Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 1367

RS Awal Bros Batuaji Resmi Dibuka, Hadirkan Layanan Medis Modern Berbasis Teknologi

0
Peresmian RS Awal Bross Batuaji, Kamis (26/6) . F.Eusebius Sara

batampos – Rumah Sakit (RS) Awal Bros Group resmi membuka cabang barunya di kawasan Batuaji, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (26/6) Dengan kapasitas 175 tempat tidur dan fasilitas unggulan berteknologi tinggi, RS Awal Bros Batuaji diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan modern yang menyeluruh untuk masyarakat Batam dan sekitarnya.

CEO RS Awal Bros Group, Arfan Awaloeddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran rumah sakit ini merupakan langkah konkret menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah dijangkau dan bermutu.

“Batuaji adalah kawasan berkembang, dihuni banyak keluarga muda dan pekerja. Mereka layak mendapatkan layanan medis terbaik tanpa harus pergi jauh, apalagi ke luar negeri,” ujarnya.

Rumah sakit ini dirancang dengan konsep Smart Hospital, mengintegrasikan sistem digital dalam layanan medis. Beberapa layanan unggulan yang ditawarkan meliputi IGD dan EMS 24 jam, trauma center, bedah minimal invasif, layanan ibu dan anak, hemodialisa, fisioterapi, terapi wicara, serta fasilitas radiologi canggih seperti MRI 1.5 Tesla dan CT-Scan.

Baca Juga: DLH Batam Gelar Uji Emisi di Tiga Lokasi, 40 Persen Kendaraan Pengguna Solar Gagal

Arfan juga menambahkan bahwa pembangunan RS Awal Bros Batuaji dilandasi semangat untuk memperkuat kemandirian layanan kesehatan dalam negeri. “Kami terpanggil untuk melayani masyarakat yang selama ini harus ke luar negeri untuk berobat. Komitmen kami adalah membangun kepercayaan lewat mutu pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat,” katanya.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan apresiasinya kepada RS Awal Bros Group karena telah mempercayakan Kota Batam sebagai lokasi ekspansi. Ia menilai kehadiran rumah sakit ini sangat penting untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di wilayah dengan populasi terbanyak di Kepri.

“Batam butuh rumah sakit yang bukan hanya lengkap tapi juga profesional dan terjangkau. Kami harap RS ini menjadi rujukan yang dapat diandalkan masyarakat,” kata Nyanyang. Ia juga berpesan kepada tenaga medis agar melayani dengan hati, penuh kejujuran dan tanggung jawab.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyebut kehadiran RS Awal Bros Batu Aji sebagai kabar baik yang membanggakan. “Ini bukan sekadar tambahan fasilitas kesehatan, tapi langkah serius menuju peningkatan kualitas hidup masyarakat Batam. Rumah sakit ini membawa dampak positif bagi investasi, lapangan kerja, dan rasa aman warga,” tegasnya.

Peresmian ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Batam, pimpinan BP Batam, Kadin Kepri dan Batam, HIPMI, Apindo, serta sejumlah tokoh industri dan penyedia asuransi kesehatan. Acara ini juga menjadi bukti kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat infrastruktur kesehatan di Batam.

Baca Juga: Cegah Narkoba, Lapas Batam Perketat Pemeriksaan Pengunjung

Sebagai jaringan rumah sakit swasta yang telah berdiri sejak 1998, RS Awal Bros kini mengelola 10 rumah sakit di Riau dan Kepri. Komitmennya adalah menghadirkan layanan berbasis nilai-nilai PRIMA: Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan, dan Asertif, demi pelayanan yang manusiawi dan terpercaya.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan fasilitas RS Awal Bros Batu Aji dapat diakses melalui situs resmi awalbros.com atau call center di 1500 088. Rumah sakit ini siap menjadi bagian dari masa depan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi Batam dan Indonesia. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Artikel RS Awal Bros Batuaji Resmi Dibuka, Hadirkan Layanan Medis Modern Berbasis Teknologi pertama kali tampil pada Metropolis.

