Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 13642

Tim Polisi Berhasil Bebaskan Korban Penculikan sekaligus Ringkus Pelaku

0
Korban penculikan yang berhasil dibebaskan.

batampos.co.id – Direktorat Kriminal Umum Polda Kepri dan Mabes Polri berhasil membebaskan Ling Ling, WN Malaysia dari tempat penculikan, Minggu (19/3/2017).

Bersamaan dengan itu mereka membekuk enam tersangka penculikan WN Malaysia itu, di Temiang, Batam.

Tim Mabes Polri yang turun ke Batam dipimpin Kombes Pol Herry Heryawan. Ia mengatakan bahwa Ling Ling sudah disandera selama 3 minggu di sebuah gubuk kecil di sekitar Seitemiang, Batuaji.

Enam orang pelaku yang diamankan adalah Puncahyadi, Saleh, Atanassius, Baltasar, David dan Hartadi.

Sedangkan Tersangka utama  WAK LAN masih berada di Johor, Malaysia.

Tim Polri sudah berkoordinasi dg PDRM utk melakukan penangkapan di Johor, Malaysia.

Korban sendiri diculik dari kediamannya dari Malaysia. Kemudian pelaku membawanya ke Batam.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP R Bagoes Wibisono membenarkan adanya penangkapan komplotan penculikan ini.

“Masih kami lakukan pengejaran kepada tersangka lainnya. Mereka kita tangkap tadi pagi,” ujarnya singkat.

Hal senada juga disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga. Ia juga belum mau memberikan keterangan lebih detail terkait penangkapan ini. Ia berjanji akan segera melakukan rilis secepatnya terkait penangkapan ini. (cr1/nas/JPG)

Bea Cukai Tanjungpinang Minat Kuota Pinang Direvisi

0

batampos.co.id – Enam perusahaan pendistribusian rokok khusus kawasan bebas, mendapat kuota yang dikeluarkan kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) FTZ Tanjungpinang di tahun 2017 ini.

KPPBC Tanjungpinang menilai, kuota rokok yang dikeluarkan wajib di revisi.

Kuota tersebut diberikan kepada enam perusahaan, yakni CV Three Star Bintan sebanyak 1.400 karton, PT Bintan Aroma Sejahtera 9.400 karton, PT Sarana Dompak Jaya 600 karton, PT Pratama Dompak Karya 1.744 karton, PT Bintan Adikarya Jaya 400 karton dan PT Megatama Pinang Abadi 5.300 karton. Yang manan total keseluruhan yang dikeluarkan yakni sebanyak 18.844 karton atau bertambah sebanyak 3.394 karton. Hal itu karena kuota yang diberikan kepada PT Bintan Aroma Sejahtera sebanyak 8.250 karton rokok dan PT Cahaya Terang Mitra Utama 7.200 karton atau berjumlah 15.450 karton rokok beraneka rokok.

Kepala PTSP FTZ Tanjungpinang, Den Yelta mengatakan pihaknya menentukan kuota berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 147 tahun 2016 dan juga didasari atas data dari dinas dan instansi terkait.

”Iya ada enam perusahaan, kuota itu kami keluarkan pada akhir Februari lalu,”ujar Den Yelta singkat, kemarin.

Sementara saat ditanya, terkait beredarnya rokok tanpa cukai diluar kawasan berikat, Den Yelta mengaku pihaknya hanya mengawasi peredaran rokok di dalam kawasan FTZ. Sedangkan jika peredarannya diluar kawasan bebas, itu bukan wewenangnya.

”Pengawasan hanya didalam kawasan, seperti mengecek dokumen dan surat jalan yang dikeluarkan pabrik saat memasukan rokok itu ke ke kawasan FTZ Tanjungpinang,”sebutnya.

Terpisah, Kepala Seksi Penegahan dan Penindakan (P2) KPPBC Tanjungpinang, Agus Tris, menilai pemberian kuota yang dikeluarkan PTSP FTZ Tanjungpinang tidak sesuai atau bahkan berlbih dari semestinya.

