Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 13591

Penyerapan APBN 2016 Lemah, Silpa Hampir Rp1 Triliun

0

batampos.co.id – Penyerapan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) di Provinsi Kepri hanya mencapai 87,96 persen dari APBN sebesar Rp6,1 triliun yang didapat Kementerian dan Lembaga di Kepri.

“Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) APBN di Kepri cukup besar. Bahkan hampir Rp1 triliun atau sekitar 12,04 persen APBN yang tidak terserap,” ujar Plt Kepala Kanwil Dirjen Kepri, Taufik Edianto, Rabu (2/3) lalu di Tanjungpinang.

Menurut Taufik, tidak terserapnya alokasi dana APBN 2016 di Kepri, berada di sektor belanja barang sebesar Rp411,9 miliar, belanja pegawai Rp56,5 miliar, fungsi ekonomi Rp424 miliar, pelayanan umum Rp74,7 miliar, ketertiban dan keamanan Rp60,7 miliar, serta kesehatan Rp57 miliar.

Dijelaskan Taufik, khusus sektor belanja barang dan fungsi ekonomi, alokasi dana yang paling banyak tidak terserap terjadi di Badan Pengusahaan (BP) Batam berada diurutan pertama. Kemudian dibawahnya ada Kantor atau Lembaga satuan Kerja Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Polri, Kementerian Pertanian, Kemenag, Kemenkeu, Bawaslu, Kementerian Pertahanan TNI, serta kantor dan lembaga lainya.

“Kalau kita kalkulasikan dari 12,04 persen, jumlahnya sekitar Rp780 miliar yang dikembalikan ke Pusat. Atau lebih dikenal dengan istilah Silpa. Tentunya banyak kegiatan yang tidak terlaksana,” papar Taufik.

Ditambahkannya, secara umum, TA 2016? alokasi dana APBN untuk Kantor dan Lembaga Perbantuan Pusat di daerah mengalami peningkatan 10.86 persen dibanding 2015. Akan tetapi dari seluruh alokasi dana APBN 2016tersebut, sebesar 12,04 persen dari alokasi dana tidak dapat diserap.

Ditambahkannya lagi, konsekuensi dari rendahnya penyerapan tersebut, 43 Kantor dan Lembaga Pusat di Provinsi Kepri terkena sanksi undesbursed atau pemotongan anggaran akibat realiasi target yang tidak tercapai. Akibat lainny adalah pembatalan pelaksanaan proyek, karena belum dikontrak kerjakan.

“2017 diharapakan seluruh Kantor dan Lembaga perwakilan Pusat di Kepri, dapat segera melaksanakan kegiatan anggaranya, sehingga target realiasai penyerapan anggaran yang sudah ditetapkan dapat dicapai,” tutup Taufik.(jpg)

Kejati Kepri Periksa Tiga Tersangka Korupsi Aset Daerah

0
Tengku Mukhtarudin menggunakan tongkat saat akan diperiksa di Kejati Kepri, Tanjungpinang, Kamis (2/3). F.Osias/batampos

batampos.co.id – Kejati Kepri, melakukan pemeriksaan secara bergilir terhadap ketiga orang tersangka dugaan korupsi atas penempatan dana deposito Pemkab Kepulauan Anambas, tahun 2011 dan 2012, yang merugikan negara Rp 1,2 miliar.

Pemeriksaan pertama kali dilakukan tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Kepri, terhadap mantan Kepala Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Tanjungpinang Khairul Rijal, setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagi tersangka, pada Rabu (1/3). Khairul sendiri datang ke kantor Korps Adhyaksa didampingi kuasa hukumnya, sekitar pukul 10.00 WIB dan keluar sekitar pukul 16.00 WIB.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferytas mengatakan dalam pemeriksaan sebagai tersangka. Mantan Kacab BSM tersebut menjawab sebanyak 20 lebih pertanyaan yang diajukan penyidik.

”Pertanyaannya berkaitan dengan tupoksi yang bersangkutan selama menjabat sebagai Kepala Cabang Bank itu. Yang bersangkutan saat itu datang didampingi penasehat hukumnya,”ujar Ferytas, Kamis (2/3).

Dikatakan Ferytas, pemeriksaan terhadap ketiga tersangka itu dilakukan pihaknya secara bergiliran. Sedangkan Mantan Bupati Anambas Tengku Mukhtaruddin, diperiksa Kamis (kemarin) dan mantan Kabag Keuangan Ivan, akan diperiksa Jumat (hari ini).

