Rabu, 10 Juni 2026
Beranda blog Halaman 13657

TNI Ganti Rugi Kerusakan Rumah Warga

0
Warga Desa Teluk Buton berebut salaman dan selfie saat kehadiran presiden Joko Widodo dalam latihan puncak latihan PPRC di Natuna, Jumat (19/5). F. Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Puluhan kepala keluarga di Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Utara Natuna, sudah bisa kembali ke rumah masing-masing, setelah latihan puncak Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) usai digelar, Jumat (19/5).

Sebelumnya mereka diungsikan ke tenda pengungsian diarea aman di Desa Pengadah. Yang berjarak cukup jauh dari kawasan latihan. Dalam latihan PPRC tersebut, kawasan Teluk Buton dijadikan target operasi latihan militer.

Komandan Distrik Militer 0318 Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana mengatakan, warga yang diungsikan dalam situasi latihan PPRC sudah dipulangkan ke rumah masing-masing. Sementara dampak kerusakan pasca latihan pihaknya akan melakukan pendataan.

TNI katanya, sudah menyiapkan tim untuk melakukan pendataan atas kerusakaan materil pihak warga akibat terkena serpihan material amunisi alutsista yang dikerahkan dalam latihan PPRC. Dan kerusakan dipihak warga akan diganti.

Sementara di radius tertentu sambungnya, warga tidak diperbolehkanberada dititik tertentu. Karena masih dilakukan pembersihan ranjau darat yang ditanam disekitar latihan.

“Ranjaunya ada lokasinya, lokasi aman dari kawasan rumah penduduk. Sekarang sudah dilakukan penyisiran,” ujar Dandim.

Sementara Camat Bunguran Utara Izhar mengatakan, selama latihan ini warganya diungsikan dan sudah mendapat perhatian dari TNI. Dan diharapkan, setelah latihan ini warga juga tidak dirugikan. Karena setidaknya terdapat kerusakan dari dampak latihan.

“Kalau rumah warga, seperti belum tahu ada terkena serpihan materil atau tidak. Masih dilakukan pendataan. Saya harap, kalau ada kerusakan materil, bisa diganti kerugian warga,” sebut Izhar.

Latihan PPRC tahun 2017 dipusat di Tanjung Datuk Desa Teluk Buton Natuna. Latihan gabungan tiga matra TNI ini disaksikan Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI dan sukses, meski menelan korban jiwa empat prajurit Yonarhanud I Pangkostrad dalam gladi latihan.

Ratusan warga setempat juga disediakan tenda untuk menyaksikan demostrasi keahlian berbagai satuan tempur dan alutsista TNI, baik di darat, di laut dan di udara. Warga perbatasan yang menanti kehadiran Presiden Joko Widodo berebut bersalaman dan ber selfie sebelum Presiden kembali ke Jakarta.(arn)

PLN Surplus Daya 6 Megawatt

0

batampos.co.id – PLN Ranting Tanjungbalai Karimun memastikan, selama bulan Ramadan nanti tidak ada pemadaman bergilir. Sebab, kebutuhan daya listrik yang dipasok dari dua PLTU Tanjungsebatak dan PLTD Bukit Carok sudah surplus daya listrik 6 Megawatt saat beban puncak. Ditambah lagi dengan mesin cadangan ada 4 unit, yang kapan-kapan dapat dioperasikan saat terjadi gangguan mesin PLTD nantinya.

“Tapi, tetap saya imbau kepada masyarakat agar menggunakan listrik secara bijak,” ujar Kepala PLN Ranting Tanjungbalai Karimun, Fauzar Zain, Sabtu (20/5).

Jauh-jauh hari sebelumnya, pihaknya sudah melakukan over houl atau perbaikan mesin di PLTD Bukit Carok yang saat ini ketika beban puncak pada sore hari mencapai 25,8 Megawatt dan daya yang dapat dihasilkan mencapai 31,8 Megawatt. Selain itu terus dilakukan pemeliharaan jaringan secara berkala dengan melakukan pemotongan pohon yang melintasi kabel jaringan di beberapa titik.

”Kalau PLTD ada 27 unit mesin dengan daya 25 Megawatt termasuk 4 unit yang standby dengan dibantu PLTU unit 2 yang menghasilkan 6,8 Megawatt. Ini berarti daya listrik kita mencukupi untuk mensuplai daya listrik ke pelanggan,” terang Fauzar.