98 WNI Nyaris Jadi Korban Perdagangan Orang, Ada yang Akan Dikirim ke Sarang Scam Online

0
Pencegahan WNI pergi ke luar negeri dilakukan oleh Polri bersama instansi terkait lainnya untuk membantu mereka agar tidak menjadi korban TPPO. (Polri)

batampos – Tindak pidana perdangan orang di luar negeri dengan menyasar korban dari Indonesia masih terus terjadi. Pelaku datang ke Tanah Air dengan beragam modus untuk merayu warga negera Indonesia (WNI) untuk bekerja di luar negeri. Padahal para korban akan dibawa ke negara rawan konflik atau sarang penipuan atau scam online.

Untuk mencegah TPPO tersebut, Polri dan Ditjen Imigrasi terus melakukan upaya pencegahan pengiriman orang ke luar negeri tanpa prosedur. Alhasil, 98 WNI yang berhasil diselamatkan dan mengakui mereka ditawari bekerja di luar negeri yang menjadi daerah konflik dan sarang scam online.

Upaya itu dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA dan PPO) Bareskrim Polri dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soetta.

Upaya itu dilakukan sejak 1 Juni hingga 25 Juni dan berhasil mencegah keberangkatan 98 WNI. Mereka diduga akan menjadi korban TPPO dengan modus pengiriman sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural.

Kasubdit III Dittipid PPA dan PPO Bareskrim Polri Kombes Amingga Primastito menjelaskan, upaya itu merupakan bagian dari langkah preventif dalam memberantas jaringan TPPO yang menyasar WNI untuk dikirim ke kawasan rawan konflik dan eksploitasi di luar negeri.

“Upaya pencegahan ini dilakukan agar para WNI tidak menjadi korban konflik seperti di Timur Tengah yang saat ini sedang terjadi peperangan,” ujar Kombes Amingga saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (25/6).

Amingga mengungkapkan, para korban sebagian besar direkrut oleh orang-orang yang dikenal secara pribadi, seperti kerabat atau tetangga. Pelaku TPPO itu membentuk jaringan perekrutan terselubung. Para korban dijanjikan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART), pekerja restoran di Timur Tengah, serta sebagai tenaga di industri perjudian dan penipuan online (scam online) di Myanmar dan Kamboja.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan, apalagi di negara tujuan seperti kawasan Timur Tengah yang saat ini tengah terjadi konflik akibat peperangan, dan di perbatasan Thailand dengan Kamboja akibat sengketa wilayah,” jelasnya.

Seluruh WNI yang dicegah keberangkatannya akan menjalani proses asesmen untuk menelusuri jaringan perekrut. Setelah itu, mereka akan diserahkan kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk diberikan sosialisasi dan edukasi terkait migrasi aman.

“Setelah proses tersebut, mereka akan diserahkan kepada BP2MI untuk diberikan sosialisasi dan edukasi terkait proses migrasi yang aman agar mendapat pelindungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta Johanes Fanny Satria Cahya Aprianto mengatakan, pihaknya telah menggagalkan upaya keberangkatan 98 calon PMI nonprosedural ke berbagai negara, termasuk Yaman, Qatar, Arab Saudi, Kamboja, Myanmar, dan Malaysia.

“Seluruhnya diduga berangkat tanpa prosedur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Menurut dia, para calon PMI ini menggunakan modus berpura-pura sebagai wisatawan, pelajar, atau jemaah ibadah agar lolos pemeriksaan. “Banyak dari mereka menyamar sebagai pelancong atau wisatawan, ibadah, dan belajar. Identifikasi seperti ini tidaklah mudah karena dilakukan secara terselubung,” ujarnya.

Pihak imigrasi dan kepolisian terus berkomitmen memperkuat sistem pengawasan dan penindakan terhadap jaringan perdagangan orang guna melindungi warga negara dari eksploitasi di luar negeri. (*)

Artikel 98 WNI Nyaris Jadi Korban Perdagangan Orang, Ada yang Akan Dikirim ke Sarang Scam Online pertama kali tampil pada News.

Kuota Siswa Terbatas, Orangtua di Batam Resah Menanti Pengumuman SPMB

0
Panitia SPMB SMKN 7 Batam saat melakukan verifikasi pendaftaran SPMB tingkat SMK di Posko SMAN 3 Batam, Rabu (24/6). F Cecep Mulya a/Batam Pos

batampos – Menjelang pengumuman Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK di Kota Batam pada Sabtu (28/6), keresahan mulai dirasakan para orangtua. Mereka khawatir anak-anak mereka tidak terakomodir di sekolah negeri lantaran keterbatasan daya tampung sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Cabang Batam, Kasdianto, menegaskan bahwa hingga saat ini kuota penerimaan siswa baru di SMA dan SMK masih mengacu pada juknis yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Sampai sekarang belum ada perubahan kuota. Kita masih menunggu keputusan dari pimpinan, dalam hal ini Gubernur Kepri dan Kadisdik Kepri,” ujarnya.

