Jumat, 27 Februari 2026
Beranda blog Halaman 13877

Siap-Siap, Pelanggan PSK Online di Batam Dicari Polisi

0
Mucikari dan pelaku PSK online yang ditangkap Polisi dibilangan Nagoya diperiksa Polisi di ruangan Jatanras POlresta Barelang, Senin (25/4). F Dalil Harahap/Batam Pos
Mucikari dan pelaku PSK online yang ditangkap Polisi dibilangan Nagoya diperiksa Polisi di ruangan Jatanras POlresta Barelang, Senin (25/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Satreskrim Polresta Barelang mengungkap yang berhasil membongkar jaringan prostitusi online di Ruko Windsor Square, Lubukbaja, Senin (25/4) dini hari, tak hanya mengamankan 10 wanita pekerja seks komersial (PSK) yang dipekerjakan di ruko yang berkedok panti pijat bernama Ratu Massage itu.

Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Online di Batam

Polisi juga tengah memburu para pelanggan wanita yang dijajakan secara online itu. Bahkan, polisi sudah berhasil mendapatkan rekap nama-nama pria hidung belang yang menjadi pelanggan di rumah bordil tersebut.

“Kami akan menelusuri seluruh pria hidung belang tersebut,” kata
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Senin (25/4/2016) petang.

Selain buku tamu, polisi juga mengamankan 10 PSK serta tiga orang yang terdiri dari Anam Sadewo (tersangka mucikari), Didin (staf operator), dan Gunawan (kasir).

Meski menempati sebuah ruko, bisnis prostitusi terselubung ini dijalankan melalui dunia maya. Melalui websitenya, Ratu Massage menawarkan PSK yang bisa diajak kencan. Pemesanan atau booking PSK-nya melalui telepon yang tertera di dalam situs tersebut.

“Sekarang website-nya sudah kami blokir, supaya tak bisa diakses lagi,” kata Memo.

Memo mengatakan pengungkapan bisnis prostitusi online itu berdasarkan penelusuran Cyber Patrol Unit Buser. Dari penelusuran itu ditemukan website berisikan foto porno para PSK dan nomor ponsel mucikari.

“Ada nomor ponsel yang bisa dihubungi. Kita langsung melakukan pengungkapan dan mendatangi lokasi,” ujar Memo.

Polisi juga meringkus tukang ojek yang selama ini kerap mengantar para PSK ke lokasi kencan yang ditentukan si mucikari.

Dari pengakuan para PSK, mereka bekerja dengan tarif beragam. Mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 800 ribu. Untuk kencan dengan pria hidung belang, para PSK ini mengaku sesuai arahan dari pihak mucikari yang menentukan waktu dan lokasinya.

“Kalau harga tergantung kesepakatan. Saya biasanya dua ratus lima puluh (ribu),” ujar salah seorang PSK di ruang Unit IV Satreskrim Polresta Barelang, Senin (25/4/2016).

Informasi yang didapatkan, website yang dikelola Ratu Massage ini sudah beroperasi sejak dua tahun belakangan.

Sementara itu, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika mengatakan pihaknya akan menelusuri jaringan prostitusi online tersebut. Termasuk menindak mucikari yang mempermudah bokingan.

“Kita sidik mucikarinya. Untuk pekerja bisa diproses sesuai laporan,” kata Helmy.

Dia menegaskan ketiga tersangka akan dikenakan pasal 284 KUHP serta UU UU No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. (opi/bp)

Singapura akan Bangun Data Center di Batam

0
Mennkominfo Rudiantara (tengah) saat memberi keterangan pada reporter di Batam.
Mennkominfo Rudiantara (tengah) saat memberi keterangan pada reporter di Batam.

batampos.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menemui sejumlah calon investor asal Singapura di Turi Beach Resort, Nongsa, Batam, Senin (25/4).

”Mereka tertarik membangun data center di Batam setelah melihat prospek cerah di Indonesia,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Indonesia, Rudiantara.

