Kamis, 26 Februari 2026
Beranda blog Halaman 13879

Sopir Ngantuk, Avanza Hitam Tabrak Pohon

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalan Gajah Mada atau dekat Tibanlama, Sekupang, Jumat (22/4) sekira pukul 13.30 WIB. Pengendara mobil Marwiyah, 57, terlihat shock sesaat setelah berhasil keluar dari mobil Toyota Avanza Hitam berplat BP 1331 MM. Mobil Avanza yang dikemudikan Marwiyah rencananya akan mengantarkan makanan catering ke salah satu kampus yang berada di Tiban Ayu.

Menurut pengakuan Marwiyah kepada polisi di lokasi kejadian, dirinya kelelahan dan merasa mengantuk, sehingga dirinya hilang kendali. Mobil menabrak pohon dan mengalami kerusakan di bagian depan, dan ban belakang. “Saya kecapean dan ngantuk,”ujar perempuan yang tinggal di Perumahan Costarina, Batamcentre ini.

Beruntung mobil dilengkapi dengan airbag, sehingga Marwiyah tidak menderita luka serius. Azman, 50, sopir taxi yang berada tepat di belakang Marwiyah, menuturkan mobil dibawa dengan kecepatan biasa. Dia yang berada di belakang mobil Avanza langsung membantu korban keluar dari mobil. “Saya tepat di belakang dia, mungkin ngantuk lalu hilang kendali, jadi dia banting stir ke kiri jalan,” jelasnya.

Azman langsung membantu Marwiyah keluar dari mobil, dan membawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Kejadian tersebut sempat menjadi tontonan pengendara. Selain itu kejadian ini juga sempat menimbulkan kemacetan hingga 300 meter. (cr17)

“Kalau Tak Jualan, Apa Kami Harus Maling, Mengemis dan Merampok”

0
Tim terpadu membongkar kios liar di kawasan Pasir Putih, Batamcenter. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Tim terpadu membongkar kios liar di kawasan Pasir Putih, Batamcenter. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Eks pedagang di kios liar Pasir Putih Batamcenter mengancam akan tetap menegakkan tiang kios dan berjualan, hingga ada solusi dari pemerintah terkait penggusuran, Kamis (21/4).

“Hari ini mereka (Satpol PP) datang dua truk, hanya untuk robohin punya ku. Nanti ku bangun lagi biar besok datang tiga truk lagi,” kata seorang pedagang, yang tak mau disebutkan namanya, Jumat (22/4) siang.

Kemarin, belasan Satpol PP kembali turun merobohkan kios-kios yang nekat kembali dibangun warga.

Lanjut pedagang tersebut, dia sengaja tetap membangun agar pemerintah dapat kembali mengecek dan dia dapat langsung meminta solusi dari pemerintah.

“Hanya dirobohkan begini saja, gak ada ganti rugi atau direlokasi. Maunya kami kan direlokasi,” ucapnya.

Bahkan dia membandingkan penggusuran ala Ahok di Jakarta yang menurutnya yang tak hanya menggusur namun juga merelokasi warga yang digusur tempat tinggal maupun tempat niaganya. “Di sini tidak. Aku akan tetap berjualan di sini sampai ada solusi untuk aku,” tegasnya.

Pedagang lain, Abdullah mengaku menginginkan hal yang sama agar ada solusi pasca penggusuran. “Kalau bisa siapkan tempat. Kalau tak jualan apa kami harus maling, mengemis dan merampok,” kata ayah enam anak ini. (cr13)

Baca juga:

Merasa Ditipu Puluhan Juta Rupiah, Pembeli Kios Liar Tuntut Semua Kios Liar Dirobohkan

Tim Terpadu Bongkar 48 Kios Liar di Kawasan Pasir Putih

Tak Kunjung Ditertibkan, Kios Liar di Seibeduk Terus Bertambah

Tak Ada Kepastian, Penyewa Kios Liar Pilih Bertahan

Pemko Batam Umbar Janji Lagi, Dua Hari Lagi Kios Liar Dibabat Habis

Umbar Janji, Pemko Batam Tak Serius Tertibkan Kios Liar

Minggu Ini, Kios Liar di Pasir Putih Akan Dibongkar

Senin Depan Tim Terpadu Tertibkan Kios Liar di Pasir Putih

Jumat Ini Satpol PP Batam Akan Bongkar Kios Liar

Pekan Ini Kios Liar di Pasir Putih Ditertibkan

Meski Segera Ditertibkan, Pembangunan Kios Liar Kian Menjamur

Jumat Ini Satpol PP Batam Akan Bongkar Kios Liar

DPRD Batam Minta Pemerintah Tidak Tebang Pilih Dalam Penertiban PKL

BKKBN Kepri Jadikan Dapur 12 Kampung KB di Batam

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau sudah mengantongi lokasi pemukiman sebagai Kampung KB di enam kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau. Peresmiannya akan dilakukan tanggal 25 – 27 Mei mendatang.

“Namun, belum semuanya akan kami resmikan. Kampung KB di Tanjungpinang, Batam, Bintan, dan Karimun yang akan kami resmikan terlebih dahulu,” kata Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Kepri, Sugiyono.

