Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13669

Pernikahan Dini di Kepri

0
Ilustrasi buku nikah

batampos.co.id – Data BKKBN Kepri tahun 2016 yang beberapa bulan lalu pernah dirilis oleh Kepala BKKBN Provinsi Kepri Uliantina Meity. Angka anak perempuan di bawah umur yang menikah dini pun mencegangkan. Mencapai 69.075 anak perempuan. Umurnya berkisar 10 tahun hingga di bawah 18 tahun.

Dari 69.075 anak perempuan yang menikah dini di Kepri, kejadian terbanyak secara berurutan ialah

  • Kabupaten Bintan 10.012 anak perempuan.
  • Kota Tanjungpinang dengan 8.204 anak.
  • Kabupaten Lingga 5.078 anak,
  • Kabupaten Natuna 4.756 anak,
  • Kabupaten Anambas 3.605 anak,
  • Kota Batam 2.814 anak,
  • Kabupaten Karimun 928 anak.

Sedangkan untuk anak laki-laki yang menikah dini di Kepri selama 2016 tercatat ada 18.574 anak. Secara berurutan ialah

  • Kota Batam dengan 7.659 orang.
  • Kabupaten Bintan 2.676 anak,
  • Kabupaten Karimun 2.459 anak,
  • Kota Tanjungpinang 2.075 anak,
  • Kabupaten Lingga 1.357 anak,
  • Kabupaten Natuna sebanyak 1.341 anak,
  • Kabupaten Anambas 1.008 anak.

Dibandingkan tahun 2015, anak menikah di usia dini 2016 sebenarnya sedikit berkurang. Tahun 2015 ada 131.826 orang menikah muda.

Rinciannya, pria 27.700 orang dan perempuan 104.126 orang.

Namun angka 2015 ini masih tercampur yang menikah usia 18-21 tahun dengan data anak yang menikah di bawah 18 tahun. Sebab, semua masuk dalam kategori Usia Kawin Pertama (UKP) kecil di bawah usia 21 tahun.

“Memang kebanyakan anak perempuan menikah dini itu karena hamil duluan. Begitupun anak laki-laki pasangannya hamil duluan,” ungkapnya.

Syaifuddin menyebut era globalisasi dimana arus informasi media hiburan tak terbendung berpengaruh besar terhadap pemikiran remaja. Apalagi saat ini beragam informasi dan hiburan bisa dinikmati anak-anak dari genggaman tangannya. Dari smartphone yang dibelikan orangtua mereka.

Ironisnya, banyak orangtua yang abai mendidik moralitas anaknya sehingga si anak terbiarkan terjerumus ke pergaulan bebas.

“Harusnya mereka dampingi dan berikan penjelasan anak-anak mereka mana yang boleh ditonton dan mana yang tidak,” terangnya.

Tak hanya itu, ada juga yang terpaksa dinikahkan karena faktor pelecehan seksual. Orangtuanya si anak tak ingin aib itu terungkap sehingga memilih menikahkan si anak baik dengan orang yang melakukan tindakan pelecehan seksual (umumnya suka-sama suka, red), maupun dengan orang lain untuk menutupi aib.

Namun ada juga yang seperti kisah “Datuk Maringgih”. Si anak perempuan dinikahkan dini dengan orang yang berada meski beda usia, namun jumlahnya tidak banyak.

“Kultur kita sangat berpengaruh dalam hal ini himpitan ekonomi. Banyak orangtua beranggapan anak perempuan adalah beban dalam keluarga. Setelah dinikahkan, diharapkan dapat mengurangi beban tersebut,” ungkapnya.

Syaifuddin menjelaskan, secara fisik maupun psikologis pasangan yang menikah dini belum siap. Akibatnya, paling berat dialami oleh remaja putri. Mulai dari resiko melahirkan di usia muda yang berpotensi merenggut nyawa mereka, hingga resiko perceraian karena belum siap secara mental dan ekonomi.

Menyikapi banyaknya anak di bawah umur yang menikah dini, BKKBN Propvinsi Kepri sudah melakukan berbagai upaya. Antara lain menyiapkan berbagai program untuk mengurangi angka pernikahan dini tersebut.

“Kami terapkan upaya pra dan pasca nikah dini. Kenapa harus ada upaya pasca nikah dini, agar mengurangi angka perceraian dan dampak 4T yang sebabkan kematian ibu saat melahirkan,” katanya.

