Sabtu, 18 April 2026
Beranda blog Halaman 13541

Rancang Kalender Event Pariwisata

0

 

Buralimar. F.Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan adanya penurunan kunjungan wisatawan ke Kepri pada Februari karena adanya isu-isu yang menerpa beberapa wilayah di Kepri.

“Sempat ada isu virus zika dan juga isu soal keamanan yang sampai juga membuat Singapura mengeluarkan travel warning kepada warganya yang berkunjung ke Kepri,” paparnya.

Meski tak mengetahui pasti apakah peringatan tersebut telah dicabut oleh pihak Singapura. Buralimar memastikan akan bertamu kepada perwakilan Singapura di Kepri. Kepri, kata Bur-biasa ia disapa, tidak boleh kalah dan pasrah menerima travel warning. Guna memastikan telah dicabutnya peringatan tersebut. Berhubung Kepri, tak mengalami kondisi yang membahayakan wisatawan dari negaranya.

Dan untuk kian meningkatkan kepercayaan keamanan tersebut, Bur, juga akan mempererat koordinasi bersama pihak keamanan yakni Polda dan juga di bidang kesehatan bersama Dinas Kesehatan.

Terkait solusi menghadapi musim sepi liburan, Bur menuturkan kota dan kabupaten telah digesa untuk merancang kalender event.

“Usai lebaran nanti kota dan kabupaten telah menyerahkan perencanaan itu. Paling tidak sudah teragenda bulan apa akan dilangsungkan pada 2018 mendatang,” tutur Bur lagi.

Pembuatan kalender event, diakui Bur mesti digesa. Memperhitungkan untuk pemasukan anggaran, agar pemerintah provinsi dapat memberikan bantuan anggaran dalam event. Selain itu, untuk mencukupkan waktu agar event yg ditaja dapat dikunjungi wisatawan lebih ramai. Utamanya wisman.

“Biasanya kementerian pariwisata sudah minta diakhir Desember. Jadi kalau daerah lebih cepat, bisa masuk promosi di pusat untuk ngundang wisatawan lebih ramai,” ujarnya. (aya)

Rumah Makan Bundo Kanduang Terbakar

0

batampos.co.id – Sejumlah pemadan kebakaran berjibaku memadamkan api yang melahap rumah makan Bundo Kanduang di kawasan Jodoh siang ini sekitar pukul 11.45 WIB.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Namun demikian, akibat musibah ini, para tamu maupun karyawan di rumah makan milik mantan senator asal Kepri Zulbahri itu berlarian keluar.(spt)

Nelayan Harus Miliki Data Kapal Pelanggar Pancang Nelayan

0
Emran. F. Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Petugas Syahbandar Dabo Singkep Emran menanggapi keresahan nelayan terkait lalulalang tongkang di Selat Pulau Lima yang menabrak pancang milik sejumlah nelayan di Desa Berindat, Desa Persing, Desa Sedamai, Desa Neraca, dan Desa Lanjut. Emran memastikan kapal tersebut tidak berasal atau bertujuan ke pelabuhan yang termasuk dalam wilayah kerja mereka.

“Tidak ada data kapal pada kami, artinya kapal tidak menuju atau dari pelabuhan di wilayah kerja kami,” ujar Emran.

Walau demikian, Emran bersedia untuk membantu nelayan melacak kapal tersebut. Asal, nelayan memiliki data lengkap kapal itu yakni bendera kapal, nama kapal hingga tanda selar kapal. Jika data tersebut telah dikantongi nelayan, Syahbandar akan melakukan pengecekan ke sejumlah pelabuhan lainnya untuk menemukan kapal tersebut, walau tentunya memakan waktu.

Lebih lanjut Emran menerangkan, jika kapal tersebut dari atau menuju pelabuhan yang termasuk dalam wilayah kerja mereka, tentunya Syahbandar Dabo akan memberikan arahan terkait jalur pelayaran yang semestinya dilalui dan tidak mengganggu nelayan setempat.

“Memang setiap kapal yang melintas tidak diharuskan melakukan kontak terhadap Syahbandar Dabo. Karenanya kami tidak mengetahui kapal tersebut,” ujar Emran.