Menurut Rudiantara, selama ini investor asal Singapura melihat perkembangan E-Commerce di Indonesia cukup baik. Mereka juga melihat Batam sebagai basis yang tepat untuk membangun industri E-Commerce karena lokasi yang strategis dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

”Data Centre yang ada di Batam ini nanti akan diprioritaskan memberikan pelayanan bukan hanya di Batam dan Singapura saja, tapi juga seluruh Indonesia,” kata Rudi lagi.

Motivasi lain yang membuat investor asal Singapura tergiur menanamkan modalnya di Batam adalah setelah melihat kesuksesan Studio Kinema di Nongsa.

”Kinema dengan bisnis animasinya sangat bagus dan memperlihatkan kualitas SDM yang juga sama bagusnya,” tambahnya.

Namun, investor IT dari Singapura ini juga ingin tahu bagaimana kepastian hukum dan regulasi di Batam, apalagi dalam waktu dekat akan memasuki era Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

”Mereka minta kepastian dan aturan, apalagi ketika berubah menjadi KEK nanti,” imbuhnya.

Rudi yakin pada era KEK nanti, insentif khusus akan bertambah dan regulasi akan semakin jelas untuk membuat investor nyaman.

”Ini bertujuan untuk menjadikan Batam menjadi kompetitif, kalau tidak, kita bisa kalah dari negara lain,” tegasnya.

Pertemuan itu juga dihadiri Wali Kota Batam Rudi dan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodipoetro. Hatanto mengatakan, di Batam investor akan nyaman karena berbagai kemudahan yang diberikan oleh otoritas setempat.

”Kalau bisa nyaman, tentu mereka akan undang teman-teman lainnya untuk ke Batam,” katanya.

Dalam pandangan Hatanto, industri IT memiliki prospek bagus, karena lebih sederhana dalam proses produksinya dibanding industri manufaktur.

”Industri IT dikerjakan dari luar Batam juga bisa, tak seperti manufaktur yang bisa dikerjakan di tempat,” katanya lagi.

Ia juga menjanjikan akan memberikan opsi terbuka bagi tenaga kerja di bidang IT yang rata-rata merupakan programmer.

”Kita akan lihat nanti, apakah mengambil dari SDM Batam atau rekrut dari tempat lain. Jika rekrutan harus mentransferkan ilmunya kepada Batam,” jelasnya.

Hatanto juga menambahkan keyakinannya di era KEK nanti, masing-masing industri akan memiliki insentif dan kemudahan yang berbeda.

”Industri yang berbeda, maka butuh insentif yang berbeda,” tutupnya. (ian/leo)

Sopir Bus Trans Batam Dianiaya, Dewan Minta Polisi Jangan Lepas Tangan

0
Penumpang menaiki bus Trans Batam di halte Tiban III, Sekupang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Penumpang menaiki bus Trans Batam di halte Tiban III, Sekupang.Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tidak adanya tindakan tegas dari kepolisian terhadap pelaku intimidasi, penganiayaan hingga penyanderaan sopir bus trans Batam, membuat aksi tersebut masih terus berlangsung. Sopir-sopir bus Trans Batam ketakutan karena keamanan mereka tak dijamin.

Baca Juga: Wali Kota Batam: Dua Kali Anak Buah Saya Digebukin Tak Ada Tindakan dari Polisi

Melihat kenyataan itu, anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba mengatakan, kepentingan publik harus dikawal semua pihak, terutama aparat keamanan dari tindakan anarkis, ancaman, serta perbuatan melawan hukum.

”Bila terjadi ancaman dan penganiayaan, aparat harus hadir. Wajib hukumnya. Tapi kalau aparatnya (polisi) ngak mau, repot jadinya,” kata politikus Gerindra ini, seperti dikutip dari Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa (26/4/2016).

Rindo menuturkan, kehadiran Trans Batam merupakan upaya Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk memperbaiki buruknya transportasi massal. Sebab, saat ini masyarakat sangat membutuhkan transportasi massal yang aman, nyaman, dan murah.

”Hadirnya Trans Batam telah memberikan pilihan bagi masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah,” ungkapnya.

Menurutnya, bila ancaman terus menghadang, khawatir operasional Trans Batam terganggu, maka masyarakat yang dirugikan. ”Kita berharap pemerintah tak takut ancaman segelintir orang,” tegasnya.