“Pemeriksaan terhadap ketiga tersangka itu untuk merampungkan berkas perkara dan mengkonfirmasi keterangan dari saksi-saksi lainnya,”kata Ferytas.

Diterangkan Ferytas ketiga tersangka itu juga akan memberikan kesaksian di dalam berkas perkara mereka masing-masing. Selain itu, pemeriksaan terhadap mereka juga akan dilakukan secara intensif, demi penanganan perkara yang berkualitas adil dan tidak dipaksakan.

”Karena penyidikan perkara yang asal-asalan malah bia berpotensi merugikan keuangan negara juga, karena biaya operasionalnya sangat besar. Selain itu kami juga tidak mengabaikan prinsip dan azas hukum yang berlaku di dalam KUHAP dengan azas cepat, sederhana dan biaya ringan,”ucapnya.

Pantauan di lapangan, mantan Bupati Anambas, Tengku Mukhtaruddin memenuhi panggilan penyidik Pidsus dengan datang ke Kantor Kejati Kepri sekitar pukul 14.00 WIB. Ia datang kekantor Korps Adhyaksa tersebut didampingi Penasehat Hukumnya. Saat turun dari mobil Toyota Kijang Inova BP 1955 A, Tengku yang menggenakan baju kemeja warna cream, itu langsung menuju ke ruang penyidik Pidsus.

Seperti diketahui, setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan atas dugaan korupsi penempatan dana deposito di tahun 2011 dan tahun 2012. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, menetapkan mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, TM, mantan Kabag Keuangan IV dan mantan Kepala Cabang Bank Syariah Mandiri, KM sebagai tersangka.

Penetapan tersangka terhadap ketiga orang tersebut dilakukan setelah tim penyidik melakukan beberapa kali ekspose dan melakukan pendalaman serta menemukan kerugian negara yang timbul dalam perkara tersebut.

Kasus yang terjadi di tahun 2011 dan 2012 itu berawal saat BSM menjalin kerjasama dalam bentuk Deposito dan giro dengan Pemkab Anambas, yang penempatan dananya sebesar Rp 120 miliar.

Yang mana atas kerjasama itu, BSM memberikan apresiasi terhadap Pemkab Anambas, berupa 25 unit sepeda motor Honda Mega Pro, satu unit Mobil Toyota Avanza dan satu unit mobil Toyota Fortuner. Namun, apa yang diterima Pemkab Anambas tersebut dan harusnya masuk kedalam aset Pemkab Anambas, ternyata dijual untuk kepentingan pribadi. (ias)

 

5 Staf Khusus Pemkab Lingga Terdaftar Sebagai PTT

0
Ary Satia Darma . Foto: Hasbi/batampos.

batampos.co.id – Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Lingga, Ary Satia Darma membenarkan jika lima orang staf khusus Bupati Lingga terdaftar sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT). Hal tersebut kata Ary, telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) terkait tugas dan fungsinya.

“Lima staf khusus terdaftar sebagai PTT. Aturannya berdasarkan Perbup,” kata Ary dikantornya, Kamis (2/3) siang.

Kelima staf khusus tersebut yakni staf khusus bidang Ekonomi, Promosi Daerah dan investasi dijabat mantan wakil bupati Lingga pertama priode 2005-2010 H Saptono Mustaqim. Mantan anggota DPRD Lingga yang pernah menjabat dua priode Rudi Purwonegroho menjadi staf khusus bidang Hukum dan Pemerintahan. Sedangkan Said Abdul Hamid yang juga mantan anggota DPRD Lingga menjadi staf khusus bidang Pendidikan dan Kesehatan.

Dosen Unviresitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Drs Said Barqbah diangkat sebagai staf khusus bidang Kebudayaan dan Kelembagaan Adat. Sedangkan Mustazar Mustafa dari Senayang ditunjuk sebagai staf khusus Ketenagakerjaan, Sosial dan Kesra.

Untuk pembayaran gaji lanjut Ary berdasarkan aturan pemerintah daerah terkait aturan PTT. Sementara saat disinggung terkait informasi yang beredar soal tunjangan staf khusus setara dengan tunjangan Eselon III, Ary mengatakan tidak mengetahui secara pasti.

