Jenazah Suhadi saat di RSBP Batam, Sekupang. Foto: Eggi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Suhadi (29) dan anaknya, Fatur (5) mengalami kecelakaan lalu lintas setelah ditabrak mobil lori berwarna biru tepat di depan Tiban Kampung, Sabtu (12/3) sekira pukul 13.30 WIB.
Nyawa Suhadi tidak dapat tertolong lagi setelah sempat terseret sejauh 10 meter. Sementara itu anaknya yang sempat ikut terseret bersama Suhadi berhasil diselamatkan oleh pengendara lain.
Dari data yang berhasil dihimpun oleh batampos.co.id, Suhadi diketahui baru selesai melakukan olahraga di tempat ia bekerja di PT ISS Tanjung Uncang.
Salah seorang saksi mata bernama Ridwan yang ditemui di lokasi kejadian menuturkan saat itu anak Suhadi duduk dibagian depan sepeda motor yang mereka tunggangi.
“Anak itu mau terseret bersama suhadi, tapi langsung diselamatkan oleh pegendara yang lain dengan cepat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ridwan mengatakan, saat kejadian warga yang berada di lokasi kejadian sempat memeriksa denyut nadi Suhadi. “Posisinya saat itu tertelungkup dan masih menggunakan helm. Saat itu juga denyut nadi di leher sempat diperiksa masih ada tapi udah lemah,” lanjutnya.
Saat ini jenazah Suhadi telah berada di ruang jenazah RSOB, Sekupang. Sedangkan anaknya bernama Fatur telah ditangani secara insentif oleh dokter RSBP Batam, Sekupang karena mengalami patah kaki. (eggi)
Petugas Puskesmas Sambau meneteskan vaksin polio kepada anak-anak warga Perumahan Citramas Nongsa, Jumat (11/3). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Posyandu Nusa Indah 2 di Perumahan Citramas Indah memberikan vaksin polio kepada lebih dari 230 balita, Jumat (11/3). Kegiatan ini bagian dari Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang digelar serentak di Indonesia mulai Selasa (8/3) hingga Kamis (15/3).
“Alhamdulillah jumlah ini sudah memenuhi sasaran yang ditetapkan Puskesmas,” kata Syafrida, Ketua Kader Posyandu Nusa Indah 2.
Gerakan imunisasi nasional itu dilakukan selama tiga jam, mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Setiap balita wajib mendaftarkan diri sebelum diberi vaksin. Lantas, berat badan mereka ditimbang.
Vaksin diberikan sebanyak dua tetes per balita. Selanjutnya, jari mereka dicelupkan ke dalam tinta sebagai bukti telah mendapatkan vaksin. Proses ini tidak memakan waktu lama. Setidaknya, 5 hingga 10 menit per balita.
“Tidak ngantri-lah, alhamdulillah lancar,” tutur Syafrida lagi.
Warga tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka memadati Pos PIN pada pukul 08.00 WIB. Lenni, satu warga Perumahan Citramas Indah, membawa anaknya datang pukul 09.30 WIB. Ketika itu, suasana pos mulai lengang.
“Cepat kok. Daftar langsung tetes,” ujarnya.
Lenni mengaku datang setelah mendapat pemberitahuan melalui Masjid Al Muhajirin Citramas. Awalnya, ia sempat ragu dengan jenis vaksin yang akan diberikan.
“Tapi karena MUI sudah mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin itu, ya sudah tenang,” ujarnya.
Setiap posyandu hanya menyelenggarakan kegiatan imunisasi ini satu kali. Supervisi PIN Puskesmas Sambau, Dahniar, mengatakan, Puskesmas telah membuat jadwal imunisasi untuk seluruh pos pin di Kecamatan Nongsa. Total, ada 28 pos pin se-Puskesmas Sambau yang menyelenggarakan PIN.
“Hari ini, selain di sini (Posyandu Nusa Indah 2), juga diselenggarakan di Taman Yose, Taman Batu Besar, Teluk Mata Ikan, dan Nongsa Pantai,” kata Dahniar.
