Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 13796

Cermin 7, Album Baru God Bless Teranyar Meluncur

0

batampos.co.id – Band legendaris, God Bless meluncurkan album baru. Akun @godblessrocks menulis, “Fresh from the oven, GODBLESS – CERMIN 7.”

Album Cermin 7 yang berisi dua keping CD ini dijual dengan harga Rp 77 ribu. Selain fisik, rilisan digital album ini juga sudah beredar di berbagai layanan musik legal.

Seperti diketahui, God Bless masih menunjukkan taring di usia 43 tahun. Buktinya, band lawas ini resmi meluncurkan album baru sebagai bukti eksistensi. Album bertajuk Cermin 7 itu dirilis setelah masa vakum selama tujuh tahun.

Album Cermin 7 merupakan hasil daur ulang dari album lama God Bless berjudul Cermin, yang laku keras dan banyak diminati pencinta rock.

Kini Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah Gagola (bass), Abadi Soesman (keyboard), dan Fajar Satritama (drum), memasukkan 12 lagu ke album ini.

Sembilan di antaranya merupakan lagu lama seperti Selamat Pagi Indonesia, Anak Adam, Cermin, Musisi, Balada Sejuta Wajah, dan lainnya.

Sedangkan tiga lagu lainnya adalah materi baru yaitu Damai, Kukuh, dan Bukan Mimpi Bukan Ilusi.

God Bless mengungkapkan bahwa album Cermin 7 berisi kejujuran dan idealisme bermusik. Menurut Ahmad Albar kejujuran yang dilakukan dalam album ini adalah dengan bermain sesuka hati.

“Bukan cuma album jujur saja, tapi juga idealis sendiri. Di album ini kami mainkan apa yang kami suka,” kata Ahmad Albar saat peluncuran album Cermin 7 beberapa waktu lalu.

Pria yang karib disapa Iyek ini mencontohkan, dalam album Cermin 7 terdapat lagu lama berjudul Anak Adam yang seharusnya berdurasi 15 menit di tahun 80an. Namun akhirnya dipilih tapi dipersingkat hingga delapan menit.

“Itu cukup panjang untuk ukuran album komersial. Kayak semacam itu lah, intinya kami main nggak ada beban dan tulus aja, jujur,” jelas Ahmad Albar. (ded/jpg/jpnn)

Gambar Bungkus Rokok segera Diganti

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana mengubah jenis gambar pictorial health warning (PHW) dalam waktu dekat.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kemenkes Anung Sugihantono mengungkapkan, evaluasi PHW sudah berjalan beberapa waktu lalu. Saat ini, tengah ditindaklanjuti untuk rencana perubahan gambar tersebut.

Menurutnya, ada enam gambar yang sudah dipilih. Sama seperti lima gambar sebelumnya, yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 28/2013, gambar mengambil tema kasus-kasus yang terjadi akibat merokok. Seperti, penyakit kanker dan lainnya.

”Dari enam gambar yang sudah dipilih ini, empat sudah oke dan dua lainnya sedang kita konfirmasi ke orangnya,” ujarnya pada Jawa Pos, kemarin (28/1).

Anung menuturkan, persetujuan dua orang ini sangat penting. Karena nantinya, gambar keduanya akan dimunculkan di seluruh bungkus rokok di Indonesia sebagai PHW.

”WHO mengatakan dua gambar ini bukan miliknya. Ini terkait hak cipta. Jadi masih kita telusuri, kalau tidak salah satu orang Thailand dan Swedia,” jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah itu.

Bila tak ada kendala lain, perubahan gambar paling lambat dilakukan pada Oktober-November 2017.

Tapi, rencana ini cukup disayangkan sejumlah pihak. Pasalnya, perubahan PHW hanya mencakup jenis gambar.

Bukan ukuran gambar yang sejatinya diyakini lebih berpengaruh dalam penurunan angka perokok pemula.

Seperti diketahui, ukuran gambar PHW Indonesia baru 40 persen dari ukuran bungkus rokok. Besaran ini merupakan ukuran paling kecil.