Apa itu 4T? 4T singkatan dari terlalu dekat jarak anak satu dengan anak lain, terlalu sering melahirkan, terlalu tua, dan terlalu muda.

BKKBN Kepri telah menggalakkan pebinaan keluarga remaja. Sebab kalangan remajalah penyumpang pernikahan terbesar di wilayah Kepri. Bagi keluarga baru yang melangsungkan pernikahan, wajib mengikuti program KB yang mencanangkan dua anak cukup. Sebab melalui program tersebut kehidupan dalam bekeluarga bisa tertata dan terencana dengan baik serta kesejahteraannya lebih terjamin.

Upaya mengurangi remaja yang menikah dini, BKKBN Kepri juga menggalakkan program Generasi Berencana (GenRe) yakni generasi yang mampu merencanakan masa depan dengan lebih baik dan sehat.

“Mengapa GenRe ini penting, karena dengan menjadi GenRe, remaja mampu menghindari seks pra nikah, mencegah pernikahan dini, dan menjauhi narkoba, disamping itu juga memiliki bekal kecakapan hidup,” jelasnya.

Selanjutnya adalah program Tri Bina, yakni bina balita, bina lansia dan bina remaja yang bertujuan untuk memberi ketahanan dari dalam internal keluarga itu sendiri.

“Nah, kami prioritaskan program Bina Keluarga Remaja. Untuk mengurangi resiko terpaparnya pergaulan bebas dan pelecehan seksual,” ujarnya.

Syaifuddin kembali menceritakan, Belia memahami kehidupan dia dan suami bukanlah contoh gagal dari kasus pernikahan dini. Namun, situasi itu jarang dialami keluarga pernikahan dini lain.

Saat seorang perempuan menikah dini, awalnya harapan keluarga adalah menyelesaikan tanggungjawab dan menyerahkan kepada suami. Namun, rata-rata suami yang menikah dini juga berusia muda yang belum mapan secara ekonomi.

Banyak kasus mengenai pernikahan yang disebabkan hamil di luar nikah, keluargalah yang punya peran penting.

“BKKBN akan mendukung pemenuhan informasi bagi keluarga dan remaja untuk pencegahan, tapi tetap saja tergantung pada lingkungan terdekat remaja tersebut,” pungkasnya. (cr18)

Bisnis Properti Membaik, Pameran 11 Hari, REI Bukukan Transaksi Rp 75 Miliar

0
Pameran property di antrium Mega Mall, Rabu (5/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam berhasil membukukan transaksi sebesar Rp 75.633.248.000 selama 11 hari pameran di Mega Mall Batam. Angka tersebut Rp 5 miliar lebih tinggi dari target yang dipasang panitia.

Ketua DPD REI Khusus Batam, Achyar Arfan, mengatakan capaian tersebut sekaligus menandai bangkitnya bisnis properti di Batam. Menurut dia, memasuki triwulan kedua 2017, sektor properti terus mengalami perbaikan.

“Walaupun ekonomi kurang baik, tapi penjualan kali ini lebih bagus dari bulan Oktober tahun lalu,” kata Achyar usai penutupan REI Expo 2017 di Mega Mall Batam, Minggu (16/4).

Namun Achyar mengatakan, para pengembang anggota REI Khusus Batam tidak hanya fokus pada pembangunan permukiman untuk mengejar keuntungan. Akan tetapi, pihaknya tetap memperhatikan tata ruang dengan membangun fasilitas umum (fasus) dan fasilitas sosial (fasos).

Dia mengklaim, para developer anggota REI Khusus Batam juga sangat peduli dengan penyediaan drainase yang memadai di kawasan permukiman yang dibangun. Sebab selama ini pengembang sering menjadi kambing hitam jika terjadi banjir di perumahan.

“Kami sering disentil wali kota Batam. Padahal tidak semua pengembang itu anggota REI. Proyek anggota REI lebih baik,” katanya.

Ketua Panitia REI Expo 2017, Lina, mengatakan dalam pameran yang dibuka pada Rabu (5/4) itu, PT Cipta Group membukukan penjualan terbanyak dari segi unit rumah. Yakni 37 unit.

“Sedangkan untuk transaksi terbanyak dicapai pengembang Agung Podomoro Land, yakni sebanyak Rp 23,5 miliar,” ujar Lina, kemarin.

