Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13590

Cadilac One Mobil Teraman di Dunia

0
Donald Trump keluar dari mobil dinasnya yang istimewa. (AFP)

batampos.co.id – Cadillac One ialah juukan kendaraan dinas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Ini bukan mobil dinas biasa, berjulukan The Beast, mobil tersebut sudah melalui perubahan besar-besaran sebelum digunakan Trump.

Sedan mewah itu lebih besar dari dua SUV dengan warna kamuflase hitam dan putih.

Desain mobil canggih itu akan membuat orang yang melihat secara kasat mata sulit menemukan fitur-fitur rahasia dari mobil tersebut. Kacanya anti-peluru dan nanti akan dicat hitam dan silver seperti versi sebelumnya.

Seharusnya, General Motors, yang disebutkan membuat mobil tersebut, sedianya mengirimkan The Beast sebelum inagurasi Trump pada Januari. Namun, diundur pada Maret ini karena beberapa perubahan yang dibikin.

Mobil berbanderol Rp 19,7 miliar itu adalah satu dari 12 perangkat jalan raya yang dimiliki Gedung Putih. Total, ke-12 perangkat itu menghabiskan dana sekitar Rp 246 miliar. Demi keselamatan presiden AS, mobil itu diklaim sebagai mobil teraman di dunia.

Memiliki berat 8 ton, The Beast punya pintu setebal 20,3 sentimeter. Pintu tersebut beratnya sama seperti berat pintu di pesawat Boeing 757. Pelapis pelindungnya pun sudah lolos tes serangan zat biologis dan kimia berbahaya.

Kaca depan mobil bisa menahan serangan peluru dan bodinya berstandar militer dengan ketebalan 12 sentimeter. Bodi tebal itu sudah teruji tahan serangan bom jalan raya dan tanki bahan bakarnya resisten terhadap ledakan.

Tidak semua kaca bisa dibuka. Hanya kaca pengemudi saja yang bisa terbuka. Selain itu ada bagian yang bisa dibuka bila ada kejadian darurat dan presiden butuh transfusi darah dalam waktu singkat.

Mobil itu juga punya senjata api yang bisa digunakan bila ada serangan. Bannya pun istimewa. Ban mobil masih bisa berjalan meski bannya gepeng sekalipun. Plus sistem oksigen yang akan aktif otomatis bila ada serangan kimia. (Daily Mail/tia)

Pembangunan Jodoh Boulevard Melenceng Dari Perencanaan

0
Kondisi taman Jodoh Boulevard yang rusak dan tidak terawat lagi akibat kios liar yang menempati daerah tersebut, Batuampar, Jumat (24/2). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum mengatakan pembangunan Jodoh Boulevard melenceng dari konsep awal yang direncanakan. Awalnya, kawasan seluas 50 × 750 meter ini dibangun dengan tujuan menjadi ikon Kota Batam yang dilengkapi dengan taman rekreasi keluarga dan sekaligus pusat penjualan kecil dan menengah.

“Waktu saya masih kepala bagian pembangunan. Jodoh Boulevard bukan seperti ini konsepnya,” kata Syamsul, Rabu (1/3).

Pembangunan melenceng ketika pembangunan diambil alih oleh provinsi. Saat itu Pemko Batam tak mampu melanjutkan karena keterbatasan anggaran. Provinsi yang memiliki konsep lain mengubah perencanaan ini, sehingga dimulailah pembangunan.

“Memang ada sedikit perubahan dari yang awal kita rencanakan, sehingga pembangunann seperti sekarang ini,” sebut Syamsul.

Menurut dia, pembangunan oleh provinsi belumlah final. Karena keterbatasan anggaran jualah, Jodoh Boulevard tak kunjung selesai dibangun.

“Setahu saya disana mau dibangun kios-kios, sudah disiapkan sekitar 120 pedagang. Konsepnya sama taman bermain, lengkap dengan air mancur dan lampu-lampu jalan. Cuma dalam pelaksaan tak tertata baik,” ungkap dia.

Syamsul berharap, Wali Kota Batam Rudi menata ulang kembali Jodoh Boulevard ini. Terkait aset yang masih dimiliki provinsi, ia mengakui tidak menjadi masalah. Provinsi dengan legowo akan mengembalikan lagi aset tersebut ke Kota Batam.

