Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13643

ATB Batam Terima Penghargaan dari Kanwil DJP Riau-Kepri

0

ATB Batam mendapat penghargaan secara langsung dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau dan Kepri di Neptune Meeting Room Planet Holiday Batam, Rabu (12/4/2017) malam.

ATB Batam termasuk wajib pajak yang berkontribusi di KPP Madya Batam.

Penghargaan itu diterima langsung oleh President Director ATB Ir Benny Andrianto, MM dari Kakanwil DJP Riau dan Kepri Jatnika disela-sela acara Dinner Talk with Madya Batam ‘Proyeksi Bisnis wajib Pajak Tahun 2017.

Bersama PT Adhya Tirta Batam, para pimpinan maupun perwakilan perusahaan ternama di Batam dan Kepri terlihat menerima. Diantaranya PT Schneider, PT Mc Dermott Indonesia, PLN Batam, PT Bahtera Bahari shipyard, Citra Tubindo, Batamindo Investment Cakrawala, PT Teguh Metta Internusa, Citra Shipyard, Mas Wahana Citra Buana dan Budi Jaya Putra Kampar.

Menanggapi penghargaan tersebut, Raja Roy Manager Keuangan ATB mengatakan dengan adanya penghargaan ini menunjukkan bahwa ATB menjadi perusahaan yang telah diakui oleh DJP Pajak sebagai perusahaan yang taat dan tertib dalam melakukan pembayaran pajak.

Dan penghargaan ini, merupakan kali kedua diberikan oleh DJP Pajak Riau dan Kepri ke ATB dalam kurun waktu berturut-turut.

“Penghargaan ini menjadi sebuah tanda kepatutan perusahaan dalam melakukan aturan-aturan yang sudah ditentukan oleh perpajakan. Kita sangat bersyukur atas penghargaan ini,” terang Raja Roy.

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil DJP Riau dan Kepri, Jatnika mengatakan, penerimaan pajak di Kepri dan Riau memang berkorelasi positif dengan kondisi ekonomi di dua daerah ini. Meski demikian, pada tahun 2016 merupakan tahun dengan titik ekonomi terbawah di Kepri.

“Ini terlihat juga dari penerimaan pajak di Kepri. Tahun 2016 tumbuh tapi ke bawah. Minus tiga persen,” kata Jatnika.

Namun ia mengaku sangat optimistis, di tahun 2017 ini penerimaan pajak akan mencapai target searah dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik.

“Kepri selama tiga bulan pertama tahun 2017 ini di atas lima persen. Kalau Riau masih dua persen. Tumpuan kami untuk pajak ini memang dari Kepri. Saat tax amnesty lalu, uang tebusan dari Riau dan Kepri itu mencapai Rp 2,1 triliun. Dari jumlah itu, Rp 1,1 triliunnya itu dari Kepri,” kata Jatnika.

Kepada kepala KPP Madya Batam, Jatnika pun berpesan untuk bisa mengawasi para wajib pajak serta stafnya. Ia mengingatkan agar diskusi staf dengan wajib pajak tidak dilakukan sendiri.

“Dampingi. Jangan cuma seorang ketemu seorang wajib pajak. Dua orang, atau tiga orang pun bisa,” ujarnya. ***

Rp 30 Miliar untuk Benahi Pantai Kencana

0
Petugas kebersihan mengumpulkan sampah ke bak penampungan sementara di TPS Pantai Kecana, Ranai, Natuna. Foto: Aulia Rahman/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan kawasan Pemukiman Pertanahan Pemkab Natuna Agus Supardi mengatakan, pantai Kencana Ranai akan tetap dibangun menjadi ikon Kabupaten.

Pemerintah Daerah kata Agus Supardi, sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Anggaran tersebut bertahap selama tiga tahun. Dan sudah mendapat dukungan dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

“Tahun 2017 ini Kementerian PU kucurkan dana sebesar Rp 5 miliar,” kata Supardi kemarin.

Agus Supardi mengatakan, perencanaan pembangunan pantai kencana tersebut ke depan nya akan dilengkapi berbagai fasilitas yang bersifat positif untuk anak, remaja dan dewasa. Sekarang untuk jogging track sudah dibangun.

“Tahun ini dibangun untuk kebutuhan lapangan upacara 17 Agustusan. Sesuai dengan tahapan master plan, hamparan lahan dipasang paving blok,” ujar Supardi.