Seperti diberitakan Batam Pos sebelumnya, Nalayan Desa Berindat, Desa Persing, Desa Sedamai, Desa Neraca, dan Desa Lanjut merasa terganggu dengan aktifitas lalulalang tongkang di perairan Selat Pulau Lima. Pasalnya, tongkang pengangkut kayu tersebut menabrak sejumlah pancang milik nelayan yang digunakan untuk mencari ikan.

Sejumlah nelayan mengaku baru menancapkan pancang di perairan tersebut namun keesokan harinya telah raib karena tertabrak tongkang yang melintas dekat ke darat. Nelayan juga tidak melarang mereka melintas di sana, namun mereka meminta tongkang berlayar lebih lauh ke laut.

Bahkan berdasarkan pengakuan salah seorang nelayan setempat, pernah ada seorang nelayan mengejar laju tug boat yang menggandeng tongkang melintas di perairan itu. Setelah merapat ke tug boat, nelayan tersebut melempar kayu ke kaca tug boat tersebut karena kesal pancangnya hilang ditabrak tongkang.

Akhir-akhir ini, tongkang sering terlihat lalu lalang di perairan Selat Pulau Lima. Tongkang ukuran besar itu, mengangkut kayu dan melintas dekat dengan daratan dan tidak sedikit pancang nelayan menjadi korban. (wsa)

Sinyal Telekomunikasi di Anambas Makin Lemah

0
Sejumlah tower yang ada di Tarempa. F.Syahid/batampos.

batampos.co.id – Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Kepulauan Anambas mengaku kecewa terhadap pengurangan bandwidth (ukuran dari transfer data) pada 6 titik tower di Anambas yang dilakukan oleh provider atau perusahaan telekomunikasi.

Seperti ruas Batam-Tebang Matak sebelumnya 34 Mbps menjadi 13 Mbps, ruas Batam-DMT Conoco 34 Mbps menjadi 13 Mbps, ruas Batam-Siantan Tengah 34 Mbps menjadi 13 Mbps, ruas P.Tarempa-Natuna 45 Mbps menjadi 22 Mbps, ruas Batam-Jemaja 34 Mbps menjadi 14 Mbps, dan ruas Anambas-Kantor Bupati 30 Mbps menjadi 8 Mbps.

“Saat kami sangat membutuhkan layanan sinyal yang lebih kuat, justru provider malahan mengurangi bandwidth,” ungkap kepala Dinas Kominfo dan Statistik kabupaten kepulauan Anambas Jefrizal kemarin.

Dengan pengurangan kapasitas bandwidth ini pihaknya juga tidak banyak berbuat karena pihaknya tidak punya wewenang penuh atas hal ini karena UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, bahwa telekomunikasi menjadi kewenangan pemerintah pusat yakni Kemenkominfo. Namun disisi lain komunikasi saat ini juga merupakan kebutuhan yang mendasar. Ditambah lagi adanya penundaan pembangunan 5 tower yang dijanjikan sebelumnya.

“Kita sudah menyurati telkom, kalau memang menunda pembangunan 5 tower, setidaknya bandwidth pada 6 titik di Anambas jangan dikurangi. Kami sudah surati itu, ternyata alasan mereka (telkom) mengalami kerugian operasional dan kerugian belanja bandwidth, selama beroperasinya sinyal 3G di Anambas yang ternyata tidak tertutupi dari pengguna,” jelas Jefrizal. (sya)

Delapan Belas Atlet Siap Bertanding Pencak Silat

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Rabu (5/4), melepas 18 atlet pencak silat yang akan bertanding di turnamen pencak Silat Sijori X di Tanjungpinang. Anwar berpesan, jaga nama baik Kabupaten Karimun selama pertandingan. Artinya, tidak hanya mengejar juara namun, harus benar-benar sportif dalam bertanding itu paling penting.

”Maklum, pesertanya dari berbagai daerah serta dari luar negeri juga ikut bertanding. Harus optimis, kita bisa meraih juara,” ungkapnya memberikan motivasi kepada para atlet pencak silat.

