Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13644

Walikota Ingin Batam Bebas TBC

0
Walikota Batam, Muhammad Rudi SE,MM dan Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad melepas burung merpati usai peringatan hari TB sedunia di Pelabuhan Ferry Internasional, Sekupang, Kamis (13/4). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Batam dan instansi terkait untuk memerangi dan menekan penyakit Tuberkolosis di Batam, Kepri.

Walikota ingin kota Batam bebas dari penyakit Tuberkulosis.

Rudi menyebutkan pemerintah belum bisa meng-cover seluruh biaya penyakit yang ada di Kota Batam, termasuk Tuberkolosis.

“Semakin banyak penderita semakin banyak biaya yang harus disiapkan pemerintah,” kata Rudi saat menghadiri hari peringatan TB Internasional, di Pelabuhan Internasional, Sekupang, Kamis (13/4).

Dia berharap Batam bisa mendukung program pemerintah Indonesia bebas TB 2050 mendatang. Oleh karena itu puskesmas harus serius menangani permasalahan ini, termasuk memberikan layanan dan memastikan semua penderita menyelesaikan pengobatan hingga sembuh.

“Ini penyakit yang sangat mudah sekali menular, jadi membutuhkan perhatian yang serius. Secara nasional harus 85 persen pencapaian penyembuhan TB, sedangkan kita masih jauh di baawahnya,” tegas Rudi.

Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat saat ini angka kesembuhan penderita Tuberkulosis (TB) masih rendah. Berdasarkan data dari Dinkes tahun 2014 ditemukan 829 kasus dengan kesembuhan mencapai 39 persen, 2015 ditemukan 507 kasus kesembuhan mencapai 38 persen, tahun 2016 terdapat 883 kasus dengan kesembuhan yang hanya mencapai 40 persen.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Batam, Sri Rupiati mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya pencapaian kesembuhan ini tingkat kesadaran penderita untuk sembuh yang masih kurang.

“Banyak yang tidak patuh minum obat,” kata dia seperti dilansir Batam Pos hari ini.

Pasien yang positif terkena TB harus rutin mengkonsumsi obat selama enam bulan, namun kenyatannya, pasien berhenti setelah tiga bulan pertama.

“Karena merasa batuknya sudah membaik, jadi mereka berhenti, padahal itu tidak boleh,” jelasnya.

Lanjutnya, TB saat ini bukan hanya terjadi pada orang dewasa saja, hampir 6-10 persen TB juga menyerang anak-anak. TB pada anak umumnya ditularkan melalui penderita dewasa. Selain itu, faktor anak kurang gizi juga meneyebabkan anak rentan menderita TB.

“Meskipun tidak banyak, TB terhadap anak patut diwaspadai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam, Anas mengatakan program TOSS TB atau temukanTB, obati sampai sembuh yang telah dicanangkan sejak April 2016 lalu diharapkan bisa meminilisir penderita TB di Batam.

“Kami di pelabuhan selalu mewaspadai penumpang dengan gejala TB akan dilakukan pemeriksaan. Klinik kami selalu terbuka untuk menangani kasus ini,” kata dia.

Kementerian kesehatan juga meminta Batam untuk bisa menerapkan program ketuk pintu untuk menemukan, menangani, dan mengobati penderita lebih awal.

“Beberapa daerah sudah mulai, mungkin Batam bisa menyusul,” sebut dia. (cr17)

Manchester United Batal Menang

0
Henrikh Mkhitaryan menjadi pencetak gol untuk Man United (AFP)

batampos.co.id – Seri lagi… seri lagi. Yup, Manchester United merupakan tim dengan hasil seri terbanyak di Premier League.

Hal ini pun kembali terjadi di Liga Europa. Pada leg pertama perempat final menghadapi Anderlecht di Stade Constant Vanden Stock, Setan Merah harus menerima hasil imbang 1-1, Jumat (14/4).

