Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13592

Sanksi Rp 60 Juta Menanti Pemilik Warnet

0
Petugas Satpol PP mendata anak-anak yang bermain warnet saat jam belajar di salah satu warnet di Tanjungpinang, Kamis (27/11). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Satpol PP Kota Tanjungpinang akan memberikan sanksi tegas berupa denda maksimal Rp 60 juta atau enam bulan kurungan penjara kepada warnet yang mengizinkan pelajar bermain di jam sekolah.

Hal tersebut dikatakan Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran,Irianto, melalui Kabid Penegakan Perundang-Undangan Daerah (PPUD), Sugianto di Tanjungpinang, Rabu (1/3).

“Sanksi tipiring (tindak pidana ringan) berupa denda Rp 60 juta atau enam bulan kurungan. Tapi berapa denda yang dibebankan kepada pemilik warnet, tergantung hakim yang menyidangkan nanti,” Sugianto.

Dikatakan Sugianto, saat ini pihaknya sedang menyiapkan peraturan walikota (perwako) yang merupakan turunan dari peraturan daerah (perda) ketertiban umum. Hal itu untuk mengatur sanksi tipiring yang akan diberlakukan kedepannya.

“Kebetulan dalam perda belum sampai tahap tipiring. Makanya saat ini sedang kami siapkan agar bisa di tipiringkan,” jelasnya.

Sugianto menerangkan, sebelum memberikan sanksi tipiring kepada warnet yang mengizinkan pelajar bermain di jam Sekolah. Pihaknya terlebih dahulu memberikan teguran sesuai dengan apa yang telah disosialisasikan sebelumnya.

“Jika tiga kali sudah diberikan teguran tapi masih melanggar aturan, baru akan kami berikan tindakan tegas,” tegasnya.

Pihaknya bersama Polsek Tanjungpinang Timur sambungnya, beberapa hari lalu juga telah melakukan penyegelan terhadap salah satu warnet di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur karena warnet tersebut beroperasi tanpa izin.

“Kami segel dulu. Pengusahanya kami persilahkan mengurus izinnya. Kalau sudah diurus (izinnya, red), silahkan beroperasi kembali,” jelasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemko Tanjungpinang yang dimintai tanggapan terkait masih adanya pelajar yang tidak masuk sekolah dan bermain warnet di jam sekolah, Huzaifa Dadang AG mengatakan tugas lembaga pendidikan memang berat.

Namun, pihaknya sudah berupaya keras untuk mencegah agar pelajar tidak masuk sekolah dengan memberikan pendidikan karakter.

“Saya selalu menekankan pada guru di sekolah, agar meningkatkan kerjasama dengan orang tua murid. Karena kalau tidak, kami kesulitan untuk mengawasinya. Karena sekolah juga punya keterbatasan untuk mengawasi keseluruhan,” ujar Dadang.

Dikatakan Dadang, pihaknya pun sudah menjalankan program seperti pendidikan anak, pendidikan karakter agar murid tidak berprilaku menyimpang. Namun, pihaknya masih menemukan adanya anak yang tidak masuk sekolah.

“Itulah dinamika kehidupan. Cuma kami harapkan, kerjasama pihak sekolah dan orang tua ditingkatkan lagi. Jangan sampai orang tua tidak perduli dengan anaknya,” ungkapnya.

Terkadang sambungnya, saat anaknya diantar ke rumah karena bermain warnet dan tidak masuk sekolah, tanggapan orang tuanya malah santai saja. “Bahkan menyebutkan, syukur anaknya bermain di warnet daripada keluyuran ke mana-mana,” ucapnya.

Untuk itu, jika ada pelajar yang terjaring razia bermain warnet. Orang tua pelajar tersebut dipanggil dan dibuatkan surat pernyataan dan diminta untuk mengawasi anaknya lebih ketat lagi.

