Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 13809

Udara Dingin, Obama Lepas Jas lalu Berikan pada Michelle Obama

0
Barack Obama dan Michelle bercengkrama saat berada di dalam elevator. Fotografer Gedung Putih Pete Souza mengatakan kalau suhunya sangat dingin dan Obama melepas jasnya untuk dikenakan Michelle. (Pate Souza/The White House via CNN)

batampos.co.id – Ini kisah kecil dibalik pidato perpisahan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Selasa (10/1) malam atau Rabu (11/1) WIB.

Salam perpisahan mengambil tempat di Chicago, kota Obama dibesarkan, ribuan orang menghadiri pidato perpisahan tersebut. Mereka hendak mengucapkan selamat tinggal kepada presiden yang sudah berkuasa selama sembilan tahun di AS.

Banyak hal berkesan dari pidato Obama. Salah seorang pejabat Gedung Putih menyebutkan, tidak mudah bagi Obama untuk membuat draf pidato itu.

Beberapa kali bapak dua anak itu melakukan revisi dari pidato tersebut. Hasilnya, istimewa. Pidato tersebut sangat berkesan dan mendalam. Berikut beberapa kutipan kuat pidato tersebut.

Mengenai Demokrasi – ”Demokrasi bisa jatuh ketika menyerah pada rasa takut.”

Mengenai Michelle Obama – ”Engkau sudah membuat saya bangga, dan engkau sudah membuat saya bangga, dan engkau membuat negara bangga,” kata Obama sambil mengusap air matanya.

Mengenai Amerika – ”Ya, kita bisa. Ya, kita akan berhasil. Ya, kita bisa,” katanya. Itu adalah kalimat yang juga diucapkannya saat berkampanye di 2008.

Mengenai Hak Asasi – “Ini adalah keyakinan bahwa kita semua diciptakan sama, diberkahi oleh dengan hak asasi tertentu, di antaranya hak hidup, hak kebebasan, dan hak mengejar kebahagiaan. Rakyat, melalui instrumen demokrasi kita, dapat membentuk kesatuan yang lebih sempurna.” (cnn/bbc/tia/jpnn)

Kecelakaan Tunggal, Mobil Box Tabrak Pembatas Jalan

0
foto: osias de / batampos

batampos.co.id – Diduga karena hilang kendali, mobil box Mitsubishi Cold BP 8112 TG yang dikemudikan Josun terbalik setelah menghantam pembatas jalan di Jalan Wr Supratman, kilometer 15, arah Tanjunguban, Rabu (11/1).

Akibatnya, kernet yang berada disamping sang supir pun mengalami patah di bagian tangannya.
Informasi yang dihimpun, mobil box tersebut berjalan dari arah Tanjung Uban hendak menuju Tanjungpinang. Setibanya di seputaran lokasi laka tunggal tersebut, mobil yang dikemudikan pria bernama Josun tersebut tidak dapat dikendalikan sehingga hilang kendali.
Mobil box tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah di bagian depan. Ban sebelah kirinya pun pecah dan juga box tempat menyimpan barang hancur.
Salah seorang warga yang melihat kecelakaan lalu lintas tunggal tersebut, Yono, mengatakan dirinya yang saat itu berada di dalam warung tepat di depan lokasi laka itu, terkejut ketika mendengar suara yang begitu keras. Ia pun keluar dan melihat mobil box tersebut terbalik di pembatas jalan.
Sedangkan , warga lainnya, Safari yang juga melihat kejadian itu mengatakan, sebelum menabrak pembatas jalan itu. Mobil box tersebut berjalan dari arah Tanjung Uban ke Tanjungpinang. Namun, diduga tiba-tiba mobil tersebut hilang kendali.
Saat kejadian, untungnya penguna jalan di tempat itu dalam keadaan sepi. Sehingga tidak menabrak pengendara mobil dan motor.
Kasat Lantas Polres Tanjungpinang AKP Bobby Muhammad Zulfikar melalui Kanit Laka Iptu Sugiono belum mandapat laporan dari anggotanya yang melakukan patroli dijalan tersebut.
“Saya belum mendapat laporan dari anggota,dan saya cek dulu nanti kalau sudah mendapatkan laporan tersebut akan saya kabari,” ucapnya. (ias)
Keterangan Foto 0013 : Mobil Mitsubishi Cold BP 8112 TG Yang membawa pakaian dalm dan terbalik setelah menghantam pembatas jalan, F Osias De.
Keterangan Foto 0111 : Kaca Mobil Mitsubishi Cold BP 8112 TG Yang terbalik  berserak di lokasi laka lantas di kilometer 15, F Osias De

