Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 13848

BP Batam Cabut iIizin Cut and Fill di Baloi Kolam

0
Warga Baloi Kolam kembali melayangkan protes terhadap pemilik lahan yang melakukan aktivitas perataan lahan menggunakan alat berat di Balo Kolam, Rabu (20/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Warga Baloi Kolam kembali melayangkan protes terhadap pemilik lahan yang melakukan aktivitas perataan lahan menggunakan alat berat di Balo Kolam, Rabu (20/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Aktivitas pemotongan lahan di Baloi Kolam yang masih konflik dengan warga akhirnya dihentikan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Kalau untuk perizinan Cut and Fill wilayah Baloi kolam sudah dicabut izinnya beberapa waktu lalu oleh BP Batam,” ujar Sekretaris Tim Sembilan, Dendi Purnomo.

Sementara untuk izin cut and fill di kawasan belakang Grand I Hotel, Seraya, juga telah dilakukan koordinasi dengan pihak BP Batam oleh Bapedal terkait perizinan.

“Kami juga sudah koordinasi dengan pihak BP Batam mengenai perizinan cut and fill wilayah Grand I Hotel, apakah ada izinnya atau belum,” kata Dendi yang juga Kepala Bapedalda Kota Batam ini.

Menurutnya, Bapedal hanya dapat melakukan koordinasi dengan pihak BP Batam karena yang mengeluarkan izin adalah BP Batam.

Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, membenarkan izin cut and fiil memang ada di BP Batam. “Tapi saat ini kami tidak mengizinkan pemotongan lahan untuk reklamasi,” ungkap Robert.

Robert juga membenarkan BP Batam telah memberikan surat penghentian cut and fill kepada salah satu perusahaan yang memotong lahan di Baloi Kolam.

“Kami tidak pernah berikan izin cut and fill kepada perusahaan tersebut untuk melakukan pemotongan lahan disana,” ungkapnya.

Selain itu perusahaan tersebut dianggap melakukan perusakan lingkungan lewat aktivitas cut and fill “ilegal”.

“Cut and fill diberikan hanya untuk pematangan lahan di daerah itu juga dan sekitarnya. Tidak boleh dibawa keluar, apalagi untuk menimbun pantai,” ungkapnya.

Jika pengusaha ingin membawa material tanah keluar, maka harus seizin dari BP batam. Dalam hal ini lewat izin yang diterbitkan dari Direktur Sarana dan Prasarana.

“BP Batam akan evaluasi darimana sumber tanah, berapa kubik tanah yang dipotong, tanah akan dipakai untuk apa, dan kemana lokasi pemindahannya,” ujarnya.

Batam memang tak bisa dilepaskan dari aktivitas reklamasi. Karena hampir sebagian besar wilayah Nagoya dan Batamcentre merupakan wilayah reklamasi.

Bahkan, di dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2011 sudah diatur titik penimbunan reklamasi di Batam yang pada kenyataannya saat ini masih wilayah laut.

“Dengan terbitnya Perpres tersebut, sudah mengindikasikan daerah-daerah laut yang akan timbul jadi daratan nantinya. Bahkan pejabat lama sudah menerbitkan Penetapan Lokasi (PL)-nya,” tambahnya lagi.

Makanya, BP Batam mengeluarkan izin cut and fill di wilayah pesisir berdasarkan Perpres Nomor 87 Tahun 2011 Pasal 120 ayat 3 bahwa “Setiap pemanfaatan ruang di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam yang berkaitan dengan hak pengelolaan atas tanah mengacu pada ketentuan perundang-undangan mengenai pembentukan KPBPB Batam.

“Sepanjang ada peruntukannya, maka BP Batam berwenang untuk memberikan izin,” jelasnya.

Dan BP Batam berhak mengeluarkan izin cut and fill juga karena didukung Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 tentang KPBPB Batam dan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1973 tentang Daerah Industri Pulau Batam.

