Rabu, 15 April 2026
Beranda blog Halaman 13902

Puluhan Pelajar Terjaring Sidak Warnet Pada Jam Sekolah

0
Warnet menjadi fokus perhatian Pemko Batam. foto: shinta / batampos
Warnet menjadi fokus perhatian Pemko Batam.
foto: shinta / batampos

batampos.co.id – Camat Sekupang, Zurniati bersama Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Sekuapng melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa warung internet (Warnet) yang berada di daerah Tibanindah, Sekupang, Selasa (27/9).

Sidak yang dimulai pukul 10.00 WIB ini berhasil menjaring puluhan pelajar dan anak putus sekolah. selain itu hampir semua warnet tidak memiliki izin, mulai dari domisili hingga usaha. Dari empat warnet tiga diantaranya berada berdekatan dengan SMPN 25 Batam.

“Hampir semua tidak berizin, dan lokasinya sangat dekat dengan sekolah,” kata dia.

Pihaknya bahkan meminta satu warnet yang berada di Perumahan Tiban Indah Permai untuk menutup usahanya karena tidak mendirikan warnet di lingkungan perumahan warga.

“Kita terpaksa tutup dulu, karena ini di lingkungan perumahan,” ujarnya.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Camat Lubukbaja ini juga memanggil guru dari pelajar berasal. Setelah diberikan pengarahan pelajar disuruh kembali ke rumah masing-masing. Dia juga menyayangkan sikap anak-anak pecandu gim sekarang ini. Kebanyakan dari mereka bersikap cuek dan acuh tak acuh saat petugas datang.

“Ditanya tapi kami dicueki, segitukah dampak gim bagi perkembangan otak mereka, termasuk norma,” sebutnya sambil geleng-geleng kepala.

Kedepannya kegiatan ini akan terus dilanjutkan, demi menertipkan anak-anak dari pengaruh bermain warnet saat jam sekolah.

Febri, salah seorang pelajar yang Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri beralasan masuk siang, oleh karena itu dia memilih untuk bermain gim di warnet.

“Saya masuk siang Bu,” ujarnya.(cr17)

Batam Didorong Jadi Kawasan Aerotropolis

0
Pelabuhan Citranusa Kabil, Batam. Foto: www.scnport.com
Pelabuhan Citranusa Kabil, Batam. Foto: www.scnport.com

batampos.co.id – Kota Batam didorong menjadi kawasan aerotropolis (aero-metropolis). Tujuannya demi percepatan investasi yang bisa memberi nilai lebih untuk Batam.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan rencana itu disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut Panjaitan dalam rapat khusus beberapa waktu lalu.

Rapat rencana itu juga dihadiri Kepala BP Batam, Hatanto, Menteri Perhubungan, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, pengelola Kabil Industrial Park, Kris Wiluan, putra mantan Presiden BJ Habibie, Ilham Habibie, Menteri Perhubungan dan lainnya.

“Batam direncanakan sebagai kawasan baru yang mengintegrasikan bandar udara, pelabuhan laut dan kawasan industri, guna percepatan investasi,” kata Amsakar, kemarin.

Menurut dia, kawasan strategis seperti bandara, Kabil industrial park dan pelabuhan terintegrasi, akan mempercepat perekonomian. Model itu disebutkan sama dengan konsep Amsterdam, Belanda. Nantinya akan memiliki hotel, restoran, kawasan industri, bandara dan pelabuhan.

“Itu konsep yang luar biasa. Itu model Batam untuk wilayah starategis,” terang Amsakar.

Namun Amsakar sempat menyampaikan jika rencana itu diterapkan di Nongsa akan terkendala lahan penduduk. Sebab daerah tersebut sangat padat dengan pemukiman, apalagi ada juga kampung tua.

“Ini menjadi tidak sederhana, karena ada penduduk. Padahal pelabuhan kan dengan bandara di situ sebenarnya tinggal dibelah saja wilayahnya,” jelasnya.

