Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13855

Pelindo Bayar Utang ke Pemko Rp 4,5 M

0
Rumli, Manajer Keuangan PT Pelindo I Tanjungpinang menunjukkan cek pelunasan utang PT Pelindo I Tanjungpinang ke Pemko Tanjungpinang, Senin (6/3). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Tanjungpinang telah membayarkan dana bagi hasil pas Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) kepada Pemko Tanjungpinang.

Besaran dana bagi hasil yang nunggak dari Mei 2013 sampai Oktober 2016 sebesar Rp 4.590.556.221 itu diserahkan oleh General Manager (GM) PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, I Wayan Wirawan kepada Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah di Gedung Gonggong, Laman Bunda Tanjungpinang, Senin (6/3).

Selain membayarkan tunggakan dana bagi hasil pas Pelabuhan SBP. PT Pelindo Cabang I Tanjungpinang juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) terkait pengelolaan pas Pelabuhan SBP baik domestik maupun internasional. PKS kedua perusahaan itu akan dimulai 2017 sampai 2019 mendatang.

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) terkait retribusi pas pelabuhan SBP 2013 lalu. Namun sejak MoU itu disepakati PT Pelindo belum membayarkan dana bagi hasil tersebut kepada Pemko Tanjungpinang.

“Sekarang Pelindo sudah melunasi utang bagi hasilnya. Pembayaraan itu sudah saya terima langsung melalui sebuah cek senilai Rp 4.590.556.221,” ujar Lis.

Agar permasalahan dana bagi hasil ini tidak terjadi lagi, kata Lis, Pemko Tanjungpinang melalui PT TMB (BUMD-red) akan bekerjasama dengan PT Pelindo untuk mengelola pas Pelabuhan SBP domestik dan internasional. Melalui kerjasama itu PT TMB akan mendapatkan dana bagi hasil sebesar 15 sampai 20 persen dari besaran tarif pas pelabuhan yang dijual.

Persenan yang diperoleh dari PT TMB itu, lanjut Lis, akan disetorkan sebesar ke 80 persen ke kas daerah. Setoran itu akan menjadi retribusi tetap ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tanjungpinang selama dua tahun dari 2017 sampai 2019.

“PKS pengelolaan pas pelabuhan juga sudah ditandatangani. Maka mulai tahun ini sampai 2019 mendatang, dana bagi hasil pas itu akan menjadi sumber PAD Tanjungpinang,” bebernya.

GM PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, I Wayan Wirawan mengatakan permasalahan dana bagi hasil dari 2013 sampai 2016 yang menjerat perusahaannya dengan Pemko Tanjungpinang sudah kelar. Perusahaannya sudah melunasi seluruh tunggakan pembayaraan dana sebesar Rp 4.590.556.221 itu secara langsung.

“Udah kami bayarkan secara langsung kepada Pak Walikota (Lis Darmansyah, red). Jadi untuk masalah dana bagi hasil dari 2013 sampai 2016 sudah tuntas,” akunya.

Mulai Mei 2017, kata I Wayan, dana bagi hasil pas pelabuhan tak lagi disetorkan secara langsung ke Pemko Tanjungpinang. Tetapi penyetorannya melalui PT TMB selaku BUMD Tanjungpinang. Sebab PT Pelindo sudah meneken PKS bersama PT TMB untuk dana bagi hasil pas pelabuhan tersebut.

Disindir besaran dana bagi hasil yang diperoleh PT TMB, I Wayan mengaku PT TBM mendapatkan Rp 18.000 dari setiap tarif pas pelabuhan internasional khusus WNA yang dipatok Rp 60.000 perorangnya.

Kemudian untuk tarif pas WNI yang dipatok Rp 40.000 perorangnya, mereka mendapatkan sekitar Rp 8.000. Sedangkan untuk tarif pas pelabuhan domestik yang dipatok Rp 5.000 setiap penumpang ataupun penjemput dan pengantar mereka mendapatkan Rp 1.000.

“Jadi mulai 1 Mei kami akan berlakukan kenaikan tarif pas SBP baik domestik maupun internasional. Dari kenaikan itu PT TMB akan mendapatkan pemasukan sebesar 20 persen. Namun itu hanya berlaku selama dua tahun saja,” jelasnya.

