batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengaku ingin dunia pendidikan di Kota Tanjungpinang bebas dari aktivitas maupun kasus pungutan liar (pungli). Baik dalam kegiatan penerimaan siswa baru sampai perpisahaan murid yang lulus ujian.
“Saya tak mau dunia pendidikan di kota ini tercoreng akibat praktik pungli. Pokoknya harus bersih dari segala pungli,” tegas Lis di Kantor Walikota Tanjungpinang, Rabu (3/5).
Demi menjaga dunia pendidikan bersih dari praktik pungli, kata Lis Pemko Tanjungpinang menjalin kerjasama dengan Polres Tanjungpinang untuk memberikan pemahaman terkait pungutan uang di sekolah.
“Saya kumpulkan seluruh kepala sekolah (kepsek), guru, dan komite sekolah untuk diberikan pemahaman terkait punglis,” ujarnya.
Tujuannya lanjut Lis, agar kepsek, guru, dan komite sekolah mengetahui uang apa saja yang diperbolehkan maupun tidak. Sehingga tenaga pendidik tak salah mempersepsikan pungutan uang yang diberlakukan kepada anak didiknya.
“Jadi tenaga pendidik bisa tahu kegiatan apa saja yang boleh dipungut biayanya. Sehingga tidak ada lagi yang menyalahi aturan,” ungkapnya.
Lis melarang keras pungutan uang dalam proses belajar mengajar. Jika masih dilakukan akan berhadapan dengan sanksi hukum. Sebab pembiayaan belajar mengajar sudah dibebankan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Sedangkan yang diperbolehkan, sambung Lis kegiatan yang digelar atas persetujuan anak didik dan wali murid serta pihak sekolah. Kemudian kegiatan itu tidak dianggarkan dalam APBD maupun APBN.
“Sebenarnya pungutan uang perpisahan dan ekstrakulikuler itu sah-sah saja. Tapi harus disetujui terlebih dahulu oleh semua pihak. Sehingga tak ada yang salah persepsi,” ungkapnya. (ary)
Bupati Bintan Apri Sujadi, memberikan pemaparan dalam rapat rencana pembangunan PLTG antara Pemkab Bintan bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Pembangkit Sumatera di ruang rapat BPPPD Kabupaten Bintan, Rabu (3/5). F. Choki/batampos.
batampos.co.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Pembangkit Listrik Sumatera segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) atau Mobile Power Plant (MPP) berdaya 30 MegaWatt di Kijang, Kecamatan Bintan Timur.
Hal ini diungkapkan Manager Perencanaan PT PLN Medan, Harya. Ia mengatakan rencana pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan sistem ketenagalistrikan, khususnya di wilayah Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.
Pembangunan PLTG ini lanjutnya, merupakan salah satu langkah untuk mendukung kebijakan energi nasional. Dimana rencananya jenis MPP yang akan digunakan berbahan baku gas dan bukan berbahan BBM.
“Pembangunan PLTG ini ditargetkan tahun 2018 sudah bisa beroperasi,” ungkap Harya usai menggelar rapat pemaparan rencana pembangunan antara Pemkab Bintan Bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Pembangkit Sumatera di ruang rapat BPPPD Kabupaten Bintan, Rabu (3/5).
Harya menjelaskan nantinya untuk pembangunan PLTG ini direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektare, berdampingan dengan gardu induk PLN di Kilometer 25 Kijang.
“Kami berharap Pemkab Bintan, dalam hal ini dapat mendukung penuh dan membantu untuk bisa mempercepat mengurus segala perizinan lokasi, sehingga pembangunan ini bisa cepat terealisasi,” harapannya.
Bupati Bintan Apri Sujadi, mengaku sangat menyambut baik atas Rencana Pembangunan Mobile Power Plant (MPP) 30 MegaWatt ini. Tentunya dengan pembangunan ini kata Apri dapat mendukung kebutuhan listrik bagi masyarakat Kabupaten Bintan khususnya.
Apri menambahkan, pihaknya juga akan mempelajari beberapa perizinan yang diperlukan bagi terlaksananya pembangunan Mobil Power Plant (MPP) tersebut.