“Tinggal surati provinsi saja, bisa langsung kita serahkan. Perencanaan sudah ada, tinggal pematangan saja,” bebernya.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Rohaizat menyambut baik penyerahan aset Jodoh Boulevard tersebut ke kota.

“Kita dukung. Coba lihat sekarang, taman kota yang direncanakan malah jadi pusat perjudian dan prostitusi,” katanya.

Bahkan kawasan ini sudah menjadi tempat berkumpul anak-anak jalanan. Tak sedikit juga tindak kekerasan terjadi di Jodoh Boulevard.

“Jangankan mau ke sana. Berhenti saja tak mau melihat kondisinya seperti saat sekarang,” tutur Rohaizat.

Ia mengakui, DPRD siap menganggarkan jika pemerintah kota mengusulkan anggaran untuk penataan kembali Jodoh Boulevard ini.

“Tapi harus komitmen untuk dikelola sesuai konsep yang ada. Pengawasan harus dimaksimalkan lagi,” jelasnya. (rng)

Warga yang Tinggal di Pelantar Perlu Septic Tank Komunal

0
Umumnya masyarakat Anambas tinggal di pelantar dan pembuangan kotoran langsung ke laut. Foto Sya/batampos.

batampos.co.id – Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas berencana akan memaksimalkan penataan ruang khususnya yang ada di wilayah Tarempa dan sekitaranya. Pasalnya saat ini pertumbuhan atau pertambahan bangunan di Tarempa semakin banyak sehingga harus diadakan pengaturan yang lebih matang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas Augus Raja Unggul, mengatakan, pengaturan yang diutamakan yakni mengenai penataan kawasan padat penduduk yang ada di sekitar pantai kota Tarempa. Karena sudah semakin padat maka sedikit banyak berdampak pada kondisi air laut di Tarempa.

Ke depan pihaknya, akan mengupayakan membuat septic tank komunal yang ada di bawah pemukiman warga yang tinggal di atas laut supaya kotoran warga bisa ditampung dalam satu tempat sehingga tidak mencemari laut Tarempa.

“Kita arahnya kesana, septic tank itu nantinya juga akan didesain supaya air dari septic tank yang keluar ke laut sudah bukan berupa kotoran lagi tapi berupa air jernih,” ungkap Augus.

Jika dananya tidak bisa dipenuhi oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, maka pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan beberapa perusahaan migas yang ada di Anambas agar memberikan atau mengalirkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembangunan septic tank komunal.

“Kalau APBD tak cukup kita bisa meminta kepusat dan juga berkoordinasi dengan perusahaan untuk mengalirkan CSR kearah itu,” ungkapnya lagi.

Oleh karena itu langkah awal yang akan dilakukan yakni akan menyusun dokumen perencanaan induk yang nantinya akan digunakan sebagai acuhan pembangunan. “Untuk merealisasikan itu, kita perlu membuat dokumen perencanaan induk, dupaya pembangunannya tidam melenceng,” jelasnya.

Seperti diketahui jika mayoritas warga Tarempa tinggal di atas air laut. Yang sering terlihat, warga sering membuang sampah dilaut dan juga menjadikan laut sebagai septic tank yang alami jadi kotoran mereka langsung nyemplung ke laut tanpa melalui septic tank.

Keadaan ini sudah berjalan sejak dulu karena tidak ada yang mengarahkan mereka. Dapat dijumpai di bawah rumah warga khususnya rumah yang berada di permukaan air laut, sudah biasa membuang sampai di laut dan menjadikan laut septic tank alami. (sya)

Tarif Pas Diberlakukan Setelah Sosialisasi Selama 3 Bulan

0

batampos.co.id – Pemko Tanjungpinang meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Tanjungpinang segera memberlakukan kenaikan tarif pas Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP). Sebab jika tak dinaikkan proses pembangunan fasilitas pendukung pelabuhan tersebut akan terkendala.

“Alasan PT Pelindo menaikan tarif pas pelabuhan itu untuk mendukung pembangunan. Jadi perlu sumber dana yang besar,” ujar Sekda Pemko Tanjungpinang, Riono ketika dikonfirmasi, kemarin.

Kenaikan tarif pas domestik dan internasional, kata Riono, sangat didukung Pemko Tanjungpinang. Sikap dukungan itu, lanjut Rino, didasari tiga faktor. Yaitu menilai dari lingkungan sekitar. Maksudnya dampak yang dirasakan masyarakat terkait kenaikan tarif.