Namun demikian, apabila terjadi gangguan alam di saat bulan suci Ramadan, secara otomatis akan dilakukan pemadaman sementara. Sebab, tidak dapat dihindari kalau gangguan alam, pihaknya akan melakukan perbaikan secepat mungkin agar segera kembali normal.

”Saat ini kita juga sedang membangun Power House (PH) untuk 17 unit mesin baru yang akan datang. Dengan menghasilkan daya 17 Megawatt yang sekarang jumlah pelanggan PLN mencapai 39 ribu,” kata Fauzar lagi. (tri)

PKK Kundur Borong Tujuh Juara

0
 Ketua Tim penggerak PKK Kundur Azizah Saipol (tengah) foto bersama pengurus PKK Kecamatan Kundur. F. Imam/Batampos.

batampos.co.id – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Kundur berhasil meraih juara umum pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke 45 tingkat Kabupaten Karimun, Kamis (k18/5) lalu.

Azizah Saipol menyampaikan terimakasih atas kerja keras seluruh anggota dan pengurus PKK tingkat desa dan kelurahan, sehingga PKK Kecamatan Kundur Dikatakan prestasi yang sudah diraih diharapkan dapat dipertahankan dan diterapkan dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

“Bersyukur kerja keras yang dilakukan seluruh tim penggerak PKK tingkat desa hingga kelurahan serta kecamatan, akhirnya meraih prestasi sebagai juara umum. Semua itu membutuhkan kekompakan serta kerja keras,” katanya.

Dikatakan Azizah, PKK Kecamatan Kundur berhasil meraih tujuh juara pertama dan meraih juara dua untuk masing-masing bidang yang diperlombakan. Sementara ada sembilan perlombaan yang dipertandingan dalam peringatan HKG TP PKK ke 45 tersebut. Dari sembilan bidang yang diperlombakan seperti lomba penyuluhan kader dasawisma dan administrasi, lomba penyuluhan PHBS, lomba pemanfaatan hati PKK dan hasilnya serta lomba bazar dan administrasi UP2K PKK dan sejumlah permlombaan yang lain.

Sementara Camat Kundur Saipol mengapresiasi atas prestasi yang dicapai tim penggerak PKK kecamatan Kundur meraih juara umum. Tidak mudah untuk mencapai prestasi tersebut sehingga dibutuhkan kekompakan dan kerja keras karena perlombaan ini diikuti 12 kecamatan se Kabupaten Karimun.

Disebutkan penghargaan diserahkan langsung Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi ketua tim penggerak PKK Kabupaten Karimun R. Asmah Aunur Rafiq pada puncak acara peringatan HKG TP PKK ke 45 Kamis lalu di Tanjungbalai Karimun. (ims)

 

Gubernur NTB : Natuna Punya Alam Luar Biasa

0

batampos.co.id – Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGH) Zainul Majdi mengaku terkejut dan terpesona menikmati keindahan alam setelah tiba di Natuna. Kehadirannya di Natuna dalam agenda pembaretan sebagai anggota kehormatan TNI.

Di sela latihan puncak PPRC kemarin, Zainul mengungkapkan alam Natuna memiliki potensi luar biasa yang harus dikelola lebih baik lagi. Potensi pariwisata Natuna tinggal dikembangkan, potensi alaminya tersedia dengan natural. Begitu juga upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat sudah mulai tampak ke arah pengembangan pariwisata.

”Alamnya luar biasa. Tinggal dikembangkan dan dikelola dengan baik,” ungkapnya di Ranai kemarin.

Menurutnya, mengembangkan potensi wisata Natuna bisa jadi lebih mudah, jika dibandingkan dengan potensi wisata yang ada di daerah lainnya. Karena berada di wilayah perbatasan. Natuna sebagai wilayah perbatasan berada dekat dengan beberapa negara, geografis ini menjadi keuntungan tersendiri untuk Natuna kembangkan pariwisatanya.

“Selain itu, Natuna juga berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), tentu
memberikan kemudahan,” ujarnya gubernur yang hafidz quran ini.

Faktor kemudahan lainnya sambungnya adalah sumber daya alam yang ekonomisnya mumpuni untuk mendorong kemajuan wisata. Migas dan ikan Natuna sudah dikenal banyak di kancah internasional.

