Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13572

Gedung Perpustakaan SDN 007 Tebing Terbakar

0

batampos.co.id – Perpustakaan SD Negeri 007 Pamak, Kecamatan Tebing hangus terbakar pada Ahad (7/5) malam pukul 22.00 WIB. Bangunan berukuran 8 x 9 meter persegi tersebut hanya berisi ratusan buku paket pelajaran para siswa dan tidak ada korban jiwa.

Berdasarkan keterangan Rusli, selaku Kepala SDN 007 menyebutkan bahwa pada saat kebakaran terjadi dia melihat api sudah membesar. Kemudian, masyaraklat sudah datang ke lokasi untuk memadamkan api dan menghubungi pemadam kebakaran.

”Dan, tidak lama kemudian ada satu unit mobil pemadam kebakaran dari Bandara Raja Haji Fisabilillah/ Seibati tiba dim lokasi,” ujar Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono kepada Batam Pos, Senin (8/5).

Anggota Polsek Tebing, kata Kapolsek, yang sedang melakukan patroli saat itu juga langsung menuju ke lokasi kebakaran untuk melakukan pengamanan dan juga pemadaman bersama dengan masyarakat sekitar. Diperkirakan, penyebab kebakaran diduga berasal dari arus pendek. Karena, di bangunan yang terbakar juga terdapat aliran listrik. Untuk kerugian mencapai Rp150 juta.

Kepala SDN 007 Pamak, Kecamatan Tebing, Rusli secara terpisah menyatakan, kebakaran yang menghanguskan bangunan perpustakaan beserta seluruh isi di dalamnya tidak menggangu proses belajar mengajar.

”Sebab, ruang tesebut memang difungsikan sebagai tempat membaca. Berapa banyak buku yang terbakar belum dapat dihitung. Sebab, catatan tentang buku ada di dalam bangunan dan ikut terbakar,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan buku, lanjut Rusli, pihaknya akan segera mengadakan rapat dengan seluruh guru. Tujuannya, untuk mengetahui apa saja buku-buku yang terbakar. Sehingga, tidak menutup kemungkinan jika buku yang sudah terbakar dan dibutuhkan oleh murid bisa dicari solusi untuk dipinjamkan dulu. Yang jelas, proses belajar mengajar tidak terganggu akibat dari kebakaran ini. (san)

Roro Dabo-Kualatungkal Semakin Banyak Peminat

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Yusrizal mendapati peningkatan volume penumpang Roll on Roll (roro) jalur Jago – Kualatungkal. Selain itu, peningkatan tersebut juga diikuti dengan mempermudah barang masuk dan keluar Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.

“Ada peningkatan volume punumpang begitu juga dengan jumlah kendaraan yang lalulalang,” ujar Yusrizal kepada Batam Pos, Senin (8/5) pagi.

Menurut Yusrizal, terbukanya jalur Roro dengan rute Dabo – Kualatungkal dan sebaliknya ini, diharapkan dapat mempermudah laju pertukaran barang sehingga berdampak pada penekanan harga yang rendah. Kondisi tersebut, aku Yusrizal, tentunya berlaku otomatis mengingat biaya transportasi semakin murah.

Yusrizal mengungkapkan semakin banyak barang holtikultura yang masuk dari Jambi ke Kabupaten Lingga melalui jalur roro ini. Tentunya lebih murah dibanding melalui jalur laut dengan kapal lainnya.

“Semestinya ketersediaan transportasi ini (Roro, red) dapat membantu pembisnis menekan biaya transportasi dan berujung pada penurunan harga barang di pasaran,” ujar Yusrizal.

Namun pendapat yang di sampaikan Yusrizal bertolak belakang dengan kondisi harga barang holtikultura yang ada di pasaran Kabupaten Lingga saat ini. Kondisi harga masih saja sama dengan kondisi sebelumnya.

Yusrizal juga mengaku heran dengan harga barang saat ini yang masih sama baik barang yang masuk menggunkan roro dengan barang yang datang dari pelayaran lainnya. Bahkan Yusrizal mengharapkan operasinya roro tersebut dapat menekan lonjakan harga bahan pokok dan holtikultura di pasaran Kabupaten Lingga.

“Sebetulnya saya juga heran kok harga masih tetap sama,” ujar Yusrizal.

Roro melayani rute Dabo – Kualatungkal telah berjalan selama dua bulan. Roro dengan rute tersebut melayani masyarakat sebanyakdi dua kali dalam satu Minggu. Untuk keberangkatan dari Dabo menuju Kualatungkal akan dilayani pada Kamis malam jumat sekitar pukul 07.00 serta malam Minggu malam Senin. (wsa)

Tabrakan Beruntun, Pasutri Tewas Ditempat

0
Korban kecelakaan beruntun di jalan Bintan Buyu yang tewas di tempat dibawa ke RSUP. F. Choki/batampos.

batampos.co.id – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Minggu (7/5) sekitar pukul 20.30 WIB. Akibatnya dua pasangan suami istri, Mujianto, 48, dan Suryani 46, meninggal dunia di tempat.