Hasil ini memang menguntungkan Man United yang berhasil mencetak gol tandang. Tapi, mereka sebenarnya bisa saja meraih kemenangan jika tak lengah pada 10 menit terakhir laga.

Sejak awal Man United memang berhasil menguasai pertandingan. Anderlecht memberikan perlawanan yang baik. Tapi, mereka tak mampu menang pada duel lini tengah dimana Paul Pogba dan Michael Carrick bermain sangat apik.

Setan Merah beberapa kali melakukan serangan frontal di babak pertama. Tapi, lini belakang tuan rumah masih kuat sebelum gol terjadi pada menit ke-36.

Adalah Henrikh Mkhitaryan yang kembali memperlihatkan performa spesial di Liga Europa. Sang pemain mencetak gol memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Ruben Martinez.

Mkhitaryan memang spesialis gol tandang. Pada laga melawan Saint-Etienne dan Rostov, sang pemain juga mampu mencetak gol tandang pada masing-masing laga.

Semenjak gol ini, Anderlecht mulai bermain terbuka dan memperlihatkan penyerangan-penyerangan yang begitu baik.

Laga pun semakin menarik karena jual beli serangan terjadi hampir sepanjang babak kedua. Memiliki asa menang di laga tandang, Man United harus tertunduk lesu.

Upaya Anderlecht untuk menyamakan kedudukan terealisasi pada menit ke-86. Adalah Leander Dendoncker yang mampu mencetak gol ke gawang Sergi Romero lewat tandukan super kerasnya.

Gol ini memastikan Anderlecht menjadi tim yang paling banyak mencetak gol kandang di Liga Europa yaitu 14 gol.

Man United mencoba untuk kembali mencetak gol pada sisa waktu berjalan. Tapi, Anderlecht yang percaya diri memastikan laga berakhir dengan skor imbang 1-1.

Anderlecht (4-2-3-1): 30-Ruben Martinez; 37-Ivan Obradovic, 14-Bram Nuytinck, 4-Kara Mbodji, 12-Dennis Appiah; 32-Leander Dendoncker, 31-Youri Tielemans; 18-Frank Acheampong, 73-Nicolae Stanciu (94-Sofiane Hanni 65′), 10-Massimo Bruno (Alexandru Chipciu 58′); 24-Isaach Thelin (91-Lukasz Teodorczyk 75′)

Manchester United (4-2-3-1): 20-Sergi Romero; 36-Matteo Darmian, 5-Marcos Rojo, 3-Eric Bailly, 25-Antonio Valencia; 6-Paul Pogba, 16-Michael Carrick; 19-Marcus Rashford (27-Marouane Fellaini 75′), 22-Henrikh Mkhitaryan, 14-Jesse Lingard (11-Anthony Martial 63′); 9-Zlatan Ibrahimovic. (rap/JPG)

Klinik Baloi Layani Peserta BPJS Kesehatan

0

batampos.co.id – Klinik Baloi BP Batam kini layani peserta BPJS Kesehatan. Masyarakat di sekitar Baloi dapat memanfaatkan layanan Klinik dengan Kartu Indonesia Sehat atau BPJS kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Direktur RSBP, dr. Sigit Riyanto M,Sc saat meresmikan klinik Baloi sebagai fasilitas kesehatan (faskes) pertama BPJS di klinik Baloi pada Senin (10/4/2017).

Sigit mengatakan BP Batam telah melakukan kerjasama kemitraan layanan dengan BPJS Kesehatan untuk dapat kembali memberikan fasilitas layanan kepada masyakarat Batam sebagai faskes tingkat pertama mitra layanan BPJS Kesehatan.

Klinik Baloi diharapkan dapat memperluas pelayanan kesehatan di sekitar Baloi dan mempermudah akses pelayanan untuk meminimalisir antrian. Sigit menghimbau agar masyarakat dapat memanfaaatkan klinik Baloi sebagai rujukan pelayanan kesehatan.

