Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 13795

Imogen Anthony, Bintang Seksi Australia Bakar Puting Susu Sendiri demi …

0
Imogen Anthony

batampos.co.id – Model asal Australia Imogen Anthony, memprotes sensor dengan cara ekstrem. Ya, kerap gambar dada perempuan disensor itulah yang ia protes, kok disensor sih….

Imogen punya sasaran khusus. Dia menentang keras kebijakan sensor terkait dengan gambar telanjang di Instagram yang, menurutnya, itu menyudutkan kaum perempuan.

Nah, dalam aksi-aksi demo, umumnya orang membakar ban. Imogen pun bakar-bakar. Namun, yang dia bakar adalah putingnya sendiri!

Misalnya, yang diunggah di Instagram pada Senin (23/1). Model yang menyebut kampanyenya Free the Nipple itu menyalakan korek api di dada kanannya yang tertutup pakaian hitam transparan.

Dia menyesalkan kenapa puting perempuan dilarang diekspos di platform media sosial tersebut. Bahkan, daerah areola (bagian cokelat di sekitar puting) juga disensor. Hal itu tidak dialami laki-laki (padahal, dada cowok juga bisa bikin turn on).

’’Semoga ke depannya sesuatu yang sangat simpel seperti dada perempuan atau hal lain yang mencerminkan sensualitas, seksualitas, atau kecantikan jasmani seorang perempuan bisa diterima,’’ tulis Imogen.

Untung, Imogen hidup di Australia. Kalau mau demo sensor di Indonesia, dia mungkin harus membakar seluruh tubuh dilengkapi tagar #FreeTheCleavage, #CleavageNggakBikinTerangsang, #SensorCleavageNggakPentingTauNggak, dan masih banyak lagi. (mirror/fam/c15/na)

Hire Me Plz Kebanjiran Order saat Imlek

0
foto: lyimg.com

Seperti halnya Lebaran, momen Imlek menjadi momen untuk berjumpa dengan satu pertanyaan, “Gandengannya mana?’’ hingga ’’Kapan nikah?’’

Duh….

Karena itulah, aplikasi pacar sewaan Hire Me Plz kebanjiran order.

Admin aplikasi tersebut kuwalahan memenuhi permintaan pacar dari seluruh penjuru negeri.

’’Kami menerima hampir seribu pendaftar baru tiap hari selama dua pekan menjelang Imlek,’’ kata Cao Tiantian, founder aplikasi tersebut.

Sejak didirikan pada 2015, setidaknya ada 2,4 juta user Hire Me Plz.

Sesuai dengan namanya, di sini kita bisa menyewa cowok atau cewek untuk menemani. Bisa diajak ketemu keluarga besar pas dinner Imlek. Bisa disodor-sodorkan kalau ada tante nyinyir yang bertanya, ’’Pacarnya mana?’’.

Tentu saja, seperti barang lain yang bisa disewa, user Hire Me Plz harus bayar.

Nah, sesuai dengan teori ekonomi, jika permintaan naik, harga juga naik. Normalnya, tarif sejam pertemuan dipatok CNY 1–CNY 1.999 (Rp 2 ribu–Rp 3,9 juta).

Khusus momen libur Imlek, tarif naik menjadi CNY 3 ribu–CNY 10 ribu (Rp 5,8 juta–Rp 19,4 juta).

Tarif itu bergantung pada aktivitas yang harus dilakukan. Mulai sekadar dinner, main mahjong (semacam catur), sampai pijat kaki.

Meski ditentang banyak orang karena berpeluang nyeleweng menjadi aplikasi prostitusi, Cao tidak gentar. Sebab, aplikasi bikinannya tersebut membantu banyak anak muda yang tinggal jauh dari cinta, eh, dari keluarga.

’’Cara ini lebih efektif. Siapa yang mau chatting berbulan-bulan, tapi tanpa hasil di media sosial?’’ tegasnya. Ya? Siapa? #BukanLagiNyindir. (Huffington Post/fam/c14/na)

Selepas Nraktir Kosmetik Patrialis Digiring KPK

0
Patrialis Akbar

batampos.co.id – Patrialis Akbar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Grand Indonesia (GI), Jakarta Pusat, Rabu (25/1) malam.