Meski begitu, diakui Amsakar Pemko Batam siap dengan rencana menjadi Batam kawasan aerotropolis. Nantinya akan disiapkan tim teknis untuk memulai rencana itu.

“Tapi belum diplot mulainya tahun berapa,” ujar Amsakar.

Namun ia berharap, sebelum merealisasikan rencana tersebut, idealnya Batam dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK). Nantinya, kendalinya bukan di Pemko Batam tapi BP Batam.

“Bandara tidak dibawah Pemko, pelabuhan dan kawasan industrial kabil. Tapi kita siap mendukung,” pungkas Amsakar. (she)

Ini Penyebab Jalan di Batam Mudah Rusak

0
Lubang di jalan Kerapu ini mengancam keselamatan pengendara. Foto: Dalil harahap/batampos
Lubang di jalan Kerapu ini mengancam keselamatan pengendara. Foto: Dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Batam hingga kini tak memiliki kelas-kelas jalan. Sehingga seluruh kendaraan jenis apa pun, bisa berlalu lalang di jalan kelas rendah maupun tinggi. Hal ini membuat jalan yang ada di Batam, sangat rentan rusak dan tak bertahan lama.

“Beda dengan daerah Jawa, ada batasannya,” kata pengamat jalan, Januarto dari Universitas Batam (Uniba) kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Selasa (27/9/2016).

Batasan yang dimaksud yakni ada kategori yang dibuat pemerintah daerah. Dimana ada jalan yang khusus hanya boleh dilewati kendaraan ringan, sedang, dan berat.

“Kalau di Jawa, jalan yang kategori rendah, hanya diboleh dilewati kendaraan ringan. Tapi kalau disini kita liat, tak ada batasan,” ucapnya.

Jalan di Batam yang kualitas rendah, bisa dilalui kendaraan kelas berat. “Kadang ini membuat jalan cepat ambrol (rusak,red),” ujarnya.

Penyebab lainnya, jalan di Kota Batam juga cepat hancur karena drainase yang kurang baik. Pada saat hujan, jalan-jalan gampang tergenang air.

“Padahal jalan dengan menggunakan sistem print aspal, sangat rentan akan genangan air,” tuturnya.

Bila terjadi terus menerus, kata Dosen Uniba ini, jalan yang dapat dipergunakan dalam hitungan tahun, bisa jadi hanya hitungan bulan sudah sudah rusak.

“Apalagi itu dilalui truk-truk putih (lori pembawa tanah reklamasi,red) yang sering kita lihat,” ungkapnya.

Seberapa baik jalanan di Batam? Menurut Januarto jalan di Batam, masih kalah dibandingkan di daerah Jawa.

Jalan di Jawa dibuat dengan menggunakan pondasi batu besar. Lalu diratakan, setelah itu ditambah dengan batu ukuran sedang. Dan kembali diratakan. Setelah itu jalan tersebut ditaburi batu-batu krikil. “Setelah itu baru di-print aspal,” tuturnya.

Sementara itu jalan di Batam, hanya diberi timbunan tanah bauksit lalu diratakan. Setelah itu dilapisi batu krikil, dan langsung di-print aspal.

“Kenapa tak menggunakan batu, karena kondisi sumber daya alam. Disini tak banyak memiliki batu-batu besar, yang banyak ditemukan di Jawa,” terangnya.

Dengan grade jalan tak sebaik di daerah Jawa, ditambah sering dilalui kendaraan kelas berat. “Plus drainase yang tak baik, jalan di Batam cepat sekali hancurnya,” ucapnya.

Tak memiliki bebatuan, sebagai pondasi jalan. Batam masih memiliki opsi, kata Januarto memiliki jalanan yang kuat.

“Jalan dengan rangka besi, lalu di beton. Mungkin sudah melihat di beberapa jalanan Batam,” ungkapnya.