Dalam hal ini, BP Batam pemegang Hak Pengelolaan Lahan (HPL) sehingga boleh merencanakan, menggunakan untuk kepentingan sendiri, mengalokasikannya kepada pihak kedua (pengusaha), dan menarik Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). (leo)

BP Batam Bakal Ambil Alih Izin Reklamasi Pantai di Batam

0
Pantai Kampung Belian yang direklamasi. Foto: WB
Pantai Kampung Belian yang direklamasi. Foto: WB

batampos.co.id -Izin reklamasi pantai selama ini masih dipegang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sesuai dengan Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 17 Tahun 2013 tentang perizinan reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Nah, mengingat hak pengelolaan lahan di Batam ada di tangan BP Batam, maka BP kini berusaha meminta izin reklamasi dikembalikan ke BP Batam, bukan lagi dikeluarkan oleh Pemko Batam.

Alasannya Batam termasuk kawasan strategis nasional yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan wilayah lainnya yang izin reklamasi diberikan oleh kepala daerah setingkat Gubernur dan Walikota.

“Saat ini kami tengah berupaya meminta pendelegasian wewenang reklamasi dipindahkan ke BP Batam,” ujar Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Kamis (30/9/2016) di kantornya kepada media.

Pihaknya mengaku sudah dua kali melayangkan surat ke pemerintah pusat. Surat pertama meminta arahan, dan surat kedua meminta pendelegasian kewenangan.

“Reklamasi itu sebuah investasi besar, benar-benar harus direncanakan dan tehnik melakukannya harus penuh perhitungan,” katanya.

Aktivitas reklamasi harusnya sangat mempertimbangkan rencana zonasi wilayah pesisir sesuai dengan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang.

Batam sangat perlu pelimpahan wewenang mengeluarkan izin reklamasi mengingat Batam masih dalam tahap pembangunan dan itu juga sejalan dengan UU Free Trade Zone Nomor 44 Tahun 2007.

Ia kemudian mengabarkan bahwa pemerintah pusat sudah berancang-ancang menyetujui pelimpahan wewenang tersebut pada tahun 2017. “Dengan keterbatasan anggaran di tahun 2016 banyak pemotongan dan penghematan.

Kedepannya, BP Batam berjanji untuk lebih tegas lagi dengan oknum-oknum yang melakukan reklamasi ilegal.

“Jika melakukan pemotongan tanpa izin dan menyalahi peraturan, maka BP Batam akan menghentikan aktivitasnya,” tutupnya. (leo)

Warga Batam Makin Antusias Ikut Batam Pos Fun Walk 2016

0
Tim BRI Unit Aviari di bawah komando Rizal Lelo (ketiga dari kanan) memastikan meramaikan Batam Pos Fun Walk 2016, 9 Oktober mendatang. Foto: batampos
Tim BRI Unit Aviari di bawah komando Rizal Lelo (ketiga dari kanan) memastikan meramaikan Batam Pos Fun Walk 2016, 9 Oktober mendatang. Foto: batampos

batampos.co.id – Antusiasme warga Batam untuk ikut jalan santai Batam Pos terus meningkat. Hingga Kamis (29/9/2016), panitia jalan santai bertajuk Batam Pos Fun Walk 2016 ini masih menerima pendaftaran peserta, baik perorangan maupun dalam bentuk grup dari perusahaan dan instansi.

Salah satunya dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Unit Aviari, Batuaji, Batam. Kepala BRI Unit Aviari, Rizal Lelo, memastikan jajarannya akan ambil bagian dalam ajang jalan santai berhadiah satu mobil Toyota Agya ini.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Galileo Batam tak mau ketinggalan. Kampus yang berada di Komplek Graha Sulaiman, Lubuk Baja ini memastikan akan mengirim 14 peserta untuk meramaikan jalan santai yang akan digelar pada 9 Oktober mendatang itu.

Ketua STIE Galileo Batam, Yahmin, mengatakan hadiah utama mobil memang menjadi daya tarik utama. “Kalau dapat hadiah mobil, kami akan jadikan mobil ini menjadi mobil operasional kampus,” kata Yahmin, Kamis (29/9/2016).