“Saya rasa orang Natuna dan pemerintahnya tinggal memaksimalkan usaha dan berusaha saja. Daya dukungnya sudah sangat besar. Saya rasa Natuna ini sangat bersih dan indah, bersih dari kontaminasi global. Wisata Natuna sangat berpeluang maju seperti Bali dan Lombok,” kata Zainul penuh optimis. (arn)

Kepri Nyaman bagi Semua Kelompok

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersalaman dengan anak-anak Pulau Arit saat menghadiri acara bakti sosial Perhimpunan Perempuan Tionghoa Indonesia (Preti) Batam, Minggu (21/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batampos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menegaskan masyarakat Kepri sejak dahulu selalu hidup penuh toleransi dah silaturahmi. Dalam menjalani kehidupan, mereka tidak memandang warna kulit, suku dan agama.

“Sikap bertoleransi dan selalu bersilaturahmi sudah menjadi DNA masyarakat Kepri. Sikap itu harus terus menjadi DNA Kepri,” kata Nurdin setelah menghadiri bhakti sosial Perhimpunan Perempuan Tionghua Indonesia (Preti) Batam, di Pulau Parit, Kabupaten Karimun, Ahad (21/5).

Karena itu, Nurdin mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan silaturahmi antarsesama. Dengan terus bersilaturahmi, sikap toleran akan terus tumbuh.

Hal ini memang sudah ada sejak dahulu lagi. Masyarakat dalam bertetangga tidak memilih dan beda membedakan.

“Teruslah bersilaturahmi, status sosial jangan jadi penghalang. Apalagi membuat seseorang menjadi begeh (sombong),” kata Nurdin.

Nurdin melihat, situasi di negeri ini sedang dilanda dengan hal-hal negatif. Fitnah bertebaran. Berita hoax menyebar ke sana sini dan diterima tanpa saringan. Sifat iri dengki selalu muncul. Tidak sikap untuk mencari solusi, semua merasa paling benar sendiri.

“Sikap sikap itu jangan tumbuh di Kepri. Kepri harus rukun dan damai selalu. NKRI sudah jelas menjadi harga mati kita,” kata Nurdin.

Nurdin ingin Kepri menjadi negeri yang beriman. Penuh kedamaian dan kenyamanan buat semua kelompok masyarakat menjalani kehidupan.

“Kita harus bertanggung jawab secara langsung menjaga NKRI. Menjaga negeri ini,” kata Nurdin.

Dalam pada itu, Minah, Ketua Preti Batam menyebutkan kegiatan bhakti sosial ini juga dalam rangka terus membangun silaturahmi antara sesama. Apalagi menjelang Ramadhan, mereka ikut berbagi untuk sejumlah kelompok masyarakat.

Pada kesempatan itu, ada 340 paket sembako dibagikan untuk masyarakat Desa Parit, Desa Tulang dan Desa Selat Mendaun Kabupaten Karimun. Selain sembako, Preti juga menyumbangkan uang tunai untuk kegiatan sosial. (bni)

Banyak Aset Pemda Belum Teridentifikasi

0
Pemda melakukan pendataan aset daerah terutama aset kendaraan bermotor. F. Syahid/batampos.

batampos.co.id – Kepala Bidang Aset Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Syarif Ahmad, menjelaskan total aset yang dilimpahkan dari pemerintah Natuna kepada pemda Anambas berjumlah kurang lebih Rp 205 milliyar.

Aset yang sudah diserahkan kepada Pemda Anambas tersebut berbentuk aset bergerak maupun tidak bergerak dan aset berwujud maupun aset tidak berwujud mulai dari kendaraan bermotor, gedung, aset perusda Natuna dan sebagainya.

Namun aset yang sudah diserahterimakan pada tahun 2013 silam tersebut ternyata ada aset yang belum teridentifikasi. Setelah satu tahun berlalu tepatnya pada tahun 2014 lalu, baru ketahuan bahwasanya ada aset yang belum ditemukan yakni senilai Rp17,123 milliyar. Oleh karena itu pemkab Anambas belum bisa mendapatkan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada saat itu karena masih mengalami kendala pengelolaan aset daerah.

“Setelah diketahui ada aset yang belum teridentifikasi maka pemda membentuk tim ed hock yang bertugas untuk mengklarifikasi aset daerah yang statusnya belum jelas,” ungkap Sarif kepada wartawan kemarin.