Menurut Kasdianto, dalam kunjungan Wakil Menteri Pendidikan ke Batam beberapa waktu lalu, pihaknya telah menyampaikan kondisi riil terkait lonjakan pendaftar di sejumlah sekolah favorit. Namun keputusan soal penambahan kuota sepenuhnya merupakan wewenang pimpinan pusat dan provinsi.

Baca Juga: Orang Tua Keluhkan Anak Tak Bisa Daftar Sekolah Negeri, Pemerintah Diminta Hadirkan Solusi Nyata

Ia mengakui sejumlah sekolah, baik tingkat SMA maupun SMK, mengalami lonjakan jumlah pendaftar yang signifikan.

“SMKN 5 dan SMKN 1 misalnya, masing-masing menerima lebih dari dua ribu pendaftar, padahal daya tampung tidak sampai separuhnya. Di SMA juga sama, SMAN 1, 3, 5 dan 8 sangat membludak,” tambahnya.

Kondisi ini membuat ribuan calon siswa terancam tidak lolos seleksi, karena kuota yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pendaftar. Situasi tersebut menimbulkan kecemasan bagi para orangtua yang sangat berharap anak mereka dapat menempuh pendidikan di sekolah negeri.

Marsel, warga Kavling Lama, Sagulung, misalnya, menyampaikan kekhawatirannya jika anaknya tidak diterima di SMAN 5.

“Sekolah itu paling dekat dari rumah. Kalau anak saya tidak lolos, saya akan terus datang ke sekolah berharap ada tambahan kuota,” ujarnya penuh harap.

Senada dengan itu, Endang, warga Marina, juga menyatakan tekadnya agar anaknya tetap masuk sekolah negeri.

“Tujuan kami SMKN 5. Kalau gagal, saya akan terus mencoba datangi sekolah, berharap ada kebijakan. Sekolah negeri biayanya lebih terjangkau bagi kami,” katanya.

Baca Juga: DLH Batam Gelar Uji Emisi di Tiga Lokasi, 40 Persen Kendaraan Pengguna Solar Gagal

Banyak orangtua menyuarakan hal serupa, bahwa keterbatasan kuota sebaiknya diimbangi dengan penambahan daya tampung agar tidak terlalu banyak siswa yang harus tersingkir. Apalagi sebagian besar berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.

Pihak Dinas Pendidikan Kepri Cabang Batam pun mengaku siap menyampaikan aspirasi masyarakat ini ke pimpinan provinsi sebagai bahan pertimbangan. Namun, keputusan akhir tetap menunggu arahan resmi dari Gubernur dan Kadisdik Kepri.

Dengan pengumuman SPMB yang tinggal sehari lagi, ribuan pasang mata masih menanti kabar baik. Harapan pun menggantung tinggi, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para orangtua yang ingin masa depan pendidikan anak-anaknya terjamin tanpa terbebani biaya mahal di sekolah swasta. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Artikel Kuota Siswa Terbatas, Orangtua di Batam Resah Menanti Pengumuman SPMB pertama kali tampil pada Metropolis.

Media Italia Kabarkan Masa Depan Kiper Timnas Indonesia Emil Audero

0
Kiper Timnas Indonesia Emil Audero pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Masa depan kiper Timnas Indonesia Emil Audero kembali menjadi sorotan. Palermo dikabarkan bersikeras mempertahankan penjaga gawang kelahiran Lombok tersebut agar tidak kembali ke Como FC, klub pemilik kontraknya.

Negosiasi antara kedua klub Serie B Italia ini berjalan alot dan belum menunjukkan tanda-tanda akan menemukan kesepakatan dalam waktu dekat.

Berdasarkan laporan Tuttomercato, Palermo masih berkeinginan kuat agar Emil Audero tetap memperkuat tim mereka. Kendala utama adalah masa peminjaman kiper berusia 28 tahun tersebut akan berakhir pada 30 Juni 2025. Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai nasib penjaga gawang yang telah menjadi andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia tersebut.