“Pemkab Bintan sangat mendukung pembangunan ini. Diharapkan dengan adanya pembangunan PLTG ini akan mendukung bagi pemenuhan kebutuhan energi listrik oleh masyarakat Kabupaten Bintan,” tuturnya.
Diketahui ada beberapa perizinan yang diperlukan guna terlaksananya pembangunan PLTG tersebut, yaitu persetujuan prinsip terkait rencana kegiatan pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga gas, rekomendasi pemanfaatan ruang, izin lokasi, sertifikasi lahan, serta izin-izin prinsip lainnya baik dari Pemkab Bintan, maupun dari Pemprov Kepri. (cr20)
batampos.co.id – Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka menilai akan terjadi konvensi yang akan dilakukan partai-partai politik di luar PDI Perjuangan. Konvensi ini menjadi solusi untuk melawan calon petahana.
“PDI Perjuangan sudah jelas, tidak perlu koaliasi sudah mendapatkan satu tiket. Di luar itu, tentu harus koalisi,” ujar Endri Sanopaka menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (3/5) di Tanjungpinang.
Menurut Endri, PDI Perjuangan tidak khawatir apabila ada tiga atau empat kandidat yang bertarung. Tetapi apabila head to head, petahana patut waspada. Masih kata Endri, partai-partai elit yang duduk di DPRD Tanjungpinang tentu sudah tahu track record selama beberapa tahun ini.
Begitu juga masyarakat yang merasa kecewa, tentu akan memberikan pilihan ke kandidat yang pula.
“Kalau acuannya adalah enam kursi, tentu bisa tiga atau empat kandidat. Karena cukup dua atau tiga partai untuk berkoalisi,” papar Endri.
Lebih lanjut katanya, konvensi parpol juga bukan merupakan hal yang mudah. Karena setiap parpol punya kepentingan yang berbeda. Meskipun tujuan sama, yakni mengalahkan petahana. Menyiasati hal itu, tentu perlu adanya figur yang berani dan punya komitmen politik yang pasti.
Dipaparkannya, bulan Juni sampai Januari nanti masing-masing parpol akan berselanjar untuk membangunan koalisi.
“Golkar akan mengusung calon, apabila elektabilitasnya baik dibandingkan petahana. Karena sejauh ini, itu yang menjadi parameter. Bisa-bisa berbalik mendukung petahana. Karena politik itu dinamis. Untuk mendapatkan tiket, Golkar cukup koalisi dengan satu parpol saja,” jelas Endri.
Disinggung mengenai pergerakan calon independen, Endri mengatakan berat perjuangan bagi kandidat-kandidat independen. Apalagi harus mendapatkan dukungan dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dicontohkannya, figur sekelas Ahok membatalkan niat untuk maju lewat jalur tersebut. Padahal sudah mendapatkan dukungan yang masif.
“Sia-sia kalau calon independen, apalagi aturan semakin ketat. Karena verifikasinya adalah harus KTP elektronik. Tentu ini akan buang-buang energi,” tutup Endri.
Hanura Mengarah ke Petahana Sejumlah nama yang digandang-gadang maju di Pilwako Tanjungpinang 2018 nanti sudah mulai terlihat. Selain kandidat petahana, Lis Darmansyah ada juga nama beken Syahrul, Ade Angga, dan Iskandarsyah. Bahkan juga sudah berhembus kabar, Hanura sudah mengarah untuk mendukung kandidat petahana.
“Bukan hanya dengan PDI Perjuangan kita melakukan penjajakan. Semua parpol kita jajaki. Memang secara politik kita cukup dekat dengan PDI Perjuangan,” ujar Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Tanjungpinang, Rona Andaka, kemarin.
Terkait berhembusnya kabar, Hanura sudah mengarahkan dukungan ke kandidat petahana. Pria yang akrab disapa Daka tersebut mengatakan belum ada keputusan apapun yang dibuat. Karena sejauh ini kandidat juga belum membuat keputusan serius.
“Terlalu dini untuk membicarakan koalisi. Karena kita juga harus menyiapkan tahapan-tahapan dan mekanismenya dulu. Dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi. Bisa saja nanti, Hanura membentuk koalisi sendiri,” paparnya. (jpg)
batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah menyayangkan lambatnya respon Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk menuntaskan persoalan operasional Mv. Lintas Kepri. Padahal kapal cepat senilai Rp 25,5 miliar tersebut sudah hampir 1,5 tahun rampung pekerjaanya.