”Kuota tersebut tidak megacu kepada formulasi yang ditentutkan dan hanya berdasarkan asumsi. Kami (KPPBC) sudah memberikan formulasi perhitungan kuota. Namun, tidak dipakai sama Dewan FTZ Tanjungpinang,”ujar Agus, saat ditemui dikantornya belum lama ini.

Dikatakan Agus, kuota yang dikeluarkan PTSP FTZ Tanjungpinang dianjurkan untuk dilakukan revisi. Hal itu, berdasarkan hasil rapat yang dilakukan di Jakarta bersama Dirjen Bea dan Cukai belum lama ini.

”Potensi terjadinya kebocoran terkait kuota rokok di Tanjungpinang pasti ada. Karena kawasan berikat di Kota Tanjungpinang hanya di dua wilayah yakni Dompak dan Senggarang, itu pun tidak menyeluruh. Untuk itu, penentuan kuota ini wajib direvisi jangan hanya berdasarkan asumsi,”ucapnya.(ias)

Bambang Irianto “Gigit” Kolega

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kasus korupsi Walikota Madiun (nonaktif) Bambang Irianto menggelinding kemana-mana.

Selain keluarga, indikasi rasuah yang terungkap dari pembangunan Pasar Besar Madiun 2009-2012 itu juga menyeret jajaran musyawarah pimpinan daerah (muspida) setempat yang menjabat pada era Bambang (2009-2016).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa unsur muspida Kota Madiun secara maraton selama dua hari, yakni pada Jumat (17/3) dan kemarin (18/3). Mulai dari kepala polresta (kapolresta), kepala kejaksaan negeri (kajari) sampai ketua pengadilan negeri (PN) yang pernah berdinas di Kota Madiun kurun waktu 2009-2016.

”Jadi mereka pihak yang menjadi unsur muspida saat tersangka BI (Bambang Irianto) menjabat Walikota Madiun,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi Jawa Pos, kemarin.

Sebagian besar terperiksa sudah tidak lagi berada di Kota Madiun. Pemeriksaan pun dilakukan di dua tempat, yakni di Mako Brimob Detasemen C Pelopor Madiun dan Detasemen A Brimob Medaeng Sidoarjo.

Di Kota Madiun, KPK kemarin baru melakukan pemeriksaan terhadap beberapa mantan-mantan kajari Kota Madiun. Diantaranya, Isno Ihsan (2009-2010) dan Suherlan (2012-2013). Untuk mantan kajari lainnya, pemeriksaan dilakukan berikutnya.

Sementara di Medaeng, KPK memeriksa sejumlah perwira menengah kepolisian yang dulu pernah menjabat Kapolres Madiun Kota. Antara lain, Kombes Aldrin Hutabarat, Kombes Krisno Siregar, Kombes Ade Deriyan Jayamatra, Kombes Anom Wibowo, AKBP Ucu Kuspriadi, AKBP Farman, dan AKBP Agud Yulianto.

Febri mengatakan, pemeriksaan jaksa dan polisi itu berkaitan dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret Bambang sebagai tersangka. Ada informasi yang ingin didalami penyidik. Yakni, uang korupsi yang disinyalir juga mengalir ke para aparat penegak hukum tersebut.

”Penyidik mengklarifikasi lebih lanjut keterangan tentang itu (indikasi aliran dana, Red),” ungkapnya.

Dugaan korupsi yang menyeret jajaran muspida beberapa kali mencuat. Misal, dalam kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada 2010 lalu.

Bupati Langkat kala itu, yakni Syamsul Arifin dijadikan tersangka oleh KPK. Syamsul yang menjadi Gubernur Sumatera Utara saat penetapan tersangka pun menyeret unsur muspida yang menjabat saat kasus bergulir. (tyo)

Pergantian Musim, Waspadai Banjir dan Longsor

0
 F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim kemarau akan tiba pada Mei hingga Juli. Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menuturkan, masa pancaroba dimulai Maret, April, hingga Mei. Pada musim pancaroba tersebut biasanya diiringi hujan cukup lebat meskipun tidak tiap hari.