“Gaji diatur sama seperti PTT sesuai dengan kerja. Gajinya juga berbeda karena skilnya berbeda. Staf khusus punya wawasan berbeda. Kalau soal tunjangan, yang kita atur dala perda tidak ada. Yang jelas soal gaji besarannya harus sesuai dengan satuan standart harga (SSH),” jelasnya.

Sementara itu beberapa waktu lalu, mantan Mendagri Gunawan Fauzi juga sempat mempersoalkan staf khusus. Menurutnya, kebijakan pengangkatan staf khusus jangan sampai hanya berdasarkan pada kepentingan maupun kedekatan semata. Pemda harus mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2017 yang telah jelas mengatur perial oganisasi perangkat daerah (OPD).

“Staf khusus itu tidak ada di kabupaten/kota. Struktur itu tidak ada. Yang ada itu staf ahli dan itu berasal dari pejabat struktural. Untuk kabupaten/kota, staf ahli harus merupakan PNS dengan golongan kepangkatan eselon II b. Kalau dilakukan harus ada pertanggungjawaban. Bayar gajinya dari mana,” ungkap Gunawan, dikutip dari website resmi kemendagri.go.id. (mhb)

PLN Tarempa Perluas Jaringan Listrik

0

batampos.co.id – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tarempa naik tingkatan yang awalnya masih PLN Sub Rayon Tarempa kini menjadi Rayon Tarempa. Dengan adanya kenaikan tingkatan ini maka PLN Tarempa jauh menjadi lebih besar dari yang sebelumnya.

PLN Rayon Tarempa ini membawahi dua Sub Rayon yakni sub rayon Letung yang ada di Kecamatan Jemaja dan Sub Rayon Kecamatan Palmatak. Untuk kekuatan mesin sendiri di Tarempa sudah jauh lebih kuat berkat adanya bantuan mesin dari pemerintah pusat sebesar 4 mega watt.

Mantan kepala Sub rayon Tarempa yang kini sudah diangkat menjadi kepala staff Administrasi PLN Rayon Tarempa Dedy Prima Irawan, menjelaskan jika kenaikan tingkat ini sudah terjadi terhitung sejak awal Januari tahun 2017 ini. Namun belum diresmikan. Peresmiannya akan menunggu bangunan kantor pelayanan yang ada di Tarempa, yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

“Sudah resmi naik menjadi Rayon, tapi peresmian secara ceremonialnya akan dilaksanakan nenti setelah kantor pelayanan selesai dibangun,” ungkap Dedy.

Setelah naik peringkat, maka kedepan, pihak PLN akan mengembangkan jaringan. Beberapa desa yang terpencil kedepan akan dialiri listrik seperti desa Kiabu Mengkait dan sebagainya. “Nanti kita akan adakan perluasan jaringan, sampai ke Mengkait ataupun ke Kiabu kecamatan Siantan Selatan,” ungkapnya.

Namun tentunya agar tidak terlalu berat beban PLN, pihaknya tetap memperhatikan jumlah penduduk suatu desa yang wajib dilalui jaringan kedepan. “Minimal harus ada 300 rumah baru kita bisa pasang jaringan,” ungkapnya. (sya)

ATB CUP VIII Futsal Championship 2017

0

ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 digelar…..

Sejak dibukanya  pendaftaran pada 27 Februari 2017 lalu. Dan tercatat, sudah 33 tim futsal telah mendaftarkan.

“Mendekati batas akhir pendaftaran, biasanya akan semakin bertambah jumlah peserta. Namun demikian akan kita sesuaikan kuotanya sebanyak 64 tim saja. Dan pendaftaran itu sendiri dibuka pada 27 Februari hingga 8 Maret 2017 mendatang,” kata Enriqo Moreno Corporate Communication Manager ATB, Kamis (2/3/2017) pagi.

Enriqo juga menambahkan turnamen futsal ini, merupakan agenda tahunan yang digelar oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB), sebagai bentuk tanggungjawab sosial perusahaan di bidang Olahraga.

“Event ini disiapkan ATB guna memajukan olahraga futsal di Batam. Dan diharapkan akan memunculkan atlet-atlet futsal yang berbakat,” jelasnya lagi.