Sementara itu Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Karimun Romo Setiyono mengatakan, bahwa pihaknya mengirim 18 atlet pencak silat yang terdiri dari 4 putri dan 14 putra. Sedangkan, kelas yang akan dipertandingkan diantaranya kelas A, B, C, D, E dan seni ganda maupun tunggal baik putra dan putri.

”Saya optimis. Paling tidak kita bisa masuk tiga besar sudah lumayanlah,” ucapnya.
Pelepasan tersebut dihadiri oleh Ketua KONI Karimun Jhon Abrison, dan para atlet pencak silat di rumah dinas Bupati Karimun.

”Sukses adek-adek ya. Jangan lupa sebelum bertanding berdoa dulu,” harap Jhon Abrison sambil menyalami para atlet-atlet pencak silat. (tri)

Ingin Gaul di Depan Teman, Tiga ABG Nekat Curi Motor

0
Dwihatmoko Wiroseno. F. Sandi/batampos.

batampos.co.id – Tim Buser Satreskrim Polres Karimun pada Senin (3/4) pukul 23.00 WIB berhasil melakukab penangkapan terhadap tiga orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang masih di bawah umur. Penangkapan dilakukan di tiga lokasi berbeda setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

”Tiga tersangka yang melakukan tindak pidana Curanmor masing-masing berinisial D, 14, K, 16 dan F, 15. Penangkapan ini berdasarkan laporan polisi Nomor : LP-B/ 27 /IV/2017/Kepri/Spk-Res Karimun pada Sabtu (1/4) 2017. Pelaku pertama yang ditangkap terlebih dulu adalah tersangka D yang sedang berada di rumahnya. Ketika itu, tersangka langsung mengakui bahwa sepeda motor dengan nomor polisi BP 3261 JG tersebut memang hasil pencurian di Sungai Lakam, Kecamatan Karimun,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno kepada Batam Pos, Rabu (5/4).

Pengakuan dari tersangka D, kata Dwihatmoko, bahwa aksi Curanmor ini tidak dilakukan sendirian. Melainkan juga melibatkan dua orang rekannya. K dan F. Dari pengakuan tersangka D, maka dilakukan penangkapan terhadap tersangka K di rumahnya yang juga berada di sekitar Kelurahan Sei Lakam. Satu jam kemudian, giliran tersangka F berhasil diamankan dari tempat tinggalnya.

”Meski semua pelaku masih di bawah umur, namun statusnya sudah bukan pelajar lagi. Seperti biasa, modus melakukan curanmor ini hanya karena ingin punya sepeda motor dan kemudian bisa dibawa jalan-jalan. Selain itu, kita juga masih melakukan pendalaman atau pengembangan, apakah ketiga atau salah satu dari tersangka juga pernah melakukan pencurian yang sama. Untuk itu, terjadap ketiga tersangka kita lakukan penahanan,” paparnya.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, lanjut Dwihatmoko, penahanan terhadap ketiga tersangka ini dipisah dengan pelaku kejahatan yang sudah dewasa. Kemudian, pihaknya sudah mengajukan diversi terkait perbuatan ketiga tersangka, karena masih anak-anak. Untuk itu, jika prosdes diversi selesai, maka hukuman penjara tidak diterapkan. Dan, diganti dengan sanksi berupa pembinaan. (san)

Dubes RI Bantu Promosikan Karimun di Singapura

0
Bupati Karimun, Aunur Rafiq memaparkan potensi investasi Karimun di hadapan Dubes Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya, Rabu (5/4).

batampos.co.id – Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk negara Singapura HE Ngurah Swajaya, Rabu (5/4), melakukan kunjungan kerja ke Karimun. Kehadiran Ngurah Swajaya ingin melihat lebih dekat peluang investasi Karimun agar bisa dilakukan promosikan ke Singapura.

Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam pemaparannya menyebutkan, Kabupaten Karimun sudah memiliki kawasan FTZ, dan kawasan KEK sebagai wilayah untuk berinvestasi bagi investor yang akan menanamkan modalnya. Untuk melihat kondisi kawasan FTZ tadi, bupati langsung mengajak Dubes berkeliling.

