Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13589

Cuaca Belum Aman Untuk Nelayan Tradisional

0

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ranai menyatakan kondisi cuaca diwilayah perairan Natuna belum aman bagi nelayan tradisional Ranai.

Prakirawan BMKG Ranai Day Pangestu mengatakan, saat ini potensi hujan ringan masih sering terjadi. Bahkan tinggi gelombang laut masih mencapai 3 meter.

Kondisi ini sudah berkurang dari sebelumnya, gelombang laut Natuna mencapai 6 meter hingga di laut Cina Selatan. Namun saat ini, belum aman bagi nelayan tradisional.

“Gelombang laut Natuna masih 3 meter. Kondisi ini belum aman untuk nelayan tradisional, dan diharapkan lebih waspada,” kata Dany, Rabu (1/3).

Menurut pantauan cuaca katanya, saat ini fenomena musim angin Utara masih terjadi di wilayah Natuna. Arah angin masih bertiup dari Utara menuju Timur, dengan kecepatan hingga 50 kilo meter per jam.

“Angin masih bertiup dari Utara, hal cenderung menimbulkan angin dan gelombang tidak bersahabat, terutama bagi nelayan tradisional,” sebut Dany.

Sementara aktifitas kapal barang ke Natuna, saat ini sudah mulai normal. Sejumlah kapal sudah merapat di pelabuhan dan melakukan bongkar muat barang di pelabuhan Penagi.(arn)

Dianggap Masih Hijau, Peluang Agus Wibowo Kecil Jadi Wagub

0
Agus Wibowo. Foto: harry/batampos.

batampos.co.id – Akademisi Stisipol Tanjungpinang, Zamzami A Karim mengatakan peluang Agus Wibowo (AW) untuk mendapatkan dukungan dari seluruh Partai Politik (Parpol) pengusung Sani-Nurdin sangat kecil. Apalagi dari sisi pengalaman AW masih hijau di dunia politik.

“Kita melihat dari berbagai sisi tentunya. Sejauh ini, Isdianto sudah mendapatkan rekomendasidari seluruh Parpol pengusung Sanur. Sementara Agus hanya sebatas Demokrat saja,” ujar Zamzami di Tanjungpinang, Rabu (1/3) di Tanjungpinang.

Menurut Zamzami, DPRD Kepri menuntut gubernur untuk memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan pencalonan gubernur dan wakil gubernur merupakan langkah yang bijak. Masih kata Zamzami, dirinya punya keyakinan besar masing-masing Parpol juga akan menilai secara rasional.

“Meskipun posisi Wagub merupakan kebutuhan politik. Tetapi rasional dalam bertindak harus dikedepankan,” papar Zamzami.

Terkait adanya tuntutan DPRD yang mengharuskan kandidat yang diusulkan DPRD harus mundur dari jabatannya saat ini. Sudah pasti merupakan syarat wajib untuk menjadi kandidat Wagub Kepri. Dijelaskan Zamzami, UU Pilkada adalah pedoman yang harus ditaati.

“Sebenarnya untuk lebih fair adalah melalui pilkada khusus wagub. Tetapi kondisi juga tidak memungkin. Karena kita khawatir, apabila dikendalikan DPRD rentan terjadi transaksional,” tutup Zamzami.

Terpisah, Direktur Batam Research Center dan Peneliti di Pusat Kajian Data Kepri, Hendri Rahman mengatakan tidak kunjung rampungnya proses penentuan dua nama Wagub Kepri mengundang perhatian pihaknya secara mendalam.

Berangkat dari persoalan tersebut, pihaknya melakukan kajian secara ilmiah mengenai kandidat seperti apa yang diinginkan tokoh-tokoh masyarakat di Kepri.

“Kebanyakan tokoh sangat menginginkan figur-figur yang diusulkan nanti adalah kandidat yang sudah matang dan sarat pengalaman. Bukan yang masih hijau di dunia politik,” ujar Hendri Rahman, kemarin.