Bandingkan saja dengan Thailand yang peringatan bergambarnya paling besar (85 persen), Brunei (75 persen), Malaysia dan Kamboja (55 persen), Singapura, Filipina, dan Vietnam (50 persen).

Ketua Umum Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Prijo Sidipratomo menjelaskan, belajar dari beberapa negara, ukuran gambar pada PHW cukup signifikan pengaruhnya dalam penurunan angka perokok.

Di Thailand misalnya. Ukuran PHW yang diperbesar hingga 85 persen mampu turunkan hingga beberapa persen.

”Seharusnya ya perbesar gambar saja. Kalau sampai mau ganti gambar pasti akan berkait lagi dengan masalah teknis pemilihan dan hak cipta,” tuturnya.

Ungkapan senada turut disampaikan oleh Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Sujatno.

Agus mengungkapkan, apa yang dilakukan Kemenkes masih terlalu normatif dan belum cukup untuk menurunkan angka perokok aktif. Termasuk keputusan untuk tidak memperluas ukuran PHW itu sendiri.

”Kemenkes sebetulnya sudah on the track. Dalam PP 109/2012 menyebutkan bahwa PHW dapat dirotasi setelah 2 tahun. Tapi, terlalu normatif,” ujarnya.

Apalagi, dari hasil survei YLKI 2016, ditemukan bahwa 62 persen gambar PHW dibungkus rokok yang beredar tertutup oleh pita cukai.

Menurutnya, jika Kemenkes serius menganggap PHW sebagai instrumen Pengendalian rokok maka sangat perlu mengamandemen Peraturan Pemerintah (PP) 109/2012.

”Dalam amandemen itu, ukuran gambar dari ukuran 40 persen diubah menjadi minimal 75 persen. Ini lazim di negara lain,” tegasnya.

YLKI juga mendorong Kemenkes segera berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan bea cukai tekait penempatan pita cukai. Agar nantinya fungsi gambar sebagai informasi kesehatan menjadi lebih jelas.

Merespon hal ini, Anung mengaku, telah ada pembicaraan terkait perluasan ukuran gambar ini.

Namun, ada masukan dari beberapa pihak agar fokus saat ini dilakukan pada gambar terlebih dahulu. ”Tentu tidak menutup kemungkinan itu (diperbesar,red),” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya baru berwenang untuk melakukan evaluasi perubahan gambar sesuai amanat Permenkes No. 28/2013.

Sementara, jika menyangkut perubahan ukuran gambar PHW harus turut mengubah PP 109/2012. (mia/jpnn)

Polda Berhasil Ungkap Jual Beli “Ayam Kampus” via Facebook

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Jambi meringkus seorang muncikari bernama Aries (27), warga Kelurahan Kenali Atas, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Dilansir Jambi Independent, penangkapan itu berlangsung pada Kamis (26/1) lalu. Kasubdit IV AKBP Herry Manurung menuturkan, penangkapan tersangka bermula dari hasil pengintaian dari aparat kepolisian terhadap akun Aries ini selama dua bulan terakhir.

Setelah berhasil masuk dalam jaringan Facebook Aries, aparat baru bisa memantau pergerakannya. Dalam melancarkan aksinya, tersangka sangat berhati-hati. Dia tak serta merta langsung mengiyakan pesanan calon pelanggan. Si calon pelanggan diajak ngobrol dahulu lewat percakapan Facebook. Setelah yakin aman, obrolan dilanjutkan lewat BBM.

Di situ Aries mengirimkan foto-foto “peliharaannya”. Ada dua macam tarif yang diberikan tersangka. Rp 700 ribu untuk short time dan Rp 2 juta untuk long time. Harga itu masih bisa dinego.

Setelah beberapa lama mengamati gerak-gerik tersangka, diketahui bahwa Aries mendapat pelanggan yang ingin menikmati jasa seks, inisial ER, yang ternyata sekira enam bulan lalu pernah menggunakan jasanya.