Peristiwa ini tidak disadari oleh pengunjung pusat perbelanjaan tersebut. Padahal waktu itu pengunjung cukup ramai.

Berdasarkan informasi di lapangan, Patrialis ditangkap di sebuah toko kosmetik yang ada di bagian Central GI yang berdekatan dengan pintu masuk East Mall. Penangkapan ketika itu tidak membuat para pengunjung terganggu karena memang tak ada keributan.

Berkeliling di kawasan itu, lantas Patrialis menghampiri gerai kosmetik Lancome. Di sana Patrialis menemani Anggita Eka Putri belanja kosmetik. Dari penelusuran, harga kosmetik di situ rata-rata di atas Rp 500 ribu. Karena memang brand yang dijual berasal dari Eropa semua.

Salah satu karyawan di gerai itu mengakui bahwa tempatnya bekerja telah disambangi Patrialis dan di sana terjadi penangkapan. Menurut karyawan yang enggan menyebut nama itu, Anggita sempat membeli kosmetik di tempat itu.

Sebelum membeli, Anggita yang disebut-sebut sebagai model ini sempat mencoba kosmetik. Mulai dari bedak, lalu lisptik dan produk lainnya.

Pegawai itu juga menuturkan bahwa Anggita dan Patrilalis adalah orang baru yang berbelanja di tempatnya. Dan ketika itu, keduanya membuat kartu member di Lancome.

“Dia bukan pelanggan sini, kemarin itu baru buat member,” terang dia.

Saat disinggung penangkapan Patrialis, menurut pegawai itu penangkapan tidak terlalu heboh. Bahkan tidak banyak yang tahu karena kebetulan saat itu, gerai tengah ramai dengan pembeli.

“‎Penangkapannya sebentar saja, dan tidak heboh juga karena kan bapaknya itu langsung dibawa keluar,” ucap pegawai pria itu.

Pegawai ini juga mengatakan pengunjung di sana baru mengetahui ada penangkapan karena sempat ada beberapa orang berpakaian biasa yang mengambil foto.

“Yang nangkap juga hanya beberapa orang, bapaknya tidak teriak atau lari. Langsung dipegang tangannya. Saat ada kamera baru orang-orang di sini tahu ada penangkapan KPK,” tambah pegawai berpakaian hitam itu.

Sebelumnya Patrialis Akbar (PAK) telah berstatus tersangka penerimaa suap. Selain itu, teman Patrialis yakni Kamaludin (KM) juga ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai perantara suap.

Dalam perkara ini, Patrialis Akbar disangkakan menerima suap dari tersangka Basuki Hariman (BHR) ‎bos pemilik 20 perusahaan impor daging dan sekretarisnya yang juga berstatus tersangka yakni NG Fenny (NGF).

Oleh Basuki, Patrialis Akbar dijanjikan uang sebesar USD 20 ribu dan SGD 200 ribu terkait pembahasan uji materi UU No 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan hewan. Diduga uang USD 20 ribu dan SGD 200 ribu itu sudah penerimaan ketiga. Sebelumnya sudah ada penerimaan pertama dan kedua. (elf/JPG)

Garuda Indonesia Tambah Penerbangan ke Lombok

0
Garuda Indonesia. Foto: istimewa

batampos.co.id – Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo mengatakan, Garuda Indonesia akan menambah kapasitas penerbangan ke Lombok. Saat ini, Garuda Indonesia baru memiliki entry point ke Lombok dari Surabaya, Jakarta, dan Denpasar.

”Denpasar dan Jakarta untuk gateway internasional bisa masuk. Nanti ada beberapa titik yang kami sambungkan. Lombok harus connecting dengan Labuan Bajo, Ende, Maumere, dan beberapa titik wisata di Nusa Tenggara dan wilayah timur lainnya sampai Papua,” kata Arif.

Selain itu, pihaknya akan mempertimbangkan potensi jalur internasional agar bisa memberikan akses yang lebih cepat ke wilayah Lombok.

Negara-negara yang tengah disasar adalah Jepang, Korea, dan Tiongkok melalui gateway Denpasar.

Ke depan, Australia dianggap memiliki frequent traveler yang lebih banyak.