Selain tertarik mendapatkan hadiah mobil, tepat di acara fun walk nanti, pihaknya akan menggelar promo pendaftaran mahasiswa baru STIE Galileo.

“Gratis uang gedung buat peserta fun walk yang ingin mendaftar menjadi mahasiswa di kampus kami. Juga gratis uang formulir,” katanta.

Acara fun walk ini memang bukan sekedar acara jalan santai. Acara ini juga bisa menjadi ajang berkumpulnya komunitas, karyawan, pelajar, mahasiswa, dan keluarga.

“Anda bisa saja bertemu kolega baru, teman baru dan menjalin silaturahmi,” kata Ketua Panitia Batam Pos Fun Walk 2016, Herman Mangundap.

Selain itu, Herman menambahkan, acara ini bisa dijadikan sebagai ajang promosi oleh perusahaan maupun instansi lainnya.

“Kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk mempublikasikan komunitas, perusahaan atau bisnis Anda,” Jelasnya.

Hari ini, tim panitia juga masih memberikan promo terbatas beli satu dapat dua kupon dengan harga Rp 100 ribu. “Ayo segera dapatkan promo terbatas ini dengan menghubungi nomor panitia fun walk,” ajak Herman. (cr18)

Petugas Bea Cukai Batam Berenang Dalam Kondisi Patah Tulang Kaki Kiri dan Kanan serta Lengan

0
Petugas Bea Cukai Batam  Imron Wahyudi saat dievakuasi di Pantai Nongsa, Kamis (29/9/2016) dini hari WIB. Foto: istimewa
Petugas Bea Cukai Batam Imron Wahyudi saat dievakuasi di Pantai Nongsa, Kamis (29/9/2016) dini hari WIB. Foto: istimewa

batampos.co.id – Upaya petugas Bea Cukai Batam Imron Wahyudi menyelamatkan diri saat kapal patroli BC 15025 yang ia gunakan meledak, Rabu petang (28/9/2016) lalu di Perairan Nongsa terbilang heroik.

Bagaimana tidak, dalam kondisi patah kaki kiri dan kanan serta patah tulang lengan kiri dan tubuh luka bakar ia mampu berenang di laut hingga mencapai tepian. Padahal kondisi arus cukup kencang saat itu.

Salah seorang petugas Rumah Sakit Budi Kemuliaan yang menjemput Imron Wahyudi di pantai Nongsa, setelah mendapatkan pertolongan dari warga sekitar membenarkan konsisi itu.

“Dia terombang ambing di laut ada sekitar tiga jam. Soalnya kawan dia yang tiga orang itu sampai di rumah sakit jam sepuluh,” ungkapnya.

Pada saat mengevakuasi Imron, ia mendapatkan cerita dari warga sekitar, bahwa saat itu warga mendengar Imron teriak meminta tolong.

“Dia berenang karena lihat cahaya yang berada di tepi pantai. Lalu sampai di tepi pantai, dia meminta tolong dan ditolong sama bapak-bapak yang tinggal di kedai pantai itu,” lanjutnya.

Saat ini Imron masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Budi Kemuliaan karena mengalami patah tulang kaki kanan, kaki kiri, patah tulang lengan kiri, memar dan luka bakar sedang. (eggi)

Polisi Tangkap Perampok Rumah Ho Djoe Liong

0
Andes
Andes

batampos.co.id – Kurang dari dua belas jam, satu dari tiga orang pelaku percobaan prampokan sadis yang beraksi di Perumahan Bida Asri I berhasil dibekuk oleh tim gabungan antara jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang dan Unit Buser Polsek Batamkota.

Satreskrim Polresta Barelang bersama unit buser Polsek Batamkota berhasil menangkap pelaku bernama Andes S, warga Puskopkar Batuaji.

Andes diciduk di Bandara Internasional Hang Nadim Batam sekitar pukul 16.30 WIB. Rencananya ia hendak melarikan diri menuju Banjarmasin, Kalimatan Selatan.