“Sanksi tetap ada untuk pelajar yang terjaring itu. Karena sudah ada di perwako. Tapi jika anak ini sampai masa klimaksnya harus tidak bisa mengeyam pendidikannya lagi, kan kita juga yang sulit. Karena pendidikan ini kan mengakomodir semuanya. Untuk itu orang tua juga harus paham,” pungkasnya. (ias)

Operasi Simpatik Seligi 2017, Polres Turunkan 91 Personil Gabungan

0
Kapolres Karimun, AKBP Armaini melakukan pemeriksaan pasukan dalam apel gelar pasukan tanda dimulainya Operasi Simpatik Seligi 2017. Foto: Sandi/batampos.

batampos.co.id – Polres Karimun, Rabu (1/3) melaksanakan apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya Operasi Simpatik Seligi 2017. Dalam kegiatan ini, tidak saja melibatkan polisi lalu lintas (Polantas), tapi juga melibatkan instansi samping. Seperti Polisi Militer (PM) dari TNI AD dan AL, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Operasi Simpatik 2017 ini serentak hari ini (kemarin, red) dilaksanakan diseluruh Indonesia. termasuk di wilayah Kabupaten Karimun. Untuk melaksanakan kegiatan ini, kita sudah menyiapkan 91 orang personil gabungan. Artinya, tidak hanya dari unsur anggota Polri.

“Operasi ini dalam pelaksanaannya nanti akan melibatkan PM TNI AD dan AL, anggota Dishub dan anggota dari Satpol PP,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Armaini kepada Batam Pos.

Dilibatkannya instansi samping, kata Kapolres, bahwa masalah keamanan, keselamatan dan ketertiban serta kelancaran dalam berlalu lintas bukan hanya menjadi tugas polisi untuk menciptakannya. Melainkan, juga tugas bersama dari seluruh lapisan masyarakat. Sehingga, dengan selalu tertib dalam berlalu lintas dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang dapat menghilangkan nyawa dan juga menimbulkan kerugian materil.

Dalam Operasi Simpatik Seligi 2017 ini, jelas Armaini pelaksanannya akan lebih banyak bersifat edukatif dan himbauan. Artinya, jika dalam operasi ditemukan adanya pelanggaran ringan pengemudi kendaraan bermotor, maka akan kita tegur dengan simpatik. Hal ini juga untuk menjaga citra Polri sebagai aparat yang tidak saja melakukan penegakan hukum. Tapi, yang lebih penting adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksanaan operasi ini, lanjut Kapolres, selama 21 hari. Dan, selama operasi tidak ada penilangan. Kecuali, jika pelanggaran berat yang ditemukan pada saat Polantas melakukan patroli rutin, maka tetap akan memberikan surat tilang. Untuk itu, dia berharap dengan adanya operasi ini dapat menekan angka Lakalantas. Seperti pada Januari lalu, Lakalantas di Karimun telah menyebabkan 4 orang meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Syamsurizal menyebutkan, diharapkan kepada seluruh pengemudi kendaraan bermotor, baik yang menggunakan roda dua dan roda empat untuk selalu tertib dan disiplin ketika berada di jalan raya dengan selalu membawa kelengkapan surat dan melengkapi diri saat berkendara.

”Seperti yang kita sampaikan kepada ratusan karyawan PT Karimun Sembawang Shipyard (KSS) kemarin untuk selalu tertib ketika di jalan raya pada saat membwa sepeda motor. Selain itu, kita juga sempat memberikan helm gratis kepada para karyawan,” paparnya. (san)

Jerit, Tangis, Pasrah saat Lihat Rumah Mereka Dirubuhkan

0
Alat berat siap merubuhkan rumah warga di Bengkong, Rabu (1/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id -Tim sita Pengadilan Negeri (PN) Batam dibantu tim terpadu Kota Batam mengeksekusi ratusan rumah di di Kampung Swadaya  RW 5, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Rabu (1/3). Semua rumah di sana diratakan karena berdiri di atas tanah yang diklaim menjadi kepemilikan PT Glory.

Ratusan aparat gabungan (Polri, TNI dan Satpol PP) telah berada di lokasi sejak pukul 08.00 WIB. Mereka mempolice line jalan masuk ke kawasan pemungkiman warga. Empat unit alat berat (eskavator) sudah disiapkan untuk eksekusi lahan tersebut.

