batampos.co.id – 38 mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Atmajaya mengunjungi Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis, (21/4) pagi.
Ketua Rombongan sekaligus dosen pendamping, Elisabeth Sundari mengatakan kunjungan tersebut dimaksud untuk mengetahui kewenangan BP Batam dalam mengelola kawasan industri. Kewenangan dalam menjalankan status Free Trade Zone (FTZ) sebagai pelopor perekonomian nasional.
Ia menambahkan kunjungan ke Batam karena ada sesuatu yang khas dari Batam dimana terdapat kewenangan tugas antara BP dengan Pemko dalam memberikan pelayanan satu pintu dan membangunan infrastruktur.
“Keberadaan BP Batam dapat dikatakan eksis pada suatu daerah dimana memiliki peran sebagai akselerasi pembangunan kota Batam,” katanya.
Kasubdit Humas, Sulasmono menyambut baik kunjungan rekan rekan mahasiswa dari Universitas Atmajaya.
Ia menjelaskan pembangunan Batam sampai saat ini tidak terlepas dari peran BP Batam. Menurutnya kedepan BP Batam optimis dengan kebijakan pemerintah saat ini dapat merubah dan meminimalisir persoalan yang dihadapi. Tranformasi Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat membawa perubahan baik bagi BP Batam.
Selama berlangsungnya acara, pertanyaan yang diberikan sangat beragam dan kritis diantaranya pembagian tugas pemerintah daerah, anggaran yang digunakan, kendala-kendala yang dihadapi membangun Batam, hingga pelayanan investasi.
Menanggapi berbagai pertanyaaan, Sulasmono menambahkan dalam membangun Batam membuat perencanaan otomatis masuk dalam RTRW daerah, mengenai anggaran
“BP Batam memiliki sumber anggaran berasal dari APBN dan PNBP dengan mitra Komisi VI DPR RI dan dibawah Dewan Kawasan, dengan kebijakan baru untuk Batam, BP Batam akan lebih fokus pada peningkatan investasi sebagai peningkatan ekonomi nasional,” katanya memberi penjelasan.
Dengan diadakan kunjungan tersebut diharapkan menjadi bahan pembelajaran mahasiswa magister Ilmu Hukum Unversitas Atmajaya Yogyakarta. Acara diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan foto bersama. (rilis)
Tim terpadu membongkar kios liar di kawasan Pasir Putih, Batamcenter. Foto: Rezza Herdiyanto/ Untuk Batam Pos
batampos.co.id – Tim terpadu membongkar 48 kios liar permanen di Bundaran Tropicana, Kawasan Pasir Putih, Batamcenter, Kamis (21/4). Dalam penertiban ini, tim terpadu menurunkan 300 anggota yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polisi, dan Ditpam BP Batam yang dilengkapi dengan alat berat. Tidak ada perlawanan dari warga setempat.
”Kita mencoba melakukan penataan kembali secara profesional. Setelah penertiban ini, kami akan minta Dinas PMP-KUKM untuk melakukan pendataan para pemilik kios liar dan kemudian akan memikirkan relokasi mereka,” ujar Ketua Tim Terpadu, Syuzaeri.
Saat ini, tim terpadu fokus terhadap kios liar, sedangkan pedagang kaki lima (PKL) masih diberikan toleransi. ”Karena kios liar ini sangat erat kaitannya dengan estetika kota, kesehatan, IMB dan lainnya. Kondisi seperti ini tak boleh dibiarkan terus terjadi,” ujarnya lagi.
Ia juga mengungkapkan kios liar di Bundaran Tropicana masih dalam tahap pembangunan. Jadi sebelum meluas, harus ditertibkan.
Di tempat yang sama, Kepala Satpol PP, Hendri mengatakan penertiban ini merupakan satu paket dengan penertiban pertama pada 8 April lalu. ”Dalam satu tahun ada delapan penertiban, dan setiap penertiban dapat anggaran sebesar Rp 64 juta dari anggaran daerah,” katanya.
Namun, ia masih enggan menyebutkan tujuh titik lainnya yang akan ditertibkan tahun ini. Syuzaeri juga menyatakan kios liar akan tuntas dalam tahun ini. Namun untuk masalah waktu penertiban, ia tidak berkomentar banyak, seperti mengapa penertiban kedua di Bundaran Tropicana mundur seminggu. ”Kami melihat berbagai pertimbangan karena banyak terjadi protes,” ungkapnya singkat.