Informasi yang didapatkan, Andes dibantu kekasihnya untuk membeli tiket pesawat. Ia juga sudah melakukan check-in dan diciduk di ruang tunggu lantai II Bandara.

“Benar sudah kita lakukan penangkapan. Dan langsung dilakukan pengembangan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian.

Memo menjelaskan saat melakukan pengembangan, pelaku berusaha kabur. Pihaknya terpaksa melumpuhkan pelaku dengan tembakan ke arah kaki kiri.

“Kami bawa dia (Andes) untuk pengembangan dan mencari barang bukti. Pelaku kabur dan kita tembak,” tuturnya.

Dari keterangan Andes, ia tak sempat membawa barang berharga korban. Ia mengaku diantar oleh rekannya, kemudian ditinggal pergi.

“Pengakuannya, motifnya diantar lalu rekannya pergi. Tapi keburu kepergok dan kabur naik ojek,” tutur Memo.

Memo menegaskan pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap seorang pelaku lainnya. “Masih pengejaran. Identitasnya sudah kita dapatkan,” ujarnya.

“Sementara yang lainnya masih dalam pengejaran. Mereka tidak ada dapat apa-apa karena kepergok dan lari,” ungkap Memo, Kamis (29/9) sore.

Seperti diketahui, ketiga orang pelaku perampokan itu beraksi di rumah milik Ho Djoe Liong pada Kamis (29/9) sekitar pukul 08.00 WIB.

Dalam malancarkan aksinya, Andes langsung melakukan pemukulan terhadap Ho Djoe Liong (60) bersama istrinya Gwat Ha (53) dan anaknya Afrita Sari Ho (24) dengan menggunakan linggis.

Akibat dari pukulan yang dilakukan oleh pelaku itu, Ho Djoe Liong bersama istri dan anaknya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros. Dari informasi terakhir, Ho Djoe Liong dan Afrita Sari Ho telah sadar.

Sementara itu, Gwat Ha saat ini masih menjalani perawatan secara intensif oleh dokter akibat pendarahan di bagian telinganya. (egi)

Promo Khusus Batam Pos Fun Walk Berhadiah Mobil, Bayar Satu Dapat Dua Kupon

0
Jajaran Managemen Kopi Aljanah peserta yang akan mengikuti Funwalk yang diselengarakan batam Pos berfoto dikantor PT Al Jannah Global marketing Batamcenter, Rabu (28/9/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Jajaran Managemen Kopi Aljanah peserta yang akan mengikuti Funwalk yang diselengarakan batam Pos berfoto dikantor PT Al Jannah Global marketing Batamcenter, Rabu (28/9/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Panitia acara Batam Pos Fun Walk 2016 kembali memberikan promo spesial bagi warga Batam yang ingin ikut acara jalan santai tersebut. Yakni cukup bayar satu untuk dua kupon undian hadiah.

“Dengan membayar Rp 100 ribu, peserta langsung bisa mendaftarkan satu lagi anggota komunitas, keluarga dan kerabatnya untuk menjadi peserta fun walk. Beli satu dapat dua,” kata ketua panitia, Herman Mangundap, kemarin (28/9/2016).

Namun Herman mengingatkan, promo ini terbatas dan bisa ditutup sewaktu-waktu. Apalagi waktu pelaksanaan jalan santai ini kian dekat, yakni pada Minggu, 9 Oktober mendatang.

“Promo ini terbatas, jadi segeralah telepon panitia untuk mendapatkan kesempatan emas ini,” ajaknya.

Dia kembali mengingatkan, peserta dalam grup dengan jumlah minimal lima orang akan mendapatkan beberapa keuntungan lainnya. Di antaranya mendapat kesempatan foto bersama dan diterbitkan di koran Batam Pos (grup batampos.co.id).