Terpisah, Direktur Utama (Dirut) BUMD Tanjungpinang, Asep Nana Suryana mengatakan PKS antara PT TBM selaku BUMD Tanjungpinang dengan PT Pelindo sudah diteken. Dengan PKS itu pengelolaan pas pelabuhan SBP akan dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut selama dua tahun kedepan.

“Dalam PKS itu tidak serta merta BUMD dapat kontribusi begitu saja dari setiap pas. Tetapi juga harus membantu pengelolaan SBP dengan maksimal,” katanya.

Terkait dana bagi hasil pas pelabuhan, kata Asep, BUMD akan mendapatkan 20 persen dari pemberlakuan tarif pas domestik maupun internasional. Namun tidak semua persenan itu disetorkan ke PAD Kota Tanjungpinang. Sebab BUMD juga butuh biaya operasional sepanjang pengelolaan pelabuhan itu dilaksanakan.

“Dari total keuntungan yang BUMD dapat. 80 persen untuk PAD dan 20 persen untuk operasional BUMD. Namun penyerahaan keuntungan itu harus dibuat Perwako dulu kalau tidak akan bermasalah kedepannya,” ungkapnya. (ary)

Kisah Upaya Penculikan Siswi SD di Batam

0
Seorang anggota Polsek Batamkota membimbing korban diduga korban penculikan untuk dimintai keterangan, Senin (6/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Keluarga besar , dilanda kepanikan, Senin (6/3). Seorang siswi SDIT Al Muhajirin di kawasan Mediterania, Batam, TH, diculik dua pria tak dikenal menggunakan mobil Toyota Avanza warna putih.

“Mulutnya dibekap pakai tangan oleh om-om, kemudian ditarik masuk mobil. Lalu mobilnya pergi,” terang RF, rekan TH.

RF menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat semua siswa sedang istirahat. Ketika itu, TH baru saja membeli jajan di kantin sekolah dan berniat kembali ke kelas.

Namun sebelum masuk ke halaman sekolah, tiba-tiba ada seorang pria keluar dari mobil Avanza putih dan langsung menghampiri bocah perempuan berusia 10 tahun itu. Menurut RF, pelaku penculikan tersebut dua orang. Satu di antaranya menunggu di dalam mobil.

“Waktu itu TH baru beli jajan mie,” kata RF.

RF mengaku melihat kejadian itu dengan beberapa temannya. Mereka langsung melaporkan kejadian itu kepada para guru. Namun sayang, pelaku sudah kabur membawa TH.

Saksi mata lainnya juga mengaku melihat ada mobol Avanza putih terparkir di depan halaman SDIT Al Muhajirin. Di dalamnya ada dua pria. Namun ia tak menyangka jika kedua pria di dalam mobil tersebut berniat menculik siswi di sekolah itu.

“Saya pikir tamu yang mau salat Dhuha. Jadi tak ada curiga sedikitpun. Tahu-tahu, dapat info ada murid yang diculik,” kata warga yang enggan dikorankan namannya itu.

Kabar penculikan TH ini cepat menyebar melalui media sosial dan pesan berantai di Whatsapp. Sejumlah orang tua siswa SDIT Al Muhajirin langsung mendatangi sekolah untuk menjemput anak masing-masing meski belum jam pulang sekolah.

“Saya langsung lari ke sini setelah dapat kabar. Sekalian mau jemput anak,” kata orang tua murid yang enggan disebut namanya di SDIT Al Muhajirin, kemarin.

Wanita itu menyebutkan, kabar yang beredar di Whatsapp cukup mengerikan. Disebutkan, TH diikat dan kemudian disiksa oelh pelaku. Bahkan siswi kelas III-B itu dikabarkan mengalami luka-luka akibat senjata tajam.

“Sampai sekarang saya gemetaran, lupa pakai sandal karena takutnya. Soalnya trauma dengan berita-berita penculikan,” jelas dia.

