batampos.co.id – Kura-kura bernama Bits itu mengakibatkan kebakaran di kawasan rumah pemiliknya di San Antonio, Amerika Serikat. Bits tidak sengaja menyenggol lampu penghangat di luar kandangnya.
Insiden itu terjadi pada Selasa (10/1) tengah malam. Bits sedang asyik jalan-jalan di depan kandangnya yang terletak di pekarangan rumah.
Kebetulan, sang pemilik baru memasang lampu untuk menghangatkan sang kura-kura yang sudah berusia 15 tahun. Malang, tempurung hewan berbobot 75 kg tersebut tidak sengaja mengenai lampu.
Benda itu jatuh, membakar rumput dan semak di sekitar kandang Bits. Dalam sekejap, api menyebar di rumah pemilik Bits dan tetangga. Untung, tidak ada korban jiwa.
Kedua keluarga selamat. ’’Pelaku’’ mengalami goresan ringan di tempurungnya. Namun, rumah pemilik dan sebagian rumah tetangga dekatnya ikut hangus.
’’Kerugiannya ditaksir sekitar USD 150 ribu (Rp 2 miliar),’’ ungkap Juru Bicara Pemadam Kebakaran San Antonio Woody Woodward sebagaimana dikutip Fox San Antonio.
Meski rumahnya tidak terbakar habis, kedua keluarga terpaksa mengungsi. Pemilik Bits langsung mengajukan klaim asuransi. Si pemilik kurang kerjaan juga sih.
Daripada menghangatkan kura-kura, kan mending menghangatkan tetangga. Eh, salah. Menghangatkan diri. (Huffington Post/fam/c19/na/sep/JPG)
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi memastikan seluruh Kantor dinas sesuai dengan organisasi perangkat daerah (OPD) baru telah memadai. Ia tegaskan, tak akan ada Kepala Dinas atau pegawai di dinas baru yang akan terlantar.
“Sudah ada semua kantornya. Jadi tak akan ada yang terlantar,” kata Rudi di kantor Walikota Batam, Jumat (13/1/2017).
Namun, Rudi tak bisa menjelaskan dimana saja letak dinas-dinas tersebut. Bahkan menurutnya, masih ada kepala dinas yang baru belum memasuki kantor karena alat-alat operasional belum cukup.
“Laporan dari assisten umum sudah cukup, namun mungkin belum ada yang belum masuk. Namun saya pastikan akhir bulan ini (Januari, red) semua sudah clear (selesai, red),” tegas Rudi.
Tak hanya itu, Rudi juga menyebutkan pemko telah membagikan mobil dinas untuk seluruh Kepala Dinas dan pejabat terkait. Sehingga, dipastikan tak ada pejabat Pemko Batam yang tidak mendapat mobil dinas.
“Mobil dinas sudah dibagikan, jadi dapat semua. Sudah kami bagikan beberapa waktu lalu,” terang Rudi.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefriddin mengatakan penempatan kantor Dinas dan Bagian Pemko Batam ada dibeberapa lokasi, yakni Kantor Walikota Batam, Gedung Bersama Batamcenter, Gedung LAM Batamcenter, Mes lama Pemko Batam di Sekupang dan Kawasan perkantoran Sekupang.
“Di Mes lama Pemko Batam itu ada tiga dinas, yakni Disnaker, Dinas Pemungkiman dan Perumahan Rakyat (Kimpras0 dan Cipta Karya. Selebihnya masih di kantor lama, karena hanya naik kelas dari Bagian ke Dinas,” sebut Jefriddin.
Menurut dia, saat ini pihaknya tengah menyusun dan membagi aset sesuai dengan dinas yang baru. Dimana ada perpindahan aset dari dinas yang satu ke lainnya, seperti perpindahan aset di Dinas lingkungan hidup dan Persampahan yang sebelumnya ada di dua dinas yakni Bapedalda dengan DKP Kota Batam.
“Jadi tinggal dibagi saja sesuai dengan fungsinya. Kalau dinas baru hanya dua dan itu yang sedang kami lengkapi untuk operasional dan lainnya,” beber Jefriddin. (she)
batampos.co.id – Status 620 aparatur sipil negara (ASN) yang biasanya bertugas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi dipindah ke Pemerintah Provinsi Kepri (Pemrov Kepri). Hal itu sesuai dengan aturan baru pemerintah pusat yang memindahkan beberapa wewenang Pemko ke Pemrov, seperti untuk tenaga pendidik untuk SMA dan sederajatnya. Mirisnya, para guru terancam tak mendapat tunjangan karena tidak dianggarkan oleh Pemrov Kepri.