”Tiongkok juga mesti di-explore. Ini jadi attractive point dengan nilai jual Mandalika. Kami sedang mempertimbangkan carter untuk Tiongkok,” imbuhnya. (dee/c11/sof)

Cermin 7, Album Baru God Bless Teranyar Meluncur

0

batampos.co.id – Band legendaris, God Bless meluncurkan album baru. Akun @godblessrocks menulis, “Fresh from the oven, GODBLESS – CERMIN 7.”

Album Cermin 7 yang berisi dua keping CD ini dijual dengan harga Rp 77 ribu. Selain fisik, rilisan digital album ini juga sudah beredar di berbagai layanan musik legal.

Seperti diketahui, God Bless masih menunjukkan taring di usia 43 tahun. Buktinya, band lawas ini resmi meluncurkan album baru sebagai bukti eksistensi. Album bertajuk Cermin 7 itu dirilis setelah masa vakum selama tujuh tahun.

Album Cermin 7 merupakan hasil daur ulang dari album lama God Bless berjudul Cermin, yang laku keras dan banyak diminati pencinta rock.

Kini Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah Gagola (bass), Abadi Soesman (keyboard), dan Fajar Satritama (drum), memasukkan 12 lagu ke album ini.

Sembilan di antaranya merupakan lagu lama seperti Selamat Pagi Indonesia, Anak Adam, Cermin, Musisi, Balada Sejuta Wajah, dan lainnya.

Sedangkan tiga lagu lainnya adalah materi baru yaitu Damai, Kukuh, dan Bukan Mimpi Bukan Ilusi.

God Bless mengungkapkan bahwa album Cermin 7 berisi kejujuran dan idealisme bermusik. Menurut Ahmad Albar kejujuran yang dilakukan dalam album ini adalah dengan bermain sesuka hati.

“Bukan cuma album jujur saja, tapi juga idealis sendiri. Di album ini kami mainkan apa yang kami suka,” kata Ahmad Albar saat peluncuran album Cermin 7 beberapa waktu lalu.

Pria yang karib disapa Iyek ini mencontohkan, dalam album Cermin 7 terdapat lagu lama berjudul Anak Adam yang seharusnya berdurasi 15 menit di tahun 80an. Namun akhirnya dipilih tapi dipersingkat hingga delapan menit.

“Itu cukup panjang untuk ukuran album komersial. Kayak semacam itu lah, intinya kami main nggak ada beban dan tulus aja, jujur,” jelas Ahmad Albar. (ded/jpg/jpnn)

Gambar Bungkus Rokok segera Diganti

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana mengubah jenis gambar pictorial health warning (PHW) dalam waktu dekat.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kemenkes Anung Sugihantono mengungkapkan, evaluasi PHW sudah berjalan beberapa waktu lalu. Saat ini, tengah ditindaklanjuti untuk rencana perubahan gambar tersebut.

Menurutnya, ada enam gambar yang sudah dipilih. Sama seperti lima gambar sebelumnya, yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 28/2013, gambar mengambil tema kasus-kasus yang terjadi akibat merokok. Seperti, penyakit kanker dan lainnya.

”Dari enam gambar yang sudah dipilih ini, empat sudah oke dan dua lainnya sedang kita konfirmasi ke orangnya,” ujarnya pada Jawa Pos, kemarin (28/1).

Anung menuturkan, persetujuan dua orang ini sangat penting. Karena nantinya, gambar keduanya akan dimunculkan di seluruh bungkus rokok di Indonesia sebagai PHW.

”WHO mengatakan dua gambar ini bukan miliknya. Ini terkait hak cipta. Jadi masih kita telusuri, kalau tidak salah satu orang Thailand dan Swedia,” jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah itu.

Bila tak ada kendala lain, perubahan gambar paling lambat dilakukan pada Oktober-November 2017.

Tapi, rencana ini cukup disayangkan sejumlah pihak. Pasalnya, perubahan PHW hanya mencakup jenis gambar.

Bukan ukuran gambar yang sejatinya diyakini lebih berpengaruh dalam penurunan angka perokok pemula.