Mengenai kios liar di kawasan Simpang Franky dan Simpang Kara, Syuzaeri menjelaskan statusnya adalah Surat Peringatan (SP) 3. Bahkan di Simpang Kara, batas pengosongan sudah lewat pada 19 April lalu.
Namun tidak ada tanda-tanda pengosongan dari para pemilik kios liar disana. Mereka masih tetap melakukan kegiatan perniagaan. ”Simpang Kara dan Simpang Frangky masih dalam tahap SP. Sedangkan untuk SP Bongkarnya bisa kapan saja,” jelasnya.
Saat ini tim terpadu telah memberi peringatan. Namun langkah kedepannya, Syuzaeri belum mau berkomentar banyak. ”Penertiban akan dilakukan, tapi tergantung pada anggaran dan kesiapan dari anggota yang tersedia,” paparnya. (leo)
Sidang tertutup terdakwah Wardiaman Zebua yang menghadirkan saksi pelajar SH dan Ay di Pengadilan Negeri (PN)Batam, Batamcenter, Kamis (21/4/2016). Foto:Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos
batampos.co.id – Sidang kasus pembunuhan Nia kembali digelar di PN Batam dengan menghadirkan empat saksi yang masih berstatus pelajar tingkat SMA. Namun terdakwa kasus ini, Wardiaman Zebua, dilarang menghadiri sidang, Kamis (21/4/2016).
Ketua majelis hakim, Zulkifli, mengatakan keempat saksi semuanya berjenis kelamin perempuan. Masing-masing berinisial Js, Sh, Ay, dan Dn mengaku takut melihat wajah Wardiaman. Sehingga mereka meminta Wardiaman tidak dihadirkan dalam sidang.
“Selain itu saksi masih di bawah umur, maka sidang berlangsung tertutup. Dan terdakwa Wardiaman selama keterangan saksi dikembalikan ke sel tahanan,” ujar Zulkifli.
Selama memberikan keterangan, keempat saksi tersebut didamping komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Erry Syahrial. Sebelum sidang, Erry juga meminta agar Wardiaman tidak dihadirkan dalam sidang.
“Saksi masih mengalami trauma dan takut melihat terdakwa. Karena menurut pengakuannya, mereka pernah dicegat oleh orang mirip terdakwa (Wardiaman),” terang Ery usai persidangan.
Menurut Erry, Js merupakan saksi pertama yang memberi keterangan di persidangan. Js merupakan siswi SMAN 1 Batam, satu sekolah dengan mendingan Dian Milenia Trisna Afiefa atau Nia. Js juga tinggal di perumahan yang sama dengan Nia di Batuaji. Namun begitu, Js mengaku tak kenal secara personal dengan Nia.
“Dia hanya kenal wajah, tapi tak pernah berkomunikasi,” ujar Erry.
Dalam keterangannya, Js mengaku melihat Nia bersama seorang pria di tepi jalan dekat perumahan Delta Villa, Sekupang, pada hari Sabtu, 26 September 2015 sekitar pukul 07.10 WIB. Hari dimana Nia kemudian dikabarkan hilang pada sore harinya. Saat itu, Js yang tengah dalam perjalanan menuju sekolahnya melihat seorang pria tengah berbincang dengan Nia.
Kata Js, saat itu ada dua sepeda motor, yakni motor Nia dan motor Mio J warna biru yang diduga milik pria tersebut. Saat Js melintas, posisi tangan pria tersebut memegang stang motor Nia. Keduanya terlihat ngobrol dengan akrab. Js mengaku sempat berhenti dan memperhatikan keduanya sejenak.
“Karena takut telat, Js memutuskan melanjutkan perjalanan ke sekolah,” katanya.
Menurut Erry, dalam sidang kemarin Js mengaku yakin bahwa siswi SMAN 1 Batam yang sedang ngbrol dengan pria bermotor Mio J biru itu adalah Nia. Namun Js mengatakan tak begitu jelas dengan wajah pria itu karena posisinya membelakanginya.
“Tapi secara umum ciri-ciri pria itu sama seperti yang dikatakan saksi-saksi sebelumnya,” kata Erry.