”Tiap daerah berbeda-beda. Umumnya hujannya siang dan malam,” kata dia kemarin (18/3).

BMKG telah membuat prediksi prakiraan musim kemarau tahun ini. Mereka membaginya berdasarkan zona musim (ZOM). Di Indonesia tercatat ada 342 ZOM. Awal musim kemarau diperkirakan mundur di 154 ZOM, sedangkan di 124 ZOM diperkirakan sama. Lalu pada 64 ZOM diperkirakan maju.

Sedangkan untuk perkiraan sifat hujan pada musim kemarau diperkirakan di atas normal terjadi di 66 ZOM, normal di 199 ZOM, dan sisanya 77 ZOM berada di bawah normal.

Secara umum, lanjut dia, musim kemarau tahun ini diperkirakan berjalan normal. Tapi potensi bencana hidrometrologi seperti kebakaran hutan dan lahan. juga patut diwaspadai di delapan provinsi yang selama ini jadi langganan. ”Pada periode musim kemarau yang normal masih ada ancaman potensi kekeringan di NTB dan NTT, meskipun tidak separah 2015,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei menuturkan, BNPB tetap siaga penuh menghadapi banjir dan longsor hingga akhir Maret. Pada tahun ini sedikitnya sudah 31 orang yang meninggal dunia karena bencana. ”Kita tahu bahwa 85 persen bencana di Indonesia itu adalah banjir dan longsor yang paling banyak makan korban,” tambah dia.

Data dari BNPB hingga akhir Februari menunjukan sudah terjadi 245 banjir dan 214 kali tanah longsor. Sedangkan puting beliung sebanyak 215 kali. Korban mengungsi mencapai lebih dari 550 ribu orang.

Willem menuturkan, bencana hidrometrologi saat ini salah satunya disebabkan ada perubahan iklim yang cukup mencolok. Musim hujan tidak lagi enam bulan, begitu pula musim kemarau. ”Tapi empat bulan musim hujan dan delapan bulan musim kemarau,” ujar dia.

Dalam waktu empat bulan itu volume curah hujan yang sama turun. Sehingga air hujan tidak bisa sepenuhnya meresap ke dalam tanah karena ketersediaan daya tampung tidak cukup. Air pun meluber dan terjadilah banjir bahkan longsor.

”Kalau kita lihat DAS di Indonesia ini ada 24,6 juta hektar lahan yang kritis,” tambah dia. (jun/oki)

Mantan Dandim Batam Ikut Nonton Laga Persebaya lawan PSIS, Sore Ini

0

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (tengah mengepal) bersama jajaran pengurus PSSI saat bertemu dengan Azrul Ananda (Presiden Direktur PT Jawa Pos Koran) dan jajaran pengurus Persebaya Surabaya
foto: DIPTA WAHYU/JAWA POS

batampos.co.id – Mantan Komandan Kodim 0316 Batam, Edy Rahmayadi, ikut nonton laga Persebaya vs PSIS.

Edy yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PSSI  tak mau melewatkan momen kembalinya Persebaya ke kancah sepak bola nasional. Edy datang langsung ke Surabaya siang ini, (19/3), untuk menyaksikan homecoming game Persebaya melawan PSIS Semarang.

Edy datang ke Surabaya didampingi sejumlah pengurus teras PSSI. Di antaranya Iwan Budianto, Haruna Soemitro, dan Hidayat. Rencananya Edy akan transit di Graha Pena. Namun, karena ingin segera menyaksikan atmosfer stadion, pria yang juga Panglima Kostrad itu langsung meluncur ke Stadion Gelora Bung Tomo.

Sejumlah pihak memang tidak sabar menyaksikan homecoming game yang akan disiarkan langsung JTV mulai pukul 15.30 WIB. Selain penasaran oleh aksi Mat Halil dkk, juga kreativitas bonek yang bahkan sudah mempersiapkan ratusan spanduk di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sejak Sabtu (18/3).