Ke depan, lanjut Rindo, pemerintah melengkapi fasilitas keamanan dalam bus Trans Batam. Misalnya, setiap halte dan armada dipasang CCTV.

”Seperti di negara-negara maju, angkutan massalnya dilengkapi kamera pengintai,” ungkapnya.(leo/hgt/ska/eja/opi/ray/jpnn)

Wali Kota Batam: Dua Kali Anak Buah Saya Digebukin Tak Ada Tindakan dari Polisi

0
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Penganiayaan, penyanderan, serta intimidasi dialami oleh sopir-sopir bus Trans Batam oleh oknum-oknum sopir angkutan kota yang tak terima bus tersebut beroperasi di wilayah mereka sering mengambil penumpang. Namun, tak satupun kasus diproses hukum oleh kepolisian di Batam.

”Saya akan segera bertemu dengan Kapolres. Semua harus dikawal, karena bus Trans Batam itu merupakan amanah dari Presiden Jokowi (Joko Widodo),” ujar Wali Kota Batam, Rudi, Senin (25/4/2016).

Rudi mengatakan, jika langkah pengamanan itu tidak segera ditindaklanjuti oleh polisi setelah pertemuan nanti, maka keberadaan Trans Batam bisa terancam.

”Kami hanya minta dijaga, nanti tak ada yang mau jadi sopir Trans Batam lagi. Masa dua kali anak buah saya digebukin, belum ada tindakan,” katanya.

Baca Juga: Sopir Bus Trans Batam Dianiaya, Dewan Minta Polisi Jangan Lepas Tangan

Wali Kota juga mengungkapkan telah mengembalikan jadwal Trans Batam seperti semula karena kebutuhan transportasi yang nyaman dan tepat waktu memang menjadi idaman warga Batam.

Sebelumnya, Trans Batam berangkat mulai pukul 06.00 WIB sampai 18.00 WIB. Namun karena demo para sopir angkutan umum swasta dan menghindari bentrokan, maka jadwalnya dimajukan ke pukul 08.00 WIB.

Situasi tersebut banyak dikeluhkan karena titik puncak kegiatan masyarakat Batam ada pada pukul 07.00 WIB pagi dan 18.00 WIB sore.

”Trans Batam itu berjalan berkat subsidi pemerintah, tetap harus dijalankan supaya warga Batam merasa nyaman. Intinya pengamanan yang diminta Pemko kepada polisi adalah pengamanan di jam-jam puncak karena banyak warga yang mau bekerja dan sekolah,” ungkapnya.(leo/hgt/ska/eja/opi/ray/jpnn)

Baca Juga: Sopir Bus Trans Batam Disandera, Ini Kata Kapolres

Terdakwa Sangkal Milik Sabu

0

batampos.co.id – Anggota Polda Kepri, Briptu Roli menjadi terdakwa pengedar dan kepemilikan paketan sabu di Pengadilan Negeri Batam. Endang yang diduga kekasih Roli juga menjadi terdakwa kasus yang sama.

Kemarin, keduanya saling bersaksi atas tuduhan yang menjerat mereka. Keduanya didakwa dengan pasal 112 UU narkotika tentang narkotika. Namun dalam keterangan di depan majelis hakim, kedua terdakwa membantah paketan sabu itu milik mereka.

Roli misalnya, mengaku tak tahu menahu tentang sabu yang ada di dalam kamarnya. Menurutnya, pada 23 Agustus tahun lalu, ia dijemput anggota Propam Polda Kepri saat sedang pelatihan. Ia langsung dibawa ke rumah. Dan di dalam rumah, ia diberi surat perintah pengeledahan rumah.

“Mereka langsung mengeledah rumah saya. Dari dalam kamar saya, polisi menemukan paketan sabu dan menunjukannya kepada saya. Dan saya langsung membantah barang itu milik saya,” dalih Roli kepada  majelis hakim yang dipimpin Wahyu Prasetio.

Dikatakannya, rumah itu baru dikontrakan Endang satu bulan sebelumnnya. Di sana ia tinggal seorang diri, namun kunci rumahnya diberikan kepada Endang.