Saksi berikutnya lanjut Erry yakni Sh dan Ay. Dua sisiwi ini mengaku diberhentikan oleh seorang pria bermotor Mio J pada hari yang sama, yakni Sabtu 26 September 2015 sekitar pukul 06.45 WIB. Saat itu Sh dan Ay yang naik motor berboncengan tak mau berhenti. Namun pria yang mengendarai Mio J itu mengejarnya.
“Mereka dicegat setelah SPBU Batuaji. Awalnya mereka sempat akan kabur, namun dikejar. Karena takut mereka berhenti,” jelas Erry.
Saat berhenti, Sh dan Ay melihat pria tersebut beralis tebal dan bermata tajam. Pria itu mengatakan jika plat nomor yang dipakai palsu. Pria itu memintanya menunjukan STNK. Saat percakapan terjadi, Sh sempat memotret sepeda motor milik pria tersebut yang ternyata memiliki ciri yang sama dengan sepeda motor Wardiaman Zebua.
Selain sama-sama bermerek Yamaha Mio J dan berwarna biru, motor tersebut juga sama-sama memiliki bekas lecet di bagian kiri belakang. Seperti motor Mio J milik Wardiaman.
“Yang difoto itu hanya bodynya saja, sedangkan plat nomornya tak ikut terfoto. Keduanya juga sempat digiring menuju pos polisi, namun belum sampai pos, keduanya dilepas,” imbuh Ery tanpa menjelaskan pos apa yang dimaksud saksi.
Sementara saksi Dn juga mengaku pernah dicegat seorang berkendara Yamaha Mio J biru. Pria itu memakai masker itu menghentikannya di dekat lampu merah menuju Seitemiang pada 23 September 2015 sekitar pukul 17.00 WIB. Alasanya, Dn tak memakai helm.
“Jadi, pria itu memberi pilihan, mau motor yang dibawa atau dirinya yang ikut ke pos. Karena takut, Dn memilih dirinya lah yang dibawa dan motor ditinggal di tepi jalan,” terang Ery lagi.
Masih kata Ery, Dn mengaku sempat dibawa keliling naik motor pria tersebut ke empat pos jagawana atau pos penjagaan hutan lindung. Terakhir mereka menuju pos dekat dengan Marina. Di sana, Dn diminta turun dan masuk ke dalam pos. Namun permintaan itu tak dipenuhi oleh DN. Ia tetap berada di atas motor, hingga akhirnya sang pria mengeluarkan kertas.
“Dn dibawa hampir tiga jam berkeliling. Mengenai kertas yang dikeluarkan pria itu, Dn kurang tahu persis. Namun, Dn disuruh mengisi data lengkapnya di sana,” kata Ery lagi.
Meski tiga jam lebih bersama pria misterius itu, Dn mengaku tak diapa-apakan pria tersebut. Bahkan, pria itu tak merayunya.
“Dn mengaku dilepas, setelah ada warga yang menyenter ke pos terakhir. Sebab, posisinya saat itu sudah gelap. Dn pun mengaku sampai di rumah sekitar setengah sembilan malam,” jelas Erry lagi.
Melihat keterangan keempat saksi kemarin, alur ceritanya sama persis dengan para saksi sebelumnya. Misalnya soal pengakuan pernah dicegat oleh pria bermotor Mio J. Namun rata-rata saksi mengaku tidak melihat plat nomor sepeda motor itu. Meski ada yang mengabadikannya dalam foto, semuanya mengaku tidak memotret di bagian plat nomor.
Keterangan senada lainnya adalah tentang kesaksian para saksi yang mengaku melihat Nia ngobrol dengan seorang pria di tepi jalan dekat perumahan Delta Villa, Sekupang, pada Sabtu 26 September 2015. Rata-rata saksi mengaku berhenti dan memperhatikan Nia dan teman prianya itu. Namun kemudian mereka pergi meninggalkan keduanya.
Seperti sidang-sidang sebelumnya, keterangan keempat saksi kemarin kembali dibantah oleh Wardiaman. Ia mengaku tidak pernah melakukan apa yang disampaikan para saksi. (she/bp)
batampos.co.id – Nasib naas dialami Mukinah, warga Perumahan GMT, Tanjungpiayu ini ditikam anaknya Setiono, 40, Kamis (21/4/2016).