“Rencana utama Palermo tetap (mempertahankan) Emil Audero, pemain yang dimiliki oleh Como setelah enam bulan (masa peminjaman) yang positif. Namun, negosiasi tidak berjalan mudah karena para petinggi tim masih memperhatikan hal-hal yang dinegosiasikan,” demikian laporan Tuttomercato.

Performa Solid Emil Audero Memikat Palermo

Keinginan kuat Palermo untuk mempertahankan Emil Audero bukanlah tanpa alasan. Performa solid yang ditunjukkan kiper asal Nusa Tenggara Barat ini selama masa peminjaman memang layak diapresiasi.

Dalam 15 penampilan bersama Palermo, Emil hanya kebobolan 21 kali dan berhasil mencatatkan clean sheet sebanyak tiga kali. Statistik tersebut cukup mengesankan untuk ukuran kompetisi Serie B yang kompetitif.

Performa konsisten inilah yang membuat manajemen Palermo enggan melepas Emil untuk mengarungi Serie B musim 2025/2026.

Como FC Belum Memberikan Respons Resmi

Pertanyaan besar saat ini adalah bagaimana respons Como FC selaku pemilik kontrak Emil Audero. Hingga kini, klub yang baru saja promosi ke Serie A tersebut belum memberikan pernyataan resmi terkait masa depan kiper Indonesia ini.

Como FC memiliki hak penuh untuk menentukan masa depan Emil. Mereka dapat menolak perpanjangan masa peminjaman jika memang membutuhkan jasa Emil untuk memperkuat skuad di Serie A musim depan.

Keputusan Como FC akan menjadi faktor penentu dalam drama transfer ini, mengingat posisi tawar mereka yang kuat sebagai pemilik kontrak.

Palermo Menyiapkan Rencana Alternatif

Mengantisipasi kemungkinan Emil Audero dipulangkan ke Como, Palermo telah menyiapkan daftar nama-nama pengganti. Manajemen klub tidak ingin terlambat dalam mencari sosok penjaga gawang berkualitas.

“Dua nama utama adalah Devis Vasques yang sudah kembali ke Milan setelah berseragam Empoli. Lalu nama kedua adalah Jesse Joronen dari Venezia,” tulis Tuttomercato dalam laporannya.

Devis Vasquez merupakan kiper asal Kolombia yang baru saja menyelesaikan masa peminjaman di Empoli dari AC Milan. Sementara itu, Jesse Joronen adalah penjaga gawang asal Finlandia yang pernah menjadi rekan setim Jay Idzes di Venezia pada musim lalu.

Dilema Como FC dalam Menentukan Keputusan

Situasi ini menempatkan Como FC dalam posisi dilema. Di satu sisi, mereka membutuhkan kiper berkualitas untuk bertahan di Serie A setelah berhasil promosi. Emil Audero jelas memiliki pengalaman dan kualitas yang mumpuni untuk level tersebut.

Namun di sisi lain, Emil telah menunjukkan performa impresif di Palermo dan tampak nyaman dengan sistem permainan tim. Jika dipaksa kembali ke Como tetapi tidak mendapat posisi sebagai pilihan utama, hal tersebut berpotensi menghambat perkembangan kariernya.

Kepentingan Emil Audero sebagai Pemain

Dalam dinamika transfer ini, Emil Audero sendiri memiliki hak untuk menyuarakan preferensinya. Sebagai kiper yang telah menjadi pilar penting Timnas Indonesia, ia tentunya menginginkan waktu bermain yang optimal untuk menjaga konsistensi performa di level internasional.

Keputusan yang diambil nantinya harus mempertimbangkan aspek pengembangan karier jangka panjang Emil, bukan hanya kepentingan klub semata.

Menunggu Perkembangan Lebih Lanjut

Drama transfer Emil Audaro ini masih akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Kedua klub memiliki kepentingan dan pertimbangan masing-masing yang harus diselaraskan.

Palermo membutuhkan sosok kiper andalan untuk ambisi mereka di Serie B, sementara Como FC harus memutuskan apakah Emil masuk dalam rencana jangka panjang mereka di Serie A.

Kejelasan mengenai masa depan Emil Audero diharapkan segera terwujud, mengingat waktu yang tersisa sebelum masa peminjaman berakhir semakin terbatas. Respons Como FC dalam negosiasi ini akan menjadi kunci penyelesaian saga transfer yang melibatkan kiper Timnas Indonesia tersebut. (*)

Artikel Media Italia Kabarkan Masa Depan Kiper Timnas Indonesia Emil Audero pertama kali tampil pada Olahraga.

