Rabu, 10 Juni 2026
Beranda blog Halaman 13658

Santunan Laka Angkutan Umum Naik Seratus Persen

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Jasa Raharja Kepri mengumumkan kenaikan santunan korban kecelakaan penumpang umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan.

Kenaikan ini sesuai dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 15/PMK.010/2017 dan PMK 16/PMK.010/ 2017.

Kedua aturan ini mengganti aturan sebelumnya, yakni PMK 36/PMK.010/ 2017 dan PMK 37/PMK.010/ 2017.

“Kenaikan santunan berlaku 1 Juni 2017 tepatnya pukul 00.00 WIB,” kata Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kepri, Haryo Pamungkas, di Batam Center Senin (22/5).

Haryo mengatakan kenaikan besaran santunan tersebut tidak diikuti dengan kenaikan besaran iuran wajib maupun sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLI) yang dibayarkan masyarakat.

“Iuran warga tidak naik, kondisi keuangan Jasa Raharja juga masih memungkinkan sekarang,” terang Haryo.

Santunan pada kecelakaan angkutan umum darat serta santunan kecelakaan lalulintas jalan yang meninggal dunia dan cacat tetap (maksimal) kini Rp 50 juta sementara dulu hanya Rp 25 juta.  Biaya perawatan (maksimal), sebelumnya RP 10 juta kini diberikan jadi Rp 20 juta.

Untuk kecelakaan angkutan umum udara, masih sama seperti santunan lama yakni meninggal dunia dan cacat tetap (maksimal) yang kini Rp 50 juta dan biaya perawatan (maksimal), Rp 25 juta.

Namun demikian, tiga jenis kecelakaan tersebut mendapat santunan atau manfaat tambahan yakni  penguburan bagi korban, berdasarkan ketentuan baru mendapat santunan sebesar Rp 4 juta, dulu hanya Rp 2 juta.

Manfaat lain yakni, biaya P3K yang sebelumnya tidak ada, kini diberikan santunan sebesar Rp 1 juta, juga ganti biaya ambulan yang sebelumnya tidak ada, diberikan sebesar Rp 500 ribu. (cr13)

Pemko Batam Siapkan Taman Futuristik dan Etnik Melayu

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam tengah membangun kawasan taman yang bernilai futuristik dan lekat dengan budaya melayu. Taman seluas satu hektar ini berada di sepanjang jalan Simpang BNI. Di simpang ini juga akan dilengkapi dengan tugu setinggi 20 meter yang diberi nama Tugu Tunjuk Langit.

“Tunjuk langit ini biasa terlihat pada bagian depan atap rumah masyarakat melayu, walaupun bangunan bergaya moderen, harus ada etnik melayunya,” ujar Kepala Dinas Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam, Herman Rozi, Senin (22/5).

Pemerintah menganggarkan sedikitnya Rp 4 miliar untuk pembangunan taman yang rencanya diberi nama Tuah Melayu ini. Herman menambahkan taman aktif ini juga dilengkapi dengan kursi yang dihiasi nuansa melayu.

“Kita gunakan empat motif diantaranya, pucuk rebung, tampuk manggis, itik sekawan dan buih selasih,” sebut mantan camat Lubukbaja ini.

Herman menambahkan, taman ini juga dilengkapi dengan sopt- spot yang bisa dimanfaatkan untuk pengunjung mengabadikan momen bersama sabahat.

“Memang didesain untuk itu, kami harapkan ini bisa menjadi daya tarik wisatawan yang masuk ke Batam,” terangnya.

Selain itu, Herman juga mempersiapkan satu ikon lagi yang bisa menjadi daya tarik wisatawan yakni intan sri madani. Bangunan yang memiliki diameter delapan meter ini menyerupai bangunan universal studio Singapura, selain itu ada juga jogging trek, arena bermain anak, dan sarana prasarana olahraga.

Sebelumnya Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan tengah membenahi Kota Batam menjadi kota wisata. Sebelumnya Rudi telah melakukan pelebaran di beberapa ruas jalan yang bertujuan untuk menunjang sektor pariwisata di Batam. (cr1)

Pelajar SMAN 1 Batam Juara Satu Kompetisi EUREKA ITB 2017

0

Batam memang tidak mempunyai lahan pertanian, tapi sekelompok pelajar SMAN 1 Batam justru terinspirasi dan berhasil menciptakan inovasi alat penyemprot pertanian yang dinamai mereka PPAP.

