Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13569

Polisi Tangkap Terduga Pembegal Tio

0
Pengendara sepeda motor melintas di Jembatan Nato, Sagulung inilah Tio di begal malam hari, Sabtu (25/2). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polisi tangkap tiga pemuda yang diduga memalak dan membacok Tio Arisandi, warga perumahan Batuaji Riau Bertuah (BRB) Sagulung, di jembatan Nato, Sagulung, Sabtu (25/2), lalu.

Tiga pemuda yang masih dirahasiakan identitasnya itu diakui Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto ada di lokasi kejadian saat Tio dibacok.

“Mereka mengaku tidak terlibat dengan aksi pembacokan, tapi tiga orang itu ada di lokasi saat kejadian itu,” ujar Hendrianto, Selasa (7/3).

Dari keterangan ketiga pemuda itu sambung Hendrianto, Tio dibacok oleh seorang pemuda lain yang berinisial Ba. Ba sendiri dikenal sebagai pemuda yang memang kerap berbuat onar di sekitar lokasi kejadian.

“Dia (Ba) tetangga korban juga. Mereka bahkan satu sekolah dulu,” ujar Hendrianto.

Ba sendiri saat ini masih dalam pengejaran anggotanya sebab sudah menghilang sejak kejadian itu.

“Saat kejadian memang ramai mereka ngumpul, tapi kata kawan-kawannya yang sudah ditangkap ini, cuman dia sendiri yang bacok korban,” kata Hendrianto.

Motif pembacokan sendiri belum dipastikan oleh Hendrianto, sebab tiga rekan pelaku yang diamankan mengaku tidak tahu persoalan kenapa korban dibacok oleh pelaku.

“Mereka mengaku hanya duduk saja saat kejadian itu. Si pelaku ini yang datangi dan bacok korban sendiri. Belum pasti apakah motifnya pemalakan atau apa,” terangnya.

Meskipun status ketiga pemuda yang sudah diamankan itu dengan kasus pembacokan itu belum pasti, namun ketiga pemuda itu kata Hendrianto juga memiliki catatan kriminal lain dengan laporan terdahulu.

“Ketiganya pernah aniaya orang dan laporan ke polisi ada, makanya untuk sementara waktu kasus penganiayaan itu dulu kami kenakan ke tiga pemuda itu,” ujar Kapolsek.

Tio sendiri sampai siang kemarin belum diambil keterangan oleh polisi. Itu karena Tio masih menjalani pemulihan setelah keluar dari rumah sakit Santa Elisabeth sepekan yang lalu.

Sementara Zulkarnen ayah Tio kepada wartawan menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke pihak kepolisian. Dia berharap agar para pelaku secepatnya ditangkap dan dihukum setimpal.

“Mau berapa orangpun mereka tangkap semua Pak. Biar aman kampung kami ini,” ujar Zulkarnaen.

Sebelumnya warga di sekitar jembatan Nato mengaku cukup resah dengan keberadaan sekelompok pemuda bersepeda motor yang kerap melakukan balap liar, palak, begal dan juga jambret. Sudah banyak korban akibat kelakukan brutal kelompok pemuda tersebut. (eja)

Tan Bak Seng Tewas dalam Perjalanan ke RSUD

0

batampos.co.id – Tan Bak Seng alias Aseng Bin Tan Jun Neng seorang warga negara Malaysia ialah narapidana dalam kasus perdagangan manusia (trafiking).

Ia dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Batam

Ia tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji, Minggu (5/3) sekitar pukul 17.00 WIB.

Tewasnya pria 55 tahun yang divonis hukuman delapan tahun penjara itu diduga mengalami sesak napas.

Jenazah Aseng sudah diserahkan ke pihak kelurga dan diinformasikan sudah dibawa pulang ke negara asalnya di Malaysia.

“Iya ada yang meninggal karena sakit dan sudah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Kasi Binadik Lapas Batam Rommy Waskita, Selasa (7/3).