Pelaksana Harian Kasat Lantas Polres Bintan, Iptu Junaidi, menjelaskan kecelakaan yang melibatkan tewasnya dua pasutri ini berawal dari motor Scorpio BP 4835 BQ yang dikendarai Mujianto diduga tanpa sadar tiba-tiba menambrak bagian belakang sepeda ontel yang dikendarai, Zulkifly 41, yang sama-sama datang dari arah Tanjungpinang, menuju Bintan Buyu.

“Pas nabrak, pengendara sepeda jatuh ke bahu kiri jalan. Sedangkan yang motor scorpio jatuh ke jalur kanan jalan, dan istrinya (Suryani, red) ke kiri,” kata Junaidi.

Setelah itu, lanjutnya tak berselang lama tiba-tiba datang lagi dari arah berlawanan motor Yamaha Scorpio BP 4406 OB, yang dikendarai Nuzurul, dengan kecepatan tinggi langsung menabrak pasutri tersebut, hingga keduanya terpental sejauh 15 meter.

“Gak tahu apa karena gelap atau apalah. Tapi kedua pasutri itu langsung meninggal di tempat,” ungkapnya.

Sementara itu, kata Junaidi, kedua korban lainnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Tanjungpinang, untuk mendapatakan perawatan intensif.

“Dua pengendara yang lainnya gak apa-apa. Cuma mengalami luka dibagian tangan dan kaki. Sedangkan motor dan sepeda sudah diamankan di Polres Bintan,” imbunya. (cr20)

Kebutuhan Sama, Harga Naik

0

batampos.co.id – Bulan puasa masih dua minggu lagi, namun kebutuhan bahan pokok di pasar terpantau merangkak, padahal permintaan kebutuhan masih seperti biasa.

“Yang beli masih sama dengan hari lainnya, namun harga sudah mulai melonjak,” kata Erni pedagang sayur di Pasar Tibancenter, Sekupang, Senin (8/5).

Seperti bawang putih naik dari harga Rp 35 ribu menjadi Rp 50 ribu perkilonya, bawang merah Rp 16 ribu menjadi Rp 20 ribu, cabai merah Rp 28 dijual Rp 32 ribu, kacang panjang Rp 14 ribu perkilo, cabai rawit Rp 20 ribu, cabai kering Rp 40 ribu.

“Kecuali bawang putih, semua naik tiga hingga Rp 4 ribu perkilonya,” ujar perempuan yang akrab disapa uni ini.

Erni mengaku untuk saat ini pasokan yang datang memang mengalami penurunan. Hal ini disebabkan faktor cuaca yang terjadi di daerah asal sayuran seperti Medan, Sumbar, hingga Jambi.

Sementara itu, Doni penjual daging mengungkapkan kenaikan terjadi bervariasi seperti ayam segar Rp 27 ribu naik menjadi Rp 30 ribu, sedangkan ayam beku Rp 25 ribu.

“Stok masih aman, dari Barelang pasokan masih mencukupi, namun harga tetap beragam,” sebut dia.

Tiga harga kebutuhan lainnya yakni daging beku masih normal Rp 80 ribu perkilonya, minyak curah Rp 11 ribu, dan gula pasir Rp 11 ribu perkilonya.

Nelly salah seorang pedagang di Sekupang menuturkan naiknya harga kebutuhan jelang puasa dan lebaran ini sudah sering terjadi. “Karena kebutuhan kita tetap beli dong, hanya saja porsinya menyesuaikan dengan uang belanja,” sebut dia.(cr17)

Roadshow Air Connectivity Menpar Arief Yahya ke AP I Ngurah Rai Bali

0

Air connectivity masih menjadi problem mendasar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke tanah air. Senin, 8 Mei 2017 pagi hingga siang, Menpar Arief Yahya dan rombongan, bakal berkunjung ke Angkasa Pura I Ngurah Rai Bali. Dia didampingi  Stafsus Menpar Bidang Connectivity Judi Rifajantoro dan Tenaga Ahli Robert Waloni.

Targetnya?

“Memenuhi kekurangan seats capacity, yang melalui bandara-bandara di bawah AP I, saat ini kita masih kurang 2 juta seats lagi untuk menuju 15 juta wisman tahun 2017 ini,” kata Menpar Arief Yahya.

Tiga prioritas utama kemenpar tahun 2017 ini, menurut Menteri Arief Yahya, adalah go digital, homestay desa wisata dan konektivitas udara. Roadshow ini untuk menjawab pertanyaan soal air connectivity. Mengapa Aksesibilitas Udara dijadikan Program Prioritas Kemenpar?

Berikut wawancara dengan Menpar Arief Yahya (AY) yang didampingi Judi Rifajantoro dan Robert Waloni: Mengapa air connectivity itu dijadikan critical success? Yang begitu problem ini disentuh, maka akan lebih banyak wisman masuk.

Tanya: Mengapa airlines, airnav, dan airport menjadi penting?

Menpar AY : Pertama, hampir 80% wisman masuk ke Indonesia melalui transportasi udara. Sisanya  melalui laut ke Kepri, dan cross-border land. Sehingga Aksesibilitas Udara menjadi Key Success Factor (KSF) bagi pencapaian target kunjungan wisman.

