Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13646

Pedestrian

0

Pedestrian yang nyaman seperti pedestrian di Dataran Engku Putri Batam Center, ini membuat turis nyaman.

Batam butuh lokasi seperti ini di banyak tempat. Bukan hanya untuk kenyamanan turis tapi untuk semua warga Batam.

Foto Cecep Mulyana/Batam Pos

Jajanan Sekolah

0

Pedagang keliling menggunakan sepeda motor berjualan di depan sekolah SD.

Jajan anak ini bebas dibeli di pinggir jalan.

Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

Penerbangan ke Tanjungpinang Meningkat

0
Libur akhir pekan, penerbangan ke Tanjungpinang melalui bandara Raja Haji Fisabilillah meningkat. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Libur nasional pada Jumat (14/4) ini
menjadi perangkai akhir pekan yang panjang. Utamanya bagi
pekerja kantoran swasta maupun pemerintahan yang rutin libur
pada Sabtu dan Minggu. Tak pelak, tiga hari libur ini banyak
dimanfaatkan orang untuk berpergian ke luar kota.
Sejak Kamis (13/4) kemarin, keramaian penumpang terjadi di
pelabuhan maupun bandara di Tanjungpinang. Banyak dari mereka yang ingin berlibur ke luar daerah. Tapi rupanya, tidak sedikit pula orang yang menghabiskan akhir pekan panjang di ibu kota provinsi.
Manajer Sriwijaya Distrik Tanjungpinang, E Presley L Sumanti
menuturkan terjadi lonjakan pembelian tiket pesawat maskapai
pimpinannya yang punya rute sekali dalam sehari dari dan ke
Jakarta-Tanjungpinang. “Iya, laporan yang kami terima memang
ada lonjakan pembelian tiket, khususnya penerbangan Jakarta ke
Tanjungpinang,” kata Presley pada Batam Pos.
Memang, tidak dapat dirincikan secara pasti jumlah lonjakan
tersebut. Presley sendiri mengaku kenaikan pembelian tiket itu
memang tak cukup signifikan. Kendati begitu, merupakan preseden positif. Karena secara tidak langsung mengindikasikan
Tanjungpinang kian kesohor sebagai destinasi wisata akhir
pekan.
“Ya mungkin isinya sebagian warga Tanjungpinang yang balik
kampung, tapi di antaranya juga ada wisatawan yang bisa
dipantau dari aktivitas beli tiketnya,” ungkapnya.
Andi Bafakih, seorang pegawai di kantor kementerian di Jakarta
adalah seorang penumpang Sriwijaya yang ditemui kemarin. Ia
menutukan sengaja menjadikan Tanjungpinang sebagai destinasi
liburan akhir pekan panjang bulan ini.
“Ini pertama kali ke Tanjungpinang. Penasaran juga dengar
pengalaman teman yang pernah ke sini,” ujarnya.
Diakuinya bahwasanya penerbangan dari Jakarta ke Tanjungpinang
kemarin terbilang ramai. Pasalnya, nyaris semua kursi pesawat
terisi. Sementara soal harga tiket pesawat, Andi menuturkan
sudah membeli sejak seminggu sebelum penerbangan. Harga yang masih terjangkau membuatnya tak berpikir dua kali untuk membeli selembar tiket ke Tanjungpinang.
“Biasanya kan sampai Rp 800 ribu. Tapi saya kemarin dapat Rp
500 ribu lebih. Jadi ya langsung beli saja,” ujarnya.
Diperkirakan puncak arus balik penumpang pesawat akan terjadi
Minggu (16/4) mendatang, atau ketika libur akhir pekan panjang
berakhir. (aya)

23 Perusahaan di Batam Tutup, 500 Karyawan Dirumahkan

0
Ilustrasu pelamar kerja di Batam.  Foto: Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti  mengatakan pada 2017 ini, sedikitnya 23 perusahaan tutup, akibatnya lebih kurang 500 pekerja dirumahkan.

“Saya baru terima datanya dari pengawasan,” kata Rudi, Kamis (13/4)

Menurut Rudi, dari data 23 perusahaan, kebanyakan bergerak di bidang penyedia jasa, perdagangan, dan subcon.