Sebelum dibawa ke rumah sakit, Aseng kata Rommy, diketahui sedang sakit dan sesak napas di dalam kamarnya. Aseng sempat mendapat pertolongan medis di klinik Lapas, namun karena kondisi kesehatannya makin memburuk, Aseng akhirnya dilarikan ke RSUD.

“Namun, diperjalanan dia meninggal dunia,” ujarnya.

Senada disampaikan Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto yang menuturkan, dari hasil divisum pihak medis  tidak temui tanda-tanda kekerasan. Aseng meninggal karena penyakit sesak napasnya itu.

“Dia memiliki riwayat penyakit sesak nafas,” ujar Hendrianto.

Aseng sudah menjalani masa hukuman selama dua tahun. (eja)

Bawa Kabur Harta Majikan Senilai Rp 30 Juta

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pelarian Sri Yuliningsih alias Yeni pembantu rumah tangga (PRT) yang membawa kabur harta majikannya di Sagulung pada tanggal 21 Desember 2016 lalu, berakhir di balik jeruji besi Mapolsek Sagulung.

Wanita 33 tahun ini akhirnya dibekuk anggota Polsek Sagulung saat bersembunyi di Tagaraja Kecamatan Kateman, Sungai Guntung kabupaten Inhil, Riau, kampung halamannya, beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya Yeni merupakan buronan Polsek Sagulung atas laporan kehilangan harta benda dari Maria, 62, warga Sagulung yang tak lain adalah majikan Yeni.

Harta benda Maria yang hilang diantaranya adalah  Uang tunai Rp1 juta raib tanpa jejak, kotak perhiasan yang berisi kalung emas bersama liontin dengan berat sekitar 9,5 gram, gelang emas berat 20 gram, satu cincin emas 8,6 gram, cincin emas 4 gram, cincin emas 5 gram, liontin emas mata mutiara dan beberapa emas lain yang tidak ada surat.

Total kerugian yang dialami Maria sekitar Rp 30 juta.

Dalam laporan itu Maria menduga kuat pelaku pencurian harta bendanya itu adalah Yeni mantan PRTnya itu. Sebab setelah barangnya diketahui hilang, Yeni juga tiba-tiba menghilang.

“Sebelum ketahuan barangnya hilang dan pembantunya masih ada dan dia ditinggalkan sendiri di rumah. Korban sedang keluar,” ujar Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto, Selasa (7/3).

Melihat kejanggalan itu Maria sempat mencari tahu keberadaan Yeni, namun usahanya itu sia-sia sebab Yeni sudah tak tahu lagi dimana. Barang-barangnyapun juga sudah tak ada di rumah Maria. Mariapun memutuskan untuk lapor ke Polsek Sagulung.

“Terima laporan itu kami cukup kesulitan melacak keberadaan tersangka ini. Karena tempat tinggal dan identitas tersangka ini minim diketahui korban,” ujar Hendrianto.

Namun berkat kejelian anggotanya menyelidiki laporan itu, keberadaan Yeni akhirnya terendus dan Yeni kemudian ditangkap di kampung halamannya.

“Sudah lari ke kampungnya. Saat anggota tangkap, dia lagi kerja di kedai kopi,” ujar Hendrianto.

Dari tangan Yeni, polisi hanya bisa mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 320 ribu. Uang dan perhiasan majikannya telah dijual dan digunakan untuk kepentingannya selama bersembunyi di kampung halamannya.

Yeni sendiri mengaku memang mengambil harta majikannya itu karena membutuhkan uang.

“Sudah saya jual semua dan uanganya sudah saya pakai,” ujar Yeni singkat.

Atas perbuatannya itu, Yeni diancam pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara minimal lima tahun penjara. (eja)

Dua Remaja Curi Burung, Hasil Penjualan untuk Main Game di Warnet

0
ilustrasi

batampos.co.id – Akibat kecanduan bermain game online Point Blank di warung internet (Warnet), membuat dua remaja ini nekad mencuri burung di Perumahan Villa Hang Lekir, Batam Center.