Kedua, Akses Udara ini 80% dari proyeksi 15 juta kunjungan tahun ini, sehingga kita masih kekurangan sekitar 2 juta seats capacity dari negara yang merupakan pasar utama wisman, seperti China, Singapore, Malaysia, India, Eropa, Australia, Jepang, Korea, dll.

Ketiga, traffic di sebagian besar bandara Internasional di Indonesia over capacity, seperti  DPS (Bali) dan CGK (Jakarta) yang merupakan pintu gerbang utama bagi wisman, juga beberapa bandara lainnya yg banyak diminati oleh wisman, seperti SUB (Surabaya) , JOG (Jogja) dan BDO (Bandung).

Karena itulah Kemenpar roadshow untuk untuk Aksesibilitas Udara. Kemenpar perlu melakukan kunjungan ke Airlines, Air Navigation, AP I dan AP II. Adapun Airlines yang sudah dikunjungi antara lain: Garuda Indonesia, Air Asia, Sriwijaya, Lion Air, Thai Lion Air Bangkok, Jetstar Australia, Tiger – Scoot Air Singapore, dan lainnya.

Tanya: Siapa saja pihak yang terkait dengan Aksesibilitas atau Konektivitas Udara ini ?

AY: Sejatinya, air connectivity ini bukan tugas dan fungsi Kemenpar. Kami sama sekali tidak punya tangan dan kaki sampai ke level teknis, di lapangan. Kemenpar itu tuga utamanya promosi, mendatangkan wisman ke tanah air.

Tapi, kami paham, di sinilah critical success factor nya, di sinilah pintu yang membuat bottleneck, kalau dalam IT, bendwidth-nya harus diperbesar.

Karena akses itu vital, otoritasnya tidak langsung, dan menentukan, maka “Indonesia Incorporated” sebagai spirit untuk bekerja bersama untuk gol yang sama, membangun pariwisata Indonesia, untuk kesejahteraan bangsa.

Tiga isu utama, yaitu : Traffic Right dan Perijinan Rute Penerbangan, Kapasitas Bandara, Seats Capacity Airlines. Itulah yang kami kerjakan dengan roadshow ini.

Karena itu pula saya merumuskan strategi 3A untuk meningkatkan Aksesibilitas Udara (baca kembali : CEO Message #14), yaitu perlunya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan unsur 3A Akses Udara, yaitu : Authorities – Airports&AirNavigation – Airlines.

Tanya: Ada 3A dalam pengembangan destinasi, Akses, Atraksi dan Amenitas. Khusus akses udara ada 3A lagi. Apa detail 4A dalam air connectivity itu?

Menpar AY: Pertama, Authorities.

Authorities dalam hal ini adalah Kementerian Pehubungan (cq. Dirjen Perhubungan Udara) yang mengatur dan mengendalikan angkutan udara, mulai dari mengatur Traffic Rights yang dituangkan dalam Air Services Agreement bilateral/multilateral, mengatur aspek keamanan, keselamatan, pelayanan dan operasional; sampai dengan memberikan ijin rute penerbangan kepada pihak airlines.

Kedua, Airports & AirNavigation.

Di Indonesia airport operator dikendalikan oleh Angkasa Pura I, II dan Kemenhub. Mereka  operator pelayanan  kebandaraan, yang mengurus di darat.

Seats Capacity akan tersedia bilamana ada airline yang menerbangi rute tertentu.   Sementata airline hanya bisa membuka rute bilamana tersedia slot-time di bandaranya, baik air-segment maupun ground-segment nya.

Untuk itulah pengelola bandara dan Air Navigation harus terus didorong utk memastikan tersedianya slot-time di bandara.

Ketiga Airlines.

Pada akhirnya airlines lah yang menentukan adanya seats capacity pada rute tertentu. Masalahnya, airlines mempunyai perhitungan sendiri yang cukup rumit sebelum menentukan akan menerbangi rute tertentu atau tidak.

Untuk itulah Kemenpar turut memikirkan stimulus apa yang bisa diberikan kepada airlines untuk mendorong mereka mau membuka rute-rute baru, khususnya ke pasar utama wisman. Misalnya joint promo di target originasi tertentu.

Tanya; Lalu apa yang dilakukan Kemenpar untuk meningkatkan Aksesibilitas Udara ini ?

Menpar AY: Kemenpar membentuk Tim Peningkatan Aksesibilitas Udara yang dipimpin oleh Judi Rifajantoro selaku Staf Khusus Menteri bidang Infrastruktur Pariwisata dan Robert Waloni selaku Tenaga Ahli Menteri bidang Konektivitas Udara.

Tanya: Apa Program kerja Tim Peningkatan Aksesibilitas Udara ini?