Potensi Retribusi Parkir Diklaim Capai Puluhan Miliar, Realitanya Rp1,7 Miliar Per Tahun

0
Lokasi parkir Jalan Aisyah Sulaiman Tanjungpinang yang tak terdaftar di Dishub Selasa (15/10). F. Mohamad Ismail/BATAM POS

batampos– Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir di Kota Tanjungpinang, Kepri diklaim menjanjikan. Potensi retribusi parkir per tahunnya diperkirakan mencapai Rp2 hingga Rp3 Miliar per bulannya.

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyatakan bahwa perhitungan tersebut berdasarkan perhitungan jumlah kendaraan roda dua di di Kota Tanjungpinang, yakni tercatat ada sebanyak 127 ribu kendaraan.

“Untuk perhitungan kita bisa menghasilkan Rp2 hingga 3 Miliar per bulan,” kata Lis, Jumat (27/6).

Sehingga, per tahunnya potensi pendapatan dari sektor retribusi parkir bisa mencapai Rp 36 miliar. “Rp 36 miliar dihitung dari 50 persen kendaraan bermotor dan rata-rata membayar parkir dua kali per hari,” tambahnya.

BACA JUGA: Beraksi saat Siang Bolong, Maling Gasak Sepeda Motor dari Parkiran Kedai Kopi

Selain itu, Lis mengakui telah menugaskan petugas survei untuk memantau langsung beberapa titik parkir di Kota Tanjungpinang, salah satunya di Kedai Kopi Batu 10. Selama lima jam, setidaknya ada 118 mobil dan 63 kendaraan roda dua keluar masuk di kedai kopi Batu 10.

“Total retribusi parkir selama lima jam di kedai kopi Batu 10 yang bisa didapatkan dari mobil Rp256 ribu dan Rp 63 ribu dari motor,” sebutnya.

Namun, realita atau kenyataan retribusi yang berhasil diraup selama satu tahun rata-rata sebesar Rp1,7 Miliar. Angka tersebut dinilai masih belum maksimal, sehingga pihaknya akan melakukan pembenahan.

“Ini persolan di lapangan. Saat ini Tim tengah bekerja untuk membenahi perparkiran di Tanjungpinang,” pungkasnya. (*)

Reporter: M Ismail

Artikel Potensi Retribusi Parkir Diklaim Capai Puluhan Miliar, Realitanya Rp1,7 Miliar Per Tahun pertama kali tampil pada Kepri.

KPK Gelar OTT di Sumut, Amankan 6 Orang

0
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo (kiri). (Rio Feisal/Antara)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kegiatan operasi senyap itu dilakukan KPK, pada Kamis (26/6) malam.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, meyampaikan pihak-pihak yang diamankan dalam OTT itu tengah dalam perjalanan untuk dibawa ke Gedung Merah Putih KPK. Mereka akan menjalani pemeriksaan lanjutan berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi.

“Sampai saat ini, KPK telah mengamankan 6 orang dan malam ini sedang dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (27/6).

Budi menuturkan kegiatan tangkap tangan itu berkaitan dengan proyek pembangunan jalan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya pada paket preservasi jalan di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Sumatera Utara.

Meski demikian, Budi belum merinci siapa saja pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi lebih lanjut terkait identitas para pihak yang terlibat serta konstruksi perkara akan disampaikan dalam konferensi pers mendatang.

“Siapa saja pihak-pihak yang diduga terlibat dan bagaimana konstruksi perkaranya akan kami sampaikan pada kesempatan berikutnya,” pungkasnya.

KPK akan menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam giat OTT itu setelah dilakukan pemeriksaan intensif. KPK memliki waktu 1×24 jam untuk meningkatka status hukum pihak-pihak yang diamankan. (*)

Artikel KPK Gelar OTT di Sumut, Amankan 6 Orang pertama kali tampil pada News.

DLH Batam Gelar Uji Emisi di Tiga Lokasi, 40 Persen Kendaraan Pengguna Solar Gagal

0
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam melakukan uji emisi kendaraan di Batam.

batampos – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mencatat mayoritas kendaraan roda empat hingga roda dua belas berbahan bakar bensin dan pertalite yang mengikuti uji emisi gratis dinyatakan lulus pengujian. Namun, hasil berbeda tercatat untuk kendaraan berbahan bakar solar, di mana sekitar 40 persen tidak memenuhi standar ambang batas emisi gas buang.

