Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 13812

Mako Satpol PP Pindah ke Gedung RSUD Lama

0
Anggota Satpol PP saat membersihkan bangunan bekas rumah sakit umum daerah (RSUD) Batam yang akan dijadikan mako Satpol PP kota Batam di jalan Brigjen Katamso, Sagulung, Selasa (13/12). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Batam mulai menempati mako baru mereka di gedung lama rumah sakit umum daerah (RSUD) Batam di jalan Brigjen Katamso, Sagulung sejak Selasa (13/12) pagi. Mako lama yang berada di Batamcenter kini sudah kosong dan segala urusan terkait Satpol PP kota Batam kini sudah resmi pindah ke mako baru tersebut.

Kabid penegakan perundang-undangan daerah Satpol PP kota Batam, M Teddy Nuh mengatakan, penempatan mako baru tersebut merupakan upaya dari Pemko Batam untuk memanfaatkan bekas gedung RSUD Batam yang sudah lama terbengkalai. “Lagian mako lama kami selama ini sistem ngontrak jadi daripada gedung ini tak terawat makanya kami pakai saja sebagai mako,” ujar M Teddy, kemarin.

Sejak pagi kemarin, memang kata Teddy, mako Satpol PP kota Batam sudah resmi berpindah ke lokasi yang baru tersebut sehingga dia mengimbau kepada segenap masyarakat kota Batam ataupun instansi dan lembaga lainnya yang ingin berurusan dengan Satpol PP agar mengirim surat atau mendatangi langsung kantor mako yang baru tersebut. “Hari ini kami juga sudah buat surat ke instansi-instansi terkait untuk menyampaikan alamat mako kami yang baru ini,” ujarnya.

Penempatan gedung mako baru itu tutur Teddy memang tak mudah. Sebab kondisi gedung yang selama ini tak terawat dan sudah mulai rusak membutuhkan kerja keras dari anggotanya untuk melakukan perbaikan dan pembersihan.”Ada sekitar enam gedung yang ada tapi yang dipakai baru dua gedung,” ujarnya.

Dua gedung yang dipakai itu merupakan bekas gedung UGD dan ruangan rawat inap anak RSUD sebelumnya. Kondisi kedua gedung itu sudah tertata dengan baik. Anggota Satpol PP beberapa hari belakangan ini sudah melakukan perbaikan dan bersih-bersih sehingga saat ditempati kemarin sudah rapi dan bersih. “Tapi belum semuanya dibersihkan dan diperbaiki, makanya hari ini dan besok masih banyak kerjaan kami untuk membersihkan gedung-gedung ini,” ujar Teddy.

Pantauan di lapangan, siang kemarin, ratusan anggota Satpol PP tampak sibuk dengan kegiatan bersih-bersih. Sebagian ada yang membabat rumput dan semak-semak yang sudah meninggi sebagian lagi sibuk memperbaiki dan mencat gedung yang sudah rusak dan kusam. “Semua gedung harus dibersihkan, makanya masih banyak kerjaan kami ini,” ujar salah satu anggota Satpol PP.

Untuk mako baru tersebut, terang Teddy sedikitnya ada 300 anggota Sat Pol PP yang akan menempati. Gedung itu akan menjadi mako resmi Satpol PP kota Batam kedepannya. “Memang agak jauh dari Pemko tapi ini baik karena kami tak lagi sewa gedung,” ujarnya.

Untuk pengamanan di Pemko Batam sendiri, Satpol PP menempatkan satu pleton anggota secara bergantian setiap harinya. “Satu pleton tetap di sana (kantor Pemko Batam) untuk jaga-jaga dan pengamanan. Karena kalau semua di sini, tiba-tiba ada masalah di sana repot juga. Dari sini ke Batamcenter butuh waktu satu jam juga, makanya satu pleton tetap disiagakan di Pemko,” kata Teddy. (eja)

Pernah Digerebek, Gelper Kembali Beroperasi

0
Beberapa pengunjung tengah menikmati arena permainan di mal STC, Sekupang, Selasa (13/12). (Foto: Yulitavia/Batampos)

batampos.co.id – Sejumlah gelanggang permainan elektronik (gelper) yang pernah digerebek polisi, kini kembali beroperasi. Bahkan gelper-gelper tersebut kembali menyuguhkan mesin ketangkasan yang sama seperti yang disita polisi sebelumnya.

Salah satunya, arena gelper di Komplek Pertokoan (Ruko) Waheng Center, Batuaji yang pernah digerebek polisi, beberapa waktu lalu, kini kembali beroperasi.