RAPBD 2017 Natuna Rp 1,19 Triliun

0
ilustrasi

batampos.cop.id – Rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Natuna tahun 2017 sebesar Rp 1,19 triliun.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dalam pidato pengantar nota keuangan RAPBD 2017 dirapat paripurna DPRD menyebutkan, sumber pendapatan RAPBD 2017 sebesar Rp 1,04 triliun dan silpa sebesar Rp 150 miliar.

Dikatakan Hamid, rancangan sumber pembiayaan APBD Natuna 2017 mengikuti asumsi makro dari APBN. Hampir 75,87 persen sumber pendapatan dari dana transfer pemerintah pusat. Dan 5,31 persen berasal dari dana transfer Pemerintah Provinsi. Sementara PAD hanya sebesar 6,22 persen. Ditambah silpa sebesar Rp 12,6 persen.

“Tahun 2017 ini Pemerintah kabupaten Natuna menerima alokasi dana perimbangan sebesar Rp 838,57 miliar, yang bersumber dari bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak, DAU dan DAK,” kata Hamid dalam pidatonya, Senin (9/1) malam kemain.

Komposisi belanja daerah tahun 2017 terdiri belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung kata Hamid, digunakan untuk belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, bagi hasil pajak dan retribusi daerah ke Desa (Dana Desa,red), alokasi dana Desa.

Sementara untuk belanja langsung tahin 2017 ini sambung Hamid, dialokasikan untuk belanja rutinitas kantor disetiap SKPD. Belanja fungsi pendidikan, fungsi kesehatan, kegiatan DAK fisik, DAK non fisik, dan kegiatan wajib disetiap SKPD.

“Belanja langsung tahun ini penyediaan infrastruktur menjadi prioritas utama Pemsrintah Daerah,” sambunnya.

Secara komposisi RAPBD 2017, belanja tidak langsung sebesar Rp 455,58 miliar atau 38,44 persen. Sementara belanja langsung sebesar Rp 729,61 miliar atau 61,56 persen. Secara keseluruhan, belanja langsung dan tidak langsung sebesar Rp 1,185 triliun.

Dikatakan Hamid, penyusunan perencanaan anggaran dan pembahasan dalam KUA dan PPAS terkait belanja, peelu prinsip kehati-hatian. Dan perlu dikaitkan dengan penyusunan asumsi kebijakan, pertumbuhan ekonomi dan proyeksi pendapatan serta kondisi ekonomi makro.

Penyusunan RAPBD ini katanya, wajib mempedomani penetapan batas maksimal defisit APBD tahun 2017 yang ditetapkan Menteri Keuangan serta kewajiban elaporkan surplus  atau defisit APBD kepada Menteri Dalam Negeri dan Menkeu.

“Pemerintah Daerah dalam hal ini harus menghindari belanja yang melampaui batas defisit APBD.  Dari sisi penerimaan pembiayaan belanja daerah tahun 2017 dianggarkan sebesar Rp 150 miliar, bersumber dari surplus target tahun 2016. Sementara dari sisi pengeluaran pembiayaan dialokasi untuk penyertaan modal sebesar Rp 5 miliar,” jelas Hamid.

Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengatakan, DPRD menargetkan pembahasan RAPBD 2017 ini selesai tepat waktu pasa pertengahan bulan Januari 2017 ini.

“Kami sudah rencanakan, penyampaian pendapat akhir fraksi RAPBD 2017 pada 16 Januari pekan depan,” ujar Yusripandi. (arn)

2.669 PNS Lingga belum Gajian

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Memasuki awal tahun usai perombakan besar-besaran kabinet Lingga Terbilang, sebanyak 2.669 pegawai negri sipil (PNS) Lingga belum gajian, Selasa (10/1).