”Di FTZ sudah tercatat investasi mencapai triliunan rupiah dengan 9 perusahaan asing maupun nasional. Termasuk di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang lebih besar mencapai 164 perusahaan,” jelasnya.

Lanjutnya, potensi-potensi yang ada di Karimun cukup menjanjikan dengan rencana pembangunan infrastruktur yang terus dibangun. Baik melalui dana Kabupaten, Provinsi bahkan Pusat. Seperti pembangunan dan peningakatan fasilitas pelabuhan dermaga Malarko untuk dilanjutkan sebesar Rp 250 miliar, kemudian pelabuhan Tanjung Tiram (Green Port) Rp 127 miliar serta peningakatan kapasitas pelabuhan parit Rampak Rp 30 miliar.

”Intinya, Pak kita Pemkab Karimun terus membangun infrastruktur yang dibutuhkan oleh para investor. Semuanya, dikerjakan secara bertahap yang akhirnya sangat menguntungkan bagi para investor itu sendiri. Secara otomatis akan bisa tumbuh ekonomi di kabupaten Karimun secara umum,” tuturnya.

Sementara Dubes RI untuk Singapura H E Ngurah Swajaya mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk melakukan promosi di Singapura pada akhir bulan nanti terhadap potensi-potensi yang ada di kabupaten Karimun. Diharapkan, setelah dilakukan promosi nantinya peluang untuk para investor luar negeri akan berminat. Mengingat, lahan yang ada di Karimun cukup banyak dan letak geogratif yang sangat mendukung.

”Di sana, para perusahaan asing sudah terdaftar sekitar 1500 perusahaan yang berkantor di Singapura. Dimana saat ini investasi Singapura di Indonesia pada tahun lalu mencapai 55 persen yang tersebar di Pusat maupun Daerah. Dan untuk Karimun ada tiga potensi yang cukup menarik, yaitu galangan kapal, pariwisata dan perikanan,” ucapnya. (tri)

REI Dukung Kepemilikan Asing untuk Properti

0

batampos.co.id – Lesunya sektor industri galangan kapal (shipyard) dan elektronik membuat perekonomian Batam kini bertumpu pada sektor properti. Sayangnya, sektor ini juga tengah lesu akibat dihempas berbagai kebijakan lahan yang dikeluarkan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Kondisi ini membuat Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI), Sulaiman Soemawinata, angkat bicara. ”Pemerintah daerah harusnya mampu menciptakan kebijakan yang menyuburkan sektor properti,” ujar Sulaiman saat menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) REI Batam di Hotel Harris Batamcentre, Rabu (5/4).

Sulaiman menegaskan properti merupakan industri. Pelaku usaha di sektor ini selalu berpikir bagaimana menggerakkan penjualannya lebih tinggi.

”Makanya kami inginkan kepastian dari pemerintah,” ujar Sulaiman.

Tugas pemerintah untuk menumbuhkan pasar properti di Batam adalah memberikan kebijakan yang bersifat suportif dan membangun infrastruktur yang memadai. ”Juga mendukung kepemilikan asing untuk properti,” jelasnya.

Sulaiman yakin, jika semua hambatan industri properti di Batam bisa dihilangkan, maka pada pertengahan tahun ini, dunia properti Batam akan bangkit kembali.

Keyakinan Sulaiman itu juga didasarkan pada kebijakan pemerintah pusat yang sudah pro industri properti.

Hal itu bisa dilihat dari paket kebijakan ekonomi Presiden Jokowi yang memberi kemudahan kepemilikan properti pada WNA  di Indonesia. Kemudian Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Rumah Murah dan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tahun 2015 tentang Pembangunan Satu Juta Rumah.

Menurutnya, kebijakan pusat itu harus bisa diterjemahkan dengan baik oleh Pemda, sehingga tak ada lagi hambatan regulasi di daerah.

”Pemerintah (Batam,red) harus mengingat bahwa investasi properti itu bertanggung jawab kepada perbankan. Properti terganggu, perbankan juga ikut terkena imbasnya. Kami bisa bertahan hidup karena perbankan,” katanya lagi.

