Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13592

Puting Beliung Robohkan Astaka STQ di Masjid Agung

0

batampos.co.id – Angin puting beliung merobohkan astaka untuk pelaksanakan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke XI tingkat Kabupaten Natuna yang dibuat di halaman masjid Agung Natuna , Kamis (27/4).

Tidak hanya bangunan astaka, tenda-tenda yang sudah terpasang untuk para undangan pada kegiatan STQ terlihat rata dan tiang-patah. Bahkan menurut saksi mata, kursi- kursi berterbangan saat angin menghantam kawasan masjid agung yang disertai hujan deras.

Kejadian mengerikan itu tidak berlangsung lama. Namun cukup membuat kerusakan cukup parah dan menumbangkan pohon di sekitar area masjid agung. Bahkan hujan lebat dan angin kencang sekitar 20 menit tersebut merusakkan dua rumah yang tidak jauh
dikawasan masjid agung.

Marleni, seorang Staf di Dinas Perhubungan Pemkab Natuna mengaku, kejadian sangat cepat dan mendadak. Ia bersama rekan-rekan lainnya berhamburan keluar dari tenda Pos Dishub yang berada di samping masjid Agung.

“Kami semua menyelamatkan diri. Anginnya sangat kencang. Kami berusaha nyari pegangan. Tenda kami roboh semua,” ujar Marleni.

Tidak hanya merusakan banguan astaka, peralatan soun sistem dan penerangan STQ juga rusak setelah terhempas angin puting beliung.

“Peralatan sound sistem rusak semua. Karena ada yang terjatuh dan kemasukan air,” ujar Buyung seraya menggulung kabel.

Beberapa keramik-keramik dinding di gapura depan Mesjid Agung Natuna pun terlepas dan berserakan. Sementar kerusakan juga dialami pedagang yang mendirikan kios-kios dagangannya diarea masjid agung.

“Pedagang kios sekitar area masjid agung banyak berlarian menyelamatkan diri, ketika atap kios mereka berterbangan,” sebut Omi seorang pegawai Pemda Natuna.

Belum diketahui kerugian materil yang di sebabkan kejadian tersebut. Namun tidak dipastikan tidak terdapat korban jiwa. Sejumlah Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Natuna terlihat meninjau astaka STQ di masjid agung yang sudah porak poranda.

“Pelaksanaan STQ tidak akan tertunda, karena bisa dilaksanakan didalam masjid. Bangunan astaka peruntukan utamanya untuk penutupan nantinya,” ujar Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemkab Natuna, Kartina Riauwita.(arn)

PT Premier Oil Bangun Balai Sanggar Seni

0

batampos.co.id – PT Premier Oil, membangun balai Seni Budaya Melayu dan Pustaka Umum di Desa Tarempa Barat. Hal tersebut disampaikan Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris, ketika menyampaikan terimakasih ke Premier Oil.

Abdul Hari berharap, dibangunnya Balai Seni Budaya Melayu dan Pustaka Umum tersebut bermanfaat bagi masyarakat Kecamatan Siantan.

“Kami berharap gedung ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan budaya dan seni melayu. Budaya dan seni yang sudah turun temurun jangan sampai dilupakan. Karena itu warisan nenek moyang kita. Sama halnya dengan Pustaka Umum, semoga dapat meningkatkan intelektual generasi penerus bangsa,” ujar Haris, ketika memberikan sambutan pada acara peresmian balai seni tersebut Kamis (27/4).

Dia menerangkan, Anambas memiliki keunggulan yang luar biasa pada sektor perikanan dan pariwisata. Menurutnya, pariwisata dan budaya memiliki ikatan.

“Berkembangnya sektor pariwisata, tentu harus dibarengi dengan budaya. Karena wisatawan asing sangat menyukai hal-hal unik, baik tari maupun musik. Ayo kita kembangkan lagi budaya melayu, untuk mendorong perkembangan sektor pariwisata,”jelasnya.