Informasi yang dihimpun Batam Pos, keterlambatan pembayaran gaji pegawai disinyalir akibat perampingan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) tahun 2017. Rotasi jabatan yang berlangsung beberapa waktu lalu baik eselon II, III dan IV sehingga harus mutasi staf untuk proses pencairan gaji PNS.

Staf pembuatan daftar gaji pegawai, badan Pengelolaan Keuangan dan Aset kabupaten Lingga, Iben membenarkan hal ini.

“Ada perubahan SOTK yang baru membuat UU lama dicabut. Untuk gaji harus mutasi staf dulu. Kemarin SK Mutasi sudah kami terima,” ungkap Iben.

Terkait soal gaji yang belum keluar hingga tanggal 10 Januari 2016, Iben mengatakan pihaknya masih dalam tahap penginputan data. Proses pencairan gaji sambung Iben akan segera  selesai pekan depan.

“Proses penginputan selesai pekan ini. Pekan depan Insyaalah sudah gajian semua,” pungkasnya.  (mhb)

Jelang Imlek, Vihara di Batam Berdandan

0
Aseng seorang pengurus Vihara Tua Pek Kong Winsor Nagoya sedang melukis lampion, Selasa (10/1). Vihara Tua Pek sudah mulai melakukan persiapan untuk perayaan Imlek. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jelang Tahun Baru Imlek 2568 yang bertepatan dengan Sabtu 28 Januari 2017 mendatang, komplek Vihara ‘dipercantik’, seperti Tua Pek Kong Bio atau Vihara Budhi Bhakti Buddha Lubukbaja.

“Diperbaharui supaya bersih, tampak indah dan rapi,” kata , Pengurus Yayasan Vihara Umat Budha, Hartono Ang, Selasa (10/1).

Terlihat, warna tembok yang pudar mulai dicat ulang. Lampion juga sudah mulai dipasang, baik yang biasa maupun yang pakai listrik. Petugas dan sukarelawan tengah sibuk persiapkan dupa juga kertas doa, juga hal lain.

“Selain di dalam ini (komplek Vihara), di luar (di jalan depan vihara), lampion  juga kita pasang,” ujarnya.

Menurut Hartono,  hal demikian sejatinya sudah mulai  sejak awal tahun lalu. Tak hanya di vihara yang dibuat bagus, rumah warga beretnis thionghoa juga dipercantik.

“Awal tahun sudah mulai. Di rumah-rumah juga begini, banyak hiasan,” ucapnya.

Dia menambahkan, biasanya perayaan imlek kunjungan ke vihara ini cukup drastis. Ini terjadi lantaran, turis dari berbagai negara datang. Ada yang dari Singapura, Korea, Thailand, Malaysia, Srilangka juga Jepang. “Yang paling banyak dari Singapura dan Korea,” terangnya.

Saking banyaknya pengunjung, vihara akan ramai sejak pagi hingga malam hari. Antisipasi hal ini, pihaknya juga persiapakan sistem parkir yang matang.

“Nanti Sabtu (27/1) malam ada kembang api,” pungkasnya. (cr13)

Berobat ke Puskesmas Wajib Bawa KTP atau KK, Jika Tidak Pasien Tak Dilayani

0
foto: harry / batampos

batampos.co.id – Hendro , 38, Warga Jalan Galang Batang, merasa kesal bercampur emosi ketika anaknya yang menderita sakit pada bagian mulut ditolak oleh tim medis untuk menjalakan pengobatan di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Seilekop, di Jalan Nusantara, Batu 18, Kelurahan Seilekop, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), Senin (9/1/2017).

Penolakan yang diterimanya itu hanya dikarenakan tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Terpaksa dia membawa anak bungsunya itu berobat ke klinik yang ada di Kota Tanjungpinang.

“Anak saya sudah kesakitan karena bibirnya luka. Tapi tim medis menolak anaknya untuk mendapatkan pengobatan di puskesmas itu. Alasannya harus ada KTP dan KK walaupun memiliki uang banyak untuk bayar pengobatan,” ujar Hendro ketika dikonfirmasi, Selasa (10/1).

Hendro mendesak agar anaknya tetap bisa diobatin dan akan membayar seluruh nominal atau tarif yang ditetapkan oleh Puskesmas. Tetapi tetap saja keluhannya itu tak digubris dengan dalih aturan mewajibkan harus ada KTP dan KK Kabupaten Bintan.