“Terkait operasional Mv. Lintas Kepri ini, harusnya mendapatkan perhatian dari Gubernur. Karena ini aset daerah, tentu harusnya memberikan kontribusi juga bagi daerah,” ujar Irwansyah menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (3/5) di Tanjungpinang.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kepri tersebut mengatakan, jangan sampai infrastruktur yang ada sia-sia jadinya. Apalagi sekarang ini akan memasuki bulan puasa. Ia berharap, Mv. Lintas Kepri bisa segera dioperasikan untuk melayani arus mudik lebaran.
“Dinas Perhubungan sudah membuat kajian teknis, mengenai rute terbaiknya. Apa yang penting, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” cetus Irwansyah.
Terpisah, Komisaris PT. Pelabuhan Kepri, Huzrin Hood mengatakan untuk pengelolaan Mv. Lintas Kepri akan ditangani oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Dalam hal ini, pihaknya juga menggandeng Pelni untuk melakukan operasional kapal cepat tersebut.
“Pada prinsipnya, kami tinggal menunggu keputusan dari gubernur saja. Ok kata Gubernur, kita jalankan,” ujar Huzrin Hood belum lama ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Jamhur Ismail mengatakan kapal Mv. Lintas Kepri akan dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Provinsi Kepri. Yakni melalui PT. Pelabuhan Kepri (PK). Kapal tersebut dijadwalkan mulai berlayar pada bulan ramadan mendatang.
“Sudah kita putuskan, BUP yang akan mengelola Mv. Lintas Kepri yang dibangun oleh Pemprpv Kepri, ” ujar Jamhur Ismail.
Menurut Jamhur, saat ini, pihaknya tinggal menunggu keputusan dari Gubernur. Dikatakannya surat pemberitahuan sudah disampaikan kepada Gubernur dua bulan yang lalu. Masih kata Jamhur, sebelum sampai ke Gubernur, masih harus melalui telaah Biro Hukum dan Biro Ekonomi. Karena memang perlu dikaji baik positif maupun negatif atas sebuah kebijakan yang dibuat.
“Kita tidak mahu bertentangan dengan hukum. Tentu perlu dikaji terlebih dahulu, sebelum disampaikan kepada pak gubernur,” papar Jamhur.
Seperti diketahui, Mv. Lintas Kepri senilai Rp 25,9 miliar telah selesai dikerjaan PT. Palindo Batam selaku kontraktor sejak Desember 2015 lalu. Kapal kelas Very Important Person (VIP) tersebut dibuat berbahan almunium yang dikerjakan secara teliti dan diawasi oleh PT. Mulia Artalokasi (MA) selaku Manajemen Konstruksi (MK). Adapun kapasitas kapal mirip MV. Oceana itu adalah 158 penumpang dengan panjang 35,60 meter. Sedangkan lebarnya adalah 5,60 meter dengan berat 129 gross ton (GT). (jpg)
Mobil Pikap Suzuki X-Tra Cary BP 8035 TD, yang dikemudikan oleh Fernando Wilson, 43, terjun bebas ke dalam jurang di depan TK dan SD Katolik, Jalan Diponegoro Tanjungpinang, Rabu (3/5). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Satu unit mobil Pikap Suzuki X-Tra Cary BP 8035 TD, yang dikemudikan Fernando Wilson, 43, terjun bebas ke dalam jurang di depan TK dan SD Katolik, Jalan Diponegoro, Rabu (3/5) sekitar pukul 08.40 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut.
Informasi yang dihimpun, kecelakaan tunggal tersebut berawal ketika mobil yang dikendarai Fernando, berjalan dari Jalan Kemboja menunjukkan TAK dan SD Katolik. Setibanya di Sekolah Katolik tersebut, mobil tersebut parkir menghadap Jalan Diponegoro.
Namun, saat hendak memarkirkan kendaraannya tiba-tiba barang yang diletakkan di kursi penumpang terjatuh dan menimpa kaki kanan sang sopir sehingga ia pun reflek menekan pedal gas dan mobil pun langsung meluncur menabrak pembatas jalan dan masuk ke dalam jurang.