Lantas Aries dan pelanggannya telah menentukan hari transaksi. Sang pelanggan membuat janji bertemu di Hotel Pundi Rezeki, The Hoke, Kecamatan Jambi Selatan. AS terlebih dahulu ke hotel itu pukul 10.00 dan langsung check in.

Tak lama kemudian Aries datang. Transaksi pun dilakukan. ER kembali dipersilakan memilih wanita “peliharaan” Aries. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, mencapai 50-an orang.  ER pun menentukan pilihannya pada PU (25). Aries langsung menelepon wanita itu. Sekira setengah jam kemudian, datanglah wanita tersebut. Pukul 13.00 tersangka turun dan hendak pergi lewat bagian belakang hotel. Di situlah dia langsung diamankan polisi, yang sudah menunggunya.

Polisi pun langsung menuju kamar G02 yang berada di lantai dasar hotel. Di sana memang ada ER dan PU. Keduanya berpakaian lengkap. ER yang sehari-hari sebagai pedagang itu, sempat mengelak dengan mengaku belum melakukan apa-apa terhadap PU.

Tak mau terkecoh, polisi lantas menggeledah kamar tersebut. Ditemukan satu buah kondom yang telah terpakai. Selain itu, masih ada dua kondom lagi yang sama sekali belum terpakai. Rupanya, ER membayar Rp 1,5 juta untuk long time. Ketiganya lantas digiring ke Mapolda Jambi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Polisi juga mengembangkan kasus ini. Alhasil, didapatlah dua wanita lagi, yaitu ABH (23) yang berstatus sebagai mahasiswi di salah satu kampus di Kota Jambi dan PR (21).

“Tersangka (Aries, red) sudah ditahan,” kata Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi yang dilansir Jambi Independent.

Terpisah, Dir Reskrimum Polda Jambi Benedictus Anies Purnawan atas kasus ini, ER hanya dikenakan wajib lapor. Sementara tiga wanita tersebut statusnya sebagai korban. Aries dianggap melakukan eksploitasi terhadap wanita.

“Dari transaksi Rp 1,5 juta itu, dia (Aries, red) menerima Rp 400 ribu. Sisanya baru untuk si perempuan yang melayani ER,” katanya.

Atas perbuatannya, Aries dikenakan UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang perdagangan orang. (rib/nas/iil/JPG)

Pemko Batam akan Ganti Lampumerah dengan Arus AC/DC

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam akan mengganti lampumerah yang ada secara bertahap terhadap.

Kadishub Batam Yusfa Hendri menjelaskan, beberapa lampumerah yang lama pada saat ini masih menggunakan arus AC atau hanya mengandalkan arus listrik.

Akibatnya, jika terjadi pemadaman listrik, beberapa lampumerah yang menggunakan sistem AC ikut mati. Matinya lampumerah tersebut tentu saja berdampak pada arus lalu lintas yang tidak beraturan hingga mengalami kemacetan panjang pada saat jam-jam sibuk.

Untuk mengatasi terjadinya arus lalu lintas yang tidak beraturan hingga macet panjang, Dishub Batam mengganti beberapa lampumerah dengan menggunakan sistem DC atau menggunakan baterai.

“Kalau sudah memakai sistem DC, lampumerah akan tetap menyala hingga enam jam kedepan. Sebab, secara otomatis akan digantikan atau swicth dari listrik ke baterai,” ujar Yusfa.

Untuk tahun 2017 ini, Dishub Batam telah memiliki anggaran untuk melakukan pergantian lampumerah sistem AC ke sistem DC. Namun, dengan anggaran yang telah dimiliki pada tahun ini, belum bisa mengganti seluruh lampumerah yang masih menggunakan sistem AC.

“Tahun 2017 ini, hanya untuk beberapa lampumerah saja. Karena itu, pergantian dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

Nantinya, lampumerah dengan sistem DC itu juga akan dilengkapi dengan Area Traffic Control System (ATCS) dan juga akan dipasang CCTv.
(cr1)

Inilah Gaya Warga Sambau Bantu Pemko Batam Kelola Sampah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kelurahan Sambau memiliki sebuah lembaga pengelolaan sampah. Lembaga ini dinamai Kelompok Penggiat Sampah. Ini kelompok yang bertugas mengangkut sampah dari rumah warga ke bin container.