Menpar AY: Pertama, Membangun komunikasi dan kolaborasi yang intens dan terbuka dengan unsur 3A (Authority, Airport&AirNav, Airlines), dalam hal ini dengan Kemenhub, AP1, AP2, AirNav Indonesia, serta berbagai Airlines. Baik melalui komunikasi lisan, tulisan, roadshow, Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan semua unsur 3A dan industri terkait, serta membangun MoU dan kesepakatan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kedua, Menyiapkan paket stimulus (Transport-Tourism Stimulus Package), yang bisa ditawarkan kepada Airlines maupun Wholesalers yang membawa wisman melalui rute baru baik dengan penerbangan reguler berjadual, maupun penerbangan charter. Stimulus Package ini diharapkan menjadi daya tarik bagi airlines maupun wholesalers untuk mau membuka rute-rute baru.

Ketiga, Mensosialisasikan Stimulus Package dan membangun awareness kepada para Kepala Pemerintah Daerah selaku CEO Destinasi beserta SKPD terkaitnya, agar destinasi  dapat lebih mempersiapkan diri (khususnya atraksi, amenitas dan masyarakatnya) agar dilirik oleh airlines/ wholesalers sebagai destinasi baru kunjungan wisman.

Tanya: Apa tujuan utama program Tim Peningkatan Aksesibilitas Udara ini?

Menpar AY: Pertama, melakukan komunikasi dengan Kemenhub selaku Authority untuk mastikan bahwa Traffic Rights antar negara tersedia pada saatnya dibutuhkan; serta kemudahan dan kecepatan proses perijinan pembukaan rute baru oleh Kemenhub.

Kedua, membangun koordinasi dengan AP2, AP2, AirNav, Otoritas Bandara, KaBandara/Danlanud, IASM dan pihak terkait lainnya, untuk memastikan tersedianya kapasitas bandara (slot-time) pada saat dibutuhkannya pembukaan rute baru ataupun penambahan frekuensi penerbangan.

Ketiga, melakukan kerjasama dengan berbagai Airlines dan Wholesalers agar lebih banyak membawa wisman, dengan menawarkan

Tanya: Stimulus Package apa yang ditawarkan Kemenpar untuk 3A ini?

Menpar AY: Ini yang dilakukan oleh banyak negara di dunia, ada 2 skema kerjasama, yaitu:

Pertama, Joint Promotion untuk rute penerbangan reguler berjadual dengan growth/tahun >  15%. Di setiap travel mart kolaborasi ini dilakukan bersama-sama. Lalu materi promosi di media, juga sudah di desain dengan konten bersama.

Rata-rata airlines sudah melakukannya. Mereka promosi ke China, dengan gambar gambar destinasi wisata Indonesia, dibuat harga murah, agar orang merasa dekat dan aksesnya mudah dulu.

Kedua, Incentive Hardselling yaitu pemberian cash-inventive/pax bagi yang membawa wisman melalui charter flight ke rute-rute baru. Ini juga dilakukan oleh hampir semua negara yang mempromosikan destinasinya. (*)

Bravo, PLN Kembangkan Destinasi Wisata

0
sumber foto: ngadem.com

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Jateng-DIY membantu mengembangkan destinasi wisata Taman Sungai Mudal, melalui Program Bina Lingkungan.

Obyek wisata ini adalah sebuah sungai dengan kolam alami dan air terjun yang masih perawan. Lokasinya sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Jogja, tepatnya di Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Jogjakarta.

Di lereng pegunungan itulah terdapat “surga tersembunyi” yang kini menjadi magnet baru dalam menarik wisatawan.

“Bagus, PLN bantu membina masyarakat dan menjaga kelestarian alam agar debit air terus besar. Apalagi berada di Kulonprogo, yanh sebentar lagi punya airport? Karena semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” kata Menpar RI, Arief Yahya.

Pengelola Taman Sungai Mudal, Rudi Hastaryo menambahkan, terciptanya ekowisata Taman Sungai Mudal ini berawal dari kepedulian sekelompok masyarakat sekitar yang menginginkan sumber mata air Sungai Mudal tetap terjaga. Namun memiliki daya tarik wisata. Tahun 2015, secara swadaya, Rudi yang turut serta dalam kelompok tersebut berusaha mewujudkan mimpinya.

“Dengan alam pegunungan yang sejuk, kami berusaha mengembangkan dengan tetap menjaga sumber air yang alami,” katanya, saat ditemui di Kawasan Taman Wisata Sungai Mudal, Jumat (5/5).

Dengan dana terbatas, Rudi bersama warga mulai membuka akses jalan 6¥0 menuju Sungai Mudal. Sekeliling aliran sungai juga dibangun fasilitas menarik. Di bawah mata airnya ada lubuk yang kemudian disulap layaknya kolam untuk mandi dan bermain. Di kawasan tersebut juga terdapat air terjun yang sangat indah, ‘Air Terjun Mudal’. Beberapa jembatan bambu yang tersusun rapi dan unik menambah pesona tersendiri.

Di tengah keterbatasan itulah, tahun 2015, PT PLN (Persero) hadir membawa angin segar. Melalui program Bina Lingkungan, PLN turut serta membangun kawasan Sungai Mudal sebagai ekowisata. PLN mengajak bermitra melalui konsep desa wisata. Selanjutnya, Sungai Mudal berbenah dengan penghijauan 1.000 tanaman pala, serta melengkapi segala fasilitas pendukung yang lebih layak.