Setiono yang diketahui mengalami gangguan mental menikam ibunya di sekitar lengannya. Hingga kini Mukinah masih dirawat di Rumah Sakit Awal Bros Batam.
“Kondisinya baik dan masih dirawat,” ujar salah satu kerabat korban yang tidak ingin disebut namanya.
Meski sudah lama mengalami gangguan mental, namun keseharianya, setiono bergaul bersama warga lainnya dengan baik.
“Gak tahu kenapa emosinya gak terkontrol dan langsung menikam ibunya,” ungkapnya.
Ia juga mengaku, meskipun saat ini Setiono ditahan di Polsek Seibeduk, namun ia tidak akan dikenakan sanksi, melainkan akan dibawa berobat ke Bandung.
“Rencananya gak akan ditahan karena mau bawa berobat ke Pesantren khusus orang-orang gangguan mental,” imbuhnya. (cr19/bp)
batampos.co.id – Walikota Batam Rudi menerima kunjungan lagi dari perwakilan Kedutaan Besar Amerika Phill Nervig di kantor Walikota Batam, Kamis (21/4).
Kedatangan Phill bertujuan untuk melihat perkembangan investasi di Batam.
“Kami membahas kerjasama dibidang investasi dan perdagangan, karena Batam itu penting bagi Amerika,” ujarnya.
Phill menjelaskan ia sangat ingin mengetahui status Badan Pengusahan (BP) Batam, status hukum, dan situasi investasi di Batam selama masa transisi enam bulan menuju status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Keputusan Pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengundang perhatian kami,” jelasnya.
Batam di mata investor asing merupakan tempat yang sangat tepat untuk berbisnis. Namun dengan adanya kebijakan pemerintah pusat yang menjadikan status Batam sebagai KEK dan Special Economic Zone membuat dirinya atas nama Pemerintah Amerika Serikat berniat untuk mendengar langsung langkah konkrit yang akan diambil khususnya bagi iklim investasi di Batam ke depan.
Batam merupakan pilihan yang tepat sebagai kawasan bisnis, karena Batam merupakan gerbang kawasan pasar Asia,” ungkap Phil yang menjabat sebagai Economic Officer di Kedubes Amerika Serikat di Jakarta.
Selain itu, Phill juga mendengar investor asal Amerika Serikat di Batam bercerita tentang kemudahan dan kenyamanan tinggal dan berinvestasi di Batam.
Menjawab hal tersebut, Walikota Batam Rudi menegaskan dualisme pengelolaan wilayah yang ada di Batam menyebabkan Batam tidak kompetitif karena perizinan menjadi lamban, tumpang tindih pengelolaan tanah, tidak adanya kepastian hukum bagi investor, dan penyediaan infrastruktur yang belum memenuhi standar internasional.
“Masa transisi selama 6 bulan ini yang akan melakukan perubahan termasuk didalamnya pengaturan kewenangan antara Pemko dan BP Batam”, ujar Rudi yang didampingi Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad dan Sekretaris Daerah Kota Batam Agussahiman.
Terkait permasalahan kepastian hukum yang menjadi momok bagi para investor, Rudi menjelaskan pada masa transisi inilah dirumuskan dan dicari formula yang tepat agar investor dapat semakin mudah dan nyaman berinvestasi di Batam.
“Masalah kepastian hukum ini yang harus kita ciptakan. Ini yang kami dudukkan 6 bulan ke depan. Saya garansi investasi aman”, jelas Wako.
Rudi juga menegaskan bahwa dirinya menjamin akan keberlangsungan dan kemudahan bagi investor asing untuk dapat berinvestasi dengan aman dan nyaman di Batam. Dirinya juga meminta para investor untuk aktif berkoordinasi dan menyampaikan langsung apabila ada kendala maupun hambatan di lapangan yang berkaitan dengan investasinya di Batam.
Mendengar pernyataan tersebut, Phill sangat senang karena kepastian hukum dan kemudahan berinvestasi merupakan nilai utama bagi para pengusaha dalam berinvestasi di Batam.
“Hal yang menarik investor baru adalah melihat investor yang sudah ada. Pembicaraan pengalaman berinvestasi yang nyaman dan mudah membuat investor baru tertarik untuk berinvestasi di Batam. Ini bagus sekali,” jelas Phil.