Desainnya sambung Agus, perencanaannya berdasarkan konsep awal daerah maritim. Kawasan pantai Kencana juga akan dibangun tugu yang mencerminkan ikon Natuna. Seperti diambil dari sisi potensi perikanan atau migas.

Untuk tekhnis pelaksanaan sambungnya, pihaknya sudah berkoordinasi beberapa instansi terkait, Kecamatan, Kelurahan, untuk mensterilkan kawasan pantai Kencana. Agar tidak mengganggu proses pelaksanaan pekerjaan. (arn)

Liburan ke Batam, Tak Sekedar Memanjakan Mata

0
foto: kemendagri.go.id

Sejak puluhan tahun yang lalu, Batam dikenal sebagai pulau yang menjadi gerbang pertama jalur perdagangan laut di Indonesia. Pulau ini juga memiliki aturan tersendiri soal pajak barang impor yang membuatnya jadi jujugan para pedagang untuk kulakan berbagai barang.

Tapi Batam tidak hanya surga bagi para pedagang dan pengusaha. Pulau ini juga memiliki keindahan yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Hampir sama dengan kepulauan di Riau lainnya, Batam juga memiliki pantai-pantai yang amat indah. Salah satu yang paling terkenal adalah Pantai Melur yang memiliki pasir putih nan landai dan air laut yang gelombangnya tak terlalu tinggi.

Dengan geografis pantai yang seperti ini, Pantai Melur bisa jadi jujugan pertama untuk liburan ke Batam. Lautnya yang tenang bisa dipakai untuk berenang, dan juga bermain banana boat atau sekedar rebahan santai di atas pasirnya.

Selain Pantai Melur, tempat wisata favorit lainnya adalah Pantai Nongsa. Lokasinya sangat dekat dengan bandara dan juga pusat kota. Jadi mudah saja untuk menikmati indahnya pantai yang cantik ini.

foto: via skpd.batamkota.go.id

Pada akhir pekan, Pantai Nongsa biasanya penuh dengan wisatawan dari berbagai kota. Dengan harga tiket pesawat ke Batam yang semakin murah, dan tiket pesawatnya pun bisa didapatkan secara online dengan mudah, semakin banyak wisatawan yang berburu keindahan Pantai Nongsa di akhir pekan. Untuk informasi lebih banyak mengenai harga & pemesanan tiket, klik link berikut.

Di malam hari, Batam memiliki tempat wisata yang cantik-cantik seperti Bukit Senyum. Dari bukit ini, pemandangan kota Batam dan Singapura nampak jelas dan sangat indah. Selain itu juga ada wahana Ocarina Park yang boleh dibilang sebagai miniature ferris wheel di Singapura yang menjulang. Bianglala ini dibangun di tepi pantai seperti di negara tetangga, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Tapi soal pemandangan dari atas bianglalanya, sama indah dengan milik Singapura.

Yang menjadi tempat liburan andalan di Batam tentu saja berbagai mall dan pasar-pasar yang bisa membuat mata jadi lapar. Mulai dari tas-tas branded dengan berbagai tingkat kualitas, sampai barang elektronik yang bisa dibeli tanpa pajak barang mewah, semua ada di Batam.

Namun jika berniat untuk membeli barang elektronik, harus senantiasa berhati-hati dalam memilih, terutama untuk yang tergoda dengan penawaran online. Berbeda dengan tiket pesawat online yang terjamin keamanan transaksi dan barangnya, membeli ponsel atau kamera barang Batam secara online cukup rawan. Bahkan yang metode transaksinya COD sekalipun, harus benar-benar dilihat dengan seksama barang yang ditawarkan, sebelum memutuskan untuk membeli.

Liburan ke Batam juga tidak lengkap jika tidak mencicip kuliner-kuliner yang bertebaran di seluruh sudut kota. Memang belum ada kuliner yang sangat khas dari pulau ini, tapi yang wajib dicoba adalah makanan berbahan dasar seafood yang beraneka ragam. Mulai dari kepiting, cumi sampai kerang ada di berbagai resto di Batam.

Selain itu kuliner yang banyak diburu di Batam adalah masakan-masakan khas Melayu. Ada banyak resto dan warung pinggir jalan yang menyajikan berbagai menu seperti mie tarempa dan luti gendang. Menu-menu ini wajib dicicip agar sah sudah pernah liburan ke Batam.