Sekitar pukul 09.30 WIB, aparat keamanan pun langsung memasuki kawasan disusul dengan alat berat. Mereka langsung menghancurkan rumah warga yang ada dibarisan paling depan. Meski awalnya sempat mendapat perlawanan warga, eksekusi seratus lebih rumah itu berjalan lancar. Tak sampai  tiga jam, semua rumah dikawasan tersebut rata dengan tanah. Namun untuk fasilitas umum seperti posyandu, rumah ibadah, sekolah untuk sementara waktu dibiarkan tetap berdiri. Mengingat saat pengusuran ada penolakan dari warga jika beberapa tempat itu digusur.

“Perjanjiannya sekolah, posyandu dan gereja tidak digusur dulu. Makanya pas digusur tadi kita melawan,” kata Hasan salah seorang warga disela pengusuran pemungkiman itu.

Sementara, Siti terlihat pasrah ketika menyaksikan  rumah yang sudah belasan tahun ditempatinya rata dengan tanah. Tak banyak yang bisa ia katakan, selain pasrah terhadap pengusuran itu.

“Tak tahu harus tinggal dimana. Kita mah orang kecil tak punya uang. Jadi mau tak mau harus pasrah saja,’ ujarnya dengan menghela nafas panjang.

Berbeda dengan Siti, warga lainnya Nurmayana tidak terima rumahnya diratakan dengan tanah. Sebab, dalam peta eksekusi, rumahnya tak masuk dalam kawasan yang dieksekusi. Namun, alat berat itu menghancurkan rumahnya yang berada antara Gereja dan Posyandu.

Saya tahu kawasan ini akan digusur, namun rumah saya tidak masuk dalam peta. Tapi ternyata tadi rumah saya langsung diratakan, saya tidak terima,” kata wanita berusia 42 tahun ini.

Menurut dia, rumah itu sudah ditempati sejak tahun 2000 silam. Disana ia tinggal bersama seorang adik kandungnya. Bahkan saat rumahnya disita, ia hanya berhasil menyelamatkan sebagian benda berharga.

“Tak tahu akan begini, makanya tak sempat menyelamatkan seluruh barang-barang. Kalau seperti keadaanya, saya akan minta ganti rugi, rumah saya wajib dibangun lagi, karena tak masuk dalam peta eksekusi,” jelasnya lagi.

Bahkan, Nurmayana mengancam akan menempati posyandu atau fasilitas umum lainnya jika rumahnyanya tak dibangun lagi. Sebab sampai saat ini, ia tak punya tempat tinggal.

“Saya mau tinggal dimana. Rumah saya sudah hancur, sementara uang untuk mengontrak rumah juga tak ada. Saya akan tetap bertahan disini,” imbuh Nurmayana.

Camat Bengkong Yudi Atmaja mengatakan pengusuran pemungkiman warga di RW 5 Kampung Swadaya sudah berdasarkan putusan tertinggi Mahkama Agung. Rumah warga yang digusur kemarin berada ditanah seluas 1 hektar milik PT Glory.

“Disana ada 80 KK dan 110 bangunan, itu sudah termasuk fasilitas umum dan lainnya,” jelas Yudi.

Menurut dia, pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 30 unit rusun untuk menjadi tempat tinggal sementara warga yang kena gusur. Rusun itu terletak dikawasan Mukakuning dan Batuaji.

“Kemarin kita sudah siapkan, namun dapat penolakan dari warga karena lokasi tersebut jauh dari sekolah dan mencari nafkah mereka,” jelas Yudi.

Sementara untuk bantuan warga yang tetap bertahan di lokasi, Yudi mengaku belum punya jalan keluar. Ia tengah mengkoordinasikan hal tersebut dengan  pimpinan Pemko Batam.

“Itu yang sedang saya koordinasikan, sampai saat ini belum ada jawaban,’ pungkas Yudi. (she)

Hujan Hingga Malam, Warga Mengalami Banjir

0

batampos.co.id – Untuk ketiga kalinya warga RT05 RW 03 Kampung Baru Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing kembali terkena banjir. Akibat luapan air hujan yang tidak tertampung oleh drainase disekitar rumah warga tersebut. Sehingga, luapan air hujan tersebut mengenangi beberapa rumah warga mencapai 50 centimeter.

” Ini sudah ketiga kalinya, kampung kami kena banjir bang. Akibat luapan air dari perumahan balai Garden,” keluh ketua RT05 Kampung Baru Tebing Taupan Ramadan, kemarin (1/3).