“Karena sudah tak ada pekerjaan lagi, jadi mereka tutup,” ujar mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini.

Rudi menambahkan, keadaan perekonomian Batam saat ini memang turun, hal ini terlihat setiap tahun ada saja perusahaan yang hengkang ke negara lain, tutup hingga mengurangi pekerja.

Data dari Disnaker menyebutkan sepanjang tahun 2016 terdapat 67 perusahaan yang tutup, tahun 2015 sebanyak 54 perusahaan.

Banyaknya perusahaan yang tutup, tentunya menambah angka pengangguran di Kota Batam, ditambah lagi dengan mereka yang tengah berjuang mendapatkan pekerjaan. Seperti yang terjadi di Muka Kuning. Banyak cpelamar yang berdesak- desakan, untuk mendapatkan kerja.

Rudi mengimbau kepada perusahaan yang ingin membuka lowongan, jika kebutuhan tidak banyak, lebih baik menggunakan media seperti PT POS Indonesia, tidak usah ditempel seperti Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo.

“Ini untuk menghindari desakan seperti kemarin, Rabu (13/4),” sebut Rudi.

Saat ini, lanjutnya peluang kerja banyak yang buka, hanya saja jumlah kebutuhan tidak sebanding dengan pencari kerja yang ada saat ini. Jumlah pencari kerja setiap tahun mengalami peningkatan, sepanjang tahun 2016 hingga Maret 2017 ini sedikitnya terdapat 27 ribu pencaker yang terdaftar, berdasarkan AK1 atau kartu kuning.

“Jumlah ini akan terus meningkat, apalagi sebentar lagi masa kelulusan,” tutupnya.(cr17)

Bintan dapat Hibah Barang Negara 

0
Plt Sekda Pemkab Bintan, Adi Prihantara (tengah) menandatangani penerimaan aset hibah barang milik negara dari Kementerian PUPR di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Rabu (12/4). F. Humas Pemkab Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan aset hibah Barang Milik Negara (BMN) kepada 99 Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota dan yayasan/lembaga di Indonesia. Untuk Kepri, Kabupaten Bintan dan Natuna yang mendapatkan aset hibah tersebut.

Sekjen Kementerian PUPR, Anita Firmantri Eko Susetyowati mengatakan penyerahan BMN kepada Pemerintah daerah, yayasan atau lembaga bertujuan agar aset infrastruktur tersebut lebih mudah dalam pemeliharaan dan pengelolaannya.
Beberapa aset infrastruktur itu diantaranya sektor pengembangan air minum, pengembangan penyehatan lingkungan pemukiman (PPLP), pengembangan pemukiman, serta sektor penataan bangunan dan lingkungan.
“Ini (hibah aset BMN, red) adalah upaya pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Semuanya ada 97 daerah provinsi, kota, dan kabupaten. Ditambah 2 yayasan atau lembaga,” ujar Anita di Kementerian PUPR Jakarta, Rabu (12/4).
Plt Sekda Pemkab Bintan, Adi Prihantara mengatakan beberapa aset hibah yang diterima Pemkab Bintan adalah pemukiman lingkungan di Kampung Panglong Desa Berakit, pembangunan jalan lingkar Pulau Mantang, pembangunan jalan lingkungan Parit Bugis, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Kawal dan Desa Kuala Sempang.
“Saat ini ada beberapa pembangunan yang kami prioritaskan. Tentunya berkoordinasi dengan Kementerian PUPR,” ujar Adi, di Kantor Bupati Bintan, Kamis (13/4).
Beberapa pembangunan itu kata Adi, jalan lintas timur, stadion olahraga, dan peningkatan sarana prasarana umum.
“Yang menjadi prioritas pembangunan terus kami kejar seperti sarana dan prasara umum yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya. (cca)

Triwulan Pertama, Capaian PAD 15 Persen Saja

0
ilustrasi

batampos.co.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam triwulan pertama tahun 2017 Rp 180,567 miliar dari target 1,16 triliun. Jika dipersentasekan capaian tersebut yakni 15,56 persen.