Pantauan di lapangan sekilas dari luar lokasi gelper itu tampak seperti warnet. Namun, di dalamnya ada puluhan mesin ketangkasan. Gelper itu juga ketat diawasi penjaga baik di luar ataupun di dalam.

Warga sekitar mengaku cukup terganggu dengan kehadiran arena gelper tersebut. Selain mengganggu ketenangan, warga juga khawatir keberadaan gelper yang terindikasi menggelar praktik perjudian itu meracuni anak-anak sekitarnya.

“Sudah pernah digerebek tapi kok buka lagi. Padahal sudah sering kali dikomplin tapi tak ada tindakan tegas,” ujar Sarmadi, warga Tunas Regency, Sagulung.

Tidak hanya di kawasan Sagulung dan Batuaji, gelper yang berada di pusat perbelanjaan STC Sekupang yang sempat ditutup dan disegel beberapa bulan lalu, kini juga kembali beroperasi.

Berbagai mesin permainan seperti, ding-dong, dan beberapa permainan lain terlihat di lantai dua mal. Beberapa pengunjung juga terlihat tengah menikmati permainan tersebut.

Pada pintu masuk juga tertera tulisan tarif penukaran koin bagi pengunjung yang hendak bermain. Pihak pengelola gelper juga menuliskan beberapa peraturan sebelum memasuki arena seperti, pengunjung dilarang membawa koin dari luar.

Di bagian depan arena, terlihat penjual koin yang siap melayani pengunjung.

Kapolsek Sekupang, Kompol Ferry Aprizon mengatakan keberadaan gelper di STC memiliki izin operasi yang dikeluarkan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kota Batam. “Ada izin itu,” jelasnya saat dihubungi Batam Pos, Selasa (13/12).

Dia menambahkan, sebelumnya pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan izin yang dimiliki pengelola gelper tersebut.ÿ”Kita sudah cek dan mereka miliki semua izin,” ujarnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kepala BPM-PTSP Kota Batam, Gustian Riau menegaskan akan menutup gelanggang permainan yang terindikasi judi. “Jika memang terbukti judi akan kita tutup,” tegas dia, sore kemarin.

Selama ini, kata dia, pihaknya selalu melakukan pemantauan ke beberapa tempat gelanggang permainan untuk memastikan tidak adanya praktik perjudian. “Kita selalu turun kok, untuk mengecek dan memastikan tidak ada judi,” ujarnya.

Disinggung mengenai arena gelper yang berada di di pusat perbelanjaan STC Sekupang, Gustian menjelaskan arena permainan tersebut memiliki izin dan tidak ada indikasi judi. “Memang punya izin, sejauh ini aman-aman saja, tidak ada indikasi judi di sana. Besok (hari ini, red) saya ceklah,” sebutnya.

Hingga saat ini ada 41 izin tempat gelanggang permainan yang keluarkan BPM-PTSP Kota Batam, tapi ada 9 tidak aktif. “Jadi sekitar 32 masih aktif. Tersebar seluruh Batam,” ungkapnya.

Menanggapi pernyataan Kapoda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian terkait perizinan gelper, Gustian mengatakan tidak ada masalah. Pihaknya selalu berkomunikasi dengan kepolisian untuk menertibkan gelper yang terindikasi judi.

“Kita selalu komunikasi, jika memang ada yang judi, ayo lah sama-sama kita tutup saja,” ucapnya. (eja/cr17/cr13/ska)

Disperindag Bantah Gas Bersubsidi Langka

0
Karyawan agen gas elpiji 3 kilogram menurunkan tabung-tabung gas. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perindustrian (Disperindag) Kota Batam Zaref Riadi, belum mendapat laporan terkait kelangkaan gas melon di Batam. Menurutnya, keberadaan gas bersubsidi untuk masyarakat kelas menegah ke bawah itu masih mudah didapat di pangkalan.

“Kami tak ada menerima laporan kelangkaan gas,” kata Zaref membantah adanya kelangkaan gas bersubsidi.

Ia juga mempertanyakan lokasi atau daerah-daerah mana saja yang kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Jika memang ada, pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek.

“Lokasinya dimana, soalnya hingga kini tak ada laporan. Kalau informasi itu benar, minggu ini kita akan turun,” jelas Zaref.

Dikatakan Zaref, Diperindag sudah memiliki tim sendiri untuk mengecek kelangkaan gas. Yang mana, tim itu juga mengawasi seperti apa pereadaraan gas di Batam.