Di kalangan remaja istilah PPAP tidak asing lagi. Ia adalah singkatan dari Pen-Pinepaple-Apple-Pen, lagu yang dinyanyikan oleh musisi dan komedian Jepang, Kazuhiko Kosaka atau yang populer dipanggil Piko-Taro, yang diunggah di situs YouTube dan viral di dunia maya.

Namun, di tangan tiga pelajar SMAN 1 Batam, PPAP adalah sebuah inovasi baru di bidang pertanian. PPAP bisa digunakan untuk membantu pekerjaan para petani dalam menyemprotkan pupuk di sawah mereka yang berhektare-hektare luasnya.

Bagi Elcity, sebuah kelompok kreatif yang diisi Dimas Ardyaridatama Rayhan, Hendrik, dan Andre Pratama Situmorang, PPAP adalah singkatan dari Penyemprot dan Pengisi Alternatif Pertanian. PPAP ciptaan mereka tidak viral di dunia maya, tapi jadi hits di kalangan finalis Kompetisi Eureka 2017 Institut Teknologi Bandung (ITB). PPAP mengantar Elcity meraih juara satu dalam kompetisi riset teknologi bergengsi tersebut.

Kompetisi RBL Eureka adalah sebuah kompetisi berbasis Reseacrh Based Learning (RBL) yang diselenggarakan bagi siswa SMA sederajat se-Indonesia. Kompetisi ini merupakan kompetisi penciptaan produk sederhana melalui kegiatan RBL yang didasari atas karsa dan nalar dengan memanfaatkan konsep-konsep fisika serta dimaksudkan untuk menjawab berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan isu terkini.

Kompetisi ini bersifat konstruktif dan harus mampu menghasilkan suatu model barang atau prototipe dan sejenisnya hasil kreasi dan inovasi sendiri, atau dapat berupa pengembangan serta penyempurnaan produk terancang sebelumnya.

Melalui inovasi PPAP, petani tidak perlu lagi menggendong alat semprot pupuk sambil mengitari setiap jengkal area persawahan atau perkebunan yang hendak ditebari pupuk. Petani bisa langsung mendorong PPAP saja, cairan berisi pupuk cair bisa langsung tersiram searah dengan jalur dorongan PPAP tersebut.

“Kami juga mendesain PPAP agar bisa didorong dan ditarik saat digunakan,” kata anggota Elcity, Hendrik.

Dengan konsep fisika sederhana, PPAP dirancang sangat ramah lingkungan. Alat ini disematkan tenaga listrik yang berasal dari energi surya, sehingga PPAP lebih ringan ketika didorong oleh petani.

“Selain itu, pupuk cair yang berada dalam jeriken juga otomatis bisa dipompa  dan mengalir dari wadah pipa yang membentang di alat PPAP,” jelas Hendrik.

Menyerupai gerobak sorong, PPAP didesain lebih ramping dengan rangka besi dan satu roda sebagai komponen utamanya. Di atasnya terdapat jeriken yang dapat menampung air hingga 15 liter. Pada bagian mesinnya, mereka menempatkan panel surya untuk mengalirkan air dari jeriken ke pipa yang terbentang sepanjang alat PPAP tersebut.

“Tujuannya karena mengefisienkan tenaga dan waktu petani ketika menyiram pupuk cairnya,” kata anggota Elcity yang lain, Dimas Ardyaridatama Rayhan.

Tidak mudah membuat PPAP ini, karena mereka harus terus mengalami kegagalan dalam hal power supply.

“Kami sempat menggunakan dinamo tapi ternyata tenaga yang dihasilkan tidak stabil. Akhirnya kami memilih menggunakan solarcell (tenaga surya),” jelas Andre Pratama Situmorang.

Setelah dianggap sempurna, ketiganya langsung membuat laporan akhir untuk Kompetisi Eureka 2017. Dalam grand final di Kampus ITB pada 4 Februari lalu, mereka mendapatkan kesempatan membeberkan inovasi yang telah mereka ciptakan.

“Dalam penjurian tersebut, alat yang kami buat ukurannya lebih besar ketimbang peserta yang lain dominan prototype saja,” kata Andre.

Andre mengingat kembali sebelum penjurian, kegalauan melanda ketiganya ketika sampai di Kampus ITB. Panitia menyatakan alat yang telah diciptakan silakan dibawa masing-masing terlebih dahulu. “Kami saling lirik saja, karena peserta lain tinggal dengan entengnya mengangkat prototype mereka masing-masing. Sementara kami harus membongkar kembali alat yang telah kami tunjukkan ke panitia,” ungkap remaja kelahiran Bekasi ini.