“Kami menyadari pengelolaan sampah tak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Butuh peran serta masyarakat agar pengelolaannya bisa optimal,” kata Ketua Kelompok Penggiat Sampah, Raja Alip, di Kelurahan Sambau, Kamis (26/1).

Kelompok ini berdiri sejak akhir Juli 2016. Wilayah kerjanya meliputi 16 RT di empat RW di Kelurahan Sambau. Total ada 1.000 rumah tangga yang dilayani Kelompok Penggiat Sampah ini.

Raja Alip mengatakan, dalam waktu setengah tahun ini, kesadaran masyarakat Kavling Nongsa terhadap kebersihan sudah lebih baik dari sebelumnya. Sebelumnya, mereka sembarangan membuang sampah. Ada yang membakar sampahnya. Ada juga yang sekedar membuang sampahnya di tepi jalan.

“Hal ini sangat disayangkan karena Nongsa itu kawasan pariwisata. Sampah yang berserakan di tepi jalan tentu akan merusak keindahan,” ujarnya.

Raja kerap menyosialisasikan kepada seluruh ketua RT supaya mengimbau warganya membuang sampah pada tempatnya. Warga cukup meletakkan sampah itu di depan rumahnya. Kelompok Penggiat Sampah, kemudian, akan mengangkut sampah-sampah tersebut.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Raja dan timnya juga mengupayakan tong sampah utnuk setiap rumah. Mereka menyebar proposal bantuan ke perusahaan ataupun resort di kawasan Nongsa. Saat ini, sudah terkumpul 80 tong sampah bantuan dari empat perusahaan. Yakni, Adhya Tirta Batam (ATB), Montigo Resort, Batam View, dan Tering Bay Resort.

“Delapan puluh tong sampah yang ada sekarang akan dibagi rata di 16 RT. Tujuannya untuk memberi semangat, stimulan kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya lagi.

Tong sampah itu menjadi bagian dari tanggung-jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan. Tong sampah itu dibagi ke warga beserta ongkos transportasi Rp 30 ribu per rumah tangga. Uang yang terkumpul akan digunakan sebagai tambahan biaya operasional Kelompok Penggiat Sampah. Serta, persiapan pembentukan unit bank sampah (UBS).

“Harapannya, ke depan, perusahaan-perusahaan lain yang belum beri bantuan bisa bantu di tahun 2017 ini. Seperti misalnya, Citra Group, Palm Spring, Ecogreen, dan perusahaan lainnya,” tuturnya.

Perwakilan Humas ATB, Daniel, menyampaikan apresiasi perusahaan terhadap kegiatan yang dilakukan masyarakat Kavling Sambau secara swadaya. Mereka sangat mendukung kegiatan kepedulian terhadap lingkungan itu.

“Mudah-mudahan ini berguna bagi masyarakat. Agar lingkungan bisa dikelola lebih baik lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Sambau, Anwar juga bangga terhadap aksi kepeduliaan kelompok penggiat sampah ini. Kelompok seperti ini sangat dibutuhkan untuk membantu kerja pemerintah. Terlebih, mulai tahun ini, pengelolaan sampah, khususnya pengangkutan dari rumah warga diserahkan ke kecamatan.

“Kami berharap RW lain di Sambau ini bisa membentuk lembaga yang sama. Sosialisasi akan terus kami lakukan supaya wilayah Sambau bersih dari sampah,” kata Anwar. (ceu)

Kenali Pangan Jajanan Anak Sekolah

0

Sarapan itu penting. Karena ia dapat meningkatkan gairah belajar pada anak-anak. Lantas bagaimana jika mereka tak sempat sarapan?

Solusinya, makanan selingan. Makanan selingan dapat berfungsi sebagai asupan gizi anak sekolah, menjaga kadar gula darah agar anak sekolah tetap berkonsentrasi, dan untuk mempertahankan aktivitas fisik anak sekolah. Makanan selingan itu dapat berupa bekal dari rumah atau berupa pangan jajanan anak sekolah (PJAS).