Salah seorang saksi, yang merupakan Satpam Sekolah Katolik, Yustin, mengatakan sebelum peristiwa tersebut. Pengemudi mobil itu mengantarkan anaknya masuk ke lingkungan sekolah. Namun, saat hendak meninggalkan tempat parkir, mobil itu malah meluncur ke arah bawah jalan dengan kecepatan tinggi.
“Saya kaget juga melihat mobil itu tiba-tiba melaju kencang, menabrak pembatas jalan dan masuk ke jurang dekat lapangan Volly itu,”ujar Yustin.
Melihat hal tersebut, kata Yustin, dirinya dan sejumlah warga lainnya pun langsung mengevakuasi pengemudi mobil itu ke Sekolah Katolik.
“Pengakuan sopirnya dia terinjak pedal gas dan tidak bisa mengendalikannya. Makanya sampai melaju seperti itu,”kata Yustin.
Terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Tanjungpinang, Iptu Samsul Bahri, mengatakan sebelum terjun ke jurang di lapangan Volly dekat bekas kantor Lurah Tanjungpinang Kota. Mobil tersebut sempat menabrak pembatas jalan.
“Kecelakaan tunggal, tidak ada korban dalam insiden tersebut,”ujar Samsul.
Dikatakan Samsul, pihaknya pun telah melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang mengalami laka tunggal tersebut. Pihaknya juga akan memintai keterangan dari pengemudi mobil itu dan sejumlah saksi yang melihat Laka tunggal itu.
“Untuk mengetahui pasti penyebab terjadinya kecelakaan tunggal tersebut, kami masih melakukan penyelidikan terlebih dulu,”pungkas Samsul.(ias)
Berwisata ke Kota Semarang jangan lupa ke Goa Kreo, yang kini banyak diburu pengunjung.
Spot ini sangat menarik. Selain suguhan alam perbukitan dan Waduk Jatibarang, pengunjung akan dibuat seru dengan banyaknya kera liar disana. Monyet-monyet ini seolah menyambut tamu yang datang ke obyek wisata. Lalu menyerbu untuk meminta makanan.
Tapi jangan khawatir, ratusan kera ekor panjang itu sudah jinak. Malah suka bercengkerama dengan manusia. Menyebar di area obyek wisata seolah menemani para tamunya.
Menuju Goa Kreo tidaklah sulit. Terletak di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati. Dari bandara sekitar 13 Km ke arah Manyaran lalu ambil arah pasar Gunungpati.
Nanti akan ketemu gapura Goa Kreo di pinggir jalan sebelah kanan. Dari arah Ungaran juga menuju Gunungpati. Sampai pertigaan pasar Gunungpati belok kanan. Sekitar 3 Km ketemu gapura Goa Kreo masuk ke kiri.
Disebut Goa Kreo karena goa ini pernah digunakan Sunan Kalijaga untuk bertapa. Menurut legenda terdapat tiga monyet gaib anak buah Sunan Kalijaga yang menjaga hutan Goa Kreo tersebut.
Goa Kreo juga dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Saat itu Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut. Kata “Kreo” berasal dari kata “Mangreho” yang berarti peliharalah atau jagalah (menjaga kayu jati).
Kawasan Wisata Goa Kreo merupakan perbukitan hutan seluas + 5 hektar yang terletak di daerah perbukitan (Gunung Krincing ) dan lembah Sungai Kreo. Tepatnya di Dukuh Talun Kacang Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati.
Goa Kreo buka setiap hari mulai jam 6.00-18.00. Dengan tiket murah Rp 2.500/orang, parkir Rp 1000 sepeda motor, dan Rp 2000 untuk mobil.
Ada dua hal yang menjadi daya tarik wisata ini. Pertama, goa yang menjadi sarang ratusan kera liar. Di sini terdapat banyak monyet ekor panjang. Jumlahnya lebih dari 500 ekor. Dengan mudah kita menemukan kera yang berkeliaran secara bebas. Jika beruntung, pengunjung bisa mengajak berfoto selfie. Tapi harus dirayu dengan kacang atau pisang. Jika tidak, kera yang lain akan teriak-teriak tanda tidak suka dengan kita.
