Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13630

Garuda Bangun MRO di Batam

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menandatangani nota kesepahaman dengan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) di kantor BP Batam, Senin (20/2).

Nota kesepahaman ini ditandatangani dalam hal pembangunan industri perawatan pesawat di kawasan Bandara Hang Nadim.

Nota ditandatangani oleh Direktur Utama (Dirut) GMF, Juliandra dan Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro.

“Pembangunan gudang logistik merupakan komitmen kami dalam mengembangkan bisnis logistik GMF di area Batam,” jelas Juliandra setelah acara kepada media.

Keberadaan gudang logistik akan mendukung kebutuhan persediaan suku cadang untuk operasional hangar di lahan tersebut dan juga untuk line maintenance di area Sumatera dan sekitarnya.

“Selain gudang, kami akan membangun fasilitas perawatan pesawat dalam hal ini hangar. Batam dipilih karena lokasi strategis dan punya fasilitas memadai,” ungkapnya.

Hangar akan berdiri dengan luas bangunan sekitar 25 ribu meter per segi. Kelak akan digunakan untuk mengakomodasi pasar perawatan pesawat internasional.

Saat ini pembangunan hangar sedang dalam tahap evaluasi kelayakan bisnis bersama dan ditargetkan akan dibangun pada semester II tahun 2017 dan dapat beroperasi pada semester II tahun 2018.

Juliandra sangat mengapresiasi sekali BP Batam soal kerjasama ini. Langkah selanjutnya yang akan ditempuh setelah nota kesepahaman ini adalah melakukan penetapan lokasi dan pengukuran lahan, negosiasi aspek komersial, penyusunan perjanjian kerjasama dan kemudian dilanjutkan dengan pengurusan perizinan usaha.

“Kami yakin ekspansi bisnis GMF di Batam memiliki potensi baik dan mampu mendorong visi GMF di tahun 2020 sebagai 10 besar MRO di dunia,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro mengatakan kerjasama ini merupakan salah satu hasil dini dari upaya mendatangkan investasi di sektor industri teknologi tinggi yang menjadi bagian dari misi BP Batam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Sangat menghargai dan menyambut baik keputusan GMF untuk bangun MRO di Batam. Kami optimis MRO akan menggerakkan industri penerbangan ke arah lebih baik lagi,” tuturnya. (leo)

Cherry: Saya Tahu Dia Tidak Tampan tapi Saya selalu Bangga Menjadi Miliknya

0
foto: mirror

batampos.co.id – Gendut alias obesitas tak membuat jauh dari jodoh. Cinta menghapus kekurangan.

Di Thailand, pasangan kekasih Cherry dan Ball, saling cinta meski menjadi buah bibir banyak orang. Hal itu karena tubuh Ball yang super gendut atau obesitas, sedangkan Cherry, gadis 19 tahun bertubuh ramping dan cantik.

Pasangan ini bernama asli Siripa Boonraksol (Cherry) dan Puwadol Kumthai (Ball). Pertemuan mereka sudah terjalin sejak kecil di usia 10 tahun. Cherry bekerja sebagai perawat di Mission Hospital Bangkok. Mereka terlihat bahagia setiap kali berlibur bersama.

“Saya tahu dia (Ball) tidak tampan tapi saya selalu bangga menjadi miliknya. Hatinya begitu baik. Perhatian dan pengertian itu kuncinya. Misalnya dia tak suka gadis rambut pendek, tapi saat rambut saya pendek dia tetap memuji saya,” katanya dilansir Mirror, Minggu (19/2).

Menurut Cherry, tampang tidak begitu penting. Cinta dan ketulusan yang menjadi patokan bagi Cherry. Dan itu ada pada Ball.

“Kami berbagi kebahagian dan kesedihan. Banyak orang meledek kekasih saya tetapi saya tak hiraukan itu karena saya cinta dia apa adanya,” ungkapnya.

Mereka berencana untuk menikah dan membangun keluarga. Dalam beberapa tahun ke depan rencana tersebut akan terwujud.