Kedua, masih Riono upaya yang dilakukan PT Pelindo meningkatkan fasilitas penunjangnya. Faktor ini sudah terbukti dengan digesanya pembangunan dermaga, ponton dan lainnya. Kemudian terakhir peningkatan kinerja karyawan PT Pelindo dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Tiga faktor itu sudah kami telusuri. Hasilnya sangat bagus, maka kami mendukung kenaikan tarif pas agar segera diberlakukan,” bebernya.

Selain ketiga faktor tersebut, sambung Riono, alasan yang lebih rasional yaitu kenaikan tarif belum pernah diberlakukan sejak 2013. Dengan alasan itu sudah sepantasnya tarif pas pelabuhan baik domestik dan internasional harus disesuaikan.

“Ekonomi saat ini sudah baik. Bahkan kenaikan tarif pas yang dipatok sangat wajar. Jadi kami minta gak ada lagi pihak yang menghambatnya melainkan harus mendukungnya,” sebutnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Reni menegaskan agar kenaikan tarif pas pelabuhan domestik maupun internasional ditunda untuk sementara waktu. Sebab PT Pelindo belum memenuhi tiga faktor untuk memberlakukan kenaikan tarif pas tersebut.

“Kita sudah jabarkan faktor-faktor yang jadi dasar agar kenaikan tarif itu ditunda. Semoga hasil penjabaran itu dipatuhi PT Pelindo,” katanya.

Reni menjelaskan tiga faktor yang mendasar diantaranya belum adanya kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian kerja sama (PKS). Padahal PKS itu berfungsi mengatur teknis kerjasama antara BUMD Tanjungpinang dan PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang. Sehingga secara aturan kenaikan tarif pas pelabuhan belum memenuhi unsur kerjasama yang pasti.

Berikutnya, PT Pelindo wajib melakukan uji publik dan mengkaji tarif pas pelabuhan sesuai kondisi lapangan. Kemudian harus memberlakukan perbedaan tarif antar WNI dan WNA.

“Terakhir jika tarif pas sudah ditetapkan. PT Pelindo wajib mensosialisasikan pemberlakuan tarif minimal tiga bulan. Ini bukan hanya saran kita tapi perintah dari Dirjen Hubla Kemenhub RI,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Utama Pelindo I Cabang Tanjungpinang, I Wayan Wirawan mengaku tetap akan memberlakukan kenaikan tarif pas pelabuhan yang baru. Namun untuk jadwal pemberlakuannya akan disesuaikan dengan permintaan dari DPRD Tanjungpinang.

“Awalnya 1 Maret ini kami berlakukan. Tapi dewan meminta sosialisasikan tiga bulan ke depan dulu. Maka jadwal pemberlakukannya setelah sosialisasi,” sebutnya.

Disindir angka kenaikan tarif pas yang akan diberlakukan, I Wayan mengatakan belum bisa membeberkannya. Tapi dirinya akan membahas usulan tarif dari Walikota Tanjungpinang dan DPRD Tanjungpinang bersama Direksi PT Pelindo I Cabang Medan.

Kedua usulan itu kata I Wayan, sama-sama meminta agar tarif pas pelabuhan internasional dibedakan antara WNA dan WNI. Namun angka yang diminta sedikit berbeda. Dari Walikota Tanjungpinang meminta tarif pas WNA Rp 60.000 dan WNI Rp 40.000 sedangkan permintaan DPRD Tanjungpinang untuk WNA Rp 50.000 dan WNI Rp 40.000.

“Kami patuhi semua permintaan legislatif dan eksekutif. Namun berikan kami waktu, karena usulan itu harus dibahas dengan Direksi PT Pelindo Medan. Jika disetujui atau tidaknya akan segera kami kabari,” pungkasnya. (ary)

e-Filling dan e-Billing Permudah Wajib Pajak Untuk Sukseskan Program Tak Amnesty

0
Ilustrasi perbankan melayani warga yang ikut tax amnesty. Foto: istimewa

batampos.co.id – Program pengampunan pajak atau Tax Amnesty tinggal 30 hari lagi. Di Batam masih banyak wajib pajak baik perorangan ataupun badan usaha yang belum mengikuti program tersebut. Untuk itu kantor pelayanan pajak (KPP) Batam selatan kembali mengingatkan wajib pajak yang belum mengikuti program tersebut agar segera memanfaatkan kesempatan yang tinggal sebulan itu.

