Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13647

Diskominfo Kumpulkan Provider Jaringan Komunikasi

0
batampos.co.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Kepri, Guntur Sakti bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan jaringan komunikasi di Natuna, Anambas dan Lingga (NAL). Karena komunikasi kebutuhan penting bagi pembangunan Kepri.
“Di era teknologi ini, komunikasi menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Apalagi bagi daerah yang berada digaris terdepan seperti NAL,” ujar Guntur Sakti dalam pertemuan dengan provider telekomunikasi di Kantor Dikominfo Kepri, Tanjungpinang, Kamis (13/4).
Menurut Guntur, terjadinya down bandwidth, di Natuna dan Anambas belum lama ini, mengundang berbagai reaksi dari kedua kepala daerah tersebut. Bupati Natuna langsung melayangkan surat kekecewaan ke Presiden. Sedangkan Bupati Anambas mengirimkan surat yang sama ke Menko Polhukam.
“Kepri adalah daerah yang darurat telekomunikasi. Persoalan ini tentunya harus segera di tuntaskan,” tegas Guntur.
Masih kata Guntur, ada beberapa lokasi yang sudah dibangun tower. Tetapi sampai sekarang tidak di operasionalkan. Daerah tersebut adalah, Pekajang, Lingga. Ditegaskan Guntur, NAL memang harus mendapatkan perhatian ekstra soal jaringan komunikasi ini. Penderitaan juga sangat dirasakan Masyarakat yang berada di Pulau Terdepan, Terpencil dan Terisolir (3T).
Lebih lanjut katanya, daerah-daerah yang sudah terjamah jaringan komunikasi di NAL belum menggunakan sistem Fiber Optik (FO). Artinya jaringan komunikasi masih menggunakan sistem satelit. Hal ini yang membuat biaya komunikasi di NAL lebih mahal di bandingkan daerah-daerah seperti Batam, dan Tanjungpinang.
Berangkat dari persoalan tersebut, pihaknya berinisiatif untuk mencari solusi terbaik dengan mengundang provider telekomunikasi. Seperti Telkomsel, XL, M3 dan Tower Bersama Group (TBG). Dijelaskan Guntur, dari pertemuan tersebut pihaknya sudah mendapatkan beberapa masukan untuk menuntaskan persoalan komunikasi di Kepri.
“Kita akan terus gesa, supaya kebutuhan jaringan komunikasi Kepri terpenuhi. Kita juga berharap program Palapa Ring pemerintah tuntas 2018 mendatang. Sehingga bisa menjadi spirit baru bagi telekomunikasi Kepri,” harap Guntur.
Manager Telkomsel, Soni mengatakan adanya tower atau BTS yang belum beroperasi, lebih disebabkan hitunga-hitungan bisnis. Apalagi Telkomsel bukan mutlak milik Indonesia. Karena ada saham pihak luar disana. Diakuinya terjadinya down bandwidth di Natuna dan Anambas kemarin, adalah bagian dari kebijakan pemegang saham.
“Pada prinsipnya kita sangat tidak ingin, jaringan komunikasi di Natuna dan Anambas terganggu. Tetapi besarnya operasional juga menjadi pertimbangan,” ujar Sony.
Dikatakannya juga, untuk Natuna dan Anambas memang tidak bisa di jangkau dengan menggunakan sistem radio. Tetapi sudah menggunakan VSAT (very small aperture terminal), terhubung langsung dengan satelit. Sistem ini memang biaya operasionalnya sangat tinggi.
Dikatakannya juga, ada jalan terbaik adalah meminta dukungab dari Universal Service Obligation (USO) dalam membangunan jaringan-jaringan komunikasi. Karena itu bagian dari Pemerintah.
“Kita bisa membantu pembangunan jaringN komunikasi. Tetapi juga membutuhkan subsidi dari pemerintah daerah. Karena membutuhkan biaya yang mahal,” papar Soni.
Pada kegiatan yang dihadiri Diskominfo Natuna, Anambas, Lingga dan Bintan tersebut, Guntur kembali menambahkan diakhir pertemuan. Ia mengharapkan Pulau Pekajang, dan Berhala harus digesa. Karena pernah viral di media, Gubernur lost kontak di Pekajang, Lingga.
“Kami sangat mengharapkan dukungan provider-provider komunikasi di Kepri ini. Sehingga pembangunan sistem komunikasi di Kepri terwujud dengan baik. Keinginan pemerintah daerah adalah merangkai Kepri dengan konektiviti,” tutup Guntur.(jpg)

Sembunyikan Sabu di Selangkangan, saat Maro Melintas Alarm Berbunyi

0
GM Hang Nadim Suwarso (kiri), dan Iptu Betty menginterogasi Maro (tengah)

batampos.co.id – Satuan pengamanan bandara (Avsec) Hang Nadim Batam mengamankan sabu seberat 548 gram yang ditemukan di selangkangan Maro,30 pada Jumat (14/4). Sabu direncanakan akan dibawa Maro ke Lombok.

