Jumat, 13 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13855

Batam International Fashion dan Food Festival 2016 Bakal Lebih Heboh

0
Parade kain Melayu di pembukaan Batam Internasional Fashion and Food Festival (BIFF) 2015 di Sumatera Promotion Centre, Kamis (26/11/2015) lalu.  Ajang serupa akan kembali digelar pada November 2016 . Foto: dok. batampos
Parade kain Melayu di pembukaan Batam Internasional Fashion and Food Festival (BIFF) 2015 di Sumatera Promotion Centre, Kamis (26/11/2015) lalu. Ajang serupa akan kembali digelar pada November 2016 . Foto: dok. batampos

batampos.co.id – Batam International Fashion dan Food Festival 2016 kembali digelar di Batam November 2016 mendatang. Ajang ini bakal lebih heboh dari tahun-tahun sebelumnya.

Festival ini juga diprediksi akan mendatangkan banyak wisatawan manca negara. Apalagi posisi geografis Batam yang sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia.

Selainb warga Singapura dan Malaysia yang bakal hadir, turis mancanegara yang plesiran di Singapura dan Batam juga bisa meluangkan waktunya menghadiri festival ini.

”Kami siapkan acara itu bulan November 2016, bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata. Kami berharap semua bisa terlaksana dengan baik dan meriah, karena kami harus terus ikut menjaga atraksi di Batam yang juga sebagai pintu masuk wisatawan ke tanah air kita,” ujar Juru Bicara Panitia Pelaksana, Christine Besinga kepada wartawan.

Pihaknya kembali mengadakan acara tersebut karena dorongan promosi untuk Indonesia agar masyarakat international maupun ASEAN semakin kepincut dengan fashion dan kuliner nasional.

”Jelas event ini akan menjadi perhatian mancanegara, khususnya ASEAN akan produk fashion dan kuliner Indonesia. Industri kreatif yang menopang pariwisata makin hidup, sektor pariwisata juga semakin bergairah, ujungnya pendapatan masyarajat ikut terkatrol,” ujar wanita yang orang tuanya berasal dari Filipina itu.

Selain itu, masih kata Christine, acara ini akan diikuti oleh designer-designer dari Jakarta, dari Riau juga beberapa dari Malaysia dan Singapura.

Designer-designer dari Jakarta yang sudah dipastikan hadir adalah Rudy Chandra, Erdan, Audy Defrico, Thomas Sigar, Sonny Muchlison, Feronica Kristoofer, Yunita Harun, Fika Siregar, Yoyok Prasetyo, Rasyd Salim, Andy Saleh, Anggia Mawardy.

”Siapa saja designer yang akan hadir masih akan bertambah, fashion kita tidak kalah dengan negara tetangga, dan mereka juga sangat suka dengan designer tanah air kita. Indonesia itu kaya, punya semuanya, jadi saya sangat percaya diri dengan even ini,” kata wanita yang tinggal di Batam ini.

Bukan hanya fashion, Christina memaparkan bahwa nantinya akan ada pesta kuliner dari Batam. Semua makan khas Riau terutama Batam akan disajikan bersamaan dengan acara tersebut.

”Kami ingin terus memperkenalkan trend fshion, perkembangan kuliner tanah air kita, mendatangkan wisman dan wisatawan nusantara,mendatangkan buyers lokal dan international,” katanya.

Kegiatan yang akan dilaksanakan juga variatif dan menarik. Dalam rentetan acara akan ditampilkan fashin show, talkshow, demo hijab, model competition, culture performance, bazaar, exhbition, bazaar kuliner dan festival aneka makanan Indonesia.

”Semuanya menjadi satu beratraksi dan harus memukau wisatawan,” ujarnya.

Christina juga berpegang teguh kepada apa yang diperintahkan Kemenpar melalui Menteri Pariwisata Arief Yahya. Terutama untuk menghidupkan cross border, atau dekat dengan negara tetangga untuk memperbanyak event dan acara yang bisa dinikmati oleh tetangga negara kita.

“Jika tiap akhir pekan ada kehiatan rutin dan itu bisa menjadi tujuan orang Singapore dan Malaysia, akan sangat efektif sebagai border tourism yang bisa menaikkan jumlah wisman,” kata Arief Yahya, Menpar RI di Jakarta.

