Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13860

BP Batam akan Bangun Jalan Menyusur Garis Pantai

0
ilustrasi

batampos.co.id – Yuhu… Batam segera punya jalan menyusur garis pantai.

Badan Pengusahaan (BP) Batam akan membangun jalan pantai sepanjang 60 kilometer (km) itu. Jalan ini yang akan digunakan sebagai infrastrukrur pendukung kawasan industri di Batam.

“Jalan yang akan dibangun tersebut meniru konsep jalanan pinggir pantai di Bali,” kata Deputi II BP Batam Bidang Perencanaan dan Pembangunan BP Batam, Junino Jahja, Jumat (20/1) lalu.

Jalan pantai ini merupakan proyek kerjasama antara BP Batam dan pemerintah pusat. Dengan panjang mencapai 60 km, jalanan ini akan membentang dari kawsan industri terpadu Tanjungpinggir menuju wilayah Nagoya.

“Untuk tahap awal, sesuai dengan anggaran akan dibangun sebanyak 33 km dulu,” imbuh Junino.

Proyek pembangunan jalan pantai ini akan dimulai pada tahun ini. Sisanya akan dilanjutkan kemudian sambil menunggu anggaran turun. Jalan pantai ini memang dibutuhkan untuk membantu pengembangan industri di Batam.

Titik awal dimulai dari Tanjungpinggir, dimana kawasan tersebut akan dikembangkan BP Batam menjadi kawasan terpadu untuk pariwisata, industri, dan MICE.

“Untuk tahapan pembangunan kawasan tersebut sedang dalam proses tender, termasuk Detail Engineering Design (DED)-nya,” tambahnya lagi.

Saat ini ada sejumlah investor yang berminat untuk membangun kawasan terpadu di Tanjungpinggir. Jika dikembangkan sebagai kawasan terpadu, maka kawasan di Batam akan semakin merata pembangunan investasinya.

Dimana dalam kawasan terpadu dan kawasan industri, saat ini di kawasan Mukakuning Sei Beduk, Tanjung Uncang Sagulung, kawasan industri eloktronik di Batam Kota, kawasan MICE di Nagoya dan Jodoh, Lubuk Baja, Parawisat di Nongsa dan industri di Kabil, Nongsa. (leo)

Bersolek Jelang Imlek

0
Petugas Vihara Samudra Dharma, Tiban Mentarau, Sekupang memasang lampiom untuk menyambut Imlek. (dalil harahap / batampos)

batampos.co.id – Perayaan Imlek 2568 sepekan lagi. Vihara Samudra Dharma, Tiban Mentarau, Sekupang, Kota Batam mempercantik diri.

Sabtu (21/1), terlihat hiasan lampion terpasang dengan indah menghiasi seluruh area vihara. Tidak hanya itu, berbagai lilin juga sudah terpasang. Umumnya hiasan yang terpasang didominasi warna merah dan kuning emas di halaman vihara.

Wakil Ketua Yayasan Samudra Demharma, Ameng mengatakan vihara, telah memasang lampion-lampion itu sejak seminggu lalu. Pihaknya telah disibukkan dengan berbagai persiapan perayaan Tahun Baru Tionghoa tersebut.

Vihara juga menyiapkan berbagai perlengkapan sembahyang untuk umat yang berkunjung. Dia menambahkan pada hari pertama, vihara menyiapkan kurang lebih seribu angpao untuk anak-anak.

“Bagi-bagi angpao memang sudah menjadi tradisi setiap perayaan Imlek,” kata Ameng.

Disebutkan, hal yang tidak kalah spesial pada Imlek tahun ini yakni, pada hari kelima perayaan Imlek atau tanggal 1 Februari 2017, pihaknya menggelar sembahyang untuk keberuntungan dan memperlancar usaha dan mendatangkan ‘suhu’ dari Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Sembahyang ini memiliki makna, diberikan kelancaran bagi kehidupan dan usaha. Jika tahun lalu ada usaha atau binis yang tidak lancar, bisa datang untuk sembahyang hari kelima tersebut,” katanya. (cr17/iil/JPG)

Kapolri Bergelar Datok Perdana Satria Wangsa

0
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan sambutan usai dikukuhkan menjadi Datok Perdana Satria Wangsa di Balai Adat Pulau Penyengat. foto: Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendapatkan gelar Dato Perdana Satria Wangsa oleh Himpunan Agung Zuriat kerabat Kerajaan Riau-Lingga di Balai Adat Indra Perkasa, Pulau Penyengat, Sabtu (21/1).

