Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 13813

Tetaplah Bersatu dan Jangan Gunakan Medsos untuk Menghujat

0
Anggota TNI-Polri dan masyarakat berjoget saat menikmati hiburan pada acara Nusantara Bersatu di Datarang engku Putri, Rabu (30/11/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Anggota TNI-Polri dan masyarakat berjoget saat menikmati hiburan pada acara Nusantara Bersatu di Datarang engku Putri, Rabu (30/11/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan warga yang terdiri dari aparat keamanan dan sipil berbaur menjadi satu Dataran Engku Putri, kemarin pagi. Kegiatan untuk mempersatukan segala jenis ras dan agama itu mengangkat tema “Indonesia Miliku, Indonesia Milikmu Indonesia Milik Kita Bersama”.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi  pada kesempata itu meminta agar warga dan segala unsur yang ada di Batam agar tidak mudah terprovokasi. Ia berharap agar warga di Batam bisa bersatu dan tidak terpecah belah karena adanya informasi berbau sara.

“Tidak boleh diprovokasi atau terprovokasi sehingga Indonesia terpecah-pecah. Kadang banyak yang iri melihat daerah yang aman, makanya diprovokasi agar terpecah,” ujar Rudi disela acara.

Menurut dia, masyarakat harus pintar dalam menggunakan media sosial. Hati-hati dalam membaca berita yang disuguhkan di media sosial. Kalaupun ada informasi, hendaknya di sharing dulu dan dipahami seperti apa isinya. Jangan langsung disebar tanpa tahu maksud dari informasi tersebut.

“Jangan langsung kirim lagi ke orang lain, sebelum dibaca baik-baik. Kita harus menjadi warga Batam sejati. Hidup untuk Indonesia yang satu. Tidak boleh ada perpecahan. Khususnya warga Batam,” himbaunya.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto juga menyampaikan hal yang sama. Ia mengingatkan semua yang ada di Engku Putri agar bersatu untuk Indonesia bersatu. “Indoinesia milik kita bersama. NKRI harga mati. Harus kita jaga dan pertahankan sampai akhir,” ujarnya.

Kapolres Barelang Kombes Helmy Santika mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas dan menimbulkan perpecahan. Kedepan, hal itu akan diatur lebih jelas dalam UU ITE dan hukum kembali harus tegak.

“Kalau tidak penting disebaran, tidak usah disebarkan. Penggunaan media sosial, perlu ada rambu-rambu. Sehingga kebebasan untuk menyampaikan pendapat ada aturan,” tegasnya.

Sementara, Dandim 0316/Batam Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P mengatakan, kegiatan Nusantara Bersatu yang digelar serentak se-Indonesia ini merupakan perintah langsung oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menyerukan bahwa Indonesia milik kita bersama.

“Kita bersyukur sekali, semua elemen masyarakat menyuarakan rasa persatuan,” katanya.

Kegiatan untuk mempersatukan seluruh elemen itu juga dimeriahkan artis ibu kota seperti Tukul Arawana, Meggie Diaz, Duo Srigala dan Band Boomerang. Pada kesempatan itu, Tukul mengajak masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak tepengaruh informasi menyesatkan.

“Inilah rasa persatuan kita, harus terus dibangun,” sorak Tukul dari atas panggung yang disambut meriah penonton. (she)

Dilaporkan Hilang, Siswi SMK Ditemukan Bersama Pacar

0
Ilustrasi gadis muda yang dilaporkan hilang tapi ternyata sama sang pacar. Foto: istimewa
Ilustrasi gadis muda yang dilaporkan hilang tapi ternyata sama sang pacar. Foto: istimewa

batampos.co.id – Cn, siswi salah SMK di Batuaji yang dilaporkan hilang sejak Jumat (25/11/2016) lalu akhirnya ditemukan. Gadis 16 tahun itu ternyata kabur bersama As, 17, teman prianya ke Kampung Blongkeng, Kecamatan Galang.

Cn ditemukan setelah orangtuanya melapor ke Mapolsek Batuaji, Selasa (29/11/2016). Setelah menerima laporan itu polisi langsung melacak dan berhasil menemukan Cn bersama As di kampunng Blongkeng pada sore harinya.