Kepala kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama Batam Selatan, Nunung H Siswantoro mengatakan, berdasarkan data dari nomor peserta wajib pajak (NPWP) tercatat ada sekitar 500 ribu wajib pajak yang ada di kota Batam. Namun dari jumlah tersebut sebagian besarnya belum melaksanakan kewajiban pajak mereka.

“Baru belasan ribu yang sudah termasuk Tax Amnesty, sebagian besar belum,” ujarnya, saat menggelar kegiatan aksi Simpantik Tak Amnesty untuk wilayah Batam Selatan di Panbil Mall, Seibeduk, Rabu (1/3) pagi.

Untuk itu disisa waktu program pengampunan pajak ini, Nanang berharap agar peserta wajib pajak baik perorangan ataupun badan usaha segera melaksanakan kewajiban pajak melalui program pengampunan pajak itu. “Tax Amnesty, tinggal 30 hari lagi. Sayang kalau tak dipergunakan. Kapan-kapan lagi baru ada program seperti ini. Bisa jadi tak ada lagi kedepannya,” ujar Nanang.

Selama sebulan kedepan ini, sambung Nanang, untuk mempermudah wajib pajak mengikuti program tak amnesty tersebut, Direktorat Jendral Pajak (DJP) juga membuka sistem laporan SPT dan pembayaran pajak secara on line. Laporan SPT bisa dilakukan melalui sistem e-Filling sementara pembayaran bisa melalui e-Billing.

“Program-program ini untuk mempermudah wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban mereka untuk membayar pajak dalam program amnesty ini,” ujarnya saat menggelar kegiatan aksi Simpantik Tak Amnesty untuk wilayah Batam Selatan di Panbil Mall, Seibeduk, Rabu (1/3) pagi.

e- Filling dijelaskan Nunung, merupakan web yang disediakan secara khusus oleh Direktorat Jendral Pajak (DJP) bagi wajib pajak untuk melaporkan SPT tanpa harus datang ke KPP.”e-Filling ini menyediakan faslitas SPT berupa Loader e -SPT, SPT yang telah dibuat melalui aplikasi e-SPT dapat disampaikan secara online,” tutur Nunung.

Sementara e- Billing merupakan aplikasi untuk baru untuk pembayaran pajak secara on line. Dimana wajib pajak lebih mudah memenuhi kewajiban perpajakan dengan sistem pembayaran elektronik (billing system) berbasis MPN-G2 melalui bank BUMD ataupun BUMN ataupun kantor Pos  persepsi lainnya.

“Semuanya dipermudah. Tidak saja saat melapor SPT, tapi pembayaran juga dipermudah dengan e-Billing ini sebab bisa melalui ATM, atau mobile banking,” tutur Nanang.

Saat ini DJP melalui KPP Pratama yang ada diseluruh Indonesia kembali gencar melakukan sosialisasi kepada wajib pajak agar segera melaksanakan kewajiban pajaknya melalui program tax amnesty yang tinggal sebulan lagi.

“Dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan ini, kami menghimbau agar segenap wajib pajak yang belum melaksanakan kewajibannya khususnya terkait program tak amnesty agar segera dilaksanakan. Kesempatan tinggal sebulan lagi, jadi kalau lewat dari jangka waktu itu tidak ada lagi pengampunan pajak,”imbau Nanang.

Sementara untuk pencapaian uang tebusan Tax Amnesty di Kepri selama ini kata Nanang sudah mencapai Rp 1,2 trililiun. Pencapaian itu belum seberapa jika dibandingkan dengan jumlah NPWP yang ada saat ini.

Sementara itu perwakilan dari Bank Nasional Indonesia Ronny Syafira selaku manajer BNI unit Sukajadi yang hadir dalam acara Aksi Simpatik Tax Amnesty itu menuturkan, program e-Billing yang diterapkan oleh DJP sudah mulai dimanfaatkan dengan baik oleh wajib pajak yang masuk sebagai nasabah BNI.

“Sudah berjalan konsep ini dan penerimaan e- Filling selalu ada setiap hari. Ini terobosan bagus karena nasabah tak perlu repot-repot lagi ngantri atau datangi bank. Mereka sudah bisa melaksanakan kewajiban pajak melalui mobile banking atau mesin ATM,” ujar Ronny. (eja)

Pematangan Lahan Masjid Agung Sudah 25 Persen

0
Alat berat sedang meratakan tanah untuk lokasi pembangunan Masjid Agung II di Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (1/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rencana pemerintah Kota Batam untuk memiliki Masjid Agung II sudah mulai terealisasi. Hal ini ditunjukan dengan pemerataan lahan yang tengah berlangsung, Rabu (1/3) di Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad meninjau langsung lokasi Masjid. Menurutnya, untuk tahap awalnya, pematangan lahan ini sudah berjalan 20-25 persen.