President Premier Oil, Garry Selbie mengakui, program CSR sudah berjalan sejak tahun 1999, yaitu pembangunan taman kanak-kanak di
Matak, Posyandu dan KUB di Putik, bantuan kepada petani organik di Langir dan bantuan-bantuan lainnya. “Ini sudah menjadi tanggungjawab sosial perusahaan,” ungkapnya.

Dikatakannya bahwasanya perusahaan Premier Oil beroperasi sejak tahun 1996 lalu. Perusahaan mulai memberikan CSR kepada masyarakat pada tahun 1999. Dirinya berharap apa yang telah diberikan nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat Anambas. Dirinya juga mengaku berterimakasih kepada warga Anambas yang telah menyediakan lahan untuk berdirinya balai seni tersebut.

“Terimakasih juga atas masyarakat yang dermawan menyediakan lahan untuk pembangunan Balai Seni Budaya Melayu dan Pustaka Umum,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Balai Seni Budaya Melayu, Azwar, mengaku sangat mengapresiasi partiwipasi perusahaan yang telah membangun gedung tersebut. “Masyarakat sangat antusias dibangunnya gedung ini,” jelasnya.

Dikatakannya saat ini banyak sekali sanggar seni dan budaya yang ada di Anambas. Dari data yang berhasil dihimpun, saat ini sudahada 19 sanggar seni dan budaya yang mendaftar diri untuk melakukan latihan di gedung ini. “Terimakasih atas kepedulian Premier Oil, semoga tetap beroperasi dan program CSR samakin luas disebarkan di Anambas ini,” jelasnya. (sya)

Kawasan Pasar Malam Langganan Banjir

0
Kondisi banjir di kawasan Pasar Malam. F. Okta untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Jalan Pelabuhan atau kawasan pasar malam, selalu menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras. Faktor utama yang menjadi penyebab banjir yaitu parit yang merupakan tempat penampung air sudah dangkal, dan dipenuhi sampah.

Ironisnya, di atas parit yang mengarah ke laut itu, sudah pula dipenuhi bangunan. Sehingga sulit untuk dilakukan normalisasi kembali. Hujan deras yang turun seketika mengubah wajah Jalan Pelabuhan dipenuhi genangan air.

“Tak sampai dalam hitungan jam, jalan sudah digenangi air. Dan banjir kawasan ini selalu terjadi kalau turun hujan deras,” ungkap Okta, warga Jalan Pelabuhan, Kamis (27/4) kemarin.

Yang lebih parah, lanjut Okta, tumpukan sampah berserakan di sepanjang jalan ketika genangan air sudah surut. Sampah ini terbawa oleh air yang sudah tidak tertampung di dalam parit.

“Kami minta pemerintah segera melakukan pengerukan parit. Karena jika tidak dilakukan, sepanjang waktu kawasan Pasar Malam akan tetap menjadi langganan banjir,” tegasnya. (tri)

THM Bakal Pindah ke Kampung Sujung

0

batampos.co.id – Pemerintah Daerah merencanakan melokalisasikan tempat hiburan malam di Natuna di kampung Sujung Kecamatan Bunguran Timur Laut. Sejauh ini Pemerintah Daerah sudah menyampaikan kepada pengelola hiburan malam di Ranai dan sekitarnya.

Ketua Tim Pekat Kabupaten Natuna Wan Siswandi menyatakan, melokalisasikan tempat hiburan malam ini bertujuan menata kembali pemukiman masyarakat agar jauh dari tempat maksiat. Dan selama ini dinilai mengganggu kenyamanan dan ketertiban yang dikeluhkan masyarakat.

“Dilokalisasikan, tentu mudahkan pengawasan dan penerapan aturan Pemerintah,” kata Siswandi kemarin.