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko membenarkan adanya laporan tersebut dan dia menuturkan sejauh ini pihaknya masih mendalami temuan atas laporan kehilangan tersebut.

“Yang bisa saya sampaikan bahwa anak yang dilaporkan hilang itu sudah ditemukan,” katanya.

Sementara dugaan pencabulan atau adanya unsur kriminal lain, Sujoko belum bisa memastikannya karena masih membutuhkan penyelidikan yang lebih dalam lagi.

“Teman prianya sudah kami amankan untuk ditindak lanjuti. Apakah dia mencabuli atau mamaksa anak ini kabur nanti akan diselidiki lagi. Yang penting sekarang anak hilang itu sudah ditemukan,” ujarnya.

Dijelaskan Sujoko, Cn memang dinyatakan hilang sejak Jumat lalu sepulang dari sekolahnya. Keluarga sudah melakukan pencarian selama tiga hari namun Cn tak kunjung ketem dan akhirnya, Orangtuanya melaporkannya ke polisi. (eja)

Bapedal Cabut Izin 9 Perusahaan Cut and Fill, 5 Bakal Menyusul

0
Aktivitas Cut and Fill di Batam. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Aktivitas Cut and Fill di Batam. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Kota Batam, Dendi Purnomo mengatakan saat ini pihaknya tengah memantau dan mengkaji lima perusahaan yang melakukan tindakan cut and fill di Batam.

“Dari 14 perusahaan, sembilan diantaranya sudah kita cabut izinnya, sisanya masih kita pantau, bearti ada lima perusahaan lagi yang berpotensi dihentikan jika kegiatan tersebut menyalahi,” kata dia, Rabu (30/11/2016).

Kelima perusahaan tersebut berada di daerah Batuampar, Tiban, Bengkong, dan tempat lainnya.

“Untuk namanya ada di kantor,” ujar pria berkacamata tersebut.

Pihaknya untuk saat ini terus mengawasan, hal ini terbukti perusahaan yang telah dicabut tidak beroperasi sementara.

Menurutnya, pencabutan izin tersebut dilakukan karena menyalahi beberapa ketentuan seperti, tanah yang dipotong dibawa ke luar dari tempat dilakukan potongan, hingga melebihi kapasitas pemotongan itu sendiri.

Sementara itu Deputi IV BP Batam, Purba Robert M. Sianipar mengatakan untuk saat ini tidak aktifitas cut and fill yang berlangsung.

“Kan sudah berhenti, tidak ada lagi itu (cut and fill, red),” kata dia.

Menurutnya, BP Batam sangat berhati-hati dalam mengeluarkan ijin cut and fill. Perusahaan harus menyiapkan dokumen lingkungan, dan metede sebelum dilakukan cut and fill.

Selama ini pihaknya menegaskan kepada perusahaan untuk kembali menghijaukan lokasi yang dilakukan pemotongan

“Kita tidak sembarangan mengeluarkan izin, mereka perusahaan memiliki kewajiban untuk melakukan penghijauan kembali. Meskipun yang ditemukan saat ini belum maksimal,” bebernya.

Disinggung mengenai jumlah izin cut and fill yang telah dikeluarkan oleh BP Batam, dia mengatkan masih melakukan pendataan kembali.

“Harus didata dulu, karena waktu saya datang belum ada ini (cut and fill, red),” tukasnya.(cr17)

Jelang Pengumuman Al Ahmadi Award ke-5, BPES Gelar Business Matching, Diikuti 300 Pengusaha

0
Lisya Anggraini, Direktur BPES. Foto: batampos
Lisya Anggraini, GeneralManager BPES. Foto: batampos

batampos.co.id – Perhelatan akbar kegiatan Al Ahmadi Award ke-5 dimeriahkan acara Business matching se-Sumatera, Singapura, dan Malaysia yang diselenggarakan Batam Pos Entreprenuar School (BPES).

BPES menggandeng beberapa mitra seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), sudah memasuki tahap persiapan. Kegiatan ini akan dilaksanakan di GGI Hotel, Minggu (4/12/2016) nanti.

General Managaer BPES, Lisya Angraini mengatakan Jumat (2/12/2016) para finalis Al Ahmadi Award ke-5 dari berbagai provinsi di Sumatera sudah sampai di Batam. “Finalis ini datang dari 10 provinsi dari Sumatera,” kata Lisya.