Dan lebih parahnya, ada sekitar 20 KK yang mengungsi di masjid akibat debit air yang cukup tinggi masuk rumah warga. Hujan yang turun mulai sore hari, terus menerus hingga malam hari.

” Alhamdulillah, sudah cepat diantisipasi oleh Bu Camat. Jadi warga saya sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” singkatnya.

Sementara itu Camat Tebing Herisa Anugerah ketika dikonfirmasi mengatakan, saat terjadi banjir pihaknya dengan cepat melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Dan paling prioritas bagi balita dan ibu-ibu, untuk dievaluasi yang telah disediakan. Seperti mushola maupun rumah-rumah warga yang tidak terkena banjir.

” Saya sampai pukul 02.00 WIB dini hari, memantau langsung warga kampung Baru untuk memastikan semuanya terkendali. Dan Bupati Karimun Aunur Rafiq juga datang, usai acara pembukaan MTQ di Kuba,” jelasnya.

Sedangkan, Bupati Karimun Aunur Rafiq esok harinya langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang terkena banjir seperti Coastal Area, Kampung Baru Tebing, Meral bersama SKDP terkait untuk menginventalisir titik-titik langganan banjir. Dan akan mencanangkan 2018 Karimun bebas banjir, dengan cara melakukan revitalisasi drainase secara menyeluruh di 12 kecamatan yang ada. Terutama, melakukan pelebaran saluran primer menuju laut.

” Nanti kita perbaiki semua saluran drainase. Untuk sementara, dilakukan pengerukan drainase di hulu agar cepat mengalir air dari hilir ke hulu dititik-titik sumber banjir,” ucapnya.

Dan dirinya juga berharap kepada masyarakat untuk berperan aktif, menggalakan gotong royong membersihkan lingkungan masing-masing. Terutama membersihkan drainase yang dangkal. ” Kemarin sore, sudah kita lakukan pengerukan drainase di kampung Baru Tebing. Sementara longsor yang terjadi diperumahan Teluk Air, menjadi tanggungjawab developer dan mereka siap menyelesaikannya,” jawab Rafiq.

Pantauan dilapangan, rombongan Bupati Karimun melakukan koordinasi langkah awal solusi banjir dibeberapa titik. Sedangkan, di lokasi dengan masjid Baiturahman bencana longsor di Perumahan Bukit Permai Kelurahan Teluk Air kecamatan Karimun. Pada Selasa malam lalu, namun tidak terjadi korban jiwa.(tri)

Ratusan Rumah Permanen Itu Rata Tanah; Foto

0
Alat berat merubuhkan rumah warga, Rabu (1/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

Alat berat merubuhkan rumah warga. F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

Anggota Satpol PP Kota Batam, Albani, adu mulut dengan pemilik rumah yang dirubuhkan rumahnya di Bengkong, Rabu (1/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

Dua anggota Polwan menenangkan seorang ibu yang histeris akibat rumahnya dirubuhkan oleh tim terpadu, Rabu (1/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

Anggota Satpol PP Kota Batam berusaha menenangkan warga yang emosi. F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

Warga Bengkong Swadaya mengumpulkan sisa barang-barang gusuran di rumahnya. F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

Tim sita Pengadilan Negeri (PN) Batam dibantu tim terpadu Kota Batam mengeksekusi ratusan rumah di di Kampung Swadaya  RW 5, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Rabu (1/3). Semua rumah di sana diratakan karena berdiri di atas tanah yang diklaim menjadi kepemilikan PT Glory.

 

Trayek Sambau-Batam Center Beroperasi April

0
Warga Batam saat menumpang bus Trans Batam tujuan Batam Kota-Batu Aji. April Dishub akan melebarkan sayap ke Sambau. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kota Batam menambah trayek Bus Trans Batam untuk Sambau (Nongsa)-Batamcenter. Bus ini rencananya akan beroperasi pada bulan April mendatang setelah selesainya tender.

Kepala UPT Trans Batam Bambang Sucipto mengatakan saat ini pihaknya sedang mengadakan pelelangan untuk tender trayek tersebut. Sehingga bulan April diharapkan trayek tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh warga.