Setelah diverifikasi pada tahun 2014 banyak aset yang sudah ditemukan sehingga nilainnya tinggal sekitar Rp 13,638 milliyar yang harus dicari ditahun 2015. Tahun 2015, tim terus melakukan verifikasi lagi. Hasilnya pada akhir tahun 2015 aset yang belum teridentifikasi tinggal senilai Rp 3,484 milliyar.

Tahun 2015 banyak juga yang ditemukan sehingga tinggal sekitar Rp 3,484 milliyar saja yang belum ditemukan dan menjadi tugas tim untuk melanjutkan pencarian pada tahun 2016. Pada tahun 2016 tim berhasil menemukan sejumlah aset lagi. “Untuk tahun 2017 ini pemda tinggal mencari sekitar Rp 1,089 milliar saja,” ungkap Sarif.

Dirinya menambahkan, jika ada aset yang tidak dapat ditemukan, maka akan masuk tuntutan perbendaharaan dan tuntutan gantirugi (TPTGR). Jika sudah masuk TPTGR, maka pemda harus mengganti aset yang sudah dilimpahkan tersebut. (sya)

Musala An Nabawi Sudah Bisa Digunakan

0
Panitia pembangunan Mushola An Nabawi Perum Balai Garden dengan istri Gubernur Kepri, Noolizah Nurdin. F.Sandi/batampos.

batampos.co.id – Musala di lingkungan Perum Balai Garden, RW 004, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing akhirnya bisa digunakan oleh warga. Untuk pertama kalinya warga langsung menggunakan musala tersebut untuk salat pada Jumat (19/5) malam.

Peresmian musala tersebut dihadiri istri Gubernur Kepri, Noorlizah Nurdin dan anggota DPRD, Nyimas Novi.

”Alhamdulillah, keinginan dan kebersamaan yang terjalin, mampu menyelesaikan pendirian musala yang diberi nama An Nabawi,” ujar Ketua Pengurus Mushola An Nabawi, Dody Kandarzy.

Saat ini kondisi bangunan Mushola AN Nabawi yang berukuran 13 x 13 meter persegi dibangun sejak setahun lalu dan belum 100 persen selesai. Baru 85 persen. Artinya, sudah tidak banyak lagi yang perlu diselesaikan. Tapi, bangunan inti atau yang penting-penting sudah selesai, sehingga pada saat bulan suci Ramadan nanti sudah bisa digunakan.

”Setahun lalu, kita warga di sini masih ingat jika peletakan batu pertama untuk membangun mushola ini dilakukan oleh Bupati Karimun. Dengan semangat untuk memiliki tempat ibadah yang ada di lingkungan tempat tinggal, maka akhirnya secara swadaya biaya yang dibutuhkan berhasil untuk membangun mushola. Setelah 100 persen bangunan mushola selesai, di sebelahnya kita jugta berencana untuk membangun teman taman pendidikan Alquran (TPQ),” jelas Dody. (san)

8 Tahun Cinta Kesulitan Buang Air

0
Tim Corporate Communicatin ATB menyerahkan bantuan untuk Cinta di kawasan Batuaji beberapa waktu lalu.

Ekspresi ceria berselimutkan senyuman ramah, terpancar di wajah dara manis benama Cinta Mei Rosa saat menyambut rombongan PT Adhya Tirta Batam (ATB) di rumahnya.

Pelajar berusia 8 tahun dan saat ini duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD) di Kawasan Basecamp Batuaji ini sepintas seperti anak-anak pada umumnya.

Namun dibalik kecerian anak pertama dari Sariah Purba dan Robert ini tersimpan sebuah kesedihan yang tidak dirasakan teman-teman sepermainannya.

Sejak lahir, pelajar yang bercita-cita sebagai Guru ini diketahui tidak memiliki saluran pembuangan pada tubuhnya.

Dia hanya bergantung pada saluran pembuangan yang dibuat di bagian perut bawah oleh tim Dokter. Orangtuanya yang hanya seorang pekerja biasa tak mampu membiayai operasi untuk membuat anusnya.

Ketiadaan anus itu membuat anak keduanya itu tersiksa setiap saat. Setiap kali buang air besar, anaknya menangis karena rasa gatal di sekitar saluran pembuangan buatan di perut bawah yang langsung dihubungkan dengan anus.