Yang hobi fotografi binatang, di Goa Kreo lah spot yang bagus untuk memotret kera sepuasnya. Kedua, pengunjung bisa menikmati hamparan bendungan air Waduk Jatibarang seluas hampir 200 hektar. Dua bukit tempat sarang kera juga dihubungkan dengan jembatan gantung di atas waduk tersebut.
Yang mau menuju mulut goa harus melewati jembatan lalu menaiki tangga yang cukup panjang. Sepanjang jembatan dan tangga akan banyak kera yang lalu lalang. Seolah tidak takut dengan manusia. Ada kera yang besar ada yang masih anakan. Kera-kera bayi digendong induknya menjadi pemandangan yang unik. Ada yang bermesraan sambil mencari kutu kepada temanya.
Disamping memiliki pemandangan yang indah, Goa Kreo juga dilengkapi fasilitas seperti warung makan dan es kelapa muda, tempat bermain anak seperti ayunan, papan luncur, gazebo pandang, dan area parkir luas. Juga musholla, kamar mandi, dan tempat- tempat duduk yang nyaman. Jangan kaget kalau mobil kita akan dipanjat sekawanan kera di tempat parkir. Lempar saja kacang di tanah mereka akan kabur berebut makanan.
“Tidak usah takut dengan kera kera di sini. Maklum, sesuai sejarah, Gua Kreo memang dihuni oleh kera,” kata Surti, penjaga warung es kelapa muda. Menurutnya ada sekitar 500 ekor kera di Goa Kreo jenis ekor panjang. Tapi menyebar di area obyek wisata dan sekitar waduk. Dari waktu ke waktu terus beranak pinak.
“Kadang-kadang hendak menyerbu kalau ada yang membawa makanan. Tapi gak usah panik kalau makanan kita “dijambret” kera di sini, kasihkan saja hehe,”kelakarnya. Dulunya obyek wisata ini hanya apa adanya. Tapi sudah dua tahun ini ditata dengan baik oleh pemerintah kota. Dibangun banyak fasilitas baru. Jalan menuju lokasi juga dilebarkan dengan aspal yang mulus.
Menpar Arief Yahya mengapresiasi daerah yang serius membangun dan membenahi destinasi wisatanya. Karena soal atraksi di destinasi itu miliknya pemda atau swasta. “Perbanyak destinasi yang berkelas dunia,” kata Menteri Arief Yahya. (*)
Suasana pelabuhan internasional Batam Center. foto: cecep mulyana / batampos
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah kunjungan wisman selama Maret 2017, Selasa (2/5). Catatan mereka mencapai 1,02 juta orang. Jumlah itu meningkat 6,68 persen dibanding Februari 2017.
Jumlah kunjungan wisman pada Maret 2017 juga meningkat dibanding periode yang sama pada 2016. Ada Kenaikan 11,64 persen dibanding Maret 2016 yang mencapai angka 915,02 ribu wisman.
“Kenaikan jumlah kunjungan wisman Maret 2017 terjadi di sebagian besar pintu masuk,” ujar Kepala BPS Suhariyanto.
Berdasar data BPS, kenaikan dengan persentase tertinggi terjadi di Bandara Sam Ratulangi di Sulawesi Utara (296,92 persen), kemudian di Bandara Adi Soetjipto Yogyakarta (82,06 persen), serta Bandara Sultan Syarif Kasim II Riau (62,92 persen). “Sedangkan kenaikan terendah terjadi di Batam sebesar 1,58 persen,” sebutnya.
Yang juga mencolok adalah kenaikan wisman yang masuk Indonesia melalui Pos Lintas Batas (PLB) selama Maret 2017. Jumlahnya mencapai 40,32 ribu orang atau naik 40,15 persen dibanding Maret 2016 yang hanya menyentuh angka 28,77 ribu.
Sedangkan secara total selama Januari-Maret 2017, jumlah wisman sudah menyentuh angka 3,01 juta. Angka itu meningkat 15,07 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 2,62 juta kunjungan.