Pemberian gelar kehormatan itu berlangsung dalam penganugerahan darjah kebesaran kerajaan Riau-Lingga.

Para tetua adat dari Kerajaan Riau-Lingga sangat berbangga dengan keberhasilan putra rumpun melayu seperti Jenderal Tito Karnavian dalam berkarier di dunia kepolisian mampu mencapai jabatan tertinggi di profesinya, yakni Kapolri.

Atas pemberian gelar Dato Perdana Satria Wangsa ini, Tito mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Melayu di Kepri.

Menurutnya, anugrah tersebut sangat berarti, dan akan menjadi motivasi semangat untuk kedepannya dalam menjaga keamanan dan kesatuan negara Republik Indonesia.

“Dengan diberikannya kehormatan gelar perdana datok ini. Saya menganggap gelar ini bukan hanya untuk pribadi saja, melainkan juga untuk Polri, agar lebih bersemangat, dan  memotivasi, serta memperkuat moral dan moril dalam rangka mempertahankan NKRI,” jelas Tito.

Tito menuturkan, Pulau Penyengat merupakan pusat Kerajaan Riau dan Lingga. Meskipun dulunya hanya teritorialnya daerah Riau dan semenanjung Melayu antara Malaysia serta Singapura. Namun pulau Penyengat memiliki rumpun Melayu yang kian berkembang. Buktinya Bahasa Indonesia yang digunakan masyarakat di seluruh negara ini berasaldari bahasa Melayu.

“Kita lihat sumpah pemuda 28 oktober 1948 yang dipilih sebagai bahasa pemersatu adalah bahasa Indonesia yang induknya berasal dari Melayu. Dan ini menunjukkan bahwa kerajaan Melayu Lingga ini memiliki pengaruh yang sangat besar di Indonesia,” terangnya.

Untuk diketahui, Tito merupakan putra terbaik yang dimiliki masyarakat Melayu yang berasal dari Tangga Buntung, Palembang, Sumsel. Dikatakannya, pihaknya akan terus berupaya dalam menjalankan tugas demi menegakan hukum, khusunya di daerah Kepri.

“Mudah-mudahan perkembangan pembangunan ekonomi di Kepri bisa segera cepat terlaksana, dan Kepri ini bisa menjadi salah satu daerah yang menjadi sentral pusat ekonomi di Indonesia. Serta kesejahteraan untuk seluruh masyarakatnya bisa segera terwujud,” harapannya.

Prosesi pemberian gelar adat itu disertai dengan serangkaian acara. Mulai dari aksi pencak silat, tari penyambutan sekapur sirih, hingga memasuki prosesi acara penobatan (penabalan) dengan penyematan kelengkapan adat istiadat Melayu diantaranya, pemasangan tanjak, salempang, medali dan pin, keris, serta penyerahan sijil. (cr/20/iil/JPG)

Bonus TV LED 50 Inchi untuk Pembelian Tahap 2 Pollux Habibie

0

batampos.co.id – PT Bersama Gemilang Properti yang memasarkan Meisterstadt Pollux Habibie Internasional menawarkan promo khusus untuk menyambut tahun baru Imlek. Setiap pembelian satu unit apartemen akan mendapatkan TV LED 50 inchi.

Leader Marketing PT Bersama Gemilang Properti, Donny mengatakan promo ini hanya berlaku bagi 30 unit pertama. Khususnya apartemen tahap 2.

“Sekarang tahap 1 sudah soldout dan tinggal tahap ke 2. Bagi 30 orang pembeli pertama tahap 2 langsung kita berikan TV LED 50 inchi,” ujar Donny di Nagoya, Jumat (20/1).

Dia menjelaskan harga apartamen tahap 2 ini ada 700 unit dan dimulai dari Rp 351.888.000 tipe studio, Rp 586.000.000 untuk tipe one bed room, serta Rp 709.000.000 untuk tipe two bed room.

“Kita juga berikan promo cash bertahap sebanyak 48 kali dan sudah bisa KPA (Kredit Pemilikan Apartemen),” katanya.