“Kami sudah serahkan ke Polresta Barelang,” kata General Manager Operasional Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Jumat (14/4).

Dari penuturan Suwarso, didapat kronologis penangkapan tersebut. Maro dengan menggunakan baju batik merah, terlihat meyakinkan memasuki terminal bandara. Saat di pintu masuk terminal, Maro bisa masuk tanpa dicebat petugas di Security Check Point I.
Maro lalu melakukan check ini di konter Lion Air, dengan kode booking FWBYMT.

Satu kode booking ini untuk dua tiket. Satu tiket duduk di kursi 22 C dan satunya lagi di 29A. Setelah selesai Check In, laki-laki kelahiran Aceh Timur ini kemudian menuju ke ruang tunggu A9.

Namun sebelum memasuki ruang tunggu tersebut, terlebih dahulu harus melalui SCP II. Disini gerak gerik Maro mulai terlihat mencurigakan. Saat Maro melewati pintu walkthrough, ada bunyi yang menandakan sesuatu yang tak beres. Sehingga petugas memeriksa Maro secara manual.

Dibagian selangkangan Maro dirasakan ada yang aneh, petugas avsec membawanya ke ruang pemeriksaan. Saat diminta Maro membuka celananya, disana ditemukan sebungkus plastik bening berisikan narkoba jenis sabu.

Mendapati hal ini, petugas sekuriti bandara berkoordinasi dengan Polsek Bandara.

“Selain narkoba, diamankan juga uang Rp 1.821.000, dua unit ponsel, satu atm,” ungkap Suwarso.

Ia mengatakan ini sudah kesekian kalinya petugas bandara menangkap kurir nakroba. Suwarso mengungkapkan pihaknya sudah bekerjasama dengan berbagai instansi terkait, agar penyelundupan narkoba bisa diatasi di Hang Nadim.

“BNN, Polisi, Beacukai dan instansi lainnya,” ucapnya. (ska)

