Kamis, 26 Februari 2026
Beranda blog Halaman 13878

Warga Resah, Gepeng dan Anak Punk Merambah ke Perumahan

0
Anak punk dan gelandangan pengemis yang terjaring razia saat di Shelter Dinsos Sekupang Batam. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos
Anak punk dan gelandangan pengemis yang terjaring razia saat di Shelter Dinsos Sekupang Batam. Foto: Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan gelandangan dan pengemis (Gepeng) serta kelompok anak punk semakin menjamur di wilayah Batuaji dan Sagulung. Keluhan dari masyarakat pun berdatangan sebab sebagian dari kelompok gepeng dan anak punk itu mulai bertindak kasar saat meminta-minta di jalanan.

Tidak itu saja, bahkan warga di sejumlah perumahan dan kavling mulai resah sebab keberadaan anak punk sudah merambah hingga ke pemukiman warga. Mereka kerap membuat kegaduhan seperti bernyanyi keras-keras di malam hari dan mengajari anak-anak di perumahan untuk bergabung dengan mereka.

Perumahan di sekitar Marina, Simpang Basecamp hingga ke PJB dan Fanindo misalkan. Hampir setiap malam gerombolan anak punk itu menempati lahan atau gedung kosong untuk tempat nongkrong mereka. Mereka juga kerap memalak warga yang lewat jika sendirian.

“Biasanya mereka minta-minta sambil nyanyi gitu, tapi kalau kita sendirian paksa mereka, tak kasih motor kita dilemparin sama anak-anak itu,” ujar Hendra salah satu warga di kawasan Merlion, Marina.

Yang lebih parah lagi, kelompok anak punk tersebut kerap masuk ke perumahan dan mengajak anak-anak usia sekolah untuk bergabung dengan mereka. “Kemarin malam, sempat ribut kami, karena mereka (anak punk) masuk ke perumahan pakai motor yang knalpotnya ribut minta ampun, sudah begitu anak-anak di sini diajak untuk nongkrong sama mereka,” kata Hendra.

Saat ditegur warga, kelompok anak punk memberikan perlawanan dan mengancam akan melakukan tindakan anarkis jika ketemu warga yang melarang mereka di luar perumahan. “Jadi takut juga kami. Mereka ancam dan tandai muka kami, dan akan dikeroyok kalau jumpa di luar,” ujar Jaya warga lainnya.

Sementara untuk gepeng, terlihat mulai ramai simpang lampu merah (traffic lights) dan mulai meresahkan karena selain terkesan meminta secara paksa, para gepeng ini juga kerap berdiam di tengah jalan dan kerap menghambat arus lalu lintas. (eja)

Peringati Hari Kartini, Warga Puri Agung Gelar Lomba Memasak

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Banyak cara dilakukan untuk memperingati hari Kartini, salah satunya adalah lomba memasak yang diadakan warga Perumahan Puri Agung II, Minggu (24/4).

“Selain memperingati hari Kartini, acara ini untuk mempererat silaturahim sesama warga komplek,” ujar Dewi, Ketua PKK komplek Perumahan Puri Agung II.

Acara yang dilaksanakan sejak pukul 9.00 WIB di fasilitas umum komplek itu dipadati sejumlah warga yang ingin menyaksikan acara tersebut.

“Lomba ini diikuti empat kelompok dari masing-masing RT yang ada di sini,” katanya.

Mengenai lombanya, peserta akan memasak ikan mujair acar bumbu kuning. Masakan tersebut akan dinilai dari rasa, penyajian, kebersihan dan juga kekompakan.

“Pemenang akan mendapatkan voucher belanja,” imbuhnya. (cr19)

Kapal Besar Enggan Singgah di Pelabuhan Kontainer Batam, Ini Penyebabnya

0
Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Foto: M Noor Kanwa/dok.Batam Pos
Aktifitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Foto: M Noor Kanwa/dok.Batam Pos

batampos.co.id – Pelabuhan bongkar muat Batuampar, Batam, memang menjadi salah satu lumbung duit BP Batam. Namun pengelolaanya masih jauh tertinggal.