Saya sudah tidak sabar melihat Ball menjadi ayah dari anak-anak kami. Dan itu akan jadi momen paling indah,” kata Cherry. (Mirror/cr1/JPG)

Dua Kali Melahirkan, Dua Kali Dapat Anak Kembar

0

Anggun dan Anggie menggendong adik kembarnya yang dilahirkan Jumat (17/2) di RSUD Mth. Djaman Sanggau. (Darmansyah/Rakyat Kalbar/JawaPos.com)

batampos.co.id – yang ingin anakkembar boleh ngiri pada Itha Rahmawati. Dia sudah dua kali melahirkan anak kembar. Wanita 35 tahun itu kini memiliki empat anak, tiga perempuan dan seorang laki-laki dari dua kali melahirkan.

Itha melahirkan sepasang anak kembarnya di RSUD Mth. Djaman Sanggau, Jumat (17/2). Sementara putri kembar dari kelahiran pertama, saat ini sudah berusia 12 tahun.

“Putri kembar saya yang pertama lahir pada tahun 2004. Mereka adalah Anggie dan Anggun,” kata Itha ditemui di kediamannya di Kota Sanggau, Minggu (19/2).

Istri dari Agus Budiono, 35, seorang anggota Polri yang bertugas di Mapolres Sanggau itu mengaku, Juni lalu dia memeriksakan kehamilannya ke dokter spesialis kandungan. Awalnya dia tidak percaya tengah mengandung anak kembar.

“Kali ini saya benar-benar terkejut dan senang,” katanya tersenyum.

Bahkan suami juga terkejut, ketika menemaninya periksa ke dokter kandungan.

“Ini merupakan sebuah mimpi dan kami sangat senang,” ungkapnya.

Menurut Itha, suaminya memiliki banyak saudara, di antaranya ada yang kembar.

“Abang suami saya kembar, tapi laki-laki. Mungkin karena faktor keturunan inilah kami bisa dapat anak kembar juga,” tutur guru di SMKN Sanggau itu. (Darmansyah/Hamka/fab/JPG)

Vonis untuk Irman Gusman, 4 Tahun dan 6 Bulan Penjara

0
Mantan Ketua DPD Irman Gusman (Dok.Imam Husein/Jawa Pos)

batampos.co.id – “Menyatakan terdakwa Irman Gusman terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan alternatif pertama,” kata Ketua Majelis Hakim Nawawi Pamulango saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/2).

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun dan enam bulan kepada mantan Ketua DPD RI Irman Gusman. Irman dinyatakan terbukti menerima suap sebesar Rp 100 juta dari pengusaha Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi.

Selain hukuman badan, Irman juga dituntut membayar denda sebesar Rp 200 juta. Dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan, maka harus diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Vonis itu lebih ringan dua tahun enam bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi yang menuntut Irman dengan pidana tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsider lima bulan kurungan.

Selain itu, Hakim menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik kepada Irman selama tiga tahun setelah pidana pokok selesai. Irman dinyatakan terbukti melanggar Pasal 12 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor.

Dalam menjatuhkan vonis, majelis hakim memiliki pertimbangan yang memberatkan dan meringankan. Hal-hal yang memberatkan, perbuatan Irman dinilai telah menciderai amanat yang diberikan sebagai ketua DPD RI, tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan tidak mengakui terus terang perbuatannya.

“Hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, menyesali secara mendalam perbuatannya, dan memiliki tanggungan keluarga” kata Hakim Nawawi.

Irman dinyatakan terbukti menerima suap sebesar Rp 100 juta dari Direktur CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto dan istrinya Memi. Hakim Ansyori Saifuddin mengatakan, saat petugas KPK mendatanginya di rumah dinas pada 16 September 2016, awalnya Irman mengaku tidak mengetahui isi bungkusan yang dibawa Memi. Namun, Sutanto mengakui memberikan bungkusan. Irman kemudian menyuruh istrinya mengambil barang di lantai atas rumahnya.

“Bahwa menurut ahli jika ada deal dapat dikategorikan sbg suap. Tapi bila tidak deal, maka dapat dikategorikan sebagai gratifikasi. Majelis berkesimpulan Irman sebagai ketua DPD RI menerima hadiah uang Rp 100 juta di rumah terdakwa. Majelis berpendapat unsur menerima hadiah telah terpenuhi,” kata Hakim Ansyori.

Suap diberikan karena Irman membantu pengurusan distribusi kuota gula impor di wilayah Sumatra Barat. Irman bersedia membantu memi dengan meminta kesepakatan fee Rp 300 perkilogram.