Karakter event sendiri bisa bermacam-macam. Bisa musik, bisa cultural festival, sport tourism, atau apapun untuk menarik wisman ke tanah air.

“Mengapa Malaysia banyak wisman? Itu juga lebih banyak border tourism, terbesar dari Singapore, karena tidak perlu menyeberang, bisa ditempuh dengan jalur darat. Jadi jangan juga silau dengan catatan jumlah wisman Malaysia. Tapi kualitas wisman Singapore yang ke Malaysia dengan yang ke tanah air harus lebih bagus ke kita,” kata Arief Yahya. (inf)

Lapangan Kerja Mulai Terbatas, Pencaker di Batam Harus Berketerampilan

0
Para Pencaker menunggu info lowongan pekerjaan di Pujasera Batamindo, Kamis (19/5) lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Para Pencaker menunggu info lowongan pekerjaan di Pujasera Batamindo, Kamis (19/5) lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Berakhirnya musim lebaran yang biasanya dibarengi dengan kedatangan para pencari kerja (pencaker) di Kota Batam membuat persaingan lapangan kerja semakin meningkat. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Afrizal Dachlan menilai, siapapun berhak mencari kerja di Kota Batam.

“Tapi jangan lupa bekali diri dengan kemampuan dan keterampilan bekerja,” kata Afrizal, kemarin.

Kondisi semacam ini di mata Afrizal sah-sah saja. Mengingat Kota Batam sebagai kota industri. Tingginya angka pencaker yang tidak dibarengi dengan peluang lapangan kerja yang ada membuat persaingan kian sengit diperebutkan.

Kalau mereka mempunyai pengalaman yang minim, kata Afrizal, tentu menjadi pertimbangan bagi perusahaan, yang akhirnya menjadi kerugian bagi para pencari kerja ini. “Jadi kami harapkan orang-orang yang datang ke Batam memiliki modal keterampilan yang menjadi tambahan nilai jual mereka,” ungkapnya.

Meski ekonomi secara makro sedang melemah, Afrizal masih melihat optimisme investasi di Kota Batam yang bisa berimbas langsung terhadap perluasan lapangan kerja. Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dipercayanya jadi momentum titik-balik ekonomi di Batam. “Perbaikan ekonomi memang yang semua orang tunggu,” ujarnya.

Karena itu pula, Dinas Sosial di masing-masing daerah, menurut Afrizal, harus mempersiapkan diri menyambut perbaikan ekonomi di era MEA ini. Sedini mungkin hal tersebut bisa dimulai dengan menggelar pelatihan-pelatihan ketenagakerjaan.

“Agar masyakat Kepri juga mampu menyesuaikan diri dan meningkatkan kualitasnya di era persaingan ini,” pungkas Afrizal. (aya/bpos)

Lagi, Sidang Tuntutan Wardiaman Ditunda

0
Terdakwa kasus pembunuhan Wardiaman meninggalkan ruang sidang Pengadilan Negeri Batam, Kamis (14/7). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Terdakwa kasus pembunuhan Wardiaman meninggalkan ruang sidang Pengadilan Negeri Batam, Kamis (14/7). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sidang dengan agenda tuntutan terdakwa Wardiaman, masih harus di undur. Kedua Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memperkarakan terdakwa yakni Bani I Ginting dan Rumondang, kembali meminta penambahan waktu kepada Majelis Hakim untuk menyelesaikan nota tuntutan.

“Tuntutan belum selesai dibuat yang mulia. Mohon beri kami waktu seminggu lagi,” ujar JPU Rumondang, Kamis (14/7).

Pihak JPU menjanjikan bahwa pekan depan, Kamis (21/7) tuntutan pasti bisa dibacakan.

Menilik pada masa tahanan terdakwa yang akan habis (10/8) mendatang, Hakim Ketua Zulkifli, didampingi Hakim Anggota Hera Polosia dan Iman Budi Putra Noor sepakat tidak menyetujui permintaan JPU itu.

“Masa penahanan terdakwa sudah hampir habis dan tidak bisa diperpanjang lagi,” tegas Hakim Zulkifli.