Hingga akhir 2013, tercatat sebanyak 29 perusahaan Amerika Serikat beroperasi di Batam selama 2006-2013 dengan nilai investasi sekitar USD 300 juta dolar. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang perdagangan, jasa, industri elektronik, industri minyak dan gas, serta beberapa indstri lain diantaranya McDermott Indonesia, Caterpilar, Petrotech Batam, Proserv dan lainnya. (leo)
Robin, pengantin pria menjemput mempelai wanita dengan kereta kuda. foto:chachay/batampos
batampos.co.id – Kisah klasik dongeng Cinderella masih saja jadi inspirasi di era teknologi sekarang ini. Kalau dongeng mengisahkan Cinderella yang pergi ke pesta kerajaan, tapi di 2016 ini, Robin sang mempelai pria-lah yang pergi menjemput Cinderella-nya, Riyanti menggunakan kereta kuda dari blok 4 di Nagoya menuju perumahan Sakura Garden di Seipanas, Rabu (20/4) malam lalu.
Pintu masuk Blok 4 Nagoya tampak ramai oleh warga. Mereka terlihat antusias melihat hal unik di depan mereka, dimana ada satu kereta kuda yang dihias penuh bunga. Di depan kereta kuda itu, dengan kokoh dua kuda lainnya berdiri dipegang dua pengawal berpakaian tuksedo dan topi khas koboi, lengkap bersarung tangan.
“Pak Robin pake ini (kereta kuda, red) menjemput pengantin perempuan di rumahnya di Seipanas,” ujar salah seorang tamu undangan, Kevin ketika ditemui di sela-sela acara.
Di dalam rumah berlantai tiga itu, keluarga mempelai pria sudah ramai. Ruang tamu dihias dengan dinding merah khas perayaan cik sing nang atau cik sinyo alias seremoni detik-detik mempelai pria menjemput mempelai wanita untuk dibawa kembali ke rumah bersama.
Naik ke lantai dua, belok kiri. Disitulah kamar mempelai berada. Tempat tidur berbalut sprei merah khas pengantin baru umumnya warga Tionghoa langsung menjadi pemandangan. Mengapa tidak, di atasnya sudah terletak seserahan bernilai lebih dari ratusan juta. Seserahannya sangat mewah. Apa saja? ada beberapa set tas merek Michael Kors, LV, Guess, beberapa jam tangan merek Esprit, Guess, dan juga beberapa set perhiasan emas, beberapa pasang sepatu merek terkenal, perlengkapan dapur seperti ember, gayung, selimut, koper, semua berwarna merah.
“Ada artinya semua. Kalau barang itu saya beli sendiri untuk istri saya karena saya cinta dan punya kerinduan dia menjadi pasangan saya sehidup semati hingga maut memisahkan. Sementara kalau warna merah itu, itu menjadi simbol kemakmuran dan semangat menyala-nyala untuk memulai hidup yang baru sebagai pasangan suami istri,” ujar Robin ketika dihubungi kemarin.
Di kamar pengantin tersebut, 10 rekan dan sahabat Robin didaulat menjadi pendamping. Mereka pun berpakaian sama dengan sang pengantin pria. Mengenakan jas dan celan hitam dengan bunga tersemat di kantong jas masing-masing.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB, itu artinya saatnya menjemput mempelai perempuan ke Sei Panas. Robin beserta para pendamping prianya turun ke bawah. Dua pendamping menaiki kuda, dan Robin sendiri masuk ke kereta Cinderella yang digerakkan oleh kuda.
Tiba di rumah mempelai perempuan. Ia harus melewati berbagai ujian dulu dari tujuh pendamping wanita yang sudah menunggu di pekarangan perempuan. Bersama pendamping pria, ia turut menjalani ujian yang diberikan tersebut mulai memberikan angpao, menggigit jeruk asam, minum bir, hingga makan pisang. Sangat sulit melewati tahapan itu. “Itu sudah tradisi kami yang berarti untuk mendapatkan hal yang kita tuju, kita harus berusaha dan berjuang. Sama juga untuk memenangkan hati perempuan yang kita cintai,” ujar Robin.
Ia mengungkapkan, lewat tradisi itu, ia ingin seumur hidup selalu bahagia dalam berkeluarga bersama Riyanti.