Irman kemudian menghubungi Dirut Bulog Djarot Kusumayakti agar Bulog menyuplai gula ke wilayah Sumatra Barat melalui Divre Bulog Sumbar. Irman merekomendasikan Memi sebagai pihak yang dipercaya untuk mendistribusikan gula. Lantaran jabatan Irman sebagai ketua DPD, maka Djarot menyanggupinya.

“Perbuatan Irman yang seharusnya menerima aspirasi masyarakat telah memengaruhi Djarot Kusumayakti. Lalu menerima uang Rp 100 juta. Perbuatan itu secara nyata bertentangan dengan tugas dan kewajibannya. Unsur melakukan atau tidak melajukan dalam jabatan anyg bertentangan dengan kewajibanny telah terpenuhi,” papar Hakim Ansyori.

Atas vonis itu, Irman Gusman menyatakan pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau tidak. Senada, JPU KPK Lie Setyawan juga menyakan pikir-pikir.

“Saya konsultasi dengan penasihat hukum. Terima kasih atas putusan Yang Mulia. Kami butuh berpikir-pikir, Yang Mulia, mudah-mudahan dalam waktu yang dekat kami bisa putuskan,” kata Irman. (Put/jpg)

Kantongi Sertifikat Prona, Harga Kavling di Sagulung, Melonjak

0

batampos.co.id – Harga jual kavling siap bangun (KSB) di wilayah kecamatan Sagulung mulai melambung tinggi. Satu kavling ukuran 6×10 meter tanpa bangunan saat ini bisa mencapai Rp 20 juta. Padahal tahun 2014 silam, kaveling dengan ukuran yang sama hanya seharga Rp 5 hingga Rp 10 juta.

Melonjaknya harga jual kavling itu seiring dengan legalitas lahan kavling yang telah diberikan pemerintah kepada pemilik kavling. Pemerintah melalui, Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah menyerahkan sertifikat hak guna bangunan Program Nasional Agraria (Prona) sebagai bukti sah legalitas lahan kepada 824 pemilik kavling siap bangun di kecamatan Sagulung, belum lama ini.

Warga yang telah mengantong sertifikat Prona mulai memanfaatkan lahan keveling mereka. Selain untuk dijadikan bangunan rumah, ruko, kios ataupun tempat usaha lainnya, kaveling juga dijual dengan harga yang cukup mahal.

Nurdin seorang warga kaveling Seroja, Dapur 12 Sagulung menuturkan, KSB saat ini memang banyak diminati. Banyak orang mulai melirik KSB karena memang status legalitas KSB saat ini sudah jelas dengan adanya sertifikat prona itu.

“Banyak yang cari, tapi jarang orang mau jual. Kecuali ada yang mau pulang kampung. Kalaupun ada yang jual harganya sudah sampai Rp 20 juta sekarang. Tak ada lagi yang harga Rp 5 sampai Rp 10 juta,” ujar Nurdin, Minggu (14/2) siang.

Meskipun banyak diburu, namun untuk mendapatkan lahan KSB, tidaklah mudah saat ini. Para pemilik KSB enggan melepaskan lahan ganti rugi itu jika harga tak sesuai.

Lagian yang masih kosong (KSB yang belum dibangun) sudah langka saat ini. Jadi memang agak susah dapatnya. Kalaupun ada ya harganya sudah mahal,” tutur Nurdin lagi.

Para pemilik kaveling enggan menjual kavling karena lahan kaveling yang ada sudah benar-benar memanfaatkan baik untuk rumah ataupun tempat usaha lainnya seperti kios, toko ataupun ruko.

Ngapain lagi jual, kan statusnya sudah sama dengan perumahan. Lagian kalau jual mau tinggal dimana lagi kami,” ujar Rini, pemilik kavling lainnya di Dapur 12, Sagalung.

Pantauan di lapangan, kaveling yang ada di sekitaran wilayah Dapur 12, Sagulung nyaris tak ada yang kosong lagi. Hampir semua kaveling sudah dibangun baik untuk rumah, toko, kios, ruko ataupun tempat usaha lainnya bagi yang berlokasi di pinggir jalan utama.

Kavling yang semula kurang diminati kini sudah benar-benar berharga.

Camat Sagulung Reza Khadafi mengakui kondisi tersebut. Dia menyebutkan kejelasan lahan itu telah memberikan dampak positif bagi pemilik kaveling di wilayah kerjanya.