Sasaran PIN adalah anak usia 0 – 59 bulan. Puskesmas Sambau mencatat, ada 4.127 balita di Kecamatan Nongsa ini. Seluruhnya harus mendapatkan vaksin polio.
“Ini demi Indonesia bebas polio. Seperti tahun-tahun yang lalu,” kata Dahniar lagi. (ceu)
Villa-vila di atas laut dilihat dari udara. Foto: dok. FID
batampos.co.id – Provinsi Kepulauan Riau dianugerahi alam yang begitu mempesona. Ada 2.408 pulau besar dan kecil yang tersebar di 5 kabupaten dan 2 kota. Meski baru 30 persen yang memiliki nama, namun masing-masing pulau punya kelebihan. Mulai dari pasir putihnya, keindahan karangnya, bakaunya, dan ekosistem bawah lautnya.
Funtasy Island dilihat dari udara pada petang hari. Foto: dok.FID
Memiliki luas 252.601 Km2 dengan 96 persen lautan adalah sebuah karunia tak ternilai. Ada banyak potensi yang bisa digali. Ada banyak lumbung uang jika dikelola dengan benar.
Wahana di daratan. Foto: dok.FID
Apalagi letak Kepri yang berbatasan dengan negara maju. Di bagian barat ada Singapura dan Malaysia. Di bagian timur juga ada Malaysia dan Brunei Darussalam di bagian utara ada negara tetangga yang juga tengah berkembang, Vietnam dan Kamboja. Di bagian selatan, ada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang juga punya keindahan alam relatif sama dengan Kepri.
Coralllium Villa. Foto: dok.FID
Sedikit mempersempit ke Pulau Batam. Ya, salah satu Kota di Kepri yang paling maju. Jarak dari Singapura menggunakan kapal feri hanya 45 menit, begitupun ke Malaysia, juga bisa dicapai hanya 45 menit perjalanan dengan kapal feri dari beberapa pelabuhan laut di Batam.
Batam sendiri punya 308 pulau yang telah diberi nama. Salah satunya Pulau Belakangpadang. Jika sedikit melihat ke belakang, Bekalangpadang terbilang kecamatan palingtua di Batam. Jauh sebelum Pulau Batam dikembangkan, Belakangpadang adalah pusat pemerintahan. Masyarakat di sini lebih mengenal dolar Singapura daripada rupiah karena memang letaknya yang sangat dekat dengan Singapura. Kini Belakangpadang salah satu kecamatan di Kota Batam.
Villa di atas air. Foto: dok.FID
Di wilayah Belakangpadang sendiri, ada ratusan pulau-pulau kecil dengan pesona alam yang indah. Salah satunya Pulau Manis. Letaknya yang strategis dan pantai dan lautnya yang tenang dan indah, membuat pengembang Singapura Funtasy Island Development Pte Ltd (FID) bersama PT Batam Island Marina tertarik membangun Eco Theme Park terbesar di dunia, yang diberi nama Funtasy Island. Apalagi jaraknya dari Singapura hanya 16 kilometer.
Breeze Villa. Foto: dok.FID
Funtasy Island memiliki 6 gugusan pulau-pulau kecil yaitu, Pulau Air, Pulau Asam, Pulau Anak Ladang, Great 1, Great 2 dan Great 3. Sejak 2010 di pulau-pulau yang terintegrasi satu sama lain itu terus dibangun berbagai bangunan dan wahana. Ada 700 villa yang terdiri dari 150 floating unit atau villa di atas laut dan 550 unit di daratan. Juga ada hotel. Menariknya, 70 persen lingkungan alam pulau itu tetap dipertahankan.
Area pantai dengan pasir putih. Foto: dok.FID
“Sebelum mulai konstruksi, kami bahkan menanam 4.000 pohon bakau di sekitar pulau. Kami juga bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk melestarikan terumbu karang di pulau ini. Kami benar-benar mempertahankan agar ekosistem alam di pulau ini terjaga dengan baik,” ujar Michael Yong, Direktur FID beberapa waktu silam.