Waktu yang ditunggu pun tiba. Pendamping perempuan mempersilakannya masuk ke rumah mempelai perempuan. Dia harus melewati pintu dengan pita untuk bisa bertemu dengan istrinya tersebut. Di rumah mempelai perempuan itu, ia menjalani sejumlah kegiatan adat seperti minum teh, dan juga memberi angpao dan menerima jeruk hoki dari keluarga. (cha/bpos)
Bazar Create Your Self di Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Kali ini ajang yang sama akan digelar di Batam 23-24 April mendatang di Lapangan Welcome To Batam, Batam Center dengan menghadirkan Steven Jam. foto:istimewa
batampos.co.id – Cakra Elang Interactive bakal menghadirkan panggung musik akbar bagi musisi Batam. Panggung yang bakal didirikan 23-24 April mendatang di Lapangan Welcome To Batam, Batam Center, ini bakal jadi ajang unjuk kebolehan musisi-musisi lokal Batam dari pelbagai komunitas musik yang ada. Mengusung tema ‘Create Your Self’, panitia penyelenggara menginginkan sesuatu yang berbeda.
“Kami ingin memberikan sebuah suguhan panggung musik yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Karena gelaran sebelumnya di Tanjungpinang juga luar biasa,” kata Oktoberi Surbakti dari Cakra Elang Interactive, kemarin.
Dalam balutan ajang sarat kreativitas anak muda ini juga akan menampilkan kolaborasi musisi muda Batam lintas genre. Mereka bakal berada di satu panggung membawakan lagu-lagu hits legendaris Indonesia. Tidak berhenti di sini. Setiap pengunjung yang datang juga bakal diajak mengikuti sejumlah kegiatan kreatif. Semisal melukis kaos dan mendesai tas. Lalu bakal ada stan foto bagi pengunjung yang mengusung kreasi 3D Trick Art.
Dan setelah itu semua, baru masuk pada suguhan utama. Cakra Elang Interactive mengajak Steven Jam. Band reggae fenomenal dari Yogyakarta ini sebenarnya sudah tidak asing lagi di jagat musik Indonesia. Oktoberi mengatakan, Steven Jam adalah nama baru dari Steven and Coconut Tress. Kehadiran band reggae nomor satu di Indonesia ini diharapkan bisa memberikan stimulus positif bagi musisi-musisi muda Batam untuk tetap terus berkarya.
“Semuanya mulai dari nol. Kami ingin musisi-musisi muda Batam bisa melihat kreativitas Steven Jam lebih dekat sehingga bisa memberi mereka semangat,” ujar Oktoberi.
Karena itu, Oktoberi mengajak seluruh kawula muda Batam berkumpul di Lapangan Welcome To Batam di Batam Center. Selain digelar secara terbuka dan gratis, acara ini bakal berlangsung semarak dari petang hingga ke tengah malam. “Semuanya bisa ikut berkespresi dan berkreasi pada ajang akhir pekan ini,” pungkasnya. (muf/bpos)
Orang tua bayi kembar siam, Warmin Bahrudin melihat kondisi anaknya Rahma-Rahmi di ruang perawatan khusus Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, Lubukbaja, Rabu (20/4/2016). Kondisi bayi kembar siam normal dan mengalami peningkatan setiap harinya. Foto: Rezza Herdiyanto/ Batam Pos
batampos.co.id – Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) dipastikan siap menggelar operasi pemisahan bayi kembar siam Rahma-Rahmi, bulan Mei mendatang. Tim Kembar Siam (TKS) RSUD dr Soetomo Surabaya telah melakukan pengecekan fasilitas kesehatan dan peralatan operasi, Rabu (20/4) lalu.
“Bagus. Semuanya lengkap,” kata Wakil Ketua TKS RSUD dr Soetomo Surabaya, dr Poerwadi, SpB SpBA usai meninjau ruang operasi RSAB.
Ruang operasi itu salah satunya. RSAB telah menyiapkan ruang operasi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari ruang perawatan. Sehingga, ketika operasi selesai nanti, kedua bayi pasangan Junaidi Bakri Ratu Loli dan Warmin Bahrudin itu dapat segera kembali ke ruang perawatan.
Mengenai kompetensi dokter, dr Poerwadi menyatakan, TKS RSUD dr Soetomo siap mendampingi. TKS yang diketuai dr Agus Harianto, SpAK itu sudah terbentuk sejak tahun 1975. Tim itu kini beranggotakan hingga 125 dokter. Mereka telah menangani hingga 80 kasus bayi kembar siam.