Sebanyak 620 ASN itu terdiri dari
197 guru dan tenaga pendidik SMKN,
390 tenaga pendidik SMAN,
4 guru tenaga pendidik SLB,
7 pegawai bidang kehutanan,
22 pengawas ketenagakerjaan Disnaker
1 orang tenaga kemetrologi ilegal.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan peralihan tugas ratusan PNS resmi dilimpahkan ke Pemrov dengan penyerahan surat keputusan (SK). Ia berharap, peralihan wewenangan bisa membuat ratusan ASN bisa bekerja lebih baik lagi.
“Jadi wewenang bapak dan ibu sekarang ada ditangan Gubernur, bukan disaya lagi. Saya harap semua bisa bekerja lebih baik lagi, karena wilayah tugas pindah dari dua ke satu,” ujar Rudi didepan ratusan ASN yang akan menerima SK perpindahan tugas di lantai 4 Kantor Walikota Bata, kemarin.
Selain itu, Rudi juga berharap agar para guru setingkat SMA/ SMK bisa bekerja maksimal, hingga tetap menghasilkan siswa-siswa yang juara. Jangan sampai, karena sudah menjadi pegawai Pemrov, para guru jadi malas dan menurunkan nilai pendidikan di Batam.
“Bapak dan ibu masih berada di Kota Batam. Wewenang saja yang pindah ke Provinsi, namun tugas tetap di Batam. Oleh karena itu, saya harap bapak dan ibu masih bisa menghasilkan siswa yang juara, sehingga membuat kita tetap banga,” terang Rudi.
Menurut dia, dirinya masih akan tetap mengawasi jalannya pendidikan menengah keatas. Namun, untuk penindakan itu hanya bisa dilakukan oleh Gubernur karena wewenang sudah di Provinsi.
“Kita tetap mengawasi, namun tak bisa menindak. Wewenang bukan sama kita lagi,” tegas Rudi.
Ia juga menyebutkan jika Provinsi telah membentuk unit pelayanan teknis (UPT) untuk pengawasan SMA dan sederajatnya. Untuk tahap awal, Pemko Batam siap membantu Pemrov untuk lokasi.
“Dinas sudah membentuk UPT dan Batam menjadi prioritas. Pemko siap membantu jika dibutuhkan,” beber Rudi.
Disisi lain, Rudi juga menegaskan masalah gaji dan tunjangan sudah menjadi tanggungjawab Pemrov. Karena itu, ia berharap agar para guru bisa menagih tunjangan ke Pemrov karena tak lagi disediakan Pemko.
“Tunjangan belum bisa diterima dari Pemrov. Kemarin waktunya mepet jadi belum bisa dianggarkan. Mudah-mudahan dalam APBDP bisa dianggarkan. Dan tugas ibu-ibu sekalian mengingatkan Gubernur agar bisa memberi tunjangan,. Jangan sampai lupa,” ingatkan Rudi lagi.
Salah seorang guru yang hadir dan enggan namanya disebut khawatir tunjangan tahun 2017 tak diterima. Sebab, pemrov tak menganggarkan untuk tunjangan mereka sebesar Rp 2,7 juta setiap bulannya.
“Kata Pak Rudi (Walikota Batam), kita diminta untuk sering mengingatkan Gubernur agar menganggarkan tunjangan. Mana tahu bisa dimasukan dalam APBDP. Kalau tidak hilanglah tunjangan kami selama setahun. Padahal itu penyemangat kami,” jelasnya. (she)
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian melakukan latihan menembak usai pelantikan pengurus Seligi Sakti 001 Shooting Club dilapangan tembak Polda Kepri, Jumat (13/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Polda Kepri memiliki tempat latihan lapangan tembak terlengkap. Diantaranya lapangan tembak dekat, lapangan tembak reaksi, lapangan tembak dengan menggunakan shotgun dan laras panjang.
Dan dalam waktu dekat, nantinya akan dibangun lagi beberapa tempat latihan lapangan tembak.