Perjuangan mereka nyatanya tidak sia-sia. Elcity berhasil mendapatkan juara 1 dalam Kompetisi Eureka 2017. “Kami berhasil mendapatkan trofi, sertifikat dan beasiswa pendidikan sebesar Rp 7 juta,” sebutnya.

“Alhamdulilah, kami sangat bangga menjadi perwakilan Kepri, khususnya Batam yang notabenenya tidak mempunyai lahan pertanian. Tidak adanya pertanian di Batam bukan berarti kita berhenti berinovasi,” ujarnya.

Mendengar prestasi yang telah ditorehkan oleh para siswanya, M Chaidir, Kepala SMAN 1 Batam sangat bangga. “Inovasinya sangat menginspirasi. Dimana Batam tidak mempunyai lahan pertanian, tapi mereka bisa ciptakan alat penyemprot dan pengisi alternatif pertanian,” kata Chaidir.

Ia berharap ada apresiasi dari pemerintah atas keberhasilan para anak Batam yang berprestasi.

“Batam sebenarnya tidak kekurangan pelajar berprestasi tapi perlu apresiasi lebih untuk mengekspose mereka agar tampil lebih percaya diri. Sekolah sendiri sangat mendukung apapun yang siswanya lakukan selama hal tersebut bernilai positif,” katanya.
(WAHYUDIN NUR, Batam)

Photo Challenge – Aceh International Halal Food Festival 2017 Diminiati Peserta, Pemenangnya …

0

batampos.co.id – 60 fotografer ikuti kompetisi “Photo Challenge” Aceh International Halal Food Festival (AIHFF) 2017 yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Senin (15/5/2017) lalu.

“Ini adalah kegiatan pre-event sebelum menyambut acara utama yaitu Aceh International Halal Food Festival 2017 pada Agustus mendatang,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi.

Acara ini, sebut Reza bertujuan untuk mempromosikan rempah-rempah khas Aceh dan juga sebagai materi publikasi jelang Aceh International Halal Food Festival 2017 yang akan digelar tiga bulan mendatang.

Panitia lomba Photo Challenge, Mia Ghani menyebutkan, kegiatan yang awalnya hanya menargetkan 30 fotografer tersebut, namun mampu menarik minat lebih dari target yang telah ditentukan.

“Ada 60 peserta lebih dari lintas usia baik itu senior maupun pemula dan ini suatu kebanggaan akan antusiasme masyarakat menjadi bagian dari pihak yang turut mempromosikan wisata,” ujar Mia.

Yang menjadi tim penilai foto sekaligus dewan juri, ungkap Mia terdiri dari perwakilan Disbudpar Aceh, fotografer senior serta jurnalis Bedu Saini dan Adi Warsidi.

“Selain penilaian dari sisi gambar atau foto yang dikirim peserta, juri juga melakukan penilaian dari tulisan atau keterangan foto yang menjelaskan soal foto tersebut,” sebut Mia.

Hingga batas waktu penutupan pengumpulan materi lomba, lebih dari 100 foto rempah-rempah khas Aceh diterima oleh panitia.

Mau tahu siapa saja mereka yang berhasil keluar sebagai jawara dan bagaimana penampakan foto yang menyita perhatian dewan juri hingga buat mata melek ini? Bisa Anda lihat dalam slide show di atas. ***

Daftar Pemenang Photo Challenge – Aceh International Halal Food Festival 2017 (Data sesuai KTP)

Juara I
Rizal Fahmi – Jl. Wedana No. 44, Mibo, Kec. Banda Raya, Banda Aceh
Pekerjaan : Karyawan Swasta – Akun IG @fahmigembong / @gembongphotowork

Juara II
Riza Azhari – Dayah Blang Cut, Kec. Simpang Tiga, Pidie
Pekerjaan : Mahasiswa – Akun IG @rieza_azhari

Juara III
Suhendra – Gampong Paloh Lada, Kec. Dewantara, Aceh Utara
Pekerjaan : Mahasiswa – Akun IG @xHDRx

Juara Favorit I – Freestyle
Dian Rahmat Syahputra – Jl. Tgk Muda, Gang Damai Lr. V, Peulanggahan, Kec. Kutaraja, Banda Aceh
Pekerjaan : Wiraswasta – Akun IG @vitralaviola

Juara Favorit II – Freestyle
Yulkausar – Lr. Anggrek No. 64 Dusun Mulia, Lhong Raya, Kec. Banda Raya, Banda Aceh
Pekerjaan : Wiraswasta – Akun IG @yulkausar

Pegolf Korea Digoda untuk Ayun Stik di Bali melalui Fam Trip Golf 28 Mei-2 Juni 2017

0
ilustrasi

World Amateur Golfers Championship Indonesia, akan mengajak 11 pemain profesional untuk melihat, menyentuh, merasa, mendengar dan menemukan langsung sensasi bermain golf di course kelas dunia di Bali.

