, tambahnya, stok beras di Karimun saat ini hanya ada
sebanyak 535,92 ton. Dengan rincian 449, 45 ton itu beras Bulog yang tersedia di gudang Bulog Karimun dan di distributor hanya ada sisa 86,47 ton. Jika dilihat dari kebutuhan beras per minggu di Kabupaten Karimun jumlahnya sebanyak 464,70 ton.

BACA JUGA: BC Tangkap Upaya Penyelundupan Beras 714,25 Ton, Semester I 2025, Bea Cukai Lakukan 14.657 Penindakan

”Jika melihat kebutuhan dengan stok beras yang ada termasuk yang ada di Bulog memang
mencukupi. Hanya saja, untuk diketahui, beras Bulog ini tidak bisa sembarangan bisa dikeluarkan.Ketentuannya sudah ada. Salah satunya, satu orang hanya bisa membeli dua kampit atau 10 kg beras Bulog jenis SPHP,” ungkapnya.

Bukan itu saja, lanjut Sukrianto, ritel-ritel tidak bisa membeli langsung ke Bulog kalau bukan atau belum terdaftar secara resmi sebagai mitra Bulog. Untuk Pulau Karimun Besar yang saat ini menjadi mitra Bulog hanya ada dua. Yakni, unis usaha dari PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) dan rumah pangan kita (RPK) yang ada di Pasar Puan Maimun.

”Tentunya untuk mengatasi stok beras dalam waktu singkat di pasar agar tidak terjadi kekhawatiran masyarakat, maka diharapkan dari Bulog untuk melakukan operasi pasar. Sambil kita mengajak ritel-ritel untuk dapat menjadi mitra baru dari Bulog. Tata caranya daftar dan kemudian kita sebagai salah satu instansi yang bisa melakukan verifikasi. Setelah selesai verifikasi baru datanya dikirim ke Badan Pangan Nasional (Bapanas),” jelasnya.

Dikatakannya, hari ini (rabu, red) sebagai bentuk antisipasi agar stok beras bisa tetap tersedia di pasar, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Cabang Bulog Batam dengan menyampaikan hasil pantauan dan kondisi di lapangan. Tujuannya agar beras Bulog SPHP yang ada di gudang Bulog Karimun bisa segera disalurkan ke pasar. Tembusan surat juga disampaikan ke Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas. (*)

Reporter: Sandi

Artikel Stok Beras di Karimun Menipis, Gudang Distributir Banyak Kosong pertama kali tampil pada Kepri.

Ini 4 Bahaya Pakai Parfum Berlebihan, Bisa Mengancam Kesehatan Tubuh Anda

0
Ilustrasi: Menyemprot parfum (Istimewa)

batampos – Siapa yang tidak suka wangi? Pasti banyak di antara Anda yang suka menyemprotkan parfum atau pengharum tubuh, apalagi kalau lagi sibuk beraktivitas dan sering berkeringat. Biasanya, biar awet, parfum disemprotkan di pergelangan tangan, leher, atau baju.

Memang benar, dikutip dari laman Halodoc, parfum dengan wangi tertentu bisa bikin kita jadi lebih wangi, menarik, bahkan terasa lebih percaya diri.

Tapi, tahukah Anda? Di balik wanginya yang memikat, parfum ternyata bisa merusak kesehatan kita, apalagi kalau dipakai berlebihan.

Kebanyakan produk parfum itu identik dengan bahan kimia. Banyak juga dari kita yang langsung menyemprotkannya ke kulit, jadi ada kontak langsung antara kulit dengan zat-zat kimia tadi.

Nah, zat kimia dalam parfum itu bisa menimbulkan masalah kalau tidak cocok dengan kulit Anda. Bukan cuma itu, ada juga dampak lain dari penggunaan parfum yang perlu kita tahu.

Menurut artikel dari rsud.sukoharjokab.go.id, ternyata satu dari tiga orang bisa mengalami sakit kepala, asma, atau ruam kulit karena alergi parfum.

Bahkan, sebuah penelitian di tahun 2014 menemukan bahwa tiga perempat wanita yang sering migrain (sakit kepala sebelah) akibat bau, bilang kalau parfum adalah pemicu utamanya.

Jadi, kalau Anda hobi menyemprotkan parfum ke tubuh, sebaiknya pakai secukupnya saja, ya. Jangan sampai niatnya wangi malah membahayakan kesehatan Anda, bahkan orang lain yang mencium aromanya.