Food Court Rp 13 M, Batal Dibangun

0
Pemko Tanjungpinang berencana membangun food court di kawasan Melayu Squere Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Sekda Pemko Tanjungpinang, Riono memastikan proyek pembangunan food court di Area Melayu Square, Tepi Laut gagal dibangun Pemko Tanjungpinang tahun ini.
Sebelumnya gedung yang akan dijadikan pusat kuliner di Tanjungpinang itu sudah dianggarkan di APBD tahun 2017 sebesar Rp 13 miliar dari perencanaan awal Rp 25,6 miliar.
Informasi yang dihimpun Batam Pos, gagalnya pembangunan food court itu sudah diumumkan Pemko Tanjungpinang melalui Surat Edaran Sekdako nomor 050/335/4.1.06/2017 tertanggal 10 April 2017 tentang penundaan dan rasionalisasi pelaksanaan kegiatan OPD tahun anggaran 2017.
Mengacu surat edaran tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanjungpinang menerbitkan nota dinasnya kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Pembangunan Fasilitas Umum nomor 800/108/5.15.01/2017 tanggal 11 April 2017 perihal penundaan atau pembatalan proses pelelangan pembangunan gedung Food Court serta Surat PPK DPU Nomor 40/274/5.15.03/2017 tanggal 11 April 2017.
Menindaklanjuti kedua surat itu, Unit Layanan Pengadaan (ULP) kelompok kerja 4 bidang konstruksi mengumumkan pembatalan pelelangan di websitenya, Rabu (12/4).
“Kondisi keuangan daerah sedang defisit. Terpaksa kami batalkan proyek pembangunan food court di tahun ini,” ujar Riono saatdikonfirmasi, Kamis (13/4).
Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Tanjungpinang, Riono harus mengambil kebijakan untuk menyiasati defisit anggaran yang menerpa APBD. Salah satunya membatalkan proyek senilai Rp 13 miliar itu.
Sebab Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) hanya sebagian saja yang dapat ditransfer Pemerintah Pusat.
Bahkan kata Riono, Pemko Tanjungpinang juga mengalami kendala dalam dana tunda bayar kegiatan pemerintahan 2016. Maka tak hanya sekedar food court saja yang dibatalkan, termasuk proyek lainnya.
“Kami sudah surati 33 kepala OPD. Diminta seluruh OPD melakukan evaluasi dan rasionalisasi kegiatan bersumber APBD. Jadi batalkan kegiatan fisik yang tak menyentuh masyarakat agar 2018 mendatang Pemko Tanjungpinang terhindar dari tunda bayar kegiatan lagi,” bebernya.
Sementara itu Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul mengaku banyak dana tunda salur yang tidak akan ditransfer ke Pemko Tanjungpinang.
Akibat APBD 2017 mengalami defisit anggaran sebesar Rp 117 miliar. Maka untuk menyiasati defisit itu terpaksa dilakukan pembatalan pelaksanaan pembangunan fisik yang telah direncanakan tahun ini.
“Kami juga sangat menyayangkan pembangunan food court dibatalkan. Tapi APBD kita lagi defisit, jika tetap dijalankan krisis keuangan daerah akan lebih parah lagi,” ungkapnya.
Dalam Kebijakan Umum Anggaran Pioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) kata Syahrul, pembangunan food court menjadi pioritas utama 2017. Bahkan tahapan pengumuman lelangnya sudah dilakukan dan tinggal pelaksanaan.
Namun lanjut Syahrul, program pioritas itu berubah secara mendadak. Sebab hasil rapat evaluasi tim TAPD Kota Tanjungpinang triwulan pertama mendapatkan informasi akan ada permasalahan dana tunda salur yang tak dibayarkan oleh Pemerintah Pusat. Maka dengan terpaksa, TAPD mengeluarkan kebijakan pembatalan pembangunan food court tersebut.
“Itu sudah kebijakan. Mau tak mau harus dilaksanakan. Karena untuk kebaikan daerah ini juga,” jelasnya.
Diakui Syahrul, masih banyak lagi proyek fisik yang akan gagal dilaksanakan tahun ini. Sebab seluruh OPD sudah disurati untuk membatalkan proyek-proyek yang kurang menyentuh kemasyarakat di instansinya masing-masing.
“Kalau proyek mana saja yang akan batal, saya belum tahu. Tunggu arahan pak Lis (Walikota Tanjungpinang, red) dululah. Karena kebijakan itu ada di tangan beliau,” ungkapnya. (ary)

Ular Piton Jalani Rehabilitasi Akibat Kecanduan Narkoba

0

Seekor ular piton sepanjang dua meter dimasukkan ke dalam penjara untuk menjalani rehabilitasi.

Kementerian Hukum Australia mengatakan, ular itu akan menghabiskan enam pekan untuk detoksifikasi dan akan dirawat oleh narapidana di Wildlife Care Center, Lembaga Pemasyarakatan John Morony, Windsor, New South Wales.

Menurut pengawas senior Lapas tersebut, Ian Mitchell, piton itu telah menyerap methamphetamine atau ice melalui kulitnya, dan diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk memulihkannya.

“Butuh waktu untuk menghilangkan efek obat dari sistem ular itu. Sebelumnya kami berhasil menenangkannya setelah beberapa bulan perawatan berhasil mengembalikan pola makan,” kata Mitchell, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (11/4)

Ular itu ditemukan oleh polisi setelah penggerebekan pada 2016 di sebuah laboratorium methamphetamine, dimana ular sering digunakan oleh bandar narkoba untuk menjaga obat mereka.

Sayangnya ular itu hidup di dalam kotak yang tercemar dengan radiasi dari methamphetamine dan partikel berbahaya lainnya sehingga ular menjadi kecanduan terhadap narkoba dengan konsekuensi yang berbahaya.

Ular itu menjadi gelisah, kerap menyerang dan sangat agresif jika tidak segera diberikan obat terlarang itu. Biasanya ular jenis itu tidak suka menyerang dan lebih suka berbaring.

Wildlife Care Center Lapas John Morony di Windsor, merupakan tempat untuk merehabilitasi narapidana dengan sistem keamanan yang tidak terlalu ketat. Para narapidana tersebut bertugas untuk memberi makan, membersihkan dan merawat beberapa hewan termasuk reptil yang mengalami cedera hingga sembuh.