Batam tak hanya cocok jadi tempat belanja berbagai barang untuk dijual kembali. Tapi juga bisa jadi tujuan wisata yang tak kalah menarik dibandingkan dengan pulau-pulau lain di kawasan Kepulauan Riau dan Tanjung Pinang. ***

Karyawan Karaoke, Tewas Dikontrakan

0

batampos.co.id – Dewi Kartini, 26, karyawan karaoke keluarga Inul Vista, di Jalan Di Panjaitan, ditemukan tewas di rumah kontrakannya Perumahan Kijang Kencana 2, blok C, nomor 54, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Rabu (12/4) sekitar pukul 14.30 WIB.

Penemuan mayat itu sontak menghebohkan warga sekitar. Puluhan warga memadati area rumah korban saat petugas Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah wanita yang pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya Jaka, 47.

Ditemui di lokasi, Jaka mengaku kedatangannya ke rumah korban karena disuruh bosnya untuk mengecek keadaan korban. Sebab, korban tidak masuk kerja. Sesampainya di rumah korban, kondisi kosan tertutup rapat dan terkunci dari dalam.

“Saya ketuk-ketuk dan panggil korban tapi masih juga tidak dibuka dan tak ada jawabannya,” ujar Jaka.

Karena penasaran, Jaka pun memanggil pemilik rumah kontrakan lalu meminta izin mendobrak pintu kontrakan tersebut. “Saya ambil obeng untuk membuka pintu disaksikan pemiliknya. Setelah terbuka, saya lihat ke arah kamar korban. Ternyata dia sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi terbaring,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Efendri Ali mengatakan penyebab kematian korban belum bisa dipastikan. Untuk itu, jenazah akan dibawa ke RSUD Raja Ahmad Thabib untuk dilakukan visum et repertum.

“Waktu ditemukan posisi korban terbaring dalam kamar menggunakan kaos merah, celana pendek. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Efendri Ali.

Dikatakan Ali, saat ditemukan meninggal, posisi korban dalam keadaan terbaring, tangan kanan memegang rambut dan tangan kirinya berada di perut.

“Identitas dirinya ada, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang. Yang jelas penyebabnya belum bisa dipastikan. Tunggu hasil visum dari rumah sakit baru bisa diketahui,” pungkasnya.(ias)

Angga : Sekolah Swasta Lebih Mandiri

0
Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang Ade Angga bersama Anggota Komisi I, Simon Awantoko dan Rika Adrian saat mengunjungi sekolah Maitreyawira Tanjungpinang, Rabu (12/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga mengatakan sekolah-sekolah swasta lebih mandiri dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017 ini. Bahkan sekolah swasta juga bisa menjadi pilot project dalam penerapan teknologi.

“Setelah kita melihat langsung, sekolah-sekolah swasta sudah mantap untuk menatap UNBK SMP tahun ini. Seperti SMP Maitreyawira, Tajungpinang ini,” ujar Ade Angga disela-sela melakukan kunjungan di SMP Maitreyawira, Tanjungpinang, Rabu (12/4).

Kedatangan Ade Angga bersama Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko politisi Partai Golkar dan Rika Adrian, legislator utusan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut adalah untuk memastikan sekolah-sekolah menengah pertama di Tanjungpinang sudah siap menggelar UNBK.

“Kita apresiasilah sekolah Maitrewira ini, karena sudah menyiapkan perangkat pendukung. Juga sudah menyiasati ketika terjadi mati lampu,” papar Angga.

Masih kata Angga, semua perangkat komputer yang akan dipergunakan untuk UNBK juga sudah menggunakan Uninterruptible Power Supply (UPS) yang mampu bertahan selama 15 menit. Selain itu, pria yang akrab disapa Angga tersebut juga menyanjung sekolah tersebut, karena terdepan dalam menerapkan teknologi bagi pelayanan kepada orang tua murid.

“Ini yang harus kita contohi, sehingga orang tua bisa mengontrol langsung perilaku anak-anaknya disekolah. Selain itu, juga bisa berkomunikasi dan memantau absensi serta nilai pelajaran anaknya,” paparnya lagi.