Namun, PJAS rawan mengandung bahan-bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan lainnya. Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyelidikan, Sertifikasi, dan layanan informasi konsumen (Pemdik-Serlik) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau, Mardianto, mengatakan, PJAS yang sesuai adalah yang aman, bermutu, dan bergizi.

“Aman itu bebas dari bahan berbahaya,” tutur Mardianto.

Berbahaya itu baik dari segi biologis ataupun kimiawi. Untuk menghindarinya, anak-anak dapat memilih pangan yang bersih, yang telah dimasak, tidak berbau tengik, tidak berbau asam.

“Pada tahun 2015 – 2016, kami tidak menemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya di Kepri. Persentasenya sangat kecil,” ujarnya lagi.

BPOM melakukan pengawasan terhadap PJAS. Ada empat jenis PJAS yang diawasi. Yakni, di minuman berwarna, bakso, aneka es, dan jelly. Empat jenis jajanan tersebut rawan mengandung bahan berbahaya.

Pada bakso, misalnya, pedagang atau produsen dapat menggunakan bahan pengawet berbahaya. Seperti formalin dan boraks. Dua pengawet itu tidak cocok digunakan untuk mengawetkan makanan.

Sementara pada minuman berwarna, aneka es, dan jelly, dapat dibahayakan dengan kandungan zat-zat pewarna tekstil seperti Rhodamin B. Bahaya juga muncul apabila produsen menggunakan pemanis buatan.

“Karena pada makanan dan minuman basah seperti itu, mereka (pengusaha) tidak menggunakan standar manis. Mereka tidak tahu bahwa ternyata kadar manis yang mereka pakai itu melebihi standar,” tuturnya.

Konsumsi PJAS yang mengandung bahan-bahan berbahaya ini selayaknya ‘menabung sakit’. Zat-zat kimiawi itu akan mengendap di dalam tubuh. Jika dikonsumsi terus menerus, lama-kelamaan tubuh akan bereaksi.

“Dapat menyebabkan kanker dan akhirnya kematian,” ujar Mardianto. ***

ilustrasi

Lantas bagaimana memilih PJAS yang sesuai. Mardianto memberi sejumlah tips:

1. Kenali dan pilih pangan yang aman.

Sebaiknya membeli makanan di tempat yang bersih dan dari penjual yang sehat dan bersih. Pilih pangan yang dipajang, disimpan, dan disajikan dengan baik.

2. Jaga kebersihan

Anak-anak harus mencuci tangan sebelum makan karena mungkin tangan tercemar kuman atau bahan berbahaya. Mencuci tangan dan peralatan yang paling baik itu menggunakan sabun dan air yang mengalir.

3. Baca label dengan seksama

Pada label, bagian yang diperhatikan adalah nama jenis produk, tanggal kedaluwarsa produk, komposisi, dan informasi nilai gizi. Jika pangan tak berlabel, seperti lemper, lontong, dan donat, pilih yang kemasannya baik.

4. Ketahui kandungan gizinya

Baca label informasi nilai gizi untuk mengetahui nilai energi, lemak, protein, dan karbohidrat.

5. Konsumsi air yang cukup

Dapat bersumber terutama dari air minum dan sisanya dapat dipenuhi dari minuman olahan. Konsumsi minuman olahraga hanya untuk anak sekolah yang berolahraga lebih dari satu jam.

6. Perhatikan warna, rasa, dan aroma

Hindari makanan dan minuman yang berwarna mencolok, rasa yang terlalu asin, manis, asam, atau aroma yang tengik.

7. Batasi minuman yang berwarna dan beraroma

Minuman berwarna dan beraroma contohnya minuman ringan dan minuman berperisa.

8. Batasi konsumsi pangan cepat saji

Konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan dan terlalu sering merupakan pencetus terjadinya kegemukan dan obesitas.

9. Batasi makanan ringan

Makanan ini umumnya rendah serat dan mengandung garam atau natrium yang tinggi dan mempunyai nilai gizi yang rendah. Contoh: makanan ringan seperti keripik kentang.