Hal senada juga dikatakan orang tua murid lainnya. Mereka sengaja menjemput anaknya lebih awal karena informasi tersebut.
“Takut saja, makanya datang ke sini,” kata orang tua lainnya.

Kepala SDIT Al Mujahirin Mediterania, Mala Wijayanti, enggan berkomentar terkait kasus penculikan yang dialami salah seorang muridnya. Ia mengaku menyerahkan masalah ini kepada aparat kepolisian.

“Semuanya sudah ditangani polisi,” terangnya.

Bahkan, saat itu ia sempat mengusir awak media yang mencoba mengkonfirmasi kasus penculikan tersebut. “Karena ini wilayah saya, saya minta Anda Anda pergi dari sini. Saya tak ingin ini diekspos,” ujarnya lagi.

Sekitar pukul 11.00 WIB, kehebohan di sekolah itu makin menjadi. Ini setelah TH terlihat kembali ke sekolah tersebut sambil menangis. TH mengaku baru saja diculik oleh dua pria yang mengendarai mobil Toyota Avanza berwarna putih.

Anggota Polsek Batamkota yang mendapatkan laporan kasus penculikan ini langsung turun ke lokasi. Sampai berita ini ditulis, polisi mengaku masih belum berhasil menangkap kedua pelaku.

Kapolsek Batamkota Kompol Arwin membenarkan jika TH menjadi korban penculikan oleh dua pria tak dikenal. Namun dia membantah jika bocah berusia 10 tahun ini mengalami luka. Dia memastikan putri pasangan Abdul Hamid dan Badiah itu tidak disiksa oleh kedua pelaku.

“Anak itu dinaikkan ke mobil dengan cara dipangku oleh pelaku. Anak itu tidak ada mengalami luka-luka dan juga tidak ada disiksa ketika di dalam mobil itu,” katanya.

Dari hasil penyelidikan jajaran Polsek Batamkota hingga Senin (6/3) sore, TH mengaku dibawa keliling dengan mobil pelaku selama hampir dua jam. Pelaku kemudian berhenti di sebuah ruko kosong di dekat Perumahan PLN, Batamcenter, Batam.

Setelah memarkirkan mobilnya di dekat ruko itu, kata Arwin, kedua pelaku keluar dari mobilnya. Saat itulah TH juga ikut keluar mobil dan melarikan diri.

“Anak itu ngakunya tidak mengenal siapa dua orang yang membawanya itu,” ujarnya.

Setelah berhasil keluar dari mobil pelaku, TH lari sekuat tenaga menuju Perumahan PLN Batamcenter. TH juga berteriak  minta tolong kepada warga yang melintas di kawasan itu.

Hingga akhirnya TH berpapasan dengan seorang pria pengendara sepeda motor yang membawa tangga dan gulungan kabel.
“Ia kemudian meminta tolong kepada orang itu untuk mengantarkannya kembali ke sekolahnya,” katanya.

Saat dalam perjalanan kembali ke sekolahnya itu, korban yang diantar pria tersebut bertemu dengan tantenya di dekat gudang Panasonic, Batamcenter. Tante TH saat itu hendak menuju ke sekolah keponakannya, setelah sebelumnya mendapatkan informasi jika TH diculik.

“Setelah bertemu dengan tantenya di jalan, kemudian anak ini dibawa pulang ke rumahnya di Mediterania,” katanya.

Berbeda dengan keterangan sejumlah saksi, menurut Arwin TH tak kembali ke sekolahnya. Melainkan langsung dibawa pulang oleh tantenya ke rumah TH di di Perumahan Mediterania, Batamcenter.

Pantauan Batam Pos di Polsek Batamkota, TH datang dengan masih menggunakan seragam sekolah berwarna merah putih. TH didampingi ayahnya, Abdul Hamid, saat memberikan keterangan kepada penyidik Unit PPA Polsek Batamkota sekitar pukul 13.00 WIB.

Setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam, kemudian sekitar pukul 16.00 WIB, TH bersama dengan ayahnya diminta menunjukkan lokasi dan rute perjalanan pelaku selama dua jam membawa TH berkeliling dengan mobil.