Dibeberkannya, kebanyakan para tokoh juga mempertanyakan sikap Demokrat yang mengusulkan salah satu figur yang dinilai belum siap untuk menjadi Wagub Kepri. Selain masih muda, juga belum kaya pengalaman. Gubernur tentu sangat menginginkan sosok pendamping yang bisa meringankan beban pemerintahan.

“Melihat dari dinamika yang terjadi, gubernur butuh pendamping yang siap, mempunyai pengalaman dan yang lebih penting loyal. Apalagi Kepri pintu gerbang Indonesia harus dipimpin orang yang paham di bidang maritim yang lebih utama mengerti tentang isu pertahanan dan keamanan,” papar Hendri.(jpg)

Rp 4 Milliar Atasi Banjir di Sukaberenang dan Kampung Kolam

0
Banjir di Kampung kolam beberapa waktu lalu. Foto: Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan Pemko Tanjungpinang akan mendapatkan bantuan APBN Murni 2016 lagi dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jendral (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA). Bantuan dana yang diberikan sebesar Rp 4 miliar untuk menanggulangi banjir di kawasan Sukaberenang dan Kampung Kolam.

“Masing-masing kawasan dikucurkan Rp 2 miliar. Kucuran dana itu merupakan bantuan penanganan banjir tahap pertama. Kalau keduanya akan diserahkan 2018 mendatang,” ujar Lis ketika dikonfirmasi, Rabu (1/3).

Awalnya, kata Lis, Pemko Tanjungpinang mengusulkan kepada Kementerian PUPR untuk mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp 24 miliar untuk dua kawasan tersebut. Diantaranya untuk penanganan banjir di Sukaberenang sebesar Rp 9 miliar dan Kampung Kolam sebesar Rp 15 miliar.

Dikarenakan terjadinya defisit anggaran, lanjut Lis, Kementerian PUPR hanya mampu mengalokasikannya dalam dua tahap. Pertamanya dikucurkan Rp 4 miliar dan tahap keduanya dikucurkan Rp 20 miliar.

“Kucuran dana itu melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV. Jadi merekalah yang mengawasi penggunaan dana untuk tangani banjir itu,” jelasnya.

Dana sebesar Rp 4 miliar itu, sambung Lis, sudah diserahkan BWS Sumatera IV kepada Pemko Tanjungpinang. Dana itu akan digunakan untuk normalisasi saluran air dan pelebaran drainase di dua kawasan tersebut.

“Lelangnya sudah dilaksanakan. Akhir Maret ini pengerjaannya sudah bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementrian PUPR, Dirjen SDA mengucurkan APBN untuk proyek penanggulangan banjir di Jalan Pemuda. Kucuran dana melalui BWS Sumatera IV itu dibagi dalam dua tahap yaitu tahap pertama melalui APBN 2017 sebesar Rp 7 miliar dan tahap kedua melalui APBN 2018 sebesar Rp 10 miliar.

“Untuk proyek penanggulangan banjir itu dilaksanakaan oleh PT Jaya Kencana Sarana dengan Konsultan Supervisi oleh Tata Bumi Konsultan. Sedangkan pengerjaan difokuskan pembangunan drainase seluas 800 meter,” ujar Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah ketika dikonfirmasi, Kamis (23/2). (ary)

Dompak Berpeluang Jadi Salah Satu Destinasi Wisata

0
Pusat Pemerintahan Kepri, bangunan utama di Dompak. Foto : Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun meninjau beberapa lokasi proyek pembangunan yang ada di Pulau Dompak Rabu (01/03). Beberapa lokasi yang dikunjungi Gubernur diantaranya jembatan 1 Dompak, Area sekitar Jembatan, Gerbang pertama masuk pulau Dompak, serta titik-titik hutan bakau atau mangrove yang ada di Dompak.

