Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13593

Ini Tujuh Titik Jalan yang Akan Dilebarkan

0

batampos.co.id – Dinas Bina Marga (DBM) Kota Batam masih fokus mengerjakan tujuh proyek pelebaran jalan sepanjang 10.550 meter pada tahun 2017 ini. Sehingga pengaspalan dua proyek pelebaran jalan yang sudah selesai dikerjakan pada tahun 2016 akan dilakukan bertahap.
“Kita lakukan bertahap. Sebagai contoh simpang BNI ke Bundaran Madani, kita tuntaskan sekalian pengaspalan. Hanya saja sebelum diaspal, kita tambah dulu lebarnya,” kata Kepala Dinas Bina Marga (DBM) Kota Batam, Yumasnur, Rabu (26/4/2017).

Yumasnur menyebutkan, jalan tersebut saat ini masih tiga lajur, dan masih dalam tahap pengerjaan menjadi empat lajur. “Setelah itu (empat jalur) baru diaspal. Sesuai target, pelebaran dan pengaspalan selesai tahun ini juga,” janjinya.

Kemudian dari simpang CIMB Niaga menuju Pelita pada tahun ini direncanakan selesai pengaspalan. Lalu, simpang Planet menuju simpang The Hill akan dibuka dan dilebarkan. “Belum langsung diaspal,” tuturnya.

Sama halnya dengan simpang Telkom-Irinko, jalan dibuka dulu, kemudian dilebarkan sebelum akhirnya diaspal. “Sebagian jalan sudah ada yang dicor, cuma bertahap. Sesuai kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Tujuh titik pelebaran jalan yakni Simpang Lippo-Pelita Telkom sepanjang 800 meter, underpas-Simpang Telkom-Irinko 1.450 meter, bundaran Hotel Planet-Simpang The Hill 800 meter, Simpang Baloi Center-Simpang Apartemen Harmoni 1.500 meter. Dua program lanjutan, yakni Simpang BNI-Bundaran Marina 1.500 meter, Simpang Jam-Simpang BNI 1.500 meter dan satu jalan dibangun oleh Dinas Provinsi Kepri, yaitu Simpang Frenki-Simpang BNI-underpas sepanjang 3 kilometer.

“Pembangunan dan pelebaran jalan ini diharapkan bisa mengurai kemcetan yang sering terjadi di Kota Batam,” sebut Yumasnur. (rng)

Gula Rafinasi Bebas Beredar, Ini Ciri-cirinya

0

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam harus lebih hati-hati membeli gula. Sebab, gula rafinasi banyak beredar dan dijual bebas. Padahal, gula kristal putih yang masih mentah dan telah mengalami proses pemurnian untuk menghilangkan molase ini, tidak layak dikonsumsi karena kandungan glukosanya sangat tinggi.

Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (DPP APEGTI) Kepri, Nurbaini mengatakan, peredaran gula rafinasi di Kepri, khususnya Batam cukup mengkhawatirkan.

ilustrasi

“Kepri dan Batam sama saja, hampir seluruh wilayah tersebar gula rafinasi. Banyak dijual di pasar dan supermarket,” kata Nurbaini di Hotel Harris, Rabu (26/4/2017).

Dikatakannya, kandungan yang ada pada gula rafinasi sangat berbahaya. “Gula ini sangat berbahaya, apalagi kalau dikonsumsi rutin. Bisa menyebabkan kematian,” terangnya.

Secara kasat mata ada perbedaan antara gula layak konsumsi dengan rafinasi. Gula rafinasi memiliki tekstur yang halus, antara satu butir dengan butir lainya tidak sama. Bahkan, jika dipegang ada yang berbentuk serbuk atau tepung.

“Warna gula rafinasi ada dua, putih dan kuning. Kalau beli gula, lihat teksturnya,” kata Nurbaini mengingatkan.

Menurut dia, hampir seluruh gula rafinasi didatangkan dari luar Indonesia secara ilegal. Padahal pemerintah Indonesia melarang impor gula. “Gula ini bukan disalurkan melalui Bulog (Badan Urusan Logistik), tapi biasanya masuk dari luar negeri. Karena itu banyak yang di-packing menggunakan bungkus palsu,” bebernya.

Karena itu, ia berharap masyarakat lebih awas dalam membeli dan mengkonsumsi gula. Jika membeli, lihatlah bungkus yang ada tanda SNI (Standar Nasional Indonesia) dan memiliki tekstur yang sama. “Biasanya jelang bulan puasa ini, makin banyak beredar. Dan kita minta masyarakat waspada,” sebutnya.

Untuk itu, Nurbaini berencana meminta bantuan Gubernur Kepri dalam hal pengawasan keberadaan gula rafinasi di Kepri. Tim tersebut bisa melibatkan berbagai instansi mulai Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag), Bea dan Cukai, Kepolisian hingga TNI.

“Masih akan kita ajukan untuk pembentukan tim monitoring. Kenapa baru sekarang, karena saya baru dilantik beberapa bulan ini. Dan pengawasan ini harus secepatnya dilakukan,” jelas Nurbaini. (she)

Air Terjun di Tengah Kota Semarang

0

Berada di RT 4 RW 4 Desa Karang Joho, Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, terdapat sebuah curug atau air tejun yang belakangan ini heboh di jagad media sosial. Namanya: Curug Karang Joho.

Kini sedang nge-hits setelah ramai dikunjungi masyarakat. Memiliki ketinggian 20 meter, seakan menjadi oase tersendiri bagi warga perkotaan yang menginginkan suasana gemercik air dan suasana pedesaan.