Sedangkan pada Sabtu (3/12/2016), para peserta mengikuti penjurian final yang akan diadakan di kantor Bank Indonesia (BI), Batamcenter.

“Persiapan penjurian berupa presentasi bisnis, maka para finalis akan menjelaskan prospek dan peluang bisnis mereka,” kata Lisya.

Setelah penjurian akhir selesai, para pemenang sudah diketahui. Tetapi mengumuman pemenang akan diadakan Minggu (4/12/2016) berbarengan dengan acara puncak Al Ahmadi Award ke-5 Business matching se Sumatera, Singapura, dan Malaysia.

Business matching kali ini, diikuti 230 UKM se-Sumatera, 12 peserta dari Singapura, dan beberapa dari perorangan, serta 46 peserta dari Malaysia.

“Targetnya 200 saja, tetapi antusias dari berbagai daerah dan negara tetangga sangat bagus, apalagi dari Malaysia. Respon mereka luar biasa, dan persiapan mereka benar-benar matang dan luar biasa,” ujar Lisya.

Lisya menambahkan untuk kegiatan seperti ini Malaysia memang bagus, karena mereka melihat peluang yang luar biasa dari kegiatan ini.

“Malaysia melihat MEA ini peluang besar, dan mereka berlomba-lomba untuk memasarkan produknya,” terangnya.

Lisya berharap kepada teman-teman UKM yang mengikuti kegiatan ini, bukan hanya Malaysia saja yang melihat peluang tersebut, tetapi semua peserta yang mengikutinya.

“Saya berharap nantinya bisa terjalin kerja sama peluang dua hala, dan bagi peserta jangan hanya melihat peluang di Malaysia atau Singapura  saja, tetapi lihat juga peluang pasar Sumatera yang belum terkelola, jadi jangan terpaku pemasaran dari luar saja,” katanya.

Adapun kegiatan puncak pada Minggu (4/12) nanti, selain pengumuman pemenang Al Ahmadi Award, dan business matching juga ada kegiatan seminar yang akan dihadiri pemateri handal. Pemateri ini hadir dari Singapura, Malaysia dan Indonesia. Seperti Ketua bidang kemaritiman HIPMI pusat, Munafri Arifuddin, Wakil ketua umum bidang kelautan dan perikanan Kadin Pusat, Yugi Pryanto, dan Kadin Kuala Lumpur Malay Chamber of Commerce (KLMCC), Haji Abdul Razak bib Ab Majid, dan President Singapura Malay Chamber and Industri Zaihidi Abdurrahman. (cr12)

Garnita Bikin Seminar Kanker Serviks, Sabtu Depan

0
Bedy Dwikawati (paling kanan)
Bedy Dwikawati (paling kanan)

batampos.co.id – Garda Wanita (Garnita) Partai Nasdem wilayah Kepri, akan melakukan seminar kesehatan tentang kanker serviks, Sabtu (3/12) nanti di Hotel 89 Penuin.

Ketua DPW Garnita Kepulauan Riau Bedy Dwikawati mengatakan, bahwa seminar tersebut bersempena dalam rangka HUT Partai Nasdem ke-5.

Sebagai nara sumber ialah dr. Ananto Sidohutomo MARS, penemu “Bidadari” pendeteksi kanker serviks dari Surabaya.

“Kami (Garnita) akan melaksanakan seminar kanker serviks dengan mengundang penemu “bidadari” pendeteksi kanker serviks dari Surabaya. Acara akan di mulai pukul 14.00 sampai selesai di Hotel 89″ ungkap perempuan yang akrab di sapa Ika ini.

Kegiatan seminar kesehatan seperti ini menurutnya sangat penting, mengingat kaum ibu yang merupakan bagian dari anggota Garnita memiliki peran signifikan bagi keluarga. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari eksistensi Garnita di tengah masyarakat luas.

“Kami ingin kaum ibu utamanya anggota Garnita selain di keluarga, juga memberikan andil bagi masyarakat luas. Jika kali ini kegiatan kami di bidang kesehatan, mungkin nanti di bidang sosial, pendidikan, budaya dan bisa jadi nanti dibidang politik” ungkap istri tokoh pemuda Kepri Berto Izak Doko ini.