“Calon peserta akan difoto dan diwawancarai, lalu akan di-publish di koran Batam Pos untuk berita fun walk. Tentu ada hadiah menanti, untuk foto terbaik,” jelasnya.

Sementara kesempatan untuk membawa pulang satu mobil Toyota Agya menjadi milik semua peserta. Mereka juga bisa berkesempatan memenangkan hadiah lainnya, seperti sepeda motor sebanyak dua unit, lemari es, TV, dan hadiah menarik lainnya.

“Ayo tunggu apalagi, mari bergabung dan ramaikan acara fun walk ini. Ajak serta orang-orang yang ada di sekitar Anda,” katanya.

Mengenai informasi dan pendaftaran, bisa langsung datang ke lantai 2 Graha Pena Batam, atau menghubungi panitia, Ika 082170212481. Bisa juga dengan menghubungi nomor-nomor panitia yang tertera di koran Batam Pos.

“Ayo ambil bagian di keseruan HUT Batam Pos ini. Karena hadiah yang luar biasa bisa jadi milik Anda,” pungkasnya. (cr18)

Asumsi Pendapatan Daerah Anambas Tahun 2017 ‘Hanya’ Rp 567 Miliar

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Azwandi, mengatakan, Asumsi Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun Anggaran 2017 diperkirakan hanya sekitar Rp 567 miliar. Besaran anggaran tersebut diakuinya belum merupakan angka pasti dan sifatnya masih sementara. Pasalnya Pemkab Anambas masih menunggu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) disahkan.

Asumsi tersebut dihitung lebih dulu karena sebagai antisipasi agar tidak terjadi keterlambatan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2017. “Kita ambil langkah ini walaupun APBN masih belum disahkan. Ini asumsi sementara kita belum dapat pagu sebenarnya,” ungkap Azwandi, Rabu (28/9)

Dirinya mengaku belum mendapatkan angka pasti dari pusat, maka dari itu diambil asumsi berdasarkan realisasi tahun sebelumnya sehingga bisa dikatakan jika angka ini dapat berubah setaip saat mengingat Dana Alokasi Khusus, maupun Dana desa masih belum masuk pada angka Rp 567 miliar tersebut.

“Jika ditambahkan diprediksi angkanya bisa mencapai Rp 800 miliar. Ini masih angka kasar dan masih bisa berubah namun jika di angka ini akan berat dalam mengatur belanja,” tukasnya.

Pihaknya tetap memastikan dana-dana yang ditransfer pusat kedaerah. Pihaknya tidak ingin terjadi masalah dikemudian hari. Selama ini yang ditakutkan yakni jika ada dana pusat yang tidak dicairkan oleh pemerintah pusat namun kegiatan didaerah telah terlaksana maka pemda tidak bisa membayarkan. Otomatis pemda akan berhutang kepada pihak rekanan. “Kami tidak ingin terlalu tinggi menyebutkan asumsi pendapatan, dan tidak akan memaksakan apabila tidak mampu,” bebernya.

Saat ini pemerintah sangat berhati-hati dalam menyusun anggaran dan menjaga betul jangan sampai kejadian pada tahun sebelumnya kembali terulang.

Terpisah, Bupati KKA Abdul Haris, mengungkapkan pihaknya tidak ingin terlalu tinggi dalam memasukan anggaran pendapatan, dan ingin pendapatan yang dimasukan dalam APBD itu dananya pasti ditransfer oleh pusat. “Kita ingin dana yang masuk dalam APBD itu riil sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara pasti dan nyata dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Haris juga mengkhawatirkan apabila asumsi terlalu tinggi sehingga disusun anggaran untuk dilaksanakan kegiatan namun dana tersebut tidak di transfer. Sedangkan kegiatan sudah berjalan dan ini diantisipasi jangan sampai terjadi kedepannya. (sya/bpos)

Jumlah Imigran di Batam Capai 425 Orang

0
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Para imigran pencari suaka saat ditampung di Hotel Kolekta, Baloi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jumlah imigran yang masuk ke Batam terus bertambah. Hingga saat ini, Kantor Imigrasi Batam mencatat ada 425 imigran dari sejumlah negara berada di Batam.