“Sebenarnya sudah dibuka sejak awal April menerima peserta BPJS, bagi masyarakat yang tempat tinggalnya dekat dengan klinik baloi dapat memindahkan PPK 1 ke Klinik baloi,” ujarnya.

Ia menambahkan Klinik Baloi berdiri sejak tahun 1985 merupakan klinik satelit RSOB BP Batam dan menjadi satu-satunya klinik pemerintah pada waktu Otorita Batam. Seiring berjalan Klinik Baloi terus mendorong program pemerintah dalam upaya pemberian layanan kesehatan.

“Dokter yang bertugas di sini jangan hanya memberi resep obat saja melainkan penyuluhan tentang hidup sehat dengan begitu harapannya dapat memberikan pelayanan mutu lebih baik dengan manfaat lebih luas dan pelayanan maksimal, dua tahun kedepan klinik ini akan dibangun infrastruktur fisik dengan fasilitas anak dan penyakit dalam,” terangnya.

Sementara itu, Camat Lubuk Baja, Novi Harmadyastuti menyambut baik dengan kehadiran Klinik Baloi sebagai faskes pertama BPJS Kesehatan. Menurutnya kehadiran klinik Baloi dapat membantu layanan kesehatan bagi masyarakat Batam khususnya warga Baloi.

“Penumpukkan pasien sering terjadi di puskesmas Lubuk Baja dengan adanya klinik ini dapat membantu mengurangi antrian,” ujarnya.

“Kami sungguh berbangga dan berbahagia klinik ini membuka faskes BPJS , baik Lurah, Seklur dan jajaran saya perintahkan untuk dapat diinfokan kepada masyarakat khususnya lubuk baja,” tambahnya.

Ia berharap agar Pemerintah dalam hal ini Camat dan Lurah kedepannya dapat saling bersinergi dengan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Klinik Baloi BP Batam.

Asnah selaku perwakilan BPJS Kesehatan cabang Batam dalam kesempatan tersebut menyatakan selamat atas dibukanya Klinik Baloi sebagai peserta faskes BPJS. Ia mengajak agar merubah mindset agar  Klinik tidak hanya untuk melayani orang sakit melainkan sebagai ruang konsultasi kesehatan bagi masyarakat.

“BPJS mengharapkan klinik dapat lebih promotif dan preventif jadi tidak hanya sakit datang melainkan melakukan kegiatan positif seperti penyuluhan dan senam kesehatan bagi klinik Baloi,” tuturnya.

Klinik Baloi berlokasi di Jalan Bunga Raya bersebelahan dengan kantor Polsek Lubuk Baja dan Kantor Camat Lubuk Baja dengan membuka layanan poli umum, poli gigi dan poli kebidanan.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolsek Lubuk Baja, Lurah Baloi, jajaran pegawai RSOB BP Batam, dan tokoh masyarakat. ***

BP Batam, Bangun IPAL senilai 43 Juta US Dollar, Target September 2019 Kelar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam yang mendapat dukungan dari Pemerintah Korea tengah membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Pembangunan IPAL dilakukan di tujuh titik daerah Batam secara bertahap dengan total bantuan dana 43 Juta US Dollar atau Rp 387.712.253.500.

Anggota 4 atau Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam Robert M Sianipar mengatakan beberapa tahun kedepan Batam terancam krisis air. Untuk mengatasi itu, pemerintah harus segera mencari waduk-waduk tambahan atau memanfaatkan air limbah untuk diproses dan digunakan sebagai kebutuhan masyarakat.

“Air kita sangat terbatas. Dan kita mendapatkan teknologi untuk pengelolaan air limbah hingga jadi air cukup bersih. Air tersebut sudah bisa digunakan untuk keperluaan ekonomi, industri dan masyarakat,” kata Robert di Gedung Marketing BP Batam, Batamcenter, Selasa (11/4).