Selain sempit, fasilitas pendukung pelabuhan juga sangat minim. Wajar saja banyak kapal yang mengalihkan bongkar muatnya ke negara lain seperti Singapura. Otomatis pendapatan Batam berkurang.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andi Antono mengatakan saat ini kapastitas pelabuhan tersebut maksimal 200 ribu TEUs (twenty-foot equivalent units). Tetapi setiap tahunnya pelabuhan tersebut hanya menampung sekitar 80.000-100.000 TEUs. Atau hanya sekitar 50 persen setiap tahun.

“Kita akui memang sangat minim. Jadi kalau sebulannya itu, maksimal di angka 30 ribu TEUs. Ini sudah termasuk bongkar muat lokal dan ekspor impor,” katanya.

Belasan tahun dermaga utara Batuampar ini beroperasi, tetapi tidak ada perubahan yang siqnifikan.

Jumat (29/4/2016) lalu, aktifitas bongkar muat di pelabuhan dermaga Selatan Batuampar tersebut memang tidak terlalu ramai. Hanya belasan kapal yang sandar di pelabuhan untuk bongkar muat.

Andi Antono mengatakan saat ini panjang dermaga selatan Batuampar memang sangat terbatas. Hanya sekitar 600 meter. Kedalaman lautnya pun sangat dangkal. Hanya sekitar 9 meter. Wajar saja kapal yang bersandar di sana hanya kapal-kapal kecil.

Padahal, sering kapal berukuran besar, mother vessel yang hendak bongkar di Batam. Tetapi akhirnya mengalihkan bongkar muatnya di Singapura karena infrastruktur pelabuhan di Batam yang jauh ketinggalan. Di mana untuk mother vessel minimal kedalaman lautnya 12 meter.

“Kalau kapal mother vessel sandar di Batam, tidak akan bisa. Lautnya terlalu dangkal. Tidak seperti di Singapura yang memang sudah sangat maju,” katanya.

Yang paling memprihatinkan adalah belum tersedianya crane canggih yang bisa digunakan untuk bongkar muat barang dari kapal. Selama ini, crane yang digunakan hanyalah crane kecil.

“Tidak mengherankan kalau, hampir semua kapal yang sandar itu, crane untuk bongkar muat dari kapal itu sendiri,” katanya. (ian/bp)

Ini Lumbung Duit BP Batam

0
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id –  Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diterima BP Batam di tahun 2015 lalu melampaui target. BP Batam bisa meraup Rp 986 miliar dari terget Rp 760 Miliar.

Tetapi sayang pendapatan ini dinilai belum maksimal, apalagi sebagian besar pendapatan ini habis untuk operasional pegawai BP Batam bukan untuk pembangunan fisik.

Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono, Minggu (24/4/2016) kemarin mengatakan tahun 2015 lalu, penerimaan BP Batam naik sekitar 130 persen dari target. Ini menurutnya, karena kerja keras dari semua pihak.

“Dari target kita naik sekitar Rp 226 miliar. Target kita tahun lalu hanya Rp 760 miliar. Ini kerja keras dari semua pihak,” katanya.

Andi mengatakan lumbung duit BP Batam berasal dari:

  1. Pembayaran UWTO
  2. Pelabuhan
  3. Bandara
  4. Rumah Sakit
  5. Sewa Gedung
  6. Pendapatan lain-lain

Penyumbang pendapatan terbanyak adalah UWTO senilai Rp 400 Miliar, kemudian Pelabuhan sebesar Rp 204 miliar dan dari bandara sekitar Rp 149 miliar. Sementara sekitar Rp 200 miliar lagi dari pendapatan bidang lain seperti rumah sakit, sewa gedung, dan sebagainya.

“Ada tiga item yang memang selalu penyumbang pendapatan terbesar kita, yakni dari UWTO, pelabuhan dan bandara. Setiap tahun ini meningkat,” katanya.

Pendapatan ini kemudian digunakan untuk anggaran operasional BP Batam. “Itu untuk operasional kita. Untuk pembangunan juga,” kata Andi.

Anggota Banggar DPR RI saat berkunjung ke BP Batam beberapa waktu lalu mengapresiasi pendapatan BP Batam yang sangat tinggi dan melampaui target.