Dia menjelaskan, selama 11 digelar pameran tersebut menyedot 2.178 pengunjung. Selain diikuti 14 pengembang sebagai peserta, pameran tersebut juga melibatkan empat industri pendukung sektor properti, seperti Tunas Interior, Telkom, Mowlex, dan Mortar Utama.

Senada dengan Achyar, Lina menyebut tingginya angka penjualan dalam pameran tersebut membuktikan jika bisnis sektor properti di Batam kembali bergairah.

“Kita berharap masyarakat tidak takut untuk membeli rumah, walaupun ekonomi lesu,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat Pemko Batam, Herman Rozie, berharap pameran perumahan seperti ini akan membuka akses masyarakat dalam mencari kebutuhan hunian. Sementara dari sisi pengembang, dia berharap agar ada komitmen dalam menyediakan permukiman yang layak dan nyaman.

“Menyediakan hunian yang layak adalah tanggung jawab pemerintah. Tapi tentu kita harus bekerja sama dengan swasta,” kata dia.

Rozie menambahkan, melalui kebijakan pusat, Pemko Batam juga terus menyediakan rumah murah untuk masyarakat kurang mampu. Namun lagi-lagi dia berharap ada dukungan dari para pengembang, khususnya anggota REI Batam.

Terkait perizinan, dia mengaku Pemko Batam akan selalu mempermudah urusan izin, khususnya izin mendirikan bangunan (IMB). Sebab jika bisnis sektor properti membaik, dia yakin sektor lainnya akan ikut terkerek.

“Kita bersyukur transaksi jual beli properti terus naik,” katanya. (lenni)

Gurun Pasir Busung, Destinasi Wisata Baru

0
Sejumlah warga mengunjungi Gurun Pasir bekas Tambang pasir di Desa Busung Kecamatan Sri Kuala Lobam, Bintan, Minggu (16/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Cuaca panas tidak menghalangi sejumlah warga berekreasi dan menikmati hari libur dengan mengunjungi lokasi bekas tambang pasir di kawasan Desa busung Kecamatan Sri Kuala Lobam Bintan, Minggu (16/4).

Kawasan yang kini disebut sebagai wisata gurun pasir Busung tersebut menjadi salah satu destinasi wisata bagi warga di Bintan dan Tanjungpinang. Seperti yang dilakukan Dedi, ia rela menyewa kendaraan untuk memboyong keluarga besarnya dari Tanjungpinang menuju kawasan tersebut.

“Penasaran aja, keluarga pun pengen lihat gurun pasir yang ramai dibicarakan orang ini,” kata Dedi.

Tidak hanya itu, ia pun menyempatkan diri bersama keluarga mengabadikan gurun pasir yang mirip dengan gurun sahara tersebut dengan berswafoto. “Pemandangannya sangat indah dan cantik, mirip gurun pasir betulan, jadi cocok untuk foto-foto di sini (Gurun Pasir, red),” ujarnya.

Kawasan yang dikelola Badan Usahan Milik Desa (BUMDes) ini, tentunya bisa menguntungkan warga sekitar dengan berjualan di sekitar gurun pasir tersebut sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga setempat. “Yang jualan masih sedikit, jadi ke depannya pengelola bisa menyediakan tempat untuk warga sekitar yang ingin berjualan,” kata Dedi.

Mahidin, salah seorang warga setempat yang juga pengelola parkir mengatakan, sejak delapan bulan terakhir khusunya setiap hari libur, bekas tambang pasir yang pernah beroperasi tahun 90an ini memang ramai dikunjungi warga.

“Kalau hari libur, khususnya hari Sabtu dan Minggu, dari pagi hari sudah ramai, banyak yang datang dari Tanjungpinang,” katanya.

Mahidin berharap dengan adanya wisata gurun pasir, dapat memajukan pariwisata di Bintan dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat yang membuka usaha di kawasan tersebut. “Kami berharap wisatawan luar daerah bisa mengunjungi gurun pasir ini sebagai tujuan wisata,” pungkasnya. (odi)

Jatah Akpol untuk Kepri 10 Orang, Tahun sebelumnya hanya 4

0

batampos.co.id – 1.349 calon siswa lulus administrasi, selanjutnya mereka akan mengikuti seleksi tes masuk polisi.

Tahun ini kuota penerimaan polisi untuk Polda Kepri sebanyak 266 orang.

“Ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Karena tahun lalu, kita dinilai sangat baik dan bersih dalam penerimaan,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian,Senin (17/4).

Ia menjelaskan 266 calon polisi yang akan diterima ini terdiri dari 10 orang untuk Akademi Polisi, 242 Bintara baik Polki maupun Polwan dan 14 orang untuk Tamtama.

“Beruntung Polda Kepri, karena tahun lalu untuk Akpol kuotanya hanya 4 orang saja,” tutur Sam.

Untuk penerimaan kali ini, dijamin bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Sehingga Sam meminta orangtua dari calon siswa tersebut selalu berhati-hati. Karena selalu ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi.

“Mereka tembak di atas kuda,” ucap Sam.

Soal tembak diatas kuda ini, dijelaskan oleh jendral bintang dua ini bahwa biasanya terjadi saat akan sidang kelulusan. Dimana jumlah calon siswa mengerucut dikisaran 300 orang. Oknum ini berusaha hubungi orangtua calon siswa, dan menjanjikan kelulusan.

“Peluangnya untung-untungan, kalau lulus. Mereka untung,” ujarnya.

Ia meminta orangtua atau calon siswa, dapat melaporkan bila dihubungi oleh oknum-oknum tersebut. Dan melaporkan ke Tim Cyber Pungli, Propam Polda Kepri. “Penerimaan polisi kali ini diawasi delapan lembaga eksternal dan internal,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Biro SDM Polda Kepri Kombes Pol, Rakhmat Setiyadi mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Kapolri, sponsor atau rekomendasi sangat dilarang. Pejabat-pejabat Polri dilarang memberikan surat rekomendasi, untuk calon siswa. Dimana surat ini bertujuan untuk memuluskan, ujian para calon siswa polisi.

“Siswa yang mendapatkan rekomendasi, akan kami diskualifikasi,” katanya.

Selain itu, siswa calon polisi juga akan didiskulifikasi bila berusaha menghubungi panitia seleksi untuk meminta bantuan selama ujian berlangsung.

“Untuk kepolisian, apabila ada anak,saudara, keponakan atau keluarga memasuki tes polisi. Maka dilarang untuk menjadi panitia polisi,” ujarnya.

Rakhmat mengatakan pihak kepolisi berusaha mewujudkan seleksi masuk polisi yang bebas, transparan, akuntabel dan humanis. “Serta bebas dari KKN,” ujarnya. (ska)

Pemulangan TKI Bermasalah Tahun Ini 18 Ribu Orang

0
TKI bermasalah yang dipulangkan beberapa waktu lalu. F. Yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepulauan Riau, Doli Boniara, memperkirakan pada tahun 2017 tingkat pemulangan Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) melalui Kepri akan meningkat dari tahun sebelumnya. Hal itu, kata Doli, disebabkan masih tingginya minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri dari tahun ke tahun.

“Jika tahun-tahun sebelumnya, berkisar 15-16 ribu orang. Tahun 2017 ini mencapai 18 ribu orang,” ungkap Doli, kemarin.

Merujuk catatan Dinsos Kepri, mayoritas TKI yang dipulangkan dari Malaysia melalui Kepri, merupakan TKI yang berasal dari daerah lain. Hanya saja, wilayah Kepri yang strategis dimanfaatkan para TKI, baik legal dan ilegal, sebagai pintu masuk.

Untuk memulangkan para TKIB yang masuk ke Kepri, lanjut Doli, pihaknya bekerja sama dengan pihak terkait dan Kementerian Sosial RI (Kemensos). Mulai dari biaya tinggal, makan minum, hingga pemulangannya.

“Mayoritas para TKI memang bukan warga Kepri. Jadi, Dinsos sebagai penyedia sarana. Sementara, terkait biaya makan minum dan pemulangan berasal dari Kemensos,” kata Doli.

Menurut Doli, permasalahan TKIB ini sudah pada tingkat Nasional. Namun, Kepri kerap menjadi sasaran empuk sebagai pintu masuk para TKI yang ingin bekerja di negara tetangga Malaysia. (aya)

RM Mahkota Bundo Berani Bumbunya

0
Suasana Rumah Makan Mahkota Bundo yang berlokasi di Komplek Rumah Toko Mahkota Niaga Blok B nomor 15-16 Jalan Raja Isa, Batamkota. F. Yusuf/batampos.

batampos.co.id – Meski rumah makan Padang sudah bertaburan di Kota Industri ini, Hilda dan Nurhafiza sepakat membuka rumah makan serupa. Kata sang koki Nurhafizah, yang membedakan RM Mahkota Bundo dengan lainnya adalah menu khas Minangnya lengkap dan berani bumbu.