Dijelaskannya, pembangunan IPAL dilakukan di tujuh titik kawasan Batam diantaranya

  • Bengkong,
  • Batuampar,
  • Nagoya,
  • Batam Center,
  • Sagulung
  • Telagapunggur.

Air limbah yang diolah diharapkan bisa kembali dikonsumsi, tentunya dengan pemrosesan kembali. Dengan memasukan air limbah yang telah diolah jadi air bersih dan memasukan ke waduk.

“Untuk air minum harus diproses kembali dengan cara dimasukan ke dalam waduk dan diolah jadi air baku oleh ATB. Syaratnya air yang diolah itu tidak beracun dan tercemar,” jelasnya.

Untuk konsultan hingga pembangunan dilakukan langsung oleh pihak Korea. Dimana pembangunan tahap awal dilakukan di kawasan Batam Center yang membutuhkan 114 kilometer pipa. Dan memutuskan 11 ribu sambungan rumah warga untuk proses ini.

“Kami mulai prosesnya bulan April ini dan diharapkan bisa selesai 30 bulan kemudian atau September 2019. Proyek ini akan membuat 114 kilometer jaringan pipa dan membongkar 11 ribu sambungan ke rumah warga,” terang Robert.

Kenapa pembangunan dan Konsultan dari Korea? Menurut Robet itu merupakan kesepakatan karena bantuan tersebut merupakan dari Korea. Dimana Korea memberi pinjaman lunak 43 Juta US Dollar atau Rp 387.712.253.500. Pinjaman itu bisa dibayar dalam jangka 30 tahun dengan bunga hanya satu persen. Namun untuk komponen yang digunakan 60 persen dari Indonesia dan 40 persennya lagi merupakan produk Korea.

“Sistem pembayaraanya “soft loan”, pemerintah akan membayar secara berangsur selama 30 tahun. Yang bayar Pemerintah pusat dengan kami (BP) Batam. Mungkin kedepannya kami juga akan minta bantuan pemerintah Provinsi dan Daerah. Karena ini untuk masyarakat dan Batam juga,” imbuh Robert.

Menurut dia, teknologi dari Korea itu sudah teruji di beberapa daerah di Indonesia seperti Bekasi dan rencananya DKI juga akan menyusul. Keunggulan teknologi tersebut juga tidak memakan banyak tempat, selama pengolahan juga tidak menimbulkan bau hingga lebih hemat biaya, dibandingkan teknologi IPAL sebelumnya.

“Banyak keunggulan dari teknologi IPAL ini. Untuk tahap awal pengawasan IPAL memang dilakukan Korea, namun kedepannya kita yang akan mengawasi, sehingga tidak tergantung lagi dengan Korea,” papar Robert.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan mengatakan pengelolaan air limbah menjadi air bersih memang sangat mahal. Namun manafaatnya dapat dirasakan jangka panjang oleh masyarakat, seperti negera Singapura. Dimana Singapura memanfaatkan setiap tetes air hujan untuk dikumpulkan menjadi air bersih. Sekitar 30 persen air hujan yang telah diolah itu akan menjadi limbah dan limbah itu kemudian diolah lagi menjadi air bersih.

“Kami ingin seperti itu juga, mendaur ulang air hingga bisa digunakan oleh masyarakat. Apalagi melihat keterbatasan air di Batam yang hanya memiliki enam waduk,” jelas Binsar. (she)

Lelang di Pemerintah Banyak Bermasalah

0
Dirut Batam Pos Marganas Nainggolan (tiga dari kiri) memberikan masukan kepada Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Pusat Syarkawi Rauf (dua dari kanan), Komisioner Nawir Messi (kanan) dan Ketua KPPU Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Batam Lukman Sungkar saat berkunjung ke redaksi Batam Pos, Kamis (13/4).
Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Lelang di pemerintah banyak berkasus. Demikian Ketua KPPU Pusat, Syarkawi Ra’uf.Hampir 80 persen di antaranya merupakan kasus persekongkolan tender dalam proyek pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah.