Rencana lokalisasikan tempat hiburan malam ini sambungnya, Pemerintah Daerah juga sudah melakukan koordinasikan dengan Lembaga Adat Melayu (LAM), namun belum mendapat kesepakatan.

Menurutnya, merelokasi tempat hiburan malam disatu sisi adalah usaha yang dapat menambah pendapatan daerah. Serta mudahkan mendeteksi dampak dan antisipasi. Sehingga perlu didiskusikan. Sejauh ini waktunya belum dipastikan, mulai direlokasikan, masih dikoordinasikan.

“Memang dari saya, harapannya tahun ini relokasi bisa dilaksanakan. Paling lambat tahun depan. Tentu masih perlu koordinasi dengan instansi dan lembaga pemerintah,” ujar Siswandi.

Tempat hiburan malam di Ranai dan sekitarnya khusunya, saat ini tidak tertata. Bangunan permanen hingga semi permanen menjadi tempat hiburan malam, berkedok karaoke keluarga. (arn)

40 Ribu Hektare untuk Transmigrasi di Natuna

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Natuna Hussyaini mengatakan, Pemerintah Pusat berencana akan menambah program transmigrasi lagi di Natuna. Dan rencananya akan dibuka di Kecamatan Bunguran Tengah.

Penambahan Satuan Pemukiman (SP) di Kecamatan Bunguran Tengah ini sambungnya, masih tergantung Pemerintah Daerah. Menerima atau tidak, pemindahan penduduk dari Jawa ke Natuna. Dan memang sebagian diperuntukkan transmigrasi lokal.

“Penambahan Satuan Pemukiman Transmigrasi masih rencana. Tetapi lokasinya sudah dikaji, di Kecamatan Bunguran Tengah. Karena merupakan kawasan transmigrasi pertama di Natuna tahun 80 an,” kata Hussyaini kemarin.

Dikatakan Hussyaini, saat ini di Kecamatan Bunguran Tengah sudah ditempati tiga Satuan Pemukiman transmigrasi. Pemerintah akan menambah lagi dua satuan pemukiman. Karena lahan masih mencukupi.

“Masih ada 40 ribu haktare lebih lahan HPL untuk transmigrasi di Kecamatan Bunguran Tengah. Tapi realisasinya tergantung pak Bupati nanti,” kata Hussyaini.

Camat Bunguran Tengah Saidir menilai, penambahan dua lagi satu pemukiman transmigrasi untuk pemindahan penduduk dari pulau Jawa yang sudah padat ke Natuna. Saat ini masih banyak lahan yang tidak terkelola masyarakat.

Saat ini di Kecamatan Bunguran Tengah kata Saidir, jumlah penduduknya baru mencapai 3 ribu lebih jiwa. Dengan potensi lahannya, bisa dikembangkan disektor pertania dan perkebunan.

“Di Kecamatan Bunguran Tengah memang masih banyak hutan yang tidak terkelola. Tentu sektor pertania dan perkebunan bisa dikembangkan seiring kebutuhan dan pertumbungan penduduk di Natuna,” ujar Saidir.

Dikatakan Saidir, di Natuna saat ini menjadi perioritas sektor pertanian dan perkebunan salah satunya di Kecamatan Bunguran Tengah dan Kecamatan Bunguran Batubi serta diwilayah Kecamatan Bunguran Utara.(arn)

Penggunaan Dana Desa Bisa Berakhir di Penjara

0

 

batampos.co.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (PMD-Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison mengingatkan masing-masing desa di Provinsi Kepri untuk tidak menyalahgunakan dana desa yang didapat. Karena salahbertindak, bisa berakhir dipenjara.

“Kita harus berkaca dari kasus yang terjadi di Karimun dan Bintan. Jangan sampai penggunaan dana desa tahun ini, kembali terjadi kesalahan,” ujar Sardison usai Rapat Koordinasi (Rakor) Dana Desa di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Kamis (27/4).