Simon Awantoko menambahkan, ia mengharapkan pihak sekolah untuk intens membangunan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Sehingga ketika terjadi satu persoalan sebelum berlangsungnya ujian nasional, bisa segera diatasi.

“Yang kita ingin, pelaksanaan UNBK SMP di Tanjungpinang tidak ada kendala. Sehingga bisa berlangsung seperti yang diharapkan,” ujar Simon.

Dikatakannya juga, dari SMP 26 hanya 13 sekolah yang menerapkan UNBK. Hanya ada SMP Negeri 1 Tanjungpinang yang sudah mandiri, selebihnya menumpang di SMA-SMA terdekat. Diakuinya, kedepan kebutuhan pendidikan ini yang harus dituntaskan.

“Kita akan dorong penyempurnaan infrastruktur dibidang pendidikan. Sehingga tahun depan, UNBK bisa lebih maksimal,” papar Simon.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Maitreawira, Megawati mengatakan SMP ini sudah berkiprah di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang sejak 2007. Lewat tahun ajaran 2016/2017 ini, sekitar 158 siswa dan siswi yang akan mengikuti UNBK.

“Kita sudah melakukan try out dan simulasi. Tentu ini menjadi bekal dalam menjalani UNBK nanti,” ujar Megawati.

Disebutkannya, disekolah ini ada 66 komputer yang dipergunakan untuk UNBK. Dari jumlah tersebut, hanya 54 unit yang akan dipergunakan. Masih kata Mega, perangkat yang ada sudah didukung dengan UPS. Ia juga berharap tidak ada kendala pada pelaksanaan nanti.

“Target kita tentunya menginginkan hasil yang terbaik. Kami guru tentu sangat berharap, anak didik bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan,” tutup Megawati.(jpg)

Rakor Penetapan Benda Cagar Budaya Bintan

0
Kepala Disbudpora, Makhfur Zurahman didampingi Kabid Cagar Budaya dan Permuseuman, Aslaini, dan Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman, Luciana Nova Tumurang membuka Rakor Penetapan Benda Cagar Budaya di Hotel Agro Bintan, Batu 36, Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (12/4).

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) akan melobi Pemerintah Pusat mendapatkan aliran dana APBN untuk melestarikan benda cagar budaya yang dimiliki Kabupaten Bintan. Sebab untuk pelestarian benda tersebut sangat dibutuhkan alokasi dana yang sangat besar.

“Jadi kita harus samakan persepsi dulu untuk menjadikan situs bersejarah sebagai benda cagar budaya. Dengan begitu Pemerintah Pusat akan berminat kucurkan APBN ke Bintan,” ujar Kepala Disbudpora Bintan, Makhfur Zurachman ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penetapan Benda Cagar Budaya di Hotel Agro Bintan, Batu 36, Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (12/4).

Tahap pertama, kata Makhfur ada empat benda bersejarah yang akan ditetapkan sebagai cagar budaya. Yaitu Bukit Kerang di Kampung Kawal Darat, Kecamatan Gunung Kijang. Kemudian Rumah Tua di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Dapur Arang di Sungai Kecil, Kecamatan Teluk Sebong dan Rumah Adat Tambelan (Gemenshaapt) yang berlokasi di belakang Gedung Daerah Kota Tanjungpinang.

Dari keempat situs itu, lanjut Makhfur baru satu yang setatusnya menjadi milik Pemkab Bintan yaitu Bukit Kerang. Lahan yang ditempati situs tersebut sudah dibebaskan oleh pemerintah melalui APBD seluas 1,5 hektare. Sedangkan tiga situs lainnya akan diusahakan peningkatan setatusnya dari milik warga menjadi milik Pemkab Bintan.

“Kita registasi dulu situs itu sebagai aset Pemkab Bintan. Untuk meregistrasinya harus dapat persetujuan dari Bupati Bintan (Apri Sujadi) barulah diusulkan ke Pemerintah Pusat,” bebernya.

Sebelum registrasi situs itu diberikan ke Bupati Bintan, sambung Mkahfur terlebih dahulu akan diteliti kembali oleh tim ahli arkelogi dari dalam dan luar daerah. Mereka adalah Fitria Arda dari Balai Cagar Budaya Batu Sangkar, DR Rita dari Balai Arkeologi Medan, Deni dari Balai Arkeologi Banda Aceh, Nurbaiti Hoesni Siam dari Akedemisi Perguruan Tinggi (PT) Stisipol Raja Ali Haji, Herry Hoesni dari Pakar Peduli Kebudayaan Bintan, dan Luki Zaiman Prawira dari Dinas Pariwisata (Dispar) Bintan.