Semua akan dikemas dalam program Fam Trip Golf 28 Mei-2 Juni 2017.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Kemenpar Hendri Karnoza mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam promosi pariwisata Indonesia, khususnya wisata Golf dengan mengundang para pemain profesional dengan market utama asal Korea.

“Langkah ini merupakan strategi promosi pariwisata untuk mempromosikan wisata golf. Apalagi Indonesia memiliki banyak lapangan golf bertaraf internasional yang tersebar di berbagai wilayah, sehingga Indonesia potensial menjadi destinasi wisata golf dunia,” kata Esthy di Jakarta, Senin (22/5).

Esthy juga memaparkan, jika Industri pariwisata golf semakin tahun semakin berkembang. Bahkan Pulau Bali namanya makin berkibar lantaran destinasi golfnya terbaik di Asia. Infrastruktur di Pulau Bali sudah sangat sempurna untuk menjadi destinasi internasional terbaik di Asia.

“Dalam kurun waktu 5 tahun, Pulau Bali memiliki hampir keseluruhan aspek dari destinasi favorit yang sempurna. Bali juga selama ini dikenal sebagai lokasi wisata golf dengan lapangan berstandar internasional sekaligus posisi yang amat strategis dari sisi dukungan kemudahan bisnis. Upaya ini sekaligus untuk mempromosikan Bali sebagai destinasi wisata yang aman, menarik, dan berpotensi khususnya untuk wisata golf,” ujar Esthy.

Para peserta famtrip akan diajak menikmati wisata golf di antaranya Bali National Golf Club, New Kuta Golf, Bukit Pandawa Golf, Handara Golf & Resorts Bali. Program itu selama ini banyak diterapkan kepada segmen-segmen strategis khususnya di market Korea sebagai fokus pasar utama pariwisata Indonesia.

“Indonesia memiliki beragam obyek wisata golf yang unik dan menarik namun belum memperoleh promosi internasional secara maksimal. Dengan program ini diharapkan publikasi semakin luas, terutama untuk menjaring calon wisman dari negara-nagara,” katanya.

Menpar Arief Yahya membenarkan soal golf yang mulai digemari anak muda di Korea. Menurutnya, Indonesia itu surganya para pegolf. Lapangannya bagus, kelasnya pun sudah berstandar dunia. Yang lebih penting, golfer bisa main sepanjang tahun, karena lapangan golf di Indonesia tidak banyak terpengaruh oleh musim.

“Modal atraksi wisata golf di Indonesia juga sudah sangat kuat dan berkelas. Lapangannya lebih keren daripada yang ada di Bangkok, Thailand sekalipun. Saya kira, meskipun bagi masyarakat Indonesia green fee untuk bermain golf bagi kita mahal, tapi buat standar uang mereka, tergolong murah sekali. Inilah yang membuat kita dorong sport tourism golf ke Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Golf menurut dia, olahraga yang pasarnya adalah komunitas. Mereka Komunitas golf ini hobinya mencoba langan satu dengan lainnya, dan memperbincangkan dari mulut ke mulut. Penasaran itu diawali dari sini. (*)

Menpar Arief Yahya Borong Dua Penghargaan

0

Diam-diam, kerja ekstra keras Menteri Pariwisata Arief Yahya ter-detect oleh media.

Dalam semalam, Senin, 22 Mei 2017, menteri pilihan Presiden Joko Widodo ini memborong dua penghargaan sekaligus. Awards yang dikeluarkan oleh dua lembaga yang berbeda!

Pertama, Menteri Arief Yahya menerima iNewsMaker Awards 2017 dalam Kategori Tokoh yang Menduniakan Indonesia, di Gedung MNC Center, Jakarta.

iNews adalah salah satu channel TV berita yang menjadi group NMC, yang termasuk di dalamnya RCTI. Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara mewakili Menpar Arief menerima penghargaan itu.

Satu lagi, Menpar Arief Yahya juga mendapatkan penghargaan Yokatta Golden Award 2017 sebagai Tokoh Pembaharuan Promosi Pariwisata Indonesia.