Kenaikan jumlah wisman juga mendongkrak tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang. Suhariyanto memerinci, TPK hotel berbintang selama Maret 2017 mencapai rata-rata 54,7 persen atau naik 1,82 poin dibandingkan Maret 2016 yang menyentuh angka 52,88 persen.
Angka TPK Maret 2017 juga meningkat dibanding Februari 2017 yang mencapai 52,57 persen. Tingkat kenaikannya mencapai 2,13 persen.
Merujuk data BPS maka TPK tertinggi tercatat di Provinsi Sulawesi Utara (68,16 persen), diikuti Kalimantan Tengah (65,50 persen) dan Provinsi DKI (64,25 persen). Sedangkan TPK terendah ada di Kalimantan Utara (25,96 persen).
Namun, TPK secara nasional memang terkerek. “Kenaikan TPK hotel berbintang pada Maret terjadi di semua provinsi,” papar Suhariyanto.
Bagaimana dengan lamanya tamu menginap atau length of stay? BPS juga menyodorkan temuan menggembirakan.
“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Indonesia selama Maret 2017 tercatat sebesar 1,89 hari, atau terjadi kenaikan 0,08 hari jika dibandingkan kondisi Maret 2016,” sebut Suharyanto.
Bali masih menjadi provinsi dengan length of stay tertinggi. Yakni 3,11 hari. Selanjutnya ada Papua (2,77 hari) dan Sulawesi Utara (2,18 hari).
“Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing pada Maret 2017 lebih tinggi dibandingkan rata-rata lama menginap tamu Indonesia. Masing-masing 2,86 hari dan 1,73 hari,” urainya.
Meski rata-rata per bulan sudah ketemu angka 1 juta wisman, Menpar Arief Yahya masih belum puas. Target tahun 2017 ini, rata-rata per bulan harus ketemu dengan angka 1,25 juta wisman. “Karena itu kami harus mengejar ketinggalan di sisa tahun 2017 ini,” ungkap Menteri Arief. (*)
Presiden Joko Widodo turun langsung untuk meyakinkan para investor mancanegara tentang potensi pariwisata Indonesia yang tak akan pernah habis dieksplorasi.
Dalam lawatannya ke Hong Kong, Senin (1/5), Presiden Joko Widodo berbicara dengan para pengusaha dan investor di wilayah administrasi khusus di Tiongkok itu. Dalam pertemuan yang digelar di Grand Ballroom Hotel Conrad, Hong Kong, Jokowi memaparkan peluang investasi di Indonesia yang sangat terbuka lebar.
Di antara deretan investor Hong Kong ada sosok Li Ka-shing. Pengusaha yang dikenal sebagai sosok filantropis itu bahkan dijuluki Superman karena kelihaiannya berbisnis. Presiden Jokowi bahkan sempat melakukan pertemuan dengan Li Ka-shing untuk membicarakan peluang investasi di Indonesia.
Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia terus memberi kemudahan bagi investor untuk berbisnis. Sebagai contoh, pemerintah telah membatalkan sekitar 3.000 peraturan daerah demi kemudahan.
Kemudahan berbisnis bagi investor juga didorong dengan program pengampunan pajak. “Berkat sejumlah upaya itu, tahun lalu kami memperbaiki peringkat kami di indeks Kemudahan Berusaha Bank Dunia sebanyak 15 peringkat. Dari peringkat 106 ke peringkat 91,” ujarnya.
Saat menyinggung pariwisata, Presiden Jokowi memaparkan peluang-peluang yang bisa digarap. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Indonesia juga untuk menunjang kemajuan daerah-daerah wisata.
“Anda semua tahu Bali, pulau surga kami yang terkenal itu. Dengan akses infrastruktur yang semakin baik, kami telah meluncurkan sebuah program yang disebut Sepuluh Bali Baru. Seperti misalnya Raja Ampat di Papua, Mandalika di Lombok dan Pulau Komodo,” ucapnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, pihaknya sedang melakukan percepatan di 10 Top Destinasi Prioritas, yang dikenal dengan 10 Bali Baru itu. Diantaranya Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, Bromo Tengger Semeru Jatim, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.