“Semua menu yang ada di Padang, Mahkota Bundo menyediakan. Satu tempat semua ada, jadi gak pulang kampung sudah terobati kangennya di sini,” Nurhafizah, 50, membuka pembicaraan, Minggu (9/4) lalu.

Perempuan asal Bukittinggi, Sumatera Barat itu, ditemani rekan bisnisnya Hilda Dewiza, 47, duduk di meja segi empat yang disusun tiga sehingga membentuk meja persegi panjang, di siang yang hangat itu.

Mereka berdua bekerjasama mengelola Rumah Makan Mahkota Bundo yang berlokasi di Komplek Rumah Toko Mahkota Niaga Blok B nomor 15-16 Jalan Raja Isa, Batamkota. Hilda, begitu Hilda Dewiza biasa disapa, dulunya adalah pemilik Warung Batok di DC Mall dan Pelita (2004-2008), dengan menunya yang terkenal soto ceker dan sop tulangnya.

Hilda mengatakan naluri bisnisnya muncul kembali setelah melihat perkembangan dunia kuliner di Yogyakarta yang maju, padahal, menurutnya, banyak yang biasa saja. “Buka usaha masakan Padang karena selama tinggal di Jogja gak nemu masakan Padang yang cocok di lidah,” ungkap notaris lulusan Magister Kenotariatan Universitas Gajah Mada, Jogjakarta itu.

Maka ketika di pulang ke Batam, dia mencari partner untuk membuka rumah makan Padang. Dan bertemulah dengan Nurhafizah pemilik RM Pondok Yulif atau Ngarai Sianok di dekat Hotel Goodway, Nagoya. Dimana ketika itu ruko yang disewanya telah habis kontrak.

Rumah makan berlantai dua dengan warna cat dominan kuning itu dikonsep menjual masakan Padang dan seafood. Berkapasitas seratusan tempat duduk, punya ruang VIP berpendingin udara yang bisa menampung hingga 30an orang, dan punya musala di lantai dua.

Apa yang disampaikan Nurhafiza, memang benar, di Mahkota Bundo terdapat 34 menu dari olahan daging, ayam, ikan, belut, bebek, kikil atau tunjang, telur, ikan salai, babat, sayur, hingga daging kambing yang dipajang di etalasenya. Dari dendeng, rendang, cincang, gulai, bakar, goreng sambal, hingga sambal hijau. “Pokoknya semua masakan khas Minang ada di sini, namun di sini istimewa karena kami berani bumbu,” ujar Uni, begitu Nurhafiza akrab disapa pelanggannya.

Kata Uni, bumbu yang pas akan menjaga kualitas rasa, “termasuk pemilihan ikan, daging, ayam dan bahan baku lainnya.”

“Karena ada juga orang yang sengaja mengurangi bumbu dan memilih bahan yang kualitasnya kurang baik untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Misalnya ayam beku, itu sudah mengurangi rasa karena kualitas kaldunya tak seperti ayam segar. Rasanya pasti lari,” tuturnya. “Sama dengan ikan, kalau ikannya segar kaldunya pasti enak,” imbuhnya.

Gulai kikil atau tunjang misalnya, Uni memilih bagian kenyal dari kaki sapi itu dengan selektif. Dia tidak mau mencampur kikil dengan kulit. “Karena ada juga yang mencampurnya, rasanya ya pasti beda,” katanya.

Sementara untuk gulai kambing disajikan khusus di hari Jumat. Alasannya karena hari tersebut jam istirahat perkantoran lebih lama dari hari biasa. “Kalau sayur yang istimewa di sini gulai kapau,” lanjutnya. Gulai kapau berisi sayur nangka, kol dan kacang panjang yang digulai. (ryh)

Empat Kelompok Nelayan Terima Benih Kerapu

0
Sedanau kota terapung di Natuna yang menjadi pusat budidaya kerapu sebagai penggerak ekonomi masyarakat. F. Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Sebanyak empat kelompok nelayan budidaya di Natuna mendapat bantuan 40 ribu benih ikan kerapu dari Kementerian Kelauatan dan Perikanan.