Mereka mencuri lantaran tidak memiliki uang lagi untuk bermain game online itu.

Kedua remaja yang saat ini telah diamankan di Mapolsek Batam Kota itu yakni MP, 18 dan RR, 19.

Kini kedua remaja yang tinggal di kawasan Batuaji itu harus mendekam di Mapolsek Batamkota.

Dari pengakuan tersangka MP, ia dan RR awalnya berkeliling dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Namun, melihat adanya burung Murai Batu yang tergantung di depan rumah, mereka pun langsung berniat untuk mengambil burung itu.

“Karena ada di teras rumah dan kebetulan juga saat itu kawan liat burung ini,” katanya.

Tanpa pikir panjang, kemudian MP langsung masuk ke perkarangan rumah itu dan mengambil burung tersebut dan membawanya pulang ke rumahnya di kawasan Batuaji. Ia juga tidak tahu akan menjual berapa burung hasil curiannya itu.

“Barapa laku aja lah kalau dijual. Karena baru sekali ini mencuri,” katanya.

Sementara itu, RR mengaku hanya diajak oleh MP. Saat MP mencuri burung itu, ia hanya mengamati situasi dengan menunggu di atas motor.

“Dia yang ngajak, saya cuma disuruh berhenti dan menunggu di atas motor,” katanya.

Di tempat terpisah, Wakapolsek Batamkota AKP Sutrisno Saragih menjelaskan pencurian burung ini terjadi pada hari Minggu (5/3) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. Ia menduga, kedua remaja ini memang sengaja berkeliling untuk mencari target curian.

“Atau cuma pada saat itu karena ada kesempatan, mereka langsung mengambil barang milik orang lain,” katanya.

Adapun kedua remaja ini ditangkap oleh warga perumahan Villa Hang Lekir. MP dipergoki langsung oleh korbannya yang pada saat itu kebetulan keluar dari dalam rumahnya dan berteriak maling.

“Kedua pelaku diamankan oleh korban bersama dengan warga perumahan lainnya. Mereka kita kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman tujuh tahun,” imbuhnya. (cr1)

Aih Mak… Pelajar Mesum di Fitting Room

0
ilustrasi

batampos.co.id – Peajar kelas X SMA dari sekolah yang berbeda tertangkap mesum di sebuah kamar pas alias fitting room di sebuah pusat perbelanjaan.

Yang cowok berinisial JSW dan yang cewek berinisial WTM.

Muncul pula video peristiwa itu dan menjadi viral di media sosial.

Lantas bagaimana dua sejoli itu bisa tertangkap saat berbuat mesum di kamar pas? Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos, petugas Satpam mal sudah menaruh curiga dengan pasangan ABG itu lantaran dua kali terekam CCTV masuk bersamaan ke fitting room. Sebelum masuk, gerak-gerik mereka mencurigakan.

Petugas yang penasaran lantas mendatangi fitting room yang terletak di pojok. Setelah didekati, ternyata ruangan mungil itu mengeluarkan bunyi desahan seorang perempuan. Petugas makin yakin ada yang tak beres. Mereka membuka paksa.

Dan benar, sepasang pria dan wanita melakukan perbuatan tak senonoh.

Bahkan, mereka sudah setengah telanjang dengan celana terbuka.

“Mereka sudah tiga kali mesum di fitting room,” ucap seorang sumber di Polrestabes Surabaya.

Nah, video penggerebekan itu menjadi viral di media sosial. Karenanya, Polrestabes Surabaya langsung menindak lanjuti kejadian tersebut.

“Kami sudah datangi lokasinya dan meminta keterangan beberapa orang,” terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.

Shinto mengungkapkan, video tersebut direkam di sebuah mal di Surabaya Barat. Persisnya di lantai B1.

“Tetapi, kami masih mendalami identitas dua remaja itu,” tambah Shinto. (did/c10/dos)

Backpacker asal Inggris Disekap dan Disiksa

0
ilustrasi

batampos.co.id – Seorang yang diidentifikasi sebagai backpacker asal Inggris disekap dalam sebuah mobil.