“Sudah ada tim kami yang mengawasi,” sebut Zaref. (she)

Pemko Batam Rancang APBD Rp 2,5 Triliun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajukan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2017 Kota Batam sebesar Rp 2,5 triliun lebih.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan pihaknya telah menyelesaikan pembahasan RAPBD 2017. Dimana angka Rp 2,5 triliun langsung diajukan ke DPRD Batam.

“Sudah selesai dibahas, kita ajukan Jumat (9/12) Rp 2,5 triliun sekian,” kata Rudi kepada wartawan, kemarin.

Dikatakannya, angka itu didapat setelah melalui rapat dan pertimbangan bersama seluruh SKPD. Meski beberapa waktu lalu, pusat sempat memangkas RAPBD Batam menjadi Rp 2,4 triliun lebih.

“Tak usah ditanya lagi (yang disetujui pusat), yang jelas sudah kami kirim ke DPRD Rp 2,5 triliun sekian,” tegas Rudi.

Menurut dia, prioritas anggaran APBD 2017 adalah di bidang pendidikan. Sekitar 21 persen atau Rp 500 miliar dianggarkan untuk dunia pendidikan di Batam.

“Paling besar di Pendidikan, sekitar Rp 500 miliar lebih,” ujar Rudi.

Rudi mengaku angka itu lebih kecil jika dibandingkan anggaran tahun lalu, yang mana untuk pendidikan dianggarkan 28 persen dari APBD. Namun karena wewenang guru sekolah menegah dan swasta telah berpindah ke Propinsi, anggaran pun dikurangkan.

“Insetiv guru swasta menjadi wewenang propinsi. Jadi berkurang sekitar Rp 100 miliar dibanding tahun lalu,” beber Rudi.

Tak hanya pendidikan, APBD 2017 juga diprioritaskan untuk infrastruktur. Salah satunya untuk perbaikan dan pelebaran jalan di Batam yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU) Batam.

“Infrastruktur jalan khusus PU sebesar Rp 320 miliar. Belum untuk infrastruktur yang lain,” sebut Rudi.

Sementara itu, Kadis PU Batam Yumasnur membenarkan anggaran sebesar Rp 320 miliar untuk perbaikan jalan. Anggaran itu lebih besar jika dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 250 miliar.

“Naik sekitar Rp 70 miliar untuk pembangunan jalan,” jelas Yumasnur.

Sebelumnya Pemerintah pusat memangkas Rp 118 miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 dari Rp 2,5 triuliun yang diajukan Pemko Batam sebesar .

Alhasil, Pemko Batam harus kembali merombak Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Batam. Pemangkasan APBD 2017 karena adanya pemotongan dana transfer dari Pemerintah pusat. Sehingga APBD 2017 harus dikurangi dari Rp 2,5 triliun menjadi Rp 2,4 triliun.(she)

Kapolda Kepri: Tentang Gelper Tanya ke Pemko Saja

0
Sejumlah orang asik bermain fisher untuk mendapatkan koin sebanyak-banyaknya di wahan permainan adu ketangkasan (gelper) Dunia Fantasi, Nagoya Hill, Senin (12/12). Wahana permainan ini sempat ditutup namun sekarang mulai beroperasi kembali. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan pihak kepolisian hanya mendapatkan “sampah” saja dari kegiatan Gelanggang Permainan (gelper).

Seharusnya Pemerintah Kota Batamlah yang mengurus permasalahan ini, karena mereka yang mengeluarkan izin untuk gelper.

“Terlalu banyak kepentingan disini (permasalahan gelper,red), siapa yang mengeluarkan izin. Dialah yang mengurus dan mengawasi,” katanya, Selasa (13/12).

Ia mengatakan seharusnya Pemko Batam tutup saja seluruh gelper yang ada, karena selalu menimbulkan permasalahan. “Pemberi izin yang tutup gelper,” tuturnya.

Sejauh adanya izin dikantongi oleh para pelaku gelper, Sam menyebutkan hal ini secara hukum legal. “Saya kembalikan permasalah ini ke pemerintah kota (Pemko Batam,red)  saja,” ujarnya.