“Mereka tak lagi ragu-ragu untuk membangun, karena sudah jelas dan ini baik untuk perkembangan di wilayah Sagulung secara umumnya,” ujar Reza, kemarin.

Untuk kecamatan Sagulung sendiri ada 824 pemilik kaveling yang terima sertifikat Prona tersebut. Sertifikat yang menandahkan legalitas lahan yang ditempati warga itu diserahkan oleh pihak BPN pusat melalui pemerintah kota Batam.

“Ada empat kelurahan yang dapat sertifikat Prona itu yakni di kelurahan Seilangkai, Seipelenggut, Seikelop dan Seibinti,” ujar Reza.

Dengan adanya kejelasan status kepemilikan lahan itu, Reza berharap agar pemilik kaveling dapat melaksanakan hak dan wajibannya dalam membayar pajak bumi dan bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan UWTO ataupun UWTO secara rutin sesuai aturan yang ada.

“Mari sama-sama kita saling dukung, pemerintah sudah berikan kepastian dan kita sebagai warga juga harus taat dengan kewajiban kita,” imbau Reza. (eja)

Kades Bantah Jual Pulau Ketapang

0

batampos.co.id – Kepala desa Pulau Bukit kecamatan Senayang bantah dugaan penjualan salah satu pulau di kawasan desanya. Hal tersebut disampaikan langsung kepada wartawan Batam Pos, Minggu (19/2) siang.

Informasi yang berkembang di lapangan, beberapa waktu lalu diduga telah terjadi jual beli pulau di desa tersebut. Pulau Ketapang yang statusnya kawasan hutan menurut informasi yang berkembang telah dilirik investor. Pulau tersebut rencananya akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata dan perkebunan.

Ketika dikonfirmasi langsung kepada Kepala desa hal tersebut langsung dibantah. Amran mengatakan memang benar ada investor yang tertarik untuk berinvestasi. Namun pihak desa tidak menjual pulau. Melainkan bekerjasama dengan investor yang ingin berinvestasi dengan sistem pinjam pakai untuk pengelolaan pulau tersebut

“Kami tidak berani jual pulau Pak. Memang ada perusahaan yang berminat untuk berinvestasi perkebunan. Intinya kami tidak menjual dan perusahaan tidak membeli pulau,” kata Dia.

Diakui Amran, sebagai tanda bukti keseriusan perusahaan setiap kepala keluarga (KK) mendapat Rp 3 juta. Sedang sertifikat dan alashak tanah masih ditangan masyarakat.

“Itu uang bukti keseriusan perusahaan. Mereka memang berniat membantu kami warga nelayan,” lanjutnya.

Sementara untuk jenis pertanian yang direncanakan perusahaan yang diketahui bernama PT Spiegel Nusa Archindo, tidak diketahui pemerintah desa.

“Saya tidak tau perusahaan mau menanam apa nanti. Tapi hal ini sudah kami sampaikan kepada pak Bupati dan Waki Bupati. Arahan kepala daerah agar perusahaan terkait membuat proposan dan profil perusahaan untuk diajukan kepada pemerintah,” pungkasnya.

Sementara itu ketua Gerakan Masyarakat (Gema) Lingga mengatakan terkait hal ini pemerintah harus lebih serius untuk menindak lanjuti. Informasi dan dugaan di lapangan perlu menjadi atensi serius pemerintah daerah agar tidak terjadi persoalan di belakang hari. Terlebih lahan yang semula milik masyarakat tersebut kini berstatus hutan. Isu penjualan pulau yang telah terjadi beberapa tahun terakhir menurut pria yang disapa Juai ini karena ketidak tahuan masyarakat.

“Kami minta pemerintah menindaklanjuti dan tegas agar tidak ada sistem investasi yang menjual pulau kepada pihak asing. Persoalan pulau Ketapang ini juga harus dibuka terang menderang. Ada aturan dan prosudurnya,” pungkas Juai. (mhb)

Tergiur Gaji Besar, Ratusan Warga Tertipu Lowongan Kerja Palsu

0
ilustrasi F.Rezza Herdiyanto Batam Pos

batampos.co.id – Ratusan warga di Batuaji dan Sagulung tertipu lowongan kerja palsu yang ditawarkan oleh Felli Berto, warga Sagulung.