Selain tim ahli arkeologi, masih Makhfur juga dibutuhkan dukungan dari pihak-pihak terkait yang berwenang diempat lokasi situs tersebut. Mulai dari warga setempat, kepala desa (kades), kelurahan sampai kecamatan harus mampu menjadi mitra kerja tim ahli arkeologi. Sehingga penetapan situs sebagai benda cagar budaya dapat berjalan lancar.

“Mereka akan datang ke Bintan dari 18-19 April. Selama dua hari mereka akan meneliti kembali untuk memastikan keempat situs itu layak atau tidaknya dijadikan benda cagar budaya,” jelasnya.

Ditanya persyaratan untuk menjadikan situs sebagai benda cagar budaya, Makhfur menjelaskan ada tiga item penting yang jadi landasan untuk menjadikan situs sebagai benda cagar budaya. Diantaranya berusia lebih dari 50 tahun, memiliki nilai karakteristik yang kental dan memiliki kandungan nilai sejarah.

Keempat situs itu sudah memenuhi unsur persyaratan untuk dinaikan sebagai benda cagar budaya. Jadi tinggal mendapatkan persetujuan dari Pemkab Bintan dan Pemprov Kepri untuk peningkatan setatusnya. Lalu akan diusulkan ke Pemerintah Pusat untuk mengantongi registerasinya.

“Empat situs itu sudah memenuhi unsur untuk dinaikan sebagai benda cagar budaya. Maka tinggal kita dapatkan registrasinya saja. Dengan begitu benda tersebut memiliki perlindungan hukum dan pelestariannya,” ungkapnya. (ary)

Konsumsi Rumah Tangga di Kuartal I Diprediksi Lesu

0

batampos.co.id – Kendati bulan puasa Ramadan sudah dalam hitungan 45 hari ke depan, aktivitas belanja bahan-bahan pokok di Tanjungpinang belum menunjukkan gelagat yang tinggi. Kondisi ekonomi yang belum begitu membaik ditenggarai sebagai penyebabnya.

Sejumlah pedagang bahan pokok di Pasar Tanjungpinang mengaku tidak ada peningkatan permintaan berarti dalam sepekan terakhir. Begitu pengakuan Rajas, seorang pedagang cabai. “Masih seperti biasa,” ungkapnya, Rabu (12/4).

Dalam sehari, penjualannya berada dikisaran tujuh sampai sepuluh kilogram. Padahal biasanya, kata dia, semakin mendekati bulan ramadan, aktivitas belanja bahan pokok semakin meninggi. Tapi nyatanya tidak untuk tahun ini.

“Mungkin tunggu kurang sebulan atau dua minggu,” taksirnya.

Hal sama juga dituturkan Aminah, pedagang bahan-bahan pokok. Aktivitas penjualan beras, minyak goreng, maupun gula, kata dia, masih dalam hitungan rata-rata seperti hari-hari sebelumnya. “Rasa-rasanya ya kayak lesu gimana penjualan di tahun 2017 ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan tahunan konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2017 bakal melambat, baik dibandingkan kuartal sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Hal itu tercermin dari rata-rata pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) kuartal I-2017 yang diperkirakan sebesar 4,2 persen secara tahunan, atau lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2016 sebesar 9,5 persen dan kuartal I-2016 sebesar 11,5 persen.

Sebagai catatan, tahun lalu, Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2016 adalah 5 persen.

Dalam Survey Penjualan Eceran BI Edisi Februari 2017, BI mencatat secara tahunan penjualan eceran Februari 2017 tumbuh melambat. IPR Februari 2017 hanya tumbuh 3,7 persen secara tahunan menjadi 197,1, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, 6,3 persen secara tahunan.