Sesuai perhitungan, Majelis Hakim meminta agar JPU bisa membacakan tuntutan terdakwa Wardiaman pada Selasa (19/7). “Kami tidak bisa memberi waktu lebih. Selasa depan sudah harus dibacakan, jika tidak ingin terdakwa bebas demi hukum,” ucapnya.

Lanjut Hakim Zulkifli, apabila tuntutan tetap tidak kunjung selesai Selasa (19/7) depan, maka Majelis Hakim sepakat untuk mengambil sikap.

Diterangkannya, alasan belum selesainya tuntutan terjadi karena pihak JPU yang belum rampung membuat nota tuntutuan itu, bukan karena keterlambatan pengesahan rencana tuntutan (Rentut).

“Jika terkendala pada rentut, kami (Majelis) yang akan menyurati Kejagung langsung. Jadi ini jelas kelalaian dari pihak JPU sendiri,” sebut Hakim Zulkifli.

Atas penegasan tersebut, kedua JPU bersedia untuk menyanggupi ketegasan dari Majelis Hakim. Sidang pun ditutup dan berlanjut Selasa (19/7) depan.

Diluar persidangan, salah satu Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Utusan Sarumaha menyatakan untuk tetap menunggu kebijakan dari Majelis Hakim. “Ya kita tunggu saja. Penegasan hakim juga sudah sangat jelas. Bagaimanapun, harapan terbaik untuk klien kami-lah yang terus kami perjuangkan,” ungkapnya.

Sementara, dari JPU Bani dan Rumondang, memilih untuk tidak berkomentar. (cr15)

Bawa 764 Gram Sabu, Ramli Dituntut 17 Tahun Penjara

0
Ramli saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Batam,  Kamis (14/7). Foto: Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
Ramli saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (14/7). Foto: Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Kurir sabu asal Malaysia, Ramli bin Muhammad Taleb, dituntut 17 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bani I Ginting, Kamis (14/7) sore di Pengadilan Negeri Batam.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” jelas JPU Bani.

Ia terbukti membawa 764 gram sabu dari Malaysia yang dibagi dalam 7 paket untuk diedarkan di Medan melalui Batam. Ketujuh paket sabu itu, dibagi 4 paket yang disimpan dalam kantong plastik bawaannya, dan 3 paket lagi disimpan dalam anus terdakwa. Ramli ditangkap petugas saat melewati mesin X-Ray di pelabuhan ferry Batamcenter.

Sampai tuntutan dibacakan, terdakwa pun tak terlihat bergeming dengan hukuman cukup berat yang akan menimpanya. Walaupun, dengan nada santai, ia tetap meminta keringanan hukuman.

Pada sidang pemeriksaan terdakwa lalu, ia mengaku telah diperintahkan oleh terdakwa Adi (pemeriksaan berkas terpisah). Dari Adi, terdakwa dijanjikan upah Rp 21 juta jika berhasil mengantarkan sabu ke pemesannya di Medan.

“Saya dijanjikan upah besar. Saat berangkat ke Batam, saya dikasih 1000 Ringgit Malaysia (Rp 3,5 juta) untuk ongkos pulang-pergi sampai Medan dan balik ke Malaysia,” ucap terdakwa. (cr15)

Meresahkan Masyarakat, Satpol PP Batam Jaring 26 Anak Punk

0
Anak punk yang terjaring razia saat didata di Mako Satpol PP Batam. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Anak punk yang terjaring razia saat didata di Mako Satpol PP Batam. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam menjaring 26 anak punk di beberapa titik di Kota Batam, empat di antaranya perempuan.

“Tempatnya (penjaringan) di Jodoh, simpang Basecamp Batuaji, Simpang Kepri Mall (Simpang Kabil) dan ada juga tempat lain,” kata Kasat Pol PP Kota Batam,Hendri, Kamis (14/7) siang.

Dia mengatakan keberadaan anak punk kian meresahkan masyarakat, lantaran tak hanya mengamen, aksi anak punk merembes ke aksi kriminal.

“Laporan sudah sering kita terima. Pernah (kejadian) ada pekerja pulang mereka dipalak anak punk,” tuturnya.

Menurutnya sebagian besar yang terjaring merupakan pendatang baru, dari yang hanya baru hitungan bulan hingga satu tahun dan ada beberapa merupakan warga Batam.

Ditanya soal Batam selalu saja didatangi anak punk padahal pernah dipulangkan, Hendri menduga ada yang mengkoordinir kedatangan anak-anak punk tersebut.