“Masyarakat silahkan menggunakan lapangan ini, namun tentu sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian pada saat melantik pengurus Seligi Sakti 001 Shooting Club pada Jumat (13/1).
Ia mengatakan lapangan ini diperuntukan tak hanya bagi jajaran Polda Kepri saja. Namun juga dalam rangka tempat latihan, untuk mencari bibit unggul di Kepri.
“Atlet-atlet tembak Kepri juga diperbolehkan. Kami ingin nama Provinsi Kepri harum di nasional,” ungkap Sam.
Dalam mengembangkan atlet-atlet yang berbakat ini, tentu tak hanya bisa diandalkan dari Polda Kepri atau Perbankin saja. Tapi juga seluruh pihak yang ada di Kepri.
“Jangan lagi ada atlet berbakat Kepri, pindak ke daerah lain,” ungkapnya.
Sam berharap pemerintah Provinsdi Kepri, KONI serta pemerhati olahraga lainnya memperhatikan nasib pada atlet ini.
“Yah mereka itu diopeni, dikasih pekerjaan, diberikan penghargaan, dibina,” ucapnya.
Ia menuturkan bahwa dirinya sudah meminata seluruh jajaran Polresta dan Polres di Kepri dapat membangun lapangan tembak.
“Sehingga bisa digunakan masyarakat sekitar dalam menyalurkan hobi dan bakatnya,” tuturnya.
Untuk ketua Seligi Sakti 001 Shooting Club yakni Dirintelkam Polda Kepri Kombes Pol Musa Ikipson. Sam berharap bisa mengemban amanah ini. Dan bisa menjadi klub menembak Seligi Sakti 001 bisa jadi contoh bagi klub-klub menembak lainnya.
Ketua Umum Koni Kepri Johannes Kenedy mendukung langkah yang diambil oleh Polda Kepri. Ke depannya, ia berjanji akan berusaha mengembangkan olagraha menembak ini dan juga membangun lapangan tembak juga.
“Di Panbil, nanti akan kami bangun juga,” tuturnya.
Setelah pemberian kata sambutan ini, seluruh peserta yang hadir dipersilahkan mencoba menembak di beberapa lapangan tembak. Peserta yang hadir terlihat begitu antusias dengan hal ini. (ska)
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian didampingi kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga berbincang dengan para calon TKI yang diamankan oleh Dirkrimum Polda Kepri, Jumat (13/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Polda Kepri tetapkan empat tersangka atas kasus 196 orang TKI ilegal yang diamankan pada Kamis (13/1) lalu dari 3 tempat kejadian perkara (TKP). Ke empat orang tersebut yakni Dikki Baharudin, Hezron Zadrak Alexander, Hendra Riandhoko dan Sugeng Priyadi.
“Keempat tersangka ini terancam hukuman minimal 2 tahun penjara dan maksimal 10 tahun,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian pada Jumat (13/1).
Ia menyebutkan para tersangka ini memiliki peranan yang berbeda, dimana ada yang menjadi penyalur, koordinator,dan perekrut. Penangkapan dan pengamanan tersangka serta para TKI ini disebutkan oleh Sam, dalam rangka melindungi masyarakat Indonesia yang ingin pergi ke luar negeri dengan cara yang tak sah.
“Mereka pergi dengan paspor hijau atau visa kunjung, namun pulangnya ilegal. Makanya kami amankan, karena tak ingin lagi kejadian yang sebelumnya terulang kembali,” ucapnya.
Saat ini kata Sam, sudah sekitar satu juta lebih TKI ilegal berada di Malaysia. Dan beberapa sudah mencoba pulang dengan cara ilegal. “Kami amankan, mencegah mereka pergi,” tuturnya.
Mengenai penangkapan TKI ilegal ini, Sam mengatakan pada Kamis (12/1), piha kepolisian mendapatkan informasi adanya puluhan TKI dari Surabaya di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Atas informasi itu, tim gabungan Polda Kepri bergerak ke Hang Nadim.
Sesampai di sana, didapati beberapa orang TKI dikoordinir memasuki sebuah minibus.
Polisi tak langsung mengamankan para TKI tersebut. Mobil minibus itu berjalan ke luar bandara, tak berapa jauh dari simpang bandara. Polisi mencegat dan menghentikan laju mobil itu.