“Kita berharap tendernya selesai bulan ini (Maret), jadi April sudah dioperasikan,” kata Bambang, kemarin.

Ia berharap tender tersebut dapat juga dimanfaatkan oleh warga sekitar trayek tersebut. Sehingga nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai peluang kerja.

“Ada lima bus trans Batam yang akan kita operasikan kesana. Yang pasti, kita ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan transportasi untuk masyarakat,’ jelas Bambang.

Disisi lain, Bambang juga menjelaskan pihaknya masih berharap bantuan dari Kemenhub untuk penambahan bus. Sehingga nantinya ada jalur untuk penambahan koridor yang rencananya 12 trayek.

“Permohonan bantuan telah kita kirim, namun belum ada perkembangannya. Kalau sudah ada penambahan, maka kita akan buka koridor baru,” sebut Bambang.

Sementara untuk jam operasional, menurut Bambang masih seperti biasa. Ia berharap para supir trans Batam tidak takut untuk tetap beroperasi meski adanya kejadiaan penganiayaan.

“Jam beroperasi masih seperti biasa, jam 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB,” pungkas Bambang. (she)

Jersey Orchard Parks Bike in The City mulai Didistribusikan

0

batampos.co.id – Panitia Orchard Park Bike in The City mulai mendistribusikan jersey ke sejumlah lokasi toko sepeda tempat pendaftaran. Bagi para bikers yang akan meramaikan kegiatan bersepeda yang digelar, Sabtu 11 Maret nanti sudah bisa langsung mendapatkan di toko-toko sepeda yang bekerja sama dengan panitia.

Panitia Orchard  Park Bike in The City, Mider Sinaga mengatakan, tempat-tempat pendaftaran yang sudah menerima jersey itu di antaranya toko sepeda Barokah yang berlokasi di Legenda Malaka. Kemudian di Toko sepeda Kurnia Bike juga di Legenda Malaka. Selain itu, kata Mider, toko sepeda yang sudah didrop jersey adalah di toko sepeda Maxi Bike di Sungai Panas dan di M One Bike di Nagoya Hill.

Sementara, Herman Mangundap, Panitia Orchard Park Bike in The City menegaskan, kepada para bikers silakan datang ke lokasi-lokasi di atas untuk mendaftarkan diri.

”Kaosnya sudah siap, silakan mendapatkan jerseynya mulai hari ini,” terang Herman Mangundap.

Ia berharap para pesepeda di Batam bisa meramaikan acara Orchard Park Bike in The City. Karena, kegiatan ini selain untuk berolah raga juga bisa menjadi ajang silaturahmi para penggowes yang ada di Batam. ”Selain itu, doorprize juga menanti,” katanya.

Senada degan Herman, Promotion Manager Orchard Park Batam, Dipa Teguh berharap, dari kegiatan Orchard Park Bike in The City ini warga Batam tahu kalau Orchard Park Batam sudah dibuka untuk masyarakat.

”Kita ingin masyarakat Batam yang ingin berolahraga di akhir pekan bisa datang ke Orchard. Mereka bisa masuk ke sini, parkir dan langsung lari berolahraga,” jelasnya.

Ia juga ingin agar masyarakat Batam tahu kalau kawasan Orchard Park Batam adalah kawasan hijau.

”Ini benar-benar hijau. Karena kita merawatnya dengan benar-benar,” ungkapnya. Nah, tunggu apalagi segera daftarkan diri Anda dan komunitas Anda ke tempat-tempat pendaftaran di sjumlah toko sepeda yang ada di Batam, atau datang langsung ke Batam Pos Group. (ann)

Cara Lepas Depresi ala Liu Taijie

0
foto: dailymail.co.uk

Liu Taijie, perempuan asal Cina pernah merasakan depresi. Perempuan 30 tahun tersebut mengalami depresi setelah hidupnya berantakan.

”Beban hidup rasanya nggak berhenti. Suami menelantarkanku, keluarga juga mengusirku,” ungkap dia sebagaimana dikutip People’s Daily China.

Saking terpukulnya, dia melakukan percobaan bunuh diri sampai tiga kali.

Taijie berusaha mengubur diri sendiri.