“Ini yang sedang kami cari informasinya,” ungkapnya.

Selanjutnya anak punk yang terjaring razia tersebut diserahkan ke Dinas Sosial lalu dipulangkan ke daerah asal masing-masing, sementara yang asli Batam akan dikembalikan ke orangtuanya untuk dibina dan dibuat surat pernyataan agar tak kembali ke jalanan.

“Kalau ada warga yang tahu keberadaan anak punk, informasikan ke kami. Penjaringan anak punk masih terus berlanjut,” ungkapnya.

Seorang diantaranya Putri,17, yang merupakan warga asli Batam mengaku tertarik bergabung dengan kelompok yang didominasi bertato dan bertindik itu karena kekeluargaan cukup erat, sementara dilingkugan keluarga kandungnya, ayah dan ibunya sudah cerai.

“Senang saja, anak-anak kompak semua,” ungkap remaja putus sekolah ini.

Sementara lainnya, Ayu,26, asal Jakarta mengaku datang ke Batam untuk mencari pekerjaan. Hingga tiba di Batam dia bekerja serabutan.

“Aku bukan anak punk, tadi kebetulan sama mereka saja,” imbuhnya. (cr13)

Pak Walikota, di Batuaji Sampah masih Bertebaran

0
Sampah rumah tangga masih berserakan di pinggir jalan Kelurahan Buliang, Batuaji.  F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Sampah rumah tangga masih berserakan di pinggir jalan Kelurahan Buliang, Batuaji.
F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Hingga Kamis (14/7), sejumlah warga perumahan di wilayah Batuaji dan Sagulung, Batam, Kepulauan Riau, masih mengeluhkan tumpukan sampah. Warga semakin cemas sebab hujan yang mengguyur kota Batam dua hari terakhir akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka.

Warga di kawasan Marina City, misalnya, sejumlah anak-anak mulai terserang diare dan muntaber. Lalat, ulat dan belatung serta binatang yang bersumber dari tumpukan sampah lainnya mulai berkeliaran sampai ke rumah-rumah warga.

“Ada yang mulai gatal-gatal, anak-anak diare dan muntaber. Pemerintah harus ambil tindakan tegas. Jangan anggap sepele masalah ini. Iuran sampah kami bayar loh,” ujar Asriadi, warga Perumahan Marina Raya, Marina.

Warga yang berdiam di sekitaran wilayah Tanjunguncang juga mengeluhkan masalah yang sama. Masyarakat sangat berharap peran aktif pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah tersebut.

“Sudah dua minggu sampah dari dalam perumahan belum diangkut. Petugas hanya angkut yang di pingggir jalan saja. Apakah warga harus buang lagi sampah-sampah di dalam perumahan ke pinggir jalan supaya diangkut?” tutur Marbun, warga di Tanjunguncang.

Camat Batuaji, Rinaldi M Pane membenarkan masih banyak keluhan warga atas persoalan sampah itu. Namun demikian kata Rinaldi, Satgas dari kecamatan masih bekerja sepanjang hari untuk membereskannya.

“Satgas kita masih kerja sepanjang hari, cuman ya karena wilayah kita cukup besar jadi bersabar, dalam minggu ini pasti selesai,” ujar Rinaldi.

Pihak kecamatan yang dititik beratkan untuk mengangkut sampah dari perumahan ke TPS sedikitnya menerjunkan 13 unit mobil pikap dan empat becak motor serta 44 petugas memungut sampah dari perumahan.

“Semua masih bekerja di lapangan. Semoga semuanya cepat beres dan Batam kembali bersih,” ujar Rinaldi. (eja/ray/jpnn)

Walikota Batam Keluhkan Izin Alokasi Lahan, Hambat Investasi

0

rudi-se-3-f-cecep-mulyana1111-imagebatampos.co.id – Izin alokasi lahan di Badan Pengusahaan (BP) Batam, lambat. Demikian penilaian Walikota Batam, Rudi.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu iklim investasi di Batam, Kepulauan Riau.

Keluh kesah ini disampaikan kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, saat keduanya bertemu di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (14/7). Kepada Gubernur Rudi berharap ada solusi terkait masalah ini.