Jazilul  Fawad, ketua tim rombongan Banggar DPR RI berharap di tahun ini, penerimaan juga tetap dimaksimalkan.

“Kita sudah tahu memang pendapatannya jauh dari target. Ini bagus, mudah-mudahan tahun ke tahun terus berkembang. Karena masih banyak potensi yang bisa dihasilkan,” katanya.

Sementara itu, Nyat Kadir, anggota komisi VI DPR RI mengapresiasi pendapatan BP Batam yang melampaui target. Meski menurutnya, penerimaan tersebut masih bisa terus ditingkatkan. Ini karena masih banyak potensi yang belum tergarap dengan baik.

“Dari pelabuhan itu misalnya, masih sangat banyak yang belum dikelola dengan baik. Di Batuampar itu misalnya, pelabuhannya sangat memprihatinkan,” katanya.

Menurutnya, perbaikan pelabuhan ini menjadi keharusan karena menunjang langsung pertumbuhan investasi di Batam. Ini yang belum dilakukan BP Batam.

“Padahal BP Batam harus berfikir, bagaimana untuk terus memajukan investasi di Batam. Padahal anggaran untuk operasional BP Batam sangat tinggi,” katanya. (ian/bp)

Benny Kembali Terpilih Jadi Ketua Inti Provinsi Kepri

0
Benny Suwandi (tengah) didampingi Ketua Pelaksana Musda Inti Rolend Santoso (kiri) dan pengurus Gema Inti Pusat mengecek persiapan musda. foto:ist
Benny Suwandi (tengah) didampingi Ketua Pelaksana Musda Inti Rolend Santoso (kiri) dan pengurus Gema Inti Pusat mengecek persiapan musda. foto:ist

batampos.co.id – Ketua Pengurus Daerah (PD) Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Provinsi Kepri, Benny Suwandi, secara aklamasi terpilih kembali memimpin organisasi ini periode 2016-2020. Benny yang keseharian sebagai advokat ini, terpilih dalam musyawarah daerah (Musda) ke-3 Inti Provinsi Kepri di Zest Hotel, Harbour Bay, Batam, Sabtu (23/4) malam.

Hadir dalam musda tersebut Sekjen Inti Pusat Budi S Tanuwibowo, Wasekjen Ulung Rusman, Wakil Ketua Umum (Waketum) yang juga Pendiri Inti Benny G Setiono. Sedangkan dari Generasi Muda (Gema) Inti juga dihadiri Ketum Gema Inti Pusat Hardy Stefanus, Sekjen Gema Inti Pusat Candra Jap, serta Kabid Hukum Gema Inti Pusat Jandi. Jajaran pengurus cabang (PC) Inti juga hadir yakni Ketua PC Inti Batam Kartono, Ketua PC Inti Tanjungpinang Piter SE, dan Ketua PC Inti Kabupaten Lingga Batman Karnadi.

“Inti sudah 17 tahun berdiri di Indonesia, kini sudah menjadi organisasi besar. Saya mengimbau kepada pengurus dan anggota Inti, jagalah persatuan dan kesatuan untuk kekokohan Inti itu sendiri. Jagalan persatuan dan kesatuan bersama pemerintah untuk membangun bangsa,” ujar Sekjen Inti Pusat, Budi S Tanuwibowo menyemangati peserta musda tersebut.

Musda itu sendiri mengambil tema: “memperkokoh kesatuan dan menciptakan kader-kader pemimpin muda.” Benny yang terpilih kali kedua memimpin Inti itu menjelaskan, tema kali ini untuk mempersiapkan generasi muda Inti yang sebaik-baiknya sebagai generasi penerus bangsa.

“Generasi mudalah harapan kita ke depan. Makanya, panitia pelaksana musda ke-3 ini semua dilakukan oleh pengurus Gema Inti Provinsi Kepri,” terang Benny yang keseharian sebagai advokat di Batam ini.

Benny mengaku tak menyangka kembali diberikan kepercayaan untuk memimpin Inti Provinsi Kepri ke depan. Namun, setelah laporan pertanggung jawaban pengurus Inti yang dipimpinnya itu dierima oleh peserta musda, akhirnya suara mayoritas peserta musda menginginkan Benny kembali melanjutkan memimpin Inti.