Berdasar data, dua sumber penerimaan PAD andalan masih minim. Pertama, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru tercapai Rp 34,353 miliar dari target Rp 342,567 miliar. Kedua, Target Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) Kota Batam baru tercapai Rp 8,104 miliar dari target  Rp 131,579 miliar.

“Ini data per 31 Maret. Untuk yang April ini masih kita input datanya,” Kepala Bidang Pengembangan Evaluasi dan sistem informasi Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Sri Indra Praja, Kamis (13/4) pagi.

Sumber lain penyumbang PAD yakni dari pajak hotel Rp 22,115 miliar dari Rp 117,250 miliar. Pajak Restoran, tercapai Rp 13,709 miliar dari target Rp 67,157 miliar. Sedangkan pajak hiburan sebesar Rp 5,847 dari  target Rp 25,174 miliar.

Pajak reklame sebesar 1,564 miliar dari target Rp 8,034 miliar dan Pajak penerangan jalan umum tercapai Rp 33,971 miliar dari target Rp 162,163 miliar. Parkir khusus dengan capaian Rp 1,585 miliar dari target Rp 12 miliar dan penerimaan dari mineral lohgam bukan batuan tercapai sekitar Rp 514 juta dari target Rp 8,485 miliar.

Di lokasi yang sama, Kepala BP2RD Raja Azmansyah menjelaskan dua sektor andalan memang masih rendah. Terkait , dia menyebutkan karena terkendala kepengurusan Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Kini yang ngurus BPHTB hanya sampai 10 perhari, biasanya 30 pengurusan, lagi ramainya bisa sampai 50 pengurusan,” ujarnya.

Menurutnya, tidak hanya Pemko Batam yang merasakan dampak mandeknya pengurusan IPH, bahkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam turut kena imbas. BP Batam sebagai lembaga terkaitpun demikian yakni berimbas ke penerimaan Uang Wajib Tahunan. “Pihak KPP Madya ngomong pengaruhi penerimaan sejak Oktober 2016 lalu. Di BP juga kan pengaruh ke UWT mereka. Kita sama-sama berharaplah masalah ini cepat selesai,” harap dia.

Sementara PBB P2, hal yang lumrah terjadi tiap tahun, biasanya wajib pajak akan membayar seiring mendekati jatuh tempo Agustus mendatang. “Ini kan awal-awal, lihatlah nanti Mei, Juni, Juli pasti naik itu,” kata dia.

Menurutnya, terkait target biasanya akan dievaluasi per triwulan, evaluasi triwulan I ini akan direncanakan Selasa (18/4) di kantor walikota Batam.

ihaknya mengaku optimis, target PAD tahun ini sebesar Rp 1,16 triliun akan tercapai.

“Kami harus optimis ini tercapai, usaha-usaha dan kemampuan yang ada kan dikerhakan,” sebut Kepala Bidang Pembukuan, Muhammad Samad. (cr13)

Kekerasan Terhadap Perempuan Jadi Perhatian Dunia

0

batampos.co.id – Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perlindungan Hak Perempuan (PHP) Tingkat Nasional Tahun 2017, yang telah berlangsung selama 3 hari kini telah mencapai puncak hasil rekomendasi. Hasil rekomendasi ini merupakan rumusan yang disimpulkan oleh 4 kelompok dengan 4 isu yang berbeda.

Adapun isu yang dibahas diantaranya adalah bidang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT); Bidang Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPTPPO); Bidang Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan; serta Bidang Perlindungan Perempuan dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus.

Dari 4 isu utama ini, 375 orang peserta yang hadir dalam Rakortek PHP digiring untuk memetakan kendala dan masalah di daerah. Umumnya kendala yang berkembang pada keempat isu tersebut berkisar pada permasalahan payung hukum, penegakkan hukum, koordinasi, anggaran, penanganan dan pemberdayaan korban, serta prosedur standar operasional yang masih belum optimal.

Seluruh permasalahan tersebut kemudian di bedah untuk memunculkan rekomendasi terbaik dalam perwujudan perlindungan hak perempuan yang lebih komprehensif.