Secara rinci, perlambatan penjualan terjadi pada kelompok makanan dan non makanan yang masing-masing tumbuh 5,1 persen secara tahunan dan 1,8 persen secara tahunan,lebih dari 7,3 persen secara tahunan dan 5,0 persen secara tahunan pada Januari 2017. (aya)

Bintan Utara Juara Umum MTQ ke-VII

0
Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam (kanan) menyerahkan piala bergilir kepada Camat Bintan Utara Azwar, yang menjadi juara umum MTQ ke-VII Kabupaten Bintan di Gedung Community Centre Bintan. F. Humas Pemkab Bintan untuk Batampos.

batampos.co.id – Kecamatan Bintan Utara kembali mengukir prestasi yang membanggakan, dengan berhasil meraih juara umum untuk kedua kalinya pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VII Kabupaten Bintan tahun 2017, yang digelar di Gedung Community Centre Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (10/4) lalu.

Prestasi ini tentunya membawa Bintan Utara, sebagai kecamatan dengan kafilah yang paling banyak membawa piala MTQ sepanjang penyelenggaraan MTQ Kabupaten Bintan. Pasalnya, Bintan Utara telah mencatatkan kemenangan secara berturut-turut dari tahun 2016 silam.

“Ini tahun yang kedua bagi kami bisa memenangkan piala MTQ Kabupaten Bintan,” ungkap Camat Bintan Utara Azwar, usai menggelar acara penutupan perhelatan MTQ ke-VII Kabupaten Bintan, Selasa (11/4) malam.

Azwar menuturkan kemenangan yang diraih ini, tentunya tidak terlepas dari kesungguhan niat dari para kafilah untuk terus belajar bagaimana bisa membaca Al-Qur’an, dengan baik.

“Persiapan yang kami lakukan tidak terlalu banyak. Kuncinya sih lebih kepada pembinaan yang rutin dilakukan. Sehingga membuat para kafilah terlatih untuk membaca Al-quran dengan baik,” jelasnya.

Ia menjelaskan saat ini kafilah Kecamatan Bintan Utara, juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang tingkat MTQ Provinsi mewakili Kabupaten Bintan.

“Kemenangan yang diraih ini tentunya lebih memotivasi kami untuk bisa memberikan penampilan terbaik untuk ajang MTQ ditingkat provinsi nanti. Mudah-mudahan bisa membawa pulang piala juga,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam menyerahkan Piala Bergilir kepada Camat Bintan Utara Azwar yang disaksikan oleh seluruh kontingen peserta kafilah yang hadir.

Dalmasri Syam, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mensukseskan MTQ ke-VII Kabupaten Bintan hingga berjalan lancar.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh para Kafilah, Qori/Qoriah, camat, Kepolisian, unsur TNI, serta tokoh masyarakat yang ikut berpartisipasi memeriahkan MTQ ini,” ungkap Dalmasri.

Dalmasri, juga berpesan kepada peserta yang telah berhasil keluar sebagai juara, hendaknya dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, guna mewakili Kabupaten Bintan ditingkat provinsi yang digelar di Batam 5 Mei mendatang.

“Saya berharap dengan kemenangan ini bisa memberikan motivasi semangat, agar dapat meraih hasil yang lebih memuaskan lagi ditingkat MTQ Provinsi, sehingga bisa mengharumkan nama Kabupaten Bintan,” harapnya.

Selain berhasil meraih juara umum, Kecamatan Bintan Utara juga berhasil memenangkan pawai taruf kategori barisan kafilah dan para pendukung dengan raihan nilai 1.075 poin. Sedangkan pawai Taruf kategori mobil hias dimenangkan Kecamatan Toapaya dengan nilai 1.050 poin. (cr20)

Jatah Kepri Minimal 50 Persen dari Jasa Pandu Kapal

0

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah mendorong Pemprov Kepri agar tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri dalam bisnis pemanduan kapal di perairan Selat Malaka dan Singapura.

Kepri harus mendapatkan bagian dari jasa tersebut. Dengan tegas politisi dari PKS ini mengatakan, paling kecil Kepri harus menerima jatah minimal 50 persen, apalagi target pendapatan di sektor itu lebih dari Rp 1 triliun pertahun.

“Bagian ini akan menjadi pemasukan asli daerah (PAD) bagi Kepri, sehingga tidak hanya mengandalkan bantuan dana dari pemerintah pusat semata,” katanya, kemarin.

Dalam pengelolaan itu, sambung Iskandarsyah, sumber daya manusia (SDM) Kepri harus turut diberdayakan. Lantaran ada banyak orang Kepri yang punya pengalaman mumpuni di bidang pemanduan kapal. Banyak yang sudah menjadi kapten kapal dan punya pengalaman di kelas internasional.