Sudah setahun lebih setor uang ke Felli mulai Rp 350 ribu hingga Rp 3,5 juta, namun ratusan warga yang dijanjikan Felli untuk bekerja di kapal minyak dan gas (Migas) tak kunjung kerja.

Merasa tertipu, sekitar 500 warga yang jadi korban itu akhirnya menggeruduk rumah kediaman Felli di perumahan PGRI, Sagulung, Minggu (19/2) siang.

Suasana sempat memanas di rumah kediaman Felli, sebab saat didatangi para korbannya, Felli tak bisa memberikan informasi yang pasti. Dia malah mengulur-ngulur waktu terkait lowongan kerja yang ditawarkannya itu.

Ratusan warga tadi mengamuk dan hendak memasai Felli, namun beruntung anggota Polsek Sagulung cepat mengamankan Felli ke Mapolsek Sagulung.

Kasus penipuan Felli tersebut telah ditangani pihak kepolisian Sagulung dan ratusan warga yang menjadi korban telah membuat laporan resmi ke Mapolsek Sagulung.

“Kami datangi ke rumahnya, katanya tunggu minggu depan kerjanya. Kemarin-kemarin saat kami datang sendiri-sendiri juga begitu alasannya tunggu minggu depan. Sudah setahun ini kami tunggu tapi tak ada kejelasan dari dia. Takut dia kabur pula makanya baguslah diamankan polisi dan kami sudah buat laporan resmi,” ujar Heri, salah satu korban penipuan tersebut di Mapolsek Sagulung.

Informasi yang disampaikan para korban, total korban penipuan lowongan kerja palsu itu diperkirakan lebih dari 500 orang.

“Kami yang saling kenal ini saja sudah sekitar 500 orang. Belum yang lain lagi pasti sudah ribuan orang korbannya,” ujar Abib, warga lainnya.

Penipuan itu sudah berlangsung selama setahun belakangan ini dan korban selalu bertambah dari waktu ke waktu.

Kepada warga, Felli yang mengaku Direktur sebuah perusahaan.semenjak Januari 2016 lalu dengan menjanjikan lowongan kerja di kapal Migas di pulau Sambu. Gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan.

Untuk kelas helper saja gaji pokok yang janjikan sebesar Rp 5,5 juta belum termasuk uang makan Rp 300 ribu perhari.

“Waktu itu cukup meyakinkan karena dia sempat membawa beberapa orang ke pulau Sambu untuk lihat-lihat pekerjaan yang ditawarkannya itu,” ujar Abib.

Kepada mereka yang berminat dengan lowongan kerja itu, Felli memintah uang jasa berfariasi setiap orang. Untuk helper mulai Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta, sementara posisi staff mulai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

“Uang itu sudah diserahkan ke dia sejak setahun yang lalu. Total sudah diatas 500 orang pak,” kata Andi, korban lainnya.

Setelah menyerahkan uang tersebut, sampai siang kemarin, lowongan kerja yang dijanjikan tak kunjung didapatkan.

“Sudah capek minta kejelasan dari dia. Minta balikin duit yang kami kasih katanya sudah habis,” ujar Andi lagi.

Andi dan kawan-kawannya mengaku percaya dengan janji manis Felli itu selain karena gaya Felli yang meyakinkan, mereka juga sudah bosan menganggur.

“Sudah setahun tak kerja, makanya nggak kepikir lagi akan jadi begini,” sesal Andi.

Dengan adanya laporan dan penangakapan terhadap Felli itu, mereka yang menjadi korban berharap agar Felli dihukum setimpal karena telah menipu banyak orang.

“Kami sudah susah dibuat tambah susah lagi,” ujar Leo, warga lainnya.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto membenarkan adanya laporan dugaan penipuan itu.

“Terlapor sudah kami amankan. Total mereka yang datang lapor ke sini hari ini sekitar 70 orang. Itu dulu yang kami dalami. Lainnya boleh nyusul buat laporan,” ujar Hendrianto.

Keterangan yang disampaikan Felli ke polisi, kata Hendrianto memang lowongan kerja yang dijanjikannya itu benar adanya. Namun itu belum bisa berjalan sebab perusahaan untuk lowongan kerja itu masih tunggu peresmian.