“Didapati ada 22 orang TKI dalam mobil itu, dari pemeriksaan kami mereka akan dipekerjakan di Malaysia,” ucapnya.
Tak puas sampai disitu saja. Polisi mengembangkan kasus ini, dan mendapatkan informasi adanya penampungan TKI di Ruko Glori View, Batamcenter.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 13.00 polisi menuju ke daerah yang disebutkan tersebut. Disana polisi mendapati ada sebanyak 74 orang TKI yang terdiri dari 43 laki-laki dan 31 perempuan. Modus pemberangkatan TKI ini, hampir sama dengan yang digunakan oleh empat tersangka yang diamankan di dekat Bandara.
“Mereka ini ternyata masih satu kelompok. Pengelolanya empat orang itu juga,” ungkap Sam.
Dari kelompok jaringan Dikki Baharudin ini, didapat informasi juga ada penampungan TKI lainnya yang berada di ruko Valey Park no 5 Batam Center.
Sekitar pukul 15.30, tim terpadu bergerak ke arah yang ditunjukan komplotan ini. Disana didapat 101 orang TKI yang terdiri dari 43 perempuan dan 58 laki-laki. “Ini juga akan berangkat, dengan cara yang sama,” ucap Sam.
Di tempat ini, polisi mengamankan empat orang yang diduga sebagai koordinator TKI ini. Empat orang tersebut yakni Wahab selaku pemilik ruko, Jokowi pengurus TKI di Batam. Dari kedua orang ini didapat nama Arifin sebagai perekrut di Madura dan Yati perekrut di Surabaya.
Saat ini seluruh TKI ditempat di Mapolda Kepri, untuk diminat keterangan. Dari keterangan TKI ke penyidik, mereka harus membayar sekitar Rp 4 juta hingga 7 juta untuk bisa berangkat ke Malaysia.
Keuntungan bisnis TKI ilegal ini, masih tetap mengiurkan. Dimana dari satu TKI, tekong diperkirakan mendapat keuntungan pada kisaran Rp 1 juta. Sehingga penyelundupan TKI diperkirakan masih akan terus terjadi.
Oleh sebab itu, Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Eko Puji Nugroho mengatakan pihaknya akan terus melakukan pencegahan, dengan mengamankan para TKI sebelum berangkat ke luar negeri.
“Tentunya, akan giat,” ucapnya.
Eko berharap adanya informasi dari masyarakat juga. Karena tempat penampungan TKO yang berpindah-pindah kadang membuat pihak kepolisian kesulitan melacak.
“Kabari saja ke Polsek, Polres atau Polda, tempat-tempat yang dicurigai masyarakat sebagai tempat penampungan TKI. Akan langsung kami tindak,” ujarnya.
Selain mengamankan ratusan TKI. Pihak kepolisian juga menemukan beberapa barang bukti yakni 24 paspor, 123 KTP, 93 unit ponsel, 22 tiket pesawat maskapai Lion Air, kartu pas bandara atas nama Sugeng, 12 boarding pass, 6 surat keteranga domisili, satu lembar akte lahir dan satu bundel buku nikah. (ska)
Wali Kota Batam dan jajarannya saat meninjau proyek pelebaran jalan di Nagoya dan Jodoh, Rabu (28/12/2016). Foto: batampos
batampos.co.id – Pemko Batam berencana menjadikan industri pariwisata sebagai lokomotif pendapatan daerah. Namun hal ini tidak didukung oleh anggaran di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam. Belanja langsung dan tidak langsung yang dialokasikan hanya Rp 8 miliar.
Wali Kota Batam, Rudi mengatakan, walau dana yang dialokasikan hanya segitu, namun anggaran untuk menunjang parawisata Batam sudah diplot di dinas lain.
“Kan ada di dinas yang dukung. Seperti pelebaran jalan di Nagoya. Itu untuk mendukung keparawisataan juga,” ujar Rudi.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, di tengah turunnya pendapatan industri manufacturing di Batam, pariwisata dinilai sebagai lokomotif pendapatan.
“Sudah saatnya jadi fokus pendapatan. Makanya berangsur diperbaiki infrastruktur,” kata Amsakar.