Ia meminta penanganan masalah gelper ini tak ditanyakan ke pihak kepolisian. “Jangan kami lagi, suruh yang lain (Pemko Batam,red) yang tutup,” pungkasnya. (ska)

Oknum Wartawan Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

0
Anggota Dirkrimum Polda Kepri membawa dua oknum wartawan Sugiarto dan Pineop tersangka yang diduga melakukan pemerasan saat ekpos di Mapolda Kepri, Selasa (13/12). Keduanya ditangkap saat melakukan pemerasa terhadap seorang pengusaha Batam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dua Oknum wartawan, Sugiarto Aritonang dan Pineop Siburian terancam hukuman 9 tahun penjara, akibat melakukan pemerasan pada seorang pengusaha yakni Amat Tantoso. Kedua orang ini memeras, dengan modus menghapus link berita mengenai pelanggaran IMB Hotel Kuning milik Amat Tantoso.

“Keduanya kami kenakan pasal 368 KUHP,” kata Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, Selasa (13/12).

Dalam pasal itu disebutkan, barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan, dengan pidana penjara maksimum 9 tahun.

“Ini berdasarkan fakta lapangan yang kami temukan,” ungkapnya.

Sam mengatakan berdasarkan pengakuan dari para saksi dan korban, Sugiarto dan Pineop awalnya meminta uang sebanyak Rp 20 juta.

“Untuk menghapus berita di link detiknewsocean.com, dengan alasan biaya operasional kantor,” tuturnya.

Lalu terjadilah transaksi di Warung Kopi Empang Greenland, Batamkota. Saksi Fransisku Nong Bliro dan Wie Liang, yang merupakan perpanjangan tangan dari Amat Tantoso, memberikan uang yang diminta dua orang tersangka tersebut.

“Uang yang diserahkan pada saat transaksi ini sebesar Rp 7 juta,” ucapnya.
Selain uang ini, polisi juga berhasil menyita empat unit telepon genggam, dua stempel bertuliskan redaksi Detiknewsocean dan dua kartu pers.
Sam menyebutkan kasus ini menjadi atensi mereka, ia berharap oknum-oknum wartawan tak berlaku hal seperti ini. Sebab ini mencederai para wartawan yang bekerja sungguh-sungguh demi kemajuan bangsa. (ska)

Pemko Batam Ajukan RAPBD 2017 Rp 2,5 Triliun

0
Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2017 sebesar Rp 2,5 triliun, meskipun Pemerintah pusat telah memangkas RAPBD Kota Batam dari angka yang diajukan Rp 2,5 triliun menjadi Rp 2,4 triliun.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan pihaknya telah menyelesaikan pembahasan RAPBD 2017. Dimana angka Rp 2,5 triliun langsung diajukan ke DPRD Batam.

“Sudah selesai dibahas, kita ajukan Jumat (9/12/2016) Rp 2,5 triliun sekian,” kata Rudi kepada kepada batampos.

Dikatakannya, angka itu didapat setelah melalui rapat dan pertimbangan bersama seluruh SKPD. Meski beberapa waktu lalu, pusat sempat memangkas RAPBD Batam menjadi Rp 2,4 triliun lebih.

“Tak usah ditanya lagi (yang disetujui pusat), yang jelas sudah kita kirim ke DPRD Rp 2,5 triliun sekian,” tegas Rudi.

Menurut dia, prioritas anggaran APBD 2017 adalah di bidang pendidikan. Sekitar 21 persen atau Rp 500 miliar dianggarkan untuk dunia pendidikan di Batam.

“Paling besar di pendidikan, sekitar Rp 500 miliar lebih,” ujar Rudi.

Rudi mengaku angka itu lebih kecil jika dibandingkan anggaran tahun lalu, yakni sebesar 28 persen dari APBD. Namun karena wewenang guru sekolah menegah dan swasta telah berpindah ke provinsi, anggaran pun dikurangi.

“Insentif guru swasta menjadi wewenang provinsi. Jadi berkurang sekitar Rp 100 miliar dibanding tahun lalu,” beber Rudi.

Tak hanya pendidikan, APBD 2017 juga diprioritaskan untuk infrastruktur. Salah satunya untuk perbaikan dan pelebaran jalan di Batam yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum (PU) Batam.

“Infrastruktur jalan khusus PU sebesar Rp 320 miliar. Belum untuk infrastruktur yang lain,” sebut Rudi.(she/cr13)

Melukis Jalan Lingkungan Agar Terkesan Nyaman

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – “Lingkungan kami sekarang berbeda sekali dengan sebelumnya. Tidak kumuh,” kata Ketua RW 07 Kelurahan Tanjungsengkuang, Safri Cahyono.