Kegiatan uji emisi ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juni 2025, di tiga titik lokasi yakni Mall Top 100 Tembesi, CGC Sagulung, dan Dataran Engku Hamidah (Edukit Sei Panas). Uji emisi ini digelar sempena peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Bhayangkara ke-79.

Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Batam, IP, menyampaikan bahwa dari total 1.574 kendaraan yang diuji, sebanyak 796 kendaraan merupakan kendaraan berbahan bakar bensin, premium, dan pertalite. Dari jumlah tersebut, 736 kendaraan atau sebesar 92,5 persen dinyatakan lulus uji emisi.

“Sedangkan sisanya sebanyak 60 unit atau 7,5 persen tidak lulus,” kata IP, Jumat (27/6).

Baca Juga: Disnakertrans Kepri: Pengangguran Tinggi, Banyak Pencari Kerja Tak Punya Kompetensi

Sementara itu, untuk kendaraan berbahan bakar solar, dari 778 unit yang diuji, hanya 463 kendaraan atau sekitar 59,5 persen yang memenuhi standar emisi. Sisanya sebanyak 315 kendaraan atau 40,5 persen tidak lulus uji emisi.

Menurut IP, angka ketidaklulusan kendaraan solar ini menjadi perhatian khusus DLH Batam karena jumlahnya cukup signifikan. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengetahui faktor penyebabnya, yang antara lain disinyalir akibat kurangnya pemeliharaan mesin secara berkala dan kualitas bahan bakar yang digunakan.

“Salah satu faktornya kemungkinan karena pemeliharaan mesin yang tidak rutin dan kualitas bahan bakar yang mungkin tidak sesuai,” jelasnya.

IP juga menegaskan bahwa data hasil uji emisi ini akan digunakan sebagai dasar evaluasi kualitas udara perkotaan. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan DLH dalam menyusun kebijakan pengendalian pencemaran udara di Kota Batam.

“Tujuan jangka panjangnya adalah menjaga kualitas udara dan memastikan kendaraan yang beroperasi di jalan raya memenuhi standar ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga: Lagi, 76 PMI Dideportasi Dari Malaysia, Ada 3 Anak

Ia mengimbau pemilik kendaraan, khususnya kendaraan berbahan bakar solar, agar lebih rutin melakukan servis berkala guna memastikan performa mesin tetap optimal dan emisi gas buang tidak mencemari lingkungan.

“Kami berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kondisi kendaraan semakin meningkat. Perawatan rutin tidak hanya berdampak pada kelulusan uji emisi, tapi juga pada efisiensi bahan bakar dan keselamatan berkendara,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel DLH Batam Gelar Uji Emisi di Tiga Lokasi, 40 Persen Kendaraan Pengguna Solar Gagal pertama kali tampil pada Metropolis.

Manchester City dan PSG Diunggulkan Jadi Finalis Piala Dunia Antar Klub 2025

0
Manchester City lolos ke babak 16 besar usai kalahkan Juventus 5-2 di laga pamungkas Grup G Piala Dunia Antarklub 2025. (@mancity)

batampos – Piala Dunia Antar Klub 2025 di Amerika Serikat sudah menyelesaikan tahap babak grup. Kedelapan grup sudah menggelar seluruh pertandingan dengan menghasilkan dua tim yang lolos dan dua tim yang tersingkir.

Tim-tim besar Eropa sebagian besar berhasil menyelesaikan babak grup dengan menjadi juara grup. Yang menarik adalah Al Hilal dari Arab Saudi berhasil jadi satu-satunya wakil Asia yang lolos menjadi runner up grup H bersama Real Madrid ke babak 16 besar.

Dikutip dari Football Meets Data, sejumlah tim-tim unggulan diprediksi bakal melaju ke partai final. Tim-tim tersebut mendapat persentase lebih besar untuk bisa lolos ke final berkat penampilan yang mengesankan selama babak grup berlangsung.

Klub-klub tersebut juga tampil solid dan memukau di perjalanan masing-masing selama musim 2024-25 berjalan. Yang menarik adalah juara Liga Champions 2025, PSG, masih diunggulkan untuk jadi juara edisi pertama Piala Dunia Klub.