Seperti diketahui, ukuran gambar PHW Indonesia baru 40 persen dari ukuran bungkus rokok. Besaran ini merupakan ukuran paling kecil.

Bandingkan saja dengan Thailand yang peringatan bergambarnya paling besar (85 persen), Brunei (75 persen), Malaysia dan Kamboja (55 persen), Singapura, Filipina, dan Vietnam (50 persen).

Ketua Umum Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Prijo Sidipratomo menjelaskan, belajar dari beberapa negara, ukuran gambar pada PHW cukup signifikan pengaruhnya dalam penurunan angka perokok.

Di Thailand misalnya. Ukuran PHW yang diperbesar hingga 85 persen mampu turunkan hingga beberapa persen.

”Seharusnya ya perbesar gambar saja. Kalau sampai mau ganti gambar pasti akan berkait lagi dengan masalah teknis pemilihan dan hak cipta,” tuturnya.

Ungkapan senada turut disampaikan oleh Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Sujatno.

Agus mengungkapkan, apa yang dilakukan Kemenkes masih terlalu normatif dan belum cukup untuk menurunkan angka perokok aktif. Termasuk keputusan untuk tidak memperluas ukuran PHW itu sendiri.

”Kemenkes sebetulnya sudah on the track. Dalam PP 109/2012 menyebutkan bahwa PHW dapat dirotasi setelah 2 tahun. Tapi, terlalu normatif,” ujarnya.

Apalagi, dari hasil survei YLKI 2016, ditemukan bahwa 62 persen gambar PHW dibungkus rokok yang beredar tertutup oleh pita cukai.

Menurutnya, jika Kemenkes serius menganggap PHW sebagai instrumen Pengendalian rokok maka sangat perlu mengamandemen Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012.

”Dalam amandemen itu, ukuran gambar dari ukuran 40 persen diubah menjadi minimal 75 persen. Ini lazim di negara lain,” tegasnya.

YLKI juga mendorong Kemenkes segera berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan bea cukai tekait penempatan pita cukai. Agar nantinya fungsi gambar sebagai informasi kesehatan menjadi lebih jelas.

Merespon hal ini, Anung mengaku, telah ada pembicaraan terkait perluasan ukuran gambar ini.

Namun, ada masukan dari beberapa pihak agar fokus saat ini dilakukan pada gambar terlebih dahulu. ”Tentu tidak menutup kemungkinan itu (diperbesar,red),” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya baru berwenang untuk melakukan evaluasi perubahan gambar sesuai amanat Permenkes No. 28/2013.

Sementara, jika menyangkut perubahan ukuran gambar PHW harus turut mengubah PP 109/2012. (mia/jpnn)

Polda Berhasil Ungkap Jual Beli “Ayam Kampus” via Facebook

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Jambi meringkus seorang muncikari bernama Aries (27), warga Kelurahan Kenali Atas, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Dilansir Jambi Independent, penangkapan itu berlangsung pada Kamis (26/1) lalu. Kasubdit IV AKBP Herry Manurung menuturkan, penangkapan tersangka bermula dari hasil pengintaian dari aparat kepolisian terhadap akun Aries ini selama dua bulan terakhir.

Setelah berhasil masuk dalam jaringan Facebook Aries, aparat baru bisa memantau pergerakannya. Dalam melancarkan aksinya, tersangka sangat berhati-hati. Dia tak serta merta langsung mengiyakan pesanan calon pelanggan. Si calon pelanggan diajak ngobrol dahulu lewat percakapan Facebook. Setelah yakin aman, obrolan dilanjutkan lewat BBM.

Di situ Aries mengirimkan foto-foto “peliharaannya”. Ada dua macam tarif yang diberikan tersangka. Rp 700 ribu untuk short time dan Rp 2 juta untuk long time. Harga itu masih bisa dinego.

Setelah beberapa lama mengamati gerak-gerik tersangka, diketahui bahwa Aries mendapat pelanggan yang ingin menikmati jasa seks, inisial ER, yang ternyata sekira enam bulan lalu pernah menggunakan jasanya.

Lantas Aries dan pelanggannya telah menentukan hari transaksi. Sang pelanggan membuat janji bertemu di Hotel Pundi Rezeki, The Hoke, Kecamatan Jambi Selatan. AS terlebih dahulu ke hotel itu pukul 10.00 dan langsung check in.