“Ya itu keterangan dia (Felli) katanya tunggu pak Presiden resmi dulu. Tapi apapun keterangannya tetap kami dalami kebenarannya,” tutur Hendrianto. (eja)

Juru Parkir Resmi Itu ialah yang …

0
Seorang petugas parkir yang beroperasi di BCS Mall, Lubukbaja, Selasa (31/1). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan, juru parkir resmi adalah mereka yang dilengkapi karcis dan atribut parkir. Jadi bagi mereka yang tak memiliki atribut atau tidak memberikan karcis parkir bisa dikatakann ilegal.

“Karcis parkir kan jadi hak pengendara. Makanya kita himbau agar membiasakan meminta karcis parkir,” kata Yusfa, kemarin.

Selain sebagai bukti, setoran yang masuk ke dishub juga berdasarkan jumlah karcis yang diberikan pada masyarakat.

“Masyarakat harus berani mempertanyakan karcis ini. Karena setiap juru parkir sudah dibekali karcis parkir,” kata dia.

Menurut Yusfa, tak dipungkiri saat ini masih banyak persoalan parkir. Namun demikian pihanya tengah mempersiapkan rumusan, bagaimana parkir berjalan maksimal, masyarakat terlayani dengan baik. Serta kebocoran di lapangan bisa diminimasilir.

“Kita terapkan cara yang lebih inovasi semisal sitem parkir aplikasi dan parkir berlangganan,” terang dia.

Untuk penerapan kedua sistem ini, pihaknya saat ini melakukan pendataan ulang terkait jumlah juru parkir dan titik-titik parkir di Batam. Membentuk tim pengawas dishub, yang terdiri dari tim survey potensi dan tim survey titik parkir.

“Dibentuk awal 2017 lalu. Dan telah bekerja. Target akhir Februari 2017 sudah ada laporan tim survey ini,” lanjutnya.

Dari data dishub, di Batam ada 202 titik parkir, tugas tim ini adalah menyurvey, apakah titik yang dilaporkan itu sesuai dengan kenyataan di lapangan. Termasuk juga jumlah petugas parkir yang dilaporkan ke dishub sebanyak 400 orang lebih.

“Kalau dua ini sudah kami ketahui, baru kami survey potensi dan tentukan berapa target pendapatan asli daerah dari parkir ruang milik jalan ini. Sehingga target Rp 30 miliar yang diberikan kepada kami bisa disesuaikan dengan potensi,” bebernya.

Di dalam pelaksanaan di lapangan, kata Yusfa, tim pengawas juga didukung aparat terkait semisal dari kepolisian, brimob dan TNI. Termasuk juga pihak kejaksaan dan pengadilan yang diperbantukan dalam penertiban dan pengawasan di lapangan.

“Jadi dalam penertiban juru parkir liar ini kita tidak berjalan sendiri. Sehingga Dishub pun bisa melakukan penindakan-penindakan sesuai peraturan daerah (perda) parkir,” jelasnya. (rng)

Ada Usul Pengembangan Pertanian Perkotaan di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, mendorong masyarakat mengembangkan pertanian perkotaan. Salah satunya dengan bertanam sayur-mayur dan kebutuhan pokok lain, yang dinilai mendongkrak inflasi.

“Kita berharap pertanian perkotaan menjadi inspirasi bagi masyarakat Batam agar memanfaatkan lahan di sekitarnya menjadi lahan pertanian produktif,” ujar Aman, anggota Komisi II DPRD Batam, Minggu (15/1).

Menurutnya, inflasi di Batam tak lepas dari kenaikan sejumlah bahan-bahan pokok. Semisal cabai, bayam dan kacang panjang. Ketiga sayur ini menjadi pendongkrak inflasi di setiap tahun, mengingat masyarakat suka mengonsumsinya.

“Karena kita keterbatasan lahan bercocok tanam, pertanian perkotaan ini paling tepat. Apalagi caranya mudah dan tidak menyita waktu. Bisa ditanam di pekarangan rumah dengan hidroponik,” ujar Aman.

Hidroponik atau budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah ini, kata Aman, sudah banyak di terapkan di beberapa negara tetanga seperti Malaysia dan Singapura. Selain mampu menekan inflasi, pertanian perkotaan dengan hidroponik ini terbukti mampu mengurangi belanja rumah tangga. Sangat cocok di daerah perkotaan.