Tak hanya itu, FID juga bekerjasama dengan para nelayan untuk membangun struktur menggunakan daun pohon palem yang dipadatkan kemudian meletakkannya di sekitar pulau untuk pertumbuhan alga sehingga menarik ikan-ikan kecil. Harapannya, iklan lumba-lumb akan datang ke peraira funtasy island. Kawasan Pulau Manis memang habitat lumba-lumba.
Ocean Front Villa. Foto: dok.FID
Sejak 2010, FID telah mengivestasikan dana S $ 300.000.000 (hampir Rp 3 triliun) untuk mengembangkan pulau itu. Vila-vila baik di atas laut maupun di atas laut dalam proses pengerjaan akhir. Rencananya mulai dibuka akhir kuartal pertama 2016. Untuk pengelolaan hotel resort-nya FID menggandeng Louvre Hotels Group.
Funtasy Island dalam progresnya juga akan dilengkapi dengan pelabuhan feri yang memungkinkan akses wistawan asing langsung ke pulau itu. Bahkan, akan ada beberapa unit sea plane yang bisa dipergunakan untuk transportasi yang bisa menampung 18 penumpang dan 2 kru pesawat.
The Cove. Foto: dok.FID
Funtasy Island juga akan dilengkapi beragam wahana air dan taman nan asri daratan. Funtasy Isand juga memiliki pantai yang bersih dan tempat yang nyaman untuk diving maupun snorkeling.
Tak hanya itu, bakau di pulau itu menjadi daya tarik tersendiri. Pada malam hari, selain bisa menyaksikan kemegahan kota Singapura dari pulau itu, juga bisa menikmati cahaya kunang-kunang yang ada di bakau. Konsepnya benar-benar dibuat alami, sehingga Funtasy Island dikenal juga sebagai kawasan yang sangat ramah lingkungan.
Kolam renang di tepi laut. Foto: dok.FID
Rencananya, akhir 2016 ini Funtasy Island sudah berfungsi penuh. Bahkan, 85 persen properti di sana sudah laku atau disewa. Pulau ini bisa diakses dari berbagai tempat, termasuk dari Kota Batam melalui pelabuhan Sekupang.
Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika mengunjungi pulau itu beberapa waktu silam menilai, Funtasy Island akan mamu bersaing dengan eco park atau theme park yang ada di Malaysia dan Singapura, maupun negara lainnya.
Forest Bungalow. Foto: dok.FID
“Ekosistemnya sempurna, ini yang tak dimiliki tempat lain. Terbukti demandnya tinggi,” ujar Arief Yahya.
Bagian dalam villa. Foto: dok.FID
Pria yang pernah menjadi Dirut PT Telkom ini yakin, dengan keindahan alam, harga yang bersaing, letak yang strategis–hanya 16 kilo meter dari Singapura atau 30 menit dari Harbour Front, Funtasy Island bak potongan “surga” yang mampu menarik banyak wisatawan mancanegara dari Singapura. “Saya yakin pasti banyak,” ujarnya. (nur/dok.liputan bp)
Sejumlah warga berfoto ria dengan latar belakang Bukit Klara yang ada tulisan Welcome to Batam, beberapa waktu lalu. Rencananya lahan di kaki bukit yang menjadi paru-paru kota ini akan dibangun hotel dan apartemen setinggi 22 lantai. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos
batampos.co.id – “Salah satu ikon Batam yakni Welcome to Batam akan hilang, tertutup hotel. Kami akan tolak habis-habisan,” kata Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak.
DPRD Kota Batam menyayangkan adanya rencana pembangunan hotel dan apartemen di depan Bukit Clara, Batamcentre. Apalagi jika Badan Pengusahaan (BP) Batam telah memberikan restu dengan mengeluarkan fatwa planologi.
Menurutnya, lahan seluas sekitar tiga hektare itu sudah lama mangrak.
“Kenapa baru sekarang ada rencana pembangunan, itupun menutup ikon Batam,” tuturnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Djoko Mulyono meminta pemerintah menolak pendirian hotel. Untuk menyelamatkan ikon Batam, pemko jangan mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
“Tak mungkin Bukit Klara ditinggikan, karena itu pembangunanya harus kita tolak,” tegas Djoko.