Di bagian atas sungai kini juga telah dibangun sebuah taman dan berbagai fasilitas. Antara lain tempat duduk, gazebo, mushola, toilet, rumah payung, serta kolam pemandian.

Untuk menikmati suasana alam, disiapkan lahan ‘camping ground’ untuk pengunjung yang ingin berkemah. Masih ada kebun anggrek untuk wisata edukasi agar anak lebih mengenal tanaman. PLN juga melakukan program air bersih bagi 135 kepala keluarga dan membangun tempat ibadah.

Tiket masuk Taman Sungai Mudal hanya Rp 5.000 per orang. “Setelah dibantu PLN, jumlah wisatawan yang berkunjung terus meningkat. Dulu rata-rata 30 orang per hari, kini sudah melampaui 500 orang per hari normal. Saat akhir pekan bisa mencapai 3.000 orang, baik lokal maupun asing,” imbuhnya.

Supervisor Program CSR PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY, Wildani Permana Dewi mengatakan, dipilihnya Taman Sungai Mudal sebagai mitra binaan karena kawasan itu perlu ditata dan dilestarikan.

Dengan tumbuhnya lokasi wisata akan membuka usaha kecil. Seperti jasa parkir, jasa pemandu, pengrajin souvenir, warung makan dan home stay bermunculan.

Tahun 2016 Program Bina Lingkungan PLN mengucurkan dana Rp 130 juta untuk pembuatan anak tangga, gasebo, pembibitan anggrek, dan jembatan. Tahun 2017 sebesr Rp 150 juta untuk pembangunan gapura, jembatan baru, dan penambahan bibit anggrek.

Kepala Desa Jatimulyo, Anom Sucondro menuturkan, wisata di wilayahnya telah membangkitkan ekonomi desa.

Banyak potensi alam yang terus dibenahi sebagai destinasi baru. “Desa kami ada 13 dusun dengan wisata alam yang menarik untuk dikembangkan,” jelasnya. Terdapat juga Gua Kiskendo yang dikelola Pemda di dusun Sokomolyo.

Sedangkan wisata yang dikelola warga secara swadaya ada wisata Kembangtebu (Dusun Gendu), Curug Setawing (dusun Jonggrangan),  Grojogan Sewu (dusun Beteng), Gunung Lanang (Sibolong), dan Watu Blencong (Sokomoyo). (*)

 

Ayo Daftar Atambua International Motorcross

0
ilustrasi

Atambua International Motorcross di perbatasan Indonesia dan Timor Leste akan dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 13 Agustus 2017, mendatang di Sirkuit Haliwen Atambua.

Ratusan crosser dari Timor Leste akan unjuk gigi bertarung dengan Crosser dari Atambua.

“Kami juga akan menghadirkan crosser dari Australia sebagai bintang tamu, gaungnya sudah kami kabarkan ke Timor Leste dari sejak sekarang, jadi silahkan daftar untuk masyarakat Timor Leste, Dinas Pariwisata Belu siap melayani, hubungi kami dan kami akan layani,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Johanes Andes Prihatin.

Pria yang biasa disapa Jap itu mengatakan, sirkuit ini sangat ideal didatangi oleh para peserta dan wisatawan asal Timor Leste. Kata Jap, jarak dengan perbatasan Motaain hanya bisa ditempuh dengan waktu 30 menit. Sementara jika menggunakan pesawat, ini hanya 5 menit dari Bandara di Atambua. “Jadi ideal untuk wisatawan, dan arenanya luas, bisa menampung ribuan manusia,” kata Jap.

Dari perbatasan hingga ke tempat acara, imbuh Jap, aksesnya juga bisa ditempuh dengan mudah dan semua infrastruktur jalan sudah baik.

“Saat ini pemerintah daerah juga sudah mempersiapkan kendaraan transportasi, tidak perlu mereka charter mobil, karena mikrolet sudah stand by ke tempat acara hanya memerlukan ongkos sebesar Rp 5000, charter mobil pun banyak sekarang di Atambua,” ujar pria yang selalu berpenampilan klimis itu.

Untuk ke Indonesia, masyarakat Timor Leste juga tidak perlu gusar. Karena kebijakan bebas Visa yang telah ditetapkan pemerintah untuk para wisatawan membuat Wisman Timor Leste bisa menyambangi Indonesia kapanpun.

“Perbatasan pun sudah dibuat bagus, lengkap dengan semua fasilitas dan pendingin AC,” kata Jap. Jika ingin menyambangi lewat Bandara Atambua, juga sangat efektif. Bisa berangkat dari Kupang maupun dari Bali dan untuk ke sirkuit balap hanya ditempuh dengan 5 menit saja.