“Kita juga masih mencari tahu terkait motif pelaku dalam membawa korban. Besok akan saya terangkan secara jelas, bagaimana jalan cerita selengkapnya,” imbuh Arwin.

Dari hasil pemeriksaan polisi, TH mengaku mulut dan matanya ditutup dengan kain hitam selama berkeliling dengan mobil pelaku. Namun TH berhasil membuka sedikit kain penutup itu dan melihat ciri-ciri kedua pelaku.

Menurut TH, dua penculiknya itu terdiri dari dua pria. Satu orang yang menjadi sopir memiliki ciri-ciri tubuh kurus. Saat itu, pria tersebut mengenakan baju merah dan celana biru garis putih. Pria tersebut juga mengancam akan membunuh TH jika ia berusaha kabur.

Kemudian pelaku satu lagi juga seorang pria dengan ciri-ciri memakai kacamata minus. Pria yang duduk di kursi tengah mobil itu juga bertubuh kurus dan memiliki bekas jahitan di pipi sebelah kanan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin menyayangkan insiden penculikan siswi tersebut. Menurut dia, kasus ini merupakan peringatan bagi pihak sekolah akan pentingnya keamanan bagi anak didik selama berada di sekolah.

“Sekolah harus memperhatikan keamanan dan keselamatan anak selama berada di sekolah,” tegas Muslim.

Orang tua juga perlu memastikan anak memasuki area sekolah saat mengantarkannya ke sekolah. “Pastikan memasuki pagar sekolah, dan ada guru yang menyambut saat anak tiba,” ujarnya.

Sekolah harusnya memiliki batasan dengan pekarangan di sekitanya. Hal ini untuk melindungi anak dari hal yang tidak diinginkan seperti kasus hari ini.

Menurut Muslim, saat ini semua sekolah telah memiliki peraturan yang sangat ketat. Siswa tidak boleh keluar pekarangan, meskipun saat jam isitirahat berlangsung. “Nah, ini untuk memproteksi siswa, hanya saja kejadian kan tidak bisa ditebak misalnya kasus hari ini,” jelasnya. (she/cr1/cr17)

Ratusan Berkas Pendaftaran Beasiswa ATB Peduli Pendidikan 2017 Mulai Diseleksi

0
Zulkhairi Pasuni, Vice President Director ATB berfoto bersama disela-sela penyerahan beasiswa pendidikan ATB ke pelajar dan mahasiswa berprestasi di Kota Batam pada tahun 2016 silam.
Untuk tahun 2017, ATB kembali membuka Beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa berprestasi di Kota Batam. DOK/ATB

Pendaftaran beasiswa ATB Peduli pendidikan resmi ditutup.

Animo Peminat beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa berprestasi se-Kota Batam untuk tahun 2017 cukup tinggi.

Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya berkas pendaftaran yang masuk ke Corporate Communication PT Adhya Tirta Batam (ATB) beberapa waktu lalu.

Program ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) ATB, sekaligus sebuah komitmen kepedulian ATB untuk memajukan pendidikan di Kota Batam.

“Sejak dibuka pendaftaran pada 6 Februari hingga 3 Maret 2017 lalu, peminatnya sangat banyak. Jumlahnya mencapai ratusan berkas,” Kata Enriqo Moreno, Corporate Communications Manager ATB, Rabu(6/3/2017).

Enriqo juga mengatakan, peserta beasiswa secara langsung datang ke lantai 7 Adhya Building di Sukajadi, Batam dengan membawa berkas dan persyaratan yang sudah ditentukan sebelumnya.

“Bahkan beberapa diantaranya, ada sekolah yang secara langsung membawa puluhan berkas anak didiknya yang berprestasi untuk didaftarkan dalam program tahunan ini.” tambah Enriqo lagi.

Ia juga mengatakan dari berkas yang sudah masuk, selanjutnya akan diseleksi dan disesuaikan dengan persyaratan yang sudah ada.

“Jika tidak ada perubahan jadwal, penyerahan beasiswa akan kita lakukan bersamaan dengan Acara Final ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 pada bulan April mendatang.” terangnya.