Arief Yahya juga membuka peluang selebar-lebarnya bagi investor yang hendak menanamkan modal di destinasi lain, di luar 10 Bali Baru itu. Seperti Raja Ampat, Manado Sulut, Derawan, Karimunjawa, Banyuwangi, Selayar Sulsel, dan lainnya.
“Kalau Pak Presiden Jokowi sudah serius dan berkomitmen penuh, pariwisata sudah bakal menjadi primadona di masa depan. Dan saat inilah waktu terbaik untuk masuk di sektor pariwisata,” ajak Arief Yahya yang mantan Dirut Telkom itu.
Presiden Jokowi langsung mengajak investor Hong Kong untuk tak ragu-ragu berinvestasi Indonesia. “Anda mungkin ingin segera membeli properti di sana sebelum Li Ka-shing membeli semuanya dan harganya juga menjadi naik,” ucapnya.
Tentu Presiden Jokowi tak mau menawarkan pepesan kosong ke investor. Kemenpar yang dipimpin Menteri Arief Yahya terus membenahi semua lini. Di dalam negeri, pembenahan infrastruktur penyokong pariwisata juga terus bergeliat. (*)
Menteri Patiwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
“Kemenhub sangat support kepentingan pariwisata dalam membangun akses, baik udara maupun laut! Luar biasa,” ujar Menpar Arief.
Memang, pasca Rakornas I tahun 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta, Menpar Arief Yahya getol mencari seats capacity di airlines dan slots di airports. Sudah mendapatkan tambahan hampir 2 juta setahun, tetapi itupun masih kurang sekitar 2 juta lagi.
“Karena itu kami masih roadshow untuk mendapatkan tambahan dari semua lini,” kata Arief Yahya.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pun fokus membangun sarana dan prasarana transportasi yang terintegasi untuk pariwisata. Kementerian yang dipimpin Budi Karya Sumadi itu mengedepankan program-program pembangunan infrastruktur khususnya aksesibilitas yang mendukung sektor pariwisata.
Sebagaimana disampaikan Menhub pada Rakernas II-2017 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Banjarmasin, 26 April 2017 lalu, dalam rangka mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasan lingkungan dan meningkatkan pendapatan nasional maka Kemenhub sebagai regulator di bidang transportasi menyiapkan prasarana dan sarana yang memadai.
“Pembangunan sarana dan prasarana ini juga untuk mewujudkan sistem transportasi yang efisien dan efektif,” ujar Menhub BKS, sapaan akrab Budi Karya Sumadi itu.
Karenanya, Kemenhub akan terus melakukan perbaikan dengan mengarahkan kebijakan pengembangan aksesibilitas yang mengutamakan kemudahan akses dan kenyamanan serta keamanan. Kemudahan akses dapat tercapai dengan indikator berupa ketersediaan moda transportasi, kecukupan kapasitas dan keragaman moda transportasi yang tersedia.
Secara umum, ada empat kebijakan Kemenhub dalam mendukung pengembangan pariwisata. Pertama adalah mempercepat realisasi peningkatan infrastruktur pelabuhan dan bandar udara di daerah tujuan wisata, termasuk menyederhanakan perizinan kunjungan kapal pesiar atau cruise dan perahu pesiar atau yatch.
Kedua, Kemenhub mendorong perusahaan pelayaran dan perusahaan penerbangan nasional menyediakan pelayanan dari dan ke destinasi pariwisata. Ketiga, meningkatkan kerja sama penerbangan secara bilateral dengan negara sumber pasar wisatawan melalui bandara yang telah dibuka untuk ASEAN Open Sky.
Yang terakhir adalah meningkatkan peran swasta dalam penyediaan angkutan wisata yang memenuhi standar keselamatan, keamanan dan kenyamanan.
“Kenyamanan dan keamanan transportasi mempunyai indikator berupa tingkat kepuasan konsumen dan keselamatan perjalanan pengguna jasa transportasi,” sebutnya.
Sementara Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan, ada kebijakan khusus guna meningkatkan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Yang pertama adalah memberi kesempatan maskapai asing untuk meningkatkan frekuensi dari sumber wisman seperti Jepang, Australia, Taiwan, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Belanda, Inggris , Malaysia, Korea Selatan, dan negara-negara Timur Tengah.