Kampung KB untuk Batam nanti akan berlokasi di Dapur 12, Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung. Di Tanjungpinang, wilayah RW VI Kelurahan Tanjungunggat, Kecamatan Bukit Bestari akan menjadi lokasi Kampung KB. Sementara di Kabupaten Karimun, Kampung KB akan berlokasi di area RT 05, RW 03, Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun.

Di Kabupaten Lingga, Kampung KB akan berlokasi di Dusun 1 RW 1, Desa Pekaka, Kecamatan Lingga Timur. Di Kabupaten Anambas, berlokasi di RT 03 Kampung Sedanau dan RT 05 Kampung Perdun RW 01 Desa Rewa, Kecamatan Jemaja. Dan di Kabupaten Natuna, Kampung KB berlokasi di Desa Tanjung Kecamatan Bunguran Timur Laut.

“Kalau lokasi di Bintan, masih ada perubahan lagi,” tutur Sugiyono lagi.

Kampung KB merupakan sebuah kampung yang bertujuan membina dan meningkatkan kesertaan warganya dalam ber-KB. Kampung KB ini dibentuk untuk mewujudkan nawa cita ke-8. Yakni, membangun Indoensia dari pinggiran dengan memberikan perhatian kepada daerah dan desa dalam kerangka NKRI.

Sugiyono mengatakan, BKKBN memiliki kriteria khusus lokasi yang ditetapkan sebagai Kampung KB. Beberapa di antaranya, lokasi itu merupakan lokasi yang kumuh, daerah pesisir atau nelayan, daerah aliran sungai (DAS), dan Bantaran Kereta Api. Juga kawasan miskin, daerah terpencil, kawasan industri, kawasan wisata, serta daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

“Salah satu indikator pentingnya adalah yang peserta KB-nya rendah. Sekitar 40% sampai 50%,” katanya.

Meskipun bernama Kampung KB, kampung ini nantinya tidak hanya akan mengurusi tentang KB. Tetapi juga kebutuhan-kebutuhan dasar warga di lokasi tersebut. Misalnya saja, akses jalan, kebutuhan air bersih, serta administrasi kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK).

“Tahun ini, target BKKBN itu 1 Kabupaten/Kota ada 1 Kampung KB. Di tahun 2017, 1 Kecamatan 1 Kampung KB. Dan di tahun selanjutnya lagi, 1 Kelurahan 1 Kampung KB,” pungkasnya. (ceu)

Sopir Masih Diteror, Jadwal Trans Batam Belum Normal

0
Pelajar saat menumpang Bus Trans Batam tujuan Batamcenter-Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Pelajar saat menumpang Bus Trans Batam tujuan Batamcenter-Batuaji. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Terungkap sudah alasan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menunda-nunda pengembalian jam operasional bus Trans Batam agar kembali ke jadwal semula yang dimulai pukul 06.00-18.00 WIB.

Salah satunya, karena masih adanya ancaman terhadap sopir maupun petugas Trans Batam jika jadwal operasional dikembalikan normal seperti sediakala.

“Ternyata di lapangan itu mereka diganggu terus, itu yang sedang kita pikirkan,” kata Kepala Dinas (Dishub) Kota Batam, Zulhendri, Jumat (22/4/20160.
Menurut Kepala Dinas, beberapa sopir Trans Batam masih sering dicegat oknum tertentu yang menghendaki agar bus penumpang itu tak mengambil penumpang di waktu-waktu ramai. Seperti, saat pagi hari pukul 06.00-08.00 yang merupakan jam berangkat sekolah maupun jam masuk kerja.
“Karena kita juga peduli dengan keselamatan petugas, makanya kita sedang menelaah langkah apa yang akan diambil,” papar dia.
Meski begitu, Zulhendri tak menampik banyaknya keinginan masyarakat yang menghendaki agar bus angkutan massal itu dikembalikan jam operasionalnya seperti sebelumnya.
“Kalau masyarakat yang berkehendak, kita akan tinjau ulang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas katakan akan meminta bantuan aparat keamanan untuk membantu melindungi dan menjamin keamanan sopir Trans Batam yang sedang melayani masyarakat.
“Mosok kita kalah sama preman, tunggu saja nanti akan kita kaji lagi,” kata dia.
Zulhendri juga menyebut, dalam waktu dekat beberapa bus bantuan dari pemerintah pusat juga akan segera sampai di Batam. Sehingga, dapat segera dioperasikan untuk menunjang layanan bus Trans Batam di semua koridor yang ada.
“Kemungkinan Mei nanti (datang), sudah ada pemenang tender (pihak ketiga) yang akan membawa bus itu dari Jakarta ke Batam,” katanya. (rna)

Ikuti Fashion Show Busana Kebaya Ibu-Anak dan Talkshow untuk Wanita dari Piswan Batam