Tak lama kemudian Aries datang. Transaksi pun dilakukan. ER kembali dipersilakan memilih wanita “peliharaan” Aries. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, mencapai 50-an orang.  ER pun menentukan pilihannya pada PU (25). Aries langsung menelepon wanita itu. Sekira setengah jam kemudian, datanglah wanita tersebut. Pukul 13.00 tersangka turun dan hendak pergi lewat bagian belakang hotel. Di situlah dia langsung diamankan polisi, yang sudah menunggunya.

Polisi pun langsung menuju kamar G02 yang berada di lantai dasar hotel. Di sana memang ada ER dan PU. Keduanya berpakaian lengkap. ER yang sehari-hari sebagai pedagang itu, sempat mengelak dengan mengaku belum melakukan apa-apa terhadap PU.

Tak mau terkecoh, polisi lantas menggeledah kamar tersebut. Ditemukan satu buah kondom yang telah terpakai. Selain itu, masih ada dua kondom lagi yang sama sekali belum terpakai. Rupanya, ER membayar Rp 1,5 juta untuk long time. Ketiganya lantas digiring ke Mapolda Jambi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Polisi juga mengembangkan kasus ini. Alhasil, didapatlah dua wanita lagi, yaitu ABH (23) yang berstatus sebagai mahasiswi di salah satu kampus di Kota Jambi dan PR (21).

“Tersangka (Aries, red) sudah ditahan,” kata Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi yang dilansir Jambi Independent.

Terpisah, Dir Reskrimum Polda Jambi Benedictus Anies Purnawan atas kasus ini, ER hanya dikenakan wajib lapor. Sementara tiga wanita tersebut statusnya sebagai korban. Aries dianggap melakukan eksploitasi terhadap wanita.

“Dari transaksi Rp 1,5 juta itu, dia (Aries, red) menerima Rp 400 ribu. Sisanya baru untuk si perempuan yang melayani ER,” katanya.

Atas perbuatannya, Aries dikenakan UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang perdagangan orang. (rib/nas/iil/JPG)

Pemko Batam akan Ganti Lampumerah dengan Arus AC/DC

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam akan mengganti lampumerah yang ada secara bertahap terhadap.

Kadishub Batam Yusfa Hendri menjelaskan, beberapa lampumerah yang lama pada saat ini masih menggunakan arus AC atau hanya mengandalkan arus listrik.

Akibatnya, jika terjadi pemadaman listrik, beberapa lampumerah yang menggunakan sistem AC ikut mati. Matinya lampumerah tersebut tentu saja berdampak pada arus lalu lintas yang tidak beraturan hingga mengalami kemacetan panjang pada saat jam-jam sibuk.

Untuk mengatasi terjadinya arus lalu lintas yang tidak beraturan hingga macet panjang, Dishub Batam mengganti beberapa lampumerah dengan menggunakan sistem DC atau menggunakan baterai.

“Kalau sudah memakai sistem DC, lampumerah akan tetap menyala hingga enam jam kedepan. Sebab, secara otomatis akan digantikan atau swicth dari listrik ke baterai,” ujar Yusfa.

Untuk tahun 2017 ini, Dishub Batam telah memiliki anggaran untuk melakukan pergantian lampumerah sistem AC ke sistem DC. Namun, dengan anggaran yang telah dimiliki pada tahun ini, belum bisa mengganti seluruh lampumerah yang masih menggunakan sistem AC.

“Tahun 2017 ini, hanya untuk beberapa lampumerah saja. Karena itu, pergantian dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

Nantinya, lampumerah dengan sistem DC itu juga akan dilengkapi dengan Area Traffic Control System (ATCS) dan juga akan dipasang CCTv.
(cr1)

Inilah Gaya Warga Sambau Bantu Pemko Batam Kelola Sampah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kelurahan Sambau memiliki sebuah lembaga pengelolaan sampah. Lembaga ini dinamai Kelompok Penggiat Sampah. Ini kelompok yang bertugas mengangkut sampah dari rumah warga ke bin container.