Sebetulnya, lokasi curug tersebut tidak jauh dari perkampungan. Namun cukup tersembunyi karena terletak di cekungan bukit dan tertutup rimbun pepohonan. Untuk menuju lokasi, dari Semarang menuju arah Lapas Kedungpane lalu masuk jalan arah Gondoriyo sampai jembatan Sungai Gondoriyo. Dari situ melewati gang Kampung Gondoriyo RT 4 RW 4 yang merupakan gang buntu berbatasan dengan tebing berbukit.

Pemkot Semarang juga sudah memperlebar jalan akses utama menuju curug sehingga kendaraan roda empat pun sampai lokasi. Ketua RW 4 Kelurahan Gondoriyo, Ali Ihsan menyampaikan sebetulnya warga setempat sudah lama mengetahui curug ini. Hanya saja belum terbesit akan potensinya sebagai obyek wisata.

“Warga setiap hari melintasi jalanan curug, bahkan memanfaatkan air curug untuk memandikan kerbau. Tapi warga menganggap ini aliran air sungai biasa,” katanya.

Dia juga baru sadar ada informasi viral di media sosial telah mengangkat pamor Curug Karang Joho. Sehingga sekarang menjadi obyek wisata yang ramai. Sabtu- Minggu pengunjung mencapai 300-400 orang. “Ada yang selfie, duduk-duduk menikmati alam, bahkan anak-anak juga mandi di bawah aliran curug yang curam,” katanya.

Dia mengatakan aliran sungai dijamin aman karena sungai Gondoriyo yang merupakan daerah aliran sungai (DAS) dari beberapa sungai kecil yang berada di daerah Bukit Semarang Baru (BSB).

“Kami bersama komunitas DAS sudah susur aliran sungai, dan aman dari hulu, jadi pengunjung tak usah khawatir, jika hujan hanya air yang tampak keruh,” katanya.

foto: pictaram.com

Selain menikmati aliran air curug, pengunjung bisa santai duduk di bebatuan besar sungai. Warga sekitar juga telah membuka akses jalan menuju curug dengan tangga bambu dan penataan jalan karena menuju lokasi jalanan sedikit curam.

“Karena ini tanah beberapa warga, kami telah rembugan untuk adanya pembebasan tanah. Karena setelah dikaji dari Kelompok Sadar Wisata, disini bisa dikembangkan menjadi beberapa atraksi seperti rafting, outbond, flying fox dan water boom,” ujarnya.

Curug Joho juga dilengkapi dengan eksotisme berupa gua kuno. Konon di dalam gua terdapat arca-arca. Dimana jaman dahulu difungsikan sebagai tempat berlindung saat peperangan. Gua tersebut juga diyakini warga memiliki kekuatan gaib sebagai pintu menembus ke daerah Kaliwungu Kendal.

“Gua dalamnya 4 meter, ada patung arca meski sudah rusak, diatas gua ada aliran air sebagai aliran irigasi dimana disambung dengan kayu jati kuno dengan penanda batu besar diatas bukit,” katanya.

Dia juga menyebut keberadaan kayu jati itu sebagai talang pengambung air yang sudah ada sejak lama. “Bahkan orang tua saya juga tak tahu ceritanya karena memang sudah ada sejak nenek moyang,” katanya.

Dia bersama warga tiga kelurahan yakni Gondoriyo, Wates, dan Beringin kini tengah mengkonsep sebuah destinasi wisata alam-budaya. Dimana di tiap tahunnya sudah ada atraksi gelar budaya berupa resik-resik selokan irigasi sawah.

“Kedepan akan kami buat semacam kirab budaya, ada ceritanya, dan ini sebenarnya sudah turun temurun dilakukan tiap tahun, hanya saja akan kita konsep yang lebih bagus dan menarik,” ujarnya.

Seorang pengunjung Artika Mayang (18), mengaku surprise dengan adanya Curug Karang Joho yang berada masih disekitaran perkotaan. Informasi dia dapat dari media sosial Instagram dan Facebook.

“Lokasinya gampang dituju, ini bagus untuk wisata perkotaan, tempatnya unik karena menyimpan potensi wisara yang besar dan bisa dikembangkan,” katanya.

Menpar Arief Yahya mengingatkan, sebagai destinasi yang baru dikenal, sebaiknya dijaga bersama. Jangan sampai ruaak, jika perlu diperbaiki fasilitas publiknya.

“Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” ujar Arief Yahya. (*)

Tempat Pembuangan Akhir Sampah Jadi Destinasi Wisata

0

Pembaca, rupanya Tempat Pembuangan Akhir Sampah bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata.

Contohnya  di TPA Sukoharjo, Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Jika umumnya TPA kumuh dan bau tak sedap, tapi TPA di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo ini malah menjadi obyek wisata. Kok bisa?

Ya, TPA ini disulap menjadi arena hiburan satwa dan mainan anak.  Mereka sukses mengubah image TPA menjadi obyek wisata, dan ini membuat masyarakat berbondong-bondong mencari hiburan di TPA seluas 12,5 hektar tersebut.

Hampir setiap harinya, ratusan orang baik personal maupun rombongan sekolah mengunjungi lokasi sampah yang sudah mirip kebun binatang itu. Banyak aneka satwa yang dipelihara disana. Ada aneka burung, kera, ayam, kijang dll. Arena mainan anak, tanaman buah dan berbagai jenis bunga taman. Dilengkapi wahana bermain seluas 1 ha, lapangan tembak, musholla, MC, dan kios yang menjual jajanan dan oleh oleh.