“Dia selalu menggaruknya dan terkadang membuatnya sakit. Padahal, saluran yang digaruk itu sebenarnya usus,” kata Sariah.

Sariah juga mengatakan, sejak beberapa tahun silam hingga saat ini, Cinta sudah mengalami 7 kali operasi yang ditujukan untuk membuat saluran pembuangan yang alami oleh tim dokter.

“Pertama kali dilakukan operasi oleh tim dokter saat Cinta masih kecil untuk pembuatan saluran pembuangan sementara di perut. Setelah bebera waktu, tim dokter kembali melakukan operasi untuk pembuatan saluran pembuangan ke lubang anus,” kata Sariah dengan mata berkaca-kaca saat bercerita kepada Tim Corporate Communication ATB di rumahnya.

Selanjutnya, tambahnya, operasi ke tiga, empat dan lima dilakukan untuk pembuatan saluran kencing sekaligus menurunkan posisi awal usus besar.

Namun pada operasi ke lima dokter mengatakan bahawa operasinya dianggap gagal dan harus kembali dilakukan operasi ke enam kalinya untuk pembuatan saluran kencing sementara yang berada di bawah pusar.

Lalu dimasukkan selang sepanjang satu meter dibawah pusar yang ditujukan untuk memudahkan Cinta melakukan pembuangan air kecil.

Dari sekian operasi yang dilakukan tim dokter, Cinta diketahui tidak pernah merasakan ekspresi layaknya orang biasa yang ingin buang hajat besar. Sehingga setiap hari, ia harus mengenakan popok saat dirumah maupun berangkat ke sekolah.

“Saat ini, kami masih menunggu arahan dari dokter untuk dilakukan operasi ke tujuh, mengingat saat ini konsisi ginjal Cinta sudah katanya dalam kondisi bengkak. Sehingga harus dioperasi segera,” jelasnya.

Dalam sehari, Cinta dapat menghabiskan 5 tampot. Itupun bukan sembarang tampon. “Tampon harus bersih. Kotor sedikit harus diganti. Kalau tidak bisa infeksi,” tambahnya

Kini Selain menunggu kapan dilakukannya operasi kembali, Sariah bersama suaminya sudah berusaha untuk mencari uang guna membiayai operasi anak pertamanya tersebut.

Namun demikian, pekerjaan suaminya yang hanyalah Sales Oli kendaraan bermotor masih jauh untuk membiayai operasi anak mereka.

Ditambah lagi kebutuhan obat-obatannya Cinta dan biaya kontrak rumah yang selalu membuatnya berpikir panjang dan mencari solusi.

Pada kunjungan tersebut, sebagai bentuk kepedulian PT Adhya Tirta Batam (ATB) menyerahkan bantuan kepada Sariah guna meringankan dari sisi ekonomi kepada keluarga. Bantuan tersebut, diserahkan dalam bentuk dana tunai.

“Pemberian bantuan ini, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh ATB sebagai bentuk membantu meringankan masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Dan sepanjang tahun 2011 hingga 2016 silam, ATB sudah menyalurkan bantuan untuk ratusan orang yang mengalami gangguan kesehatan berat dalam bentuk ATB Peduli Sosial ‘Bantuan Mustahik’.(rilis)

Dua Buah Buku Anak Tandai 50 Tahun Hubungan RI – Singapura

0

“Sayur, Sayur! Vegetables for sale!
“Yuuur…. Sayuuur!”

Itu adalah cuplikan dari mendongeng yang dilakukan bersama oleh Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya dan Menteri Vivian Balakrishnan, Menteri Luar Negeri Singapura pada Indonesian Night 2017 di National Librarby, Singapura, 19 Mei 2017.

Pada Asian Festival on Children Content (AFCC) tahun 2017, Indonesia ditunjuk menjadi country focus dan berbagai isu mengenai literatur anak-anak dan perkembangannya di Indonesia menjadi fokus utama AFCC 2017.

Dengan dipilihnya Indonesia sebagai country focus sekaligus dalam rangka memperingati 50 tahun kerja sama RI dan Singapura di tahun 2017, dua buku anak-anak yang ditulis bersama oleh Indonesia dan Singapura diluncurkan pada acara Indonesian Night 2017.