“Paling banyak terkait kartel dan monopoli, kurang dari 20 persennya kartel non tender,” kata Syarkawi saat mengunjungi Batam Pos, Kamis (13/4/2017).

Dalam kasus ini, kata dia, pemerintah dan peserta tender melakukan persekongkolan untuk memenangkan peserta tertentu. Agar tidak mudah diketahui, persengkokolan ini didesain sedemikian rupa.

Misalnya, proses lelang proyek pengadaan barang dan jasa tetap dibuka secara online. Sehingga siapapun yang memenuhi syarat bisa menjadi peserta tender.

“Namun siapa yang akan memenangkan tender itu sudah ditentukan panitia lelang,” ucap Syarkawi.

Sebagai lembaga independen, sambung dia, KPPU memiliki empat kewenangan yakni penegakan hukum, memberikan saran, merger dan akusisi serta melakukan pengawasan persaingan usaha. Kewenangan ini diatur di dalam undang-undang No 5 tahun 1999.

Direktur Utama Batam Pos, Marganas Nainggolan, mendukung langkah positif yang dilakukan KPPU. Dia menilai harus ada undang-undang yang tegas, sehingga kinerja dan fungsi KPPU sendiri lebih terasa, terutama dalam pengawasan dan penindakan persaingan usaha.

“Batam Pos mendukung dan kami percaya kinerja KPPU,” tuturnya.

Marganas menduga, praktik persaingan usaha yang tak sehat masih marak terjadi di Batam. Dugaan ini muncul jika menilik harga komoditas di Batam yang masih sangat tinggi. Misalnya harga kebutuhan pokok. Padahal Batam merupakan daerah bebas pajak.

“Apakah kartel atau monopoli, KPPU-lah yang bisa menjawabnya,” tantang Marganas didampingi Pemimpin Redaksi Batam Pos Muhammad Iqbal, dan Kordinator Liputan Batam Pos Yusuf Hidayat. (rng)

Tingkatkan Konseling dan Pelayanan KB

0
foto: cecep / batampos

batampos.co.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri mengadakan sosialisasi peningkatan akses dan kualitas penggerakkan pelayanan KB dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Hotel Pasifik, Batuampar, Rabu (12/4).

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk  dan Keluarga Sejahtera BKKBN Kepri, Humala Lubis mengatakan tujuan sosialisasi ini juga untuk meningkatkan pemahaman mengenai metode kontrasepsi modern dan program kesehatan reproduksi.

Para peserta yang terdiri dari OPD-KB kabupaten kota, dokter, bidan, klinik, Dinas Kesehatan Kota Batam, Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Kepri, Barisan Muda Tionghoa Indonesia (BMTI) Batam dan mahasiswa diharapkan memahami pedoman pelaksanaan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dari hukum.

“Sehingga tercapainya revitalisasi dan pemantapan program KB perusahaan di Era JKN,” ujarnya.

Seperti hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia menunjukkan angka kematian ibu yang masih tinggi dan mengalami peningkatan dari 226 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2007 menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2012.

Pemberian konseling dan pelayanan KB diharapkan dapat meningkatkan kesertaan ber KB, utamanya metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Dan dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu tersebut,” jelasnya.

Kata dia, keberhasilan program kependudukan dan KB perlu mendapat dukungan semua pihak, khususnya sektor swasta.

“Revitalisasi dan pemantapan KB perusahaan menjadi tantangan besar di era JKN ini, yang mana diharapkan seluruh karyawan dan karyawati sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Belum lagi tuntutan Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus mempunya kompetensi dan bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelayanan KB. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menjadikan pelayanan KB berkualitas.

“Dalam setiap profesi, konseling pra pelayanan dan penerapan tindakan persetujuan medis sangat penting dilakukan, agar terjadi harmonisasi,” ujar Humala.