Untuk acara seminar nanti, diperkirakan akan diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari masyarakat umum, organisasi wanita serta anggota Garnita sendiri. Rencananya, kegiatan ini akan di hadiri oleh Ketua Partai Nasdem Kepri yang juga Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Garda khusus wanita yang merupakan organisasi sayap Partai Nasdem ini, memiliki tujuan untuk memperjuangkan nasib dan arah perjuangan wanita di Indonesia. Disinilah masing-masing wanita harus ikut ambil bagian dalam agenda Restorasi Indonesia.

“Semua anggota harus ambil bagian, khususnya dalam bidang pemberdayaan dan perjuangan kaum perempuan” tambahnya.

Seperti apa yang disampaikan oleh Bapak Restorasi Indonesia, bapak Surya Paloh lanjut Ika,  jika diibaratkan kondisi bangsa saat ini dalam kondisi sakit dan membutuhkan obat. Peran aktif perempuan inilah salah satu obat yang paling ampuh. Karena itu, kader harus aktif bekerja.

“Pokoknya kami (Garnita) akan terus berbuat untuk mewujudkan perubahan, dimulai dari keluarga, lingkungan kita hingga dapat merubah kondisi bangsa ini” pungkasnya.

Dalam waktu dekat DPW Garnita Kepulauan Riau akan melaksanakan khitanan massal di beberapa tempat. (rilis)

Jual Sabu karena Hutang Budi

0
Ilustrasi foto dokumen jpnn
Ilustrasi foto dokumen jpnn

batampos.co.id – Tiga terdakwa dalam perkara narkotika, Diana Agustina, Dhika Setiawan, dan Oin Natanael (berkas terpisah), jalani sidang beragendakan pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (30/11/2016).

Saksi penangkap dari satuan Polresta Barelang mengungkapkan, terkuaknya perkara ini berawal dari tertangkapnya terdakwa Oin. “Oin ini yang memberikan sabu kepada Diana dan Dhika, sesuai pesanan dari Susi (DPO),” ujar saksi.

Dijelaskannya, Susi meminta Diana dan Dhika untuk membantunya mengambil sabu dari Oin, agar diserahkan kepada Doni (DPO). “Saat itu ada 8 paket sabu seberat 800 gram yang diberikan Oin kepada Diana dan Dhika,” sebut saksi.

Aksi Oin yang dikenal sebagai pengedar sabu ini, menjadikannya sebagai target operasi (TO) pihak Polresta Barelang.

Saat ditanyakan Hakim Ketua Mangapul Manalu mengenai keterlibatan terdakwa Diana dan Dhika, saksi menyebutkan bahwa kedua terdakwa tersebut hanyalah sebagai perantara.

“Mereka (Diana dan Dhika) tidak positif menggunakan narkoba. Mereka hanya perantara Susi dengan Doni,” terang saksi lagi.

Menurut pengakuan Diana dan Dhika yang merupakan pasangan kekasih ini, bahwa mereka berhutang budi dengan Susi. “Saya kenal Susi sudah lama waktu kerja di pabrik dulu. Dia baik sekali, hingga bantu kami (Diana dan Dhika) buka usaha salon,” papar Diana.

Bantuan dari Susi itu diterima kedua terdakwa dalam bentuk uang. “Kami sering pinjam uang sama Susi. yang terakhir ini paling besar, sampai Rp 14 juta,” sambung Dhika.

Mengingat kebaikan Susi, kedua terdakwa pun tanpa ragu untuk membantunya. terungkap, Diana dan Dhika sudah dua kali mengambil barang titipan dari Oin yang diketahui adalah sabu.

“Kami tidak tahu itu apa. Karena setiap ambil barang dari Oin, langsung kami antarkan ke Doni hari itu juga,” ungkap Diana.

Namun, ketika pengambilan barang kedua yang berupa sabu dalam 8 paket itu, tidak seluruhnya diambil oleh Doni. Masih bersisa 2 paket lagi. “Sisanya ini disuruh Susi simpan. Jadi saya simpan dibalik atap dapur di Salon,” lanjut Diana.