Ia menilai, beberapa poin penting yang wajib diperbaiki ialah pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Termasuk fasilitas keamanan dan fasilitas kenyamanan. Disisi lain, Batam memiliki keunggulan tipologi daerah kepulauan. Hal ini sangat menguntungkan.
“Banyak sekali keunggulan kita. Keunggulan inilah yang perlu ditingkatkan,” terangnya.
Dengan adanya perbaikan-perbaikan ini, bukan tidak mungkin, Batam mampu menyerap 15 juta wisatawan yang ada di Singapura.
Bila melihat statistik tahun 2016 lalu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang ada di Batam, tercatat sampai 1,6 juta jiwa. Hal ini, tentu menjadi prestasi peningkatan kunjungan wisman, dari Oktober 2016 yang jumlahnya mencapai 1,1 juta jiwa.
“itu tandanya, sekarang saja kita bisa menyerap 10 persen kunjungan di Singapura. Kalau semua diperbaiki, bisa 15 juta yang datang ke Batam di tahun 2017,” jelasnya. (rng)
Alat berat sedang memotong bukit didekat Perumahan Putra Jaya, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (13/1). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Aktifitas reklamasi yang berdampak buruk bagi lingkungan sekitar masih marak terjadi di wilayah Tanjunguncang. Salah satunya adalah aktivitas pemotongan bukit di lahan kosong samping Rusunawa Tanjungncang dan penimbunan hutan bakau yang berada di belakang lokasi perumahan Putera Jaya, Tanjunguncang, Batuaji.
Akibat aktifitas tersebut warga yang berdiam di sekitar lokasi proyek jadi tak nyaman. Pasalnya badai debu dan ancaman banjir menjadi kekuatiran serius warga di sana saat ini.
Rusli, warga perumahan Putra Jaya yang mengaku sudah resah dengan aktifitas pemotongan bukit dan penimbunan hutan bakau itu menuturkan, ancaman serius yang dihadapi warga akibat proyek tersebut saat ini adalah badai debu. Aktifitas alat berat dan truk pengangkut tanah yang memotong bukit dan memindahkan material tanah untuk menimbun hutan bakau membuat warga di tempat tinggalnya diserang badai debu setiap saat.
“Sudah sebulan ini proyek itu berjalan dan hari-hari kami diserang debu. Rumah tak pernah bersih. Sampai ke dalam kamarpun berdebuh karena proyek itu,” ujarnya, kemarin.
Handoko, warga lainnya menambahkan yang lebih mengkuatirkan adalah imbas dari penimbunan hutan bakau di belakang perumahan mereka itu. Jika hutan bakau yang menjadi daerah resapan air itu ditimbun semua maka perumahan-perumahan yang ada di dekatnya akan menjadi lokasi langganan banjir nantinya.
“Tahulah daerah di sini bagaimana. Satu-satunya alur air mengalir ke arah hutan bakau yang mereka timbun itu, jadi kalau itu ditutup jadi kolam nanti rumah kami di sini,” tuturnya.
Warga menyesalkan kebijakan pemerintah dalam hal memberikan izin pemotongan lahan dan penimbunan hutan bakau tersebut yang tanpa mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan di sekitarnya.
“Kami tak melarang kegiatan seperti itu, tapi setidaknya ya pertimbangkanlah dampaknya. Jangan pihak proyek yang enak, kami warga yang sengsara karena dampaknya,” tutur Rusli.
Pantauan dilapangan, aktifitas pemotongan bukit tersebut masih terus berjalan hingga siang kemarin. Tanah-tanah dari pemotongan lahan perbukitan itu diangkut oleh puluhan truk pengakut tanah ke lokasi hutan bakau di belakang perumahan Putera Jaya.
Pihak proyek saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan pasti terkait kegiatan mereka itu. Pengawas proyek Eduard di lokasi penimbunan hutan bakau tidak bisa memberikan komentar yang pasti terkait keluhan warga tersebut.
“Waduh kami hanya pekerja, kalau konfirmasi yang jelas ke pihak perusahaan saja ya. Kami hanya pekerja di sini,” ujarnya singkat tanpa memberitahukan perusahaan apa dan siapa yang bertanggung jawab atas kegiatan proyek tersebut. (eja)
Presiden Direktur Lippo Group Theo L Sambuaga (baju coklat berfoto dengan) jajaran dan Dosen dan Mahasiswa pada acara penyerahan bantuan bagi Mahasiswa Politehnik Batam di Gedung Politehnik Batam, Jumat (13/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Batam masih ‘seksi’ sebagai daerah tujuan investasi. Ke depan, perusahaan besar Indonesia Lippo Group bakal mengembang sayap bisnisnya di Batam. Dua rencana yang menjadi target yakni pusat pembelanjaan dan rumah sakit.