10. Perbanyak konsumsi makanan berserat

Makanan berserat bersumber dari sayur dan buah.

11. Bagi anak gemuk atau obesitas batasi konsumsi pangan yang mengandung gula, garam, dan lemak

Sebaiknya, asupan gula, garam, dan lemak sehari tidak lebih dari empat sendok makan gula, satu sendok teh garam, dan lima sendok makan minyak. (ceu)

Arus Mudik Imlek Tak Mengalami Peningkatan yang Signifikan

0
Sejumlah penumpang tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Jumat (27/1). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Arus mudik, melalui Pelabuhan domestik Sri Bintan Pura (SBP) menjelang perayaan tahun baru Imlek 2568, yang melayani pelayaran antar pulau di sekitar Kepri tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

“Peningkatan ada, tapi tidak terlalu signifikan. Hanya berkisar 20 persen warga yang menggunakan jasa angkutan laut,”ujar kepala pos Pelabuhan domestik SBP, Jumat (27/1).

Dikatakan Sutoyo, peningkatan pemudik yang menggunakan jasa angkutan laut untuk pulang ke kampung halamannya melalui pelabuhan SBP tersebut terjadi H-2 dan H1. Yang mana mereka pulang ke kampung halamannya seperti

“Itu pemudik yang hendak pulang kampung seperti ke Dabo, Daik, dan beberapa pulau lainnya kecuali Batam,”kata Sutoyo.

Karena tidak mengalami lonjakan penumpang yang tidak signifikan di aktivitas arus mudik tahun baru Imlek, sambung Sutoyo, pihaknya juga tidak meminta agen kapal untuk menambah armadanya.

“Jam operasional juga seperti biasanya. Semuanya juga berjalan normal dan tidak ada hambatan dalam pelaksanaan dilapangan,”sebut Sutoyo.

Saat ditanya terkait arus mudik ke Natuna, Anambas dan Tambelan. Sutoyo, menjelaskan kapal yang melayari pulau terluar tidak izinkan berangkat karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Untuk tujuan kesana, kapal cepat yang melayari kesana tidak diizinkan berangkat sampai kondisi cuaca kembali membaik. Hal itu untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,”ucap Sutoyo.(ias)

Kota Moro Bermandikan Lampu Kelap Kelip

0

batampos.co.id – Kemeriahan tahun baru Imlek 2568 di Kota Moro, mulai terasa. Selain lampion menghiasi vihara Dharma Diepa, Kota Moro pun tampak lebih gemerlap di malam hari. Pasalnya, sepanjang jalan protokol (Sudirman, red), sudah dipasang lampu kelap kelip.

“Memang, suasana malam jadi penuh khidmat, dan bercahaya dari ratusan lampu hias yang dipasang di sepanjang Jalan Sudirman,” ujar Kapolsek Moro, AKP I Ketut Sudarma, Jumat (27/1).

Dikatakan, tingginya partisipasi warga Tionghoa untuk memasang lampu kelap kelip beragam warna warni itu, patut diapresiasi. Hal ini sejalan dengan usulan Sekretaris Camat (Sekcam) Moro, Ratna pada kesempatan rapat koordinasi antar keberagaman suku, ras, agama dan golongan yang difasilitasi Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Moro yang berkaitan dalam keamanan perayaan Imlek tersebut.

“Yang jelas, kata Ketut lagi, komitmen hasil rapat diharapkan seluruh warga Tionghoa melakukan ritual bakar mercun sambut Imlek harus tepat waktu yang telah disepakati bersama. Selanjutnya, bagi masyarakat antar umat beragama supaya saling menghormati antara satu dan yang lainnya hingga perayaan Tahun Baru Imlek itu berlangsung aman dan kondusif,” kata Ketut mengingatkan.