“Target pematangan lahan satu bulan saja. Ini untuk tahap awalnya, karena di bulan berikutnya kita targetkan mengadakan semacam doa atau dzikir,” ujar Amsakar kemarin.

Dia mengatakan doa atau dzikir tersebut dilakukan sebelum proses pembangunan kontruksi berlangsung. Dan rencananya akan digelar di Bulan April mendatang, sekaligus peletakan batu pertama masjid yang berkapasitas hingga 18 ribu jamaah ini.

Rencananya pembangunan masjid ini akan berlangsung dalam waktu tiga tahun. Karena pekerjaan dengan sistem tahun jamak (multi years) maka Pemerintah Kota Batam meminta pendampingan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Tujuannya agar proses pembangunan mulai dari perencanaan hingga selesai berlangsung sesuai ketentuan berlaku,” katanya.

Anggaran pembangunan masjid ini diperkirakan Rp 243 miliar. Di tahun pertama pembangunan pemerintah akan menganggarkan Rp 36 miliar, Rp 97 miliar di tahun kedua, serta Rp 109 miliar di tahun ketiga.

“Pembangunan masjid ini bisa menjadi jalan bagi kita bersama untuk semakin mematangkan spiritual. Selain itu juga menjadi pintu percepatan perwujudan Batam sebagai bandar dunia madani,” terang Amsakar.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar mengatakan sistem tahun jamak dipilih agar pertanggungjawaban konstruksi berada pada satu perusahaan pemenang lelang. Dan proses pembangunan tidak terbatas waktu tahun anggaran.

“Kalau tidak dibuat tahun jamak, awal tahun harus lelang lagi. Dengan tahun jamak ini pekerjaan tidak terbatas di tahun anggaran yang sama. Satu kontraktor pemenang, jadi pertanggungjawabannya pada satu kontraktor ini saja. Pengawasan juga lebih baik,” papar Suhar.

Untuk pematangan lahan, dilakukan secara swadaya oleh Pemko Batam dengan sarana dan tenaga yang ada. Sedangkan dalam waktu bersamaan, sedang dilakukan lelang manajemen konstruksi. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi hasil perencanaan, pekerjaan, sampai supervisi.

“Tiga minggu sampai sebulan, baru tender konstruksi. Perkiraan kita awal Mei sudah mulai,” katanya.

Menurut Suhar, di tahun pertama pembangunan masih berkutat di struktur dasar. Yakni mulai dari pondasi basement hinaagga lantai dasar bangunan masjid. Tahun kedua pun masih seputar struktur.

“Di tahun ketiga baru pekerjaan finishing, arsitektur, landscaping, dan sebagainya,” tutupnya. (cr19)

Pemko Batam Lelang Bahan Bangunan RTLH

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Hasyimah mengatakan tahun ini Pemerintah Kota Batam menerapkan sistem lelang pengadaan bahan yang akan digunakan untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

” Ini langsung permintaan dari Pak Wali, agar sistemnya dirubah dari penunjukkan langsung berubah menjadi lelang,” kata Hasyimah, Rabu (1/3)

Dia menjelaskan sebelumnya untuk pengadaan barang bahan bangunan RTLH ditunjuk langsung untuk menyalurkan bantuan kepda penerima. Sistem ini dinilai rawan terjadi kecurangan dan tidak tepat sasaran.

“Kami tak pernah tahu apakan mereka benar-benar memanfaatkan barang tersebut, apakah rumah itu benar dibangun, atau malah bahannya dijual kembali,” ujar perempuan yang pernah menjabat Kepala Sekolah di SDN 007 Sekupang ini.

Lelang, dikatakan Hasyimah lebih transparan dan mengurangi tindakan kecurangan. Pihaknya sebagai instansi yang membawahi langsung program RTLH telah melakukan pendataan dan survei kebutuhan barang dan harga.

“Kami sudah data kebutuhan hinterland dan mainland. Rincian kebutuhan sudah ada di RKA. Toko cukup menyediakan bahan dengan harga yang telah kami tentukan saja,” ucapnya.