Sebagaimana diketahui, Turnamen ATB CUP Futsal Championship sudah digelar sejak 2011 bertepatan dengan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret dan setiap tahunnya selalu memunculkan tim-tim futsal yang berbakat sebagai juaranya.

Enriqo menjelaskan, setiap gelaran futsal yang di gelar ATB selalu dinanti oleh penggemar futsal dan masyarakat pecinta olahraga di Batam. Pertandingan yang dijadwalkan selama hampir dua minggu setiap tahunnya selalu di padati penonton dan pendukung masing- masing tim.

“Turnamen ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 akan dimulai 5 April sampai 16 April 2017. Babak penyisihan hingga 8 besar akan diselenggarakan di lapangan Family Arena Ikan Daun Batam Center. Sedangkan untuk semifinal dan final diadakan di Sporthall Temenggung Abdul Jamal ,” ujar Enriqo.

Bagi calon peserta yang ingin ikut bertanding dalam turnamen bergengsi di Batam ini bisa mendaftarkan tim favorit Anda dengan datang langsung ke kantor ATB di Adhya Building Tower Sukajadi lantai 7. Untuk informasi bisa hubungi Sdr Iksa 08127032522 dan Sdr Rovy 08116910080. (rilis).

PU Akan Garap Pengendalian Banjir Kota Daik

0
Bidang pengairan dinas PU tinjau kondisi drainase di Kampung Tanda Hulu. Foto: Hasbi/batampos.

batampos.co.id – Kabid Pengairan Dinas PU, Sumarno mengatakan pihaknya akan menggarap Detail Engineering Design (DED) dan Master Plan Kota Daik untuk pengendalian banjir. Hal tersebut mengingat ibukota kabupaten Lingga kerap menjadi langganan banjir saat curah hujan tinggi.

Pantauan di lapangan, setiap hujan deras luapan air sungai Tanda dan Daik selalu terjadi. Air dari Gunung Daik yang turun membuat perkarangan rumah warga selalu tergenang. Mulai dari kampung Tanda Hulu, Tanda Hilir, Seranggung, Kampung Putus, Kampung Mentok, Gelam dan Melukap.

“Kami akan garap DED dan Master Plannya dulu khusus pengendalian banjir di Ibukota Kabupaten,” kata Sumarno usai meninjau langsung sejumlah drinase dikampung Tanda Hulu, Kamis (2/3) siang.

Persoalan banjir ini kata Dia, menjadi atensi khusus dinas PU. Hal senada juga katakan Kadis PU Said Nursyahdu kepada wartawan Batam Pos.

“Sebenarnya hal ini sudah lama menjadi persoalan di ibukota kabupaten. Di pulau Lingga, kojoh (banjir red) besar boleh dibilang terjadi lima tahun sekali. Ini karena curah hujan tinggi,” kata pria yang lebih akrab disapa John ini.

Selain curah hujan tinggi, faktor lain di pulau Lingga adalah jarak sumber air dan laut cukup dekat. Saat air laut pasang dan curah hujan tinggi ditambah faktor sungai yang semakin mendangkal perlu segera dilakukan normalisasi.

“Jarak sumber air ke laut cukup dekat. Berbeda dengan wilayah lain. Sungai kita juga kurang dangkal. Drinase yang ada juga belum maksimal, ini akan jadi perhatian kami. Tahun ini kami ada defisi khusus sumber daya air (SDA) dan program-program pengendalian banjir akan kami lanjutkan,” pungkasnya. (mhb)

Nikah Berbasah-basah

0
foto: Asta Yanuar/Radar Ngawi/

Pesta pernikahan pasangan Agus Sujatmiko dan Unik Nikmatul Khoirinda, warga Purwosari, Kwadungan terpaksa dilaksanakan ditengah banjir.

Para tamu undangan juga harus merela berbasah-basah untuk turut memberikan doa restu kepada kedua mempelai.

Sejumlah undangan harus menyingsikan celana dan rok untuk menyeberangi genangan air. Pengantin perempuan pun harus digendong untuk berganti pakaian.

”Tadi (kemarin, Red) sekitar pukul 06.00 air mulai terlihat sekitar 20 sentimeter, sedangkan resepsinya jam 10.00. Ya, mau bagaimana lagi. Undangan sudah disebar, tidak mungkin diundur,’’ terang Sutikno, paman mempelai. (odi/pra/c21/end)

Bahkan di Makam pun Ada Pungli, Hiks…

0
Suasana di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Selatan. (Ismail Pohan/Indopos/JawaPos.com)

batampos.co.id – Pungutan liar (pungli) ada di mana-mana. Seolah tiada takut meski sudah ada tim Saber (sapu bersih) yang menyesar pelaku pungli.