Jalan dengan menggunakan rangka besi serta dicor beton, menurut alumni teknik sipil Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta tersebut sangat kuat dan tahan. “Tapi kekurangnya ada, tak semulus jalan aspal,” imbuhnya.

Mengenai biaya, kata Januarto jalan dengan menggunakan rangka besi ini jauh lebih mahal dibandingkan jalan aspal.

“Bisa dua atau tiga kali biaya pembuatan jalan aspal,” ungkapnya.

“Tapi kalau soal daya tahan dan kekuatan, paling baik jalan ini (jalan menggunakan rangka besi,red),” pungkasnya. (ska/bp)

Disduk Pemko Batam Anggarkan Rp200 Juta untuk Kartu Identitas Anak

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk-capil) mengganggrkan dana sebesar Rp200 juta untuk pengadaan blanko Kartu Identitas Anak (KIA) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017.

“Tahun depan kita coba untuk 30 ribu anak usia 0-17 tahun kurang satu hari,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Mardanis, Senin (26/9).

Data Disduk-capil menyebutkan sedikitnya ada 200 ribu warga Batam yang berusia 0-17 tahun kurang satu hari. Nantinya KIA akan dibagi menjadi dua, yang pertama usia 0-5 tahun dan 5- 17 tahun kurang satu hari.

“Yang sudah sekolah pendataan akan bekerjasama dengan pihak sekolah, sedangkan yang belum bisa melalui RT hingga kelurahan,” jelasnya.

KIA sendiri memiliki manfaat yang besar, menurutnya data pada kartu bisa memberikan kemudahan dalam pengurusan beberapa keperluan anak seperti ketika dia berobat, membuat tabungan, sekolah dan lainnya.

Batam sudah siap untuk menjalankan KIA, karena pemcapaian pembuatan Akta lahir anak sudah mencapai 75 persen dari sebelumnya hanya 68 persen.

“Makanya kita siap menjalankan tahun depan, karena capaian Akta lahir kita terus naik,” kata dia.

Sebelumnya Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah meresmikan peluncuran perdan KIA di Gorontalo. Kartu ini diharapkan bisa memberikan kemudahan dan anak-anak merasa bangga menjadi warga negara Indonesia. (cr17)

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Nongsa

0
Warga mengevakuasi mayat pria dari laut Nongsa, Selasa (27/9/2016) petang. Foto: abg/posmetro
Warga mengevakuasi mayat pria dari laut Nongsa, Selasa (27/9/2016) petang. Foto: abg/posmetro

batampos.co.id – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengambang di tengah tengah laut, Nongsa, tepatnya di perairan Teluk Mata Ikan, Selasa (27/9/2016) petang.

Mayat laki-laki yang mengenakan celana jens panjang warna gelap dan memakai baju lengan panjang warna hitam itu awalnya dikira warga boneka.

“Iya benar, laporan dari warga, kami beserta tim langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” ujar Kapolsek Nongsa Kompol Dalimunte.

Dijelaskan Dalimunte, awalnya mayat ditemukan oleh Samsul Alang sekitar pukul 17.15 WIB. Pada saat itu Samsul  berniat mencari ikan di tengah laut. Baru saja perahu pancung berjalan kurang lebih 500 meter, mata Samsul tertuju pada sebuah benda yang dikira boneka. Karena penasaran Samsul mendekati benda tersebut. Ternyata sesosok mayat dalam kondisi  terapung dan tengkurap yang Samsul temukan.

Usai memastikan bahwa yang dijumpai itu mayat, Samsul menghubungi rekannya Sarkawi dan Almuhadi untuk segera meminta bantuan.

Akhirnya Sarkawi dan Almuhado memutuskan untuk menuju TKP, membantu membawa mayat ke pinggir pantai.

Mayat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum. Untuk sementara identitas belum diketahui. (abg/posmetro)

Boleh Merokok Asal Tidak di Sini !