Apresiasi ini diserahterimakan kepada Arief Yahya yang diwakili Deputi Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia, Kementerian Pariwisata, Ahman Sya. Piagam berwarna emas itu ditandatangani oleh Yo Keng Hoat dan Hamzah H.

Apa kata menteri yang cool dan rajin mengeluarkan #CEO Message hampir setiap pecan ini?

“Terima kasih iNews TV, Group MNC. Terima kasih juga Golden Yokatta yang luar biasa, mengamati perkembangan signifikan dari kepariwisataan Indonesia,” ungkap Menteri Arief yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Arief Yahya memang membangun kebanggan baru dalam mengembangan Pariwisata di Tanah Air. Dia selalu menekankan bahwa, agar menjadi global player, gunakan global standart. Karena itu, dia selalu berkaca pada standart yang sudah diakui dan berlaku di dunia. Seperti dalam indeks daya saing Pariwisata, dia menggunakan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) World Economic Forum (WEF).

Hampir semua kebijakan penting Kemenpar yang diputuskan Menpar Arief Yahya, selalu menggunakan cermin global standart. Juga menggunakan benchmarking, apa yang sudah dilakukan di Negara lain dan sukses? Dia berkeyakinan, jika indeks kriteria “baik” itu sudah diyakini secara internasional, maka secara nasional pun sudah pasti baik.

Selama memimpin Kemenpar, Oktober 2014, Arief Yahya sudah berhasil memenangkan 46 penghargaan kelas dunia, dari 22 negara. Dia sering menggunakan kata-kata saktinya: “Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran.”

Peribahasa itu disampaikan Sun Tzu dalam buku “The Art Of War.” Buku filsafat militer yang diperkirakan ditulis pada abad ke-6 oleh Sun Tzu menjadi salah satu favourite Arief Yahya dalam membangun spirit Indonesia Incorporated Pariwisata Indonesia. (*)

ASITA Sukses Gelar Sepeda Gembira di Kota Tua Jakarta

0
foto: patainanews.com

Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) sukses menggelar event Fun Bike dan senam yang ikuti 800 peserta dilaksanakan di Museum Mandiri, Jakarta, Kota Tua Minggu 21 Mei 2017.

PIC Pokja Percepatan Destinasi Prioritas Kota Tua Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dodi Riadi didampingi Vice Chairman Domestic and Special Interests ASITA, Nining S.Wiati mengatakan, acara tersebut merupakan rangkaian acara ulang tahun ASITA yang juga telah mengadakan beberapa kegiatan yang dilakukan di DKI Jakarta.

“Dan yang paling utamanya adalah bagaimana kami berusaha untuk melestarikan Kota Tua agar minat masyarakat terjaga untuk terus berkunjung pada objek-objek wisata yang lebih spesial disaamping juga dapat memajukan pariwisata di Jakarta,” ujar Dodi.

Dodi berharap, untuk ke depannya kegiatan ASITA lebih massif lagi dan terus mendapat dukungan masyarakat sehingga komunikasi dengan masyarakat terutama wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara bisa lebih terjalin dekat, juga berbagai kalangan yang peduli terhadap kegiatan sosial yang ASITA lakukan.

“Target acara ini jelas ingin mendatangkan wisatawan dari daerah dan dari manapun bisa berkunjung ke Kota Tua ini. Saat ini saja jumlah yang ke acara kami adakan sekitar 800 orang,” sebut Dodi yang juga diamini Nining. Dodi menambahkan, Event fun bike ini juga untuk silaturahmi antar anggota ASITA dan Kemenpar yang personilnya telah mencapai 1400 anggota.

Dodi juga memaparkan, perkembangan Kepulauan Seribu dan Kota Tua yang masuk ke dalam 10 destinasi prioritas Kemenpar juga baru saja selesai melaksanakan “Celebrating by Learning” dimana salah satu tema dalam rangkaian peringatan International Museum Day 2017 yang diselenggarakan di Museum Sejarah Jakarta, Kota Tua, pada tanggal 18 hingga 19 Mei 2017.

”Kami bersyukur acara berjalan lancar, dalam acara diskusi ini mempertemukan pengelola museum baik Pemerintah maupun swasta serta diskusi pengunjung junior dan senior. Setelah pada hari pertama dilaksanakan Visitor Study atau kajian pengunjung serta manfaatnya bagi museum. Acara tahun ini mengangkat tema besar “Saying the Unspeakable in Museum,” ujar Dodi.