Apartemen Meisterstadt Pollux Habibie Internasional dibangun di lokasi strategis dengan luas lahan 8,6 hektare atau tepatnya di Simpang Kara.

Nantinya, di atas lahan akan berdiri 8 unit tower yang diperuntukkan untuk apartemen, rumah toko, dan dipadukan dengan shoping center berskala intenasional dan fasilitas berupa kolam berenangm joging track, food court.

“Pada lantasi dasar apartemen ada shoping center, lantai dua sampai 5 area parkir, lantai 6 fasilitas, dan lantai 7 sampai seterusnya tempat hunian,” tuturnya.

Menurut dia, apartemen ini dibangun di lokasi strategis. Berada dipusat kota, dekat dengan kawasan pendidikan serta dekat dengan akses pelabuhan dan bandara.

“Untuk lokasi sangat strategis. Bisa berjalan kaki ke pelabuhan dan hanya sepuluh menit ke bandara,” kata Donny. (opi)

UMS Sektor Migas Rp 3,1 Juta

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Penanaman Modal PTSP, Transmigrasi dan Tenaga Kerja (PMPTT) Kabupaten Kepulauan Anambas Yunizar, mengatakan Upah Minimum Sektoral (UMS) sektor migas pada 2017 sebesar Rp 3.100.000, naik 5,08 persen atau sebesar Rp 150.000 dari tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 2,950.000,00-.

Hasil ini diketahui setelah rapat yang dilaksanakan antara Perusahaan yang diwakili Medco Energi, Star Energy, dan Primer Oil dan dari serikat pekerja yang diwakili SPSI dan SBSI beberapa waktu lalu.

“Dari hasil rapat itulah hasilnya, kita dari pihak pemerintah hanya moderator saja,” ungkap Yunizar Jumat (20/1)

Yunizar, menjelaskan kenaikan upah itu lazimnya terjadi setiap tahun. Dari kenaikan-kenaikan tahun ini lah yang lebih tinggi dibanding kenaikan-kenaikan sebelumnya yang hanya sekitar 4 persen saja. “Artinya kenaikan ini lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional yang hanya mencapai 3 persen,” jelasnya.

Diakuinya, sebenarnya pihak perusahaan merasa berat dengan kenaikan ini. Pihak perusahaan yang paling merasa keberatan adalah Star Energy. Karena kondisi keuangan perusahaan itu masih belum memungkinkan. “Mereka beralasan jika saat ini produksi sedang menurun, sedangkan biaya terus meningkat,” ungkap yunizar.

Hal ini yang menyebabkan Star Energy melakukan pengurangan karyawan. Bahkan menurut Yunizar dari pertengahan 2016 sampai dengan Maret 2017 mendatang Star Energy akan melakukan pengurangan sebanyak 91 orang pegawai permanen serta 22 orang karyawan sub kontraktor yang tidak diperpanjang kontraknya yang telah berakhir pada 31 Desember silam.

“Semua karyawan Permanen orang luar, namun 22 orang ini merupakan tenaga kerja lokal dan ini sudah dilaporkan kepadanya,” tukasnya.

Untuk itu kata Yunizar, saat ini Star Energy sedang melakukan Preview (Pra Tinjau) organisasi dan kebutuhan tenaga kerja, dimana tenaga kerja akan disesuaikan berapa volume perkerjaan dan kebutuhan tenaga kerjanya. “Akibat pengurangan itu tenaga ahli yang dimiliki saat ini melakukan perkerjaan rangkap demi mengejar efesiensi,” sampainya.

Namun Star Energy berjanji akan kembali mempergunakan tenaga lokal dengan kembali melaksanakan perekrutan dan melakukan kontrak baru. Perkiraannya perekruitan dilaksanakan bulan Maret mendatang tapi sebelum perekrutan itu mesti persetujuan dari SKK Migas. “Jumlahnya belum diketahui, tapi yang diutanakan itu tenaga skill saja, itu janji mereka,” tutupnya. (sya)

Dana Pelayanan Kesehatan RSUD Tanjunguban Menyusut

0

batampos.co.id – RSUD Tanjunguban sangat keberatan jika dana operasional kesehatan yang akan dialokasikan melalui APBD Murni Pemprov Kepri hanya tersisa Rp 28 juta. Sebab dengan dana sisa sebesar itu tak akan mampu menjalankan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat.