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam menggelar seminar Kawasan Tanpa Rokok sekaligus bahaya merekok di Hotel The Hill, Nagoya, Selasa (27/9). Acara ini diikuti seluruh instansi terkait di lingkungan Pemko Batam, serta mengundang kepolisian, TNI, Puskesmas, dan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal mengatakan saat ini Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia dengan jumlah perokok terbanyak. Data WHO menyebutkan setiap tahunnya terjadi lima juta kematian kasus rokok baik pasif maupun aktif, 70 persen diantaranya terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dibeberapa tempat diantaranya,

  • fasilitas umum,
  • mal,
  • tempat penitipan anak,
  • taman,
  • sekolah,
  • angkutan umum dan
  • instansi terkait lainnya.

“Program sosialisasi KTR ini sudah berjalan hampir satu tahun,” kata dia.

Lanjutnya, melalui sosialisasi ini harus dipahami, pemerintah tidak melarang penjualan rokok, merokok bahkan memproduksi rokok, yang benar adalah ada beberapa kawasan tertentu yang dimana kawasan tersebut digunakan banyak orang, sehingga pemerintah wajib memberikan perlindungan kepada warganya.

“Salah satunya melalui pemberlakuan KTR ini, karena setiap warga negara Indonesia berhak menjadi sehat,” ujarnya.

Dia menambahkan, sosialisasi yang dilakukan bisa membantu mengurangi jumlah perokok aktif di Indonesia, khususnya Batam. Untuk mendukung penegasan Perda ini, tahun depan pihaknya akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang terdiri dari kepolisian, Satpol PP, Dinkes, dan instansi terkait lainnya untuk mengawasi penegakkan Perda di kawasan tanpa rokok.

Dia berharap kedepannya, instansi-instansi dapat menyediakan ruang khusus perokok, jadi orang lain tidak terpapar asap rokok.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), bagi warga yang merokok, menjual, membeli, dan mempromosikan rokok akan dikenai hukuman kurungan paling lama 30 hari dan denda mencapai Rp2.5 juta.(cr17)

BP Batam Fokus Reformasi Tata Kelola Lahan hingga Perizinan

0
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Gedung BP Batam di Batam Center, Batam.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan perbaikan sistem pelayanan. Setidaknya ada tiga sektor yang menjadi fokus reformasi instistusi di bawah kepemimpinan Hatanto Reksodipoetro ini.

“Pertama, bagaimana aplikasi permohonan lahan, kedua program Izin Investasi 3 Jam (i23j). Ketiga, reformasi unit pelabuhan laut dan bandara. Kemudian arah perkembangan kebijakan BP Batam kedepan, dan program peningkatan akuntabilitas laporan keuangan BP Batam,” jelas Wakil Kepala BP Batam, Agus T Wirakusumah, Selasa (27/9/2016).

Agus kemudian melanjutkan hari bakti ke-45 BP Batam pada Oktober mendatang dapat menjadi momentum perubahan untuk mengejar ketertinggalan oleh negara tetangga bahkan kawasan khusus sejenisnya di Asia Pasifik.

Sedangkan Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro mengatakan fokus BP Batam adalah mengupayakan reformasi dimulai dari lahan, bandara, pelabuhan, dan izin usaha.

“BP Batam harus menciptakan relevansi atau keterkaitan dengan bagaimana fokus industri Batam kedepan, penyelesaian masalah lahan, dan dukungna serta keterbukaan dari SDM BP Batam dalam mencapai visi dan misi,” jelasnya.

Saat ini, Batam memiliki infrastruktur bertaraf internasional seperti Bandara Internasional Hang Nadim, tiga pelabuhan laut utama yakni Sekupang, Batuampar, dan Kabil, lima terminal feri, sistem jaringan jalan dan jembatan dengan panjang 438,4 Km, ketersediaan energi listrik oleh PLN sebesar 508,2 MW, ketersediaan air bersih dan pipa gas, dan lainnya. Dari hasil pencapaian tersebut menurutnya masih dibutuhkan reposisi arah pengembangan Batam.

