
Pedestrian yang nyaman seperti pedestrian di Dataran Engku Putri Batam Center, ini membuat turis nyaman.
Batam butuh lokasi seperti ini di banyak tempat. Bukan hanya untuk kenyamanan turis tapi untuk semua warga Batam.
Foto Cecep Mulyana/Batam Pos

Pedestrian yang nyaman seperti pedestrian di Dataran Engku Putri Batam Center, ini membuat turis nyaman.
Batam butuh lokasi seperti ini di banyak tempat. Bukan hanya untuk kenyamanan turis tapi untuk semua warga Batam.
Foto Cecep Mulyana/Batam Pos

Pedagang keliling menggunakan sepeda motor berjualan di depan sekolah SD.
Jajan anak ini bebas dibeli di pinggir jalan.
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos


batampos.co.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan pada 2017 ini, sedikitnya 23 perusahaan tutup, akibatnya lebih kurang 500 pekerja dirumahkan.
“Saya baru terima datanya dari pengawasan,” kata Rudi, Kamis (13/4)
Menurut Rudi, dari data 23 perusahaan, kebanyakan bergerak di bidang penyedia jasa, perdagangan, dan subcon.
“Karena sudah tak ada pekerjaan lagi, jadi mereka tutup,” ujar mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini.
Rudi menambahkan, keadaan perekonomian Batam saat ini memang turun, hal ini terlihat setiap tahun ada saja perusahaan yang hengkang ke negara lain, tutup hingga mengurangi pekerja.
Data dari Disnaker menyebutkan sepanjang tahun 2016 terdapat 67 perusahaan yang tutup, tahun 2015 sebanyak 54 perusahaan.
Banyaknya perusahaan yang tutup, tentunya menambah angka pengangguran di Kota Batam, ditambah lagi dengan mereka yang tengah berjuang mendapatkan pekerjaan. Seperti yang terjadi di Muka Kuning. Banyak cpelamar yang berdesak- desakan, untuk mendapatkan kerja.
Rudi mengimbau kepada perusahaan yang ingin membuka lowongan, jika kebutuhan tidak banyak, lebih baik menggunakan media seperti PT POS Indonesia, tidak usah ditempel seperti Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo.
“Ini untuk menghindari desakan seperti kemarin, Rabu (13/4),” sebut Rudi.
Saat ini, lanjutnya peluang kerja banyak yang buka, hanya saja jumlah kebutuhan tidak sebanding dengan pencari kerja yang ada saat ini. Jumlah pencari kerja setiap tahun mengalami peningkatan, sepanjang tahun 2016 hingga Maret 2017 ini sedikitnya terdapat 27 ribu pencaker yang terdaftar, berdasarkan AK1 atau kartu kuning.
“Jumlah ini akan terus meningkat, apalagi sebentar lagi masa kelulusan,” tutupnya.(cr17)