Sebab, menurutnya, reformasi berokrasi perizinan yang kini digalakkan Pemko Batam akan menjadi sia-sia karena pada akhirnya semua akan terkendala masalah lahan.

“Masalah lahan ini wewenangnya diberikan ke BPN dan BP Batam. Sehingga masalah ini seperti tak bisa terselesaikan,” kata Rudi.

Menurut dia, selama ini sejumlah pihak, termasuk BP Batam terkesan menyalahkan Pemko yang dinilai lamban dalam menerbitkan izin usaha maupun perizinan untuk kepentingan investasi. Padahal masalah sebenarnya adalah masalah lahan.

“Izin alokasi lahan sebetulnya yang selalu menjadi masalah. Namun hal ini tak pernah dimunculkan, malah yang dipermasalahkan izin dari Pemko,” terang Rudi.

Dia mengklaim, proses perizinan di Pemko Batam bisa ditempuh dalam waktu yang sangat singkat. Sebab dia menjamin pihaknya bekerja sesuai prosedur.

“Kemarin saya baca di koran jika penggurusan izin investasi di BP Batam bisa selesai dalam tiga jam. Kalau kami malah setengah jam, asal aktenya lengkap,” imbuh Rudi.

Namun proses perizinan yang cepat di Pemko Batam itu menjadi percuma, karena para pengusaha harus menunggu lama untuk mendapatkan izin alokasi lahan dari BP  Batam.

“Lahan itu ditunggu satu tahun, dua tahun, empat tahun, bahkan sampai meninggalpun tak dapat-dapat. Jadi persoalan sebenarnya adalah lahanm,” beber Rudi.

Menurut dia, Gubernur Kepri harus mendukung Pemko untuk bisa mendudukan masalah lahan dengan BP Batam. Karena jika persoalan lahan jelas, maka investasi di Batam dipastikan akan maju dengan sendirinya.

Rudi mengaku pernah menyarankan sejumlah solusi kepada BP Batam terkait perizinan alokasi lahan ini. Supaya prosesnya lebih transparan dan cepat. Misalnya dengan sistem lelang.

Namun, kata dia, pihak BP Batam malah mewacanakan penggabungan sistem perizinan terpadu yang akan dikelola BP Batam. Menurut dia, ini bukan menjadi solusi melainkan malah menimbulkan masalah baru.

“Kalau semuanya dikelola BP, lebih baik bubarkan Pemko,” terang Rudi.

Selain sulitnya mendapatkan lahan untuk membangun, pemerintah juga sulit melaksanakan pelebaran jalan karena row jalan banyak yang sudah beralih fungsi. Ia mencontohkan ada row jalan yang harusnya memiliki lebar 50 meter, kini hanya tinggal 25 meter karena 25 meter lainnya sudah dijual ke pengusaha.

Oleh karena itu, Rudi memohon dukungan Gubernur untuk memfasilitasi pertemuan dengan BP Batam. Sehingga permasalahan ini bisa segera diselesaikan.

“Hari ini Pak Gub saya mohon dukungannya. Kota yang maju, dilihat dari jalannya. Semua bicara Batam macet, apakah teknologinya kita tahan, tak mungkin. Maka satu-satunya jalan adalah dengan pelebaran jalan. Saya sudah minta ke Pak Hatanto (Kepala BP Batam, red), izin lahan yang diberikan harus dikembalikan ke fungsinya,” sebut Rudi.

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin menyambut baik keinginan Wali Kota Batam yang ingin memajukan Batam. Ia mengaku akan mendukung semua hal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak.

“Itu semua bisa kita lakukan kalau kita bisa duduk bersama, BP dan Pemko Batam. Apa yang disampaikan wali kota itu memang benar. Beliau menghadapi persoalan. Kalau kita tidak bantu dengan kebijakan, kasihan dia tak bisa selesaikan masalah,” jelas Nurdin.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi di Batam cukup baik dibandingkan daerah lainnya. Karena itu, apapun permasalahan yang menghambat kemajuan Batam harus diselesaikan.

“Kalau tidak dituntaskan dari sekarang nanti masalah besar lagi. Nanti akan kami bicarakan lagi,” kata Nurdin.