Di Taman Pemakaman Umum (TPU) pun ada. Ini terjadi di Jakarta.

Dinas Kehutanan DKI Jakarta meminta para ahli waris segera melaporkan apabila menemukan atau menjadi korban praktik pungutan liar di TPU. Terlebih, saat ini telah dibentuk tim sapu bersih (saber) pungli di tingkat kota yang diketuai unsur dari kepolisian.

“Praktik pungli di TPU bisa dilaporkan warga ke kepolisian. Laporan itu akan ditindaklanjuti petugas dengan memeriksa Pekerja Harian Lepas (PHL) maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di TPU,” ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Penegakan Hukum Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Henri Perez, kemarin (2/3).

Pihaknya mendorong keluarga yang dirugikan untuk berpartisipasi dengan membuat laporan ke kepolisian. Menurut Perez, untuk memberantas pungli di TPU, pihaknya juga melakukan operasi terbuka dan tertutup. Bersama dengan itu juga digelar apel saber pungli secara rutin di TPU-TPU. “Saya minta feedback juga dari masyarakat berupa laporan. Ini juga untuk pembenahan internal,” katanya.

Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Djafar Muchlisin sebelumnya mengatakan, kasus dugaan pungli pernah terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Utan Kayu di Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, dan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Sudah. Pihak keluarga sudah menghadap ke Wakapolres (Jakarta Timur). Kita juga dari kabid yang menangani masalah ini juga sudah ketemu Pak Wakapolres untuk langkah-langkah lanjutan,” kata Djafar.

Dia berharap, kasus dugaan pungli itu bisa diproses hukum. Dia mengatakan, pelaku dugaan pungli ini berinisial S.

Pelaku, lanjut Djafar, saat ini belum diketahui keberadaannya. “Jadi sementara ini yang bersangkutan hilang nih tidak terlihat di permukaan,” ujar Djafar.

Sementara itu, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI sudah meminta keterangan tiga orang pekerja harian lepas, seorang petugas sekuriti, dan pimpinan TPU Utan Kayu, terkait kasus ini. “Jadi tiga orang PHL kita BAP, kemudian satpam kita BAP, termasuk pimpinannya kita BAP ambil keterangan,” ujar Djafar.

Sejauh ini, menurut dia, tidak ada pengakuan dari anak buahnya bahwa mereka terlibat dalam kasus ini. Jajarannya juga sudah jera dengan kasus makam fiktif. “Kalau secara langsung tidak ada pengakuan karena memang beberapa waktu lalu mereka sudah jera juga ya,” ujar Djafar. (wok/yuz/JPG)

Kementerian BUMN Bangun Rumah Kreatif

0
Coastal Area yang terus dijaga keindahannya dan ditambah dengan pembangunan Rumah Kreatif oleh BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun. Foto: Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bangun rumah kreatif di Coastal Area hall A. BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun ditunjuk untuk merealisasikan rumah kreatif dengan berbagai fasilitas yang diberikan kepada para pelaku usaha menengah kecil (UKM) di Kabupaten Karimun.

“Ini program Kementerian BUMN. Dan kita ditunjuk untuk menyiapkan fasilitas, bagi pelaku UKM untuk memasarkan produknya secara online. Salah satu program CSR BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun yang bekerjasama dengan blandja.com,” kata Pimpinan BNI Cabang Tanjungbalai Karimun Joko Teguh Sembodo, Kamis (2/3) kemarin.

Adapun fasilitas yang diberikan di rumah kreatif, berupa internet, ruang display untuk produk, ruang rapat, dan ruang kantor. Sementara untuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengoperasikan Rumah Kreatif, nantinya melibatkan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Pemda Karimun. Dengan demikian, para pelaku UKM diajak beralih ke ekonomi digital. Artinya, pelaku UKM yang selama ini menjual produknya secara manual atau penjualan sekitar Karimun dan beberapa kota yang ada di Kepri.