“Penanganan kekerasan terhadap perempuan sendiri kini telah menjadi perhatian di semua negara, dan menjadi prioritas di Indonesia. Kepala Negara didunia telah menyepakati Suntainable Development Goals (SDGs) yang merupakan tujuan dari program pembangunan dunia untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan yang berkelanjutan”, terang Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Vennetia Danes.

Dilanjutkannya, Kekerasan terhadap perempuan dalam berbagai bentuk termasuk perdagangan orang, juga menjadi bagian utama dari indikator SDGs yang semua negara telah bersepakat untuk menanganinya.

“Di Indonesia, penanganan kekerasan menjadi satu dari tiga prioritas utama pembangunan pemberdayaan perempuan di samping penanganan perdagangan orang dan pemberdayaan ekonomi, yang dikenal dengan Program Three Ends”, katanya.

Untuk itu dengan adanya hasil rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakortek PHP ini diharapkan dapat mewujudkan sinkronisasi, keterpaduan keselarasan program dan kegiatan antara pusat dan daerah.

Kedua, Pemberdayaan perempuan dan perlindungan hak perempuan  antar sektor, antar wilayah, dan antar pusat dan daerah dengan mengacu pada program unggulan (Three Ends).

Ketiga, adanya rencana/target capaian pelaksanaan program/kegiatan program unggulan (Three Ends) pada tahun 2017 dari masing-masing para pemangku kepentingan, yang selanjutnya akan dilakukan evaluasi pada saat Rakornas PP-PA tahun 2018.

“Terakhir, pelaksanaan dari hasil rekomendasi ini, adanya rencana tidak lanjut dengan melaksanakan Rakortek di daerah masing-masing,” imbuhnya. (cr1)

Ekspor Ikan Nelayan Bintan Melejit

0
KM Hasil Laut Jaya 12 menambatkan kapalnya untuk 
menurunkan hasil tangkapan ikan di Gudang Ikan Pelantar Barek 
Motor, Kijang, Kecamatan Bintim, Kamis (13/4) F.Harry/batampos.
batampos.co.id – Bisnis ekspor ikan di Kabupaten Bintan kembali melejit sebesar 30 persen ketika musim angin utara berlalu. Sebab musim yang kini melanda, arus dan anginnya tak begitu kencang sehingga membuat ikan sangat mudah disapu jaring.
Bahkan gerombolan ikan yang bergumul dijaring nelayan berkelas tinggi dan berbobot besar.
“Saat ini cuaca sangat mendukung. Angin timur menyediakan ikan berkapasitas banyak dan besar. Waktu inilah yang kami tunggu untuk ambil ikan sebanyaknya,” ujar Anto, ABK KM Hasil Laut Jaya 12 usai menurunkan hasil ikan tangkapnya di Pelantar Barek Motor, Kijang, Kamis (13/4).
Hasil ikan tangkapannya kata Anto, sangat melimpah sekitar 2 sampai 3 ton. Ikan yang didapat seperti kerapu, kaci, dan jenis lainnya. Bahkan bobot perekornya bisa mencapai 5 sampai 6 kilogram. Untuk memperoleh ikan tangkap yang berlimpah, lanjut Anto harus mengarungi perairan sekitaran Kabupaten Bintan selama 2 minggu.
Dengan kurun waktu setengah bulan itu, sambung Anto ikan yang ditangkap dijamin tidak akan busuk sebab muatan es balok yang dibawa kapalnya juga banyak.
“Ketika kami berhasil menarik ikan langsung disimpan dipeti
berisikan es. Jadi ikan terjamin kesegarannya, apalagi ikannya
mau diekspor maka harus terjaga kondisi dan kualitasnya,”
bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)
Bintan, Fachrimsyah mengakui bisnis ekspor ikan hasil tangkapan
nelayan seluruh Kabupaten Bintan melejit ketika musim angin
timur melanda. Sebab dimusim ini, kondisi arus tenang dan
derupan angin tak begitu kencang sehingga nelayan sangat mudah menjaring ikan.
“Dengan arus dan angin tak begitu kuat ikan hidup bergerombol.
Bahkan gerombolan ikan itu perekornya memiliki bobot sangat
besar. Sehingga musim inilah kesempatan nelayan meraup
keuntungan,” jelasnya.
Bisnis ekspor ikan, kata Fachrim sempat mandek ketika musim
angin utara melanda. Sebab kondisi cuaca ekstrim itu membuat
aktivitas nelayan melaut berkurang. Dampaknya hasil ikan
tangkap berkurang dan ekpore ikan ke negara tetangga juga
menurun drastis .
Namun dengan cuaca yang tenang saat ini, lanjut Fachrim
aktivitas nelayan melaut semakin tinggi. Bahkan ekpore ikan ke
Malaysia dan Singapura melejit sebesar 30 persen. Dari 5 ton
ikan yang diekspore setiap bulannya naik menjadi 11 ton
perbulannya.
“Kami yakin bisnis ekpore ikan akan kembali naik seiring
membaiknya cuaca. Apalagi Pemkab Bintan akan memberikan bantuan kapal kepada nelayan. Pastinya hasil ikan tangkap dan ekpore bisa naik 50 sampai 70 persen,” ungkapnya. (ary)