“Kami ingin kembangkan potensi di properti, seperti mall dan rumah sakit,” kata Presiden Lippo Group Theo L Sambuaga usai acara penyerahan Bantuan Mahasiswa Berprestasi (BMB) Lippo Group 2016 di Gedung Utama Kampus Politeknik Batam, Jumat (13/1) siang.
Theo mengatakan keinginan Lippo Group membangun mall dan rumah sakit bukan tanpa alasan, Lippo Group melihat kebutuhan akan dua sektor ini meningkat. Namun, dua target itu dipastikan belum dilaksanakan tahun ini.
“Tahun ini konstruksinya belum, masih dalam tahapan rencana. Mudah-mudahan tahun selanjutnya,” harapnya.
Terkait rencana pembangunan rumah sakit, lokasi Batam yang berdekatan dengan negara tetangga bukan tak mungkin akan melirik negara tetangga, namun dia menegaskan tak khawatir dengan hal tersebut.
“Justru sudah merencanakan dan tak khawatir. Kami datang, tak bermaksud bersaing tapi dalam rangka sama-sama meningkatkan kesehatan,” imbuhnya.
Mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat dan Permukiman Indonesia pada era Kabinet Reformasi Pembangunan menuturkan, Batam sejak dulu merupakan salah satu proyek strategis bangsa, hingga sekarang masih mempunyai potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan.
Untuk itu, Lippo Group berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi melalui unit bisnisnya, baik dengan rencana yang baru maupun meningkatkan unit usaha yang sudah berjalan. “Sekarang ini, di Batam kita bergerak di sektor ritel dan perbankan. Yang sudah ada kita tetap tingkatkan, semua terus kita tingkatkan.” pungkas pria yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja ini. (cr13)
Francesco Castriotta, 42, juragan kokain tak bisa berkelit lagi. Ia akan mendekam dalam penjara selama 21 tahun.
Mafia narkoba kelas berat asal Italia itu ditangkap di El Vendrell, kota kecil di utara Barcelona, Spanyol, pada Natal lalu. Castriotta menjadi buron sejak kabur dari rumahnya di Milan pada 2009. Saat itu dia berstatus tahanan rumah, menunggu proses pengadilan. Pertanyaannya, kenapa penjahat sejahat dia hanya dikenai hukuman sebagai tahanan rumah?
Ternyata semua itu berhubungan dengan kondisi kesehatannya yang memilukan. Tepatnya kesehatan penisnya. Castriotta menderita priapism yang biasa disebut dengan ereksi permanen (duh…).
Kondisi tersebut terjadi karena dia terlalu banyak mengonsumsi kokain sepanjang hidupnya. Nah, ketika kali pertama diadili pada 9 tahun silam, dia mengiba kepada hakim agar tidak ditahan.
’’Membiarkan saya dipenjara dalam kondisi seperti ini adalah jahat,’’ katanya saat itu.
Castriotta juga menunjukkan es batu yang digunakannya untuk mengompres kejantanannya yang tidak bisa tidur tersebut. Ada juga alasan lain.
’’Dia khawatir rekan-rekan di sel menertawakan gangguan ereksi yang dialaminya,’’ ungkap seorang sumber sebagaimana dikutip Toronto Sun.
Si hakim, yang kebetulan cewek, mengabulkan permohonan tahanan rumah. Bukannya menjadi tahanan rumah yang baik, dia malah kabur dan baru tertangkap lagi akhir tahun lalu. Dia terlacak gara-gara keluarganya berkunjung ke vila mewahnya di Spanyol saat Natal. Kali ini hakim tidak mau terkecoh lagi. Castriotta dijatuhi hukuman 21 tahun penjara.