Pada tahun 2017 ATB menyiapkan beasiswa untuk 24 pelajar untuk tingkat Sekolah menengah tingkat atas (SMA) dan Kejuruan, serta 10 Mahasiswa berprestasi di Kota Batam.

Jumlah nominal paket beasiswa yang akan diberikan kepada para siswa berprestasi tersebut adalah Rp 2,5 juta untuk setiap pelajar SMA/K setiap semesternya. Sedangkan untuk mahasiswa sebesar Rp. 4 Juta untuk setiap mahasiswa persemesternya.(rilis)

Indonesia Tawarkan Pulau Tolok dan Nipah ke Temasek Singapura

0
CEO Temasek Group Ho Ching

batampos.co.id – Indonesia mengajak Temasek Group untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (6/3) kemarin menawari CEO Temasek Group Ho Ching membangun pelabuhan di perbatasan Indonesia-Singapura senilai SGD 242 miliar (Rp 2,290 triliun).

Luhut meyampaikan hal tersebut usai menjamu Ho Ching bersama Wakil Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean. Menurut Luhut, Temasek cukup tertarik untuk menambah investasinya di Indonesia.

’’Madam Ho Ching kan teman lama saya. Sudah kenal waktu saya jadi duta besar di Singapura. Kebetulan tertarik untuk kembali berinvestasi dan tanya apa yang jadi fokus investasi pemerintah Indonesia? Saya jawab fokus ke infrastruktur. Mulai jalan, listrik, bandara, sampai pertanian,’’ ujarnya di Jakarta, kemarin.

Temasek menyambut baik tawaran Luhut. Namun holding BUMN Singapura itu lebih berminat berinvestasi di wilayah Batam, Bintan, atau Karimun. Tiga pulau tersebut dekat dengan Singapura.

’’Karena Singapura ingin investasi di wilayah dekat perbatasan, kami tawari investasi di Pulau Tolok dan Nipah,’’ ungkap Luhut.

Dia menjelaskan, dua pulau tersebut sangat dekat dengan Singapura dan punya potensi jika dijadikan usaha gudang logistik. Kondisi geografis pulau itu ideal. Kedalaman sekitar pulau itu mencapai 28 meter membuat kapal bertonase besar bisa merapat tanpa perlu pengerukan lagi.

’’Jadi, kalau ada spill over (kelebihan kapal) di Singapura, mereka bisa menyimpan barang di pulau-pulau tersebut,’’ papar Luhut. (jpgrup)

Zakir Naik Survei Lokasi untuk Ceramah

0
Zakir Naik bersama panitia mengecek Stadion Patriot Chandrabhaga, Sabtu (4/3/2017). Foto: Facebook

batampos.co.id – Untuk persiapan ceramah, ulama kondang asal India Zakir Naik, Sabtu (4/3) lalu ia melihat Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kabarnya, stadion tersebut dipertimbangkan sebagai lokasi ceramahnya.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Muhammad Ridwan. Menurut dia, Zakir Naik dan timnya memang datang ke Stadion Patriot untuk keperluan survei.

“Kalau kemarin ya, rombongan beliau (Zakir Naik) datang meninjau lokasi Stadion Patriot Chandrabaga,” kata Ridwan kepada GoBekasi, Senin (6/3).

Meski begitu, lanjut dia, belum bisa dipastikan apakah ulama yang sempat dijamu Wakil Presiden Jusuf Kalla itu jadi menggunakan Stadion Patriot.

Pasalnya, sampai hari ini belum ada komunikasi lagi dengan pihak Zakir Naik.

“Suratnya belum sampai di kami. Rombongan Zakir Naik kemarin langsung didampingi oleh UPTD kami. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” tandas dia.

Sementara itu informasi yang didapat dari media sosial panitia persiapan kedatangan Zakir Naik, Budhi Setiawan Kegiatan Safari Dakwah Dr Zakir Naik dijadwalkanmulai 31 Maret – 9 April 2017.

Zakir Naik direncanakan melakukan dakwah di beberapa tempat, diantaranya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo. Untuk lokasi lainnya masih dalam tahap koordinasi. (jpg)

Goodyear Buka Pabrik di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id –  Produsen ban terbesar di dunia Goodyear dan perusahaan baja Batam Steel membuka pabrik di Batam. Nilai investasi dua perusahaan itu mencapai Rp 1 triliun dan diperkirakan akan menyerap ribuan tenaga kerja.