Masih dari sumber yang sama, PSG dan Manchester City jadi dua tim yang dijagokan untuk saling berjumpa di babak final. Persentase keduanya mencapai 13 persen probabilitas keduanya saling beradu di final.

PSG berhasil keluar sebagai juara grup B dan lolos ke babak 16 besar bersama wakil dari Amerika Selatan, Botafogo. Skuad Luis Enrique sudah ditantang Inter Miami di babak 16 besar. PSG akan kembali bertemu mantan pemainnya yang kini berseragam Inter Miami, Lionel Messi.

Sementara, Manchester City jadi tim yang paling solid di babak grup. The Citizens keluar sebagai juara grup dengan menyapu bersih kemenangan dalam tiga pertandingan.

Manchester City juga mendapat tantangan dari runner up grup H, Al Hilal. Kedua tim akan saling beradu untuk bisa memastikan satu tempat di babak perempat final. Manchester City jelas lebih diunggulkan untuk mengatasi perlawanan Al Hilal di babak 16 besar.

Football Meets Data juga memberikan persentase yang besar untuk partai ulangan final Liga Champions tahun ini antara PSG dan Inter Milan. Kedua tim mendapatkan persentase sebesar 11 persen untuk kembali bertemu di partai final.

Kedua tim sama-sama berstatus sebagai juara grup sehingga keduanya diunggulkan untuk menjadi juara. Inter Milan di bawah era kepelatihan yang baru yakni Christian Chivu memimpin Lautaro Martinez cs untuk melewati babak 16 besar.

Real Madrid juga masuk dalam kandidat juara tahun ini walaupun persentasenya masih kalah dari persentase PSG. Real Madrid dijagokan akan bersua dengan antara Manchester City atau Inter Milan di babak final dengan masing-masing persentase sebesar 6 persen.

Real Madrid berada dalam bagan yang sama dengan PSG sehingga bila keduanya bertemu akan jadi penentuan tim mana yang layak untuk tampil di partai final Piala Dunia Klub. (*)

Artikel Manchester City dan PSG Diunggulkan Jadi Finalis Piala Dunia Antar Klub 2025 pertama kali tampil pada Olahraga.

Nadiem Makarim Dicekal ke Luar Negeri Selama 6 Bulan

0
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim usai diperiksa Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (23/6/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

batampos – Kejaksaan Agung (Kejagung) mencekal mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim ke luar negeri. Pencekalan itu dilakukan Kejagung sejak Kamis, 19 Juni 2025 untuk enam bulan ke depan.

“Iya sejak 19 Juni 2025 untuk enam bulan ke depan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar kepada wartawan, Jumat (27/6).

Pencekalan terhadap Nadiem Makarim dilakukan untuk memperlancar proses penyidikan. Nadiem sendiri telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop di lingkungan Kemendikbudristek, pada Senin (23/6). “Alasannya untuk memperlancar proses penyidikan,” ucap Harli.

Sementara, Nadiem Makarim memastikan dirinya masih berstatus sebagai saksi setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 12 jam sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 20.50 WIB, pada Senin (23/6).

Pernyataan itu disampaikan Nadiem setelah dirinya diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook oleh Kejagung.

“Dalam kapasitas saya sebagai saksi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap jajaran dan aparat dari Kejagung yang telah menjalankan proses hukum ini dengan baik, mengedepankan azas keadilan, transparansi, dan juga azas praduga tak bersalah,” ujar Nadiem usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (23/6).

Nadiem menyatakan dirinya bersikap kooperatif dalam membantu proses hukum yang tengah diusut Kejagung, terkait kasus pengadaan laptop chromebook yang menelan anggaran negara sebesar Rp 9,9 triliun.

Lebih lanjut, Nadiem menekankan dirinya akan patuh terhadap proses penegakan hukum yang saat ini tengah diusut Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Kejagung.

“Saya bersikap kooperatif untuk membantu menjernihkan persoalan, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transformasi pendidikan yang telah kita bangun bersama,” tegas Nadiem.

Sebagaimana diketahui, pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook setelah penyidik Jampidsus Kejagung mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga mantan stafsus Nadiem.

Mereka diduga terseret kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook pada tahun 2020 senilai Rp 9,9 Triliun. Apartemen dua mantan stafsusnya, FH dan JT pun sempat digeledah oleh penyidik Kejagung dalam upaya pendalaman kasus.