Bantuan dari pemerintah, sebut Safri, berupa semenisasi jalan. Sementara dengan dana swadaya sendiri, masyarakat membersihkan parit dan menghias jalan yang sudah disemen. Hiasan itu berupa permainan kanak-kanak. Misalnya, congklak raksasa dan ular tangga.

“Jadi, anak-anak sekarang bisa main di situ. Lingkungan jadi rapi sekarang,” tuturnya.

Ini ialah program Neighborhood Upgrading and Shelter Project fase kedua (NUSP-2). Program milik Kementerian Pekerjaan Umum tersebut telah berhasil membuat mereka nyaman dengan tempat tinggal mereka.

NUSP-2 merupakan program pembenahan kawasan kumuh. Safri mengatakan, pemerintah langsung menunjuk Kelurahan Tanjungsengkuang sebagai lokasi program. Selain di RW 07, program itu juga berlangsung di RW 21 Tanjungsengkuang.

Program itu berlangsung dari bulan Oktober dan selesai bulan November lalu. Ia terbagi menjadi dua kegiatan. Yakni, kegiatan swadaya dari masyarakat dan bantuan langsung dari pemerintah.

Safri berharap, program ini masih akan berlanjut tahun depan. Sebab, masih banyak RW dalam lingkup Kelurahan Tanjungsengkuang yang membutuhkan penanganan kekumuhan tersebut. Dengan adanya program tersebut, masyarakat jadi merasa memiliki terhadap jalan tersebut. Mereka kemudian peduli dengan lingkungan dan mau menjaga lingkungan tersebut dengan baik.

“Harapan kami, semoga program ini berlanjut karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Program NUSP-2 di 6 Kelurahan

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam Ardiwinata mengatakan, program NUSP dimulai pada tahun 2015. Ketika itu, program hanya untuk skala lingkungan atau pola pemberdayaan masyarakat. Ada dua lokasi yang mereka sasar. Yakni, Mangsang Permai dan Seidaun di Kecamatan Seibeduk.

“Program pemberdayaan dilakukan dengan mengajak masyarakat ikut dalam pembangunan sebagai tenaga kerja. Serta ikut mempercantik kawasan dengan penghijauan dan pengecatan,” jelas Ardiwinata.

Tahun ini, kawasan yang dikerjakan bertambah tiga kali lipat. Yakni, di Mangsang Permai, Seidaun, Tanjungsengkuang, Seipelunggut, Seilekop, dan Kabil. Penanganan dilakukan dalam dua tahap. Yakni, bukan hanya pada pola pemberdayaan masyarakat. Melainkan juga dengan skala kawasan atau kontraktual berupa pembangunan infrastruktu.

“Tahun lalu hanya satu siklus. Tahun ini dua siklus,” kata Ardiwinata.

Setiap siklus atau tahapan, pemerintah pusat menggelontorkan dana sebesar Rp 500 juta per kawasan. Tahun 2017 nanti, Pemerintah Kota Batam akan mengajukan tiga siklus dengan menambahkan pola penanganan sampah. Lokasi yang diajukan masih sama. Yaitu Mangsang, Tanjungpiayu, Kabil, Tanjungsengkuang, Seipelunggut, dan Seilekop.

“NUSP-2 ini berbeda dengan program Kotaku. Jika Kotaku tersebar di semua kabupaten dan kota di Indonesia, NUSP-2 ini hanya ada di 20 kabupaten dan kota se-Indonesia,” pungkas Ardi. (ceu)

Pemko Batam Hentikan Semua Kegiatan Pematangan Lahan di Marina

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam menghentikan semua proyek kegiatan pematangan lahan di kawasan Marina, Sekupang. Penghentian kegiatan akan berlangsung hingga enam bulan kedepan sebagai langkah antisipasi mengatasi banjir di daerah tersebut.

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam Dendi Purnomo mengatakan,m “Semua kegiatan pematangan lahan di kawasan Marina kita tunda hingga tiga sampai enam bulan kedepan.”

Dikatakannya, seluruh lahan rawa di kawasan Marina sudah memiliki izin pematangan lahan dari Badan Penguasahaan (BP) Batam. Namun, pembangunan belum bisa dilakukan karena berpotensi banjir. Karena itu, harus ada perencanaan terlebih dahulu sebelum adanya pembangunan.

“Segala pematangan lahan di daerah itu kita pending, meski PL nya sudah ada dari BP. Itu daerah rawa dan rawan banjir kalau tidak dilakukan perencanaan,” jelas Dendi.