“Saya sudah minta dengan sopan kepada mereka. Saya akan bayar seberapapun besarnya tarif itu asalkan anak saya bisa berobat. Sebab anak saya terus merintih dan menangis menahan sakit. Tapi mereka tetap tak gubris, jadi saya kesal dan emosi disana,” bebernya.

Kepala UPTD Puskesmas Seilekop, dr Fera Kartika mengakui telah menolak pasien dari Jalan Galang Batang yang ingin berobat di puskesmas ini. Dia berdalih penolakan pengobatan itu dilakukan sesuai dengan dasar-dasar dari aturan baru yang diberlakukan oleh Pemkab Bintan sejak 7 Januari 2017.

“Dalam aturan baru pasien harus menunjukkan bukti kepemilikan KTP dan KK asli Bintan. Bahkan aturan ini juga diberlakukan untuk pasien umum. Jadi walaupun alasannya  membayar, tetap harus tunjukin dua dokumen itu, kalau tidak kami gak akan menerimanya,” akunya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan, kata dia, telah mengirimkan Peraturan Bupati (Perbup) Tentang Pelayanan Kesehatan Gratis keseluruh pihak puskesmas melalui Watsapp (Wa) sejak 7 Januari 2017. Diinstruksikan agar seluruh puskesmas menjalankan segala bentuk pelayanan sesuai yang diamanatkan pasal demi pasal dalam perbup itu terhitunga mulai 9 Januari 2017 dan seterusnya.

Diakuinya, memang perbup itu belum ada nomornya. Tapi diinformasikan oleh Dinkes Bintan Perbupnya sudah ditandatangani oleh BupatI Bintan, Apri Sujadi. Mungkin masih ada diatas meja beliau. Kendati demikian, seluruh puskesmas harus memberlakukan aturan itu walaupun banyak warga yang melemparkan kekesalan dan emosi kepada pihak puskesmas.

“Saya orangnya tidak suka melanggar aturan. Meskipun sampai detik ini perbupnya tanpa nomor tapi kami diwajibkan untuk menerapkannya. Jika aturan ini membuat  warga tak suka dengan pelayanan kita itu sudah resiko,” katanya.

Khusus penolakan pengobatan yang dilakukannya kepada pasien umum tidak memiliki KTP dan KK Bintan. Lanjutnya, Itu merujuk kepada Perbup Bab III Pasal 5 yang menegaskan kepada masyarakat Kabupaten Bintan yang ingin mendapatkan pengobatan gratis wajib menunjukkan indetitas kependudukan yang diterbitkan oleh Disdukcapil Kabupaten Bintan. Diantaranya KTP, KK dan Akte Kelahiran bagi pasien berusia di bawah 16 tahun atau yang tak memeiliki KTP.

“Sebenarnya kami hanya antisiapsi agar hal-hal yang tidak diinginkan tak terjadi. Khusus pasien umum juga walaupun bayar kalau ada KTP dan KK prosesnyakan bisa berjalan lancar,” dalihnya.

Sementara Bupati Bintan, Apri Sujadi mengaku jika Perbup Tentang Pelayanan Kesehatan Gratis sudah dibuat. Tapi dirinya tidak mengetahui adanya permasalahan Perbub yang berisikan pasal demi pasal tersebut belum memiliki nomornya.

“Saya rasa sudah dibuat. Tapi kalau tak ada nomornya nanti kita cek lagilah. Asal jangan cari pasal aja,” ungkapnya. (ary)

Kongkow di Batuaji

0
Pengunjung Cafe Gelaviana’s nongkrong sambil menikmati minuman di Komplek Ruko Tunas Regency, Sagulung, Selasa (10/1). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Nongkrong di cafe maupun restoran selepas beraktivitas menjadi tren dan gaya hidup masyarakat saat ini. Tidak hanya akhir pekan, kedai kopi maupun restoran menjadi tempat yang pas untuk menghabiskan waktu bersama teman maupun keluarga.

Tujuannya beragam macam, mulai melepas penat, ngalor ngidul, hingga membahas tentang pekerjaan, sembari ngopi-ngopi maupun menyantap makanan di cafe maupun restoran yang mereka sambangi.