Beberapa hari berselang, Diana dan Dhika didatangi pihak kepolisian yang kemudian didapati barang bukti berupa sabu dalam dua paket tersebut. Dari hasil penimbangan, dua paket sabu itu seberat 204,3 gram.

Dari pemeriksaan saksi juga terdakwa, majelis hakim kembali menjadwalkan sidang terhadap ketiga terdakwa pekan depan dengan agenda tuntutan. (cr15)

Kisruh UWTO Tak Pengaruhi Inflasi di Batam

0
Gusti Raizal Eka Putra, Kepala BI Kepri. Foto: batampos.com
Gusti Raizal Eka Putra, Kepala BI Kepri. Foto: batampos.com

batampos.co.id – Polemik kenaikan tarif UWTO ternyata tidak berpengaruh pada tingkat inflasi di Batam. Setidaknya, pengaruh gaduh UWTO itu belum akan terasa dalam waktu dekat ini.

“Sejauh ini belum terasa dampaknya,” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera di gedung BI, Rabu (30/11/2016).

Kata Gusti, pihaknya tengah melakukan kajian mengenai pengaruh kenaikan UWTO Batam terhadap tingkat inflasi di Batam. “Saat ini memang belum punya data. Namun melihat konsep UWTO, kelihatannya dampak terhadap inflasi belum akan terasa,” ujarnya lagi.

Umumnya, tingkat inflasi disebabkan oleh stabilitas harga bahan pokok, seperti sayur, beras, gula dan lainnya dan sifatnya berkelanjutan dan berlangsung secara bersamaan.

“Namun UWTO itu tidak serentak. Karena jatuh tempo masing-masing pemilik lahan dan rumah itu berbeda-beda,” jelasnya.

Namun Gusti mengakui, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir terjadi perlambatan ekonomi di Batam. BI menduga, ini dikarenakan oleh pengaruh ekonomi global dan ketidakpastian hukum di dalam negeri, khususnya di Batam. Karenanya, kemarin BI Perwakilan Kepri mengundang para pelaku usaha untuk membahas fenomena itu.

“Pada triwulan keempat ini terjadi perlambatan ekonomi dari 5,50 persen jadi 4,64 persen. Makanya BI mencoba untuk mendengar masukan dari para pelaku usaha,” ujar Gusti.

Pelemahan ekonomi Kepri bersumber dari menurunnya pertumbuhan industri pengolahan konstruksi. Selain itu, permintaan investasi juga turut melambat, begitu juga dengan konsumsi rumah tangga dan kegiatan ekspor impor.

Sedangkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, yang turut hadir di BI mengatakan pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan masukan kepada BI dalam menyampaikan kajian ekonomi yang kemudian akan diberikan kepada Gubernur.

“Termasuk juga masukan terhadap polemik Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148 Tahun 2016 dan berdiskusi mengenai tarif lahan dan lainnya sampai cara penyelesaiannya,” ungkapnya.

Jadi berharap persoalan seperti ini tidak akan muncul lagi ke depannya. “Kondisi ekonomi sekarang banyak dibahas mengenai penurunan investasi, konsumsi, dan semacamnya,” terang Jadi. (leo/muf)

DPR Nilai Pemerintah Pusat Tak Paham dan Tegas Soal Kisruh Sewa Lahan di Batam

0
Nyat Kadir, Anggota Panja FTZ Batam Komisi VI DPR RI. Foto: dok. fraksi Nasdem
Nyat Kadir, Anggota Panja FTZ Batam Komisi VI DPR RI. Foto: dok. fraksi Nasdem

batampos.co.id – Anggota DPR dapil Kepri, Nyat Kadir, menilai berlarutnya polemik tarif sewa lahan atau UWTO di Batam dikarenakan lemahnya sikap pemerintah pusat. Menurut dia, hal ini terjadi karena minimnya pemahaman pusat terhadap persoalan di Batam

“Di (pemerintah) pusat nggak ngerti. Menteri-menteri itu juga gak mau mengerti,” kata Nyat Kadir, ditemui di Tanjungpinang, Rabu (30/11/2016).