Gubernur menegaskan dengan peluang yang ada saat ini, masyarakat dan pemerintah harus bahu-membahu bersama membangun pusat pemerintahan Provinsi Kepri ini.

“Pulau Dompak selain untuk pusat pemerintahan juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata dan taman hijau. Oleh karna itu kita perlu jeli melihat peluang yang ada saat ini agar bisa kita maksimalkan,” pesan Nurdin kepada beberapa OPD yang mendampinginya pada saat itu.

Nurdin menegaskan agar dalam membangun jangan sampai merusak kawasan hijau yang ada. Tidak boleh menebang pohon-pohon yang masih ada, bahkan Nurdin meminta kawasan Dompak yang dipenuhi tanah merah segera di isi dengan bunga dan tanaman hijau.

“Pembangunan jembatan perlu digesa, perlahan namun pasti banyak yang harus di benahi, area bawah jembatan yang masih lowong itu saya minta segera dibuatkan taman, tempat makan, agar banyak masyarakat yang datang sekedar bersantai memenuhi daerah dompak, saya juga minta kepada Satpol PP untuk menindaklanjuti bangunan-bangunan liar yang muncul disekitaran, kita ingin buat dompak yang asri,” lanjut Nurdin.

Kemudian pada area masuk pertama ke dompak Nurdin berpesan kepada Dinas PU agar segera menata kembali saliran drainase, meletakkan lampu jalan, pohon dan bunga-bunga. Selain itu Nurdin juga meminta di letakkan kursi-kursi panjang disekitarnya agar masyarakat dapat mengunjungi pulau Dompak bersantai disekitaran jembatan sambil menikmati kawasan hutan mangrove.

Terkait kawasan pemukiman di Desa Siambang, Gubernur saat safari Subuh disana mendengarkan keinginan masyarakat setempat yakni agar kawasan perumahan disana agar dirapikan.

“Apalagi disini merupakan kompleks perkantoran, tidak boleh difokuskan saja dipemerintahan, masyarakat yang ada disekitar harus diperhatikan, kalau perlu setelah ditata pemukiman dibuat home stay, selain untuk warga setempat bisa juga dijadikan destinasi kunjungan wisata sambil menikmati pesisir laut di Dompak,” ujar Nurdin.

Setelah meninjau area jembatan, Gubernur bersama rombongan lakukan peninjauan laut , dengan kapal Kepri 01. Rombongan bergerak melalui pelabuhan di Tanjung Duku untuk mengintari pulau Dompak melihat langsung kawasan hutan mangrove yang ada dipesisir-pesisir pulau.

Nurdin menegaskan bahwa mangrove yang ada saat ini adalah aset yang harus di jaga dan kelola bersama, karna banyak manfaat yang didapat dari mangrove itu sendiri. Oleh karena itu ia menginstruksikan kepada pihak Dinas PU dan Pariwisata agar menata kawasan mangrove menjadi destinasi wisata di Kepri.

“Kita tidak perlu menanam lagi apa yang ada saat ini kita jaga kita kembangkan, lebih bagus lagi kita buat taman wisata mangrove, saya berencana akan buat kapal nantinya akan mengintari hutan-hutan mangrove. Intinya Kepastian administrasi jelas, tarik investor untuk bekerja sama membangun kawasan dompak, jangan sampai terabaikan begitu saja,” tutup Nurdin. (jpg)

Warga Minta Pelabuhan Ponton Durai Direnovasi

0

batampos.co.id – Lima tahun sudah berlalu bangunan pelabuhan ponton tempat persinggahan kapal penumpang, namun hingga saat ini pelabuhan itu belum dimanfaatkan untuk menurunkan dan menaikkan penumpang yang datang dan bepergian dari dan keluar daerah.

Hal ini diungkapkan Camat Durai, Agung, terkait kondisi pelabuhan ponton Durai yang selama ini belum digunakan masyarakat tempatan untuk turun dan naik kapal tumpangan. Saat ini kapal tumpangan masih sandar pada pelantar rumah dengan menggunakan tangga kayu untuk menurunkan dan menaikkan penumpang,ujarnya.