“Para penjual jajanan itu merupakan pihak keluarga para pekerja yang bekerja di TPA Sukoharjo,” kata pengelola TPA Sukoharjo, Agus Sudarmono sambil merinci jumlah petugas yang dilibatkan dalam pengelolaan TPA itu.

Pekerja yang terlibat terdiri 18 orang tenaga harian dan 4 PNS dari DPUPR Pati. Mereka ini yang mengelola TPA, dari bagian penggalian lubang, pengelolaan gas metan, perawatan hewan dan taman, serta timbangan sampah.

Menurut Agus, TPA Sukoharjo setiap harinya menampung 60 ton sampah yang berasal dari kota Pati, kecamatan Wedarijaksa, Trangkil dan Gabus.

“Tetapi kalau pas ada hari besar nasional atau keagamaan, terjadi peningkatan sampai 20%” ujar alumnus Universitas Widya Mataram Yogyakarta ini.

foto: aps18.com

Adapun sampah yang berasal dari Kecamatan Juwana yang jumlahnya diperkirakan mencapai 20 ton, dikelola TPA Pekuwon. Sedang sampah dari Kecamatan Tayu dan Margoyoso ditangani di TPA Sampok Kecamatan Gunungwungkal. TPA Sukoharjo dibuat pada tahun 1985 oleh mantan Bupati Pati Saoedji.

Kemudian ditata lebih rapi sejak tahun 1994. Kemudian sejak tahun 2002, dikelola maksimal pihak DPU Pati, karena untuk mendukung penilaian Adipura.

Hasilnya memang sangat luar biasa. Karena pada tahun 2017 atau masuk tahun ke delapan dalam partisipasi (penilaian) Adipura, posisi TPA Sukoharjo ternyata mampu menghantarkan kabupaten Pati merebut juara kategori kota kecil.

Pada awalnya, TPA Sukoharjo menangani sampah dengan sistim Open Dumping. Yaitu sampah ditumpuk dan tidak ditutup. Lalu ditangani dengan sistim Control Landfield, yakni gundukan sampah ditutup dengan jeda waktu setiap dua hari sekali.

“Penutupan sampah dimaksudkan supaya mematikan perkembangan lalat dan menyalurkan gas” katanya.

Sekarang TPA Sukoharjo menggunakan sistim Sanitary Landield. Sistem ini memasukkan sampah ke dalam lobang namun hanya sampah jenis organik atau yang terdiri dari daun saja.

Kepala DPUPR Pati, Ir H. Suharyono menambahkan, anggaran untuk Sanitary Landfiled didapat dari bantuan APBN sebesar Rp. 15 miliar.

“Namun untuk penambahan jumlah satwa ternyata sulit dilakukan, karena jika mau menambah harus ada ijin khusus dari Menteri Lingkungan Hidup,” kata Suharyono.

Adapun sampah di TPA Sukoharjo ini diolah di tiga kawasan. Zona pertama dan ke dua sudah tidak aktif lagi karena lobangnya sudah ditutup. Sehingga yang aktif hanya di zona seluas 1,5 ha. Pelobangan mencapai kedalaman 12 meter.

Lalu dibuatkan tanggul setinggi 15 m (sistim terasiring) karena untuk menahan bau dan lalat. Keberadaan TPA Sukoharjo Pati saat ini menjadi yang terbaik di pulau Jawa, karena berhasil mengalahkan pengelolaan sampah di Bandargebang Jakarta Timur. Maka tidak heran kalau TPA Sukoharjo sekarang ini berubah menjadi distinasi wisata baru.

Menpar Arief Yahya menyebut, pengelolaan sampah itu sangat penting dan mendesak di semua kota. Healty and Hygiene itu satu dari 14 pilar yang dikalibrasi TTCI Travel and Tourism Competitiveness Index, oleh WEF World Economic Forum.

“Kalau tidak dikelola dengan baik, maka ini menjadi faktor pelemahan daya saing pariwisata Indonesia,” kata Arief Yahya.

Selain itu, sampah bisa diubah menjadi energi listrik atau green energy. Mengubah gas metan yang bisa merusak lingkungan, menjadi energi yang ramah lingkungan. Juga bisa menjadi kompos yang bermanfaat buat tanaman.

“Saya kira sudah saatnya semua kota memikirkan manajemen sampah yang baik dan sehat,” kata Arief Yahya. (*)

Kemenpar Mencari Formula Mengembangkan Wisata Budaya

0

Kemenpar menggelar acara FDG (focus group discussion) di Hotel Akmani, 25-27 April 2017. Tujuannya merumuskan formulasi percepatannya wisata budaya.

Terutama Penyusunan Pedoman Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program di 10 Destinasi Prioritas yang oleh Menpar Arief Yahya sering dinamai 10 Bali Baru.

“Kami ingin mencari solusi problem bottlenecking Bidang Promosi Budaya di 10 destinasi prioritas. Tahun 2017 ini harus clear semuanya,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti, yang didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Hariyanto, Rabu (26/4).

Urusan budaya memang tak ingin dilewatkan begitu saja oleh Esthy. Maklum, 60 persen wisman yang datang ke Indonesia karena budaya. Sebanyak 35 persen karena alam atau nature, dan 5 persen man made, seperti MICE -meeting, incentive, conference-exhibition, lalu sport tourism, showbiz, dan buatan manusia yang lain.