Sepanjang Dirgantara Cup, Bonek menunjukkan sikap berbeda. Tertib, namun tetap mempertahankan kreativitas. Di laga sore ini pun, Bonek menyiapkan aksi-aksi yang lebih heboh. Sebanyak 50 ribu Bonek akan memenuhi GBT demi melepas dahaga kerinduan menyaksikan Persebaya berlaga. (JPG)

Batam Tidak Masuk Dalam Destinasi Wisata Unggulan Nusantara

0
Turis Singapura tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang, Sabtu (11/3). Di hari Sabtu dan Minggu turis luar negeri ramai mengunjungi Batam untuk liburan dan belanja. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Batam  boleh bangga sebagai penyumbang kunjungan wisatawan ketiga terbesar secara nasional setelah Bali dan Jakarta.

Tapi sayangnya, daerah ini tidak masuk dalam destinasi wisata unggulan Nusantara.

Hal inipun sangat disayangkan Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk.

“Saat ini Batam tidak masuk dari 10 destinasi unggulan pariwisata di Indonesia. Padahal Batam adalah penyumbang wisman terbesar ketiga,” kata Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk.

Jadi menuturkan saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam semestinya mengambil peluang besar dari kedatangan wisatawan mancanegara (wisman). Mereka jangan hanya sekadar menginap saja di hotel. Tetapi harus berinteraksi dengan penduduk sekitar, otomatis akan terjadi transaksi jual beli dan berpengaruh terhadap ekonomi.

Untuk itu dia meyakini Pemko Batam akan sangat mendukung sektor pariwisata. Apalagi 2016 lalu, Walikota Batam Muhammad Rudi sudah mencanangkan Batam sebagai daerah pariwisata.

“Kami berharap Pemko bisa menganggarkan tempat untuk UKM memasarkan kerajinan. Jadi setiap pelancong yang ada bisa berbelanja,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum BPP PHRI, Hariyadi B Sukamdani menuturkan perawatan destinasi masuk dalam hal-hal yang perlu dilakukan secara bersama. Pemerintah dan stakeholder harus mengampanyekan destinasi wisata Batam ke masyarakat luas. “Tak hanya pemerintah dan pengusaha. Namun juga masyarakat,” tutur Hariyadi.

Dia menyebutkan, salah satu kunci daerah menjadi destinasi wisata unggulan yakni kebersihan dan kesediaan toilet. Sebab hal ini kerap kali ditemui di lokasi objek wisata.

“Kalau tidak dijaga, cukup sekali saja wisatawan itu datang. Dan kitalah yang rugi. Masyarakat harus ikut berpartisipasi, jangan sampai masa bodoh mengenai hal ini,” tambahnya lagi.

Ketua Gabungan Industri dan Pariwisata Indonesia (GIPI) Didin Junaidi menyarankan, Batam agar fokus pada negara tetangga dalam mempromosikan wisatanya.

“Batam sebagai daerah yang paling dekat dengan Singapura dan Malaysia harus fokus menarik mereka semaksimal mungkin,” tutur dia.

Upaya itu, lanjutnya, dapat dilakukan dengan membuat event menarik bagi wisatawan di dua negara tersebut. Lalu diperlukan kerjasama seluruh pengusaha di bidang wisata di Kepri untuk membuat kesepatan yang dapat mendatangkan wisatawan. (ian/aya)

Di Batam, Buang Sampah di Pantai Didenda Rp 50 Juta

0
Sampah laut

batampos.co.id  – Pemerintah Kota (Pemko) Batam membuat aturan barasangsiapa yang membuang sampah di pantai akan dikenakan denda sebesar Rp 50 juta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Dendi Purnomo menuturkan, untuk memberikan rasa jera kepada oknum yang membuang sampah sembarangan di laut, Pemko Batam dan DLH Kota Batam telah menyiapkan langkah hukum.

“Maka akan didenda sebesar Rp 50 Juta dan kurungan 3 bulan,” ujar Dendi Purnomo.