0
Sandra Nuryanto, (paling kanan) berfoto bersama anggota Piswan Kota Batam.
Sandra Nuryanto, (paling kanan) berfoto bersama anggota Piswan Kota Batam.
batampos.co.id –  Berharap ingin dikenal sebagai organisasi yang bermanfaat untuk masyarakat, Perkumpulan Istri Anggota Dewan/ DPRD) Kota Batam menggelar kegiatan lomba fashion show busana kebaya ibu dan generasi Kartini 2016. Tak hanya itu juga akan diadakan Talk Show dengan tema membentuk pribadi perempuan berkarakter, menarik dan berkualitas pada 24 April 2016 pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB di Atrium Kepri Mall.
”Kegiatan ini untuk memperingati Hari Kartini. Sekaligus juga kami ingin mengali potensi perempuan di Batam,” kata Sandra Nuryanto, Ketua Piswan Kota Batam.
Para perempuan Batam bisa hadir dan menyaksikan talkshow yang sarat akan pendidikan ini. Karena kata Sandra, akan hadir owner Yayasan Silhoutte Internasiona, Silvia Kusumaningtyas  dan  dr. Agita Marialda, Putri Indonesia Provinsi Kepulauan Riau.  Mereka akan membagi tips dan rahasia untuk  mengembangkan potensi diri.
Lalu ada juga Melani Natasha , owner cake buah naga aroma. Ia akan membedah cara berwirausaha khusus untuk perempuan. Kemudian akan hadir dr. Hilda Lestari, dokter kecantikan Miracle Aestetic juga Irma Yudiawati S.Akp, direktur True Beauty Academy yang akan menjelaskan secara detil cara menjaga kesehatan dan kecantikan. Agar tetap terlihat segar dan tetap cantik.
Kemudian ada Lusia Kiroyan, founder Cinderella from Indonesia, yang akan bercerita banyak tentang pengalamannya memberdayakan para perempuan di Lapas dan anak jalanan untuk berkreasi dan menghasilkan uang.
Hadirnya tokoh-tokoh Batam ini akan mengguncang panggung di Atrium Kepri Mall. Walau kegiatan ini yang pertama kali digelar di mall. Namun para anggota Piswan, yakin akan mendapat sambutan dari perempuan-perempuan Batam.
Keyakinan itu disampaikan saat gladi resik,  Jumat (22/4) oleh Sandra Nuryanto, ketua, Piswan Kota Batam yang ditemani Fatma, sekretaris dan ketua panita, Holong Saragih.
”Nanti akan ada pemberian bingkisan untuk perempuan hebat. Yaitu mereka yang melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan laki-laki. Ada supir taxi, tukang parkir juga pelaku seni. Piswan juga memberikan penghargaan khusus untuk Sri Soedarsono, tokoh perempuan Batam yang sejak dulu hingga sekarang terus konsen dibidang sosial dan pemberdayaan perempuan.
”Melalui kegiatan ini juga, sebagai upaya menghilangkan image bahwa Piswan tidak berfoya-foya. Melainkan punya kegiatan bermanfaat. Selama ini kami
fokus utk ibu dan anak,” kata Fatma.
Kegiatan sebelumnya kami juga memberikan surat  kepada polisi agar cepat menyelesaikan kasus pelecehan seksual di panti asuhan beberapa waktu lalu. Kami juga terus memantau, kami pernah mengajak ana-anak panti untuk ikut kegiatan out bond dan menfollow up kasus mereka.
 Khusus acara ini, kami ajak para ibu dan putrinya untuk mendaftar, caranya hubungi  ibu Indri 081365451221, Yaya 082173056658 dan Dwi 081372720006. (agn)

Jadi Korban Trafficking, Lepas dari Lokalisasi, Masuk Pelukan Buaya Darat

0
Korban trafiking (tengah) saat di kantor polisi. foto:eggi idriansyah
Korban trafiking (tengah) saat di kantor polisi. foto:eggi idriansyah

batampos.co.id – Kasus human trafficking atau perdagangan manusia kembali terjadi di Batam. Kali ini menimpa salah seorang gadis yang berasal dari Muara Dua, Oku Selatan, Palembang.

Umurnya baru 19 tahun. Kulit yang putih dengan paras wajah yang manis. Sesekali menampakkan keluguannya dan kepolosannya yang membuat orang di sekitarnya menjadi tertawa dan tersenyum.

Sebut saja namanya Mawar. Saat ditemui gadis yang memakai baju kaos berwarna merah dan rambut panjang ini awalnya masih tampak trauma dan takut untuk menceritakan kisah pilu yang ia alami dalam beberapa bulan terakhir.

Kemudian, setelah dibawa bercanda dan beberapa orang meyakinkannya bahwa saat ini ia sudah aman, barulah kata demi kata keluar dari mulutnya yang mungil.

Mawar mengaku awalnya ia dijanjikan pekerjaan oleh tetangganya di kampung bernama Ririn. Dalam pengakuannya, Ririn menjanjikan pekerjaan kepadanya di salah satu rumah makan yang terletak di Lampung, dengan upah Rp 100.000 perharinya.

Setelah mendapat tawaran pekerjaan dari Ririn, hati Mawar gembira bukan kepalang. Ia siap banting tulang demi membiayai sekolah adiknya agar tidak bernasib sama dengannya dan bisa membantu perekonomian keluarganya.

“Saya SMA tidak tamat, sekolah hanya sampai kelas dua SMA aja,” ungkapnya saat ditemui di Setral Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolresta Barelang, Rabu (20/4) sore.

Mawarpun tak menunggu waktu lama dan langsung mengabari orang tuanya di rumah terkait pekerjaan itu. Lantas ia meminta restu kepada orang tuanya agar bisa pergi ke Lampung untuk bekerja.