Potensinya? Sangat besar. Ragam budaya di Indonesia sangat kaya. Setidaknya ada 1.340 suku bangsa yang bisa dieksplor di lebih dari 17.000 pulau, 34 propinsi, 416 Kabupaten dan 98 kota di Indonesia. Ribuan suku tadi juga menyimpan 583 bahasa dan dialek yang berbeda-beda. Ditambah lagi, 8 world heritage sites by UNESCO ada di sini.

Empat di antaranya cultural. Sementara empat lainnuya dari unsu natural. “Kalau dari sisi atraksi, maka budaya kita sudah sangat kuat,” ujar Esthy.

Semua  stakeholder yang terkait budaya dan destinasi prioritas pun diajak berdiskusi. Sharing info. Sharing knowledge. Semangatnya satu. Indonesia Incorporated: for better cultural.

Benchmarkingnya bisa melihat Thailand dan Malaysia. Mereka sangat serius menggarap budaya. Hasilnya ternyata sangat dahsyat,” ujar  PIC Kota Tua dan Kepulauan Seribu Kemenpar, Dodi Riadi.

Untuk urusan ini, Dodi memilih mengarahkan pandangan pada Sukhothai Old City Thailand yang sudah ditetapkan sebagai UNESCO Heritage Site. Saat digarap serius dengan standar dunia, di 2014 saja destinasi budaya di Thailand itu dikunjungi 1 juta wisman dalam satu tahun.

Kota Malaka dan Georgetown Penang di Malaysia juga tak kalah okenya. Sebagai UNESCO Heritage Site, destinasi tadi dikunjungi 3,9 juta wisman pada 2014 silam. Raihannya sangat kontras bila dibanding dengan capaian Kota Tua Jakarta di tahun yang sama. Sebagai The Most Unique Historical Site yang menjadi UNESCO nomine, kawasan Kota Tua Jakarta hanya mampu menyedot 116.461 wisman per tahun.

“Kita kurang kreatif. Tak punya calender of event. Setiap destinasi pariwisata, sejarah, religi, seni dan tradisi di Indonesia harus memanfaatkan unique resources of culture in Indonesia melalui destination management. Tata kelola destinasi wisata sejarah, religi dan seni budaya agar mampu bersaing di internasional dan mencapai value terbaik,” ujar Dodi.

Sadar  tak bisa berjalan sendirian, unsur Pentahelix pun lain pun ikut diajak bergotong royong menuntaskan masalah ini. Istilahnya Indonesia Incorporated. Hasilnya? Focus, speed dan diferentation menjadi competative strategy yang ingin didorong. Fokusnya mengarah ke wisata sejarah, religi, seni dan tradisi. Ini dibidik lantaran portofolio culture tourism yang memiliki revenue growth dan value tinggi.

Setelah itu, unsur speed juga tak boleh ditinggalkan. Semua lini harus cepat memberikan kemudahan dan informasi bagi wisatawan sejarah, religi, tradisi dan seni budaya.

Satunya lagi differentation. Ada unsur pembeda. Harus ada pengembangan tourist product di wisata sejarah, religi, tradisi dan seni budaya. “Caranya bisa melalui partnership antara pemerintah daerah dengan pelaku industri pariwisata budaya. Harus ada total collaboration dengan semua lini,” ujar  Dodi.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, ikut menyimak FGD ini. Menurutnya, budaya sangat penting  untuk membangun sebuah kawasan pariwisata.

“Sejak mendesain awal, kami melihat sisi budaya sebagai sebuah kekuatan. Semakin suatu budaya dilestarikan, maka akan semakin menyejahterakan masyarakatnya. Ini dapat dikaitkan dengan komersialisasi budaya yang bisa menarik orang dan membuat mereka mau membayar,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Cara menjadi pemenang yang terbaik, tercepat dan paling cerdas adalah benchmark. Menempatkan rival atau pesaing sebagai tolak ukur. Kemudian melihat apa yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh lawan.

Membandingkan dengan yang kita lakukan. Lalu dengan cara apa bisa mengalahkan rival di regional yang sama? Bagaimana mengejar ketertinggalan? “Benchmarking dengan Thailand dan Malaysia sudah tepat. Acara pertunjukan budaya dalam bentuk festival atau apapun bentuknya, yang melibatkan banyak penonton, sangat diperlukan. Ini akan membuat daerah menerima pendapatan. Jadi, semakin banyak festival maka akan semakin sejahtera, dengan syarat cultural event itu harus punya comercial value,” katanya.

Contoh riilnya sudah ada. Di Indonesia, ada Bali dan Kepri yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia. Begitu juga Banyuwangi dan Solo. “Bali, Kepri, Solo dan Banyuwangi mampu memanfaatkan potensi budaya dan alam mereka menjadi barang komersial yang menyejahterakan dalam bidang ekonomi,” ucap menteri asal Banyuwangi itu.

Selain menyejahterakan dalam bidang ekonomi, komersialisasi budaya dan potensi alam juga bisa membuat masyarakatnya bahagia. “Bali juga termasuk daerah dengan indeks kebahagiaan tertinggi. Nilai perekonomian dan kebahagiaan itu yang menyejahterakan,” pungkasnya. (*)

 

Kemen PU-PR Bantu Realisasikan Homestay Danau Toba, Tanjung Lesung dan Bromo-Semeru-Tengger

0

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan dan BTN yang ikut ambil bagian pada pergerakan pariwisata tanah air.