“Bukan hanya yang ada di Surabaya. Di luar Surabaya juga sudah kami lakukan,” ujar dokter spesialis bedah anak itu lagi.
Tim dokter kini tengah menunggu berat badan bayi mencapai angka yang diinginkan. Yakni, sebesar 10 kilogram. Namun, mereka tetap siaga 24 jam. Sebab, salah satu bayi mengalami kelainan jantung.
Sambil menunggu berat badan terpenuhi, tim kembar siam daerah akan menggalang dana untuk operasi si kecil. Tim akan membuka rekening khusus untuk menampung sumbangan yang masuk. Rekening itu nantinya akan dikelola oleh tim.
“Pembukaan rekening itu sedang dalam proses. Secepatnya setelah jadi, kami akan mengumumkannya,” kata Koordinator Pos Penggalangan Dana, Usep RS.
Hingga saat ini, belum ada bantuan dana untuk operasi si kecil. Terutama yang masuk langsung masuk ke ayah bayi Junaidi Bakri Ratu Loli. Mereka masih mengandalkan uang gaji Warmin Bahrudin untuk membiayai kebutuhan Rahma-Rahmi. Biaya yang terbesar datang dari kebutuhan susu. Bayi kembar yang lahir 29 Maret lalu itu harus mengonsumsi susu khusus supaya berat badannya bertambah.
“Susu itu harganya cukup mahal lah. Tapi mau bagaimana lagi,” ujar Junaidi Bakri. (ceu)
Kapal bermuatan puluhan ton beras dan gula ilegal yang diamankan TNI AL di perairan Pulau Nipah. Foto: Eggi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Tim WFQR IV, Lanal Batam, Posal Nipah, dan dibantu oleh Posal Tolop berhasil menggagalkan penyelundupan beras dan gula yang diangkut oleh dua kapal kayu menuju Tanjungbalai Karimun, Rabu (20/4) lalu.
Adapun beras dan gula yang berhasil diamankan dari dua kapal berbendera Indonesia dengan nama KM Sejahtera III dan KM Aripin Jaya seberat 75 ton dengan perincian 1.000 karung di kapal KM Sejahtera III dan 1000 karung beras dan 500 karung gula dari KM Aripin Jaya.
“Pada hari Rabu sekitar jam 18.30 WIB, Lanal telah berhasil menangkap dua kapal tanpa nama dan tiada surat di perairan Pulau Nipah,” ungkap Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana pertama (Laksma) TNI S Irawan, Kamis (21/4).
Irawan menjelaskan penangkapan bermula dari Posal Pulau Nipah melakukan patroli di sekitar Perairan Selat Singapura. Lalu mencurigai adanya dua kapal yang berlayar tanpa adanya lampu penerangan atau navigasi.
“Mereka masuk perairan dari pinggir untuk mengelabui petugas. Dalam perjalanannya mereka juga pada malam hari bergeraknya,” jelas Irawan.
Selain bergerak pada malam hari, para penyeludup juga mencoba mengelabui petugas dengan membawa karung beras dan gula bermerek Indonesia.
“Selain bergerak pada malam hari, modus yang mereka gunakan adalah dengan membawa karung kosong dengan merek gula dan beras indonesia. Lalu dibawa ke Singapura,” jelasnya.
“Nanti setelah sampai di Karimun, mereka belum tau mau diturunkan dimana, menurut pengakuan mereka, mereka hanya membawa beras dan gula tersebut. Kemudian sesampainya di Karimun, nanti ada oknum yang akan mengarahkan mereka untuk menurunkan beras dan gula tersebut di tempat yang aman,” lanjutnya.
Sementara itu, untuk pemilik dari dua kapal tersebut telah diketahui. Dari keterangan yang didapatkan dari 8 orang ABK dan Kapten kapal, kedua kapal itu mengatakan pemiliknya berinisial AD dan saat ini dalam tahap pengejaran.
Selanjutnya Irawan mengatakan beras dan gula hasil tangkapan tersebut nantinya akan diserahkan kepada Bea dan Cukai.
“Pemiliknya saat ini sudah diketahui dan sedang dalam pengejaran. Sementara beras dan gula ini akan kita serahkan kepada Bea dan Cukai,” pungkas Irawan. (eggi)