Untuk itu, masyarakat mengusulkan posisi ponton pelabuhan Durai itu supaya kembali direnovasi bagaimana layaknya tempat sandar kapal penumpang. Soalnya, posisi ponton pelabuhan itu tak layak untuk sandar kapal tumpangan.

“Bagaimana tidak, pada bagian ponton sandar kapal ukurannya jauh lebih pendek bila dibandingkan dengan posisi ukuran ponton pada bagian kiri dan kanan,artinya ukuran ponton yangj lebarnya pendek mengarah ke laut tempat sandar kapal, sedangkan ukuran panjang ponton merarah pada posisi kiri dan kanan,” papar Agung.

Bangunan pelabuhan pontoon Durai itu dananya melalui APBD Provinsi. Makanya, usulan renovasi pelabuhan dan mengubah posisi pontoon pelabuhan itu diusulkan melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kepri melalui Dishub Karimun.

”Yang jelas, kondisi pelabuhan ponton Durai itu sudah sangat mendesak untuk perbaikan hingga nantinya pelabuhan itu berdaya guna dan dapat dimanfaatkan masyarakat turun dan naik kapal tumpangan,” tutupnya. (pst)

Mediasi Pengembang Perumahan dengan Warga Soal Banjir

0
Perwakilan pengembang perumahan Balai Garden Jhoni memperlihatkan drainase yang dibangun, ada beberapa titik yang dirubah warga untuk membuat saluran air dan tidak ditutup kembali. Foto : Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Camat Tebing Herisa Anugerah, kemarin (1/3) menjadi mediasi antara perwakilan pengembang perumahan Balai Garden dengan masyarakat Kampung Baru Tebing yang sudah tiga kali terkena banjir. Dan paling parah terjadi pada Selasa (28/2) malam lalu yang mencapai 60 centimeter.

” Disini kita tidak ada menyalahkan satu dengan yang lain. Tapi, menyelesaikan permasalahan dengan mencari jalan keluarnya. Dan kebetulan perwakilan pengembang perumahan Balai Garden pak Jhoni datang, saya persilahkan untuk memberikan tanggapannya,” jelas Camat Tebing Herisa.

Kemudian, perwakilan pengembang perumahan Balai Garden Jhoni memberikan penjelasan bahwa pihaknya sudah membangun drainase dengan lebar sekitar 2 meter. Dan dari foto-foto yang diambil, terjadinya banjir kepemukiman warga diakibatkan drainase di hilirnya terjadi pengendapan. Sebab, sudah hampir 5 tahun lebih drainase tersebut tidak dilakukan pengerukan oleh dinas terkait.

”Jadi bisa kita simpulkan, akibat terjadi pendangkalan drainase secara otomatis volume air hujan yang cukup tinggi kemarin maupun beberapa waktu lalu meluap hingga ke pemukiman masyarakat kampung Baru,” ungkapnya.

Selain itu katanya lagi, ada beberapa warga yang sengaja membongkar drainase untuk membuat pembuangan air ke tempat drainase. Namun, tidak dilakukan perbaikan drainase yang dibongkar itu menjadi permasalahan. Akan tetapi, dirinya tidak mempermasalahkan. Asalkan, jangan membuang sampah pada drainase.

Mengingat, saluran drainase yang dibangun tidak hingga ke hulu. Dikarenakan, jalur drainase tersebut mengenai tanah orang. Sehingga, pihak pengembang tidak bisa meneruskan pembangunan drainase. ” Saya ada solusi, saluran yang dibikin masyarakat dibuat buka tutup. Dan nanti, saya laporkan kepada pimpinan ada beberapa titik drainase yang perlu ditambah ketinggiannya sesuai usulan warga kampung Baru,” katanya.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Mulyadi menghimbau kepada masyarakat yang ada di perumahan Balai Garden maupun masyarakat disekitar perumahan. Agar, memperhatikan lingkungannya masing-masing supaya tidak membuang sampah sembarangan.