Di artikel ini, kita akan bahas lebih lanjut soal bahaya pakai parfum berlebihan pada tubuh. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

1. Dermatitis

Ketika Anda menggunakan parfum di area seperti tangan, ketiak, dan wajah, bisa jadi Anda mengalami dermatitis. Ini adalah reaksi kulit yang disebabkan oleh bahan kimia dalam parfum.

Biasanya, reaksi ini lebih sering terjadi di ketiak akibat penggunaan deodoran. Jika Anda merasakan gejala ini, penting untuk segera mencari penanganan agar tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

2. Alergi

Alergi bisa muncul dari berbagai penyebab, salah satunya adalah parfum. Bahkan, hanya dengan menghirup bahan kimia yang terkandung dalam parfum, Anda bisa mengalami reaksi alergi.

Misalnya, kandungan phthalate dalam parfum dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menyebabkan masalah pada area intim.

Selain itu, bagi Anda yang memiliki riwayat asma, penggunaan parfum bisa memicu serangan asma dan sinusitis.

3. Urtikaria

Salah satu dampak negatif lainnya dari parfum adalah urtikaria, yang ditandai dengan rasa gatal, pembengkakan, dan kemerahan di area yang terkena parfum.

Dalam beberapa kasus, urtikaria bisa berujung pada anafilaksis, yang merupakan reaksi alergi serius.

Jika Anda mengalami gejala ini, sebaiknya segera ganti parfum yang Anda gunakan dengan yang lain.

4. Fotoalergi dan Fototoksisitas

Penggunaan parfum secara rutin juga dapat menyebabkan fotoalergi dan fototoksisitas. Jika Anda mengalami fotoalergi, gejala yang muncul bisa berupa eksim, terutama jika parfum yang digunakan mengandung aroma kayu manis.

Sementara itu, fototoksisitas dapat menyebabkan kemerahan dan hiperpigmentasi pada kulit, biasanya disebabkan oleh parfum yang berasal dari tumbuhan. (*)

Artikel Ini 4 Bahaya Pakai Parfum Berlebihan, Bisa Mengancam Kesehatan Tubuh Anda pertama kali tampil pada Lifestyle.

Gubernur Ansar dan Ketua DPRD Kepri Sambangi Pulau Kasu, Salurkan Bantuan Bagi 414 Nelayan Tradisional

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan menyerahkan secara simbolis bantuan perlindungan sosial atau BPJS bagi nelayan tradisional di Pulau Kasu, Batam, Rabu (30/7). F. Diskominfo Kepri.

batampos-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan menyambangi nelayan Pulau Kasu, Batam, Rabu (30/7). Kedatangan mereka adalah untuk menyerahkan bantuan bagi 414 nelayan tradisional yang ada di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Ansar dan Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan menyerahkan secara simbolis bantuan berupa alat tangkap. Dukungan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Pemerintah Provinsi Kepri akan terus hadir dalam kehidupan masyarakat pesisir dan memberikan perhatian khusus terhadap sektor perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujar Gubernur Ansar.

BACA JUGA: Gubkepri Ansar Pimpin Gotong Royong di Pulau Penyengat, Dorong Gerakan Wisata Bersih dan Regeneratif

Adapun jumlah nelayan penerima manfaat program ini adalah sebanyak 414 nelayan di Pulau Kasu menjadi penerima bantuan yang terdiri dari pengelolaan perikanan tangkap dan pengelolaan perikanan budidaya. Bantun tersebut diantaranya adalah bubu ketam sebanyak 1.000 buah yang dibagikan kepada 25 orang nelayan, serta jaring PE seberat 1.600 kilogram yang dimanfaatkan oleh 32 orang nelayan.

“Nelayan adalah penjaga laut kita. Kehadiran kami hari ini bukan sekadar simbolis, tapi bagian dari komitmen bahwa negara hadir untuk menyejahterakan masyarakat pesisir,” tegasnya.

Selain itu, sebanyak 200 gulung kawat bubu juga diberikan kepada 100 orang nelayan guna mendukung perbaikan dan pembuatan alat tangkap secara mandiri. Guna menunjang mobilitas nelayan di laut, Pemprov Kepri juga menyerahkan sebanyak 35 unit sampan fiber bermesin kentinting kepada 35 orang nelayan.