Tujuan dibuatnya tempat itu agar dapat menanamkan dalam diri mereka rasa tanggung jawab dan pelayanan dalam diri narapidana. Sehingga ketika bebas narapidana menjadi lebih baik dan membuat masyarakat merasa lebih aman. (jpgroup)

Batam Shipyard Offshore Association: 20 Galangan Kapal Tutup

0

batampos.co.id – Kondisi industri galangan kapal (shipyard) di Batam kian mengkhawatirkan. Asosiasi perusahaan shipyard Batam atau Batam Shipyard Offshore Association (BSOA) mencatat, sejauh ini sudah ada 20 galangan kapal yang tutup karena sepinya pesanan.

“Anggota BSOA itu ada 50, dan 20 perusahaan sudah berhenti produksi,” kata Sekretaris BSOA, Suri Teo, Kamis (13/4).

Sementara 30 perusahaan lainnya mencoba bertahan karena masih menyelesaikan pesanan kapal di tahun lalu. Sebagian lainnya hanya melakukan perbaikan kapal-kapal kecil. Sedangkan mengenai jumlah karyawan, saat ini tinggal tersisa 2.500 orang.

Kondisi suram industri galangan kapal ini diperburuk oleh tarif jasa kepelabuhanan yang melambung. Tarif terbaru  yang dirilis Badan Pengusahaan (BP) Batam dinilai sangat memberatkan. “Untuk melakukan perbaikan kapal saja, para pemilik kapal akan menghitung kembali karena biayanya tinggi,” jelasnya.

Ia menjelaskan tarif utama yang dianggap tinggi adalah tarif labuh tambat. “Kalau bisa tarif labuh tambat itu turun agar bisa bersaing dengan tetangga,” jelasnya.

Memang untuk tarif kapal berbendera Indonesia masih kompetitif. Namun untuk kapal berbendera asing sangatlah tinggi. “Ya kami ingin tarifnya diturunkan untuk mengundang kapal besar masuk ke Batam,” jelasnya.

Ia menjelaskan Malaysia berwacana akan menerapkan tarif labuh tambat nol persen untuk kapal yang akan melakukan perbaikan. “Seharusnya kita bisa lebih dulu menolkan tarif tersebut,” jelasnya.

Dengan begitu, maka kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan dunia maritim akan bergerak. “Kru kapal akan isi minyak, air, dan akan berbelanja sehingga ekonomi bisa hidup,” ujarnya.

Sedangkan Anggota Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Batam, Taba Iskandar, mengatakan permasalahan tarif jasa pelabuhan harus didudukkan antara lembaga BP Batam dan para pengusaha pelayaran.

“Masalah ini harus didudukkan secara kelembagaan. Jangan karena dulu ada kebocoran jadi ditimpakan dengan tarif mahal untuk tutup kebolongan tersebut,” ujarnya. (leo)

Gratis Konsultasi Pilihan Furniture yang Tepat

0
Salah satu dapur modern dibuat oleh Finn Cabinetry System and Interior Design.F. Kristina untuk batampos.

batampos.co.id – Selain menawarkan jasa pembuatan aneka perabot rumah dari berbagai macam kreasi, Finn Cabinetry System and Interior Design Batam, juga melayani jasa konsultasi tanpa biaya. Hal itu memberikan kemudahan kepada customer untuk menentukan pilihan furniture yang diinginkan.

“Kami dapat memberikan solusi atas keinginan customer,” ujar Penanggung Jawab Finn Cabinetry System and Interior Design Batam, Kristin Chandra, Rabu (12/4).

Dia mengatakan, selain mendapatkan jasa konsultasi gratis, apa
bila customer telah membuat perabot di Finn Cabinetry System and Interior Design, dalam tiga bulan ke depan setelah pembuatannya, perabot yang dibuat masih mendapatkan pelayanan khusus. “Petugas kami akan datang untuk melakukan pengecekan apabila ada masalah akan diperbaiki segera,” ungkapnya.

Kristin menyampaikan, mengenai material yang digunakan dalam pembuatan furniture adalah solid surface, material ini berkualitas international, dipilih karena tahan resapan air, tidak ada sambungan, lebih rapi, jika kotor bisa dipoles dan akan kebali seperti baru lagi. Selain menggunakan material solid surface, juga menggukan material flaywood. “Produk yang kami tawarkan anti rayap, anti lembab biasanya kerap terjadi di tempat cucian dan juga tidak berbau,” ungkap Kristin.