“Peserta musda merasakan manfaat kegiatan bakti sosial dan pengobatan yang diadakan pengurus. Inti adalah organisasi sosial, sehingga harus berkorban untuk kegiatan sosial. Apa yang dilakukan pengurus selama ini, mendapat apresiasi dari peserta musda,” teragnya.

Dalam satu atau dua bulan ke depan, ungkap Benny, dirinya bersama tim formatur akan menyusun kepengurusan PD Inti Provinsi Kepri untuk diumumkan ke publik. “Saya mengajak semua pihak baik itu dari kalangan organisasi Tionghoa maupun non Tionghoa bersama-sama membesarkan Inti ke depan,” pintanya.

Program berikutnya setelah kepengurusan lengkap, masih Benny, membentuk PC Inti di kabupaten se-Kepri yang belum ada pengurusnya.

Panitia Pelaksana Musda ke-3 Inti Provinsi Kepri, Rolend Santoso SH menambahkan musda berjalan lancar tanpa ada hambatan. “Sempat ada rumor Inti pecah, itu tak benar. Inti itu solid dibuktikan dengan pelaksanaan musda berjalan tanpa ada hambatan serta peserta musda membludak dari yang diperkirakan,” ujarnya.

Sebagai panitia pelaksana, Rolend menitipkan permintaan maaf jika ada sambutan atau penyajian yang kurang berkenan selama musda berlangsung. (ash/bpos)

Lumbung Duit Pemko Batam Tak Dikelola Maksimal, PAD Loyo

0

pemkobatambatampos.co.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam tahun 2015 dari sektor pajak dan retribusi daerah mencapai Rp 891 miliar. Lebih kecil dari pendapatan BP Batam yang mencapai Rp 986 miliar.

“Ini belum maksimal. Bila dikelola dengan baik, PAD Batam akan lebih tinggi. Jauh di atas BP Batam,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Batam Yudi Kurnain.

Menurut Yudi masih banyak Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) penghasil belum maksimal menggenjot PAD. Seperti pengelolaan retribusi parkir yang targetnya terus merosot dari tahun ke tahun.

Di APBD-P Tahun 2015, retribusi parkir awalnya ditergetkan Rp6 Miliar. Namun Dinas perhubungan hanya mampu merealisasikan Rp3,8 Miliar.

“Tahun 2016 tak jauh berbeda, targetnya hanya Rp4 Miliar pertahun,” ungkap Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam ini.

Padahal, potensinya bisa mencapai ratusan miliar karena jumlah kendaraan dan tempat pakir di Batam terus bertambah. Setiap bulannya ada ribuan kendaraan roda empat baru dan puluhan ribu roda dua baru.

Begitupun retribusi sampah, Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), serta Pajak penerangan lampu jalan umum (PPJU), pendapatannya juga sangat jauh dari kata maksimal.

Tahun ini, pendapatan lebih kecil ketimbang belanja daerah. Pendapatan (PAD plus dana perimbangan pusat ke daerah) hanya Rp2,3 triliun. Sedangkan belanja daerah mencapai Rp2,5 triliun. Defisit Rp190 Miliar.

Pendapatan daerah sambung Yudi seluruhnya dipergunakan untuk kepentingan daerah. Persentase paling besar dipergunakan untuk belanja langsung Rp1,7 triliun. Untuk keperluan belanja modal, barang dan jasa, serta belanja pegawai.

Sisanya dipergunakan untuk belanja tak langsung Rp866 miliar. Keperluan belanja pegawai, hibah, bantuan sosial, bantuan kepada partai politik, serta dana tak terduga.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak menuding, PAD Batam kecil karena tidak bisa leluasa mengelola daerahnya.

“Saat ini, pemerintah hanya mengelola sebagain kecil saja,” kata Jefri.

Hanya menyasar pendapatan yang kecil, seperti pajak dan retribusi parkir, sampah, pajak hotel dan restoran, pajak hiburan, PBB, dan lainnya.