Selain itu, lewat APBD TA 2025 ini, nelayan di Pulau Kasu juga menerima lima unit boat pancung berbahan fiber dengan mesin 40 PK yang diberikan kepada 15 orang, serta 14 unit boat pancung berbahan kayu dengan mesin 15 PK untuk 14 nelayan lainnya.

“Semua bantuan ini bertujuan agar nelayan dapat menjangkau daerah tangkapan yang lebih luas dan efisien, sehingga produktivitas mereka meningkat,” jelasnya.

Dalam aspek perlindungan kerja, sebanyak 183 orang nelayan Pulau Kasu juga telah didaftarkan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini merupakan langkah strategis Pemprov Kepri untuk memberikan jaminan sosial kepada para pekerja sektor informal, termasuk nelayan, agar mereka memiliki perlindungan jika terjadi risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia saat melaut.

Sementara itu, untuk mendukung sektor budidaya, sebanyak 10 pembudidaya ikan di Pulau Kasu menerima bantuan bibit ikan kerapu cantang sebanyak 9.400 ekor lengkap dengan pakan ikan seberat 206 kilogram. Selain itu, bantuan benur udang vanname sebanyak 221.313 ekor serta pakan sebanyak 2.600 kilogram juga diberikan kepada 10 orang pembudidaya lainnya.

“Bantuan ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi ekonomi pesisir yang tidak hanya bertumpu pada hasil tangkapan laut, tetapi juga memperkuat usaha budidaya sebagai sumber pendapatan berkelanjutan,” tutup Gubernur Ansar.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan melihat sampan yang akan diberikan kepada nelayan tradsional di Pulau Kasu, Batam, Rabu (30/7). F. Diskominfo Kepri

Ketua DPRD Kepri : Ini Program Aspirasi Bagi Nelayan

Sementara itu, Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan menyatakan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga legislatif, yang secara aktif menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat pulau. Khususnya mereka yang tergabung dalam kelompok nelayan.

“Kami ingin memastikan bahwa suara dari pulau-pulau terluar juga sampai ke meja pengambilan kebijakan. Kehadiran kami di Pulau Kasu adalah bentuk keberpihakan pada masyarakat,” ujarnya

Ditempat yang sama, Gubernur juga mengumumkan bahwa pada tahun 2025 nanti, Pemprov Kepri melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) akan membangun Aula Pondok Pesantren Nurul Iman di Kelurahan Kasu dengan anggaran sebesar Rp995 juta. Pembangunan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan pendidikan dan keagamaan masyarakat setempat.

“Pemerintah tak hanya fokus pada ekonomi, tetapi juga pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat pulau. Kita ingin Pulau Kasu menjadi contoh bahwa pembangunan yang menyentuh masyarakat bawah itu nyata dan berkelanjutan,” tutup Gubernur Ansar.

Dengan total penerima bantuan mencapai 1.497 orang dan nilai anggaran mendekati Rp4 miliar di wilayah Batam, program bantuan ini menjadi langkah nyata Pemprov Kepri dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pulau-pulau terluar. (*)

Artikel Gubernur Ansar dan Ketua DPRD Kepri Sambangi Pulau Kasu, Salurkan Bantuan Bagi 414 Nelayan Tradisional pertama kali tampil pada Kepri.

DPRD Anambas Benahi Akses Media Usai Insiden Pengusiran Jurnalis Batam Pos

0
Mediasi jurnalis
Mediasi DPRD Anambas usai insiden pengusiran jurnalis Batam Pos saat liputan. F. Batam Pos.

batampos – Insiden pengusiran jurnalis Batam Pos, Ihsan Imaduddin, oleh oknum Satpol PP di lingkungan DPRD Kepulauan Anambas, mendorong Sekretariat DPRD menggelar mediasi terbuka. Langkah ini diambil sebagai upaya pembenahan akses media sekaligus menjaga hubungan baik dengan insan pers.

Mediasi berlangsung Rabu (30/7) di kantor DPRD dan dihadiri seluruh pihak terkait, termasuk Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Anambas, Muhammad Ramadhan, serta sejumlah jurnalis.

Dalam forum tersebut, Protokol DPRD Anambas, Muksin, membantah telah memerintahkan pengusiran terhadap Ihsan. Ia menyebut tindakan Herman Supriadi, anggota Satpol PP yang melakukan pengusiran, sebagai bagian dari prosedur pengamanan.