Yang lebih menyakitkan dari ereksi permanen adalah tidak punya partner secara permanen. Itu. Sedih. Banget. (Toronto Sun/fam/c14/na)
Wanita asing diamankan sebab kedapatan jajakan seks.
batampos.co.id – Bisnis esek-esek yang menawarkan pekerja seks komersial (PSK) impor masih marak di sejumlah tempat hiburan malam. Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) kembali mengamankan 32 perempuan asing di Jakarta dan Bogor yang diduga bekerja sebagai pemuas syahwat pria hidung belang.
Mereka berasal dari Vietnam (11), Kazakhstan (5), Uzbekistan (5), Tiongkok (5), dan Rusia (1).
Usianya antara 21-38 tahun. Para PSK yang sebagian besar berkedok sebagai pemandu lagu tersebut bertarif mulai dari Rp 1.750.000 sampai Rp 4.000.000.
“Kami amankan di satu tempat hiburan malam di Bogor dan di Jakarta 2 tempat hiburan malam,” kata Direktur Penyidikan dan Penindakan Ditjen Imigrasi Yurod Saleh di Jakarta, kemarin (13/1).
Penangkapan PSK asing tersebut merupakan hasil operasi pengawasan dan penindakan imigrasi (wasdakim) pada Kamis (12/1) malam. Tangkapan itu menambah daftar panjang rentetan PSK dan pemandu lagu warga negara asing (WNA) yang berhasil diamankan. Dua pekan lalu, petugas Ditjen Imigrasi dan Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta juga menjaring 125 perempuan WNA diduga PSK dari berbagai negara.
Di antaranya, 76 berkewarganegaraan Cina. Seluruhnya bekerja di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta.
Yurod mengatakan, mayoritas perempuan itu telah menyalahgunakan visa kunjungan dan izin tinggal untuk bekerja di tempat hiburan malam. Ada pula tujuh WNA yang tidak bisa menunjukan paspornya. Mereka melanggar pasal 116 dan 122 UU Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.
“Penyidik masih mendalami (WNA PSK), dan tidak akan lama lagi kami akan menentukan mereka ini,” ungkapnya. Dalam operasi itu petugas mengamankan barang bukti 25 paspor, uang Rp 5 juta dan beberapa alat kontrasepsi.
Sayang, petugas imigrasi belum berhasil mengungkap penyalur dan jaringan PSK impor tersebut. Petugas juga belum meminta pertanggungjawaban pihak pengelola tempat hiburan malam yang jelas-jelas mempekerjakan mereka. Yurod berdalih, para penyalur dan pengelola masih terus didalami. Sejauh ini, petugas imigrasi fokus pada pelanggaran keimigrasian para perempuan asing tersebut.
“Termasuk apakah semua (WNA) ini dikoordinir, kami masih mendalami,” tutur Yurod.
Sesuai ketentuan, para WNA yang diamankan akan diperiksa oleh para penyidik PNS (PPNS) Ditjen Imigrasi. Pemeriksaan akan menentukan apakah perempuan asing tersebut melakukan pelanggaran administratif atau projusticia (hukum). Bila terbukti, sanksi yang akan diberikan mulai dari deportasi hingga hukuman penjara maksimal lima tahun.
“Tergantung nanti hasil pengawasan, apakah ada unsur-unsur pidana keimigrasian atau tidak,” imbuhnya.
Yurod menyebutkan, penyidikan keimigrasian para WNA membutuhkan waktu. Apalagi, sebagian besar penjaja cinta itu tidak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris. Misal WNA asal Tiongkok yang hanya bisa berbahasa Mandarin. Kondisi tersebut menjadi kendala penyidik untuk mengungkap siapa penyalur atau oknum yang terlibat dalam jaringan PSK impor.
“Untuk koordinator sedang kami dalami, nanti akan diketahui (setelah penyidikan),” janjinya.
Seluruh WNA yang tertangkap untuk sementara waktu diamankan di Rumah Detensi Imigrasi Jakarta.
Disinggug soal maraknya pekerja asing yang diduga melanggar aturan Imigrasi di sejumlah daerah, Yurod meminta masyarakat melapor. Menurutnya, pihak Imigrasi akan terus melakukan operasi pengawasan dan penindakan bila mendapat informasi tentang adanya WNA yang melanggar keimigrasian. Baik itu menyalahgunakan izin tinggal atau pekerja asing yang tidak sesuai dengan ketentuan.
“Kami sangat mengharapkan itu (laporan masyarakat),” terangnya. (idr/tyo/jpgrup)