“Dengan demikian pembinaan kesertaan ber KB dapat tercapai, yang tentunya secara tidak langsung mengurangi angka putus pakai kontrasepsi (DO) serta terhindar dari malpraktek,” pungkasnya. (cr18)

Bintan Minim Tenaga Ahli Medis

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dr Gama, mengakui saat ini ketersediaan tenaga ahli medis masih sangat kurang di Kabupaten Bintan. Seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan, dimana sampai saat ini belum memiliki dua tenaga ahli, yakni dokter bedah dan dokter penyakit dalam.

“Kekurangan memang masih kita alami. Khususnya untuk spesialis bedah dan spesialis penyakit dalam yang belum dimiliki di RSUD. Sementara untuk puskesmas yang ada disini (Bintan, red) tenaga analisis kesehatan, dan tenaga penyuluh kesehatan, yang masih sangat kurang, karena langsung dari pusat,” ungkap Gama, Rabu (12/4).

Walaupun demikian, lanjutnya Dinkes Bintan, tetap terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Bintan. Meskipun tenaga medis yang dimiliki masih jauh dari yang diharapkan.

Kasubag Pegawai Dinas Kesehatan Bintan, Safriman menuturkan saat ini di Kabupaten Bintan, memiliki sebanyak 128 orang tenaga medis dan 129 orang tenaga perawat yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Jumlah perawat ada 129, dokter umum ada 35 orang, dan bidan ada 75 orang, serta ditambah dokter gigi ada 18 orang Semuanya tersebar di 15 Puskesmas, dan di 2 RSUD yang ada di Bintan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Safriman, jumlah keseluruhan tersebut sudah termasuk penempatan tenaga Bidan yang ditambah satu perawat di masing-masing desa/kelurahan. Termasuk juga di wilayah pesisir. Menanggapi kekurangan dua tenaga ahli di RSUD Bintan, kata Safriman saat ini RSUD sudah melakukan kerjasama MoU dengan pihak RSUP Tanjungpinang, untuk menutupi kekurangan dua tenaga ahli tersebut.

Ia menambahkan kendala tersebut juga sudah dilaporkan kepada Kemeterian Kesehatan RI, namun sampai saat ini belum ada solusi yang diberikan.

“Bahkan, Dinkes Bintan, sudah sempat melakukan kerjasama dengan pihak UGM, maupun UNPAD di Bandung untuk meminta dua tenaga ahli yang dibutuhkan. Namun belum ada tindaklanjutnya,” tutupnya. (cr20)

ATB Batam Terima Penghargaan dari Kanwil DJP Riau-Kepri

0

ATB Batam mendapat penghargaan secara langsung dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau dan Kepri di Neptune Meeting Room Planet Holiday Batam, Rabu (12/4/2017) malam.

ATB Batam termasuk wajib pajak yang berkontribusi di KPP Madya Batam.

Penghargaan itu diterima langsung oleh President Director ATB Ir Benny Andrianto, MM dari Kakanwil DJP Riau dan Kepri Jatnika disela-sela acara Dinner Talk with Madya Batam ‘Proyeksi Bisnis wajib Pajak Tahun 2017.

Bersama PT Adhya Tirta Batam, para pimpinan maupun perwakilan perusahaan ternama di Batam dan Kepri terlihat menerima. Diantaranya PT Schneider, PT Mc Dermott Indonesia, PLN Batam, PT Bahtera Bahari shipyard, Citra Tubindo, Batamindo Investment Cakrawala, PT Teguh Metta Internusa, Citra Shipyard, Mas Wahana Citra Buana dan Budi Jaya Putra Kampar.

Menanggapi penghargaan tersebut, Raja Roy Manager Keuangan ATB mengatakan dengan adanya penghargaan ini menunjukkan bahwa ATB menjadi perusahaan yang telah diakui oleh DJP Pajak sebagai perusahaan yang taat dan tertib dalam melakukan pembayaran pajak.