Menurut mantan Wali Kota Batam ini, jajaran kementerian yang diturunkan pemerintah pusat dalam menyelesaikan polemik UWTO ini perlu terlebih dahulu mengadakan survei khusus. Perlu ada kajian secara independen dan terpisah dalam menyoroti polemik ini. Namun yang justru terjadi, kata Nyat, mereka baru berekasi setelah muncul polemik dan keributan.

“Ini jadi bukti bahwa menteri-menteri itu tidak proporsional dan profesional dalam melihat sengkarut di Batam,” kata Nyat.

Selain itu, anggota Komisi VI DPR RI ini juga dengan lantang menyebutkan, menteri-menteri yang terlibat dalam Dewan Kawasan (DK) Batam tidak mampu menerjemahkan apa yang menjadi kehendak Presiden. Sehingga arah pembangunan dan pengembangan sektor ekonomi di Batam belum berjalan sesuai harapan.

“Mereka tidak memberikan masukan yang baik mengenai Batam pada Presiden,” katanya.

Padahal, kata dia, persoalan demi persoalan yang terjadi di Batam secara tidak langsung akan menurunkan daya saing Batam sebagai daerah tujuan investasi. Citra Batam sebagai kota yang baik dan ramah terhadap investasi dan pariwisata sudah semakin buruk. Sehingga ia berpendapat, hendak dibuat apapun di Batam itu akan susah.

Karena, lanjut Nyat, akar permasalahannya itu adalah manajemen Batam itu sendiri. Yakni tidak jelasnya pembagian kewenangan antara BP Batam dan Pemko Batam. Jika persoalan di tingkat akar ini tidak segera diatasi, kata Nyat, mustahil hendak menata Batam jadi kota yang lebih baik.

Di usia BP Batam yang telah menapak 45 tahun, Nyat menyarankan agar institusi pengelola investasi itu berubah mengikut dengan perkembangan zaman. Kalau perlu, kata dia, sampai ikut kepada cara tata-kelola zona perdagangan yang berlaku di dunia.

“Jangan sok hebat tapi gagal. Saya ingin menyerukan hal ini sampai menteri di pemerintah pusat agar lebih perhatian kepada Batam. Utamanya soal manajemen ini. Kalau UWTO itu hanya urusan sebentar saja,” ujar Nyat.

Nyat berpendapat, masalah tumpang tindih dan dualisme kewenangan di Batam menjadi penghambat utama jalannya roda ekonomi dan pembangunan di Batam.

“Kalau tidak diatur manajemennya, gak usah mimpi. Apa pun kebijakan sampai ke pusat pasti bisa gagal, saya berani katakan gagal,” kata Nyat. (leo/muf/bp)

Revisi Tarif Baru UWTO Batam di Tangan Menko Perekonomian Darmin

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution didampingi Menteri Bappenas, Sofyan Djalil (kanan) saat kunjungan kerja terkait revitalisasi BP Batam yang dilaksanakan di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batuampar, Selasa (15/11/2016). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution didampingi Menteri Bappenas, Sofyan Djalil (kanan) saat kunjungan kerja terkait revitalisasi BP Batam yang dilaksanakan di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batuampar, Selasa (15/11/2016). Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Batam sudah merampungkan draf revisi tarif Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Namun tarif baru itu belum bisa berlaku pekan ini karena masih harus menunggu keputusan Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

“Menko harus rapat dulu dengan anggota DK untuk memutuskan apakah tarif ini sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat atau tidak,” ujar Anggota Tim Teknis DK, Taba Iskandar, Rabu (30/11/2016).

Taba menjelaskan, dalam draf revisi tersebut semua tarif UWTO yang sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148 Tahun 2016 diturunkan.

“Dan penyesuaiannya tidak sampai 200 persen,” ujarnya.

Dalam draf revisi tersebut, kata Taba, Tim Teknis DK mengusulkan penetapan tarif UWTO kembali ke model sebelumnya. Yakni tarif berdasarkan zona peruntukan bukan berdasarkan zonasi per kelurahan lagi.

Tarifnya juga hanya satu untuk masing-masing peruntukan. Dan yang tak kalah penting, Tim Teknis DK mengajukan agar tarif perpanjangan UWTO untuk permukiman sederhana menggunakan tarif lama.

Selain tarif UWTO, semua jenis tarif layanan umum Badan Pengusahaan (BP) Batam sesuai PMK 148/2016 juga diturunkan. Kecuali tarif layanan jasa kepelabuhanan.