Djoko menuturkan, pihaknya bukan anti pembangunan, namun keberadaannya harus sesuai dengan RTRW, estetika. “Serta tidak merusak infrastruktur yang sudah ada,” katanya.
Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andi Antono mengatakan, pihaknya akan mengecek ke bagian lahan. Apakah pengembang sudah mengantongi fatwa planologi atau belum.
“Sudah saya tanyakan, tapi belum ada jawaban,” kilahnya.(hgt/ray/jpnn)
batampos.co.id – Pemprov Kepri tak akan mengucurkan duit hasil pajak kendaraan sebesar Rp188 miliar di tahun ini ke Batam.
Dalihnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri defisit anggaran.
“Informasi dari Pemko, tidak ada harapan (akan dibayar), tak teranggarkan Pemprov. Pembayarannya ditunda tahun 2017,” kata Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, Jumat (11/3).
Nuryanto mempertanyakan pengelolaan keuangan Pemprov Kepri, hingga tak bisa membayar hutang.
“Harusnya ini dibayar, tak ada alasan defisit. Kalau saperti ini bahaya untuk APBD kita,” katanya.
Menurutnya, piutang Pemko itu sudah diproyeksikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016. Karena tak dibayar, pendapatan yang ditargetkan Rp2,3 Trilun tak dapat dipenuhi.
Disparitas anggaran untuk belanja daerah Kota yang diproyeksikan Rp2,5 Triliun akan semakin besar. Dengan pendapatan Rp2,3 Triliun saja, APBD Batam mengalami defisit Rp190 Miliar.
“Mau gak mau harus dirasionalisasikan, anggarannya tak ada. Mau cari kemana (kekurangan anggaran)” kata kata politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.
Minggu depan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemko Batam.
“Secepatnya kami lakukan pembahasan, sebelum masuk pembahasan perubahan,” kata Nuryanto.
Nuryanto mengatakan, bagi hasil kendaraan setiap tahunnya mencapai Rp200 Miliar. Harusnya anggaran ini diberikan setiap tahun. (hgt)
batampos.co.id – Ikatan Alumni Encik Puan Batam dibawah naungan Dinas Periwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam mengajak muda-mudi Kota Batam untuk mengikuti audisi pemilihan Encik Puan Batam 2016.
“Kami langsung turun ke lapangan, dengan sosialisasi ke sekolah dan kampus-kampus Kota Batam,” ujar Wakil Ketua Ikatan Alumni Encik Puan Batam, Prayogi Asmara.
“Target kita, peserta ikuti audisi pemilihan Encik Puan Batam 2016 bisa mencapai 150 orang,” kata Yogi.
Pendaftaran peserta sudah dibuka sejak 1 Februari 2016 di Gedung Lembaga Adat Melayu, Jalan Engku Puteri No 20, Batam Center dari Senin-Jumat, pukul 9.00-16.00 WIB.
“Pendaftaran ditutup tanggal 12 Maret 2016,” kata pria yang menjadi juara 1 Encik Batam 2008.
Kegiatan sosialisasi ini sudah berlangsung beberapa minggu terakhir sejak awal Maret ini. Kita sudah sosialisasi ke SMAN 1, SMAN 4, Universitas Internasional Batam, Politeknik, Batam Tourism Politeknik.
“Antusiasme mereka sangat positif,” ujar Yogi saat ditemui di SMAN 1 Batam.
Bagi siswa-siswi yang ingin mendaftar cukup mengisi formulir pendaftaran. Adapun persyaratan pendaftaran adalah tinggi minimal untuk laki-laki adalah 165 cm dan perempuan 160 cm. Dari usia 17 sampai 24 tahun.
“Bagi yang mau menjadi duta wisata Kota Batam, silakan mendaftar,” ajak alumni SMAN 1 Batam tahun 2008 ini.