Karena yang menawarkan pekerjaan itu adalah tetangganya sendiri, Mawar dan orang tuanya pun tidak menaruh curiga sedikit pun kepada Ririn.

Akhirnya, tepat pada tanggal 5 Februari 2016 Mawar berangkat meninggalkan rumahnya dengan harapan yang telah memuncak dan semangat yang telah menggebu-gebu.

Dalam perjalanan pertamanya, ia berangkat dari kampung halamannya menuju Palembang dengan menggunakan taksi bersama Ririn.

Di sela-sela pembicaraannya dengan supir taksi, tanpa sepengetahuan Ririn, rupanya Mawar telah diperingatkan oleh supir taksi untuk hati-hati dalam menerima pekerjaan. Namun, Mawar mengacuhkannya dan lebih mempercayai Ririn.

“Dia udah bilang untuk nyuruh aku pulang. Nanti kamu dijual orang,” ungkap Mawar sembari menirukan perkataan ucapan supir taksi itu.

Sesampainya mereka di Palembang, Ririn bukannya mengajak Mawar menaiki bus dengan tujuan Lampung, ia justru dibawa oleh Ririn menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

“Saya tanya, kenapa gak menaiki bus menuju lampung. Lalu dia meminta saya untuk diam saja dan mengikutinya,” terangnya.

Rasa penasaran Mawar mulai dari bandara hingga dalam pesawat makin bertambah. Di dalam hati ia sebenarnya ingin sekali bertanya kepada Ririn kemana tujuan mereka. Tapi karena perasaan takut ia mengurungkan niatnya untuk bertanya.

Setelah mendarat di Bandara Hand Nadim Batam, akhirnya Mawar tahu saat itu ia sedang berada di Batam setelah membaca tulisan-tulisan yang terpampang di sepanjang jalan. Ia dibawa ke Tanjunguncang, ke tempat seorang wanita bernama Dewi.

Setelah sampai di tempat Dewi yang terletak di Simpang Hyundai Tanjunguncang, Mawar langsung di suruh berkenalan dengan semua orang yang ada di cafe remang-remang itu.

Dewi adalah kakak dari Ririn. Selain adik dari Dewi, Ririn juga merupakan salah satu Pekerja Seks Komersial (PSK) di tempat kakaknya. Mawar baru mengetahui hal ini setelah beberapa lama ia terpasung di dunia malam itu.

Setelah melakukan perkenalan dengan semua orang yang berada di cafe itu. Di hari keduanya Mawar langsung dipaksa memakai pakaian yang serba terbuka demi menarik perhatian para lelaki hidung belang.

Mawar kemudian dipaksa oleh Dewi yang juga merupakan maminya untuk melayani hasrat laki-laki hidung belang. Jika menolak melayani laki-laki, siksaan dari mami telah menanti Mawar.

Mawar pun akhirnya hanya bisa pasrah menjalani kehidupan barunya. Mempunyai wajah yang ayu dan tubuh yang langsing, tentu saja membuat Mawar menjadi incaran utama setiap tamu yang datang.

Karena Mawar selalu menerima tamu, tentu saja hal ini menjadi kecemburuan dari teman-teman seprofesinya. Mawar mengaku selalu diancam bahkan hingga dicekik oleh teman-temannya yang lain.

“Mereka pernah nyekik aku, dan bilang jangan ambil tamu orang lain,” cerita Mawar dengan polosnya.

Hari demi hari harus dilewati Mawar dengan perasaan sedih yang cukup mendalam dan terpaksa. Hingga suatu hari Mawar pun mencoba kabur di saat yang lainnya tertidur pulas.

“Aku kaburnya jam 7 pagi, saat itu semuanya sedang tidur,” lanjutnya.

Dalam pelariannya, Mawar tidak tahu kemana arah dan tujuan dari pelariannya. Setelah berlari dan berjalan akhirnya Mawar berjumpa dengan Ardian. Seketika itu juga Mawar langsung sedikit menceritakan apa yang dialaminya dan meminta tolong kepada Ardian.

Ardian akhirnya setuju untuk menolong Mawar dan membawa Mawar ke rumahnya untuk bersembunyi sementara waktu. Setelah melewati beberapa waktu dalam persembunyiannya, akhirnya Dewi pun mengetahui persembunyian Mawar.

Seketika itu juga Dewi langsung menemui Ardian untuk mengembalikan Mawar. Namun Ardian tidak begitu saja menyerahkan Mawar kepada Dewi.

Namun Dewi tetap bersikukuh untuk tetap ingin membawa Mawar kembali. Setelah melewati perdebatan yang cukup alot, akhirnya Ardian bisa membawa Mawar dengan syarat membayar uang sebesar Rp 4 juta sebagai pembayaran utang Mawar kepada Dewi selama ini.

“Dia mintanya empat juta sebagai pembayaran utang aku dari tiket keberangkatan ke Batam. Padahal setahu aku biaya tiket itu cuma sejutaan,” cetusnya.

Adrian pun akhirnya setuju untuk membayar seluruh uang tersebut. Namun, lagi-lagi kisah pilu dalam kehidupan Mawar semakin besar. Ardian tidak hanya memberikan uang itu karena berniat ingin menolong. Sebagai gantinya, Ardian meminta kepada Mawar harus mau menjadi istrinya.