“Kita harapkan pemerintah kota ke depan fokusnya kesana. Untuk teknisnya ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dinas Pertanian Kota Batam yang lebih paham,”lanjut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Aman berharap, ke depan setiap kecamatan sudah mulai ada yang menerapkan program ini. Dan bila di tahun pertama hasilnya bagus. Pemerintah bisa menganggarkan sehingga Batam tidak lagi ketergantungan dengan daerah penghasil.

“Saya rasa tak terlalu besar. Kita lihat perkembangan di tahun ini,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,26 persen di awal tahun 2017. Inflasi ini disebabkan oleh kenaikan beberapa kelompok kebutuhan seperti, bahan makanan, listrik, komunikasi dan jasa.

Sebaliknya, tiga kelompok menyusun inflasi gabungan dua kota justru mengalami penurunan indeks. Yaitu kelompok sandang dan kelompok kesehatan. “Inflasi Kota Batam Desember 2016 sebesar 0,26 persen” ujar kepala BPS Batam, Rahayuddin.

Laju inflasi ‘year on year’ (Desember 2016 dibandingkan Desember 2015) sebesar 3,53 persen. Dari 23 kota IHK di Sumatera, tercatat 21 kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Lhokseumawe sebesar 2,25 persen.

“Bila dilihat dari 78 kota IHK, yang mengalami inflasi se-Indonesia, Batam berada diposisi ke-59,” sebut Rahayuddin. (rng)

Jembatan Layang Dihiasi Ornamen Melayu

0
Dinding jembatan layang di Simpang Jam terlihat dihiasi relief melayu, Sabtu (18/2). F. Dalil Harahap/batam Pos

batampos.co.id – Jembatan layang (fly over) Simpang Jam diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat. Jika selesai, fly over itu akan dihiasi ornamen Melayu.

Kabag Humas Pemko dan Protokol Kota Batam Ardi Winata mengatakan rencananya ada beberapa motif Melayu dengan beragam warna yang akan menghiasi jembatan tersebut. Mulai dari pagar hingga pilar. Seperti motif pucuk rebung, setampuk manggis, lebah bergayut dan julur kacang. Rencananya juga akan dibangun relief perahu elang laut di sana.

“Fly over nantinya akan kaya dengan ornamen Melayu. Wali Kota minta masukan dari Lembaga Adat Melayu (LAM). Saat ini memang belum semua dibangun. Tapi kisi setampuk manggis dan pucuk rebung sudah mulai terlihat,” jelas Ardi di Batamcenter, Minggu (19/2).

Menurut dia, dengan ornamen Melayu jembatan layang itu ditargetkan menjadi salah satu ikon membanggakan di Batam. Wisatawan lokal maupun asing bisa lebih mengenal seperti apa Kota Batam dari fly over tersebut.

“Selain sebagai jembatan, dapat jadi ikon yang membanggakan di daerah Melayu. Mudah-mudahan tahun ini jembatan sudah bisa selesai,” harap Ardi.

Sementara,  Satuan Kerja (satker) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Andre Sirait mengatakan, progres pengerjaan jembatan layang dengan nilai kontrak sebesar Rp180.450.057.900 sudah mencapai 52 persen untuk pembangunan pondasi. Pengerjaan secara keseluruhan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

“Kondisi di lapangan ada dua fly over dibangun berbarengan. Sekarang baru sampai pilar sisi kiri,” kata Andre yang dihubungi kemarin.

Disisi lain, Andre membenarkan pihaknya mengadopsi muatan lokal yakni ornamen Melayu di jembatan tersebut. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Batam, Rudi dan LAM soal itu.

“Kami lagi hitung pendanaan, cukup atau tidak kalau mengadopsi (ornamen Melayu) semua. Kalau tidak cukup, mungkin bertahap dulu,” jelasnya.

Diketahui jembatan layang di Simpang Jam akan dibangun sepanjang 165 meter dengan lebar 32,2 meter, dan ketinggian 9 meter. Jembatan tersebut memiliki konstruksi box girder.

Pantauan Batam Pos, hingga kini puluhan pekerja masih tampak menyelesaikan bangunan fly over yang sudah memiliki dua pondasi besar. Kondisi jalan sekitar pun masih berkabut karena pembangunan tersebut. Bahkan sejumlah pengendara sempat bingung karena tidak beraturannya alur jalan tersebut. (she)