Langkah konkritnya, menggarap Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah tidak layak huni di sekitar lokasi wisata Danau Toba, Tanjung Lesung  dan Bromo-Semeru-Tengger. Di tiap masing-masing lokasi wisata tersebut akan ada 100 rumah yang mendapatkan BSPS dengan nilai Rp 15 juta per rumah.

“Tahun 2017 ini kami akan start. Kami akan fokus menggarap homestay di sekitar lokasi wisata Danau Toba, Tanjung Lesung dan Bromo-Semeru-Tengger,” papar Direktur Perencanaan Penyediaan Perumahan Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Dedy Permadi, Rabu (26/4).

Kucuran dana pun siap digelontorkan. Masing masing lokasi tersebut nantinya akan diberikan stimulan dalam program BSPS sekitar 100 rumah dengan bantuan sekitar Rp 15 juta per rumah.

Yang dibidik, apalagi kalau bukan peningkatan kualitas rumah penerima bantuan di wilayah destinasi wisata. Levelnya akan didorong naik kelas. Dari yang sebelumnya tidak layak huni menjadi layak huni.

“Dana maksimal per rumah mencapai Rp 15  juta dengan kriteria rumah rusak berat. Output kegiatan kami, rumah tesebut menjadi layak huni dan outcome-nya rumah tersebut bisa terhuni,” katanya.

Kementerian PUPR juga terus berupaya agar kegiatan terkait program infrastruktur dan perumahan bisa disinkronkan serta mendukung kegiatan di Kementerian lain seperti di Kementerian Pariwisata.

Dengan adanya bedah rumah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan kualitas tempat tinggalnya sehingga dapat membantu menarik wisatawan untuk berkunjung sekaligus mendukung Program Satu Juta Rumah.

ilustrasi

“Salah satu syarat dari kami untuk dapat memperoleh bantuan stimulan adalah rumah dan tanah tersebut milik sendiri. Ini untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan penghasilan maksimal Rp 2,3 juta,” ungkapnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Taufik Widjoyono juga ikut mengamin. Usai melakukan penandatanganan kerjasama antara Kementerian PUPR dan Bank BTN, dia menyampaikan bahwa bantuan stimulan atau bedah rumah dilakukan untuk meningkatkan kualitas rumah-rumah warga di sekitar lokasi destinasi wisata di Indonesia.

“Jika rumah masyarakat kondisinya baik dan sanitasinya juga baik tentu bisa menjadi homestay-homastay baru yang dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung,” katanya.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, BTN juga akan membiayai rumah-rumah penduduk yang dapat dijadikan sentra bisnis kepariwisataan di tiap destinasi. Menurutnya, kegiatan bedah rumah merupakan salah satu bagian dari Program Satu Juta Rumah dan untuk melaksanakan program itu BTN berikan fasilitas membangun rumah di 10 destinasi wisata.

Misalnya, ia melanjutkan, di 10 destinasi itu di sekelilingnya ada rumah-rumah dan toko yang bisa menjual souvenir, restoran, dan lain sebagainya, itu yang dibiayai melalui KPR (kredit pemilikan rumah).

Menpar Arief Yahya ikutan happy melihat keseriusan Kemen PU PR dan BTN dalam mensupport program prioritas Kemenpar 2017. Rumah layak huni tadi, menurut Menpar, bisa difungsikan sebagai penggerak ekonomi warga sekitar destinasi dengan disewakan kepada para wisatawan atau dijadikan tempat berjualan.

“Ini bisa membawa dampak ekonomi yang cukup besar. Jika rumah layak huni yang akan dibangun oleh BTN dan Kementerian PUPR itu disewakan dengan harga Rp 200 ribu semalam, maka pemilik rumah meraup keuntungan Rp800 ribu jika dua malam disewa pada tiap akhir pekan,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*)

Sekjen UNWTO: Perfect !

0

“Perfect!” satu kata dari General Secretary United Nation World Tourism Organization (UNWTO) Taleb Rifai.

Ia menaruh simpati kepada Menpar Arief Yahya.

Lebih dari itu, pria asli Jordan yang sudah dua periode menggawangi lembaga PBB yang bergerak di bidang pariwisata itu bahkan merasa kagum dan terharu dengan langkah-langkah strategis yang cepat, cerdas, penuh pehitungan, yang membawa pariwisata Indonesia melompat maju secara findamental.

Bahkan, secara khusus Taleb Rifai berpesan melalui Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Don Kardono, seusai pertemuan selama satu jam di sela-sela WTTC 17th Global Summit di Bangkok Thailand, 25 April 2017 itu. “Tolong jaga menteri Anda! Dia sangat hebat,” aku Taleb sambil bersalaman lama saat melepas rombongan Menpar Arief Yahya di Hyatt Hotel, Bangkok itu.

Taleb yang didampingi Xu Jing, Regional Director for Asia and the Pacific UNWTO itu benar-benar merasa bahagia, apa yang disarankan bersama board of director lengkap di Madrid, Spanyol, dua tahun silam dijalankan full speed oleh Arief Yahya. Dan, hasilnya salama dua tahun 2015-2016, Indonesia on projection, on target, on the right track!

“Perfect!” katanya.

Bahkan, sampai angka capaian kunjungan Wisman yang inbound ke Indonesia pun presisi. Tahun 2015 menembus 10.4 juta, dan 2016 didatangi 12 juta. Indeks daya saing pariwisata Indonesia yang dikalibrasi TTCI (Travel Tourism Competitiveness Index) oleh WEF World Exonomic Forum juga melompat on target. Dari papan 70 besar dunia melonjak kr 50 tahun 2015, dan jumping 8 tangga lagi ke posisi 42 di 2017.