Dengan perasaan terpaksa dan merasa hutang budi kepada Ardian, akhirnya Mawar tidak mempunyai pilihan lain, selain menuruti kemauan Ardian.

Beberapa waktu Mawar harus melewati kehidupannya yang semakin tertekan karena tinggal bersama orang yang tidak dicintainya sama sekali.

Akhirnya, Mawar mendapatkan kesempatan untuk kabur dari rumah itu. Pada saat itu, Aridan sedang bermain futsal bersama teman-temannya. Karena rumah yang saat itu kebetulan kosong, Mawar tidak menyiakan kesempatan untuk kabur.

Dalam pelariannya, Mawar kembali merasa kebingungan, ia tidak tau mau dibawa kemana tubuhnya yang mungil itu.

Mawar kembali menemukan seseorang yang diharapkannya menjadi sesosok malaikat penolongnya bernama John. Bersama John, Mawar kembali menceritakan sedikit kisah pilunya.

Hingga akhirnya Mawar meminta tolong kepada John untuk memberinya uang Rp 1 juta demi biaya pulang kampung.

Karena saat itu John tidak mempunyai uang, akhirnya John membawa Mawar ke rumahnya di salah satu perumnas yang terletak di Batuaji sembari menunggu biaya untuk kepulangan Mawar ke kampung halamannya.

Kisah hidup Mawar bersama John tidak jauh berbeda dengan hidup yang dijalani Mawar sebelumnya. Di dalam rumah John, Mawar juga harus melayani John layaknya suami istri.

Namun setelah menunggu hampir sebulan, kebosanan Mawar memuncak, hingga akhirnya ia kembali kabur dari rumah John.

Dalam pelariannya, Mawar langsung menemui Ketua RT perumahan itu. Kepada sang ketua RT, Mawar menceritakan semua yang dia alami di Batam dan berharap mendapat surat keterangan domisili karena identitasnya di tahan oleh Dewi.

Hingga akhirnya Mawar ditanyai oleh Ketua RT tempat asalnya dengan tujuan agar Mawar dapat segera di pulangkan ke kampung halamannya melalui paguyuban daerah asalnya di Palembang.

“Pak RT ini yang mengantarkan saya ke paguyuban, sampai saat ini saya datang ke kantor polisi,” terang Mawar.

Di kantor polisi Mawar mengaku masih dirundung ketakutan akan keselamatan keluarganya di kampung. Sebab, Dewi pernah mengancam Mawar apabila dirinya melaporkan kejadian ini kepada polisi.

“Saya takut keselamatan keluarga saya. Saya pernah diancam jika lapor polisi, keluarga saya di kampung akan dibunuhnya,” terangnya lagi.

Saat ini tidak banyak keinginan yang ada di benak Mawar. Ia hanya ingin segera pulang untuk bertemu dengan keluarganya dan berkumpul lagi seperti sedia kala dengan keluarganya.(eggi/bpos)

Reses, Helmy Hemilton Banyak Terima Aspirasi Warga

0
Anggota DPRD Kota Batam dari Komisi III, Helmy Hemilton saat menyerap aspirasi warga di rumah makan Pak Datuk di Komplek Mahkota Niaga Blok C 1-2 Batamcenter. Jumat (22/4). Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id
Anggota DPRD Kota Batam dari Komisi III, Helmy Hemilton saat menyerap aspirasi warga di rumah makan Pak Datuk di Komplek Mahkota Niaga Blok C 1-2 Batamcenter. Jumat (22/4). Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Anggota DPRD Kota Batam dari Komisi III, Helmy Hemilton melaksanakan agenda reses bersama warga Batamkota, Jumat (22/4) di rumah makan Pak Datuk di Komplek Mahkota Niaga Blok C 1-2 Batamcenter.

“Reses kali ini diadakan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat dalam hal pembangunan. Reses merupakan agenda resmi dari DPRD Batam. Saya akan perjuangkan aspirasi warga kepada saya, karena mereka lah saya dapat dipercaya menjadi anggota DPRD Kota Batam selama dua periode,” ungkapnya.

Adapun dalam reses tersebut warga meminta kepada Helmi agar aspirasi mereka, seperti pembangunan jalan, fasum juga batu miring dapat segera terealisasi.

Ketua RT 05 perumahan Cipta Regency, Batamkota, Desrial meminta posyandu bantuan dari Dinas Kesehatan Kota Batam agar segera dibenahi. Menurutnya posyandu yang merupakan fasum milik Pemko tersebut akan goyang apabila tidak dibangun batu miring di bawahnya.

“Fasum itu milik Pemko, kemarin dapat posyandu dari dinkes dan letak tepat di atas. Apabila tidak segera dibenahi, posyandu itu bisa goyang bahkan roboh. Maka dari itu, kami meminta agar ada program batu miring sepanjang 300 meter di bawah posyandu itu,” ungkapnya.

Sementara itu, warga lainnya yang tinggal di RT 01 Perumahan Kapital Tahap I, Batamkota, Wahyu meminta Helmy agar ada program untuk pembersihan drainase. Menurutnya, apabila hujan mengguyur seluruh warga dihantui dengan banjir.

“Drainase itu hampir rata dengan jalan. Adapun panjang dari drainase itu kurang lebih 200 meter. Setiap hujan deras mengguyur perumahan ini terus mengalami banjir,” kata Wahyu.