Seperti di wilayah Batuaji maupun Sagulung, banyak kedai kopi bermunculan saat ini, sehingga budaya nongkrong sambil ngopi menjadi tren akhir-akhir ini. Di tambah lagi dengan suasana kedai yang kondusif serta tawaran harga makanan yang ramah di kantong.

Jam berkunjung biasanya mulai pukul 11.00 WIB hingga malam. Seperti yang dilakukan Mardianef. Warga Perumahan Aviari Garden ini mengaku menghabiskan separuh waktunya untuk berkunjung ke kedai kopi. Alasannya beragam, mulai dari membicarakan tentang pekerjaan, bercanda ria hingga bertemu dengan pelanggannya.

“Saya suka sekali nongkrong, apalagi ditemani dengan kopi,” katanya saat ditemui di Galadian Coffe Shop di Kawasan Tunas Regency, Sagulung, Selasa (10/1).

Baginya, melepas lelah dengan nongkrong di cafe memberikan rasa kegembiraan. Apalagi beragam fasilitas yang diberikan kedai cukuplah memadai, salah satunya free wifi. “Saya biasa datang tiga kali sehari, salah satu alasan membuat saya betah nongkrong, para waitersnya yang ramah dan open kepada pelanggannya,”  kata mardianef.

Selain itu, suasana juga merupakan penyumbang utama, para pengunjung betah berlama-lama nongkrong.

Senada juga dirasakan Evi Suryani. Perempuan berjilbab ini sangat menyukai budaya nongkrong.

“Nongkrong sekarang menjadi tren gaya hidup. Kita bisa menghabiskan waktu dengan membahas apa saja, mulai karir, pekerjaan hingga membahas yang tidak penting di sini,” kata perempuan penyuka kopi ini.

Nongkrong sebagai tren gaya hidup juga di akui pemilik Rumah Kopi Batam (RKB), Afrizal di kawasan Top 100 Tembesi. Katanya minat nongkrong warga Batuaji maupun Sagulung cukup tinggi.

“Setiap hari lumayan ramai,” kata Afrizal.

Dia mengatakan rata-rata pengunjung umumnya pekerja industri galangan kapal dan pekerja lapangan. Bisanya pengunjung ramai mulai sore hingga tengah malam.

“Mereka datang ngopi bersama kawan-kawannya, sambil cerita dan tertawa,” tutupnya. (cr19)

Bulan Madu Nyaris Hancur saat Mertua Menginvasi

0
ilustrasi: wahyu kokkang / jawa pos

BULAN madu hmmm setiap pengantin baru pasti merindukan momentum itu. Namun bagaimana jika mertua ikutan ?

Berstatus pengantin baru, jalan-jalan ke tempat-tempat indah dan romantis, berdua saja. Bermesraan sepuasnya. Kalau perlu sekalian bikin anak. Pokoknya menikmati yang indah-indah dulu sebelum menghadapi kenyataan berumah tangga. Tapi bayangkan, betapa sebelnya kalau momen istimewa itu diganggu oleh… ibu mertua.

Itulah yang sedang mengancam perempuan asal New York. Tak mau mengungkap namanya, dia curhat habis-habisan di Mumsnet. Intinya, dia terancam berbulan madu bareng ibu calon suaminya.

’’Dia sudah sering merecoki kami, termasuk selama persiapan pernikahan. Aku masih bisa menoleransinya. Tapi, untuk bulan madu, no way,’’ ungkapnya kesal dikutip Mirror.

Si calon mertua datang berkunjung pada hari Natal lalu. Dia nimbrung ketika anak lelakinya dan calon istrinya ngobrol soal rencana honeymoon. Keduanya pengin berlibur ke Karibia. Sang calon ibu mertua berusaha membujuk mereka berbulan madu ke Siprus. Si ibu juga mengungkapkan ketidaksukaannya bepergian jauh.

Betapa kagetnya si calon pengantin ketika keesokan harinya si calon ibu mertua bilang dirinya bakal liburan ke Karibia. Dia sudah memesan kamar di resor yang akan dia inapi saat honeymoon. Harinya? Bersamaan!