“Tahun ini landasan akan kami perpanjang hingga 1800 M dari 1600 M. Saat ini masih Wings Air yang mendarat, semoga Garuda Indonesia juga bisa segera mendarat ke Atambua. Wings Air yang setiap hari ke Atambua juga selalu penuh hingga 100 persen setiap hari,” kata Jap.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kini pariwisata di berbagai pulau di Indonesia semakin gencar dipromosikan. Saat ini, pariwisata di Indonesia diibaratkan sebagai celana. Bali merupakan kantung bagian kanan, Jakarta merupakan kantung bagian kiri, dan Kepri (Batam, Bintan) merupakan kantung bagian belakang. Tiga kantung utama itu acap kali disebut sebagai 3 Greater. “Nah, sekarang harus banyak kantung-kantung lainnya,” kata Menpar Arief Yahya. Membuat kantung-kantung baru merupakan suatu kewajiban bagi Kemenpar. Selain itu, Menpar Arief Yahya juga mendorong untuk memperbesar kapasitas kantung yang sudah ada. “Target besar harus diikuti dengan kesiapan 3A yang besar pula. Akses, Atraksi dan Amenitas,” katanya.

“Selain wisata budaya dan alam, salah satu potensi wisata yang bisa mendulang banyak wisatawan adalah konsep sport tourism. Konsep ini memadukan antara aktivitas olahraga dengan aktivitas turisme. Beberapa event sport tourism seperti ajang Wimbledon, F1 Racing, Rally Dakkar adalah contoh penyelenggaran sport tourism yang sukses,” katanya. (*)

Retribusi BPHTB dan PBB Jauh Dari Target

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pendapatan asli daerah (PAD) sektor bea perolehan hak tanah bangunan (BPHTB) Kota Batam jauh dari capaian yang ditargetkan. Dari Rp 114 miliar yang ditargetkan di awal Mei, hanya mampu direalisasikan senilai Rp 39 miliar lebih, atau sekitar 42,18 persen dari target.

Tak jauh berbeda dengan BPHTB, PAD dari sektor pajak bumi bangunan (PBB) juga anjlok dan tidak sesuai target yang diharapkan. Bila sebelumnya Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan Rp 48 miliar sampai awal Mei 2017 ini. Maka realisasinya hanya Rp 9,2 miliar atau sekitar 7 persen.

“Perlu perhatian khusus dari pemerintah, karena kedua retribusi ini penyumbang PAD terbesar,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam, Sallon Simatupang, Senin (8/5).

Diakui Sallon, anjloknya retribusi BPHTB dan PBB menjadi yang tertinggi di tahun ini.

“Kondisi perekonomian Batam sepi. Penganguran dimana-mana. Masyarakat yang beli rumah pun turun drastis. BPHTB dan PBB kan berkaitan dengan jual beli properti,” sambungnya.

Sallon menilai, BP Batam menjadi pihak yang bertanggungjawab atas anjloknya pendapatan daerah dari BPHTB dan PBB ini. Apalagi sampai saat ini proses izin peralihan hak (IPH) di BP Batam masih tersendat. “Kalau seperti ini terus bisa kolaps. Bagaimana pembangunan Batam,” terangnya.

Ia menambahkan,  kepemimpinan BP Batam saat ini tidak menujukan progres ke arah pembangunan. Ratusan ribu orang mengangur, lapangan kerja tutup dan perusahaan hengkang. “BP asik perbaiki, internal, jadi kapan jalannya. Sementara tidak ada penjualan rumah sama sekali,” bebernya.

Politisi Nasdem itu berharap agar Pemko dan BP Batam dimerger, dibawah kendali pemko. “Kalau dua ini kan buat investor bingung. Kita usulkan biarkan pemko saja menjalankan,” jelasnya.

Assiyah, warga Marina, Sekupang membenarkan kalau IPH di BP Batam berjalan optimal. Meski sudah mendapat persetujuan akad kredit dari bank, ia belum bisa memproses lantaran tertunda IPH di BP Batam. Bahkan, ibu dua anak ini sudah menunggu sejak akhir tahun 2016 yang lalu.

“Kita tak tahu juga, katanya IPH masih tertahan di BP Batam,” katanya.

Akibatnya Assiyah belum bisa menghuni rumahnya. “Uang muka udah masuk. Mau tak mau kita harus menunggu (IPH) keluar,” sesalnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengaku, idealnya triwulan pertama, penerimaan target dari BPHTB sudah berada di 25 persen. Namun hingga awal Mei, pendapatan dari BPHTB masih tertahan di angka Rp 39 miliar.

“Angka masih jauh dari target. Namun demikian kita tetap berusaha keras,” tuturnya.

Diakui Raja, PAD dari BPHTB ditargetkan sebesar 340 miliar di tahun 2017 ini. Sementara untuk PBB ditargetkan Rp 131 miliar. (rng)

Ingin Tarik Turis? Cross Border Events Harus Diperbanyak

0
Vokalsi Wali Band, Farhan Zainal Muttaqin menghibur 1.200 turis asal Singapura di gedung Sumatra Expo, Batamcentre, Sabtu (29/4). Wali Band khusus diundang oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Dispar Provinsi Kepri dan Dispar Kota Batam ke Batam untuk menghibur para turis dengan tema Wonderful Indonesia. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Upaya mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini yang dipatok di angka 15 juta menunjukkan tren positif.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun bungah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memang membawa kabar gembira bagi pariwisata tanah air. Kunjungan wisman ke Indonesia pada Maret 2017 mencapai 1.021.538 orang atau meningkat 5,47 persen dibanding Maret 2016 yang menyentuh angka 968.567 orang.