Dan penghargaan ini, merupakan kali kedua diberikan oleh DJP Pajak Riau dan Kepri ke ATB dalam kurun waktu berturut-turut.

“Penghargaan ini menjadi sebuah tanda kepatutan perusahaan dalam melakukan aturan-aturan yang sudah ditentukan oleh perpajakan. Kita sangat bersyukur atas penghargaan ini,” terang Raja Roy.

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil DJP Riau dan Kepri, Jatnika mengatakan, penerimaan pajak di Kepri dan Riau memang berkorelasi positif dengan kondisi ekonomi di dua daerah ini. Meski demikian, pada tahun 2016 merupakan tahun dengan titik ekonomi terbawah di Kepri.

“Ini terlihat juga dari penerimaan pajak di Kepri. Tahun 2016 tumbuh tapi ke bawah. Minus tiga persen,” kata Jatnika.

Namun ia mengaku sangat optimistis, di tahun 2017 ini penerimaan pajak akan mencapai target searah dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik.

“Kepri selama tiga bulan pertama tahun 2017 ini di atas lima persen. Kalau Riau masih dua persen. Tumpuan kami untuk pajak ini memang dari Kepri. Saat tax amnesty lalu, uang tebusan dari Riau dan Kepri itu mencapai Rp 2,1 triliun. Dari jumlah itu, Rp 1,1 triliunnya itu dari Kepri,” kata Jatnika.

Kepada kepala KPP Madya Batam, Jatnika pun berpesan untuk bisa mengawasi para wajib pajak serta stafnya. Ia mengingatkan agar diskusi staf dengan wajib pajak tidak dilakukan sendiri.

“Dampingi. Jangan cuma seorang ketemu seorang wajib pajak. Dua orang, atau tiga orang pun bisa,” ujarnya. ***

Rp 30 Miliar untuk Benahi Pantai Kencana

0
Petugas kebersihan mengumpulkan sampah ke bak penampungan sementara di TPS Pantai Kecana, Ranai, Natuna. Foto: Aulia Rahman/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan kawasan Pemukiman Pertanahan Pemkab Natuna Agus Supardi mengatakan, pantai Kencana Ranai akan tetap dibangun menjadi ikon Kabupaten.

Pemerintah Daerah kata Agus Supardi, sudah mengusulkan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Anggaran tersebut bertahap selama tiga tahun. Dan sudah mendapat dukungan dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

“Tahun 2017 ini Kementerian PU kucurkan dana sebesar Rp 5 miliar,” kata Supardi kemarin.

Agus Supardi mengatakan, perencanaan pembangunan pantai kencana tersebut ke depan nya akan dilengkapi berbagai fasilitas yang bersifat positif untuk anak, remaja dan dewasa. Sekarang untuk jogging track sudah dibangun.

“Tahun ini dibangun untuk kebutuhan lapangan upacara 17 Agustusan. Sesuai dengan tahapan master plan, hamparan lahan dipasang paving blok,” ujar Supardi.

Desainnya sambung Agus, perencanaannya berdasarkan konsep awal daerah maritim. Kawasan pantai Kencana juga akan dibangun tugu yang mencerminkan ikon Natuna. Seperti diambil dari sisi potensi perikanan atau migas.

Untuk tekhnis pelaksanaan sambungnya, pihaknya sudah berkoordinasi beberapa instansi terkait, Kecamatan, Kelurahan, untuk mensterilkan kawasan pantai Kencana. Agar tidak mengganggu proses pelaksanaan pekerjaan. (arn)

Liburan ke Batam, Tak Sekedar Memanjakan Mata

0
foto: kemendagri.go.id

Sejak puluhan tahun yang lalu, Batam dikenal sebagai pulau yang menjadi gerbang pertama jalur perdagangan laut di Indonesia. Pulau ini juga memiliki aturan tersendiri soal pajak barang impor yang membuatnya jadi jujugan para pedagang untuk kulakan berbagai barang.