Menurut Sardison, karena kegiatan ini dihadiri utusan dari masing-masing Kabupaten yang ada di Provinsi Kepri, pihaknya sudah menggandeng Kejaksaan dan Kepolisan untuk memberikan pemahaman hukum atau juklak dan juknisnya penggunaan dana desa tersebut.

“Bukan hanya bekerjasama dengan pihak penegak hukum. Kami juga sudah menyiapkan tim pendamping. Sehingga penggunaan dana desa ini tepat sasaran,” paparnya.

Disinggung belum selesainya proses administrasi Karimun dan Bintan untuk mendapatkan dana desa tahap awal ini. Sardison mengatakan kedua daerah tersebut sudah menyelesaikannya. Artinya tinggal menunggu rekomendasi dari Dirjen Perimbangan Keuangan (DJPK).

“Kita beharap, dana desa yang ada bisa di optimalkan untuk pembangunan daerah. Karena program ini adalah stimulus dari pemerintah pusat,” paparnya lagi.

Ditambahkannya, untuk tahun 2018 mendatang, pihaknya akan melakukan lobi-lobi ke Kementerian Desa (Kemendes) supaya dana desa bisa dipergunakan untuk membantu masyarakat dalam pengurusan akte kelahiran. Karena masyarakat didaerah enggan untuk mengurus.

“Faktornya tentu persoalan biaya, maka dari itu kita ingin membuat terobosan ini bisa diatur lewat Peraturan Menteri Desa (Permendes) 2018 nanti,” tutupnya.

Seperti disampaikan Kanwil Dirjen Perbedaharaan Provinsi Kepri, dari total Rp228 miliar dana desa, tahap awal ini Kepri mendapatkan sebesar Rp96,51 miliar. Jumlah tersebut di luar Bintan dan Karimun. Secara persentase keseluruhan adalah 60 persen. Sisanya pada tahap kedua nanti.(jpg)

Dubes RI Promosikan Potensi Karimun ke Singapura

0

batampos.co.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura mengundang Pemerintah Kabupaten Karimun dan Badan Pengelolaan (BP) Kawasan FTZ Karimun ke Singapura untuk bertemu dengan pelaku bisnis yang ada di Singapura untuk mempromposikan potensi investasi yang ada.

”Kita mendapatkan undangan dari KBRI dalam rangka forum bisnis dan investasi. Dalam pertemuan yang dilaksanakan hari ini (kemarin, red) KBRI sudah mengundang pelaku bisnis atau perusahaan dari luar Singapura, namun memiliki kantor cabang di Singapura. Dari pemberitahuan yang kita terima bahwa ada beberapa pelaku bisnis dari Amarika Sarikat, Kanada dan Cina yang akan hadir dalam kegiatan tersebut,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sularno kepada Batam Pos, Kamis (27/4).

Latar belakang pelaku bisnis yang berasal dari tiga negara tersbeut, kata Sularno, sebagian besar bidang usahanya bergerak di galangan kapal. Namun, ada juga yang usahanya dibidang pariwisata. Untuk indusri galangan kapal, seperti yang diketahui di wilayah Pulau Karimun sudah tidak ada lagi lokasi. Khusnya lokasi yang dekat dengan pantai, karena memang salah satu syarat lahan untuk industri galangan kapal harus dekat dengan laut. Sebaliknya, jika untuk industri manufaktur dan pariwisata, lahannya masih tersedia. Hanya saja, untuk status kepemilikan masih milik masyarakat.