“Izin prinsip dua perusahaan besar tersebut telah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri,” ujar Azman Taufik, kepala Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMD-PTSP) Provinsi Kepri,  Senin (6/3) di Kantor Gubernur Kepri di Tanjungpinang.

Azman mengatakan keputusan pabrik ban terbesar di dunia itu membuka pabrik di Batam tak hanya berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri, tapi juga menjadikan Batam semakin diminati investor asing. Apalagi pabrik Goodyear di Batam menjadi satu-satunya di Asia.

Perusahaan ini awalnya  melirik India sebagai lokasi investasi. Namun lokasi yang jauh membuat mereka membatalkan rencana tersebut. Perhatian kemudian dialihkan ke Singapura, namun kebijakan Singapura yang lebih memprioritaskan perusahaan padat modal berteknologi canggih dan minim limbah, membuat perusahaan ini tak mendapat tempat di Singapura. Pasalnya, aktivitas produksi ban menghasilkan limbah.

“Akhirnya pilihan mereka jatuh ke Batam. Lokasi kegiatannya nanti berada di salah satu kawasan industri yang ada di Batam,” papar Azman.

Khusus untuk perusahaan baja dengan nama Batam Steel, juga terbilang besar. Bahkan, pabrik di Batam akan menjadi pabrik baja terbesar ketiga di Indonesia.

Batam Steel akan membuka pabrik di Tanjunguncang, Batam. Perusahaan ini membutuhkan bahan baku sekitar 80 ribu ton setiap bulan. Bahan baku utama adalah skrap industri dari Batam dan Karimun.

“Selama ini, hasil skrap Batam dibawa ke Medan. Dengan adanya perusahaan itu nanti, tidak perlu lagi untuk dibawa kesana,” tutup Azman.  (jpg)

 

KOREKSI BERITA

Terkait berita diatas pihak Goodyear mengatakan sama sekali tidak benar.

WWicaksono Soebroto, Head of Communications berkirim surel tertanggal 8/3/2017 pukul 12:29 kepada redaksi Batam Pos menerangkan baik Goodyear Tyre & Rubber Co, maupun PT Goodyear Indonesia,Tbk hingga saat ini belum memiliki rencana untuk mengembangkan bisnis keluar daerah kota Bogor dimana Goodyear berada sejak 82 tahun lalu.

Berita di atas juga telah kami konfirmasi kepada Bapak Azman langsung dan beliau menyanggah menyebutkan kata Goodyear walaupun beliau menyebutkan ada investasi untuk pembuatan bahan dasar ban. Tetapi tidak menyebutkan kata merek Goodyear.

Wicaksono menjelaskan, “sebagai sebuah PT berstatus Tbk (terbuka – terdaftar pada bursa efek Indoensia) kami harus bertanggung jawab kepada pemegang saham dan menjelaskan semua rencana bisnis kepada seluruh pengampu perusahaan. Sehingga informasi yang salah seperti di atas bisa memengaruhi pergerakan bisnis dan analisa pasar terhadap kinerja perusahaan dan berdampak pada laporan keuangan perusahaan pada nantinya.” (3/8/2017)

Dua Nelayan Posek Dirampok

0

batampos.co.id – Dua nelayan, Riki dan Aseng warga Desa Posek, Kecamatan Posek, menjadi korban perampokan di perairan Alang Tiga, Kamis (2/3) lalu. Beruntung Riki dan Aseng tidak mengalami kekerasan namun kedua nelayan ini mengalami kerugian yang cukup besar, karena dalam aksi itu perampok menyikat seluruh hasil tangkapan kedua nelayan dan barang berharga lainnya yakni HP, radio, GPS dan lainnya.

Setelah kejadian yang menimpa mereka, Riki dan Aseng akhirnya melapor ke kepala dusun dan kades setempat dan melanjutkan ke Camat Posek Abdul Jamal. Ketika dikonfirmasi, Jamal membenarkan adanya perampokan di perairan Alang Tiga. Selanjutnya, Jamal melaporkan kejadian itu kepada Polair Polres Lingga, Bakamla dan AL.