Selain itu, imbuh Dody, pada tanggal 17 Mei 2017 telah dilaksanakan Focus Group Discussion mengenai Pengelolaan Wisata di Empat Pulau Heritage yakni Cipir, Kelor, Onrust, dan Bidadari. Dalam diskusi ini lebih terfokus kepada pengelolaan wisata Island Hopping dengan wisata berwawasan konservasi.

”Selain itu, terkait dengan aksesbilitas pihak Pemprov DKI Jakarta akan menyerahkan proyek reaktifasi Aistrip di Pulau Panjang kepada pihak swasta dan segera akan dilaksanakan lelang untuk menentukan pihak swasta yang akan melaksanakan proyek tersebut. Untuk saat ini APBD DKI Jakarta akan difokuskan kepada pembangunan infrastruktur lain. Kondisi eksisting luas lahan airstrip ini 40H dengan panjang landasan 900 meter,” ujar Dodi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi event Fun Bike dan senam yang ikuti 800 peserta di Museum Mandiri, Jakarta, Kota Tua Minggu 21 Mei 2017. Semakin banyak event yang menghidupkan Kota Lama, akan semakin bagus.

“Kota Lama semakin menjadi destinasi yang bagus yang banyak dikunjungi public,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Wonderful Indonesia Co-Branding dengan Bon Gout Cookies Lezat

0
foto: tokopedia

Perkenalkan Bon Gout, produksi “Bon Gout Indonesia” yang berpusat di Surabaya. Cookies atau kue kering ini sudah melalang buana ke berbagai wilayah nusantara dan luar negeri.

Bon Gout akan memasang branding Wonderful Indonesia untuk promosi bersama.

Menpar Arief Yahya mencontohkan, Papatonk kerupuk udang atau cracker yang sukses masuk ke pasar China dengan logo Wonderful Indonesia dan story line beberapa destinasi dan tradisi budaya Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti mengatakan, Indonesia yang dikenal dengan ragam budaya dan sumber daya alam yang berlimpah merupakan modal utama dalam mewarnai warisan kue kering dunia dengan sentuhan khas Indonesia.

“Cookies atau yang biasa disebut Kue Kering merupakan teman setia dalam setiap aktivitas kehidupan kita. Kue kering mewarnai setiap momen penting dalam hidup kita. Kue kering juga selalu menjadi bahan pembicaraan tentang budaya sebuah kota. Bahkan membicarakan kue kering identik dengan membicarakan kota kelahiran kue kering tersebut,” ujar Esthy.

Esthy mengungkapkan, co branding Wonderful Indonesia ke produk makanan ini dinilai cukup efektif. Apalagi produk tersebut mampu menembus pasar internasional. Esthy juga menegaskan statemen Menpar Arief Yahya, bahwa produk kerupuk udang Papatonk, tahun 2017 ini menargetkan lebih dari 20 juta bungkus kerupuk dalam setahun.

“Bahkan Papatonk juga mendapatkan penghargaan Primaduta yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada tahun lalu. Papatonk diapresiasi karena menggunakan logo Wonderful Indonesia pada desain kemasannya. Semoga kue kering Bon Gout segera menyusul beredar di berbagai negara sambil memperkenalkan Wonderful Indonesia,” kata Esthy.

Juru bicara Bon Gout Indonesia Novianty Carollina mengatakan, Bon Gout memiliki hasrat yang kuat untuk mewarnai kue kering dari kota-kota lama di dunia dengan selera nusantara.

“Kami menghadirkan Almond Crispy yang merupakan perpaduan antara Tuile dari Perancis dengan selera nusantara. Bon Gout Almond Crispy hadir dengan pilihan rasa Original, Belgian Dark Chocolate dan Japanese Green Tea. Kami juga mengembangkan Nastar yang merupakan kue kering indonesia dan dikenal di Asia, salah satunya Indonesia dengan racikan Nusantara,” ujar Novianty.

Selain itu, lanjut Novianty, kue Sultana yang terdapat bahan buah kismis (raisin) awal mulanya berasal dari Spanyol juga dikombinasikan dengan rasa, tekstur, dan aroma Indonesia. Juga Brownies yang berasal dari Amerika sangat nikmat dikonsumsi dengan balutan bahan dan selera Nusantara dalam tekstur yang berbeda yaitu Crunchy Brownies.

“Satu lagi persembahan kami adalah Fortune Kurma. Fortune kurma merupakan produk yang mengkombinasikan antara kue kering Nusantara dengan rasa kurma dari Arab. Cake atau dikenal dengan kue basah juga kami tawarkan dengan tekstur, rasa, dan aroma dari salah satu warisan yang dikenal sebagai spekkoek sejak era Hindia Belanda dalam balutan selera Nusantara dengan nama Almond Spikoe,” kata Novianty.