batampos.co.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam triwulan pertama tahun 2017 Rp 180,567 miliar dari target 1,16 triliun. Jika dipersentasekan capaian tersebut yakni 15,56 persen.
Berdasar data, dua sumber penerimaan PAD andalan masih minim. Pertama, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru tercapai Rp 34,353 miliar dari target Rp 342,567 miliar. Kedua, Target Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) Kota Batam baru tercapai Rp 8,104 miliar dari target Rp 131,579 miliar.
“Ini data per 31 Maret. Untuk yang April ini masih kita input datanya,” Kepala Bidang Pengembangan Evaluasi dan sistem informasi Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Sri Indra Praja, Kamis (13/4) pagi.
Sumber lain penyumbang PAD yakni dari pajak hotel Rp 22,115 miliar dari Rp 117,250 miliar. Pajak Restoran, tercapai Rp 13,709 miliar dari target Rp 67,157 miliar. Sedangkan pajak hiburan sebesar Rp 5,847 dari target Rp 25,174 miliar.
Pajak reklame sebesar 1,564 miliar dari target Rp 8,034 miliar dan Pajak penerangan jalan umum tercapai Rp 33,971 miliar dari target Rp 162,163 miliar. Parkir khusus dengan capaian Rp 1,585 miliar dari target Rp 12 miliar dan penerimaan dari mineral lohgam bukan batuan tercapai sekitar Rp 514 juta dari target Rp 8,485 miliar.
Di lokasi yang sama, Kepala BP2RD Raja Azmansyah menjelaskan dua sektor andalan memang masih rendah. Terkait , dia menyebutkan karena terkendala kepengurusan Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Kini yang ngurus BPHTB hanya sampai 10 perhari, biasanya 30 pengurusan, lagi ramainya bisa sampai 50 pengurusan,” ujarnya.
Menurutnya, tidak hanya Pemko Batam yang merasakan dampak mandeknya pengurusan IPH, bahkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam turut kena imbas. BP Batam sebagai lembaga terkaitpun demikian yakni berimbas ke penerimaan Uang Wajib Tahunan. “Pihak KPP Madya ngomong pengaruhi penerimaan sejak Oktober 2016 lalu. Di BP juga kan pengaruh ke UWT mereka. Kita sama-sama berharaplah masalah ini cepat selesai,” harap dia.
Sementara PBB P2, hal yang lumrah terjadi tiap tahun, biasanya wajib pajak akan membayar seiring mendekati jatuh tempo Agustus mendatang. “Ini kan awal-awal, lihatlah nanti Mei, Juni, Juli pasti naik itu,” kata dia.
Menurutnya, terkait target biasanya akan dievaluasi per triwulan, evaluasi triwulan I ini akan direncanakan Selasa (18/4) di kantor walikota Batam.
ihaknya mengaku optimis, target PAD tahun ini sebesar Rp 1,16 triliun akan tercapai.
“Kami harus optimis ini tercapai, usaha-usaha dan kemampuan yang ada kan dikerhakan,” sebut Kepala Bidang Pembukuan, Muhammad Samad. (cr13)
batampos.co.id – Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perlindungan Hak Perempuan (PHP) Tingkat Nasional Tahun 2017, yang telah berlangsung selama 3 hari kini telah mencapai puncak hasil rekomendasi. Hasil rekomendasi ini merupakan rumusan yang disimpulkan oleh 4 kelompok dengan 4 isu yang berbeda.
Adapun isu yang dibahas diantaranya adalah bidang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT); Bidang Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPTPPO); Bidang Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan; serta Bidang Perlindungan Perempuan dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus.
Dari 4 isu utama ini, 375 orang peserta yang hadir dalam Rakortek PHP digiring untuk memetakan kendala dan masalah di daerah. Umumnya kendala yang berkembang pada keempat isu tersebut berkisar pada permasalahan payung hukum, penegakkan hukum, koordinasi, anggaran, penanganan dan pemberdayaan korban, serta prosedur standar operasional yang masih belum optimal.
Seluruh permasalahan tersebut kemudian di bedah untuk memunculkan rekomendasi terbaik dalam perwujudan perlindungan hak perempuan yang lebih komprehensif.
“Penanganan kekerasan terhadap perempuan sendiri kini telah menjadi perhatian di semua negara, dan menjadi prioritas di Indonesia. Kepala Negara didunia telah menyepakati Suntainable Development Goals (SDGs) yang merupakan tujuan dari program pembangunan dunia untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan yang berkelanjutan”, terang Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Vennetia Danes.
Dilanjutkannya, Kekerasan terhadap perempuan dalam berbagai bentuk termasuk perdagangan orang, juga menjadi bagian utama dari indikator SDGs yang semua negara telah bersepakat untuk menanganinya.
“Di Indonesia, penanganan kekerasan menjadi satu dari tiga prioritas utama pembangunan pemberdayaan perempuan di samping penanganan perdagangan orang dan pemberdayaan ekonomi, yang dikenal dengan Program Three Ends”, katanya.
Untuk itu dengan adanya hasil rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakortek PHP ini diharapkan dapat mewujudkan sinkronisasi, keterpaduan keselarasan program dan kegiatan antara pusat dan daerah.
Kedua, Pemberdayaan perempuan dan perlindungan hak perempuan antar sektor, antar wilayah, dan antar pusat dan daerah dengan mengacu pada program unggulan (Three Ends).
Ketiga, adanya rencana/target capaian pelaksanaan program/kegiatan program unggulan (Three Ends) pada tahun 2017 dari masing-masing para pemangku kepentingan, yang selanjutnya akan dilakukan evaluasi pada saat Rakornas PP-PA tahun 2018.
“Terakhir, pelaksanaan dari hasil rekomendasi ini, adanya rencana tidak lanjut dengan melaksanakan Rakortek di daerah masing-masing,” imbuhnya. (cr1)


batampos.co.id – Satuan pengamanan bandara (Avsec) Hang Nadim Batam mengamankan sabu seberat 548 gram yang ditemukan di selangkangan Maro,30 pada Jumat (14/4). Sabu direncanakan akan dibawa Maro ke Lombok.
“Kami sudah serahkan ke Polresta Barelang,” kata General Manager Operasional Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Jumat (14/4).
Dari penuturan Suwarso, didapat kronologis penangkapan tersebut. Maro dengan menggunakan baju batik merah, terlihat meyakinkan memasuki terminal bandara. Saat di pintu masuk terminal, Maro bisa masuk tanpa dicebat petugas di Security Check Point I.
Maro lalu melakukan check ini di konter Lion Air, dengan kode booking FWBYMT.
Satu kode booking ini untuk dua tiket. Satu tiket duduk di kursi 22 C dan satunya lagi di 29A. Setelah selesai Check In, laki-laki kelahiran Aceh Timur ini kemudian menuju ke ruang tunggu A9.
Namun sebelum memasuki ruang tunggu tersebut, terlebih dahulu harus melalui SCP II. Disini gerak gerik Maro mulai terlihat mencurigakan. Saat Maro melewati pintu walkthrough, ada bunyi yang menandakan sesuatu yang tak beres. Sehingga petugas memeriksa Maro secara manual.
Dibagian selangkangan Maro dirasakan ada yang aneh, petugas avsec membawanya ke ruang pemeriksaan. Saat diminta Maro membuka celananya, disana ditemukan sebungkus plastik bening berisikan narkoba jenis sabu.
Mendapati hal ini, petugas sekuriti bandara berkoordinasi dengan Polsek Bandara.
“Selain narkoba, diamankan juga uang Rp 1.821.000, dua unit ponsel, satu atm,” ungkap Suwarso.
Ia mengatakan ini sudah kesekian kalinya petugas bandara menangkap kurir nakroba. Suwarso mengungkapkan pihaknya sudah bekerjasama dengan berbagai instansi terkait, agar penyelundupan narkoba bisa diatasi di Hang Nadim.
“BNN, Polisi, Beacukai dan instansi lainnya,” ucapnya. (ska)