Sedangkan untuk periode Januari-Maret 2017, jumlah kumulatif wisman yang masuk ke Indonesia sudah mencapai 3.012.051 orang. Angka itu tumbuh 9,19 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang menyentuh 2.758. 679 wisman.

“Ini awal yang baik dalam upaya mencapai target 15 juta wisman tahun ini,” kata  Arief dengan nada optimistis.

Merujuk data BPS dan Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), pertumbuhan angka tertinggi dalam hal jumlah wisman berdasar asal negara adalah Rusia. Pertumbuhannya mencapai 55,52 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Selanjutnya ada Tiongkok (41,76 persen), Oman (24,09 persen), India (15,06 persen) dan Taiwan (10,56 persen).

Jumlah wisman Rusia juga mengalami pertumbuhan tertinggi untuk akumulasi periode Januari-Maret 2017, yakni mencapai 76,94 persen. Selanjutnya ada Tiongkok (43,87 persen),  Bahrain (18,31 persen) dan India (17,55 persen).

Tapi dari sisi jumlah wisman, Tiongkok menempati urutan pertama. Selama Januari-Maret 2017, ada 525.035 wisman asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia. Peningkatannya mencapai 43,87 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Selanjutnya ada wisman asal Singapura dengan jumlah mencapai 336.190 orang. Namun, jumlah itu justru turun 4,40 persen.

Sedangkan di urutan ketiga ada wisman asal Malaysia dengan jumlah 288.268 orang. Angka ini juga tumbuh negatif atau turun 1,17 persen.

Sedangkan total wisman dari Australia menempati posisi keempat  dengan jumlah 279.525 orang atau  tumbuh 7,68 persen. Di posisi kelima ada Jepang dengan 122.489 wisman atau turun 5,86 persen.

Peningkatan jumlah wisman Rusia pun menjadi menarik dicermati. Dalam tiga pulan pertama tahun ini saja angkanya mencapai 36.347 wisman.

‘’Sebagian besar wisman Rusia atau sebanyak 32.577 wisman memilih Bali sebagai liburan favorit mereka,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana.

Masih merujuk catatan BPS selama triwulan pertama 2017, ada tiga pintu masuk yang menyumbang jumlah wisman terbesar atau (three greater). Yakni Bali, Jakarta dan Batam.

Bandara Ngurah Rai Bali di Bali masih menempati posisi teratas dengan jumlah wisman mencapai 1,33 juta atau tumbuh 23,61 persen. Di posisi kedua ada Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi pintu masuk bagi 635 ribu wisman atau tumbuh 8,8 persen. Sedangkan Batam menjadi pintu masuk bagi 369.179 wisman.

Pitana menambahkan, kini Kemenpar menggencarkan berbagai events di wilayah perbatasan. Tujuannya adalah menyedot wisatawan pelintas batas atau cross border travellers.

Menurutnya, ajang pertunjukan musik bisa menjadi jurus jitu menyedot wisatawan cross border. Sebagai contohnya adalah Wonderful Indonesia Festival (WIF) yang berlangsung Sabtu (29/5) di Sumatera Convention Center, Batam.

Events WIF di Batam juga dimeriahkan penampilan grup band Wali. Ternyata, konser Wali pada akhir pekan itu mampu menarik minat wisman Singapura dan Malaysia untuk berkunjung ke Batam.

“Wisman perbatasan relatif dapat diperoleh dengan mudah dan cepat dengan menggelar event pertunjukan kesenian seperti konser musik,” katanya.

Guru besar ilmu pariwisata di Universitas Udayana itu lantas menyodorkan data. Wisman cross border punya kontribusi signifikan dalam mendongkrak jumlah turis asing.

“Tahun 2015 kontribusi wisman (cross border) mencapai 3,6 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia sebesar 10,4 juta wisman. Kita harapkan kontribusi tahun ini akan meningkat,” katanya.

Event pertujukan konser musik sebagai upaya mempromosikan WIF juga di gencarkan ke sejumlah pintu masuk Indonesia. Misalnya, Entikong di Kalim. (*)

Sempurna! Satu Kata dari Menpar Arief Yahya untuk Angkasa Pura I

0
Cenderamata dari Menpar untuk Direktur Utama PT Angkasa Pura I di Novotel, Bandara Ngurah Rai, Bali. Senin (08/05/2017)

Sempurna!

Itulah komentar Menpar Arief Yahya merespon presentasi Dirut PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro di Novotel Bandara Ngurah Rai, Bali, Senin 8 Mei 2017.

Roadshow Air Connectivity yang dilakukan di 3A, Airlines, Airport, dan Air Navigation itu pun berakhir manis, penuh optimisme!

Baik Angkasa Pura I maupun Angkasa Pura II sama. Sudah berada dalam alur rel yang diimpikan Presiden Joko Widodo, yakni membuka seluas-luasnya potensi pariwisata Indonesia dengan memperlebar akses. Kebetulan, 75-80% pintu masuk wisman ke tanah air itu melewati jalur udara.