Menurut Kasat Polair Polres Lingga AKP Paten Tarigan ketika dimintai keterangan mengatakan, setelah laporan kejadian mereka terima langsung berangkat menyusuri perairan yang menjadi TKP perampokan tersebut. Selain itu, Paten juga melakukan koordonasi dengan Bakamla dan AL untuk melakukan penyisiran.

“Langsung menyisir tempat kejadian. Hingga saat ini kami masih mengumpulkan data terkait aksi tersebut,” ujar Paten melalui saluran telepon, Minggu (5/3) pagi.

Lebih lanjut Paten menjelaskan, kedua korban saat mencari hasil laut, dihadang dengan lima orang tak dikenal. Riki dan Aseng dipaksa untuk keanjungan kapal dengan kepala tertunduk. Selanjutnya sejumlah perampok lainnya menjarah hasil tangakapan kedua nelayan tersebut bersama barang-barang berharga lainnya.

Karena kejadian tersebut Paten meminta kepada seluruh nelayan yang beraktifitas mencari ikan agar lebih waspada. Dia juga menganjurkan kepada seluruh nelayan, Jika menemukan gelagat tidak baik langsung melaporka kepada kepolisian. Sehingga sebelum terjadi perampokkan, petugas telah sampai di lokasi.

Paten juga memastikan kalau kepolisian telah melakukan koordinasi dengan Bakamla dan AL untuk terus melakukan patroli di perairan Lingga terlebih di lokasi-lokasi rawan seperti Alang Tiga. Koordinasi tersebut melahirkan kebijakan dengan melakukan patroli secara bergilir.

“Di kawasan Alang Tiga direncanaka berdiri pos keamana. Apalagi kawasan perairan itu sangat luas,” ujar Paten.

Untuk kasus perampokan ini, Paten mengaku terus melakukan penelusuran, berusaha untuk mengungkap pelaku kejadian. Indikasi yang didapat, pelaku berasal dari luar Lingga. (wsa)

Sembilan Tahun, Gedung LAM Tak Rampung

0

batampos.co.id – Pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri di Dompak, Tanjungpinang sudah sembilan tahun tak kunjung rampung. Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Abdul Razak khawatir rusak. Karena belum bisa ditempati sampai ke saat ini.

“Pembangunannya di mulai pada era Gubernur Ismet Abdullah. Tetapi memang sampai saat ini, masih belum kunjung rampung pekerjaanya,” ujar Abdul Razak menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (5/3) di Tanjungpinang.

Dibeberkannya, kondisi gedung tersebut baru mulai dibenahi dua tahun belakangan ini. Pihaknya berharap pembangunannya cepat selesai. Sehingga LAM Kepri bisa berkantor di gedung tersebut. Masih kata Abdul Razak, fasilitas penunjang yang belum dimiliki gedung tersebut adalah seperti listrik, meubeler kantor dan ruang serbaguna.

“Lokasinya tepat di belakang Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Kepri. Sampai saat ini, kami masih belum pindah. Yakni menempati gedung yang ada di depan Kantor Walikota lama,” papar Abdul Razak.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan (LAM) Provinsi Kepri, Yatim Mustafa mengatakan untuk merampungkan pembangunan gedung LAM Kepri masih membutuhkan biaya yang cukup besar. Yakni mencapai Rp10 miliar lebih. Ditanya apakah sudah ada penganggaran untuk tahun ini, Yatim mengatakan masih belum ada.

“Masih butuh sekitar Rp10 miliar. Kita tetap berupaya, Gedung LAM Kepri di Dompak cepat selesai. Karena memang sudah hampir sembilan tahun keberadaanya di Dompak,” ujar Yatim.

Ditambahkan Yatim, Gedung LAM awalnya dirancang sebagai ikon adat melayu di Kepri. Apalagi di gedung itu nanti, memiliki aula yang refresentatif untuk menggelar berbagai kegiatan. Yatim membenarkan, masalah listrik, meubeler, dan air bersih menjadi kebutuhan untuk operasional gedung tersebut. Menurut Yatim, apabila sudah lengkap bisa segera digunakan.