Bon Goût selama ini memadukan kreativitas keahlian dan kualitas bahan yang premium dengan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan, sehingga produk yang dihasilkan dapat menyehatkan dan aman dikonsumsi dari berbagai usia.

Seperti Kacang Almond mengandung antioksidan untuk anti penuaan, vitamin E, rendah karbohidrat, protein tinggi dan serat untuk mengontrol gula darah. Sultana memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa seperti meningkatkan kesehatan jantung, mencegah kanker, menurunkan tekanan darah, melindungi mata dan gigi, membantu dalam mengobati anemia, dan membantu dalam pembentukan tulang dan penyerapan kalsium.

“Begitu juga dengab Chocolate yang mengandung antioksidan dapat memperbaiki kemampuan tubuh melawan penyakit tekanan darah tinggi, kolesterol, cardiovascular ̧dan anti penuaan. Inilah persembahan kami untuk mengenalkan kota Surabaya sebagai kota kuliner Internasional dengan mewarnai warisan kue dunia dengan selera Nusantara,” ujar Novianty.

Bon Gout menampilkan kue dalam tampilan dan kemasaan modern sehingga praktis dan nyaman dikonsumsi masyarakat dengan mobilitas tinggi. Produk ini merupakan bukti otentik wisatawan lokal dan wisatawan manca negara ketika mengunjungi kota Surabaya atau Indonesia.

“Produk kami dapat dinikmati pada beberapa titik pusat kunjungan wisatawan di tiga kota yaitu Surabaya, Malang, dan Bali. Bagi yang ingin menikmati kue kering Bon Gout tapi tidak punya waktu, tanpa perlu repot-repot ke outlet baik yang berada di Surabaya atau luar Surabaya, kerena juga tersedia konsep pemesanan online melalui website www.bongoutindonesia.com dengan pengiriman ke seluruh Nusantara.

Bila Anda ingin menikmati lezatnya cookies Bon Gout, untuk yang di Surabaya bisa datang ke Depot Bu Rudy Jl. Dharmahusada No. 140, Mirota Batik & Handicraft Jl. Sulawesi No. 24, Novita’s Collection Mercure Hotel Jl. Raya Darmo 68-78, Chandra Yong Beauty Center The Dharma Indah Regency F-16, Finna Gift Shop Grand City Mal Jl. Walikota Mustajab No. 1, Finna Gift Shop Jl. Raya Darmo No. 23-25 dan Pusat Oleh-oleh Sudi Mampir Jl. Genteng Besar 72-74.

“Sementara untuk di Kota Malang bisa datang ke Pusat Oleh-oleh Malang Strudel (Seluruh Cabang) dan di Bali bisa langsung ke Sereh Gourmet Supermarket, Jimbaran,” ujar Novianty. (*)

Hari Ini, Yayasan Literasi dan Vokasi Kepri Diluncurkan

0

batampos.co.id – Kamis, 9 Maret lalu Batam Pos telah meluncurkan program Pustaka Emas, sebuah gerakan memerangi hoax dengan cara membina generasi muda bagaimana memahami berita dan informasi melalui media yang benar, dalam hal ini koran.

Gerakan Pustaka Emas ini mendapat dukungan penuh dari Pemko Batam, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam dan diresmikan langsung oleh Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Dalam praktiknya Pustaka Emas menyalurkan koran gratis sumbangan para donatur ke perpustakaan-perpustakaan sekolah. Mengapa perpustakaan? Karena di sanalah tempat murid-murid dan guru menggali informasi.

“Alhamdulillah, program ini sukses dan mendapat sambutan luar biasa. Dari hasil penelusuran kami ke sekolah-sekolah, banyak guru dan murid yang terbantu.

Berkaca dari sinilah, kami terus menguatkan gerakan ini dan dilembagakan menjadi sebuah yayasan. Namanya Yayasan Literasi dan Vokasi Kepri,” ujar Ketua Panitia Peluncuran Yayasan Literasi dan Vokasi Kepri, Muhammad Riza Fahlevi, Senin (22/5).

Literasi adalah kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi sebuah informasi. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditujukan agar pemirsa, termasuk anak-anak, menjadi sadar (melek) bagaimana sebuah informasi dibuat dan diakses.

Minimal bisa paham beda data dan informasi.