Kepala Bidang Pengelolaa Pemberdayaan, Usaha Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Pemkab Natuna Zakkmin Yusuf mengatakan, bantuan benih ikan kerapu kepada kelompok nelayan merupakan program peningkatan produksi ikan budidaya di Natuna dari Ditjen perikanan budidaya Kementerian Kelauatan dan Perikanan.

“Besok benih ikan kerapu rencana diserahkan kepada kelompok nelayan di Sedanau. Tahap pertama sebanyak 12 ribu benih, penyerahan bertahap. Keseluruhan 40 ribu benih kerapu,” kata Zakimin Yusuf, Minggu (16/4).

Dikatakan Zakimin, bantuan 40 ribu benih kerapu, Pemerintah bekerjasama dengan Balai Perikanan Budidaya Laut Batam. Kerjasama ini juga bagian dari penerapan pembesaran ikan secara teknologi, yang selama ini nelayan budaidaya mendapatkan benih dari alam.

“Dengan benih yang terjamin juga akan menambah mutu ikan budidaya, karena benih dari alam juga akan rawan penggunaan bahan kimia dari nelayan,” sebut Zakimin.

Zakimin mengatakan, bantuan benih ikan kerapu kepada 4 kelompok nelayan di Sedanau merupakan bagian dari program revitalisasi keramba jaring apung yang dibantu pemerinta sebelumnya, namun tidak terkelola dan sudah rusak.

Bantuan benih dan revitalisasi ini sambungnya, nelayan yang tergabung dalam kelompok juga dibantu untuk biaya pakan hingga panen.

Nelayan yang dibantu dalam program ini sebutnya, betul-betul nelayan yang sudah berhasil dan berpengalaman berbudidaya ikan kerapu. Sehingga dapat meningkatkan produksi ikan budidaya di Natuna.

“Budidaya ikan kerapu, bisa panen dalam waktu satu tahun. Menjelang masa panen, nelayan butuh biaya pakan. Sehingga tidak semua nelayan bisa menggeluti budidaya kerapu. Namun dalam setahun, nelayan bisa raup keutungan sekitar Rp 200 juta sampai Rp 300 juta,” ujar Zakimin.(arn)

Batasi Studi Banding ke Luar Negeri

0
Nurdin Basirun,Gubernur Kepri. Foto: batampos

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku tidak terlalu khawatir terkait adanya rencana pemangkasan anggaran daerah oleh pemerintah pusat. Menyiasati hal itu, dirinya akan membatasi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri untuk melakukan studi banding ke luar negeri.

“Kebijakan yang akan dibuat oleh Pemerintah Pusat tentu ada sebab akibatnya. Kita di daerah juga harus mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi,” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan media di Gedung Daerah, akhir pekan lalu.

Menyikapi persoalan tersebut, Nurdin mengharapkan OPD memanfaatkan anggaran yang ada semaksimal mungkin untuk pembangunan. Bukan untuk melakukan studi banding jauh-jauh ke luar negeri. Menurut Nurdin, membangun Kepri membutuhkan biaya yang sangat mahal. Menyadari hal itu, dan terbatasnya kemampuan daerah dirinya juga menekankan penggunakaan anggaran harus sesuai dengan porsi yang dibutuhkan.

“Berangkat dari persoalan inilah, dalam melakukan kunjungan ke lapangan cukup dengan OPD terkait. Karena dengan begitu bisa menghemat penggunaan anggaran,” papar Nurdin.

Mantan Bupati Karimun tersebut juga mengatakan, selain menyorot stubanding ke luar negeri perjalanan ke luar daerah yang memang sekiranya tidak perlu jangan dilakukan. Karena meskipun sedikit-sedikit, tetapi apabila dikumpulkan nilainya akan menjadi banyak. Nurdin tetap berharap, kebijakan yang akan dibuat pemerintah pusat tidak membuat anggaran Kepri kembali defisit.

“Mudah-mudahan tidak terjadi defisit lagi. Karena kita sudah membuat sejumlah rencana pembangunan-pembangunan strategis di Provinsi Kepri,” tutup Gubernur Nurdin. (jpg)

Kembangkan SDM Pariwisata, Pemkab Anambas Gandeng BTP

0
Rombongan Pemkab Anambas yang dipimpin Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra berkunjung ke BTP. Nampak Pihak Pemkab Anambas sedang berbincang dengan pihak BTP, Sabtu (15/4)

batampos.co.id – Pemkab Anambas saat ini berupaya menggandeng Batam Tourism Politeknik (BTP) untuk mendorong kemajuan pariwisata di Anambas. Saat ini Pemkab masih dalam tahapan melakukan komunikasi.