Diskominfo Kumpulkan Provider Jaringan Komunikasi

0
batampos.co.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Kepri, Guntur Sakti bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan jaringan komunikasi di Natuna, Anambas dan Lingga (NAL). Karena komunikasi kebutuhan penting bagi pembangunan Kepri.
“Di era teknologi ini, komunikasi menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Apalagi bagi daerah yang berada digaris terdepan seperti NAL,” ujar Guntur Sakti dalam pertemuan dengan provider telekomunikasi di Kantor Dikominfo Kepri, Tanjungpinang, Kamis (13/4).
Menurut Guntur, terjadinya down bandwidth, di Natuna dan Anambas belum lama ini, mengundang berbagai reaksi dari kedua kepala daerah tersebut. Bupati Natuna langsung melayangkan surat kekecewaan ke Presiden. Sedangkan Bupati Anambas mengirimkan surat yang sama ke Menko Polhukam.
“Kepri adalah daerah yang darurat telekomunikasi. Persoalan ini tentunya harus segera di tuntaskan,” tegas Guntur.
Masih kata Guntur, ada beberapa lokasi yang sudah dibangun tower. Tetapi sampai sekarang tidak di operasionalkan. Daerah tersebut adalah, Pekajang, Lingga. Ditegaskan Guntur, NAL memang harus mendapatkan perhatian ekstra soal jaringan komunikasi ini. Penderitaan juga sangat dirasakan Masyarakat yang berada di Pulau Terdepan, Terpencil dan Terisolir (3T).
Lebih lanjut katanya, daerah-daerah yang sudah terjamah jaringan komunikasi di NAL belum menggunakan sistem Fiber Optik (FO). Artinya jaringan komunikasi masih menggunakan sistem satelit. Hal ini yang membuat biaya komunikasi di NAL lebih mahal di bandingkan daerah-daerah seperti Batam, dan Tanjungpinang.
Berangkat dari persoalan tersebut, pihaknya berinisiatif untuk mencari solusi terbaik dengan mengundang provider telekomunikasi. Seperti Telkomsel, XL, M3 dan Tower Bersama Group (TBG). Dijelaskan Guntur, dari pertemuan tersebut pihaknya sudah mendapatkan beberapa masukan untuk menuntaskan persoalan komunikasi di Kepri.
“Kita akan terus gesa, supaya kebutuhan jaringan komunikasi Kepri terpenuhi. Kita juga berharap program Palapa Ring pemerintah tuntas 2018 mendatang. Sehingga bisa menjadi spirit baru bagi telekomunikasi Kepri,” harap Guntur.
Manager Telkomsel, Soni mengatakan adanya tower atau BTS yang belum beroperasi, lebih disebabkan hitunga-hitungan bisnis. Apalagi Telkomsel bukan mutlak milik Indonesia. Karena ada saham pihak luar disana. Diakuinya terjadinya down bandwidth di Natuna dan Anambas kemarin, adalah bagian dari kebijakan pemegang saham.
“Pada prinsipnya kita sangat tidak ingin, jaringan komunikasi di Natuna dan Anambas terganggu. Tetapi besarnya operasional juga menjadi pertimbangan,” ujar Sony.
Dikatakannya juga, untuk Natuna dan Anambas memang tidak bisa di jangkau dengan menggunakan sistem radio. Tetapi sudah menggunakan VSAT (very small aperture terminal), terhubung langsung dengan satelit. Sistem ini memang biaya operasionalnya sangat tinggi.
Dikatakannya juga, ada jalan terbaik adalah meminta dukungab dari Universal Service Obligation (USO) dalam membangunan jaringan-jaringan komunikasi. Karena itu bagian dari Pemerintah.
“Kita bisa membantu pembangunan jaringN komunikasi. Tetapi juga membutuhkan subsidi dari pemerintah daerah. Karena membutuhkan biaya yang mahal,” papar Soni.
Pada kegiatan yang dihadiri Diskominfo Natuna, Anambas, Lingga dan Bintan tersebut, Guntur kembali menambahkan diakhir pertemuan. Ia mengharapkan Pulau Pekajang, dan Berhala harus digesa. Karena pernah viral di media, Gubernur lost kontak di Pekajang, Lingga.
“Kami sangat mengharapkan dukungan provider-provider komunikasi di Kepri ini. Sehingga pembangunan sistem komunikasi di Kepri terwujud dengan baik. Keinginan pemerintah daerah adalah merangkai Kepri dengan konektiviti,” tutup Guntur.(jpg)