Perempuan berusia 22 tahun itu harus menjalani serangkaian kengerian. Dia sekap dan diperkosa oleh mantan kekasihnya selama dua bulan di dalam mobil tersebut.

Keduanya sedianya berencana untuk keliling Australia. Namun, di tengah jalan, hubungan keduanya tidak berjalan dengan baik. Namun, alih-alih membebaskan kekasihnya, pelaku malah menyekapnya dan tetap melanjutkan perjalanan.

Selama di jalan, perempuan yang tidak disebutkan namanya itu mengalami pemerkosaan berkali-kali dan penyiksaan. Kejahatan itu akhirnya berakhir ketika polisi menghentikan mobil yang digunakan pelaku.

Proses penangkapannya pun dramatis. Saat itu, korban disuruh turun dan mengisi bensin di kawasan jalan bebas hambatan Warrego di Mitchell, sekitar 1.000 km selatan Cairns. Kata polisi, di Cairns, Far North Queensland, itu lah keduanya kali pertama bertemu tiga bulan yang lalu.

”Korban gemetaran, tubuhnya berguncang hebat, matanya biru, dan lehernya ada tanda kekerasan,” kata polisi mengutip kalimat kasir pom bensin dimana pelaku dan korban membeli bensin. Saat itu, korban juga mengatakan dia tidak bisa membayar bensin karena tidak punya uang. Karena cemas, pemilik pom bensin kemudian memberi signal ke polisi yang kebetulan sedang parkir di seberang pom bensin tersebut.

”Jika dia (korban, Red) saat itu punya uang dan langsung membayar bensinnya dan pergi, mungkin dia akan terus mengalami penyiksaan ini,” kata Inspektur Detektif Paul Hart.

Polisi yang mendapatkan signal, langsung mendekati mobil itu.

Dengan berbisik korban mengatakan dia sedang disekap dan pelaku bersembunyi di balik jok belakang.

Polisi pun bergerak cepat dan meringkus pelaku.

Pelaku mendapatan empat tuntutan, pemerkosaan, penyiksaan, penyekapan, dan penghilangan kebebasan orang lain.

”Perempuan muda ini mengalami trauma yang luar biasa. Kami memberikan pendampingan dan bantuan untuk melewati masa-masa sulit ini,” sambung Hart.

Ditambahkan Hart, korban sudah sejak 2015 berada di Australia dengan visa turis. Dan, keluarga pun tidak melaporkan dia hilang. (BBC/tia)

Hujan Es Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Kendaraan

0
Mobil Toyota Innova yang tertimpa pohon karena hujan es dan angin kencang di SBY. (Eril JawaPos.com)

batampos.co.id – Selasa (7/3) sore, Kota Pahlawan, Surabaya, diguyur hujan es.

Angin kencang bertiup kala itu. Pohon-pohon pun bertumbangan. Kendaraan banyak yang rusak tertimpa pohon.

Dilaporkan pohon-pohon di jalan Kutisari, Karah, Jemursari, Manyar depan Kebun Bibit, Prapen, Depan RSI 1, dan depan STTS Ngagel tumbang.

Bahkan, di dekat Carefour A. Yani  depan pabrik sabun, ada pohon yang tumbang menimpa sebuah mobil Innova putih yang sedang parkir.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Juanda-Surabaya Albertus Kusbagio mengatakan bahwa hujan es tersebut terjadi dari awan cumolonimbus alias CB yang besar.

“Butiran air super dingin tersebut menjadi es,” kata Albertus.

Pergerakan awan itu terpantau dari citra radar di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Ketinggian dari awan itu sekitar 4 kilometer.

Dan saat jatuh sebagai hujan tidak sempat habis mencair karena bisa saja butiran es saat di dalam awan terlalu besar.