Sementara itu, Nanang Andika yang merupakan warga Perumahan Kapital Raya Tahap II, Batamkota yang juga ketua RW 21 meminta agar di perumahan yang dihuni lebih dari 68 kepala keluarga itu dibangun fasilitas umum (fasum) untuk warga.

“Kalau bisa kami minta kepada bapak Helmy agar di perumahan kami dibangun fasum agar warga disana dapat melaksanakan semua kegiatan di tempat itu,” kata Nanang Andika

Senada dengan Nanang, Boy Sutrisno yang juga warga di Perumahan Kapital Raya Tahap II juga menginginkan agar di perumahan tersebut disediakan fasum dan dibangun batu miring di samping perumahan itu.

“Kalau untuk fasum ini kami warga disana sudah lama ingin merealisasikannya, namun alhamdulillah sampai sekarang belum juga terwujud. Untuk itu kami sangat mengharapkan sekali agar ketua Helmy dapat menyampaikan aspirasi kami ini agar fasum ini dapat segera dibangun. Selain itu kami juga meminta bantuan ketua Helmy melalui reses ini agar dibangun batu miring di samping perumahan kami. Karena kalau kami lihat jika tidak segera dibangun bisa saja longsor terjadi di perumahan yang kami huni ini,” ujar Boy.

Ketua Majelis Taklim Khairunnisa Taman Raya, Batamkota, Rina meminta Helmy agar memberikan bantuan berupa peralatan rebana dan baju seragam untuk ibu-ibu pengajian.

“Kalau kami boleh meminta kepada pak Helmy, kami sangat perlu alat-alat rebana dan seragam, biar kami tambah semangat lagi latihannya,” ungkap Rina.

“Baik ibu saya pribadi akan memberikan alat-alat rebana dan seragam itu, biar ibu-ibu tambah semangat lagi latihannya,” ujar Helmy lalu tersenyum.

Setelah mendengarkan aspirasi dari warga, Helmy berjanji secepatnya akan merealisasikan permintaan warga tersebut.

“Batu miring akan menjadi prioritas saya, secepatnya agar dapat direalisasikan. Insha Allah terkait pembangunan akan kami agendakan,” pungkasnya. (eggi)

Cabuli Siswi Kelas Lima SD, Penjual Sate Diamankan Polisi

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Aksi pencabulan terjadi di Kota Batam. Kali ini seorang siswi kelas lima SD berinisial AJ yang berusia 12 tahun, menjadi korban pencabulan salah seorang penjual sate bernama Alim (35).

Rumah kos teman pelaku yang berada di Tembesi dan di semak-semak Simpang Perahu Perumahan Legenda Malaka menjadi tempat pelampiasan nafsu pelaku.

Dari keterangan Alim, ia menceritkan awalnya mengenal AJ dari mengacak-acak nomor handphone. Ia menceritakan nomor handphonenya dengan korban hanya berbeda di ujungnya saja.

“Saya mengacak no hape. Nomor saya dengan nomor dia hanya beda di ujungnya saja,” ungkap Alim, Jumat (22/4).

Setelah nyambung dengan nomor hape korban, Alim pun melancarkan rayuan mautnya kepada AJ hingga akhirnya mereka bertemu dan menjalin hubungan pacaran selama dua bulan.

Hubungan mereka akhirnya memuncak pada minggu kedua bulan April. AJ yang sejak pagi pamit untuk pergi sekolah, tidak pulang. Hingga akhirnya orang tua AJ melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Batam Kota dengan pengaduan orang hilang.

Setelah mendapatkan laporan dari orang tua AJ, tim buser Mapolsek Batam Kota langsung bergerak cepat untuk mencari keberadaan AJ.

Tidak butuh lama bagi tim buser Mapolsek Batam Kota untuk mencari keberadaan AJ. Keberadaan AJ akhirnya tercium sedang berada di jalan menuju Tanjung Piayu bersama pelaku Alim.

“Setelah kita mengamankan mereka, kita langsung mmeminta keterangan korban. Awalnya korban tidak mau cerita dia di bawa kemana saja. Namun setelah kita melakukan pendekatan dengan cara yang berbeda, akhirnya korban mau berbicara,” ungkap Kapolsek Batam Kota, Kompol Arif Budi.

Dalam pengakuannya, korban sepulang sekolah langsung pergi bermain dengan teman-temannya hingga pukul 22.00 WIB. Namun, setelah itu korban menelpon Alim untuk meminta dijemput di Simpang Panbil.

Setelah Alim menjemput korban, Alim pun membawa korban jalan-jalan hingga pukul 05.00 WIB subuh. Saat subuh itulah, pelaku mulai melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban di kos temannya.