Dalam kunjungannya ke Kantor Wali Kota Batam kemarin, Nurdin juga menyerahkan bantuan kepada Pemko Batam berupa dua unit armroll truck, empat bin container, dan dua tangki air masing-masing berkapasitas 8.000 liter. (she/ray/jpnn)

Poin Menarik, Pelajaran dari Surabaya untuk Batam

0
Walikota Surabaya Risma menujukan gambar pembangunan Kota Surabaya melalui ponselnya kepada Walikota Batam Rudi dan Wakil Walikota Batam Amsakar di Kantor Pemko Batam, Kamis (17/8). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Walikota Surabaya Risma menujukan gambar pembangunan Kota Surabaya melalui ponselnya kepada Walikota Batam Rudi dan Wakil Walikota Batam Amsakar di Kantor Pemko Batam, Kamis (17/8). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Batam belajar dari Surabaya untuk menata kota.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sendiri yang berkunjung ke Kantor Wali Kota Batam, Kamis (14/7) sore.

Di depan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad serta seluruh SKPD Batam, Risma berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengelola Kota Surabaya.

Sebab untuk memajukan Kota Surabaya, tak perlu anggaran yang besar, namun ada keinginan dari pemerintah untuk memajukannya.

“Anggaran kami sedikit, namun cukup. Malahan, pembangunan proyek pembangunan jalan sering kita lebihkan. Contohnya pembangunan jalan yang hanya 400 meter, kita jadikan 600 meter,” kata Risma di aula lantai 5 Pemko Batam.

Dalam melakukan suatu pekerjaan dirinya tak hanya memerintah, namun juga turun langsung mengontrol pekerjaan itu. Bahkan tak segan-segan bekerja langsung, seperti menyapu jalanan.

“Menyapu jalanan itu harus sabar. Saya belajar menyapu jalanan itu dari petugas. Ternyata kalau tak sabar, tugas itu tak akan selesai. Kadang saat sampah sudah terkumpul ada kendaraan lewat atau angin kencang, kemudian sampah kembali berserakan. Namun ada cara khusus agar bisa membersihkannya,” jelas Risma.

Surabaya memiliki 2 juta penduduk hanya ada 600 petugas kebersihan. Dulunya petugas kebersihan itu mencapai 1.700 orang, namun karena dianggap banyak yang santai, akhirnya ia memangkas hingga 600 orang. Ratusan petugas kebersihan itu pun harus bekerja ekstra selama delapan jam.

“Kerja bukan ngangkut sampah saja, namun juga membersihkan sampah dari selokan. Surabaya tak hanya bebas sampah namun juga bebas dari pasir jalanan. Kalau petugas kebersihan untuk Batam, saya rasa terlalu banyak karena sampai 1.300 orang. Harus dipangkas,” jelas Risma.

Untuk bisa memajukan sebuah daerah, pemerintah daerah harus banyak belajar dari kota-kota lainnya. Tak hanya belajar, kepala daerah juga harus mempraktikkan langsung hal yang didapat jika dianggap bisa memajukan kota.

“Saya belajar melihat dan mendengar dimana saja. Tak mesti di kota maju. Namun yang perlu saya tekankan, penggunaan anggaran harus diefesienkan,” jelas Risma.

Di Kota Surabaya biaya pendidikan, kesehatan hingga ambulan gratis untuk masyarakat. Bahkan, Pemkot Surabaya menyiapkan makanan untuk para lansia, serta pengobatan gratis setiap bulannya.

“Saya mencoba memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Bahkan, untuk pembuatan akte, tanda kematian dan SIUP TDP bisa daftar lewat ponsel. Nanti setelah tiga hari, petugas kita lah yang mengantarkannya ke rumah warga,” jelas Risma.

Menurut dia, untuk menjaga kualitas para pegawainya, ia tak lupa memberikan insentif. Besaran insentif tergantung dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya. Hal itu dilakukan agar para pegawai bisa semangat bekerja. Dan yang paling penting terhindar dari yang namanya korupsi.

“Insentif tergantung kenaikan PAD. Dan sebelum memberikan insentif saya juga presentasi dengan KPK apakah insetif yang diberikan berlebihan atau tidak,” imbuh Risma.

Karena itu, lanjut Risma, tak satupun proyek yang ada di Surabaya dikerjakan oleh pihak asing.