Ia kemudian mengingatkan, secara nasional 60 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh swasta dan properti berperan besar di dalamnya. ”Tugas pengembang itu mulia karena ikut menggerakkan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Musda kemarin menerapkan Achyar Arfan sebagai nakhoda baru REI Batam. Ia menggantikan Djaja Roeslim. Achyar sebelumnya menjabat sekretaris REI Batam.

Achyar mengungkapkan banyak tugas berat yang harus dijalaninya untuk membawa dunia properti di Batam menjadi lebih baik lagi.

”Target kami, iklim usaha bisa jauh lebih maju dari sekarang, karena potensinya besar, banyak penanaman modal asing, orang luar saja percaya sama kita, masa kita tak bisa maju,” ungkapnya.
Ia memahami saat ini pembenahan terus dilakukan pemerintah daerah, khususnya Badan Pengusahaan (BP) Batam. ”Pembenahan sudah berjalan setahu saya. Saya tahu BP Batam konsen dengan hukum. Nanti bakalan kelihatan arahnya,” jelasnya.

Achyar juga meyakini dunia properti akan bangkit karena sudah ada koordinasi dengan BP Batam terutama soal perizinan. ”Kita sudah beberapa kali bertemu dengan direktur lahan. Tinggal atur hal teknis saja, setelah ada pembenahan dan sistem sudah online. Hanya tinggal syarat yang mesti diteliti,” ungkapnya.

Mantan Ketua REI Batam sebelumnya, Djaja Roeslim juga mengingatkan properti itu mampu bertahan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Batam yang tengah lesu.

Ia meminta agar pemerintah daerah bisa menciptakan peraturan turunan mengenai kemudahan memiliki properti bagi WNA.

”Saat ini suplai banyak, tapi pasarnya tak mencukupi. Pasar lokal tak bisa mencukupi, makanya berharap peraturan kepemilikan asing bisa dipermudah,” harapnya.(leo)

Dalmasri Minta Dua UU Direvisi

0
Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam, saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) Gubernur Kepri, bersama seluruh kepala daerah se-Provinsi Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (4/4).

batampos.co.id – Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, meminta Pemprov Kepri, segera mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk merevisi kembali Peraturan Undang-Undang nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan UU nomor 27 Tahun 2007 tentangPengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Pasalnya implementasi dari kedua peraturan ini dinilai menghambat laju pertumbuhan investasi sektor wisata di Kabupaten Bintan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya investor yang enggan berinvestasi, karena cenderung lebih tertarik memanfaatkan lokasi, dimana akses view-nya bisa langsung menghadap ke pantai.

Tentunya ini bertentangan dengan isi aturan yang tercantum didalam undang-undang tersebut. Dimana pembahasan tentang pengaturan pengelolaan sempadan (perbatasan) pantai, atau daratan sepanjang tepian yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Terlebih untuk pengembangan pariwisata yang memiliki konsep dalam sempadan pantai.

“Kami berharap Pemprov Kepri bisa mendorong Pemerintah Pusat, agar kedua undang-undang ini bisa direvisi kembali. Kalau tercapai, maka dalam jangka waktu 3 tahun kedepan pertumbuhan investasi akan baik. Diperkirakan bisa mencapai Rp 5 triliun,” ungkap Dalmasri.

Tak hanya itu, Dalmasri juga menyampaikan beberapa hal terkait kewenangan kabupaten/kota yang dialihkan ke provinsi, yang masih menimbulkan permasalahan di tingkat kabupaten. Terkait pengalihan personel, sarana dan prasarana, serta pendanaan dan dokumen (P3D) yang sangat membutuhkan perhatian Pemprov Kepri.

Diantaranya, kewenangan dibidang penyediaan kelistrikan daerah terpencil dan pedesaan, serta penerangan jalan provinsi di Kabupaten Bintan. Bidang pengelola tenaga pengawasan ketenagakerjaan, pendidikan menengah, rehabilitasi, perlindungan, penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat dibidang kehutanan, metrologi legal, serta penyuluhan perikanan.