“Sebelumnya, korban mengaku pernah juga melakukan hubungan suami istri bersama pelaku di semak-semak Simpang Perahu perumahan Legenda Malaka,” lanjut arif.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat 2 Jo pasal 76D UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. “Dia kita jerat undang-undang perlindungan anak,” pungkas Arif. (eggi)

Merasa Ditipu Puluhan Juta Rupiah, Pembeli Kios Liar Tuntut Semua Kios Liar Dirobohkan

0
Tim terpadu membongkar kios liar di kawasan Pasir Putih, Batamcenter. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
Tim terpadu membongkar kios liar di kawasan Pasir Putih, Batamcenter. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Dua unit escavator meluluhlantakkan 48 unit bangunan kios liar di sepanjang Row jalan menuju simpang bundaran Perumahan Tropicana Batamcenter, Kamis (21/4). Pembongkaran kios liar yang lama digemborkan Tim Terpadu Penertiban Batam akhirnya terwujud. Aturan ditegakkan, bangunan yang menyalahi aturan diratakan dengan tanah.

Namun, pembongkaran itu tetap saja menyisakan duka dan sesal bagi warga yang sudah terlanjur membeli kios-kios yang berdiri di atas zona terbuka hijau tersebut. Nur, wanita paruh baya itu menangis histeris ketika moncong penggaruk escavator bersiap menghancurkan dua unit kios yang baru ia beli setahun silam.

“Modal saja belum balik, kami mau makan apa? Kami ditipu,” teriak Nur yang menyaksikan bangunan ilegal yang ia beli itu porak-poranda.

Wanita yang telah memiliki cucu itu bercerita, setahun silam penjual kios-kios liar itu menawarkan satu unit kios dengan harga Rp 20 juta. Ia pun membeli dua unit, berpegang penjelasan dari penjual yang mengklaim telah mengantongi izin keberadaan kios-kios itu dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. Meskipun, kata Nur, penjual kios itu juga mengatakan ada potensi penggusuran ke depan.

“Katanya sudah dibolehkan sama Otorita (BP Batam), paling tidak dua tahunan lah masih bisa (tidak digusur), ini baru satu tahun sudah begini,” katanya lagi.

Warga lain yang kiosnya juga digusur, Suprapto malah menantang Tim Terpadu Penertiban Batam agar tak hanya menggusur kios di kawasan Tropicana itu saja. Melainkan, juga ke kios liar lainnya di seluruh Batam. Termasuk, kata dia, kios yang berada di kawasan Lytech, yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi pembongkaran tersebut.

“Itu juga sama-sama di Row jalan, kenapa tak dibongkar sekalian, kalau mau adil itu bongkar juga lah,” tantang Suprapto dihadapan Ketua Tim Terpadu, Syuzairi dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Hendri, kemarin.

Menurut pria yang mengaku sebagai Ketua RT di Bengkong Kolam tersebut, mestinya jika pembongkaran kios liar memang ditujukan untuk penertiban kota, maka tak ada alasan untuk tebang pilih dalam membongkar kios liar.

“Jangan hanya berani ke kami saja, buktikan ke kios lain juga, itu masih banyak yang berdiri tapi dibiarkan,” geram Suprapto.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Harmidi yang turut datang dan menyaksikan penggusuran kios liar Tropicana itu juga meminta agar kios liar di lokasi lain juga digusur.

“Ke depan jalankan aturan di Kota Batam, apabila ada oknum yang membeking, gusur semua, saya dukung,” kata dia.

Hanya saja, Harmidi juga mengaku berdosa terhadap warga yang membeli kios liar di Row jalan Tropicana tersebut. Pasalnya, ia sendiri mengakui telah membina masyarakat untuk berjualan di lokasi tersebut.

“Karena saya bina makanya masyarakat mau membangun di sini,” kata Politikus Gerindra tersebut.

Menanggapi itu, Kepala Satpol PP Kota Batam, Hendri mengatakan penertiban akan dilakukan bertahap di semua kios liar di Batam. Termasuk, nantinya di kios liar Lytech seperti yang dikeluhkan Suprapto dan beberapa warga lain yang memprotes penggusuran kios liar Tropicana itu.

“Nanti (kios Lytech) digusur, besok kasih SP (Surat Peringatan),” tegas Hendri.

Menurut Kepala Satpol PP itu, pihaknya berupaya melakukan pendekatan persuasif sebelum pembongkaran. Di antaranya, dengan meminta warga membongkar sendiri bangunan yang berdiri di atas Row jalan tersebut. Tujuannya, kata dia, untuk menjaga agar pembongkaran tidak menimbulkan benturan dengan masyarakat.

“Kita ingin menjaga agar situasi tetap kondusif,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Tim Terpadu Penertiban Batam, Syuzairi mengatakan setiap minggu pihaknya akan bergerak untuk menertibkan kios liar di Batam. Hanya saja, penertiban itu dilakukan tanpa koar-koar terlebih dahulu sehingga tak menimbulkan polemik dan mengantisipasi agar tak terjadi keributan dengan para pemilik kios.

“Ini terus nanti, rutin. Yang kita utamakan yang mengganggu ketertiban umum maupun mengganggu fasilitas pemerintahan,” ujar dia.

Setelah ditertibkan, Syuzairi mengatakan pihaknya akan meminta Satpol PP yang telah diperbantukan di masing-masing kecamatan agar memantau dan mencegah berdirinya bangunan kios liar. Sehingga, masyarakat tak dirugikan karena terlanjur membeli kios ilegal.

“Kita upayakan model pencegahan, jadi kalau ada yang mau ancar-ancar mau bangun langsung dicegah,” papar pria yang menjabat Asisten I Pemerintah Kota Batam tersebut.