Di mata dunia, reputasi pariwisata Indonesia itu sulit terbantahkan. Taleb Rifai merasa terharu, karena banyak rekomendasi UNWTO yang diimplementasikan dengan sangat serius oleh Menpar Arief Yahya. “Karena itu, kami meminta Minister Arief untuk juga berbagi pengalaman dan menjadi narasumber di forum-forum resmi PBB,” pinta Taleb.

Tiga points laporan Menpar Arief yang membuat Taleb Rifai terkesan. Pertama, implementasi go digital di semua lini. Terutama soal Digital Platform Service yang di Indonesia sedang digalakkan dengan model ITX-Indonesia Tourism Xchange.

“Presiden Joko Widodo sering menyebut ekonomi gotong royong! Saya sering mengatakan sharing economy. Sebuah platform digital yang mempertemukan buyers dan sellers secara online, untuk semua industri pariwisata yang bergerak di 3A –atraksi, akses,  amenitas– dan mempertemukan mereka ke global market,” jelas Arief Yahya.

Semua menjadi sangat murah, mudah, dan cepat, karena terjadi sharing. Satu platform digunakan beramai-ramai, sehingga harga per satuannya menjadi sangat ekonomis.

“Digital lifetyle tidak bisa dilawan, tidak bisa dihindari, kalau kita tidak menggunakannya juga, kita yang akan tergilas mati,” tegas Mantan Dirut PT Telkom yang selama kariernya bergerak di teknologi komunikasi itu.

Agak lama Taleb Rifai tertegun. Kerut dahinya semakin berlipat-lipat. Kata-kata Arief Yahya itu rupanya sudah terjadi di Eropa. Arsitek lulusan University of Cairo (1973), lalu master di Illinois Institute of Technology Chicago, dan gelar PhD dari Pennsylvania University itu rupanya sedang “loading” dengan data dan angka yang mengafirmasi statemen Arief Yahya.

Industri perhotelan mengeluhkan hadirnya online travel agent, yang  mempengaruhi stabilitas harga. Dia menyebut nama aplikasi yang membuat penyedia jasa akomodasi konvensional atau hotelier merasa terganggu. Mereka menyebutnya “unregistered accomodation”.

Karena murah, mudah, online, mereka sangat cepat berbiak di Eropa. Di Barcelona Spanyol, naik dari 18% menjadi 75%. Di Paris juga sudah 62%. Giliran Taleb yanh belajar dari konsep besar Arief Yahya dengan solusi digital atau persoalan digital effect itu.

Ini point kedua, yang dijelaskan Arief Yahya ke Taleb Rifai. Yakni soal homestay desa wisata, yang sedang dibangun Kemenpar bersama Kemen PUPR, Kemendes san BUMN

“Kami menggunakan istilah homestay desa wisata, yang kelak satu paket. Ada 74 ribu desa di Indonesia, yang akan diarahkan menjadi atraksi budaya tersendiri di destinasi wisata! Mereka akan di digitalisasi, dibina hospitality-nya, dibuatkan platform selling nya, dan Indonesia akan punya destinasi budaya terbesar di dunia,” kata Arief.

Maka dari itu, Taleb Rifai setuju jika Indonesia dijadikan “Pilot Project”! sekaligus menjadi model penanganan yang benar terhadap Digital Platform Services, agar tidak terhadi konflik seperti yang terjadi di grab dan gojek di transportasi.

Ada rumus baru yang disampaikan Arief Yahya, terkait dengan digital lifestyle yang merebak seperti “makhluk angkasa luar” itu. “Yakni filosofi service excellent. Kalau tidak diimbangi dengan itu, juga tidak akan sustainable,” kata dia.

Menpar RI dan Sekjen UNWTO setuju jika penggunaan teknologi Digital sudah tak terelakkan lagi. Pariwisata sebagai bagian dari Service Industry pun juga wajib mempunyai filosofi  “Cheaper Easier Faster”. Digital teknologi dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Point ketiga, soal Visa Fasilitation, yang menaikkan jumlah wisman tahun 2016, sebesar 20%. Menpar Arief melaporkan dari 169 negara visa free itu akan dikurangi 49 negara, yakni mereka yang jumlah wismannya di bawah 100 orang.

“Mereka akan diubah statusnya menjadi Visa on Arrival,” tuturnya.

Di point ini, Sekjen UNWTO Taleb Rifai menyarankan pola Electronic Visa.

“Yang menjadi problem bukan biaya visa USD 20 sampai USD 30. Tetapi orang harus datang ke Embassy, harus menunggu lama, harus mengisi aplikasi, wawancara, dan lama tidak ada kepastian. Dan ini bisa diselesaikan dengan cara e-visa,” kata Taleb.

Satu tema lagi, yang belum sempat di up date ke UNWTO, yakni air connectivity. Satu dari tiga prioritas kerja Kemenpar. Kini Menpar Arief sedang gencar roadshow ke Airlines, Airports dan Authority (Airnav dan Kemenhub).

“Intinya, kami undang semua airlines terbang  direct flight ke Wonderful Indonesia,” ungkapnya. (*)

BP Batam Jamin Kepastian Hukum Berinvestasi di Batam

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam tak ingin investor dan calon investor ragu dengan kepastian hukum yang berlaku.

Untuk itu BP Batam melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan Kementerian Hukum dan HAM di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pada Rabu siang (26/4/2017).