”Banjir terjadi diakibatkan membuang sampah di drainase. Saya sudah memantau dibeberapa titik terjadi banjir dan ditemukan banyak sampah,” singkatnya.

Sedangkan dari perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Himawan, pihaknya mengakui belum melakukan pemeliharan terhadap drainase tersebut. Dan dirinya meminta kepada pengembang agar melakukan pemeliharaan drainase harus bersama-sama. Termasuk warganya, untuk melakukan gotong royong membersihkan drainase.

” Intinya, harus sama-sama menjaga drainase. Dan Pak Bupati sudah turun langsung kelapangan, untuk melakukan pendataan dan langkah-langkah selanjutnya untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Salah satunya dihulu dilakukan pengerukan drainase,” jelas Himawan.

Dan Camat Tebing Herisa Anugerah dalam mengakhir pertemuan tersebut, telah mengambil kesimpulan bahwa untuk mengatasi banjir yang terjadi diwilayahnya perlu ada kebersamaan antara Pemerintah Daerah, masyarakat dan pengembang perumahan peduli terhadap lingkungan.

” Pokoknya, peduli terhadap lingkungan. Agar tidak terjadi lagi banjir. Dan dari pihak pengembang sudah ada sinyal akan memberikan solusi terbaik dalam mengantisipasi banjir dikampung Baru Tebing,” ucap Ica panggilan akrabnya.(tri)

Seminar Kebangsaan Menangkal Intoleransi

0

batampos.co.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Karimun (UK), Selasa
(28/2) lalu melaksanakan seminar kebangsaan dalam rangka untuk menangkal paham
intoleransi terhadap generasi muda di gedung Nilam Sari kantor Bupati Karimun. Seminar tersebut melibatkan LSM, Ormas, OKP, Mahasiswa dan pelajar SLTA sekitar 200 orang ini yang dibuka oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq.

”Jadi peranan mahasiswa dan pelajar yang sangat penting untuk menangkal
berbagai aksi intoleransi di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, pengaruh tersebut tidak langsung diterima secara mentah oleh masyarakat kita,” ungkap Rafiq.

Dikatakan, Kabupaten Karimun yang berbatasan langsung dengan negara tetangga
tidak tertutup kemungkinan paham-paham tersebut bisa disusupi kapanpun. Dengan
seminar inilah, kita pegang teguh Pancasila sebagai landasan fundamental dalam
memecahkan masalah idiologi, politik, ekonomi, sosial budaya maupun permasalahan
lainnya.

Sementara itu Rektor UK Elvis Adril sebagai pelaksana kegiatan mengatakan bahwa
pihaknya tetap akan mengangendakan tahunan melalui BEM UK untuk mengadakan
seminar Kebangsaan. Sehingga, bisa memberikan pemahaman yang benar terhadap
aksi intoleransi kepada generasi penerus.

”Salah satunya kita mengadakan seminar seperti ini. Jadi peserta bisa
melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar pengaruh-pengaruh tersebut bisa
diketahui sejak dini,” katanya.

Dan seminar tersebut dihadirkan narasumber dari Dandim 0317/TBK Letkol Inf I
Gusti Ketut Artasuyasa, Rektor Universitas Karimun DR H Elvis Adril, Ketua MUI
Karimun, Azhar Hasyim dan Kakamenag Karimun, Afrizal dan para SKPD dilingkungan
Pemerintah kabupaten Karimun. (tri)

Rumah Warga Tertimpa Batu Miring

0
Akibat hujan yang tidak berhenti sejak Selasa sampai Rabu dini hari kemarin telah menyebabkan batu miring di komplek perumahan Balai Permai runtuh.
foto: sandi/batampos.

batampos.co.id – Hujan yang berkepanjangan di Tanjungbalai sejak Selasa (28/2) siang sampai dengan Rabu (1/3) dini hari telah menyebabkan batu miring yang ada di Komplek Perumahan Balai Permai, kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun runtuh dan menimpa rumah warga.