Untuk mengawasi jalannya program RTH, pihaknya juga mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Batam. Dia mengungkapkan dalam pelaksaan RTLH di tahun sebelumnya, terdapat sedikitnya tiga rumah yang tidak sesuai dengan target.

“Seperti yang berada di Pulau Kasu, ada rumah RTLH tapi tidak ada terasnya. Kalau yang tidak jadi dibangun belum ada kami temukan,” jelasnya.

Tahun ini Pemerintah Kota Batam akan merenovasi 100 rumah RTLH. Masing- masing ruah mendapatkan bantuan sebesar Rp 22 juta utuk renovasi rumah. Dana yang bersumber dari APBD 2017 ini diharapkan bisa mengentaskan kemiskinan yang terjadi di Kota Batam.(cr17)

Disdik Anggarkan Rp 200 Juta Untuk Akreditasi Sekolah

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan tahun ini pihaknya akan melakukan akreditasi sekolah negeri dan swasta. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Batam.

Pihaknya menyiapkan sedikitnya Rp 200 juta dari APBD 2017 untuk proses akreditasi sekolah ini. Dia menyebutkan sekolah yang akan diakreditasi harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya, siswa, memiliki ruang kelas, majelis guru, dan persyaratan lainnya.

Akreditasi sekolah ini tentunya bisa menjadi acuan bagi orangtua dalam menyekolahakan anak mereka. Terutama sekolah swasta yang saat ini harus bersaing dengan sekolah negeri.

“Sekolah swasta kita juga sudah banyak yang bagus. Orangtua saat ini lebih prioritas menyekolahkan anaknya di sekolah yang berbasis agama,” ujar pria yang sudah menjabat sejak 2007 ini.

Dia menambahkan akreditasi akan diberikan kepada sekolah prioritas. Sekolah yang telah memiliki akreditasi namun belum sempurna akan dibantu akreditasinya.

“Jika mereka belum A akreditasinya akan kami berikan akreditasi sehingga nilainya menjadi lebih baik,” sebut dia.

Untuk penilai akreditasi merupakan indpenden, pakar pendidikan, dan melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam sebagai instansi yang membawahi.

Akreditasi ini tidak hanya dilakukan Disdik saja, beberapa sekolah bahkan mandiri melakukan akreditasi yang diharus dilakukan setiap lima tahun sekali ini.(cr17)

PK5 Jodoh Boulevard, Bakal Dipindahkan ke Pasar Induk

0
Sejumlah kios liar yang berada di Jodoh Boulevard yang merusak estetika kota dan membuat kondisi jalan menjadi kotor dan berbau, Batuampar, Jumat (24/2). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Aktivitas niaga rumah toko sekitar Jodoh Boulevard memprihatinkan, tak lain karena akses ke ruko  terhalang aktivitas Pedagang Kaki Lima (PK5).

Menanggapi kondisi ini, Pemko Batam berencana akan menata PK5 yang dipusatkan pada satu titik. “Sudah pasti kita akan tata, tidak hanya di situ, PK5 di dekat pasar tos 3000 juga iya,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam Ardiwinata, Rabu (1/3).

Menurutnya, satu titik yang dimaksud yakni Pasar Induk Jodoh. Namun sayang, kepemilikan aset pasar yang sudah bertahun-tahun terbengkalai itu belum sepenuhnya milik Pemko Batam. Ini karena, BP Batam tak kunjung menyerahkan aset tersebut.

“Pemerintah Provinsi Riau sudah (serahkan), Kementrian juga sudah, tinggal BP Batam saja,” katanya.

Jika BP telah menyerahkan aset tersebut, dengan segera pihaknya akan merelokasi PK5. Dia mengaku, kini memang sudah ada niat baik BP Batam menyerahkan aset tersebut, namun hingga kini tak kunjung terealisasi. “Ini sudah lama sekali,” ucapnya.

Dia menyebutkan, menyiapkan tempat bagi PK5, selain mendapatkan pasar induk, Pemko Batam juga akan mengusahakan lahan di sekitar pasar induk.

“Kalau sudah tuntas diserahkan (aset) kita akan tata, ” ucapnya. (cr13)

Ketika Ibu-ibu Rajin Menyimpan Video Masakan di Facebook

0

Kemajuan teknologi berdampak jauh. Bahkan sampai ke dapur. Jika dulu hendak memasak enak mesti melihat buku resep dulu, kini tak lagi. Ibu-ibu di Batam tinggal membuka Facebook mereka.