“Saya tidak menyuruh secara langsung, itu memang tugas mereka dalam pengamanan,” ujar Muksin.

Namun pernyataan Muksin berbanding terbalik dengan pengakuan Herman, yang menyebut bahwa tindakannya dilakukan atas perintah langsung dari Muksin.

Setelah mendengar tanggapan dari semua pihak, Muksin mengakui adanya miskomunikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Saya mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi,” katanya.

Ketua PWI Anambas, Muhammad Ramadhan, mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama jurnalis mengalami hambatan saat melakukan peliputan di lingkungan DPRD. Ia berharap ke depan ada perbaikan sistem agar jurnalis dapat bekerja tanpa tekanan.

“Saya harap ada pembenahan, agar jurnalis bisa menjalankan tugas tanpa tekanan dan semua pihak merasa nyaman,” ucap Ramadhan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPRD Anambas, Jhon Aquarius Putra, menyatakan pihaknya akan menyusun mekanisme teknis terkait dokumentasi media.

Ia menegaskan bahwa semua unsur akan dilibatkan, termasuk protokol, Satpol PP, dan unsur keamanan dari TNI-Polri.

“Pembahasan ini akan kita lakukan di waktu yang tepat, karena ini tidak hanya melibatkan media, tapi juga unsur keamanan dan protokol,” ujar Jhon.

Sementara itu, Ihsan Imaduddin telah menyatakan memaafkan seluruh pihak. Ia mengajak semua elemen untuk saling menghargai peran dan fungsi masing-masing.

“Mari kita buka lembaran baru agar kita bisa bekerja dengan nyaman tanpa gesekan apa pun,” ucap Ihsan.

Ia juga menegaskan bahwa jurnalis bekerja berdasarkan undang-undang dan bertugas menyampaikan informasi kepada publik, bukan untuk mengganggu jalannya pemerintahan. (*)

Reporter: M. Ismail 

Artikel DPRD Anambas Benahi Akses Media Usai Insiden Pengusiran Jurnalis Batam Pos pertama kali tampil pada Kepri.

DJBC Petakan Modus Penyelundupan Baru

0
Barang bukti tembakau yang ditegah Bea Cukai dalam Operasi Patroli Laut Terpadu di Kawnil DJBC Kepri, Karimun, Selasa (29/7) pagi.F.Yofi Yuhendri/Batam Pos

batampos – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tengah memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk dan keluar barang di Kepri. Pengawasan ini dilakukan satgas pemberantasan penyelundupan.

Dirjen BC, Letjen TNI (Purn) Djaka Budhi Utama mengatakan pembentukan satgas ini tidak akan mengurangi niat para pelaku penyelundupan. Menurut dia, penyelundupan akan dilakukan dengan modus baru.

“Untuk itu kita melakukan pemetaan resiko dengan modus yang baru ini. Baik di laut, darat, dan di seluruh pintu masuk,” ujarnya di Karimun.

Djaka menjelaskan penyelundupan beberapa waktu ini banyak melalui Selat Malaka. Sebab, perairan ini merupakan jalur utama perlintasan kapal dunia.

“Ribuan kapal melintas, makanya kita memperketat pengawasan di jalur ini,” katanya.

Menurut Djaka, penyelundupan saat ini mulai banyak dilakukan melalui Laut Cina Selatan. Kemudian, barang ilegal tersebut dikirim ke daerah Kalimantan.

“Banyak sekarang masuk barang ilegal di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Saat ini mengarah ke sana,” ungkapnya.

Menurut Djaka, pemberantasan penyelundupan ini dibutuhkan kerjasama seluruh aparat. Sehingga, kedaulatan ekomoni Indonesia akan tetap terjaga.

“Dibutuhkan kerjasama seluruh pihak, TNI dan Polri. Inj demi melindungi negara dari potensi kerugian penerimaan, sekaligus menjaga masyarakat dari peredaran barang ilegal dan berbahaya,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel DJBC Petakan Modus Penyelundupan Baru pertama kali tampil pada Metropolis.