Dalam pengerjaan setiap perabotnya, anak cabang dari perusahaan CV Cipta Panel Perkasa Medan ini, menawarkan pembuatan dengan sistem knockdown. Sistem ini merupakan sebuah kontruksi pada produk furniture yang waktu pembuatannya agar bisa dibongkar dan dirakit lagi.

Kekuatan pada knockdown adalah seperti baut khusus yang di gunakan untuk merekatkan pada kontruksinya, dan furniture knockdown tanpa menggunakan paku bahkan lem untuk menyambungkan kontruksi.

“Seluruh komponen material sistem saling terkoneksi. Apa bila hendak pindah perabot bisa ikut dipindahkan dan tidak akan rusak, karena tidak menggunakan sistem paku yang dapat merusak material,” ucap Kristin.

Sambung Kristin, keunggulan dari sistem knockdown dapat dibongkar pasang, model dapat diganti tanpa harus menganti keseluruhan material, tingkat ketahananya terjamin, tidak merusak dinding atau perobot pemilik rumah, peroses pemasangan cepat. “Sistem knockdown kurang lebih seperti permainan puzzle,” paparnya.

Lebih lanjut Dia menyampaikan, untuk proses pembuatan furniture sendiri ditangani oleh para pakar yang ahli dibidangnya. Bukan sekedar bagus dan akan kemewahnya, tetapi setiap perabot yang dibuat selalu dipertimbangkan baik desain, kesesuain ruangan dan juga fungsinya. Hal itu dipertimbangkan untuk memberikan kemudahan bagi pemiliknya saat menggunakan fasilitas tersebut.

“Terorganisir pengambilan barang gampang, semua barang kebutuhan dalam jangkaun tangan dan gampang dibersihkan,” jelasnya.

Mengenai harga pembuatan furniture ditawarkan mualai dari Rp 60 juta. Untuk bisa mendapatkan semua itu, customer dapat mengunjungi kantor yang berada di Komplek Grand Niaga Mas Blok A Nomor 60 Batamcenter. (cr14)

LG Siap Ekspansi dengan Teknologi Inverter

0

batampos.co.id – Memasuki kuartal kedua tahun ini, PT. LG Electronics Indonesia meluncurkan beragam perangkat elektronik rumah tangga berbasis teknologi interver, Selasa (11/4).

Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh Kevin Chou, Head of Air Solution B2C Sales & Marketing LG Headquarter, perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Prof Dr Ir Iwa Garniwa dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Presiden Direktur PT. LG Electronics Indonesia Jaeyoung Lee mengatakan berbagai inovasi pun dibenamkan dalam koleksi besar yang tersebar dari AC, lemari es, mesin cuci hingga perangkat masak elektronik micro wave oven. Kehadiran koleksi ini, sekaligus menandai fokus perusahaan yang bakal lebih ekspansif dalam pemasaran perangkat elektronik rumah tangga berbasis inverter.

“Dunia sedang bergerak menuju teknologi yang lebih baik dan ramah lingkungan. Sebagai perusahaan yang telah menjadi bagian dari komunitas Indonesia sepanjang 26 tahun, menjadi kewajiban kami untuk lebih berperan aktif dalam perubahan ini melalui penyediaan perangkat elektronik berbasis inverter,” ujar Jaeyoung Lee.

Pemanfaatan teknologi inverter sebenarnya memang bukan hal baru bagi LG. Bahkan, pabrikan perangkat elektronik konsumer berbasis di Korea Selatan ini termasuk rajin mempromosikan teknologi ini pada beberapa tahun belakangan di Indonesia.

“Keseluruhan koleksi ini menggambarkan keberhasilan sekaligus visi besar perusahaan membawa aplikasi teknologi inverter pada tingkatan lebih tinggi,” ujar Jaeyoung Lee lagi.

Teknologi inverter akan memberikan banyak manfaat kepada konsumen, terbukti dan diakui lebih hemat listrik, durabilitas, dan kenyamanan. Disisi lain, kehadiran teknologi ini sejalan dengan pemerintah yang menjalankan kampanye besar bertajuk Potong 10 persen sebagai gerakan yang bertujuan memperluas kesadaran terkait perilaku hemat energi.