Agar pelanggaran itu sampai terjadi, pihak DLH Kota Batam telah menyiapkan langkah preventif dengan memberikan 500 poster kepada pihak restoran di pinggiran laut.

“Kami juga akan menyiapkan 20 pompong kepada kecamatan yang berbatasan langsung dengan laut,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin menambahkan, untuk menjaga lingkungan di Batam pihaknya terus menyiapkan  infrastruktur dan sistem. Di sisi lain juga ikut mengajak masyarakat untuk peduli sampah.

Sampah bukan tanggung jawab pemerintah sepenuhnya, sampah adalah tanggung jawab setiap individu,” ucapnya.

Sementara itu, pada Sabtu (18/3), Pemko Batam memeringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Peringatan itu dilakukan dengan bergotong royong membersihkan sampah di pesisir Kelurahan Tanjungriau. Sedikitnya 30 ton sampah diangkut dari tepi laut dalam dua hari terakhir.

Selain memungut sampah di pinggir pantai juga mengambil sampah di Lapangan Engku Putri yang bekerja sama dengan Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan (IMTLI). Dilanjutkan dengan pengangkutan sampah di Pantai Sekilak, Nongsa. (cr18/iil/JPG)

Lukman Menikah dengan Status sebagai Tahanan

0

batampos.co.d – Lukman Hadi Sulityo, 33, menikah dalam status sebagai tahanan.

Seminggu sebelum hari pernikahan Warga Dusun Tambakrejo, Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Pasuruan ini ditangkap polisi seban ikut menjual sabu-sabu.

Ketika bertemu kekasihnya, Endang Palupi, 38, dan keluarganya di masjid Al Mukim Polres Pasuruan. Jatuh juga air matu itu berderai di pipi Lukman.

Sambil terus mengusap-usap matanya yang basah dengan punggung tangan, ia menggandeng perempuan yang sudah menanti kedatangannya tersebut.

Keduanya kemudian masuk ke dalam masjid. Mereka melaksanakan ijab qobul sebagai bentuk janji suci pernikahan keduanya. Saat prosesi ijab qobul tersebut, bukan hanya kedua mempelai yang tenggelam dalam isak tangis.

Para pengantar sepasang pengantin ini larut dengan isak tangis. Perasaan sedih dan penuh haru itupun, menghiasi ikrar janji setia keduanya.

“Perasaan saya campur aduk mas. Senang karena bisa menikahi perempuan yang saya cintai. Tapi sedih pula, karena kondisi saya menikah seperti ini (menjadi tahanan, red),” kata Lukman saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, usai ijab qabul, Jumat (17/3).

Padahal, sebelumnya ia mendambakan acara pernikahan yang istimewa. Bukan dengan kondisi menjadi tahanan seperti sekarang ini.

Namun begitu, ia masih bersyukur bisa menjalankan pernikahan yang diagendakan sebelumnya. Lukman sudah mendaftar ke KUA awal Maret 2017. Rencananya, mereka melangsungkan ijab qobul di KUA Pandaan.

Namun, semuanya berantakan. Penyebabnya, ia tersangkut kasus narkoba, jenis sabu-sabu. Lukman ditangkap polisi selang sepekan akan menjalankan pernikahannya itu. Tak ayal, ia sempat dibuat stres karenanya.

“Saya sudah mendaftar ke KUA. Rencananya memang mau nikah disana. Tak tahunya, saya tersangkut kasus narkoba,” urainya. Lukman diamankan polisi pada Senin (13/3) lalu.

Meski perasaannya tengah campur aduk, Endang Palupi mengaku bahagia bisa menikah dengan orang yang dicintainya. Ia tak mempermasalahkan meski suaminya itu dipenjara.

“Saya memang cinta. Makanya, meski dipenjara, saya tetap mau dinikahinya,” aku janda anak tiga ini.

Ia berharap, suaminya tersebut bisa segera keluar dari penjara.

Supaya, keduanya bisa berkumpul untuk membentuk keluarga yang diidam-idamkan.