“Jadi saat jatuh sampai tanah masih ada yang berupa butiran es. Dalam istilah meteorologi, hal tersebut dinamakan hail,” ucapnya. (cr4/jp)

Baru 14 Pejabat Ikut Open Biding

0

batampos.co.id – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan mengaku sembilan formasi Jabatan Pimpinan Tertinggi (JPT) yang dilelang (open biding) sudah dilamar semua. Namun proses open biding itu belum dapat dilaksanakan tim Panitia Seleksi (Pansel) sebab ada beberapa formasi yang belum memenuhi persyaratan.

“Sudah 14 pejabat eselon II dan III yang melamar. Namun formasi yang dilamar belum semuanya terisi. Karena syaratnya kan setiap formasi wajib dilamar minimal tiga pejabat,” ujar Dahlan ketika dikonfirmasi, Senin (6/3).

Formasi JPT yang sudah memenuhi persyaratan lamaran, kata Dahlan, baru lima formasi. Diantaranya Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kemasyarakatan, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Sedangkan empat formasi lagi, lanjut Dahlan, baru diisi satu sampai dua pejabat saja. Yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan (DPRKPKP).

“Lima formasi sudah dilamar tiga sampai lima pejabat. Sedangkan empat formasil lagi baru diisi satu sampai dua pejabat saja,” bebernya.

Disindir lamaran dari kalangan TNI dan Polri atau instansi vertikal, Dahlan menjelaskan dari kalangan itu belum ada yang melamar sampai saat ini. Namun dari informasi yang diperolehnya ada satu perwira TNI AL yang ingin mengikuti open biding.

Ditanya keinginan TNI AL itu melamar, Dahlan mengatakan tidak mengetahui secara pasti. Sebab informasi itu sebatas komunikasi melalui telepon seluler saja. Sehingga belum dapat dipastikan perwira tersebut berkeinginan mendaftar diformasi mana saja.

Tetapi, sambung Dahlan, perwira TNI AL itu bisa mendafatarkan diri diempat formasi yang dibuka untuk umum. Dari Dishub, Satpol PP, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan serta PUPR.

“Kami dapat telpon dari perwira TNI AL. Perwira itu berminat ikuti open biding. Namun kami tak tahu keinginannya melamar diformasi mana saja,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, dari sembilan formasi baru diisi tujuh pelamar. Diantaranya Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kemasyarakatan dilamar tiga pejabat. Yaitu Wan Chairil, Samsudi, dan Thamrin Dahlan. Kemudian formasi Dinsos dilamar oleh dua pejabat yaitu Djafnurinsyah dan Wan Chairil.

Berikutnya, Dishub dilamar oleh empat pejabat yaitu Reni Yusneli, Efendi, Irianto, dan Djafnurinsyah. Lalu, Disparbud dilamar oleh dua pejabat yaitu Reni Yusneli dan Efendi. Selanjutnya, Satpol PP dilamar oleh Efendi dan Irianto, Dispora dilamar oleh Efendi dan Samsudi serta DPRKPKP hanya dilamar oleh Djafnurinsyah.

Ketujuh pejabat yang melamar berasal dari internal Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri. Sedangkan dari instansi vertikal seperti Bea dan Cukai, Imigrasi, dan Badan Pusat Statistik (BPS) belum ada yang melamar.

“Satu pejabat ada yang melamar dua sampai tiga formasi. Seperti Reni Yusneli (Mantan Plt Sekda Pemprov Kepri-red) melamar didua formasi. Tapi beliau sudah jadi PNS Pemko Tanjungpinang,” ujar Kepala BKPSDM Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan, Selasa (28/2). (ary)

Pembangunan Harus Berbasis Gender

0
Para pembicara dalam sosilisasi Perda tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah Kota Batam di Hotel Best Western Premier, Batam.

batampos.co.id – Pembangunan harus berbasis gender. Kota Batam pun telah memiliki Perda tentang Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah.

Apa itu?

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3APPKB) Kota Batam mengadakan sosialisasi tentang itu Senin (6/3/2017) di hotel Best Western Premier, Batam.