Dengan infrastruktur yang melimpah tersebut, BP Batam sudah seharusnya dapat memaksimalkan potensinya.

Untuk itu, BP Batam dapat mengkalkulasikan berapa jumlah ideal untuk pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), bagaimana penerapan wisata bahari, berapa besar nilai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan bagaimana langkah strategis dalam memperbaiki kinerja return on asset khususnya aset yang ditangani sendiri oleh BP Batam seperti rusun, gedung beringin, lapangan sepak bola adul jamal, asrama haji, wisata pulau galang, gedung beringin, agribisnis, kawasan wisata galang, dan lainnya. (leo/bp)

Maafkan Saya yang Mulia, Jangan Beri Hukuman Berat

0
Terdakwa, Amrizal foto: anggie / batampos
Terdakwa, Amrizal
foto: anggie / batampos

batampos.co.id – Sebanyak 57 gram sabu yang terungkap saat terdakwa Amrizal bin A Gani ditangkap BNNP Kepri (31/3) lalu, mengakibatkan JPU Nurhasaniati menuntut terdakwa dengan pidana penjara 12 tahun dan denda Rp 1 miliar, subsider satu tahun kurungan.

Terdakwa yang didampingi penasehat hukum Elisuwita, kemudian memohon kepada majelis hakim untuk memberikan keringanan hukuman dari tuntutan JPU, saat sidang beragendakan pledoi di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (27/9).

“Terdakwa mengaku salah atas perbuatannya dan menyesalinya. Terdakwa juga belum pernah di hukum. Untuk itu, mohon beri keringanan hukuman kepada terdakwa, mengingat ia merupakan seorang tulang punggung keluarga,” kata Elisuwita, membacakan nota pembelaan terdakwa Amrizal.

Terdakwa juga secara langsung meminta agar majelis hakim yang di pimpin Mangapul Manalu itu, bisa memaafkan perbuatannya dan menjatuhkan putusan yang tidak berat.

“Tolong maafkan saya yang mulia, jangan vonis saya dengan hukuman berat,” pintanya lesu.

Menanggapi persidangan tersebut, Hakim Ketua yang didampingi Hakim Anggota Redite Ike dan Yona Lamerosa perlu melakukan musyawarah untuk membuat amar putusan terdakwa. “Sidang kita lanjutkan pekan depan dengan agenda putusan, guna bermusyawarah terlebih dahulu. Sidang ditutup,” ujar Mangapul.

Diketahui, sesuai laporan masyarakat komplek Baloi Center yang diterima BNNP Kepri, terdakwa adalah pengedar sabu dengan jumlah yang cukup besar. Untuk itu, pihak BNNP Kepri melakukan penyamaran sebagai pembeli sabu ke terdakwa, dengan maksud menjebak terdakwa.

Dari keterangan saksi penangkap di persidangan lalu terungkap, penyamar dari BNNP Kepri memesan sabu 50 gram kepada terdakwa. Permintaan itu langsung disanggupi terdakwa, dengan langsung mengambil barang pesanan ke bandar sabu langganannya, Dedi (DPO), di simpang Dam Mukakuning.

Melalui kaki tangan Dedi, Sinya (DPO), terdakwa mengambil sabu yang sudah dipesannya dan langsung membayar Rp 25 juta. Usai mendapat barang dari Sinya, terdakwa langsung menemui Aleng (penyamar BNNP Kepri) di pinggir jalan komplek Baloi Centre. Disanalah terdakwa langsung diamankan BNNP Kepri hingga menjadi terdakwa di PN Batam.

Berdasarkan Berita Acara Penimbangan nomor:182/02400/2016 tanggal 1 April 2016 dari Perum Pegadaian cabang Batam, satu bungkus plastik hitam yang di dalamnya terdapat satu bungkus plastik bening berisi narkotika golongan I berupa kristal metamfetamina atau sabu, hasilnya seberat 57 gram. (cr15)

Pak Walikota Batam, Aktivitas Truk Pengakut Tanah Sisakan Masalah

0
foto: cecep mulyana / batampos
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Aktivitas truk pengangkut tanah dan kendaraan bermuatan berat menyisakan masalah. Selain berdebu, jalan yang dilintasi juga rusak.