“Untuk pembangunan fisik memang sudah selesai. Tetapi tetap saja masih perlu perbaikan-perbaikan. Kita juga khawatir, kalau dibiarkan kondisinya akan rusak,” papar Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri tersebut.(jpg)

Ini Biaya untuk Perawatan Kelopak dan Kantung Mata

0
Salah satu konsumen Nadienne Skin Spa melakukan perawatan Facial di Nadienne Skin Spa, Batamcentre, beberapa waktu lalu. F. Lenni Julia/Batam Pos.

batampos.co.id -Pusat perawatan dan kecantikan, Nadienne Skin Spa di Batamcenter menghadirkan perawatan untuk kelopak dan kantung mata yakni, Gold Eye Lifting. Mata lebih segar terhindar dari kerutan.

Manajer Nadienne Skin Spa, Baby mengatakan perawatan ini berguna untuk mengatasi mata lelah, mata panda hingga kerutan pada mata. “Dengan perawatan ini mata akan lebih terasa segar dan kantung mata serta kerutan akan berkurang,” ujar Baby, kemarin.

Adapun perawatan lainnya yang ditawarkan seperti Nutrient Gel Serum Facial seharga Rp 280 ribu, Collagen Facial Rp 250 ribu, Gluta Whitening Facial Rp 310 ribu, Microdiamond Pell plus Serum Facial Rp 330 ribu dan Gold Eye Lifting seharga Rp 280 ribu. “Perawatan ini bisa untuk pria dan wanita,” terangnya.

Informasi lebih detail mengenai perawatan ini, kunjungi Nadienne Skin Spa yang berada di Komplek Ruko Mahkota Raya Blok G Nomor 8, yang buka setiap hari dari pukul 10.00 WIB hingga 19.00 WIB. “Untuk reservasi sebaiknya sehari sebelumnya. Konsumen cukup isi biodata dan bayar Rp 50 ribu sudah langsung jadi member,” terangnya. (cr12)

Tok Ngah Hadir di Batamcenter

0
Pusat oleh-oleh Kedai Durian Tok Ngah membuka outlet baru di Ruko KBC Batamcenter, Minggu (5/3). Outlet ini yang ke 5 setelah sukses di Seraya, Nagoya Hill dan Tiban. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pusat oleh-oleh Kedai Durian Tok Ngah membuka outlet baru di Ruko KBC Batamcenter, Minggu (5/3). Outlet ini yang ke 5 setelah sukses di Seraya, Nagoya Hill dan Tiban.

Kedai Durian Tok Ngah ini menghadirkan oleh-oleh khas durian. Seperti pancake durian, durian kupas, lapis legit durian, brownies durian, dan bolu gulung durian.

“Kita menghadirkan oleh-oleh khas dari durian. Namun, ada beberapa oleh-oleh lainnya, seperti keripik,” ujar Operasional Manager Kedai Durian Tok Ngah, Muhammad Firman, Sabtu (4/3).

Selain oleh-oleh, kedai ini juga menghadirkan 6 stand dengan menu yang berbeda. Diantaranya, aneka mie, sop. dan nasi goreng.

“Kita juga menghadirkan berbagai dim sum, siomay, batagor. Untuk minuman ada es durian,” kata Firman.

Firman menjelaskan Kedai Durian Tok Ngah sangat cocok dijadikan untuk lokasi kong-kow. Kedai ini dibangun dengan konsep industrial.

“Di sini kita bangun dengan interior yang unik. Jadi bisa sebagai tempat santaim ngumpul bagi anak-anak muda dan keluarga,” terangnya.

Pusat oleh-oleh Kedai Durian Tok Ngah menawarkan makanan dan oleh-oleh dengan harga yang sangat terjangkau. Yakni diantara Rp 5 ribu-100 ribu.

“Untuk harga sangat terjangkau serta rasa yang lezat. Jadi makanan yang kita hadirkan berbeda dan sangat cocok jadi buah tangan untuk bepergian,” katanya. (opi)