Tujuan sosialisasi ini ialah memberikan pemahaman kepada semua stakeholder terutama organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewajiban untuk melaksanakan amanat Perda,” terang Kadis P3APPKB, Umiyati, SE.

Acara ini dibuka oleh wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad.

Amsakar dalam sambutannya mengatakan, indeks pembangunan gender (IPG) Batam telah berada diatas indeks nasional maupun indeks propinsi kepri yaitu sebesar 94,45 dibanding IPG provinsi kepri 93,20 dan IPG nasional sebesar 90,34.

“Artinya, pembangunan gender di Kota Batam sudah mendekati seimbang antara laki-laki dan perempuan,” ucap Wakil Walikota salam sambutannya.

Angka harapan hidup, tingkat pendidikan dan pendapatan antara laki-laki dan perempuan di kota batam pada saat ini sudah mendekati seimbang.

” Namun demikian, indeks pemberdayaan gender (IDG) kota batam saat ini masih sangat rendah yaitu 54,31%. Dibanding IDG provinsi Kepri yang sebesar 60.54 dan IDG nasional yang sudah mencapai 70,68%,” imbuhnya.

Artinya, angka keterwakilan perempuan di legislatif, jumlah perempuan sebagai pengambil keputusan dan sumbangan pendapatan kerja perempuan di Kota Batam masih rendah.

Pada kesempatan yang sama Wan Darussalam, Kepala Bappelitbangda Kota Batam sekaligus ketua Pokja PUG Kota Batam mengingatkan, “masing-masing OPD perlu menyusun indikator –indikator program kegiatan yang responsif gender.”

Maksud wan ialah misalnya pembangunan toilet yang beresponsif gender. Maka toilet itu harus memiliki fasilitas untuk masing-masing gender (lansia, anak-anak, disabilitas).

“Toilet itu harus memberi kemudahan pada perempuan, laki-laki, termasuk didalamnya lansia, anak dan disabilitas,” terang Wan.

Sesungguhnya pengarusutamaan gender ialah berbeda dengan feminisme. Pengarusutamaan gender lebih menitikberatkan kesetaraan akses, manfaat dan kontrol laki-laki, perempuan, anak, lansia dan disabilitas secara seimbang dengan memperhatikan kodratnya masing-masing. Demikian penjelasan sederhana dari DR. Rina Syahrullah, SH, MCL, P.hD, Kepala Prodi Pasca Sarjana Ilmu Hukum Universitas Internasional Batam yang mendampingi Wan Darussalam sebagai pembicara. (ptt)

Proyek Siluman Wisata Berburu Babi

0

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Lingga, Khairl Anwar mengatakan pihaknya tidak pernah sama sekali membahas wisata berburu babi yang akan diselenggarakan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lingga. Beberapa waktu lalu kata Anwar, pihaknya hanya membahas terkait kegiatan Off Road akhir tahun 2016.

Kegiatan dengan anggaran mencapai Rp 200 juta tersebut dinilai sebagai proyek siluman. Ada sejumlah oknum yang bermain dibalik layar. Diduga kuat, kegiatan ini merupakan titipan.

“Kami tidak pernah bahas kegiatan wisata berburu babi. Yang ada hanya Off Road,” jelas Khairl Anwar kepada Batam Pos, Senin (6/3).

Hal ini lanjutnya, tidak akan memberikan nilai balik atau output bagi daerah. “Kami menilai tidak ada output,” lanjutnya.

Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu, kegiatan wisata berburu babi masuk dalam salah satu agenda Visit to Lingga 2017. Kegiatan ini akan dijadikan even tahunan oleh dinas terkait. Selain tidak pernah dibahas dan masuk dalam APBD 2017 kabupaten Lingga, promosi wisata ini dinilai moncoreng nama Bunda Tanah Melayu yang mengusung wisata budaya. Sebab, jika mengacu dengan tujuan pariwisata unggulan daerah yang ditetapkan Provinsi Kepri, pulau Lingga ditetapkan sebagai wisata budaya dan sejarah. (mhb)