“Inginnya agar segera bebas, supaya kami bisa berkumpul,” sambungnya.

Di sisi lain, Kasat Reskoba Polres Pasuruan, AKP Nanang Sugiyono menyampaikan, pernikahan merupakan hak siapapun, termasuk yang berstatus tahanan. Makanya, pihaknya tak bisa menghalanghalangi mereka menikah. (rf/JPG)

Polri Prioritaskan Konflik Lahan

0

batampos.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, pemerintah berupaya melakukan pemerataan keadilan di bidang pertanahan. Karena itu, konflik lahan menjadi prioritas untuk diselesaikan.

”Ini penting agar masyarakat merasakan kehadiran negara dan pemerintah,” ujarnya kemarin (18/3).

Salah satu masalah yang disorot adalah soal tumpang tindihnya hak tanah. Tumpang tindih itu terjadi karena mafia bermain dengan sejumlah orang dalam atau oknum untuk melakukan sertifikasi atas tanah yang telah bersertifikat.

“Masalah ini harus diselesaikan,” ucapnya.

Dampak dari permasalahan tersebut membuat harga tanah kian mahal. Sebab, tanah-tanah itu sudah berada di tangan mafia dan harganya dipermainkan.

”Maka, tanah masyarakat itu harus dikembalikan, semua diidentifikasi,” papar mantan Kapolda Papua tersebut.

Bahkan, upaya penegakan hukum untuk kasus tanah telah dilakukan Polri. Ada sejumlah kasus yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut) dan daerah lainnya.

”Belum bisa diungkap detailnya, tapi sudah ada kasus yang ditangani,” ujarnya.

Sebenarnya Polri juga memiliki masalah terkait tanah. Yakni, adanya tanah yang tidak jelas kepemilikannya antara Polri dan masyarakat. (idr/c17/owi)

Tak Punya Tiket Nonton di Rumah Saja, Polisi Tangkap Dua Calo Tiket

0
Kapolrestabes Surabaya Kombespol M.Iqbal bersama beberapa Bonek. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

batampos.co.d – Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal menerapkan maximum security pada laga Persebaya vs PSIS sore (19/32017) nanti.

Bahkan, beberapa jam sebelum pertandingan, personelnya akan melakukan clearance di seluruh lokasi di dalam Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Pengecekan itu dilakukan untuk mengantisipasi masuknya benda-benda terlarang. Misalnya, flare, senjata tajam, atau botol plastik.

Sebab, Sabtu(18/3) ratusan Bonek memasang banner di seluruh bagian tribun stadion.

’’Antisipasi saja. Kan tidak ada pengecekan secara ketat. Jadi, kami lakukan pembersihan,’’ ujarnya.

Iqbal mengimbau Bonek yang tidak memiliki tiket agar tidak nekat mendekat ke lokasi pertandingan. Polisi bakal memulangkan suporter yang datang tanpa tiket. Jika teguran tidak digubris, tindakan tegas dilakukan.

’’Sudah, kalau tidak punya tiket jangan bikin gara-gara. Lihat pertandingan di rumah saja. Biar suasana kondusif,’’ jelasnya.

Di sisi lain, tim anticalo yang baru dibentuk berhasil mengamankan dua calo di Jalan Karanggayam tadi malam. Keduanya tertangkap tangan ketika melakukan transaksi penjualan tiket pertandingan Persebaya.

’’Dua orang itu sudah kami amankan di mapolres. Ini jadi peringatan untuk calo-calo lain, jangan berani menjual tiket di luar jalur resmi yang disiapkan oleh manajemen,’’ tegasnya.

Iqbal menyatakan akan memimpin langsung apel awal persiapan pengamanan pertandingan. Dia ingin mengetahui secara langsung kesigapan anak buahnya. ’

’Saya tidak ingin ada celah sedikit pun. Harus maksimal agar pengamanan ini bisa jadi role model bagi seluruh pertandingan sepak bola di Indonesia,’’ harapnya. (rid/bas)