Nota Kesepahaman tersebut dilakukan antara Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro dengan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly tentang Pelayanan Jasa Hukum pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kawasan FTZ Batam dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari kekayaan intelektual sedunia ke 17.

Pelayanan jasa hukum dimaksud untuk kemudahan berinvestasi di Batam. Namun, mengingat ada kegiatan di luar rencana kegiatan yakni rapat terbatas dengan Presiden RI maka Menkumham diwakili oleh Bambang Rantam Sariwanto, Sekjen Kemenkumham RI.

Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro menyambut baik penandatanganan kerjasama tersebut. Ia mengatakan dengan dilakukannya langkah itu, pihaknya akan terus berupaya memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada para pelaku usaha serta kepastian hukum dengan menyediakan layanan perizinan secara profesional dalam sistem yang terintegrasi.

Kerjasama ini merupakan komitmen BP Batam selalu berupaya memberikan kenyamanan dan kepastian hukum melalui PTSP BP Batam,” tuturnya.

Nantinya, kata Hatanto kerjasama akan mencakup sistem pelayanan online, kemudahan layanan izin keimigrasian pelaku usaha asing, izin tinggal, dan jasa hukum serta pelayanan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) dalam satu pelayanan terpadu.

Langkah tersebut menurutnya merupakan terobosan baru bagi kawasan bebas (FTZ) Batam khususnya terhadap pelayanan perizinan, karena pelayanan terpadu memiliki keunggulan yakni cepat, mudah, transparan, bebas dari biaya tidak resmi, dan memiliki kepastian hukum serta pelayanannya yang profesional.

BP Batam telah menerapkan integrasi layanan izin penanaman modal melalui program i23j sejak September tahun 2016 lalu yang mengintegrasikan permohonan 8 perizinan yakni Izin Investasi, Akta Perusahaan dan Pengesahan, NPWP, TDP,RPTKA, IMTA, API-P, Nomor Induk Kepabeanan (NIK) melalui PTSP BP Batam hanya dalam waktu 3 jam pengerjaan.

Selain itu, Kepala BKPM pada Februari 2017 yang telah menetapkan 4 (empat) kawasan industri yang mendapat fasilitas “KILK” (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi) yakni kawasan industri Batamindo, Kawasan industri Bintang, kawasan industri terpadu Kabil, dan kawasan industri West Point Maritime.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly dalam pernyataan sebelumnyaa sangat mengapresiasi komitmen BP Batam dalam mengambil langkah-langkah strategis terutama peningkatan investasi di kawasan strategis seperti Batam.

Ia meyakini dengan semangat dan dukungan dari semua pihak, Batam akan kembali dan tumbuh menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi nasional. “semangatnya satu yakni menjadikan Batam menarik dan kepastian investasi,” ucapnya.

Pada hari yang sama, BP Batam juga melakukan 3 (tiga) penandatanganan perjanjian kerjasama yakni antara

  • Anggota 5/ Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami dengan Dirjen Kekayaan Intelektual, Aidir Amin Daud tentang penyelenggaran penyebarluasan informasi dan pelayanan pendaftaran HaKI.
  • Anggota 5/ Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami dengan Dirjen Administrasi Hukum Umum, Freddy Harris tentang pelayanan jasa hukum.
  • Anggota 5/ Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami dengan Dirjen Imigrasi, Ronny F. Sompie tentang pelayanan keimigrasian tenaga kerja asing.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Gusmardi Bustami menyatakan Batam sudah sangat siap untuk menerima investasi dari luar negeri. Ia menilai pembenahan insfratruktur, kemudahan pelayanan perizinan, dan ketersediaan tenaga terampil serta iklim usaha yang kompetitif dapat menjadikan Batam tujuan investasi.

Kalangan pengusaha Batam juga menyambut baik atas dilakukannya Mou dan 3 perjanjian kerjasama tersebut.

Ketua HKI Kepri, OK Simatupang, mengungkapkan dengan dilakukan kerjasama tersebut BP Batam akan memiliki payung hukum dalam penerapan dan pengembangan pelayanan terpadu satu pintu.

“Para pengusaha sangat senang dengan penandatangan MoU dan 3 perjanjian kerjasama hari ini, tidak lama lagi BP Batam punya kekuatan penuh dalam pelayanan perizinan,” ujarnya saat menghadiri penandatanganan tersebut. (rilis)

Semangat Bersekolah

0

Pelajar dari Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam berangkat sekolah dengan menaiki boat pancung (sebutan perahu bermotor) menuju Pelabuhan Sagulung, Pulau Batam, Selasa (3/1/2017).Mereka menuju ke sekolah mereka di SDN 002.

Meskipun akses pendidikan masih terbatas, para siswa tetap bersemangat untuk sekolah.

Pulau Buluh ialah bagian dari Kota Batam meski ia terpisah dengan Pulau Batam, berdiri sebagai pulau tersendiri.

Boat pancung merupakan satu-satunya moda transportasi laut yang menghubungkan pulau ke pulau yang lainnya di Kota Batam Kepulauan Riau.

Foto:  Dalil Harahap/Batam Pos

5 Cara Ampuh Agar Tetap Aman Naik Kereta Api Saat Hamil

0

Kereta api sekarang ini sudah menjadi salah satu moda transportasi umum yang banyak dipilih masyarakat Indonesia, tentunya karena segala kemudahan yang diberikan. Traveling ke mana saja dengan kereta api sekarang ini semakin mudah dengan adanya fasilitas yang bertambah lengkap. Lalu bagaimana dengan ibu hamil yang ingin melakukan traveling dengan menggunakan kereta api?