Sayangnya, saat surat pemanggilan awal sebagai saksi, mereka terus mangkir. Hingga akhirnya Kejagung mengeluarkan surat pencekalan mereka ke luar negeri. (*)

Artikel Nadiem Makarim Dicekal ke Luar Negeri Selama 6 Bulan pertama kali tampil pada News.

Disnakertrans Kepri: Pengangguran Tinggi, Banyak Pencari Kerja Tak Punya Kompetensi

0
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya.

batampos – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri, Diky Wijaya, mengungkapkan persoalan pengangguran di wilayahnya yang masih menjadi tantangan serius meski laju investasi tergolong tinggi.

Saat ini, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kepri mencapai 6,8 persen dari sekitar satu juta angkatan kerja produktif.

“Artinya ada sekitar 70 ribu orang yang menganggur. Ini bukan hanya dari masyarakat lokal, tetapi juga dari para pendatang yang datang ke Kepri, terutama Batam, untuk mencari pekerjaan,” katanya, Jumat (27/6).

Menurutnya, Batam yang menjadi pusat industri dan pariwisata menjelma sebagai magnet bagi para pencari kerja dari berbagai provinsi di Indonesia. Meski begitu, ada anomali dalam persoalan ini: tingginya investasi dan ketersediaan lapangan kerja ternyata tak serta-merta menekan angka pengangguran.

Baca Juga: Orang Tua Keluhkan Anak Tak Bisa Daftar Sekolah Negeri, Pemerintah Diminta Hadirkan Solusi Nyata

Diky menjelaskan, banyak pencari kerja yang gagal terserap ke industri karena tidak memiliki keterampilan dan sertifikasi yang dibutuhkan.

“Misalnya, ada lowongan barista, ribuan yang melamar tapi tidak ada yang diterima karena tidak punya sertifikasi barista. Begitu juga welder atau helper, ditolak semua karena tidak punya skill,” ujarnya.

Oleh karena itu, Disnakertrans Kepri kini fokus meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi. “Kami memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) di Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun, dan Batam. Ini yang akan kami dorong terus agar sesuai dengan kebutuhan industri,” tambah dia.

Lulusan SMA menjadi fokus Disnakertrans Kepri karena masih belum memiliki keahlian teknis tertentu. Program pelatihan kerja ini akan dilakukan secara masif dan menyeluruh.

Disnakertrans Kepri berkomitmen menyesuaikan pelatihan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja agar bisa menurunkan angka pengangguran secara signifikan.

“Berbeda dengan lulusan SMK yang sudah punya dasar keahlian, banyak lulusan SMA yang belum siap masuk dunia kerja. Inilah yang menjadi fokus kami agar mereka bisa ikut pelatihan,” ujar Diky.

Baca Juga: Puluhan Bangunan di Jalan Tengku Sulung Dibongkar

Selain isu pengangguran, dia mengamini lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di banyak perusahaan di Kepri. Ia menyebut, masih banyak perusahaan yang abai terhadap aspek keselamatan pekerja mereka.

“Kami selalu mengingatkan para pelaku usaha untuk patuh pada penerapan K3. Ini penting untuk melindungi para pekerja dari risiko kecelakaan kerja yang bisa merugikan semua pihak,” katanya.

Disnakertrans Kepri secara rutin melakukan pengawasan terhadap implementasi K3 di perusahaan-perusahaan. Pihaknya tidak segan-segan memberi sanksi jika ditemukan pelanggaran.

“Sanksinya bisa ringan hingga berat. Sanksi terberat tentu saja adalah penutupan, pemblokiran, atau pencabutan izin usaha,” ujar Diky.

Ia berharap, para pengusaha di Kepri semakin sadar untuk penerapan K3, dan di saat yang sama juga ikut ambil bagian dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten melalui kolaborasi pelatihan dan rekrutmen.

“Kami hadir untuk melindungi dua pihak: pekerja dan dunia usaha. Kami ingin pertumbuhan ekonomi Kepri tidak hanya tinggi, tapi juga berkualitas dan berkelanjutan,” kata Diky. (*)

 

Reporter: Arjuna

Artikel Disnakertrans Kepri: Pengangguran Tinggi, Banyak Pencari Kerja Tak Punya Kompetensi pertama kali tampil pada Metropolis.