“Pastinya pelayanan kesehatan tak akan maksimal dengan uang segitu. Kita harapkan Pemprov Kepri mau menambahkannya lagi agar semuanya bisa berjalan lancar,” ujar Kabag Tata Usaha (TU) RSUD Tanjunguban, Indra Sukma ketika dikonfirmasi, Jumat (20/1).

Dikatakannya, Pemprov Kepri berencana mengalokasikan dana kesehatan melalui APBD Murni 2017 yang akan disahkan bulan ini sebesar Rp 53 miliar. Besaran dana yang dialokasikan tersebut tidak sesuai dengan angka kebutuhan yang telah diusulkan RSUD Tanjunguban sebesar Rp 65 miliar atau menyusut sebesar Rp 12 miliar.

Jika besaran alokasi dana tetap diputuskan sebesar Rp53 miliar, kata dia, maka sisanya hanya Rp 28 juta untuk operasional kesehatan. Sebab alokasi itu akan dipotong lagi untuk membayar segala keperluan lainnya. Dengan sisa dana itu diyakininya akan berdampak besar terhadap operasional di RSUD Tanjunguban.

“Kita sudah banyak membatalkan kegiatan untuk menghemat anggaran. Tetapi jika sisanya hanya segitu, bagaimana bisa kita bayar listrik, air, telpon, makan dan minum pasien serta lainnya selama setahun. Bisa-bisa kita harus paksa menuranginya, ya otomatislah pelayanan akan terganggu,” bebernya.

Hal senada dikatakan Bagian Program TU RSUD Tanjunguban, Budianto apabila alokasi dana untuk RSUD Tanjunguban tidak ada penambahan maka pelayanan kesehatan di rumah sakit ini akan miring.

“Kami sudah ngadap Komisi IV DPRD Kepri. Mereka berjanji akan mencari sumber penambahan dana. Semoga saja dapat ditambahkan pagu dana untuk RSUD Tanjunguban,” katanya.

Dana yang dialokasikan APBD Kepri 2017 untuk operasional kesehatan RSUD Tanjunguban tidak sesuai dengan besaran yang diusulkan. Bahkan menyusut Rp 12 miliar sehingga bisa berdampak pada pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun penentapan angka alokasi dana itu belum fiks 100 persen karena ada perencanaan penambahan dana dari sumber lainnya.

Tetapi jika alokasi dana itu tak berubah, Kata dia, maka dengan terpaksa RSUD Tanjunguban memangkas dana untuk pengadaan obat-obatan yang dipagukan sebesar Rp 4 miliar. Itu terpaksa dilakukan agar proses pemberian pelayanan kesehatan tetap berjalan lancar walaupun tidak maksimal.

“Dana alokasi sebesar itu sudah tak ada lagi pengadaan dan kegiatan. Tapi kalau tak ditambah kita harus potong biaya beli obat untuk mendukung pelayanan kesehatan,” ungkapnya. (ary)

Buah Impor Banjiri Pasar Karimun

0
Ibrahim Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun. Foto : Tri/batampos.

batampos.co.id– Buah impor membanjiri pasaran Karimun. Masuknya buah-buhan impor ke Bumi Berazam diakui Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun Ibrahim.

Ironisnya, Ibrahim mengaku belum bisa memastikan dari mana pasokan buah impor tersebut. Artinya, apakah memang didatangkan langsung dari negara asal atau dibawa dari luar daerah ke Karimun.

“Saya belum sempat cek langsung. Tapi, untuk konsumsi buah-buahan impor tidak sampai berton-ton sehari. Artinya, apakah buah-buah didatangkan langsung dari luar negeri atau buah-buahan tersebut impor tapi didatangkan dari Batam. Kan, bisa jadi hal tersebut,” jelas Ibrahim, belum lama ini.

Lanjutnya, untuk mendapatkan buah-buah impor tersebut. Harus mempunyai sertifikat dari negara asal, Sertifikat Kesehatan Tumbuhan (Phytosanitary Certificate) adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh pejabat berwenang dari negara asal atau negara transit yang menyatakan Buah Segar atau Sayuran Buah Segar bebas dari OPTK dan memenuhi persyaratan karantina tumbuhan yang ditetapkan. Sehingga bisa didatangkan ke Karimun. Kemudian, buah-buah impor yang datang dari Batam harus ada pembayaran kepabean yang wajib dibayar oleh di pengimpor.