Ibu hamil yang ingin melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api sah-sah saja, asalkan usia kehamilan sudah matang.

Setidaknya, ibu hamil sudah melalui trimester kedua atau memiliki usia kehamilan di atas tiga bulan. Namun, mengingat kondisi kehamilan setiap ibu berbeda, ada baiknya untuk melakukan konsultasi kepada dokter atau bidan terlebih dahulu sebelum bepergian jauh menggunakan kereta api.

Nah, setelah mendapatkan izin untuk bisa melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api, ada beberapa hal yang perlu ibu hamil lakukan agar tetap aman dan nyaman saat traveling.

Yuk, simak 5 cara ampuh agar tetap aman dan nyaman naik kereta api saat hamil berikut ini!

Beli Tiket Kereta Api Online

Saat ini, sudah banyak cara yang bisa dilakukan untuk sekadar booking tiket kereta api. Bisa secara online, di toko-toko tertentu, atau langsung di stasiun. Nah, dibanding antre panjang untuk mendapatkan selembar tiket kereta api, lebih baik Anda membelinya secara online yang merupakan cara paling praktis. Perbedaan harga tiket yang dipesan secara online dan langsung tidak terlalu jauh, jadi tak akan rugi biaya sedikitpun.

Di zaman serba teknologi seperti sekarang, sudah banyak situs pemesanan tiket kereta api secara online, sebut saja salah satunya adalah Traveloka.

Situs pemesanan secara daring (dalam jaringan) ini tidak hanya melayani booking tiket pesawat, melainkan juga tiket kereta api. Hanya dalam waktu beberapa menit, Anda bisa mendapatkan tiket dengan tujuan yang dikehendaki. Setelah mendapatkan bukti pembayaran dan kode pemesanan, Anda tinggal mencetak tiket secara mandiri di alat yang sudah disediakan di stasiun sebelum keberangkatan. Sangat gampang, bukan? Jadi, kalau mau beli tiket kereta api, langsung saja reservasi di Traveloka.com atau situs-situs serupa.

Bawa Barang Secukupnya

Saat sedang hamil, kurangi membawa barang bawaan yang berat. Jika melakukan traveling dengan suami ataupun keluarga, biarkan mereka yang membawakan barang bawaan Anda. Namun, jika sedang melakukan solo traveling saat hamil, usahakan untuk membawa barang secukupnya saja. Jangan membawa banyak barang yang akan memberatkan dan membuat lelah karena perjalanan akan berakhir kurang menyenangkan.

Cara untuk menghindari segala bentuk hal yang tidak diinginkan, memang lebih baik jika Anda tidak melakukan solo traveling saat hamil. Ibu yang sedang hamil cenderung memiliki kondisi tubuh yang cepat lelah dan membutuhkan banyak istirahat. Oleh karena itu, lebih baik melibatkan seorang pendamping agar lebih aman dan nyaman karena Anda akan lebih terjaga.

Berangkat Lebih Awal

Agar tidak terburu-buru, Anda perlu untuk berangkat lebih awal. Cek kembali jadwal keberangkatan, kemudian datanglah setidaknya 30 menit lebih awal. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya macet saat menuju stasiun kereta api.

Terlebih lagi, jika jarak rumah jauh dari stasiun kereta api membutuhkan waktu yang cukup lama. Agar tidak bosan menunggu waktu keberangkatan, Anda dapat melakukan beberapa aktivitas, seperti membaca buku, membeli kudapan, atau mengecek kembali barang bawaan.

Namun, jika kurang nyaman berada lama-lama di stasiun, Anda bisa berangkat 10 menit lebih awal dari waktu yang tertera di tiket kereta api. Dengan catatan, semua barang sudah terbawa agar nantinya tidak bolak-balik mengambil di rumah karena akan membuat rencana perjalanan berantakan.

Hindari Berdesak-desakan

Ketika turun dari kereta api, usahakan untuk menghindari momen desak-desakan. Daripada berdesakan dengan penumpang lain saat turun, lebih baik jika Anda membiarkan mereka terlebih dahulu. Jika sedang terburu-buru, Anda bisa menuju ke pintu terlebih dahulu ketika mengetahui tujuan sudah semakin dekat. Namun, meskipun begitu, tetap berhati-hati adalah hal paling bijak yang perlu untuk dilakukan.

Usahakan Alat Komunikasi Selalu Aktif

Mengingat Anda sedang dalam keadaan hamil, alangkah baiknya jika alat komunikasi selalu dalam keadaan aktif. Selain berguna untuk hiburan saat di perjalanan, alat komunikasi berupa smartphone atau ponsel sangat penting untuk menghubungi keluarga ataupun dokter jika sedang berada dalam keadaan darurat.

Selain itu, alat komunikasi yang dibawa juga akan memudahkan orang-orang terdekat untuk menanyakan atau memastikan kabar Anda.

Itulah beberapa hal yang perlu dilakukan agar perjalanan tetap nyaman dan aman, meskipun sedang hamil. Guna mengantisipasi agar stamina tetap terjaga saat melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta, ada baiknya jika Anda melakukan pola hidup sehat sebelumnya. Istirahat secara teratur, makan yang sehat dan seimbang, serta minum air putih yang cukup adalah beberapa hal utamanya. Selamat bepergian naik kereta api dan selalu jaga keamanan Anda! (*)