“Harus segera ditindaklanjuti. Seperti ketersediaan listrik daerah terpencil, pedesaan, dan penerangan jalan disepanjang jalan di Kabupaten Bintan yang menjadi prioritas pembangunan,”

“Belum lagi bidang penyuluhan perikanan, karena hingga saat ini Kabupaten Bintan belum diberikan tenaga penyuluh perikanan, yang tentunya sangat kita perlukan,” katanya lagi. Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan dari hasil pembahasan dalam rapat  kerja, ada beberapa catatan prioritas pembangunan dari kabupaten/kota se-Provinsi Kepri yang segera ditindak lanjuti.

Terkait penyediaan listrik Pemprov Kepri akan segera berkoordinasi dengan PLN, supaya permasalahan ini bisa segera diatasi.

“Tentu catatan penting terkait pembangunan di kabupaten dan kota akan menjadi prioritas. Kita menginginkan program pembangunan kabupaten dan kota bisa bersinergi dengan program Pemprov Kepri,” imbuhnya. (cr20)

Luhut Minta Pengelolaan Labuh Jangkar Diaudit

0

 

Rapat Koordinasi Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dengan Men PAN dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di Ruang Rapat Kemenko Maritim, Rabu (5/4) siang. F. batampos.

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan ia meminta semua pihak melakukan kroncek terhadap 18 titik labuh jangkar di Provinsi Kepri. Jangan sampai nantinya lokasi tersebut mengganggu aktivitas kabel bawah laut dan pipanisasi.

Hal ini disampaikan Luhut dalam rapat koordinasi membahas Laporan Satgas tentang Pengelolaan dan Pengamanan Laut di Kawasan Lego Jangkar di Selat Philip (Pulau Nipa) dan Selat Singapura (Pulau Tolop).di Ruang Rapat Kemenko Maritim, Rabu (5/4) siang.

Rakor yang dipimpin Luhut itu, hadir Men PAN dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Hadir juga sejumlah Kementerian Lembaga seperti dari Kementerian Perhubungam, Hukum dan HAM, Pertahanan, Keuangan, TNI AL dan BPKP.

Luhut juga mengingatkan, terkait pengelolaan sekarang ini harus dilakukan audit. “Lakukan audit terhadap legalnya, tarif dan lingkungannya,”tegas Luhut.

Soal pengelolaan, Luhut memang berpesan cukup satu badan atau holding.
“Yang mengelolanya harus orang yang profesional,” kata Luhut.

Gubernur Nurdin dalam kesempatan itu mengatakan, sebanyak 96 persen luas laut Kepri, harus memberi manfaat ekonomi untuk daerah. Apalagi terkait dengan labuh jangkar.

“Kami ingin ada kontribusi langsung untuk Kepri,” kata Nurdin pada pertemuan tersebut.

Tentang pesan Menko Maritim Luhut, soal pengelolaannya, kata Nurdin Pemprov selalu siap dengan arahan Pemerintah Pusat.

Kepri memang sudah menyiapkan semacam kerjasama antara BUP dan Pelindo untuk mengelola aktivitas ini. Apalagi pusat memang ingin hanya satu pintu kewenangan untuk masalah ini.

Soal kewenangan satu pintu ini ditegaskan juga oleh Asman Abnur. Karena, kata Asman jika banyak yang punya kewenangan, pengelolaannya akan kacau.

“Wilayah laut kita jangan terkapling-kapling, ada penguasa di luar negara. Kita sedang menyatukan kelembagaan, termasuk soal pengamanannya,” kata Asman.

Karena dengan tunggal, kata Asman, pelayanan akan cepat. Juga memudahkan dalam melakukan monitor

“Saatnya kita bersatu untuk kepentingan nasional. Jangan lagi tarik menarik kewenangan. Apalagi sampai kapal yang masuk tidak termonitor,” kata Asman.

Agar semua semakin baik, Luhut menyebutkan saat ini pihaknya memang sedang melakukan penyelesaian tata ruang laut. Terutama yang 12 mil. Saat ini ada 18 titik wilayah labuh jangkar yang terdeteksi. Luhut memerintahkan agar dikroscek lagi jangan sampai menganggu aktivitas kabel laut dan pipanisasi. (bni)