Danang S Baskoro melaporkan ke Menpar Arief soal Airport Development and Marketing Program yang sedang dikerjakan AP-1.

Pertama soal incentive, dengan non cash, seperti pemberian free landing fee 100%, untuk rute baru di bandara BIK (Kaisiepo International Airport Biak), Bandara AMQ (Pattimura Airport Ambon), Bandara KOE (El Tari Int Airport Kupang, NTT).

“Incentive ini berlaku selama 6 bulan, efektif per Oktober 2016. Kami juga berikan 50% landing fee untuk Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Jogja, Manado, Lombok, Solo, Banjarmasin. Ini juga berlaku selama 6 bulan, untuk rute baru,” jelas Dirut AP-1, Danang S Baskoro.

Kedua, AP-1 juga menggelar serentetan events yang untuk mendorong pariwisata dan pergerakan turis. Diantaranya, Airport Running Series Solo, Airport Running Series Koepang, Airport Running Manado dan Airport Running Lombok. Juga Jazz Gunung Bromo 19-20 Agustus 2016, dan Summer Jazz Ijen Banyuwangi, 30 Juli, 10 September, 22 Oktober 2016.

Danang juga menjelaskan soal Collaborative Destination Development (CDD), yang melibatkan semua stakeholder pariwisata dan daerah. CDD itu sendiri telah diselenggarakan di 9 Bandara diantaranya yaitu MDC, SOC, LOP, KOE, AMQ, SRG, BDJ, JOG, dan UPG.

“Yang hadir juga para stakeholders diantaranya Airlines, ASITA, PHRI, Dinas Pariwisata, Gubernur, Walikota dan Para Pelaku Bisnis Pariwisata,” kata Danang.

Ketiga, AP-1 juga membangun Tourism Information Center (TIC), di Bandara Ngurah Rai Bali, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Adi Sutjipto Jogja, Bandara Hasanuddin Makassar, Bandara El Tari Kupang, dan Bandara Lombok NTB. “Kami juga punya Duta Bandara,” katanya.

Pembangunan dan perluasan infrastruktur di 13 bandara di bawah AP1 harus mulai beroperasi pada tahun 2019. Maka dari itu, pembangunan harus dimulai tahun ini!! Semua dikerjakan dengan semangat “Bandung Bondowoso”.

Dirut AP1 menyatakan Indonesia bagian Timur merupakan masa depan Indonesia karena kaya akan sumber daya dan potensi yang besar, khususnya alam yang indah sebagai atraksi wisata.

Dirut PT AP-1 Danang S Baskoro didampingi oleh Wendo Asrul Rose, Direktur Operasi, Yanus Suprayogi, GM Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Alexander Rita, Kepala Otorita Bandar Udara WIlayah IV, dan Maskon Humawan, GM AirNav Bali.

Sedangkan Menpar Arief didampingi Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana, Stafsus Menpar Bidang Connectivity Judi Rifajantoro, Tenaga Ahli Bidang Connectivity Robert Waloni dan Stafsus Menpar Bidang Media, Don Kardono.

Menteri Arief mengapresiasi laporan yang disampaikan AP 1 itu. Terutama progress dan target waktu pembangunan 8-9 airport yang dimulai bersamaan, tahun 2017 ini. “Pak Presiden Jokowi sudah menetapkan pariwisata sebagai core economy dan sector prioritas, maka kita semua secara incorporated harus berkolaborasi untuk mewujudkan target besar wisman 20 juta di 2019 itu,” tutur Arief.

Menpar Arief juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenhub yang dipimpin Budi Karya Sumadi, soal kemudahan dalam memberikan slots time kepada airlines yang hendak terbang ke Indonesia. “Tiga hal yang harus disupport Kemenhub, antara lain deregulasi, incentives dan slots time. Deregulasi itu penting dan mendesak untuk mempermudah proses,” jelas Arief yang asli Banyuwangi itu.

Slots time itu di Bangkok, Thailand, dilelang secara online. Secara otomatis, kalau dibuka, maka akan jauh lebih fair. Begitu pun incentive, bagi bandara yang belum banyak terbang, kasih stimulus untuk terbang, dengan incentive dia berhak membangun rute eksklusif itu selama 2-3 tahun,” ungkapnya.

Arief Yahya juga berterima kasih pada Air Navigation, yang mengatur lalu lintas udara di atas bandara. “Kalau rapid taxi way di Ngurah Rai jadi, maka jumlah pergerakan per jam bisa 30 kali. Ini akan sangat signifikan, karena saat ini sudah bisa 27 pergerakan, naik 2 pergerakan dalam satu jam,” katanya.

Menpar kembali menegaskan pentingnya Indonesia Incorporated, semua pihak harus bekerjasama menjadikan Pariwisata sebagai leading sector, penyumbang devisa terbesar, serta menjadi yang terbaik di kawasan dan dunia. “Hanya pariwisata dan ekonomi kreatif kita bisa juara dunia,” katanya. (*)

Play sound