Keseriusan Pemkab Anambas menggadeng BTP diwujudkan dengan berkunjung ke BTP oleh Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra ke Batam, Sabtu (15/4).

“Kami berkunjung ke BTP untuk melakukan penjajakan. Kami ingin di Anambas ada SDM yang cakap khususnya pada bidang pariwisata. Ini merupakan persiapan awal untuk menyiapkan SDM yang berkualitas di Anambas,” ujarnya kepada wartawan Minggu (16/4).

Pihak BTP sendiri, lanjut Wan Zuhendra, mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah untuk meningkatkan SDM untuk menunjang pengembangan pariwisata di Anambas.

Menurutnya, Pemda akan tetap mengambil langkah demi meningkatkan SDM agar bisa mendorong kemajuan pariwisata di Anambas. “Pemerintah Daerah mendukung majunya pariwisata dan siap kerjasama dengan pihak manapun,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya 10 pemuda Anambas juga ada yang sudah menuai pendidikan di Sahid Bintan Tourism Institute untuk DI jurusan pariwisata. Dalam tempo satu tahun ke depan, maka putra-putri Anambas tersebut dijadwalkan akan kembali ke Anambas dengan sudah berbekali pengetahuan pariwisata.

Ke-10 putra-putri Anambas tersebut dibiayai penuh oleh perusahaan Migas Medco Energi. Selain itu masih ada 30 putra-putri Anambas yang menempuh pendidikan dibidang lain. (sya)

Pencetakan Sawah Resang Tak Capai Target

0
Kondisi padi yang menguning karena sakit. F. Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Pengerjaan pencetakan sawah terkendala tak capai target. Pasalnya seluruh alat berat sebanyak 15 unit telah ditarik kontraktor pengerjaan pencetakan sawah di Desa Resang. Dari 254 hektare lahan yang akan dibentuk menjadi sawah, baru 55 hektare yang selesai dicetak menjadi sawah, sedangkan di lahan 55 hektare tersebut yang belum ditanam sebanyak 40 hektare.

Menurut Kades Resang Hanafi ditariknya alat berat dari lokasi yang akan dijadikan sawah karena belum jelas kontrak kerja dengan kontraktor tersebut. “Yang saya dengar kontrak kerjasama dengan kontraktor belum jelas. Itu yang saya dengar,” kata Hanafi ketika dimintai keterangan, Minggu (16/4) pagi.

Kades Resang itu juga mengatakan, target pencetakan sawah di desa yang dipimpinnya itu semestinya mencapai 254 hektare namun hingga saat ini baru 55 hektare lahan yang diselesaikan. Selain itu, Hanafi juga mengakui kalau lahan yang baru dibuka tersebut tidak maksimal dan petani hanya mampu menanam belasan hektare saja.

Pengawasan lapangan dari pihak kontraktor, Yanto menuturkan, perusahaan tempat dia bekerja merasa rugi jika menunggu pengerjaan pencetakan sawah selanjutnya yang belum pasti. Sebab, Hanafi menjelaskan kalau pengerjaan pencetakan sawah akan dilanjutkan jika lahan yang telah selesai dicetak telah ditanami.

“Setahu saya, lahan akan dilanjutkan untuk dibuka setelah lahan yang telah selesai dikerjakan telah ditanami padi,” ujar Hanafi.

Sementara itu dari pantauan Batam Pos di lahan yang telah ditanami padi, terlihat sejumlah benih padi telah menguning bukan karena akan panen, namun diduga karena sakit. Sesuai pengakuan Hanafi lahan dikawasan itu kurang maksimal, baik secara irigasi dan letak sawah yang kurang tepat.

Selain itu, Hanafi juga mengatakan kuningnya sejumlah bibit padi yang ada saat ini dikarenakan tingkat keasaman tanah yang masih tinggi. Dia juga terkesan tidak yakin untuk menanam kembali bibit tersebut karena terlihat sakit.

“Yah begitulah, kami akan cari jalan terbaik agar berhasil,” ujar Hanafi dengan nada suara terdengar pelan. (wsa)