”Meski tidak ada lagi lahan untuk industri galangan kapal di Pulau Karimun, namun pemerintah kita mempunyai kebijakan untuk meningkatkan investasi di suatu daerah. Salah satunya dengan dengan menetapkan suatu pulau sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Sejauh ini, yang sudah ada satu pulau yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai KEK. Yakni, Pulau Asam, Kecamatan Meral Barat,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Sularno, tidak menutup kemungkinan jika memang ada investor yang benar-benar ingin investasi di karimun dibidang galangan kapal di luar Pulau Karimun yang tentunya tidak ada fasilitas FTZ. Tapi, dengan adanya dengan fasilitas KEK, hal ini bisa saja diwujudkan. Apalagi, saat ini Pemerintah Kabupaten Karimun telah mengusulkan juga Pulau Durian dan Pulau Mudu untuk dijadikan KEK. Secara administrasi sudah lengkap. Tinggal menunggu pengesahan dari pemerintah pusat saja. Dan, seandainya ada investasi di antara dua pulau tersebut, pemerintah bisa mengajukan ke pemerintah pusat.

Sementara, pengusaha asal Singapura tertarik untuk menanamkan investasi dibidang pertanian di Karimun. (san)

Kantor Lurah, Camat, dan Rumah Irwan juga Digeledah

0
Tim penyidik dari Cabjari Tanjungbatu menggeledah ruangan umum dan kepegawaian kantor camat Kundur. F.Sandi/batampos

batampos.co.id – Setelah menggeledah kantor Dinas Sosial Karimun, giliran rumah tersangka Irwan di RT 01 RW 04 Kelurahan Gadingsari yang digeledah tim penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Kundur, Kamis (27/4) kemarin. Penggeledahan dipimpin Kacabjari Kundur Filpan FD Laia.

Hampir satu jam setengah penggeledahan dilakukan. Hasilnya, penyidik membawa satu koper berisikan dokumen, dan kwitansi terkait barang bukti pembangunan 75 unit rumah Ikatan Keluarga Duane Kundur (IKDK) yang mangkrak.

“Hari ini kembali kita lakukan penggeledahan di tiga tempat. Selain rumah tersangka Irwan, penggeledahan juga dilakukan di kantor Camat Kundur, dan Kantor Lurah Tanjungbatu Kota. Penggeledahan merupakan tindakan penyidik untuk mencari alat bukti. Upaya ini untuk menunjang pembuktian tindak pidana yang dilakukan tersangka Irwan,” tegas Filpan.

Penggeledahan, lanjut Filpan merupakan tindakan penyidik untuk mencari alat bukti. Upaya ini untuk menunjang pembuktian tindak pidana yang dilakukan tersangka Irwan.

Untuk pengembangan lebih lanjut, dibutuhkan alat bukti baru, sehingga pemeriksaan berjalan komprehensif dan terlihat jelas. Akhirnya dapat diketahui jika Irwan bukanlah merupakan tersangka tunggal dalam tindak pidana yang sedang diselidiki.

“Ada penambahan bukti baru yang kosentrasi pada Irwan, dan ada potensi lain yang perlu digali dan penggeledahan bertujuan agar barang bukti tidak hilang atau musnah. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan saksi-saksi yang mencapai 60 orang,” ungkap Filpan.

Penggeledahan yang dilakukan, sambung Filpan bukan untuk eforia ataupun menakut-nakuti. Juga bukan tindakan penyidikan itu semena-mena.

“Kami berharap agar penyidikan yang dilakukan tidak mengganggu ataupun menghalangi kegiatan pembangunan lainya. Kami berkomitmen supaya tindakan penyidikan yang dilakukan dalam waktu kurun tidak lama segera dilimpahkan ke pengadilan. Tujuanya agar kasus yang kita tangani ada kepastian hukum sehingga jangan terindikasi ada sesuatu permainan,” ungkapnya.

Dari rumah tersangka Irwan berupa dokumen perencanaan terbentuknya IKDK, buku rekening yang tersangka pindahkan, serta sejumlah kwintansi. Sementara dari kantor camat Kundur didapati dua CPU komputer yang terdapat draf proposal yang diketik tersangka karena IKDK dan sejumlah dokumen lainya terkait IKDK.