Tapi Batam tidak hanya surga bagi para pedagang dan pengusaha. Pulau ini juga memiliki keindahan yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Hampir sama dengan kepulauan di Riau lainnya, Batam juga memiliki pantai-pantai yang amat indah. Salah satu yang paling terkenal adalah Pantai Melur yang memiliki pasir putih nan landai dan air laut yang gelombangnya tak terlalu tinggi.

Dengan geografis pantai yang seperti ini, Pantai Melur bisa jadi jujugan pertama untuk liburan ke Batam. Lautnya yang tenang bisa dipakai untuk berenang, dan juga bermain banana boat atau sekedar rebahan santai di atas pasirnya.

Selain Pantai Melur, tempat wisata favorit lainnya adalah Pantai Nongsa. Lokasinya sangat dekat dengan bandara dan juga pusat kota. Jadi mudah saja untuk menikmati indahnya pantai yang cantik ini.

foto: via skpd.batamkota.go.id

Pada akhir pekan, Pantai Nongsa biasanya penuh dengan wisatawan dari berbagai kota. Dengan harga tiket pesawat ke Batam yang semakin murah, dan tiket pesawatnya pun bisa didapatkan secara online dengan mudah, semakin banyak wisatawan yang berburu keindahan Pantai Nongsa di akhir pekan. Untuk informasi lebih banyak mengenai harga & pemesanan tiket, klik link berikut.

Di malam hari, Batam memiliki tempat wisata yang cantik-cantik seperti Bukit Senyum. Dari bukit ini, pemandangan kota Batam dan Singapura nampak jelas dan sangat indah. Selain itu juga ada wahana Ocarina Park yang boleh dibilang sebagai miniature ferris wheel di Singapura yang menjulang. Bianglala ini dibangun di tepi pantai seperti di negara tetangga, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Tapi soal pemandangan dari atas bianglalanya, sama indah dengan milik Singapura.

Yang menjadi tempat liburan andalan di Batam tentu saja berbagai mall dan pasar-pasar yang bisa membuat mata jadi lapar. Mulai dari tas-tas branded dengan berbagai tingkat kualitas, sampai barang elektronik yang bisa dibeli tanpa pajak barang mewah, semua ada di Batam.

Namun jika berniat untuk membeli barang elektronik, harus senantiasa berhati-hati dalam memilih, terutama untuk yang tergoda dengan penawaran online. Berbeda dengan tiket pesawat online yang terjamin keamanan transaksi dan barangnya, membeli ponsel atau kamera barang Batam secara online cukup rawan. Bahkan yang metode transaksinya COD sekalipun, harus benar-benar dilihat dengan seksama barang yang ditawarkan, sebelum memutuskan untuk membeli.

Liburan ke Batam juga tidak lengkap jika tidak mencicip kuliner-kuliner yang bertebaran di seluruh sudut kota. Memang belum ada kuliner yang sangat khas dari pulau ini, tapi yang wajib dicoba adalah makanan berbahan dasar seafood yang beraneka ragam. Mulai dari kepiting, cumi sampai kerang ada di berbagai resto di Batam.

Selain itu kuliner yang banyak diburu di Batam adalah masakan-masakan khas Melayu. Ada banyak resto dan warung pinggir jalan yang menyajikan berbagai menu seperti mie tarempa dan luti gendang. Menu-menu ini wajib dicicip agar sah sudah pernah liburan ke Batam.

Batam tak hanya cocok jadi tempat belanja berbagai barang untuk dijual kembali. Tapi juga bisa jadi tujuan wisata yang tak kalah menarik dibandingkan dengan pulau-pulau lain di kawasan Kepulauan Riau dan Tanjung Pinang. ***