”Kejadian batu miring runtuh pada Selasa (28/2) malam pukul 22.00 WIB. Saat itu, saya memang belum tidur, karena listrik padam,” ujar Rendi Faizal kepada Batam Pos.

Pada saat kejadian, lanjut Rendi, ia mendengar bunyi seperti guruh di langit. Namun, setelah saya periksa di bagian dapur rumah, ternyata sudah masuk tanah dan batu. Ternyata bunyi yang keras tadi berasal darti batu miring yang ada di belakang rumahnya.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi untuk sementara saya dan keluarga tidak tinggal di rumah itu dulu, karena, khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ” ungkapnya.

Apalagi, kalau dilihat pada bagian belakang batu miring yang runtuh tersebut ada tiga bangunan rumah yang ada di atas rumahnya ikut berdampak dan terlihat bagian bawahnya.

Ketua RT 07 RW 01 kelurahan Teluk Air, Kusmiran secara terpisah menyebutkan, ada enam rumah yang terkena dampak dari kejadian runtuhnya batu miring ini. Tiga rumah di bagian atas terdiri dari rumah yang ditempati oleh Bun Khim, Endang dan Rudianto. Sedangkan, pada bagian bawah ditempati oleh rendi Faizal, Teri Zulkarnain dan satu lagi tempat usaha laaundry.

“Hanya saja, yang paling parah terkena dampak memang rumah Rendi,” jelasnya.

Direktur PT Sinar Bahagia/ Suman Priyanto, Supriyanto selaku pengembang perumahan yang hadir di lokasi kejadian menyebutkan, pihaknya berjanji akan melakukan perbaikan terhadap batu miring yang runtuh dan mengenai rumah warga. ”Hari ini lokasi akan kita tutup dengan terpal terlebih dulu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, rumah warga yang rusak juga akan kita perbaiki,” jelasnya. (san)

Pemerintah Sisir Objek Pajak untuk Tambah PAD

0

batampos.co.id – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Asli Daerah (BPK PAD) Kabupaten Natuna melakukan sosialisasi dan mendata objek pajak,Rabu (1/3).

Pendataan tersebut, dilakukan penyisiran mulai dari objek pajak restoran, hotel hingga tempat hiburan. Baik yang sudah terdata maupun belum terdata dalam aplikasi.

Kepala Bidang PAD BPK PAD Pemkab Natuna Wan Andriko mengatakan, pendataan wajib pajak ini sekaligus sosialisasi kesadaran dan partisipasi kewajiban setiap usaha untuk menyetor pajak ke daerah sebesar 10 persen.

Sasaran objek pajak yang didata kata Andriko, adalah restoran dan sejanisnya, perhotelan sejenisnya hingga tempat hiburan di wilayah Ranai dan sekitarnya.

Andriko mencontohkan, seperti wajib pajak restoran. Setiap pelanggan dikenakan pajak sebesar 10 persen. Dan setiap kamar hotel yang ada tamunya dikenakan pajak sebesar 10 persen.

“Pendataan dan sosilisasi ini untuk meningkatkan penerimaan PAD Natuna tahun 2017 ini, sekaligus ucapan terima kasih dari Pemerintah kepada wajib pajak yang sudah taat pajak,” kata Nadriko.

Untuk target penerimaan pajak tahun ini sambung Andriko, diupayakan lebih meningkat dibanding tahun 2016 lalu. Dan seiring meningkatnya jumlah rumah makan dan restoran yang terus tumbuh di Ranai dan Kecamatan.

“Jumlah wajib pajak ini akan terus kami sasar, supaya terdata. Baik wajib yang lama, juga wajib pajak yang baru. Tentu Pemerintah membantu dalam urusan perizinan, dan sudah ditentukan petugas lapangan masing-masing,” ujar Andriko.