“Dua CPU komputer yang kami sita menjadi alat bukti untuk di persidangan nantinya. Dari kantor Lurah Tanjungbatu Kota disita buku tamu, dan tidak ada dokumen yang dikeluarkan lurah terkait kasus ini. Hanya saja lurah mengetahui terkait pembentukan ikatan keluarga Duane Kundur (IKDK),” tutupnya. (ims)

651 Warga Belum Dapat e-KTP

0
Aktifitas pelayanan di kantor Disdukcapil Pemkab Lingga belum lama ini. Disdukcapil menerima 2 ribu blangko e-KTP dari pusat namun masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Dabo. F.Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Mendapat jatah 2000 blangko e-KTP dari Pemerintah Pusat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lingga masih belum mencetak sebanyak 651 e-KTP milik masyarakat Tanah Bunda Melayu. Pasalnya, selama kekosongan blangko e-KTP, Disdukcapil telah melakukan perekaman e-KTP sebanyak 3,532 dan yang telah dicetak sebanyak 2,881.

“Selain kekosongan belangko keterlambatan pencetakan juga terjadi karena masalah jaringan di pusat,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Lingga, Samsudi, Kamis (27/4) pagi.

Karenanya, Disdukcapil memandang perlu adanya skala prioritas bagi warga yang telah melakukan perekaman pertanggal 1 September hingga 20 September tahun ini mengingat untuk pemenuhan kuota haji, cek kesehatan dan keperluan lainnya.

Dari jatah 2000 blangko yang didapat Pemkab Lingga, Disdukcapil juga menyatakan jatah tersebut masih jauh dari kata cukup untuk pemenuhan kebutuhan e-KTP bagi masyarakat Kabupaten Lingga. Selain itu, Disdukcapil juga meminta tambahan pengiriman blangko e-KTP bagi warganya.

Walau demikian, Samsudi mengajak warga yang telah melakukan perekaman namun belum mengantongi e-KTP agar lebih bersabar untuk mendapatkan e-KTP dan harus menunggu jatah pengiriman blangko selanjutnya dari Pemerintah Pusat. Selain itu, Samsudi juga berharap agar jaringan server pusat juga tidak mengalami kendala yang berarti sehingga memuluskan proses pencetakan e-KTP.

Kondisi kekosongan blangko serta gangguan jaringan, menurut Samsudi bukan sebagai halangan bagi Disdukcapil untuk terus melakukan perekaman e-KTP bagi warga Tanah Bunda Melayu. Perekan dapat terus berjalan sembari menanti pencetakan e-KTP.

“Walau begitu, data yang telah kami rekam kapan saja dapat dicetak ke e-KTP sewaktu-waktu blangko telah tersedia,” ujar Samsudi. (wsa)

Nilam, Ratu Kecantikan Sejagat Lagoi

0
Catherina Nilam Permata Sari, dinobatkan sebagai Miss Lagoi 2017 oleh dewan juri di Kawasan Pariwisata Lagoi, Rabu (26/4) malam.

batampos.co.id – Catherina Nilam Permata Sari dinobatkan sebagai Ratu Kecantikan Sejagat Lagoi dalam pemilihan Miss Lagoi 2017 di Kawasan Pariwisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Rabu (26/4) malam.

Gadis yang bekerja sebagai karyawan Departemen HRD PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) itu berhasil mengalahkan ratusan pesaingnya yang berasal dari manajemen departemen, villa, resort dan hotel di seluruh Kawasan Pariwisata Lagoi.

Kemudian posisi runner up pertama diraih Hernina Astrid Lengkang,23, perwakilan dari Nirwana Gardens Resort. Selanjutnya, diposisi runner up kedua diberikan kepada Sintia Ratna Sari,23, perwakilan dari Departemen Administrasi PT BRC. Sedangkan posisi Mis Lagoi 2017 Favorit disandang oleh Nur Aniza ,20, perwakilan dari Holiday Villa Pantai Indah.