Dan berbagai persyaratan harus terpenuhi terdahulu, baru dilakukan impor buah-buahan ke Karimun. “Ke depan, saya akan menyurati teman-teman seperti kepolisian maupun bea cukai untuk membentuk tim. Sebagai pengawasan, barang-barang impor yang masuk ke Karimun terutama buah-buahan dan hewani,” ungkapnya.

Sedangkan, pelabuhan dan bandara resmi tempat pemasukan buah segar dan sayuran segar dari luar negeri yang masuk ke Indonesia ada empat wilayah, yaitu pelabuhan Tanjungperak Surabaya, pelabuhan Belawan Medan, Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan pelabuhan Soekarno Hatta Makasar. Yang tertuang dalam bab III, pasal 14 ayat satu di dalam Peraturan Menteri Pertanian nomor 42/permentan/OT.140/6/2012 tentang tindakan karantina tumbuhan untuk pemasukan buah segar dan sayuran segar buah segar ke dalam wilayan negara Republik Indonesia.

“Jadi selain itu tidak diperbolehkan masuk barang impor dalam bentuk buah dan sayuran. Namun untuk diwilayah Batam diperbolehkan karena daerah FTZ,” jelasnya.
Pantauan di lapangan, menjelang imlek buah-buahan impor membanjiri Karimun. Terutama buah jenis jeruk, ciri khas imlek yang banyak di buru warga tionghoa untuk dinikmati saat imlek nanti. (tri)

Tol Laut Berlayar Lagi ke Natuna

0

batampos.co.id – Kapal Tol Laut dipastikan akan kembali berlayar melayani rute ke Natuna dari Periok akhir bulan Januari ini.

Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Disperindag dan UKM Pemkab Natuna Wan Andriko mengatakan, Pemerintah Daerah sudah menerima informasi resmi dari Pelni. Kapal Tol Laut akan tiba di Pelabuhan Selat Lampa pada 24 Januari ini.

“Tanggal 21 Januari ini Kapal Tol Laut sudah bergerak dari Periok. Jadi tanggal 24 Januari tiba di Pelabuhan Selat Lampa,” kata Andriko, Jumat (20/1).

Informasi yang diterima kata Andriko, kapal Tol Laut akan melayani rute ke Natuna setiap 11 hari sekali dalam sebulan. Namu rute kali ini sepertinya tidak singgah di Anambas.

“Jadi rutenya dari Periok langsung ke Natuna. Tak singgah lagi di Anambas,” jelas Andriko.

Pelayaran perdana tahun ini kata Andriko, kapal Tol Laut membawa muatan 4 ton beras dan 30 ton bahan kebutuhan pokok milik PT MTI.

Diharapkan Pemerintah Daerah kata Andriko, kapal Tol Laut menjadi alat jasa angkutan barang yang sangat bermanfaat, untuk menekan disparitas harga di Natuna.

Apalagi saat ini Pemerintah Daerah sudah menerima informasi pasti terkait keberangkatan kapal Tol Laut ke Natuna dengan rute Tanjung Periok. Dan menjadi informasi kepada masyarakat pelaku usaha.

Menurutnya, untuk jadwal perdana ini akan sedikit masyarakat yang akan menggunakan jasa Tol Laut. Karena masyarakat membutuhkan jadwal pasti, sementara Kapal Tol Laut sempat istirahat sebelumnya karena urusan kelengkapan administrasi.

“Dampak tidak berlayarnya kapal Tol Laut kemarin, belum terlihat. Karena terakhir bulan Desember masih berlayar. Jadi stok barang maupun kebutuhan pokok masih tersedia,” ujar Andriko.(arn)

Sambut Imlek, Warga Lintas Agama Cat Gapura

0

batampos.co.id – DPD Laskas Melayu Bersatu (LMB) Karimun, menggelar gotong royong dengan melakukan pengecatan gapura di Pasar Naga Mas, Jumat (20/1) kemarin. Warga ikut menyambut sekaligus memeriahkan Imlek yang tinggal sepekan lagi.