Seperti diketahui, Natuna masih minim penerimaan disektor PAD. Pembangunan daerah hanya bergantung pada dana tranfer DBH dari pusat. Bahkan penerimaan PAD yang minim ini menjadi sorotan DPRD yang kawatir Natuna bakal kolaps jika penerimaan DBH terus terjun bebas, sementara tidak didukung PAD.(arn)

Wujudkan Kabupaten Pintar, Bintan Tingkatkan Fasilitas Teknologi Informasi

0

batampos.co.id – Pemkab Bintan terus berupaya untuk terus meningkatkan fasilitas di daerah Bintan. Salah satunya dengan keinginan Bupati Bintan, untuk menjadikan Kabupaten Bintan sebagai kota pintar atau Smart City. Hal tersebut disampaikan Bupati Bintan, Apri Sujadi dalam kunjungannya ke PT Telkom Indonesia Wilayah Kepri, di Batam, Rabu (1/3).

Apri menuturkan ide tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungannya ke beberapa daerah. Menurutnya ada beberapa kota yang terbilang cukup maju pesat, karena menerapkan konsep Smart City diantaranya, Bandung dan Surabaya.

Sejak menerapkan konsep smart city, penghasilan perkapita masyarakat di dua daerah tersebut setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan.

“Saya ingin Kabupaten Bintan bisa menjadi Kota Pintar,” ungkapnya.

Pembangunan di Kabupaten Bintan saat ini sudah berjalan dengan baik dibeberapa bidang, seperti bidang pariwisata yang terus mengalami peningkatan.

Tak hanya itu, Pemkab Bintan juga terus membenahi beberapa sektor bidang lainnya, seperti bidang kemaritiman, bidang kesehatan dan bidang pendidikan.

“Selama ini Kabupaten Bintan hanya unggul di bidang pariwisata. Untuk itu kami ingin fokus melakukan pembenahan di beberapa bidang, seperti pelayanan masyarakat, maritim dan industri,” terangnya.

Pemkab Bintan juga akan melakukan beberapa perbaikan mutu pada bidang kesehatan dan bidang pendidikan, seperti program kesehatan gratis dan juga program masuk sekolah gratis.

“Namun seiring dengan perkembangan zaman, semua bidang tersebut juga harus diiringi dengan kemajuan teknologi informasi,” ungkapnya.

Apri mengakui belum kuatnya jaringan internet di beberapa titik lokasi di Kabupaten Bintan, merupakan permasalahan yang sering di jumpai dilapangan. Seperti di semenanjung pesisir, Kecamatan Bintan Pesisir dan Kecamatan Tambelan.

“Kami harapkan pemerataan dan penguatan jaringan koneksi internet akan membuat akses lebih mudah, karena ke depannya kami ingin membangun sebuah sistem pemerintahan yang berbasis e -Goverment, e – Desa atau e- Kelurahan,” terangnya.

General Manager PT. Telkom Indonesia Wilayah Kepulauan Riau, Sony Budi Winarso mengaku siap membantu mewujudkan program Bupati Bintan tersebut . Ia mengakui dalam pembenahan sistem e-Goverment juga harus di ikuti dengan penguatan jaringan akses internet dan telekomunikasi.

“Tentunya kami selalu siap bekerjasama dengan Pemkab Bintan dalam mewujudkan hal tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu , Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika, menyambut baik atas ide Bupati Bintan.

Menurutnya bila program smart city bisa terwujud dengan pengembangan program e-Desa, tentunya merupakan suatu langkah maju, dimana akan memudahkan sistem pemerintahan tentang percepatan pertukaran informasi desa.

“Kami selalu siap mendukung program pak bupati. Bila program e-Desa bisa berjalan dengan baik, tentunya sistem pelaporan dapat dengan cepat kami terima. Sehingga pembangunan di pedesaan terus meningkat,” imbuhnya. (cr20)