“Koleksi perangkat elektronik rumah tangga inverter LG pada tahun ini menjadi istimewa. Berbagai inovasi disematkan yang mengoptimalkan kerja hemat listrik dari teknologi inverter,” katanya

Tak hanya itu, LG pun dikatakannya melengkapi keseluruhan koleksi ini dengan fitur pendukung kesehatan untuk memperkuat keberadaannya sebagai penunjang gaya hidup modern yang lebih peduli kesehatan. (cr19)

Cruise Datang 3 Menteri Menyambut

0
foto: cruiseadvice.com.au

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menpar Arief Yahya dan Menhub Budi Karya Sumadi menjemput cruise perdana di Tanjung Benoa, Bali, 13 April 2017.

Mereka didampingi Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R Golose. Mereka menyambut kedatangan perdana kapal pesiar Pacific Eden yang berada di bawah group Carnival Corporation & PLC dari Australia.

Para pejabat Kabinet Kerja itu, Menkomar Luhut, Menpar Arief dan Menhub Budi Karya itu langsung ditemui oleh Mr. Sture Myrmell, President of Carnival Australia of Carnival Corporation dan Mr. Mike Drake, Director P&O Australia Carnival Group. Mereka juga disambut oleh kesenian Bali yang tampil khas dengan musik yang dinamis dan para penari yang jelita dengan pakaian adat warna-warna emas.

Mereka menyebut Indonesia punya kekayaan dan keindahan alam yang sulit tertandingi. Indonesia punya segalanya, dan sangat berproapek dikembangkan sebagai destinasi cruise. Mereka sangat tertarik untuk bersandar ke Bali, Lombok, Jakarta sampai Komodo Labuan Bajo NTT.

“Sayangnya, bersandar di pelabuhan-pelabuhan Indonesia itu sangat mahal. Termasuk di Benoa Bali,” sebut Mike Drake, Director P&O Australia Carnival Group. Dia paparkan data benchmark biaya sandar yang 10-15 persen lebih mahal daripada Singapore, Malaysia dan Hongkong.

Tiga menteri itupun bengong dan terbelalak melihat biaya yang mahal itu. “Sementara fasilitas yang disediakan Pelindo III masih sangat minim. Dari soal air bersih, pengolahan sampah, sampai fasilitas di terminal. Strategi harga inilah yang membuat kapal-kapal cruise pindah sandar ke negara tetangga!” kata Luhut bersemangat.

Karena itu, Luhut langsung meminta Menhub Budi Karya untuk memanggil Pelindo III untuk membicarakan soal fee sandar dan lepas sandar di semua pelabuhan di tanah air. “Tolong perbaiki harganya, bechmark dengan Singapore,” jelas Luhut.

Menurut Menkomar, masalah port charges yang tinggi, fuel prices, sampah, air, dan lainnya, sudah bertahun-tahun terjadi. Terminalnya juga harus segera diperbaiki. Inilah critical yang harus segera diselesaikan.

“Tolong segera di deregulasi, dibuat kebijakan yang cepat untuk mengatasi hal tersebut, buat   National Cruise Tourism Strategy,” katanya.

Menkomar Luhut berjanji akan segera membereskan semua problematika di Pelindo III itu, agar bisa mendatangkan cruise lebih banyak lagi. Dia mengingatkan semua pihak agar bekerjasama untuk menyelesaikan masalah dan memperbaiki pernak-pernik hambatan. “Kerjasama antar Kementerian, Pemerintah Daerah, dan lembaga terkait lainnya harus terus bersinergi,” tuturnya di lantai 7 Kapal Pesiar berwarna biru tua itu.

“Semua peraturan yang tidak masuk akal dan mempersulit harus di deregulasi. Benoa ini akan dibangin terminal cruise bertaraf internasional, untuk persiapan IMF-World Bank Annual Meeting pada Oktober 2018 yang akan dihadiri oleh 13.000 sampai 18.000 peserta dari 189 negara,” kata Luhut.

Menko Luhut menjelaskan, ke depan Bali bisa dijadikan destinasi Fly and Cruise. Terbang ke Bali, lalu sailing dengan yacht mereka ke berbagai pulau di tanah air. Setelah selesai, menjelajahi pulau-pulau indah di Lombok sampai Labuan Bajo, Wakatobi, kembali ke Bali dan terbang ke negaranya

lagi.