WN Malaysia Positif Narkoba Diamankan di Pelabuhan Batam Center

0
WN Malaysia berinisial M diamankan petugas gabungan saat tiba di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Rabu (30/7).

batampos – Seorang warga negara (WN) Malaysia berinisial M diamankan petugas gabungan saat tiba di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Rabu (30/7). M terindikasi positif mengonsumsi narkotika usai diperiksa tim gabungan.

Plt Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Kepri, Kombes Nestor Simanihuruk, mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari operasi gabungan di sejumlah daerah, termasuk Batam. Target pemeriksaan menyasar penumpang kapal dari luar negeri yang tiba di pelabuhan internasional.

“Petugas mencurigai gerak-gerik pria asal Malaysia tersebut. Ia tampak gugup dan emosional saat diperiksa. Setelah dilakukan tes urine, hasilnya positif narkotika,” ujar Nestor kepada wartawan.

M diketahui masuk ke Batam menggunakan kapal feri Allya Express dari Johor Bahru, Malaysia. Setelah dinyatakan positif narkotika melalui tes urine, M langsung dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen.

“Pemeriksaan rontgen dilakukan karena kuat dugaan pelaku menyelundupkan narkoba melalui saluran anus, modus yang kerap digunakan penyelundup narkotika lintas negara,” jelasnya

Menurut dia, operasi gabungan dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia.

“Pemeriksaan menyeluruh, termasuk rontgen, dilakukan untuk memastikan tidak ada barang bukti yang disembunyikan di dalam tubuh,” katanya.

Dalam pemeriksaan di pelabuhan, dua ekor anjing pelacak (K9) juga dikerahkan untuk memeriksa seluruh barang bawaan penumpang. Pemeriksaan difokuskan kepada penumpang asal Malaysia dan negara tetangga lainnya yang masuk melalui jalur laut internasional.

“Langkah ini sebagai bentuk sinergi antarinstansi dalam mencegah peredaran narkotika di wilayah Kepri,” pungkas Nestor. (*) 

Reporter: Yashinta

Artikel WN Malaysia Positif Narkoba Diamankan di Pelabuhan Batam Center pertama kali tampil pada Metropolis.

Gudang Arang di Kawasan Lindung, Ahui Didakwa Rugikan Ekosistem Mangrove

0
Terdakwa Junaidi alias Ahui, Direktur PT Anugerah Makmur Persada menjalani sidang di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (29/7).

batampos – Pengadilan Negeri Batam kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan perusakan lingkungan hidup yang menyeret terdakwa Junaidi alias Ahui, Direktur PT Anugerah Makmur Persada. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tiwik, Selasa (29/7), menghadirkan sejumlah saksi dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, dan BP Batam.

Salah satu saksi mengungkap bahwa temuan pelanggaran bermula dari kunjungan kerja Komisi IV DPR RI pada awal 2023.

Tim verifikasi mendapati empat gudang arang di kawasan pesisir Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, yang sebagian diduga kuat berdiri di kawasan lindung mangrove.

“Kawasan itu telah ditetapkan sebagai zona mangrove dalam Perda Batam 2021. Gudang-gudang tersebut telah lama beroperasi,” ujar saksi dari KLHK.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Arfian, Junaidi diduga melakukan kegiatan tanpa izin yang menyebabkan kerusakan lingkungan sejak 2019 hingga 2023. Salah satu gudang arang bahkan menjorok ke laut dan berada di kawasan lindung mangrove.

Berdasarkan hasil penyelidikan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Wilayah Sumatera, aktivitas pengolahan arang yang dilakukan PT Anugerah Makmur Persada terbukti melampaui baku mutu udara, air laut, hingga menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove.

Gudang arang yang dibangun oleh Junaidi berdiri di atas lahan reklamasi menggunakan batu dan tanah timbun tanpa dokumen legal seperti IMB, TDG, KKPR, HPL, atau dokumen lingkungan. Aktivitas bongkar muat arang dilakukan dari berbagai daerah seperti Selat Panjang, Lingga, Moro, hingga Rempang Cate, yang diangkut menggunakan kapal dan kendaraan darat.

Ahui disebut mengganti rumah-rumah milik keluarga istrinya menjadi gudang arang yang kini menjadi sumber perusakan lingkungan. Laboratorium ICBB menemukan perubahan signifikan sifat fisik dan kimia tanah, termasuk penurunan kadar pH dan bahan organik, serta hilangnya vegetasi mangrove secara total di area gudang.