“Saya beri kunci kepada Endang agar dia bisa bangunkan saya tiap pagi. Soalnya saya susah bangun pagi. Saya kenal dengan Endang sejak 2011 lalu, dan saya berteman dekat dengan dia. Tak ada urusan dengan narkoba,” jelas Roli.

Namun diketeranganya, Roli mengaku berstatus mantan terpidana narkoba. Ia pernah masuk penjara beberapa bulan karena terbukti mengkonsumsi sabu.

“Setelah keluar dari penjara saya tak pernah memakai lagi. Masuk penjara tahun 2014 lalu. Tapi sudah dua tahun saya tak makai,” sangkalnya lagi.

Keterangan Roli juga dibenarkan oleh Endang. Wanita berusia 41 tahun ini juga mengaku tak tahu kenapa ia ditangkap. Namun, sebelum ditangkap polisi menemukan paketan sabu di dalam mobil Corolla miliknya.

“Sabu itu ditemukan di mobil saya. Saya tak tahu itu punya siapa, soalnya mobil itu sering saya rentalkan. Lagian saya tak terlalu perhatian dengan mobil itu karena jelek,” ujarnya kepada majelis hakim.

Menurut dia, hubungannya dengan Roli hanya sebatas adik dan kakak angkat. Namun, ia kerap membangunkan Roli pagi hari karena anggota polisi itu sering terlambat apel.

“Saya memang sering ke rumah dia, cuma untuk membangunkannya saja. Kadang kalau capek pulang kerja, saya ke rumah dia. Namun tentang sabu di mobil dan kamar Roli saya tak tahu,” jelas Endang lagi.

Majelis hakim yang mendengar keterangan terdakwa pun menilai jika keduanya tak kooperatif. Keduanya banyak menjawab tak tahu dan berbelit-belit.

“Keterangan kalian aneh, paketan ini lengkap dengan timbangan dan plastik. Tak mungkin orang mau mengerjakan kalian dengan barang selengkap ini. Seharusnya kalian jujur, karena ini cuma untuk meyakinkan kami. Sebab keterangan dari saksi kami sudah punya,” tegas Wahyu.

Diketahui, penangkapan Roli berawal dari tertangkapnya Endang pada 23 Agustus 2015 lalu. Dari tangan janda Polri ini, polisi menemukan 15 gram sabu di dalam mobil Toyota Corolla. Usai pengembangan, polisi menjemput Roli di Polda dan menggeledah rumah terdakwa.

Dalam penggeledahan, Polisi berhasil menemukan 174 gram sabu. (she)

Ngaku Penghasilan Kurang, Tukang Ojek Otaki Pencurian

0

batampos.co.id – TF, 23, dan SM, 26 tak berkutik saat timah panas Buser Polsek Batamkota menembus betis mereka. Keduanya merupakan spesialis pembobol rumah dan ruko kosong di hampir semua daerah di Batam. Tak hanya itu, polisi juga menciduk My, 16, pengamen kawasan Nagoya karena termasuk dalam kawanan pencuri tersebut.

Wakil Polsek Batam Kota AKP Sopandi mengatakan penangkapan ketiga tersangka berawal dari laporan pemilik usaha otak-otak kawasan Batamcenter. Yang mana, tempat usaha itu sudah dibobol pada dini hari di bulan Maret. Hasil pengembangan di TKP, polisi mendapat petunjuk CcTV yang merekam wajah ketiga pelaku.

“Kami langsung melakukan pengembangan dan mendapati tersangka TF sedang berada di rumah. Dari TF kita kembangkan lagi dan mendapati tersangka SM, yang kemudian tersangka My,” ujar Sopandi, kemarin.

Dikatakan Sopandi, anggotanya juga terpaksa menembakan timah panas ke betis TF dan SM karena melarikan diri saat ditangkap. Sedangkan My yang masih dibawah umur, ditangkap tanpa adanya perlawanan.

“Dari pengembangan, ternyata mereka spesialis pembobol rumah dan ruko yang ditinggal pemilik. Mereka juga beraksi dihampir semua kawasan di Batam. Kami tembak karena mau melarikan diri,” terang Sopandi.