Aset yang besar seperti lahan, bandara dan pelabuhan, seluruhnya dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pemko tak mendapatkan kontribusi dari hal itu.

“Wajar jika penghasilan BP lebih besar, laut, air dan udara mereka yang kuasai,” kata Jefri.

Sayangnya, lanjut Jefri aset yang menurutnya bisa menghasilkan banyak pendapatan itu tidak dikelola BP Batam dengan baik. Sehingga hasil yang didapatkannya lebih kecil dari yang seharusnya.

“Bayangkan labuh jangkar, parkir pesawat saja, penghitungannya menggunakan dolar,” tutup Jefri. (hgt/bp)

Ayu Ainullah Muryasani, Alumsi SMP Kartini Batam Ikuti Pertukaran Pelajar ke Jepang

0

batampos.co.id – Ayu pasti bikin bangga SMP Kartini Batam, ia mengharumkan nama di Jepang

Miss Factory Batamindo 2016

0
foto: dalil harahap / batampos
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Perusahaan Tunas Karya Indoswata menyelenggarakan miss factory kawasan industri Batamindo (KIB) 2016 di Plaza Batamindo, Minggu (24/4). Ada 14 perusahaan yang berpartisipasi, serta 23 peserta dari masing-masing perusahaan.

“Acara ini bagian dari pengembangan sumber daya manusia di KIB, sekaligus merayakan hari kartini,” ujar Aji, ketua penyelenggara.

Dalam acara ini, calon miss factory akan dinilai dari berbagai aspek, seperti wawasan, pengetahan kebudayaan, skill, penampilan, serta kemampuan berbahasa asing dari mereka.

“Mereka ini gak hanya kerja, tapi dari ajang ini mereka bisa mengembangkan potensi diri serta bakat yang dimiliki mereka,” katanya.

Tidak hanya ajang pengembangan diri, namun pemenang akan menjadi duta KIB. Dan tugas mereka nantinya sebagai promotor kawasan industri batamindo untuk menarik investor dari luar.

“Pemenang ini nantinya akan mendampingi dan ikut menjelaskan iklim investasi di KIB, jadi mereka harus pintar dan berwawasan luas,” kata salah satu juri, Riko Jayasaputra.

Sementara itu salah satu peserta dari perusahaan Foster, Ema Sahlia Pakpahan mengaku bangga bisa menjadi salah satu peserta. Cewek cantik asal Medan tersebut berharap mampu bersaing dan menjadi pemenang, agar mengharumkan nama perusahaan tempat ia bekerja.

“Yang pastinya terbaiklah buat aku, agar bisa dapat juara,” ungkapnya. (cr19)

Ketika Lansia Batam Peringati Hari Kartini

0
Ketua Penggerak PKK Batam, Ny Marlin Agustina Rudi menyerahkan hadiah kepada pemenang.
Ketua Penggerak PKK Batam, Ny Marlin Agustina Rudi menyerahkan hadiah kepada pemenang.

batampos.co.id – Peringatan Hari Kartini di Batu Merah, Kecamatan Batuampar diselenggarakan dengan meriah dan semarak dengan mengadakan beberapa jenis perlombaan yang di hadiri Ketua Tim Penggerak PKk Kota Batam, Marlin Agustina Rudi bertempat di Aula Kelurahan Batu Merah, Minggu (24/4).

Beberapa jenis perlombaan yang diadakan, antara lain fashion show, membuat nasi tumpeng, dan lomba paduan suara yang diikuti limapuluhan ibu-ibu Kader PKK. Ada yang menarik pada kegiatan ini dan berbeda dengan peringatan Hari Kartini di tempat lain karena para peserta diikuti para ibu-ibu lanjut usia (lansia).

Elfitri Gustati, panitia penyelenggara dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK juga menyampaikan keunikan pelaksanaan tahun ini melibatkan para Lansia. “Perempuan di Batu Merah ini, perempuan tangguh dan bekarakter, aktif berkegiatan tidak memandang usia,” ujarnya.

Rangkaian acara ini diawali dengan Tari Persembahan yang juga ditarikan oleh penari dari ibu-ibu Lansi dan menyuguhkan sirih kepada Ketua Tim Penggerak PKk Kota Batam, Malin Agustina Rudi.