Mimpi Menkomar adalah menjadikan Bali sebagai tempat para jet-setter dan orang-orang super kaya dunia.

Menpar Arief Yahya menambahkan cruise di Indonesia menurun jumlahnya, dari 400 calls menjadi 350 calls tahun 2016. “Tetapi jumlah penumpangnya bertambah, dari 200 ribu 2015  naik 260 ribu tahun 2016. Itu menunjukkan cruise yang bergerak ke Indonesia itu ukurannya lebih besar, dari small size ke medium dan big size,” jelas Arief Yahya.

Untuk cruise, lanjut Menpar Arief, Indonesia itu hanya mendapatkan 1 juta wisman, nilai devisanya USD 1 Miliar. Angka itu terlalu kecil dibandingkan potensi Indonesia senagai negara Bahari atau Maritim.

“Bandingkan dengan Malaysia, yang sudah 8 juta wisman, kita terlalu kecil kalau hanya 1 juta. Maka proyeksi kami akan menjadi 4 juta wisman atau USD 4,” katanya.

Group Carnival Corporation & PLC ini, memiliki 10 brand kapal pesiar dan 100 kapal, dan mengangkut lebih dari 10 juta wisatawan. Carnival juga mengagregat kapal-kapal besar, seperti AIDA, Carnival, Cunard, Holland America Line. fathorn, P&O Cruise, Princess Cruises & Seabourn.

Sepanjang 2017 itu, Carnival akan merapat ke Tanjung Benoa, Lombok, Komodo, Jakarta dan Purbalingga.(*)

 

Lets Capture, Latihan Motret agar Tak Asal Jepret

0

Pada 20 April 2017 nanti, Kementerian Pariwisata tak ragu menggelar” Lets Capture.

Turisme dan fotografi berjalan seiring. Tanpa fotografi, promosi turisme sulit dilakukan. Di sisi lain, fotografi juga makin maju karena adanya pariwisata.

Lantas apa sih Lets Capture itu? Mengapa juga itu ikut digelar Kemenpar?

“Ini semacam pelatihan untuk meningkatkan kompetensi fotografer kementerian. Pesertanya nggak cuma dari Kemenpar.Fotografer profesional dan tim dokumentasi Kementerian dan Lembaga Negara lainnya juga ikut kami undang. Jadi ada unsur kerjasama lintas sektor, dalam rangka Indonesia incorporated,” tutur Plh Karo Komblik Kemenpar Iyung Masruroh, Kamis (13/4).

Arbain Rambey, fotografer yang difollow 82.600 orang di Instagram ikut diundang. Begitu juga Darwis Triadi, Oscar Matulloh, Adek Berry, Edy  Santoso,  Angga Sasongko hingga Jozz Fellix. Nuansanya nanti disebut-sebut seperti ‘lebarannya’ fotografer nasional karena nama-nama top hadir semua.

Bahkan fotografer Kemenlu, Kemenko Kemaritiman, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, Kemenkominfo, Kemen PUPR, Kemenhub, Kemendikbud, Kemenpora, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemen PAN-RB, Kemenkop dan UKM, BNPB, juga ikut diundang ke acara.

Semua akan berbaur jadi satu bersama tim fotografi Kementerian Pariwisata RI. “Kerjasama  Indonesia Incorporated menjadi spirit kekuatannya. Ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional,” katanya.

Kebetulan, promosi turisme sedang dipacu habis-habisan. Dan fotografi ikut menjadi ‘mata’ dari semua promosi yang dilakukan. Semua keindahan, panorama keren, menjadi jendela sebelum orang memutuskan berwisata ke suatu daerah.

Menpar Arief Yahya menyebut agenda Lets Capture ini cukup strategis. Dasarnya jelas! Fotogafi sudah menjadi lifestylenya dari turisme. Tanpa fotografi, promosi turisme sulit dilakukan. Di sisi lain, fotografi juga makin maju karena adanya pariwisata.

“Dulu orang memotret, dicetak, disimpan. Sekarang orang memotret langsung share ke Instagram, Facebook dan Twitter. Ini juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan koordinasi tim dokumentasi Kementerian Pariwisata dengan tim dokumentasi Kementerian dan lembaga negara lainnya, serta fotografer profesional,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Output yang dicari, tentu foto-foto berkualitas. Yang punya ‘ruh’, punya sisi humanis, dramatik dan bisa mempoplerkan Pesona Indonesia kemana-mana.