Izin usaha PT Anugerah Makmur Persada hanya tercatat untuk lokasi di Batu Ampar, bukan di Sembulang. Namun faktanya, kegiatan ekspor arang berlangsung aktif di kawasan pesisir yang dikategorikan sebagai kawasan lindung. Upah pekerja bongkar muat dibayar berdasarkan tonase dan jumlah kontainer, menunjukkan kegiatan operasional berjalan secara terstruktur.

Data dari Google Earth menunjukkan luas bangunan gudang arang yang menyebabkan kerusakan mencapai ±900 meter persegi. Perubahan tanah dan hilangnya mangrove mengindikasikan kerusakan permanen pada ekosistem pesisir.

Atas perbuatannya, Junaidi didakwa melanggar Pasal 99 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Ia terancam hukuman pidana atas kelalaiannya yang menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup secara sistematis.

Sidang lanjutan dijadwalkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi tambahan dan dokumen lingkungan. (*)

Reporter : AZIS MAULANA

Artikel Gudang Arang di Kawasan Lindung, Ahui Didakwa Rugikan Ekosistem Mangrove pertama kali tampil pada Metropolis.

Kebakaran Hebat di PT Team Metal, Api Membubung Tinggi di Tanjunguncang

0
Kebakaran hebat di Tanjunguncang. Istimewa

batampos – Kebakaran hebat terjadi di kawasan industri Bintang Industri, Tanjunguncang, Kota Batam, tepatnya di area depan perusahaan pengolahan logam PT Team Metal, pada Senin (29/7) sore. Insiden ini membuat kepanikan warga dan pekerja di sekitar lokasi karena kobaran api yang membesar dengan cepat.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Menurut informasi awal, api diduga berasal dari aktivitas pengelasan di area depan pabrik. Diduga kuat, percikan api dari pengelasan menyambar material yang mudah terbakar di sekitar lokasi, hingga menyebabkan kebakaran meluas.

“Asap hitam tebal membumbung tinggi, besar kali apinya,” ujar Muklis, seorang warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. Ia menyebut api dengan cepat membakar material dan menjalar dengan cepat ke area sekitar.

Kebakaran ini sempat menimbulkan kemacetan di sekitar kawasan industri, karena banyak warga dan pengendara yang memperlambat laju kendaraan untuk melihat kobaran api yang sangat besar dan asap hitam yang menyelimuti langit Tanjunguncang.

Beberapa armada pemadam kebakaran dari BP Batam dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena titik api cukup luas dan sulit dijangkau di awal.

Upaya pemadaman berlangsung hampir satu jam sebelum api berhasil dikendalikan. Petugas berjibaku agar api tidak merambat ke bagian dalam perusahaan atau bangunan lain di sekitarnya.

Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyatakan bahwa saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kami masih mendalami dan mengumpulkan keterangan saksi di lokasi,” ujarnya. Hingga saat ini, belum diketahui berapa total kerugian akibat kebakaran tersebut. (*)

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel Kebakaran Hebat di PT Team Metal, Api Membubung Tinggi di Tanjunguncang pertama kali tampil pada Metropolis.

Dua Alumni SMP Kartini Batam Jadi Perwira TNI, Satu Raih Adhi Makayasa

0
Letda Inf Medi Anata Pratama dan Letda Laut (P) Menenda Putra Duta bersama kedua orang tuanya.

batampos – Ada 2.000 orang calon perwira remaja (Capaja) yang dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai perwira TNI dan Polri pada 23 Juli 2025 lalu, dan dua di antaranya alumni SMP Kartini Batam, angkatan 2016.

Ketua Yayasan Keluarga Batam selaku pengelola SMP Kartini Batam Sri Soedarsono mengaku senang dan bangga sekali atas prestasi alumni SMP Kartini yang sukses menjadi perwira TNI.

Kedua perwira tersebut yakni Letda Inf Medi Anata Pratama (akademi militer AD) dan Letda Laut (P) Menenda Putra Duta (Akademi Angkatan Laut). Keduanya adalah kakak adik yang sama-sama lulus jadi perwira TNI tahun 2025.

Hebatnya lagi, sang adik Menenda Putra Duta yang mengambil jurusan Manajemen Pertahanan Matra Laut di Akademi Angkatan Laut dan lulus dengan IPK 3,752 atau dengan prediket Pujian.