Menurut dia, tersangka TF yang berprofesi sebagai tukang ojek menjadi otak pelaku pencurian. Sebelum beraksi, pelaku memantau dan mengambar lokasi yang akan dibobol. Setelah memastikan aman, mereka baru beraksi.

“Mereka dijerat pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman tujuh tahun penjara,” jelas Sopandi.

Sementara itu, TF terlihat meringis kesakitan akibat luka tembak yang diderita di betid kanan. Kepada media, pria kelahiran Medan ini mengakui perbuataanya dan sebagai otak pelaku.

“Memang saya yang mengatur. Sebelum mencuri kami pantau dulu. Sudah aman, baru kami masuk ke rumah atau ruko. Dan baru kali ini ketahuan,” sebutnya.

Pria beranak dua ini juga mengaku tak punya penghasilan lain untuk menghidupi istri dan dua anaknya.

“Saya terpaksa, istri tak kerja, sementara anak saya ada dua, jadi tukang ojek saja tak cukup,” bebernya.

Keterangan yang hampir sama juga dikatakan SM. Pria beranak dua ini menyesal setelah ditangkap.

“Sekarang menyesal dan berjanji tak akan mencuri lagi,’ ujarnya sembari meringis menahan sakit. (she)

Habibie: Konsep Peraturan Undang-Undang untuk Batam Harus lebih Modern

0
Habibie (berpeci) berbincang dengan Hatanto (kiri).
Habibie (berpeci) berbincang dengan Hatanto (kiri).

batampos.co.id – Bapak pembangunan Batam, BJ Habibie berpesan, percepatan pembanguan Pulau Batam oleh BP Batam harus segera diwujudkan, diawali dari peraturan-peraturan dasar yang secara cepat harus diubah.

Habibie menambahkan peraturan yang sifatnya menghambat pembangunan Batam harus diubah.

Konsep peraturan Undang-Undang untuk Batam harus lebih modern, serta jadikan sumber daya manusia di Batam dengan produktifitas yang tinggi.

Pesan ini ia sampaikan kepada rombongan Jajaran Pimpinan BP Batam yang dipimpin oleh Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro saat berkunjung ke Kediaman B.J Habibie, di Jakarta, Jumat, (22/4/2016).

Habibie juga menyampaikan terima kasih pada Kepala BP Batam beserta jajaranya karena bersedia di tugaskan untuk melanjutakan pembangunan Batam.

“Lanjutkan Estafet Pembangunan Batam sehingga misi untuk pembangunan ini dapat terwujud, lanjutkan pembangunan Batam jangan hanya berjalan tapi pembanguan harus jauh melompat ke depan” ujar habibie.

Habibie menambahkan dirinya siap turut serta dalam pembangunan Batam.

“Jadikan saya sebagai bagian tim pembangunan Batam anytime tidak ada masalah untuk berdiskusi demi pembanguan Batam, jadikan Batam sebagai Economic Center atau pusat ekonomi nasional sebagai percontohan di Indonesia,” ujar Habibie bersemangat.

Pada pertemuan itu B.J Habibie mengungkapkan kembali tentang sejarah berdirinya Otorita Batam yang sekarang menjadi BP Batam.

Awal mula penugasan Habibie oleh Presiden Soeharto kala itu adalah untuk melanjutkan pengelolaan pembangunan pulau Batam sekaligus merubah Pulau Batam yang sebelumnya hanya sebagai basic logistic oleh Pertamina, di lanjutkan pada masa pengelolaanya oleh BJ Habibie yang sekaligus merubah fungsi Pulau Batam menjadi daerah Istimewa yang bisa di jadikan percontohan daerah daerah lain di Indonesia.

Salah satu contoh yang diungkapkan oleh Habibie adalah mengenai pembangunan 6 jembatan barelang yang menghubungkan beberapa pulau di Batam.

Seiring dengan perjalanan waktu Jemabatan Barelang dijadikan sebagai contoh pembanguan jembatan di wilayah lain, seperti Suramadu.