“Jadi setelah acara jangan lupa eksplorasi sudut-sudut keindahan Pesona Indonesia. Jangan lupa viralkan ke dunia maya,” tuturnya. (*)                       

 

Festival Banyuwangi Kuliner 2017, Ehm… Ada Chef Juna

0
foto: kabar banyuwangi

Sejak 12 hingga 16 April mendatang, pecel pithik tak henti-hentinya dipromosikan di Festival  Banyuwangi Kuliner 2017.

Tak tanggung-tanggung, Banyuwangi ikut menggandeng juru masak Junior Rorimpandey, yang akrab disapa Chef Juna, untuk mempromosikan masakan khas daerah berjuluk Sunrise of Java itu.

“Kehadiran Dhef Juna sendiri jadi atraksi yang menarik lebih banyak pengunjung ke Festival Banyuwangi Kuliner,” tutur Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (13/4).

Jurus Bupati Azwar Anas itu pun langsung mengena. Masyarakat dan wisatawan langsung ‘menyerbu’ Festival Banyuwangi Kuliner 2017. Ada yang antusias menonton aksi Chef Juna, membuat Vlog dengan latar belakang Chef Juna, sebagian ada juga yang juga yang berselfie ria dan memviralkan ke dunia maya.

Semua seakan tak ingin melewatkan momentum kedatangan ‘Arjuna’nya kuliner saat memasak masakan khas Banyuwangi. Pesona chef berwajah tampan dan bergaya cuek dan cool itu sukses menghipnotis pengunjung Festival Banyuwangi Kuliner.

“Chef Juna itu kan branding kuliner lokal. Fansnya banyak. Karena itu kami berani menjadikan Chef Juna sebagai endorser untuk mempromosikan kuliner Banyuwangi. Ini upaya kami membranding kuliner lokal, sehingga warung-warung rakyat bisa makin laris,” tegasnya.

Chef Juna pun mengaku happy diundang ke Banyuwangi. Kolabrotasi warga yang ramah, kuliner enak dan alam yang indah, diyakininya akan mampu menyedot lebih banyak lagi wisatawan untuk plesiran ke kabupaten berjuluk Sunrise of Java itu.

“Warganya ramah, kulinernya unik-unik. Aspek perpaduan bumbu dan perpaduan jenis makanannya juga sangat oke. Rasanya sangat enak. Tugas saya, membuat kuliner Banyuwangi yang sudah lezat ini terlihat menarik. Untuk pariwisata, ini sangat bagus,” kata Chef Juna..

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Alief Kartiono menjelaskan festival kuliner itu melibatkan 190 pemilik warung, restoran dan jasa boga yang menyajikan pecel pitik dan masakan khas daerah lainnya. Semuanya berlomba menyajikan cita rasa pecel pitik yang enak, bersih, lengkap dengan cara penyajiannya.

“Maksudnya dilombakan agar standar rasa dan penyajian penjual pecel pitik ini juga ikut naik, sehingga wisatawan merasa puas,” kata Alief.

Meski puncak acara Banyuwangi Kuliner berlangsung pada 12 April, para pengunjung bisa menikmati pecel pitik dan masakan khas Banyuwangi lainnya hingga 16 April di Taman Blambangan.

“Yang belum sempat datang, silakan ke Banyuwangi. Ada banyak kuliner lezat yang bisa dinikmati di Festival Banyuwangi Kuliner 2017,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji kreativitas Banyuwangi untuk mempopulerkan kuliner khas di sana. Baginya, kreativitas dan pengalaman akan menajamkan sensitivitas dalam membaca peluang pengembangan pariwisata. “Banyuwangi itu contoh kongkret. Bupatinya menempatkan pariwisata sebagai lokomotif membangun daerahnya,” katanya.

Menurut Arief Yahya, makanan bisa membuat orang ketagihan, jatuh cinta, dan kangen untuk mencari dengan jenis makanan itu lagi.  Karenanya, dia berharap, beragam keseruan Festival Banyuwangi Kuliner langsung di share ke media sosial. Bisa via Facebook, Twitter, Google+, Instagram, Pinterest, Youtube, dan semua platform medsos.

“Berbagai kebahagian, keseruan, selfie di Festival Banyuwangi Kuliner akan menginspirasi banyak orang untuk datang ke Banyuwangi. Jadi jangan sampai lupa upload ke media sosial,” kata menteri asal Banyuwangi itu. (*)