“Kami menyadari pengelolaan sampah tak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Butuh peran serta masyarakat agar pengelolaannya bisa optimal,” kata Ketua Kelompok Penggiat Sampah, Raja Alip, di Kelurahan Sambau, Kamis (26/1).

Kelompok ini berdiri sejak akhir Juli 2016. Wilayah kerjanya meliputi 16 RT di empat RW di Kelurahan Sambau. Total ada 1.000 rumah tangga yang dilayani Kelompok Penggiat Sampah ini.

Raja Alip mengatakan, dalam waktu setengah tahun ini, kesadaran masyarakat Kavling Nongsa terhadap kebersihan sudah lebih baik dari sebelumnya. Sebelumnya, mereka sembarangan membuang sampah. Ada yang membakar sampahnya. Ada juga yang sekedar membuang sampahnya di tepi jalan.

“Hal ini sangat disayangkan karena Nongsa itu kawasan pariwisata. Sampah yang berserakan di tepi jalan tentu akan merusak keindahan,” ujarnya.

Raja kerap menyosialisasikan kepada seluruh ketua RT supaya mengimbau warganya membuang sampah pada tempatnya. Warga cukup meletakkan sampah itu di depan rumahnya. Kelompok Penggiat Sampah, kemudian, akan mengangkut sampah-sampah tersebut.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Raja dan timnya juga mengupayakan tong sampah utnuk setiap rumah. Mereka menyebar proposal bantuan ke perusahaan ataupun resort di kawasan Nongsa. Saat ini, sudah terkumpul 80 tong sampah bantuan dari empat perusahaan. Yakni, Adhya Tirta Batam (ATB), Montigo Resort, Batam View, dan Tering Bay Resort.

“Delapan puluh tong sampah yang ada sekarang akan dibagi rata di 16 RT. Tujuannya untuk memberi semangat, stimulan kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya lagi.

Tong sampah itu menjadi bagian dari tanggung-jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan. Tong sampah itu dibagi ke warga beserta ongkos transportasi Rp 30 ribu per rumah tangga. Uang yang terkumpul akan digunakan sebagai tambahan biaya operasional Kelompok Penggiat Sampah. Serta, persiapan pembentukan unit bank sampah (UBS).

“Harapannya, ke depan, perusahaan-perusahaan lain yang belum beri bantuan bisa bantu di tahun 2017 ini. Seperti misalnya, Citra Group, Palm Spring, Ecogreen, dan perusahaan lainnya,” tuturnya.

Perwakilan Humas ATB, Daniel, menyampaikan apresiasi perusahaan terhadap kegiatan yang dilakukan masyarakat Kavling Sambau secara swadaya. Mereka sangat mendukung kegiatan kepedulian terhadap lingkungan itu.

“Mudah-mudahan ini berguna bagi masyarakat. Agar lingkungan bisa dikelola lebih baik lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Sambau, Anwar juga bangga terhadap aksi kepeduliaan kelompok penggiat sampah ini. Kelompok seperti ini sangat dibutuhkan untuk membantu kerja pemerintah. Terlebih, mulai tahun ini, pengelolaan sampah, khususnya pengangkutan dari rumah warga diserahkan ke kecamatan.

“Kami berharap RW lain di Sambau ini bisa membentuk lembaga yang sama. Sosialisasi akan terus kami lakukan supaya wilayah Sambau bersih dari sampah,” kata Anwar. (ceu)

Kenali Pangan Jajanan Anak Sekolah

0

Sarapan itu penting. Karena ia dapat meningkatkan gairah belajar pada anak-anak. Lantas bagaimana jika mereka tak sempat sarapan?

Solusinya, makanan selingan. Makanan selingan dapat berfungsi sebagai asupan gizi anak sekolah, menjaga kadar gula darah agar anak sekolah tetap berkonsentrasi, dan untuk mempertahankan aktivitas fisik anak sekolah. Makanan selingan itu dapat berupa bekal dari rumah atau berupa pangan jajanan anak sekolah (PJAS).

Namun, PJAS rawan mengandung bahan-bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan lainnya. Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyelidikan, Sertifikasi, dan layanan informasi konsumen (Pemdik-Serlik) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau, Mardianto, mengatakan, PJAS yang sesuai adalah yang aman, bermutu, dan bergizi.