Sementara Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Moro, Muhdi alias Ngo Ti mengatakan rasa bersyukur atas dukungan semua pihak dalam memberikan rasa nyaman warga Tionghoa untuk merayakan Imlek.
“Pasang lampu hias kelap kelip dari satu rumah ke rumah sepanjang jalan Sudirman itu merupakan suatu kebanggaan di tahun “Ayam Api” dengan harapan membawa berkah bagi masyarakat Moro,” ujarnya.(pst)

Jual BBM Subsidi, Pemilik Kios Abadi Diamankan Polisi

0
Petugas Satreskrim Polres Tanjungpinang Menyusun Barang Bukti BBM dan lainnya yang diamankan dari Kios Abadi, F Osias De/batampos

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang, Senin (32/1) lalu, mengamankan BS alias AS, 45, pemilik kios Abadi, yang menjual bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di perairan Kampung Bugis, kepada nelayan dengan harga yang tidak sesuai dengan aturan yangh diterapkan Pemerintah atu tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, melalui Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan, mengatakan penangkapan tersebut dilakukan pihaknya setelah menerima informasi dari masyarakat yang kemudian di tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan.

”Jadi waktu itu anggota langsung mengecek ke TKP dan benar ditemukan BBM bersubsidi yang dijual ke nelayan di kios milik tersangka kurang lebih sebanayk 7 ton,”ujar Andri, Jumat (27/1).

Dikatakan Andri, dari hasil pemeriksaan tersangka mengakui BBM tersebut miliknya dan telah melakukan aktifitas tersebut cukup lama.

”Barang bukti yang kami amankan yakni dua buah tangki merk Penuin, 11 buah drum bvesi, 13 buah drum plastik, empat buah tangki segi empat, satu mesin robin dan pompa minyak serta solar kurang lebih tujuh ton,”kata Andri.

Saat ini, sambung Andri, selain melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kios yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan. Pihaknya juga memintai keterangan sejumlah saksi.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 55 undang-undang RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara,”pungkas Andri.(ias)

 

Bukit Raya Belum Bisa Sandar di Letung

0

batampos.co.id – Pelabuhan tidak memadai, KM Bukit Raya masih lego jangkar di Letung, Kecamatan Jemaja untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Fenomena sepert ini sudah terjadi bertahun-tahun. Namun hingga kini belum pernah ada perhatian dari pemerintah baik pemerintah daerah setempat maupun Provinsi.

Salah satu penumpang yang naik dari Letung menuju Natuna, Yogi mengatakan, pihaknya terpaksa naik KM Bukit Raya menuju Natuna karena tidak ada transportasi lain. Sehingga bagaimanapun kondisinya tetap dilakukan.

“Mau tidak mau, saya harus naik Bukit Raya ini, untuk menemui keluarga di Natuna. Lagian tidak ada transportasi lain menuju Natuna,”
terangnya, Jumat (27/1).

Mirisnya lagi, Yogi dan penumpang lainnya harus bertaruh nyawa untuk menaiki KM Bukit Raya terutama saat naik atau turun kapal. Pasalnya jika tidak sandar, kapal kondisi kapal terombang-ambing kuatnya arus dan gelombang laut cina selatan itu. Apalagi saat ini sudah memasuki musim angin utara dimana pasa musim ini angin dan ombak berubah menjadi ganas.

“Kalau cuaca buruk seperti ini, pompong susah merapat ke tangga Bukit Raya. Tapi itu lah perjuangan kami. Karena belum ada juga pelabuhan yang memadai untuk sandar kapal,” tegasnya.

Dia juga berharap, agar Pemerintah memberikan perhatian untuk meningkatkan infrastruktur khususnya untuk transportasi laut seperti
pelabuhan dan sebagainya. “Di Letung ada pelabuhan Berhala, tapi Bukit Raya belum bisa sandar, karena lautnya terlalu dangkal,” ujarnya.

Mengenai transportasi Anambas – Natuna juga sebelumnya sempat dibahas oleh Pemkab Anambas dengan Pemkab Natuna ketika melakukan silaturahmi beberapa waktu lalu.

“Kami sudah mengusulkan untuk membuat transportasi yang menghubungkan Anambas-Natuna. Ini sangat dibutuhkan,” ujar Anggota Komisi I DPRD Anambas, Rocki H Sinaga. (sya)