Dua buku tersebut adalah Sayur! Sayur! ditulis oleh Renny Yaniar (Indonesia) dan Ilustrasi oleh Joey Ng dan CindeRilla yang ditulis oleh Rilla Melati Bahri (Singapura) dan ilustrasi oleh Maria Christania (Indonesia).

Dalam sambutannnya pada Indonesian Night 2017 Dubes Ngurah Swjaya menyebutkan bahwa peluncuran buku anak-anak tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama di bidang pertukaran budaya antara Indonesia dan Singapura. Dubes Ngurah juga menyatakan bahwa kedua buku tersebut juga merupakan media yang tepat untuk menciptakan mutual understanding khususnya antar anak-anak di Indonesia dan Singapura.

Pada tahun 2017, Indonesia dan Singapura memperingati 50 tahun hubungan diplomatik yang jatuh pada tanggal 7 September 2017. Momentum ini, sebut Dubes Ngurah Swajaya, perlu dirayakan dengan melihat berbagai lesson learned yang didapat dari 50 tahun kerja sama bilateral, selebrasi keberhasilan yang dicapai kedua negara, serta menyiapkan kerja sama yang semakin erat dan saling menguntungkan untuk kedua negara untuk 50 tahun mendatang.

Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya (kanan) dan Vivian Balakrishnan, Menteri Luar Negeri Singapura saat membaca dongeng pada Indonesian Night 2017 di National Librarby, Singapura, 19 Mei 2017.

Peluncuran kedua buku tersebut dilakukan oleh Dubes Ngurah Swajaya dan Menlu Vivian Balakrishnan di Indonesian Night 2017 dengan melakukan book reading atau mendongeng. Keduanya membacakan beberapa bagian pada kedua buku yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Dalam AFCC 2017 ini juga, Badan Keratif Ekonomi Indonesia juga menghadirkan Pavillion Indonesia “Main” yang memamerkan 200 judul buku anak anak dari Indonesia. Beberapa kegiatan seperti mendongeng dan pertunjukkan dilakukan di dalam Pavillion Indonesia untuk menghibur anak-anak yang berkunjung. Indonesian Night 2017 juga dihadiri oleh Kepala Badan Kreatif Ekonomi Indonesia, Triawan Munaf.

Menutup Indonesian Night 2017, Ibu Mahaswi Swajaya beserta anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Singapura melakukan Culture Diplomacy dengan mengajak seluruh tamu kehormatan untuk menari Maumere secara bersama sama.

AFCC merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh National Book Development Council of Singapore. Tahun ini merupakan tahun ke-8 AFCC diselenggarakan di Singapura. (rilis)

Kemendes PDTT Targetkan Bangun 5 Ribu Homestay, Tahun Ini

0

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi saat menyampaikan pihaknya akan mendukung program Homestay Desa Wisata berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata.

Dukungan itu ia tegaskan saat Rakornas II Pariwisata membahas Homestay Desa Wisata di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/5).

“Dari 1902 desa, atau asumsikan 2000 desa yang memiliki potensi desa wisata itu, jika tiap desa rata-rata membangun 5 homestay saja, makan dari Kemendes sudah turut membangun lebih dari 5 ribu homestay. Ini belum dari kementerian dan lembaga lainnya. Jadi target 20 ribu homestay bukan sebuah ilusi, bukan target yang ambisius,” papar Anwar Sanusi yang langsung disambut dengan tepuk tangan riuh oleh sekitar 1000 peserta Rakornas itu.

Saat ini, jumlah desa yang berpotensi dibangun menjadi desa wisata ternyata sangat banyak. Untuk kategori desa wisata bahari, jumlahnya mencapai 787 desa. Kategori Desa Wisata Sungai, jumlahnya mencapai 576. Desa Wisata Irigasi, angkanya menembus 165. Dan Desa Wisata Danau, jumlahnya mencapai 374.

“Mengenai anggarannya darimana untuk membangun homestay, pendanaannya nanti bisa dari dana desa. Berapa anggarannya, itu nantinya desa yang akan menentukan. Karena dana desa itu memberikan kewenangan desa untuk menentukan sendiri anggarannya. Jadi, kita bisa mengarahkan desa-desa yang memiliki potensi itu untuk menjadi Desa Wisata,” ujar Anwar yang dipercaya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo itu.