Menurut dia, Pemko Batam tengah mendesain dan merancang alur drainase di kawasan tersebut. Mulai dari kedalaman, jalur, lebar dan arah drainase tersebut.
Yang mana selama tiga sampai enam bulan pengembang tersebut belum boleh melakukan kegiatan pembangunan.

“Menunggu rancangan drainase kami dulu, setelah setelai barulah mereka bisa membangun. Itu demi mereka juga, sebab kalau tetap membangun, daerah itu dipastikan akan banjir,” jelas Dendi.

Begitu juga dengan pembangunan yang dilakukan enam pengembang di daerah Tanjung Riau. Daerah tersebut juga berpotensi banjir.

“Kami tunda semua kegiatan, sampai ada perencanaan juga,” sebut Dendi. (she)

Barelang Bridge Marathon International 2016 Jadi Gerbang Wisata Baru di Batam

0
Peserta Barelang Bridge Marathon International 2016 bersiap lari, Minggu pagi (11/12/2016). Ini jadi Gerbang Wisata Baru bagi Batam. Foto: ahmadi/blogger kepri

batampos.co.id – Barelang Bridge Marathon International 2016, Minggu, 11 Desember 2016, meriah.

Sport event ini lebih menjadi ajang selfie dan welfie yang tidak ada habis-habisnya bagi para peserta maupun supporternya. Bagi mereka, partisipasi di lomba lari ini bukan mengejar juara atau hadiah. Tetapi sebagai rekreasi keluarga.
Sejumlah pelari hadir termasuk dari Eropa, Afrika, Amerika, dan Kawasan Asia.  Ini adalah sport event dan sekaligus sport tourism, yang mengundang wisman menyeberang dari Singapura. Banyak pelari yang terpikat oleh keindahan alam, kuliner dan belanja di Batam, tentu ini yang menarik ke depan adalah repeat tourism-nya. Karena 60 persen dari wisata sport itu, akan datang kembali untuk mengeksplorasi lebih jauh.
Acara itu dibuka Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Ratusan peserta dari berbagai kategori sudah bersiap sejak waktu start yang dimulai pada pukul 05.30 WIB.  Sebelum melepas para pelari, Nurdin sempat memberikan pesan agar menjaga gaya hidup sehat.
Gubernur Nurdin mengaku sangat mendukung acara yang melibatkan masyarakat luas seperti ini, apalagi membawa manfaat kesehatan buat masyarakat.
“Kita semua harus berolahraga, seperti olahraga berlari ini supaya sehat,” kata Nurdin.
Peserta lomba dilepas berurutan dimulai dari kategori dengan jarak paling jauh yaitu marathon 42,195 km, half marathon 21 km dan 10 km. Mereka yang bersiap di garis start langsung berhamburan sesaat setelah Nurdin mengibarkan bendera tanda perlombaan dimulai.
Para pelari yang berasal dari beberapa negara di Eropa, Afrika, Amerika, dan Kawasan Asia ini melintasi beberapa jembatan di kawasan Barelang, termasuk jembatan satu, ikon wisata Kota Batam dan Kepri.
Rute yang diyakini bisa memanjakan mata para peserta meskipun medan yang mereka tempuh terbilang cukup menantang.
Dengan melibatkan masyarakat internasional, akan membuat kawasan Kepri dikenal dunia. Hal ini tentunya menjadi momentum untuk memperkenalkan kawasan wisata potensial, memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keunikan masyarakat melayu.
“Kita ingin Kepri jadi gerbang wisata. Kami akan support acara seperti ini, kalau  hari ini baru pemanasan, tahun depan kita adakan dengan ribuan peserta yang ikut,’’ kata Nurdin.
Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri. Ia optimistis bahwa event ini akan lebih besar dimasa mendatang. Apalagi kehadiran para pelari asing yang membuat event ini menjadi daya tarik tersendiri. Yusfa berjanji bahwa Barelang Bridge Marethon International ini menjadi event tahunan.
“Insya Allah tahun depan akan kita adakan kembali,’’ janjinya.
Meski menjadi ajang selfie bagi sebagian pesertanya, perlombaan ini ternyata cukup serius. Terbukti sejumlah pelari termasuk asal Kenya nyaris mendominasi hampir di setiap kategori pada lomba. Mereka bersemangat melakukan perlombaan dan sesekali menikmati pemandangan di kawasan ini.
Beberapa pelari asal Indonesia tak mau kalah dengan atlet asing. Seperti yang diperlihatkan Hendrianto, pelari asal Palembang . Ia mampu menjadi yang tercepat untuk kategori 10 km. (inf)