Khusus untuk tarif pelabuhan, angkanya akan ditentukan oleh hasil negosiasi antara pelaku usaha pelayaran di pelabuhan dengan BP Batam. Dengan cara tersebut diharapkan bisa tercapai kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.

“Semuanya kan dilakukan untuk pembenahan dan telah mempertimbangkan seluruh aspirasi dari masyarakat dan pengusaha di Batam,” ungkapnya. (leo/muf/bp)

Polisi Buru Pengusaha Batam, DPO Kasus Pencurian 420 Ton Minyak Mentah

0
Kapal tangker MT. NONA TANG II yang terbakar di Pelabuhan 99, Batuampar, Rabu (16/11/2016) lalu. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Kapal tangker MT. NONA TANG II yang terbakar di Pelabuhan 99, Batuampar, Rabu (16/11/2016) lalu. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Penyidik Polres Karimun menetapkan enam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pencurian 420 ton minyak mentah di Karimun akhir Oktober lalu. Satu di antaranya Andi, seorang pengusaha di Batam.

Selain pengusaha dan pemilik hotel di Batam, Andi merupakan pemilik kapal MT Nona Tang II yang digunakan untuk mencuri minyak sitaan Kanwil DJBC Kepri di Karimun itu. Dia juga diduga sebagai otak dalam kasus pencurian ini.

“Dia ini (Andi, red) aktor intelektualnya,” kata Kapolres Karimun, AKBP Armaini, Rabu (30/11/2016).

Armaini mengatakan, penyidik sudah memburu Andi di Batam. Mereka juga mendatangi hotel milik Andi di kawasan Batuampar. Namun hasilnya nihil. Mereka tak menemukan Andi.

Menurut Kapolres, ponsel Andi tak pernah aktif lagi sejak kasus ini mencuat pada medio November lalu. Sehingga polisi kesulitan melacak keberadaan Andi.

“Diperkirakan Andi sudah berada di luar Kepri,” kata Armaini.

Selain Andi, polisi menetapkan lima orang lainnya dalam DPO. Yakni Basit, Agus, Rasid, Ardi, dan Ian.

Basit merupakan rekanan Andi. Sementara empat nama terakhir diduga merupakan kru kapal lain selain Nona Tang II yang turut mencuri minyak mentah dari dalam kapal MT Tabonganen 19 di Karimun.

Seperti halnya Andi, Basit juga diperkirakan sudah kabur dari Batam. “Untuk DPO Basit juga kami perkirakan sudah di luar Kepri,” kata Armaini.

Sebelumnya, Polres Karimun sudah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Jupen Sius Bura selaku nakhoda MT Nona Tang II, serta tujuh kru kapal.

Tersangka lainnya adalah Zainudin alias Oding yang merupakan orang kepercayaan Andi. Polisi menyebut, Oding bertugas mengatur dan mengawasi jalannya aksi pencurian minyak oleh MT Nona Tang II. Dia bekerja atas perintah dari Andi selaku bosnya sekaligus pemilik kapal Nona Tang II.

Polisi sudah mengirimkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) untuk kesembilan tersangka ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karimun.

“Kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini,” kata Armaini.

Seperti diberitakan sebelumnya, MT Nona Tang II terlibat pencurian minyak sawit mentah (CPO) sebanyak 420 ton dari dalam kapal MT Tabonganen 19 di Karimun pada 28-29 Oktober lalu. Minyak tersebut merupakan sitaan Kanwil Dirjend BC Khusus Kepri di Karimun yang kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejari Karimun. Namun barang bukti tersebut masih dititipkan di DJBC Khusus Kepri di Karimun.

Minyak hasil curian kemudian dijual ke MT Siomay berbendera Malaysia di kawasan perairan perbatasan (Outer Port Limit/OPL). Kasus ini terungkap setelah MT Nona Tang II terbakar saat docking di Pelabuhan PT Bintang 99 di Pantai Stres, Batuampar, Batam, pada 16 November lalu.

Selain Nona Tang II, pencurian barang bukti tersebut diduga melibatkan satu kapal lainnya. Namun polisi belum berhasil mengungkap identitas dan keberadaan kapal tersebut. (san)