Mereka tinggal di beberapa tempat yang berbeda. Salah satunya di Taman Aspirasi Batamcenter. Jumlah imigran di taman ini terus bertambah. Pada Juli lalu Imigrasi Batam mencatata ada 11 imigran yang menetap di taman itu. Tapi bulan ini jumlahnya melonjak menjadi 93 orang.

“Beberapa kali lipat naiknya, ini membuat kami was-was,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Agus Widjaja.

Dia menyebut, imigran yang tinggal di Taman Aspirasi tersebut berasal dari sejumlah negara yang tengah berkonflik. Seperti Afganistan, Pakistan, Ethiopia, Somalia, dan Sudan. Mereka terdiri dari 72 orang dewasa dan 21 anak-anak.

Selain di Taman Aspirari, saat ini juga ada 54 imigran yang ditampung di Rudenim Sekupang. Mereka terdiri dari 36 imigran asal Afganistan, 4 orang asal Irak, 2 orang asal Iran, dan 12 orang asal Palestina.

Imigran di Rudenim Sekupang ini terbagi dalam dua kategori. Ada yang sudah mengantongi kartu UNHCR dan terdaftar sebagai pengungsi. Sebagian lainnya belum terdaftar di UNHCR dan dikelompokkan dalam kategori pencari suaka.

“Refugee (pengungsi) 50 orang, pencari suaka empat orang,” ucap Agus.

Agus menambahkan, saat ini juga ada ratusan imigran yang ditampung di Hotel Kolekta, Batam. Mereka terdiri dari 116 warga  Afganistan, 7 orang Yaman, 66 warga Somalia, 5 orang Ethiopia, 77 orang dari Sudan, dan 10 orang dari Pakistan. “Seluruhnya berjumlah 278 orang,” ungkap Agus.

Dari jumlah tersebut, kata Agus, terdapat 50 anak-anak. Agus berharap, semua pihak ikut mengawasi dan mencegah masuknya imigran ke Batam. (ska/ias)

Status Pengungsi Imigran yang Berulah Bisa Dicabut

0
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos
Lima dari 10 imigran diamankan Imigrasi Batam karena diduga melakukan pekerjaan haram, Kamis (8/9/2016). Foto: anggie/batampos

batampos.co.id – Sembilan orang imigran yang dikirim ke Rumah detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang karena diduga terlibat kegiatan prostitusi, berpotensi kehilangan statusnya sebagai pengunghsi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Agus Widjaja, mengatakan kesembilan imigran ini terpaksa dipindahkan agar tidak diikuti oleh imigran lain.

Kesembilan imigran yang dikirim ke rudenim Tanjungpinang yakni, MA, 20; AH, 24; NZ, 35; MI, 22; JM, 34; FH, 20; MB, 15; dan MY,15. Sementara satu orang lainnya berasal dari Pakistan bernama M, 26.

Berbeda dengan sembilan rekannya, JS, masih tetap ditahan di Batam. Sebab JS ditengarai memiliki peran sentral dalam kasus prostitusi online yang melibatkan para imigran ini.

“Dia tokoh utamanya, jadi pihak Polresta masih membutuhkan keterangan dari dia,” ucapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Keamanan Pemulangan (PKPD) Rudenim Tanjungpinang, Irwanto Suhaili, mengatakan dititipkannya kesembilan orang imigran ke Rudenim merupakan perintah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kakanwil Kemenkumham). Karena Kantor Imigrasi Batam tidak bisa menahan mereka dengan durasi yang cukup lama.

“Mereka disini dalam rangka pemeriksaan dan bisa jadi mereka ini dideportasi,” ujar Irwanto.

Dikatakan Irwanto, sembilan imigran tersebut akan ditempatkan di ruangan khusus. Mereka tidak akan dicampur dengan penghuni Rudenim lainnya. “Nanti mereka akan dicek kesehatannya oleh UNHCR dan IOM,” katanya.