Di sini program Pustaka Emas akan lebih terencana dan terpadu lagi. Bila semula hanya khusus di kota Batam, kini akan diperluas ke serata provinsi segantang lada ini.

Bahkan, Yayasan Literasi dan Vokasi Kepri tak hanya akan menjadi sebuah wadah besar membina pembaca muda di Kepulauan Riau ini, juga disiapkan menjadi pusat studi dalam hal riset kebijakan publik.

Namun fokusnya tetaplah pada mendidik masyarakat agar gandrung membaca daripada berkomentar. Dalam hal ini membaca buku dan media yang benar.

“Mengapa membaca?

Awal Mei lalu Kingston University di London, mengurai hasil penelitiannya bahwa orang yang suka membaca akan lebih manusiawi. Lebih baik dan lebih empati terhadap sesamanya,” ungkap Riza.

Selanjutnya Yayasan Literasi dan Vokasi ini akan menggandeng universitas-universitas di Kepri untuk menggiatkan literasi dan membina pembaca muda di sekolah-sekolah di tiap kabupaten kota di provinsi seribu pulau ini.

Dan, hari ini, Selasa 23 Mei akan menjadi tonggak baru dunia ilmu pengetahuan di Provinsi Kepulauan Riau. Hari ini sejarah akan mencatat sebuah peluncuran Yayasan Literasi dan Vokasi Kepulauan Riau.

“Sambut dan dukunglah!” ujar Riza.
Peluncuran akan dilaksanakan di Hotel Harmoni One Batam pukul 13.00.

Inilah yayasan yang akan membangun peradaban generasi muda ke hal positif. Membangun generasi penerus melalui minat baca, agar selalu cerdas berpikir, bijak berbuat.

“Sekali lagi kami mengajak, mari bergabung bersama kami, kita wujudkan generasi muda yang lebih baik,” ujar Riza. (cr16)

TNI Ganti Rugi Kerusakan Rumah Warga

0
Warga Desa Teluk Buton berebut salaman dan selfie saat kehadiran presiden Joko Widodo dalam latihan puncak latihan PPRC di Natuna, Jumat (19/5). F. Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Puluhan kepala keluarga di Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Utara Natuna, sudah bisa kembali ke rumah masing-masing, setelah latihan puncak Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) usai digelar, Jumat (19/5).

Sebelumnya mereka diungsikan ke tenda pengungsian diarea aman di Desa Pengadah. Yang berjarak cukup jauh dari kawasan latihan. Dalam latihan PPRC tersebut, kawasan Teluk Buton dijadikan target operasi latihan militer.

Komandan Distrik Militer 0318 Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana mengatakan, warga yang diungsikan dalam situasi latihan PPRC sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Sementara dampak kerusakan pasca latihan pihaknya akan melakukan pendataan.

TNI katanya, sudah menyiapkan tim untuk melakukan pendataan atas kerusakaan materil pihak warga akibat terkena serpihan material amunisi alutsista yang dikerahkan dalam latihan PPRC. Dan kerusakan dipihak warga akan diganti.

Sementara di radius tertentu sambungnya, warga tidak diperbolehkanberada dititik tertentu. Karena masih dilakukan pembersihan ranjau darat yang ditanam disekitar latihan.

“Ranjaunya ada lokasinya, lokasi aman dari kawasan rumah penduduk. Sekarang sudah dilakukan penyisiran,” ujar Dandim.

Sementara Camat Bunguran Utara Izhar mengatakan, selama latihan ini warganya diungsikan dan sudah mendapat perhatian dari TNI. Dan diharapkan, setelah latihan ini warga juga tidak dirugikan. Karena setidaknya terdapat kerusakan dari dampak latihan.

“Kalau rumah warga, seperti belum tahu ada terkena serpihan materil atau tidak. Masih dilakukan pendataan. Saya harap, kalau ada kerusakan materil, bisa diganti kerugian warga,” sebut Izhar.

Latihan PPRC tahun 2017 dipusat di Tanjung Datuk Desa Teluk Buton Natuna. Latihan gabungan tiga matra TNI ini disaksikan Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI dan sukses, meski menelan korban jiwa empat prajurit Yonarhanud I Pangkostrad dalam gladi latihan.

Ratusan warga setempat juga disediakan tenda untuk menyaksikan demostrasi keahlian berbagai satuan tempur dan alutsista TNI, baik di darat, di laut dan di udara. Warga perbatasan yang menanti kehadiran Presiden Joko Widodo berebut bersalaman dan ber selfie sebelum Presiden kembali ke Jakarta.(arn)