Layar gawai Melina (22) sedang sibuk. Dari sepetak layar lima inci itu, ditampilkan panduan memasak berdurasi singkat. Hanya kurang dari semenit. Lima puluh dua detik kemudian, video ditutup dengan sajian masakan yang tampil menggugah selera.

Tanpa berpikir dua kali, Melina menyentuh sisi kanan bawah layarnya. Dan kembali menyentuh pilihan simpan video. “Ada banyak loh menu yang aku simpan,” tuturnya malu-malu, kemarin.

Itu jenis kegemarannya yang baru di balik bermain Facebook. Sudah cukup lama Mena, panggilan akrab Melina, melakukannya. Menonton video memasak, menyimpan di lini masanya. Tapi, kata dia, hanya beberapa saja yang baru dipraktekannya di rumahnya, di Tiban.

“Ada 27 ternyata. Tapi baru Mena coba tiga menu,” tuturnya.

Aktivitas menyimpan menu masakana, bagi Mena, adalah sesuatu yang seru. Tiap kali tampilan Facebook memperlihatkan menu masakan baru, ia mengaku selalu iseng menonton dan akhirnya timbul keinginan mencoba. Lagipula itu tidak memakan cukup waktu. Pasalnya, durasi yang ditampilkan pada kebanyakan video di bawah 90 detik. Dan itu menimbulkan tantangan baginya untuk mencobanya langsung di dapur rumahnya.

“Habis kayanya gampang aja bikinnya,” tutur gadis berambut pendek ini masih menatap video memasak yang ada di gawainya.

Beberapa waktu belakangan, kegemaran menampilkan tutorial memasak sebuah sajian memang menjadi tren tersendiri di kalangan perempuan, utamanya remaja dan ibu rumah tangga, yang aktif memakai Facebook.

Kebanyakan dari mereka menuturkan, tampilan tutorial yang menarik dan terlihat dengan jelas, juga dilengkapi keterangan yang mudah dipahami membuat tak sedikit dari mereka yang ‘gatal’ untuk mencoba. Namun tak dapat dipungkiri pula, menu yang sudah disimpan ini, seringkali hanya tersusun rapi di laman video tersimpan.

“Saya lebih milih untuk share dan tag ke anak-anak. Biar mereka yang masak maksudnya,” ujar Fanja, ibu dua anak.

Diakui Fanja, tampilan cara memasak menu-menu yang ada selalu menggoda. Bukan hanya menggoda selera namun juga menggoda untuk dicoba. “Kelihatan gampang dan bahan-bahan masakan banyak yang mudah dibeli juga,” ujar Fanja.

Kalangan profesional pun ternyata menjalani hal yang sama. Nagoya Mansion Executive Chef, Sumali Yolono telah aktif sejak setahun lalu. Tak hanya mengikuti tautan menu-menu, Chef Sumali justru kerap kali ikut mengunggah video serupa dari dapurnya.

“Menyemarakkan dunia permasakan juga,” tutur Sumali yang telah banyak mengunggah video di channel Chef Sumali.

Begitu pula halnya dengan pegiat kuliner, Agnes Dhamayanti. Ibu rumah tangga yang juga memikiki usaha di bidang kuliner, turut memanfaatkan video yang berseliweran di media sosial. Namun ketertarikannya pada tampilan makanan yang disajikan.

“Tampilan garnis ini yang lebih sering kucoba untuk orderan,” ucapnya.

Menurutnya, jika berbicara dari sisi komersial kuliner, makanan juga menjadi seni. Sehingga makanan yang ditawarkan tidak mentok tampilannya. “Jadi memang harus rajin belajar dan cari referensi. Pelanggan senang-senang aja, bisa ngasih hal baru,” tuturnya.

Pada akhirnya, keberadaan video memasak di laman Facebook, membuat ibu-ibu tidak lagi melirik buku-buku resep yang masih banyak beredar di toko buku. Kini mereka tinggal meraih gawainya dan membuka laman Facebook-nya yang berlimpah ruah tutorial memasak.

“Kan lebih murah meriah. Kalau sukses prakteknya, bisa di-share ke orang lain,” tambah Mena, yang berjanji akan mempraktekkan satu menu yang telah disimpannya akhir pekan mendatang. (FARA VERWEY, Batam)