Pengecatan tetap memberikan warna khas Melayu yaitu kuning, dan hijau. Warna kuning melambangkan ketinggian, dan hijau melambangkan kedamaian.
“Kebersamaan itu indah. Jadi ketika mereka merayakan hari kebesaran, kita berikan sesuatu yang berkesan kepadanya. Salah satunya mengecatan gapura di sini (Pasar Naga Mas, red),” kata Ketua DPD LMB Karimun Datuk Panglima Muda Ahmadi didampingi Ketua DPW LMB Kepri Datok Panglima Azman Zainal di sela kegiatan.

Kegiatan ini, terus dilakukan dan berlaku bagi semua umat beragama. Tujuannya tidak lain untuk mempererat antar umat beragama, sehingga dapat terjaga kerukuman beragama di kabupaten Karimun.  “Ini bentuk kebinekaragaman kita. Bakti sosial (baksos) LMB Karimun, tidak hanya warga melayu saja namun semua elemen masyarakat tidak memandang suku, agama, ras yang penting warga negara Indonesia,” ungkapnya.

Sementara Camat Meral Irwan Dinovri memberikan apresiasi terhadap salah satu organisasi masyarakat (ormas), yang melakukan baksos menyambut Imlek. Momentum tersebut, sangat penting untuk menjaga keutuhan beragama dan menjalin tali silaturahmi antar umat beragama. “Terimakasih atas inisiatif pengecatan gapura diwilayah saya,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, anggota DPD LMB Karimun sejak pagi melakukan pengecatan gapura pasar Naga Mas samping kanan dan kiri. Kemudian, dilanjutkan pengecatan Musala Radatul Jannah yang tidak jauh dari rumah pribadi Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim. Kegiatan baksos yang dilakukan oleh DPD LMB Karimun, selain melakukan pengecetan fasilitas umum (fasum) juga melakukan gotong royong (goro) di empat kecamatan secara bergantian. “Kita komitmen dukung kepala daerah untuk menciptakan Karimun bersih,” timpal Azman Zainal. (tri)

Damri Layani Trayek Lingga Timur

0

 

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Yusrizal, memastikan dua unit bus Damri akan tiba pekan depan di Kabupaten Lingga untuk melayani masyarakat Tanah Bunda Melayu. Dua bus tersebut nantinya akan menempuh trayek seputar wilayah Lingga Timur menuju ibukota Lingga, mencakup Desa Teluk, Belungkur, Sungai Pinang, Centeng, Keton, Pekaka, Limbung, Kerandin dan sekitarnya.

“Untuk awal ini Damri akan operasi di Lingga, tapi tidak menutup kemungkinan kalau diperlukan juga akan beroperasi di Pulau Singkep,” ujar Yusrizal ketika dimintai keterangan, Jumat (20/1) siang.

Terlebih, sambung Yusrizal, kapal penyeberangan Roro Dabo – Tanjungbuton telah berjalan maksimal sehingga Damri sewaktu-waktu dapat dipindahkan ke Pulau Singkep.

Namun sebelum Damri beroperasi di Pulau Singkep, lebih lanjut Yusrizal akan membenahi transportasi umum darat yang ada saat ini. Dia berencana akan mendata seluruh organisasi transportasi umum darat serta menggandeng mereka untuk mengikuti aturan yang ada, seperti merubah plat angkutan menjadi kuning.

Dua unit Damri yang akan beroperasi di Daik Lingga ini, menurut Yusrizal sangat membantu masyarakat dari segi tarif yang terbilang murah. Yusrizal memperkirakan kisaran ongkos yang dikenakan hanya sebesar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu saja.

“Untuk penumpang yang berusia sekolah tentunya lebih murah. Bisa saja 50 persen di bawah ongkos penumpang umum,” terang Yusrizal.

Selain itu, Yusrizal juga mengatakan keberadaan Damri ini juga sebagai solusi mengatasi masalah transportasi darat yang tergolong masih minim saat ini, khususnya di kawasan Pulau Daik sebagai mana rute yang akan dilalui bus Damri tersebut.

Bantuan dua unit Damri ini akan tetap dikelola oleh Perusahaan Umum Badan Usaha Milik Negara. Untuk itu, mereka juga telah melakukan suvei trayek dan lokasi sebagai data pendukung serta jawaban untuk permohonan yang diajukan Dishub Kabupaten Lingga. (wsa)