“SDM yang dimiliki Kepri di sektor maritim, khususnya pandu kapal sudah sangat mumpuni. Sehingga Pelindo sebagai operator dalam pemanduan harus melibatkan atau memakai anak-anak Kepri. Sebab hal ini akan mengurangi angka pengangguran dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Iskandarsyah.

“Anak Kepri harus diberdayakan dalam hal ini. Sebab, laut bagi kami bukan barang eksklusif. Tiap hari kami lihat dan bermain di laut,” katanya.

Provinsi Kepri, diakui Iskandarsyah, butuh dana besar untuk pembangunan infrastruktur, sektor pendidikan, dan kesehatan dan juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia tak menginginkan jikalau keuntungan dari jasa pandu kapal ini pendapatannya hanya masuk ke pemerintah pusat.

“Masa kami cuma dikasih limbahnya saja. Bahkan nelayan-nelayan kami harus minggir dari tempat yang selama ini tempat tangkapan ikan. Yang jelas ketika ada musibah dan kecelakaan, dampak pertama dirasakan adalah masyarakat Kepri, bukan Jakarta,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, apa yang menjadi hak Kepri harus diperjuangkan. Sebab menurutnya hal ini juga sesuai Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Yang kita perjuangkan ini adalah menjalankan UU 23, bukan sesuatu yang kita buat-buat sendiri. Dalam hal ini harus diperjelas. Posisi Kepri dapat apa selama posisi dengan memanfaatkan ruang laut dari bibir pantai hingga 12 mil tersebut,” katanya.

Sudah saatnya, kata dia, Pemprov Kepri bangkit dan berjuang juga harus mampu menunjukkan peran unggul di bidang maritim yang bermuara untuk kesejahteraan masyarakat melalui amanah UU No 23 tersebut.

“Justru kita harus perkuat poros maritim dan hal itu sudah dideklarasikan Bapak Presiden. Disamping kita juga menjalankan Nawacita Presiden untuk membangun Indonesia dari desa-desa dan pinggiran, termasuk daerah perbatasan,” katanya. “Kalau Kepri kuat, Indonesia akan kuat. Kami ingin menjaga Indonesia dari Kepri,” ujarnya.

Seperti diberitakan, mulai Senin (10/4) lalu, Indonesia untuk pertama kalinya mengambil alih pemanduan kapal di perairan Selat Malaka dan Singapura. Menunjuk PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I sebagai operator, pemerintah menargetkan pendapatan Rp 1 triliun pertahun. (aya)

Gubernur Bungkam Soal Rekomendasi KASN

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun terkesan bungkam ketika ditanya persoalan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemprov Kepri. Sementara Sekda Kepri, Arif Fadillah mengatakan pembinaan kepegawaian menjadi tanggungjawab Gubernur.

“Saya tidak mahu bicara tentang itu (rekomendasi KASN),” ucap Gubernur Nurdin singkat menjawab pertanyaan media di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (12/4) sambil berlalu memasuki mobil dan meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Sekda Kepri, Arif Fadillah mengatakan Gubernur merupakan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Sehingga punya kewenangan untuk merotasi maupun promosi jabatan Eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Arif yang merupakan Ketua Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, meskipun demikian tetap menerima masukan dari Baperjakat. Termasuk dari KASN

“Kalau memang benar, ada kebijakan yang melanggar ketentuan yang telah direkomendasikan KASN tentunya pemerintah Kepri akan melaksanakan,” tegas Arif Fadillah.

Mantan Sekda Karimun tersebut mengakui, surat rekomendsi KASN memang baru diterima dan dirinya baru membacanya semalam. Meskipun demikian, tidak serta merta dilaksanakan. Karena perlu dilakukan telaah secara mendalam.

Disinggung mengenai adanya rekomendasi KASN yang meminta Pemprov Kepri melakukan evaluasi terhadap sejumlah jabatan kepala dinas. Terkait persoalan tersebut, Arif menjelaskan kebijakan yang dibuat akan tentu melihat berbagai pertimbangan.

“Hanya ada dua saja, kalau memang harus diganti tentu tetap mengacu pada hasil open bidding kemarin,” tutup Arif.(jpg)