Pada kesempatan memberikan, Marlin Agustina Rudi sangat mengapresiasi atas semangat para ibu-ibu lansia dalam menarikan tarian persembahan tersebut.
“Saya sangat senang ibu-ibu lansia di Batu Merah ini bisa menari dengan lues dan semangat,” pujinya.

Masih kata Marlin, ibu-ibu PKK Kota Batam khususnya Batu Merah tetaplah bekarya tetapi jangan lupa kodratnya sebagai perempuan, ibu tumahtangga yang harus merawat dan melayani keluarga. ”Diawali dari keluarga yang harmoni dan rukun, ibu-ibulah sebagai motornya,” ujarnya.

Marlin  juga berbaur  di tenggah-tenggah peserta dengan ikutserta berjoget era 80-an besama-sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Batam dan Tim Penggerak PKK Kecamatan Batuampar.

Disamping mengelar acara lomba juga dilaksanakan penyerahan beberapa paket sembako yang bekerja sama dengan Babinsa Batu Merah diperuntukan bagi ibu-ibu Lansia.

Dalam acara ini, hadir juga Ketua Penggerak PKK Kecamatan Batuampar, Rieyke Leo Putra, Ketua Pokja III Umiyati, dan Wakil Ketua Pokja III Hendriyana Gustini, dan tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Batuampar. (mta)

DPRD Batam Apresiasi Pemko sebab Pasang CCTV di Tempat Keramaian

0
Tumpukan sampah di pinggir Jalan Trans Barelang. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Tumpukan sampah di pinggir Jalan Trans Barelang. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam mengapresiasi Pemko Batam yang mulai melakukan penegakan perda pengelolaan sampah no 11 tahun 2013. Salah satu langkah yang perlu untuk penagakannya adalah dengan memasang CCTV di keramaian. Ini untuk merekam warga yang buang sampah sembarangan.

“Jadi ketika ada warga yang tertangkap buang sampah, maka ini bisa langsung terekam. Dan warga tersebut tidak bisa mengelak,” kata Riki Indrakari, ketua Pansus Perda sampah, Minggu (24/4).

Kata Riki, hal seperti ini sudah diterapkan di negara-negara maju. Fungsi lain dari CCTV ini adalah memberikan rasa segan atau takut bagi warga yang hendak buang sampah sembarangan.

“Kalau warga tahu ada CCTV, maka sudah pasti enggan untuk buang sampah sembarangan,” katanya.

Dalam tahap awal, ia berharap CCTV ini akan dipasang di tempat-tempat keramaian di pinggir jalan. Atau tempat-tempat yang biasa dijadikan warga sebagai tempat pembuangan sampah, padahal bukan Tempat Pembungan Sementara (TPS).

“Kalau pengadaannya bisa bertahap. Ini akan sangat bagus. Selain untuk sampah, CCTV ini juga sekaligus mendukung perda ketertiban umum,” katanya.

Ketika ada warga tertangkap tangan buang sampah sembarangan, maka tim yustisi bisa langsung menindak. Pembuang sampah harus ditindak dan diadili di persidangan, tentunya membayar denda seperti yang diatur dalam Perda.

“Harus ada resi bukti pelanggan dan harus disetor ke bank,” katanya.

Sementara itu, kepala dinas kebersihan dan pertamanan Suleman Nababan mengatakan penindakan dan implementasi perda pengelolaan sampah ini mulai ditegakkan. Ia berharap warga bisa memiliki kesadaran untuk tidak buang sampah sembarangan.

“Kalau ada ditemukan, maka akan langsung kita tindak. Buanglah sampah di tempat yang sudah disiapkan,” katanya.

Menurutnya, tempat-tempat umum dan keramaian harus bersih. Ini menjadi citra Batam, apalagi Batam sebagai daerah destinasi wisata. Terkait CCTV, ia mengaku masih akan membahasnya. Meski menurutnya, ide tersebut adalah ide yang bagus.

“Kita akan bicarakan dulu. Intinya, kita mendukung, agar Batam ini tetap bersih, dan asri,” katanya. (ian)