”Program ini, sebagai upaya membantu pelaku bisnis untuk meningkatkan kualitas standarisasi produk. Serta memanfaatkan era digital dalam pengembangan usaha seperti memanfaatkan situs e-commerce sebagai etalase online produk-produk UMKM,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Pemkab Karimun M Yosli membenarkan, program kementerian BUMN untuk membangun Rumah Kreatif dilokasi keramaian. Dengan adanya rumah kreatif semoga akan semakin menggairahkan para pelaku UKM, pengerajin dan seniman untuk mengembangkan usaha sekaligus mendukung pengembangan wisata yang ada di Karimun.

“Nanti, di Rumah Kreatif semua pelaku usaha bisa mempromosikan produknya. Kita disini sebagai fasilitasi tempat, semuanya dibangun oleh pihak BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun termasuk bimbingan dan pelatihan para enterpreneur,” ucapnya.

Dengan demikian, bagi pelaku UKM bisa berkonsultasi bagaimana menjual produk secara online dengan desain yang lebih bagus. Sehingga, bisa meningkatkan pendapatan pelaku UKM itu sendiri. Selain itu bisa mempromosikan daerah Karimun, dengan objek-objek wisata bahari.

“Kita (Pemda Karimun-red) sangat mendukung sekali Rumah Kreatif yang disediakan oleh BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun. Tinggal bagaimana kita berikan pandangan para pelaku UKM dan yang lainnya untuk memanfaatkan fasilitas Rumah Kreatif,” ungkapnya. (tri)

Kepala Bandara Jajaki Penerbangan Komersil

0

batampos.co.id – Kepala Unit Penyelenggaran Bandar Udara tipe III Dabo Singkep, Adi Hendra Suryaka walau baru saja menjabat dan menggantikan Yogi Suryadiningrat mengaku telah mempelajari rutinitas penerbangan perintis di Bandara Dabo Singkep yang baik. Dengan modal data tersebut, Adi menjajaki sejumlah penerbangan perintis untuk terbang melayani masyarakat Kabupaten Tanah Bunda Melayu ini.

“Saya sudah mempelajari dan menemukan data penerbangan perintis di Bandara ini (Bandara Dabo, red) bagus. Makanya penerbangan komersil akan kami jajaki,” ujar Adi ketika ditemui seusai acara serah terima jabatan antara Yogi Suryadiningrat kepada Adi di Bandara Dabo Singkep, Kamis (2/3) lagi.

Lebih lanjut Adi mengatakan, terlebih infrastruktur di Dabo Singkep telah memadai. Seperti jalan yang bagus, alam yang masih asri serta dukungan seluruh lapisan masyarakat yang baik, tentunya menambah gairah penerbangan di daerah ini.

Adi menegaskan, selain menjajaki penerbangan komersil, penerbangan perintis di Dabo Singkep dipastikan akan bertambah rute dan rutinitas penerbangan pada tahun ini. Selain itu, Adi memastikan penerbangan akan beroperasi awal pekan depan pada bulan ini. Sekaligus Adi menyampaikan keterlambata operasi penerbangan perintis tahun ini karena ada teknis yang masih berjalan.

Mantan petugas pemantau bandara di Surabaya ini juga menyampaikan kesan pertama saat menginjakkan kaki di Kabupaten Lingga. Dia mengaku sangat tertarik dan merasa nyaman bertugas di daerah baru ini. Sehingga Adi yakin akan mengembangkan penerbangan di Kabupaten Lingga.

“Untuk mengambangkan simpul-simpul gerbang transportasi terutama dalam dunia penerbangan, kami ada di sini,” ujar Adi dengan semangat.

Dalam kegiatan pisah sambut itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, Idrus saat hadir mewakili Bupati Lingga Alias Wello juga meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kemajuan Kabupaten Lingga dalam hal peningkatan kunjungan pariwisata ke Tanah Bunda Melayu ini.

“Sama-sama kita jaga kelestarian serta meningkatkan kunjungan wisata karena daerah kita yang sangat potensial,” ujar Idrus dalam sambutannya.

Kadis berkumis tebal itu juga menyampaikan kalau bandara Dabo Singkep adalah salah satu ikon Kabupaten Lingga sesuai dengan arahan Bupati Lingga Alias Wello. Sehingga masyarakat dan instansi lainnya agar bersama menjaga dan mendukung perkembangan penerbangan perintis di Bandara tersebut. (wsa)