“Tak satupun pekerjaan di Surabaya dikerjakan asing,” sebutnya.(she/ray/jpnn)

Kepala Ditpam BP Batam Bantah Sengaja Mangkir dari Panggilan Polisi

0
Kepala Ditpam BP Batam Cecep Rusmana. Foto: istimewa
Kepala Ditpam BP Batam Cecep Rusmana. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kepala Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusaha (BP) Batam, Cecep Rusmana, membantah sengaja mangkir dari panggilan polisi terkait kasus illegal logging yang melibatkan anggotanya. Ia mengaku telah memenuhi panggilan polisi, Rabu (13/7/2016) pukul 17.00 WIB.

“Semalam saya sudah memenuhi panggilan dari polisi. Memang benar, jika di dua panggilan sebelumnya saya tidak sempat hadir,” ungkapnya, Kamis (14/7/2016).

Baca Juga: Kepala Ditpam BP Batam Bakal Dijemput Paksa Terkait Pembalakan Liar

Dalam pemanggilan pertamanya, Cecep mengaku tidak hadir dikarenakan sibuk. Sedangkan pemanggilan kedua, Cecep mengaku terlambatnya datang surat pemanggilan itu datang kepada dirinya.

“Panggilan kedua itu jadwalnya jam 09.00 WIB, namun surat pemanggilan sampai ke tangan saya jam 10.00 WIB. Makanya saya tidak hadir,” ujarnya lagi.

Baca Juga: Kepala Ditpam BP Batam Benarkan Anggotanya Terlibat Pembalakan Liar

Sementara itu, terkait hasil pemeriksaan terhadap dirinya, Cecep hanya membenarkan memang ada anggotanya yang menerima sejumlah setoran dalam kasus illegal loging.

“Yang melakukan penangkapan pada waktu itu memang dari Ditpam sendiri atas perintah dari saya. Memang ada setoran dalam kasus ini, makanya kami tangkap,” ujarnya lagi. (eggi)

Mahasiswa Demo di Mapolresta Barelang Tolak Perjudian

0
Belasan mahasiswa demo menolak segala bentuk perjudian di Batam. Mereka mendesak polisi memberangus perjudian tersebut. Foto: eggi/batampos.co.id
Belasan mahasiswa demo menolak segala bentuk perjudian di Batam. Mereka mendesak polisi memberangus perjudian tersebut. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Belasan mahasiswa yang tergabung ke dalam Forum Kepemimpinan Mahasiswa (FKM) Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Barelang, Kamis (14/7/2016). Mereka mendesak Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika memberangus perjudian di Kota Batam.

Dalam aksi yang mereka gelar di depan Mapolresta Barelang, tampak beberapa dari mereka membawa spanduk yang bertuliskan, “Forum Kepemimpinan Mahasiswa Kota Batam menolak segala bentuk kegiatan perjudian di Kota Batam,”

“Aksi ini merupakan penyampaian aspirasi kami dalam mendukung polri dalam memberantas perjudian di Kota Batam,” ungkap Ketua Aksi, Kurnia Fajrison.

Pernyataan sikap yang disampaikan FKM Kota Batam diantaranya mendukung program Polri dalam memberantas semua jenis perjudian yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Batam.

Pernyataan sikap yang di sampaikan FKM yang kedua, meminta kepada Polda Kepri dan Polresta Barelang berantas segala bentuk perjudian yang berkedok Gelanggang Permainan (Gelper) yang ada di Kota Batam.

Dan yang terakhir, mereka meminta kepada pemerintah Kota Batam dan BPM-PTSP mencabut izin Gelper yang ada di Kota Batam, karena dianggap bertanggung jawab atas izin gelanggang permainan yang ada di Kota Batam.

“Dalam arena Gelper yang berada di kawasan Nagoya banyak kami temukan adanya unsur judi. Adapun unsur judi yang kami temukan ialah dengan modus penukaran koin dengan uang,” terang Kurnia.

Selain membawa spanduk dukungan, FKM juga akan memberikan plakat penghargaan kepada Kapolresta Barelang, karena telah berusaha keras dalam memberantas perjudian di Kota Batam.

“Jika dikatakan polisi telah berhasil dalam memberantas judi belum, tapi kami menghargai atas usaha kerasnya selama ini,” pungkasnya.(eggi)