Menenda pun meraih Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik dari Akademi Angkatan Laut (AAL), Angkatan ke-70 tahun 2025.

Pria kelahiran, Tanjung Batu Kundur, Kepulauan Riau, 18 Mei 2002 ini adalah juga alumni SMA Taruna Nusantara, Magelang. Dan sang kakak Medi Anata Pratama, lahir di Tanjungpinang 16 Maret 2001 juga alumni SMA Taruna Nusantara, Magelang.

Usai pelantikan sebagai perwira, keduanya kembali ke Batam untuk bersilaturahmi dengan guru-guru di almamaternya dan keluarganya sebelum pulang ke kesatuannya masing-masing.

Letda Inf Medi Anata Pratama dan Letda laut (P) Menenda Putra Duta bersama kedua orang tuanya bertandang ke Gedung PMI Kota Batam, Rabu (30/7). Medi mengatakan dirinya lolos jadi taruna Akmil juga melalui perjuangan yang panjang, namun karena tekad sudah bulat ingin menjadi abdi negera melalui TNI maka tidak ada kata menyerah.

“Awalnya saya mencoba masuk Akpol tahun 2020 dan 2021 tapi gagal, dan tahun 2022 saya mencoba masuk Akmil dan langsung lolos,” katanya.

Sementara itu, Menenda yang meraih Adhi Makayasa awalnya tidak menyangka jika ia akan meraih penghargaan tertinggi diangkatannya. Selama dalam pendidikan sejak masuk Akmil 2021, ia hanya menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh tanpa kenal menyerah.

Selama pendidikan yang paling berkesan baginya salah satunya adalah pelayaran Kartika Jala Krida (KJK) 2025 tujuan Eropa.

Menenda sendiri kini ditempatkan di KRI I Gusti Ngurah Rai 332 Satkor (Satuan Kapal Eskorta) Koarmada II Surabaya dengan jabatan sebagai Wakil Kepala Devisi Perwira Komunikasi. Sedangkan Medi di Pusat Persenjataan Militer Infanteri- TNI AD di Bandung, sebelum nantinya mengambil pendidikan Kopasus.

Pasangan Suhardi dan Maily yang berlatarbelakang wiraswasta ini mengaku bangga dan bahagia atas pencapaian kedua putranya hingga menjadi perwira, apalagi saat dirinya ikuti menemani putranya menerima penghargaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Suhardi berharap kedua putranya itu betul-betul mengabdikan dirinya untuk bangsa dan tanah air Indonesia. “Pokoknya pengabdiannya sudah NKRI harga mati,” jelas Suhardi.

Ia juga berharap dalam mengembang tugas sebagai abdi negara harus terus rendah hati, dan terus berbakti kepada kedua orang tua.

Maily menambahkan keberhasilan kedua putranya mencapai pendidikan di akademi militer hingga lulus menjadi perwira juga menjadi motivasi kepada orang tua yang lainnya. “Semoga bisa diikuti keluarga-keluarga yang lainnya. Tidak ada yang tidak mungkin, selama kita terus berusaha dengan sungguh-sungguh,” harapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik 2.000 perwira TNI dan Polri lulusan Angkatan Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2025. Upacara pelantikan digelar di halaman Istana Merdeka Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Pelantikan Prasetya Perwira TNI-Polri berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 56/TNI/2025 dan Keppres Nomor 57/Polri/2025 tentang Pengangkatan Taruna-Taruni Akademi Tentara Nasional Indonesia dan Akademi Kepolisian menjadi Perwira TNI dan Perwira Polri.

Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Prasetya Perwira (Praspa) lulusan Akademi Tentara Nasional Indonesia dan Akademi Kepolisian Negara Republik Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 23 Juli 2025. Upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia juga dihadiri Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Tercatat, ada 2.000 orang calon perwira remaja (Capaja) yang dilantik sebagai perwira TNI dan Polri yang terdiri dari 827 dari Akademi Militer (Akmil). Dari Akademi Angkatan Laut (AAL) ada 433 capaja dan 293 dari Akademi Angkatan Udara (AAU). Sementara, dari Akademi Kepolisian (Akpol) ada 447 capaja. (*)

Reporter: Jamil

Artikel Dua Alumni SMP Kartini Batam Jadi Perwira TNI, Satu Raih Adhi Makayasa pertama kali tampil pada Metropolis.