Untuk itu, Kemenhub memberi kemudahan akses bagi maskapai asing untuk masuk ke daerah tujuan wisata di Indonesia, khususnya 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Selain itu, kata Agus, Kemenhub juga mempermudah pemberian flight approval untuk extra flight maskapai nasional dan asing pada saat peak seasons.
Bahkan Kemenhub menjanjikan insentif untuk mendongkrak frekuensi penerbangan. “Mengusahakan dukungan diskon pada bandara dengan demand rendah,” sebutnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, Kemenhub mengembangkan bandara-bandara terdekat dengan 10 daerah tujuan wisata unggulan. “Bandara-bandara yang terdekat dengan destinasi wisata dikembangkan agar lebih selamat, aman dan nyaman untuk menyambut penerbangan wisatawan,” ujar Agus. (*)
Menteri Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung memeiliki pandangan khusus tentang pariwisata. Menurutnya tahun 2018 ialah ajang promosi besar-besaran bagi Bali dan Indonesia secara umum.
Forum tahunan International Monetary Fund (IMF) – World Bank Annual Meeting 2018, di Bali, bulan Oktober 2018 nanti adalah momentum istimewa.
Saat yang paling tepat mendongkrak pariwisata, karena orang-orang penting dunia bakal kumpul di Pulau Dewata Bali.
Annual Meeting yang akan diadakan pada 8-14 Oktober 2018 itu, akan dihadiri sekitar 15.000 peserta dari berbagai negara. Belum lagi pelaksanaan Asian Games berselang satu bulan sebelumnya (18 Agustus – 2 September 2018), yang digelar di Palembang Sumsel dan DKI Jakarta.
“Tahun 2018 akan menjadi tahun yang betul-betul dengan tingkat kesibukan yang tinggi, karena juga akan ada pilkada jumlahnya 171 pilkada,” ujar Pramono Anung.
Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat terbatas persiapan pertemuan tahunan IMF – World Bank 2018, di kantor kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/5).
Karenanya dalam rapat tersebut, Jokowi meminta persiapan yang telah dilakukan dipaparkan secara detil. Termasuk yang berkaitan dengan Asian Games dan Pilkada Serentak.
Pramono sendiri menilai kesibukan itu tidak hanya sebagai tantangan, tapi juga ajang mempromosikan sektor pariwisata unggulan. Sehingga, semua harus betul-betul dipersiapkan secara baik.
“Pemerintah dalam hal ini akan mempersiapkan secara baik termasuk menyiapkan destinasi-destinasi untuk liburan, serta wisata bagi peserta IMF meeteng dan World bank,” pungkasnya.
Soal Annual Meeting itu, Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan, Menpar Arief Yahya dan Menhub Budi Karya Sumadi sudah melakukan peninjauan langsung dan rapat koordinasi di Bali. Termasuk ke Pelindo III Bali yang sudah mulai banyak dikunjungi cruise.
Soal sampah yang menggunung, menjadi PR yang harus dituntaskan tahun ini. Juga soal kemacetan di Bali, yang sudah diputuskan untuk membuat flyover di dua titik, yakni patung Ngurah Rai dekat bandara internasional, dan Ubung.
Menpar Arief Yahya juga sudah menyiapkan paket-paket pariwisata, yang akan dipromosikan secara meluas melalui media digital, TripAdvisor. Diantaranya Paket Bali, untuk mengeksplorasi destinasi nomor 1 di dunia pilihan travellers itu. Lalu Paket One Day Cruise di Bali dan sekitarnya.
Ada paket beyond Bali, seperti Lombok, Labuan Bajo Komodo, Jakarta, dan Borobudur Joglosemar. Yang bisa ditempuh dengan sekali flight. Lalu Paket Toraja Sulsel dan Danau Toba Sumut.
“Setiap hari rata-rata Bali didatangi 14-15 ribu wisman, nanti akan ditambah 15-18 ribu delegasi IMF-World Bank, jadi akan ada 30 ribu wisman,” kata Menteri Pariwisata.
Saat itulah, Bali and Beyond akan hidup dan dikunjungi wisatawan. Dan itu kesempatan emas untuk mempromosikan destinasi lain yang juga hebat alam dan budayanya. (*)