”Saat itu aku merenung. Sejelek-jeleknya hidupku, orang-orang terdekatku pasti tidak senang aku mati dengan cara tersebut,” katanya.

Jadilah dia membuka “kelas kubur”. Tujuannya, mereka yang depresi bisa merenung lebih dalam dengan pikiran jernih.

”Mereka bebas menangis, teriak, atau ngapain saja di sana,” ujar perempuan yang tinggal di Chongqing, barat daya Cina, itu.

Kelas nyeleneh ala Liu Taijie tersebut sementara ini hanya menampung enam murid. Kebanyakan perempuan. Untung, para murid tidak harus pakai seragam aneh-aneh khas para penghuni kubur. Pasti horor melihat perempuan cantik berbaring di tanah dan teriak-teriak. Siang hari pula. (Mirror/fam/c10/ca/jpgrup)

Aisyah Tak Sadar Jadi Pion Pembunuhan

0

batampos.co.id – Kasus pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin tertinggi Korea Utara, yang diduga melibatkan warga Indonesia Siti Aisyah mulai disidangkan di pengadilan Malaysia di Kuala Lumpur, Rabu (1/3).

Peradilan Malaysia mendakwa Siti Aisyah dan seorang warga Vietnam bernama Doan Thi Huong membunuh Kim Jong-nam menggunakan racun super yang bisa mematikan dalam hitungan menit.

Siti Aisyah, seorang ibu berusia 25 tahun dan Doan Thi Huong, 28, yang berasal dari daerah pedalaman utara Vietnam bisa digantung jika terbukti membunuh Kim Jong-nam di Kuala Lumpur International Airport pada 13 Februari.

Kedua perempuan itu dibawa polisi ke ruang sidang dengan tangan diborgol dan mereka mengenakan rompi anti-peluru. Tidak ada permohonan yang dicatat setelah dakwaan terhadap mereka dibacakan.

Aisyah yang pertama didakwa. Perempuan berambut hitam panjang itu mengenakan jins dan kaus, terlihat memahami dakwaan terhadapnya, dan mengangguk ke petugas Kedutaan Besar Republik Indonesia saat meninggalkan ruang sidang.

Huong didakwa terpisah. Di ruang sidang dia mengenakan kaus kuning dan jins biru, dan rambut bergelombangnya dicat pirang.

Aisyah dan Huong memberi tahu diplomat yang mengunjungi mereka di tahanan bahwa mereka tanpa sadar menjadi pion dalam pembunuhan yang, menurut para pejabat intelijen Amerika Serikat dan Korea Selatan, diatur oleh agen-agen Korea Utara.

Pengacara Huong mengatakan kepada para pewarta di luar pengadilan bahwa kliennya memberi tahu dia bahwa dia tidak bersalah.

“Dia membantah. Dia bilang ‘Saya tidak bersalah’,” kata Selvam Shanmugam.

“Tentu dia tertekan karena dia menghadapi hukuman mati,” tambah dia.

Persidangan selanjutnya dijadwalkan berlangsung 13 April, ketika jaksa akan mengajukan permohonan agat para tertuduh disidangkan bersama.

Kim Jong-nam, yang mengkritik rezim keluarganya dan saudara tirinya Kim Jong-un, tewas setelah dua perempuan mengoleskan VX, bahan kimia yang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan senjata pemusnah massal, ke wajahnya.

Dia tewas saat menunggu penerbangan menuju Makau, wilayah Cina tempat dia tinggal di bawah perlindungan Beijing sejak mengasingkan diri beberapa tahun lalu.

Di persidangan, dakwaan terhadap Aisyah yang pertama dibacakan, disusul dakwaan terhadap Huong.

Menurut surat dakwaan, dua perempuan itu dan empat orang tak bernama lainnya, yang masih buron, berada di aula keberangkatan bandara dengan niat untuk membunuh warga Korea Utara.

Seorang pria Korea Utara yang diidentifikasi polisi sebagai Ri Jong Chol, masih ditahan polisi dan belum didakwa.

Polisi sudah mengidentifikasi tujuh warga Korea Utara lain yang diduga terlibat dalam perkara pembunuhan itu, termasuk seorang pegawai kedutaannya di Kuala Lumpur.