Audisi umum pemilihan Encik Puan akan dilaksanakan Minggu (13/2) di Kepri Mall pukul 10.00 WIB. Nantinya akan dipilih 10 encik dan 10 puan untuk mengikuti karantina selama tiga hari dari tanggal 15-17 Maret di Golden View Hotel, Bengkong. (cr16)
Lettterboard ikonik “WELCOME TO BATAM” di Bukit Klara, Batam Center itu bakal tertutup gedung jangkung yang akan dibangun di lahan di depannya. Yah, gimana dong? Kami melempar pertanyaan tersebut di akun twitter @BatamPos. 40 persen dari penanggap bilang cabut saja izin pembangunan gedung tersebut. Batalkan. Mereka mewakili warga Batam yang bersikap bahwa ikon itu sudah menjadi bagian penting dari kota Batam.
Anwar Tham In (50) dan Yulia (46) yang ditangkap petugas Bea Cukai di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Jumat (11/3). Foto: Eggi/ batampos.co.id
batampos.co.id – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam menyerahkan dua tersangka bernama Anwar Tham In (50) dan Yulia (46) beserta barang bukti 548 butir Happy Five (H5), 2.140 Pil Ekstasi dengan total 2.688 butir ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut
Kedua tersangka ditangkap petugas KPU BC Tipe B Batam saat hendak masuk ke Batam melalui Pelabuhan Internasional Ferry Batam Centre, Jum’at (11/3) sekira pukul 08.00 WIB.
“Dari keterangannya, mereka mengaku suami istri. Namun setelah kita melakukan pengecekan terhadap identitas (KTP) mereka, yang wanita statusnya janda,” ungkap Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan (Kabid P2) KPU BC Tipe B Batam, Mujayin.
Berdasarkan keterangan pelaku, mereka akan memasarkan Narkoba tersebut di Medan. “Dari penggeledahan terhadap tas mereka, kita menemukan dua tiket pesawat Lion Air menuju ke Medan yang berangkat jam dua belas hari ini juga,” ujar Mujayin.
Lebih lanjut Mujayin menjelaskan, modus yang digunakan kedua pelaku ini cukup licik. “Mereka nyaris luput dari pantauan petugas kita. Karena mereka menyimpannya di sandal yang cukup tipis. Jadi, kalau dilihat lewat kasat mata pasti tidak akan terlihat,” lanjutnya.
Ditambahkan Mujayin, kedua pelaku pergi ke Malaysia dengan alasan untuk berobat karena Anwar Tham In mengalami sakit kanker. “Kepada petugas, katanya mereka hanya pergi untuk berobat ke Malaysia,” katanya lagi.
Sementara itu, Mujayin menduga kedua pelaku merupakan bandar Narkoba di sejumlah tempat hiburan di Medan. “Sepertinya mereka bandarnya langsung, bukan kurir. Karena kalau kurir semua (tiket) pasti sudah disiapkan,” ujar Mujayin. (eggi)
batampos.co.id – Zul oknum Imigrasi yang membantu pelarian salah seorang Warga Negara Singapura ditetapkan sebagai tersangka, Jum’at (11/3). Zul ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan lebih dari 8 jam oleh Sat Reskrim Polresta Barelang
“Dari hasil pemeriksaan kita kemarin, (10/3) yang bersangkutan sudah mengakui terkait apa yang sudah kita lidik. Jadi oknum tersebut sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yoga Buana Dipta Ilafi.
Lebih lanjut Yoga mengatakan, Zul memang mendapatkan uang atas pelarian Damar, “Dia mendapatkan uang sebesar lima ribu dolar Singapura. Uang tersebut sudah dibelikan beberapa barang,” lanjut Yoga.
Saat ditanyai mengenai apakah akan ada tersangka lain dalam kasus ini, Yoga mengatakan akan terus melakukan proses penyelidikan.
“Sementara kita masih menunggu proses pemeriksaan, nanti jika ada tersangka lain, kita akan informasikan,” kata Yoga.
Seperti diketahui, Zul merupakan salah seorang petugas yang bekerja di Kantor Imigrasi Kelas I Kota Batam. Ia ditetapkan tersangka atas memberikan ID Cardnya kepada Manasar Siagian untuk bisa masuk ke dalam Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kelas IA Khusus Batam.
Selain itu, Zul juga memberitahu jalan kepada Manasar Siagian agar bisa masuk ke dalam ruang tahanan untuk membebaskan salah seorang warga Negara Singapura bernama Damar Chettri alias Sam Chettri. (eggi)