Anwar menambahkan, jika anggaran Kemendes PDTT tahun depan disetujui naik dua kali lipat menjadi Rp 120 triliun dari Rp 60 triliun pada tahun ini, maka kemungkinan besar tahun depan pembangunan homestay akan lebih banyak lagi. Minimal dua kali lipat dari yang bisa dilakukan tahun ini.

“Namun dibutuhkan pengelolaan secara korporasi bisa melalui BUMDes atau lainnya agar pembangunan homestay ini benar-benar memberikan dampak ekonomi pada desa-desa yang memiliki potensi tersebut,” kata Anwar dalam intonasi yang meyakinkan.

Anwar mengungkapkan, saat ini dana desa yang diberikan ke masing-masing desa sebesar Rp 800 juta. Terkait bagaimana pengembangan pariwisata di pedesaan dengan turut membantu pembangunan homestay, pihaknya berharap Kemenpar turut memberikan pendampingan dan membantu penjualan untuk desa yang memliki potensi dalam sektor pariwisata. “Harus dikelola secara korporasi,” ujarnya.

“Jadi kita yang membangun homestaynya. Sedangkan Kementerian Pariwisata yang akan turut membantu pemasarannya. Ini adalah kolaborasi yang pas. Desa dan pariwisata bersinergi membangun Desa Wisata,” kata Anwar.

Anwar mengakui, bahwa pariwisata adalah cara yang cepat, mudah dan murah untuk menghidupkan usaha di desa, dengan konsep homestay desa wisata itu. Pariwisata sedang bergairan. Kemendes bertanggung jawab untuk menghidupkan ekonomi masyarakat desa. “Jadi sudah matching,” kata Anwar Sanusi.

Anwar menambahkan, dana desa itu memang kewenangan mutlak masyarakat desa, namun demikian harus ada semacam rambu-rambu koridor yang digunakan sebagai alat memantau penggunaan dana.

“Prioritas penggunaan dana desa, ada semacam pergeseran, dua tahun pertama menyangkut kesiapan atau membangun infrastruktur. Namun bagi desa-desa yang memang memiliki potensi wisata, dana tersebut boleh digunakan untuk membangun infrastruktur untuk mendukung wisatanya, termasuk homestay,” kata Anwar.

Lebih anjut, Anwar mengatakan, untuk menjadikan sebuah desa wisata dapat berkembang tersebut diperlukan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Kemendes PDTT telah membentuk taskforce dengan melibatkan Kementerian Pariwisata dan Kepala Daerah di sejumah kabupaten.

Kolaborasi Desa Wisata itu menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, bisa dengan cepat direalisasikan, karena target kunjungan wisman ke tanah air terus menanjak tajam. Berharap amenitas dari industri yang tidak akan cukup waktu.

“Membangun hotel dan resort kelas dunia, itu butuh waktu lama, 5 tahun belum tentu jadi. Tapi membangun homestay, 6 bulan sudah cukup. Karena itu secara paralel, program pemberdayaan desa menjadi desa wisata itu akan sangat cantik,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, Desa Wisata sangat bisa dikembangkan potensinya bisa diambil dari desa-desa yang berada di 10 Bali Baru, atau 10 Top Destinasi. Dari Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jateng, Bromo Tengger Semeru (BTS) Jatim, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo Komodo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara, bisa dipetakan untuk disulap menjadi Desa Wisata.

“Atau, bisa juga jatuh pada 10 Top Destinasi teraktif, seperti Sumatera Barat, NTB, Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Banyuwangi, Sulawesi Utara dan lainnya. Ini sedang kami godok. Dan bila sudah dipetakan dan dipilih, akan langsung dibangun menjadi Desa Wisata berstandar global,” katanya.

Ketika Desa Wisata itu sudah siap jual, janjut Mempar Arief Yahya, akan langsung dipromosikan, lalu selling platform-nya juga dimasukkan dalam DMP atau Digital Market Place.

“Maka Desa Wisata itu bisa berfungsi ganda. Bisa sebagai amenitas dengan homestay, akomodasi di rumah penduduk yang sudah sadar wisata. Juga bisa sebagai atraksi, karena berada dalam atmosfer kehidupan masyarakat desa yang hommy, kaya dengan sentuhan budaya, dan nuansa kekeluargaan yang belum tentu bisa ditemukan di negara lain,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)