Di tengah ketegangan diplomatik antara kedua negara, delegasi pejabat tinggi Korea Utara tiba di ibu kota Malaysia pada Selasa guna mengupayakan pembebasan warganya dan penyerahan jenazah korban pembunuhan.

Korea Utara mengakui bahwa korban adalan warganya namun tidak mengakui bahwa dia adalah kakak tiri pemimpinnya, Kim Jong-un. (reuters/ari/jpgrup)

Tax Amnesty di Batam Kumpulkan Tebusan Rp 1,2 Triliun

0
Ilustrasi perbankan melayani warga yang ikut tax amnesty. Foto: istimewa

batampos.co.id – Program tax amnesty tinggal sebulan lagi. Namun di Kepri, realisasi penerimaan uang tebusan masih jauh dari harapan. Hingga akhir Februari 2017, uang tebusan yang terkumpul baru mencapai Rp 1,2 triliun.

“Pencapaian itu belum seberapa jika dibandingkan dengan jumlah wajib pajak yang ada,” kata Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batam Selatan, Gunung Herminto Siswantoro, saat sosialisasi tax amnesty di Panbil Mall, Batam, Rabu (1/3).

Gunung mengakui, partisipasi wajib pajak (WP) di Kepri dan Batam dalam program pengampunan pajak itu masih belum maksimal. Khusus di Batam, dari sekitar 500 ribu WP yang terdaftar, baru belasan ribu di antaranya yang mengikuti program ini.

“Sebagian besar belum (ikut),” kata Gunung.

Gunung mengatakan, WP yang belum ikut tax amnesty ini berasal dari berbagai kalangan. Baik WP perorangan maupun badan usaha. Dia berharap, para WP memanfaatkan sisa waktu 30 hari ini untuk mengikuti tax amnesty.

“Sayang kalau tak dipergunakan. Kapan lagi ada program seperti ini,” ujar Gunung.

Untuk meningkatkan partisipasi WP dalam program tax amnesty, Direktorat Jendral Pajak (DJP) memberikan beberapa kemudahan. Di antaranya memberikan layanan secara online.

Dalam sisa waktu sebulan ke depan, para WP yang ingin mengikuti tax amnesty bisa menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan melalui sistem e-Filling. Sementara pembayarannya menggunakan sistem e-Billing. Semua serba onlie.

“Program-program ini untuk mempermudah wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban mereka untuk membayar pajak dalam program amnesty ini,” ujarnya.

Gunung menjelaskan, e-Filling merupakan web yang disediakan secara khusus oleh DJP bagi wajib pajak untuk melaporkan SPT tanpa harus datang ke KPP. e-Filling ini menyediakan faslitas SPT berupa Loader e-SPT dan SPT yang telah dibuat melalui aplikasi e-SPT.

Sementara e-Billing merupakan aplikasi untuk pembayaran pajak secara online. Pembayaran juga bisa dilakukan melalui bank swasta maupun bank pemerintah, serta Kantor Pos. “Semuanya dipermudah. Tidak saja saat melapor SPT, tapi pembayaran juga dipermudah dengan e-Billing ini sebab bisa melalui ATM, atau mobile banking,” tutur Nanang.

Selain memberikan kemudahan, saat ini DJP melalui KPP Pratama yang ada diseluruh Indonesia kembali gencar melakukan sosialisasi kepada wajib pajak agar segera melaksanakan kewajiban pajaknya melalui program tax amnesty yang tinggal sebulan lagi.

“Kesempatan tinggal sebulan lagi, jadi kalau lewat dari jangka waktu itu tidak ada lagi pengampunan pajak,” imbau Gunung.

Sementara Manajer Bank Nasional Indonesia (BNI) unit Sukajadi, Batam, Ronny Syafira menuturkan, program e-Filling yang diterapkan oleh DJP sudah mulai dimanfaatkan dengan baik oleh wajib pajak yang masuk sebagai nasabah BNI.

“Ini terobosan bagus karena nasabah tak perlu repot-repot lagi antre atau mendatangi bank. Mereka sudah bisa melaksanakan kewajiban pajak melalui mobile banking atau mesin ATM,” ujar Ronny. (eja)