“Aman itu bebas dari bahan berbahaya,” tutur Mardianto.

Berbahaya itu baik dari segi biologis ataupun kimiawi. Untuk menghindarinya, anak-anak dapat memilih pangan yang bersih, yang telah dimasak, tidak berbau tengik, tidak berbau asam.

“Pada tahun 2015 – 2016, kami tidak menemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya di Kepri. Persentasenya sangat kecil,” ujarnya lagi.

BPOM melakukan pengawasan terhadap PJAS. Ada empat jenis PJAS yang diawasi. Yakni, di minuman berwarna, bakso, aneka es, dan jelly. Empat jenis jajanan tersebut rawan mengandung bahan berbahaya.

Pada bakso, misalnya, pedagang atau produsen dapat menggunakan bahan pengawet berbahaya. Seperti formalin dan boraks. Dua pengawet itu tidak cocok digunakan untuk mengawetkan makanan.

Sementara pada minuman berwarna, aneka es, dan jelly, dapat dibahayakan dengan kandungan zat-zat pewarna tekstil seperti Rhodamin B. Bahaya juga muncul apabila produsen menggunakan pemanis buatan.

“Karena pada makanan dan minuman basah seperti itu, mereka (pengusaha) tidak menggunakan standar manis. Mereka tidak tahu bahwa ternyata kadar manis yang mereka pakai itu melebihi standar,” tuturnya.

Konsumsi PJAS yang mengandung bahan-bahan berbahaya ini selayaknya ‘menabung sakit’. Zat-zat kimiawi itu akan mengendap di dalam tubuh. Jika dikonsumsi terus menerus, lama-kelamaan tubuh akan bereaksi.

“Dapat menyebabkan kanker dan akhirnya kematian,” ujar Mardianto. ***

ilustrasi

Lantas bagaimana memilih PJAS yang sesuai. Mardianto memberi sejumlah tips:

1. Kenali dan pilih pangan yang aman.

Sebaiknya membeli makanan di tempat yang bersih dan dari penjual yang sehat dan bersih. Pilih pangan yang dipajang, disimpan, dan disajikan dengan baik.

2. Jaga kebersihan

Anak-anak harus mencuci tangan sebelum makan karena mungkin tangan tercemar kuman atau bahan berbahaya. Mencuci tangan dan peralatan yang paling baik itu menggunakan sabun dan air yang mengalir.

3. Baca label dengan seksama

Pada label, bagian yang diperhatikan adalah nama jenis produk, tanggal kedaluwarsa produk, komposisi, dan informasi nilai gizi. Jika pangan tak berlabel, seperti lemper, lontong, dan donat, pilih yang kemasannya baik.

4. Ketahui kandungan gizinya

Baca label informasi nilai gizi untuk mengetahui nilai energi, lemak, protein, dan karbohidrat.

5. Konsumsi air yang cukup

Dapat bersumber terutama dari air minum dan sisanya dapat dipenuhi dari minuman olahan. Konsumsi minuman olahraga hanya untuk anak sekolah yang berolahraga lebih dari satu jam.

6. Perhatikan warna, rasa, dan aroma

Hindari makanan dan minuman yang berwarna mencolok, rasa yang terlalu asin, manis, asam, atau aroma yang tengik.

7. Batasi minuman yang berwarna dan beraroma

Minuman berwarna dan beraroma contohnya minuman ringan dan minuman berperisa.

8. Batasi konsumsi pangan cepat saji

Konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan dan terlalu sering merupakan pencetus terjadinya kegemukan dan obesitas.

9. Batasi makanan ringan

Makanan ini umumnya rendah serat dan mengandung garam atau natrium yang tinggi dan mempunyai nilai gizi yang rendah. Contoh: makanan ringan seperti keripik kentang.

10. Perbanyak konsumsi makanan berserat

Makanan berserat bersumber dari sayur dan buah.

11. Bagi anak gemuk atau obesitas batasi konsumsi pangan yang mengandung gula, garam, dan lemak

Sebaiknya, asupan gula, garam, dan lemak sehari tidak lebih dari empat sendok makan gula, satu sendok teh garam, dan lima sendok makan minyak. (ceu)