Sedangkan bagi para pedagang yang kiosnya dirobohkan, Syuzairi katakan pihaknya masih mengupayakan solusi, Termasuk, upaya merelokasi ke tempat yang legal dan semestinya.

“Tapi karena kita belum bisa menentukan lahannya di mana, nanti sambil dikaji, kami akan koordinasi dengan kecamatan dan Dinas PMP-KUKM (Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah),” katanya. (rna)

Baca juga:

Tim Terpadu Bongkar 48 Kios Liar di Kawasan Pasir Putih

Tak Kunjung Ditertibkan, Kios Liar di Seibeduk Terus Bertambah

Tak Ada Kepastian, Penyewa Kios Liar Pilih Bertahan

Pemko Batam Umbar Janji Lagi, Dua Hari Lagi Kios Liar Dibabat Habis

Umbar Janji, Pemko Batam Tak Serius Tertibkan Kios Liar

Minggu Ini, Kios Liar di Pasir Putih Akan Dibongkar

Senin Depan Tim Terpadu Tertibkan Kios Liar di Pasir Putih

Jumat Ini Satpol PP Batam Akan Bongkar Kios Liar

Pekan Ini Kios Liar di Pasir Putih Ditertibkan

Meski Segera Ditertibkan, Pembangunan Kios Liar Kian Menjamur

Jumat Ini Satpol PP Batam Akan Bongkar Kios Liar

DPRD Batam Minta Pemerintah Tidak Tebang Pilih Dalam Penertiban PKL

Ngetem di Ruas Jalan, Polisi Naik Pitam Marahi Sopir Angkot

0
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Panbil, Mukakuning membuat jalan jadi macet. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Angkutan umum yang ngetem di Simpang Panbil, Mukakuning membuat jalan jadi macet.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Suasana di ruas jalan raya R Suprapto, tepatnya di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Mukakuning mendadak memanas, Kamis (21/4) sekitar pukul 11.00 WIB.

Seorang pengendara mobil sedan bewarna merah tiba-tiba mengamuk dengan ulah sejumlah sopir angkot Bimbar yang ngetem memenuhi badan jalan depan Plaza Batamindo.

Pengandara mobil sedan itu ternyata seorang anggota polisi di Mapolresta Barelang yang memang tidak mengenakan seragam polisi waktu itu. Dia tak terima karena seluruh badan jalan raya itu dihalangi oleh angkot Bimbar.

Mulanya anggota polisi itu melaju dengan mobilnya dari arah simpang Panbil ke arah Batuaji. Namun saat tiba di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), seluruh badan jalan sudah dipenuhi dengan angkot Bimbar dan Carry yang ngetem memenuhi badan jalan.

“Sempat saya tunggu beberapa saat tapi tak bergerak juga Bimbar itu,” kata anggota polisi yang tak mau namanya disebutkan.

Sejumlah pengendara lainnya juga mencoba mengklason panjang, namun lagi-lagi angkot-angkot yang ngetem itu tak menggubris, mengganggap itu adalah lokasi parkir yang tepat.

Kondisi itu membuat polisi itu dan sejumlah pengendara lainnya naik pitam. Sang polisi lantas keluar dari mobilnya dan menegur para sopir angkot.

Bukannya merasa bersalah, para sopir angkot malah melawan aksi protes anggota polisi itu. Adu mulut sempat terjadi dan para sopir Bimbar sepertinya sama sekali tak merasa bersalah dan tidak peduli atas apa yang diprotes tersebut.

“Kita marahin dia balik marahin kita lagi,” ungkap sang polisi.

Sang polisi dan pengendara lain sempat tersulut emosi, namun para sopir angkot itu mundur karena belakangan mereka tahu bahwa pria yang protes dengan aksi mereka itu adalah polisi.

Kejadian itu mendapat reaksi yang positif dari warga pengguna jalan lainnya. Warga mendukung aksi protes sang polisi dan menyarankan agar polisi tersebut mau membawa dan memproses para sopir angkot yang kerap melanggar aturan lalu lintas dan menguasai jalan semaunya tanpa pedulikan hak-hak pengendara lain.

“Bawa saja ke kantor pak, biar tahu rasa mereka,” ujar Meri pengendara sepeda motor di lokasi yang sama.

Namun karena sang polisi sedang terburu-buru untuk urusan yang lebih penting, para sopir angkot itu dibiarkan begitu saja.

Warga malah miris dengan keberadaan anggota Satlantas di Pos Pol Simpang Panbil yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian. Anggota Satlantas yang seharusnya berhak menindak para sopir angkot itu malah tidak muncul.

“Bimbar yang ngetem berderet penuhi badan jalan dicuekin. Coba kalau pengendara sepeda motor tak pakai helm atau tak berkaca spion pasti cepat kejar dan tangkap,” kata Meri lagi.

Sementara salah satu pedagang kaki lima di dekat lokasi tersebut, yang enggan diberitahu namanya menuturkan, aksi ngetem memenuhi badan jalan oleh angkot seperti Bimbar dan Carry adalah pemandangan yang biasa dan terjadi hampir setiap saat.

“Apa lagi kalau sore dan pagi saat lagi sibuk, susah mau lewat jalan ini. Badan jalan dipenuhi angkot yang ngetem,” ujarnya.(cr14)