General Manager (GM) Administrasi PT BRC, Aditya Laksamana mengatakan pegelaran pemilihan Miss Lagoi 2017 ini merupakan yang pertama kali. Namun penilaiannya dilakukan oleh dewan juri yang profesional. Bahkan mereka telah mengantongi sertifikasi berbagai prestasi dari kancah lokal, nasional sampai internasional.

“Jadi penilaian Miss Lagoi 2017 ini terjamin keabsahaannya. Karena ketiga dewan juri yang kami hadirkan telah diakui ditingkat nasional maupun internasional,” ujar Adit.

Dijelaskan Adit, ketiga dewan juri yang dihadirkan yaitu Aulia Ramadhani yang pernah menyabet runner up pertama Model Indonesia Kepri 2011. Kemudian runner up pertama Putri Indonesa Kepri 2014, Putri Pariwisata Indonesia Kepri 2015, Putri Batik Kepri 2016, dan juara kedua Putra Putri Batik Nusantara 2016.

Berikutnya, Mohammad Joerymanto yang pernah menyabet sebagai Model dan Star Batam 2010. Kemudian Mua Finalis Putri Indonesia Kepri 2011, Couch Modeling dibeberapa agency, Model Batam, Owner Joery Wedding dan Art Galery, Makeup Artis, dan Fashion Designer.

Sedangkan, Siti Nurul Marfia pernah mewakili Festival Indonesia “Sumatera Night” di Melbourne, Australia 2007. Kemudian perwakilan Indoensia dalam acara The 52 th Internasional Folkloric Dance Festival di Lefkada Athena, Yunani 2014 dan perwakilan dari

Sumatera Barat untuk acara La Malay Heritage di Singapura 2015. “Ketiga Miss Lagoi dipilih oleh tiga dewan juri. Sedangkan Miss Lagoi Favorit dipilih oleh para penonton yang hadir saat acara ini digelar,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Aulia Ramadhani mengaku 11 peserta penyisihan dari pemilihan Miss Lagoi 2017 ini memiliki talenta yang cukup berkualitas. Karena selain cantik mereka juga memiliki wawasan yang tinggi dan berperilakuan yang baik.

“Awalnya kami berat menentukan pilihan yang tepat untuk menetapkan Miss Lagoi 2017. Namun setelah menyeleksi secara ketat akahirnya kami sepakat untuk menobatkannya kepada Catherina Nilam Permata Sari,” katanya.

Penilaian yang diberikan dewan juri, kata Aulia ada empat item. Yaitu gerak tubuh mereka dalam merespon dewan juri, memperkenalkan kostum kebaya yang dipakai mereka, anggunnya penampilan mereka diatas catwalk dan cara mereka menjawab pertanyaan yang diberikan.

“Penilaian itu juga dilakukan oleh juri lainnya. Maka kami menerapkan itu juga dalam memilih yang terbaik diantara yang baik,” sebutnya.

Terpisah, Catherina Nilam Permata Sari mengaku tidak menyaka dirinya dinobatkan sebagai Miss Lagoi 2017. Karena dia gak pernah tampil diatas catwalk sehingga gaya jalan yang ditampilkannya seperti belalang.

“Senang kali dan gak kebayang bisa terpilih Miss Lagoi 2017 dari sekian banyak peserta. Bahkan inilah pengalaman pertama kalinya jalan diatas catwalk,” akunya.

Ditanya impian selanjutnya dengan prestasi ini, wanita yang disapa Nilam ini mengaku tidak memiliki bakat didunia modeling. Namun dengan gelar Miss Lagoi yang diraihnya, dia akan terus menggali semua yang dibutuhkan bagi sosok seorang model. Baik dari segipenampilan, keterampilan serta wawasan.

“Kalau ini jalannya untuk saya jadi model akan saya gali lagi bakat terpendam ini,” kata gadis berusia 22 tahun itu. (ary)