Menurut Irwanto, kesembilan imigran tersebut berstatus sebagai pengungsi. Mereka mengantongi kartu refugee dari United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), organisasi PBB yang khsuus mengurusi masalah pengungsi.

Sebenarnya, kata Irwanto, mereka akan segera diberangkatkan ke negara ketiga. Namun sayangnya, saat ditampung di Hotel Kolekta Batam, mereka terlibat kasus prostitusi online.

“Mereka ini sebenarnya sudah diwanti-wanti agar jangan bikin masalah. Tapi malah bikin masalah. Modusnya ya pura-pura keluar (hotel) kemudian bertransaksi protitusi dan janjian ketemu di suatu tempat. Hingga akhirnya ditangkap oleh Imigrasi Batam,” ucapnya.

Akibat kasus ini, status pengungsi para imigran tersebut bisa dicabut. Sehingga mereka bisa dideportasi ke negara asalnya masing-masing.

“Kalau menurut saya cabut aja statusnya, jangan dikasih lagi. Kemudian dikembalikan ke negara asalnya dan di-blacklist. Agar mereka tidak bisa mencari suaka kembali,” katanya. (ska/ias/bp)

Sembilan Imigran Ganteng Dikirim ke Rudenim Tanjungpinang

0
Imigran yang dikirim ke Rudenim Tanjungpinang, Rabu (28/9/2016). Foto: batampos
Imigran yang dikirim ke Rudenim Tanjungpinang, Rabu (28/9/2016). Foto: batampos

batampos.co.id – Sembilan imigran ganteng asal Afghanistan dan Pakistan yang diduga terlibat jaringan prostitusi di Batam, dikirim ke rumah detensi imigrasi (rudenim) Tanjungpinang, Rabu (28/9/2016) lalu.

Imigrasi Batam berdalih pemindahan ini disebabkan beberapa WNA tersebut sering berbuat ulah. Agus menuturkan mereka berusaha mencari perhatian dan sensasi.

“Salah satunya, mencoba mengelabui petugas dengan pura-pura bunuh diri,” kata Kepala kantor Imigrasi Batam, Agus Widjaja seperti diberitakan koran batampos (batampos.co.id Group) hari ini (29/9/2016).

Karena tak ingin kecolongan dan terjadi hal yang tak diinginkan, Agus memutuskan memindahkannya.

“Kalau di sini, penjaganya kurang. Dan fasilitasnya kurang memadai. Makanya kami pindahkan agar lebih gampang dikontrol,” ungkapnya.

Agus berharap dapat memberikan efek jera. Sehingga membuat para imigran lainnya, tak lagi berbuat makar di Batam.

Di rudenim, sembilan orang tersebut dipisah dengan penghuni lainnya.

Sebab Agus tak ingin mereka memengaruhi penghuni rudenim lainnya. “Mereka akan kami isolasi dulu,” ujarnya.

Saat ini masih ada satu orang WNA, bernama Justin alias Milad menetap di Batam. Sebab Justin ditengarai memiliki peran sentral dalam prostitusi online ini.

“Dia tokoh utamanya, jadi pihak Polresta masih membutuhkan keterangan dari dia (Justin,red),” ucapnya.

Salah satu imigran yang dibawa ke Rudenim Tanjungpinang, MA, menyangkal telah berbuat salah selama ini. Mohsin juga membantah tuduhan bahwa dirinya gigolo.

“Saya atlet karate, dan tak akan pernah menjadi seorang gigolo. Saya tak tahu apa-apa. Sebab tiba-tiba saja mereka sudah menangkap saya dan menuduh berbuat kriminal,” ucapnya dalam bahasa Inggris dari dalam bus detensi di Kantor Imigrasi Batam.

Mereka dikawal 21 petugas imigrasi menggunakan dua bus imigrasi. “Menggunakan (kapal) roro, kami kawal dengan ketat,” tukas Agus. (ska/ray/jpnn)