’’Ibu bilang itu ’kecelakaan’. Dia mengira kami benar-benar ke Siprus seperti sarannya. Tapi, saya tidak percaya. Dia sengaja melakukan ini,’’ ujarnya kesal.

Untung bagi si calon pengantin, dia belum booking pesawat. Hotel yang sudah dipesan juga bisa dibatalkan. Dia mengatakan akan mencari lokasi lain untuk honeymoon. Ya, lebih baik begitu. Kalau si camer memaksa ikut malam pertama, kan bisa rempong jaya… (len/c17/na)

Utang Pemprov Kepri Sebesar Rp 270 Miliar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pada struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri 2017 didapati bahwasanya Pemerintah Provinsi Kepri masih mempunyai tanggungan utang sebesar Rp 270 miliar. Nilai itu merupakan sisa-sisa kewajiban Pemprov Kepri yang belum tuntas pada anggran setahun silam.

Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua menyatakan, utang Rp 270 miliar itu kini sudah dialokasi pada APBD 2017 melalui pembahasan yang digelar sepekan lalu. Rudy menyebutkan, dari total Rp 270 miliar separuh di antaranya adalah dana tunda salur yang harus diberikan Pemprov Kepri kepada pemerintah kabupaten/kota.
+
“Ada sebesar Rp 129 miliar untuk dana tunda salur kabupaten/kota,” terang Rudy, Selasa (10/1).

Ada pun sisanya, sambung Rudy, terbagi lagi pada komponen lain. Semisal utang kegiatan maupun utang proyek yang belum terselesaikan dengan nilai kisaran Rp 80-90 miliar. Rudy mengatakan, utang tersebut harus tuntas pada tahun ini.

“Ini sudah pengeluaran wajib yang harus dianggarkan di 2017. Tidak bisa tidak kecuali ada perubahan fundamental,” tegas Rudy.

Sementara itu, Anggota Komisi II lainnya, Asmin Patros puun membenarkan hal tersebut. Menurut politisi Partai Golkar ini, kewajiban Pemprov Kepri untuk menuntaskan utang harus selesai pada tahun ini. Sehingga ke depannya tidak lagi ada tanggungan yang tertunggak hingga tahun-tahun ke depan.

“Dalam kegiatan umum penganggaran ini memang sudah harus masuk, dan nanti dijelaskan pada nota keuangan. Kalau sekarang masih dalam bentuk narasi-narasi kebijakan umum anggarannya,” terang Asmin. (aya)

Jika Keberatan dengan Tarif Jasa Pelabuhan segara Layangkan Surat Protes

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam meminta agar asosiasi pengusaha pelayaran yang merasa tak diundang untuk diskusi soal tarif jasa pelabuhan agar segera melayangkan surat protes ke BP Batam.

“Kalau ada yang tak setuju segera kirim surat keberatan ke BP Batam agar bisa disampaikan secara langsung kepada kepala kantor pelabuhan,” ungkap Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, kemarin (10/1).

Hingga saat ini menurut Andi, situasi aman-aman saja. Belum ada tanda-tanda keberatan dari sejumlah pihak atas tarif pelabuhan yang telah ditetapkan BP Batam.

Masih dengan Andi, tarif pelabuhan di Batam masih lebih murah dibanding dengan tarif pelabuhan di luar Batam. Selain itu pelabuhan merupakan aset Batam sehingga keputusan mengenai tarif dirumuskan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang merupakan atasan BP Batam.

Pernyataan Andi ini diungkapkan untuk menyanggah pernyataan sejumlah asosiasi pengusaha pelayaran yang menyatakan belum menerima surat undangan untuk diskusi soal tarif pelabuhan.

Sekretaris II Insa Batam, Osman Hasyim mengatakan sejumlah asosiasi pengusaha pelayaran seperti Insa, APBMI, AFLI, BSOA, dan lainnya belum menerima undangan.

“Tidak ada sama sekali. Kami belum pernah menerima undangan pembahasan mengenai tarif,” ujarnya.

Menurut Osman, BP Batam harus menerapkan kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat pengguna jasa, efisiensi, tingkat kemampuan dan meningkatkan daya saing ekonomi.

“Dan DK sudah memerintahkan agar tarif pelabuhan segera didiskusikan dengan kami,” pungkasnya.(leo)