Kepala BP Batam, Hatanto, mengungkapkan kekagumannya kepada BJ Habibie dalam konsep melakukan pembangunan Batam. (rilis)

Deru Ombak Elang Laut

0

 

batampos.co.id - Tim Podsi (Peersatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) Kepri memacu perahunya saat mengikuti lomba Sea Eagle Boat Race yang digelar di Pulau Belakangpadang, Batam, Provinsi Kepri beberapa waktu lalu. Sea Eagle Boat Race, merupakan kegiatan olahraga tahunan di Belakangpadang yang kini menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan manca negara. Disparbud Kota Batam menjadikan kegiatan ini bagian dari kalender tahunan untuk mendongkrak kunjungan wistawan ke Batam. Tercatat lebih dari 10 ribu wisatawan mancanegara berkunjung ke Batam saat perhelatan akbar ini. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Tim Podsi (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) Kepri memacu perahunya saat mengikuti lomba Sea Eagle Boat Race yang digelar di Pulau Belakangpadang, Batam, Provinsi Kepri beberapa waktu lalu.
Sea Eagle Boat Race, merupakan kegiatan olahraga tahunan di Belakangpadang yang kini menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan manca negara.
Disparbud Kota Batam menjadikan kegiatan ini bagian dari kalender tahunan untuk mendongkrak kunjungan wistawan ke Batam.
Tercatat lebih dari 10 ribu wisatawan mancanegara berkunjung ke Batam saat perhelatan akbar ini. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

Pesona Air Terjun Resun Lingga

0
batampos.co.id - Air Terjun Resun Lingga, Kepri, tak hanya menjadi sumber air bagi Warga Daik, Lingga, tapi juga menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan manca negara. Mata air ini bersumber dari Gunung Sepincan. Air terjun bertingkat lima ini memiliki kolam-kolam besar membuat alirannya tak pernah berhenti meski musim kemarau. Air terjun ini bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor selama 20 menit dari Daik, ibukota Kabupaten Lingga. Pengunjung hanya dikenakan biaya tiket Rp2.500 per kepala untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Selain keindahan alamnya, pengunjung juga dapat menikmati salak yang dibudidayakan warga Desa Wisata Resun tersebut. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Air Terjun Resun Lingga, Kepri, tak hanya menjadi sumber air bagi Warga Daik, Lingga, tapi juga menjadi daya tarik wisatawan nusantara dan manca negara. Mata air ini bersumber dari Gunung Sepincan. Air terjun bertingkat lima ini memiliki kolam-kolam besar membuat alirannya tak pernah berhenti meski musim kemarau.
Air terjun ini bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor selama 20 menit dari Daik, ibukota Kabupaten Lingga. Pengunjung hanya dikenakan biaya tiket Rp2.500 per kepala untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Selain keindahan alamnya, pengunjung juga dapat menikmati salak yang dibudidayakan warga Desa Wisata Resun tersebut. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

Menyapa Lumba-lumba di Pulau Mencaras

0
batampos.co.id - Wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia melihat aksi Nikita dan Nairuz, dua lumba-lumba di penangkaran Pulau Mencaras, Galang, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (26/9/2015). Pulau Mencaras terletak di tenggara Pulau Batam yang bersebelahan dengan Pulau Air Raja, Kubong, dan Subang Mas, menjadi habitat yang cocok untuk penangkaran lumba-lumba. Sudah ratusan lumba-lumba liar dijinakkan dan diajari beragam atraksi oleh pihak PT. Piayu Samudra Loka (PSL) selaku pemilik penangkaran di pulau ini. Sejak para blogger membuat tulisan tentang penangkaran lumba-lumba ini, Pulau Mencaras jadi ramai dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia melihat aksi Nikita dan Nairuz, dua lumba-lumba di penangkaran Pulau Mencaras, Galang, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (26/9/2015). Pulau Mencaras terletak di tenggara Pulau Batam yang bersebelahan dengan Pulau Air Raja, Kubong, dan Subang Mas, menjadi habitat yang cocok untuk penangkaran lumba-lumba. Sudah ratusan lumba-lumba liar dijinakkan dan diajari beragam atraksi oleh pihak PT. Piayu Samudra Loka (PSL) selaku pemilik penangkaran di pulau ini. Sejak para blogger membuat tulisan tentang penangkaran lumba-lumba ini, Pulau Mencaras jadi ramai dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id