Sembunyikan Sabu di Selangkangan, saat Maro Melintas Alarm Berbunyi

0
GM Hang Nadim Suwarso (kiri), dan Iptu Betty menginterogasi Maro (tengah)

batampos.co.id – Satuan pengamanan bandara (Avsec) Hang Nadim Batam mengamankan sabu seberat 548 gram yang ditemukan di selangkangan Maro,30 pada Jumat (14/4). Sabu direncanakan akan dibawa Maro ke Lombok.

“Kami sudah serahkan ke Polresta Barelang,” kata General Manager Operasional Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Jumat (14/4).

Dari penuturan Suwarso, didapat kronologis penangkapan tersebut. Maro dengan menggunakan baju batik merah, terlihat meyakinkan memasuki terminal bandara. Saat di pintu masuk terminal, Maro bisa masuk tanpa dicebat petugas di Security Check Point I.
Maro lalu melakukan check ini di konter Lion Air, dengan kode booking FWBYMT.

Satu kode booking ini untuk dua tiket. Satu tiket duduk di kursi 22 C dan satunya lagi di 29A. Setelah selesai Check In, laki-laki kelahiran Aceh Timur ini kemudian menuju ke ruang tunggu A9.

Namun sebelum memasuki ruang tunggu tersebut, terlebih dahulu harus melalui SCP II. Disini gerak gerik Maro mulai terlihat mencurigakan. Saat Maro melewati pintu walkthrough, ada bunyi yang menandakan sesuatu yang tak beres. Sehingga petugas memeriksa Maro secara manual.

Dibagian selangkangan Maro dirasakan ada yang aneh, petugas avsec membawanya ke ruang pemeriksaan. Saat diminta Maro membuka celananya, disana ditemukan sebungkus plastik bening berisikan narkoba jenis sabu.

Mendapati hal ini, petugas sekuriti bandara berkoordinasi dengan Polsek Bandara.

“Selain narkoba, diamankan juga uang Rp 1.821.000, dua unit ponsel, satu atm,” ungkap Suwarso.

Ia mengatakan ini sudah kesekian kalinya petugas bandara menangkap kurir nakroba. Suwarso mengungkapkan pihaknya sudah bekerjasama dengan berbagai instansi terkait, agar penyelundupan narkoba bisa diatasi di Hang Nadim.

“BNN, Polisi, Beacukai dan instansi lainnya,” ucapnya. (ska)