Misalnya, di Jalan Raja Ali Fisabilillah Batamcenter (simpang Regata-Simpang Gelael) terdapat tiga titik kerusakan jalan akibat dilintasi truk pengangkut tanah. Dua diantaranya  ada di depan komplek Ruko Mahkota Raya, sementara satu titik terparah terjadi di depan Komplek Ruko Anugrah atau dekat simpang Regata, terdapat dua lubang besar dengan serta belasan lubang kecil namun padat menghiasi jalan yang belum genap setahun diperbaiki ini.

Sementara itu di jalan Yos Sudarso jalur Batamcenter-Batuampar tepatnya di Seraya Atas, terdapat satu titik jalan bergelombang.

Sepertinya truk pengangkut tanah belum berhenti memberikan sumbangsih, pada Selasa (27/9), belasan truk pengangkut tanah lalu lalang. Tanah itu sejatinya diambil dari daerah Kabil Nongsa untuk keperluan penimbunan di sekitar Ocarina Batamcenter.

Aktivitas pengangkutan tanah tersebut juga membuat  jalan  rusak. Diantaranya aspal Jalan Raja Ali Haji yang baru saja ditambal rusak kembali, terdapat dua titik kerusakan di jalan tersebut.

Tak hanya itu, satu titik keretakan terjadi di ruas Jalan Laksamana Bintan, terlihat kerikil berserakan. Hal serupa juga terjadi di ruas jalan depan Komplek Ruko Taman Lakota Batamcenter, terdapat satu titik keretakan jalan di lokasi ini.

“Kalau dilewati (truk pengangkut tanah) begini terus, makin parah lah,” kata warga Batamcenter, Arifin.

Tidak hanya jalan rusak, aktivitas truk-truk tersebut juga menyisakan tumpahan tanah, alhasil jalan pun berdebu, jika hujan akan licin, hal ini terjadi di ruas jalan Ahmad Yani dan Jalan Engku Putri yang juga menjadi lintasan truk-truk tersebut.

Sementara itu pengendara yang melintasi jalan Laksamana Bintan mengaku risih dengan aktivitas pengangkutan tanah itu, pasalnya jalan Laksamana Bintan, Jalan Raja Ali Haji serta ruas jalan depan Komplek Ruko Lakota merupakan jalan satu jalur.

“Jadi sempit, apalagi larinya agak kencang,” tutur pengendara, Putra. (cr13)

Rumah Sakit di Batam Perlu Bank Darah

0
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Batam, drg Chandra Rizal ingin setiap rumah sakit di Batam memiliki unit Bank Darah. Ini akan memudahkan pemenuhan kebutuhan darah mereka.

“Ada orang melahirkan butuh darah, bisa langsung ambil di rumah sakit. Tidak perlu keluar naik mobil, ambil darah di PMI,” kata Chandra.

Keberadaan bank darah dianggap penting. Sebab, pemenuhan kebutuhan darah harus dilakukan dengan cepat. Akan memakan waktu jika mereka harus mengambil darah di kantor PMI.

Dari 16 rumah sakit yang ada di Batam, belum satupun yang memiliki unit Bank Darah. Semua kebutuhan darah dipenuhi dari PMI. Chandra Rizal mengakui keunggulan PMI.

“Alat-alat PMI itu canggih-canggih. Bu Darsono itu keren sekali bisa bikin seperti itu,” tuturnya.

Ia akan menghimbau manajemen-manajemen rumah sakit untuk membuat unit tersebut. Mereka dapat berkolaborasi dengan PMI dalam pengadaan unit tersebut.

“Saya akan sampaikan ke rumah sakit-rumah sakit tentang Bank Darah itu,” ujarnya. (ceu)