Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13911

Anggaran Minim, Kemendikbud Minta Sekolah Maksimalkan Fungsi Komite

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong seluruh sekolah di Indonesia memaksimalkan peran Komite Sekolah untuk menggalang dana dalam bentuk sumbangan dan bantuan. Ini karena anggaran yang disediakan pemerintah dinilai masih tergolong minim.

Sekretaris Ditjen Dikdasmen Kemendikbud Thamrin Kasman menjelaskan, anggaran pendidikan yang disiapkan pemerintah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun skema lainnya, itu untuk layanan minimal. Sehingga perlu dibuka juga akses bagi pihak manapun, termasuk orangtua, yang ingin membantu sekolah.

“Misalnya karena tidak tega anaknya terkena kipas angin terus sampai masuk angin di sekolah. Ini contoh ya,” kata Thamrin, Senin (16/1).

Meskipun terbuka bagi komite sekolah untuk menampung dana bantuan dan sumbangan, dia menegaskan tidak boleh bersifat pungutan. Thamrin mengatakan biaya seperti SPP itu masuk kategori pungutan dan tidak diperbolehkan di jenjang SD dan SMP karena ada dana BOS. Selain itu wali murid dari keluarga mampu juga tidak perlu khawatir terbebani sumbangan dan bantuan. Sebab sifatnya sukarela, tidak mampu membayar juga tidak apa-apa.

Hak komite untuk menggalang dana bukannya tanpa rambu-rambu. Kemendikbud melarang komite menampung dana sumbangan dan bantuan dari industri rokok, minuman beralkohol, dan duit dari partai politik manapun.

Komite juga dilarang menjual buku, bahan ajar, pakaian seragam, bahkan bahan untuk pakaian seragam sekolah. “Komite dilarang melakukan pungutan juga disebutkan dalam butir khusus,” jelasnya. Komite juga dilarang melakukan kegiatan politik dan menggali manfaat ekonomi aset sekolah untuk kepentingan pribadi.

Irjen Kemendikbud Daryanto menambahkan, munculnya kabar diperbolehlannya pungutan di sekolah itu imbas dari terbitnya Permendikbud 75/2016. “Padahal di Permendikbud tentang Komite Sekolah itu, tertulis jelas bahwa pungutan tidak diperbolehkan,” katanya di kantor Kemendikbud di Senayan, Jakarta Pusat, kemarin (16/1).

Daryanto menjelaskan bahwa di Permendikbud itu sudah dijabarkan definisi dan pengertian pungutan, sumbangan, dan bantuan. Memang di lapangan nantinya ketiganya bisa rancu. Maka di situ fungsinya Komite Sekolah untuk melakukan pengaturan. Dia menegaskan meskipun Komite Sekolah disahkan oleh kepala sekolah, posisinya tidak di bawah sekolah. Dia menegaskan Komite Sekolah itu mitra kepala sekolah.

Supaya fungsi Komite Sekolah benar-benar kuat, komposisinya juga diatur. Jumlah anggota Komite Sekolah berkisar 5 sampai 15 orang. Komposisinya meliputi tokoh masyarakat, pakar pendidikan, dan orangtua atau wali siswa. Supaya fungsi Komite Sekolah maksimal, Dinas Pendidikan setempat melalui pengawas sekolah juga bisa ikut aktif mengawasi keberadaan Komite Sekolah.

Komite juga wajib membuka rekening atas nama Komite Sekolah untuk menampung dana. Kemudian uang yang terkumpul dipublikasikan kepada seluruh warga sekolah, wali murid, dan masyarakat umum. Dia juga berpesan dalam melakukan perencanaan kegiatan, komite tidak membuat kegiatan yang aneh-aneh atau berlebihan.

“Tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan harus diutamakan,”katanya.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy mengungkapkan, Permendikbud 75/2016 sejatinya membahas tentang Komite Sekolah. Kemendikbud ingin mereformasi peran Komite Sekolah ini agar bisa membantu sekolah dalam hal penggalangan dana atau fundraising. Memang, di dalamnya ada klausul soal sumbangan dan ini bersifat sukarela. Tidak ada unsur paksaan atau menjurus langsung ke SPP.

”Nanti ada paket untuk mengatur peranan dan fungsi komite sekolah seperti yang diamanatkan dalam UU Sistem pendidikan Nasional. Salah satu kuncinya, kita bikin komite ini ikut membantu sekolah untuk majukan sekolah lewat penggalian dana dari masyarakat,” jelas ditemui usai rapat di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta, kemarin (16/1).

Penggalangan dana ini pun dilarang keras berupa pungutan liar. Yang jadi prioritas adalah dalam bentuk CSR, sumbangan dermawan dan alumni. Karena itu, ia meminta sekolah mendata alumni-alumninya seperti perguruan tinggi. Terutama, alumni yang sudah berhasil.

”Kan tidak ada walikota yang gak sekolah SD, bupati ya SD. Kalau sudah gaji banyak ya nyumbang dong bagi sekolahnya. Kapan lagi, ya kan? Daripada buat beli rokok satu bulan bisa Rp 25 juta, mbok satu juta kasihkan sekolah,” ungkapnya.

Peran Komite Sekolah ini akan sangat krusial. Karena, nanti komite sudah bukan subordinasi dari kepala sekolah (kepsek). Tetapi mita penyeimbang atau counterpart. Oleh sebab itu, peranan orangtua siswa lebih dominan dibanding dulu. Dalam aturannya mewajibkan anggota Komisi Sekolah harus 50 persen diisi oleh wali murid.

” Dulu komite itu hanya nyetempeli kepsek saja. Yang begitu kita rombak itu,” ungkap Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Dengan kebijakan ini, lanjut dia, para orangtua bisa lebih punya suara. Kebijakan yang berhubungan dengan sekolah pun bisa diputuskan bersama. Misalnya, untuk pembelian alat drumband. Karena keuangan tidak mencukupi, maka bisa dibawa ke forum. Di sana, bisa diputuskan apakah perlu adanya urunan atau bahkan dibatalkan.

Itupun, dilarang keras membandrol jumlah sumbangan. Dan harus jadi catatan, siswa miskin tidak boleh dipungut.

”Kalau sepakat ya beli. Kalau tidak ya nggakusah. Jadi kalau nanti ada anggota komite mau maksa-maksa mungut, ya diveto di komite. Nggak ada masalah itu,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan mayoritas guru-guru di IGI mendukung keberadaan komite. Dia menjelaskan anggota komite atau orangtua siswa pada umumnya, harus dijelaskan dengan detail perbedaan pungutan, sumbangan, dan bantuan. Sebab masyarakat mudah menilai bahwa setiap keluar uang berarti ada pungutan.

Kemudian Ramli juga mengingatkan Kemendikbud harus bisa memonitor kinerja komite. Supaya tidak terjadi kasta-kasta dalam sejumlah sekolah. Jangan sampai ada sekolah yang mewah sekali karena komitenya mudah menampung uang. Dan di lain tempat ada sekolah yang tidak berubah sama sekali meskipun ada aturan itu.

Kemendikbud juga diminta untuk menetapkan kuota siswa miskin di setiap sekolah sesuai akreditasinya.

“Jadi di sekolah dengan akreditasi A sekalipun, ada anak dari keluarga miskin,” tandasnya. Ramli mengingatkan dengan keluarnya aturan ini, bukan berarti potensi penyimpangan otomatis hilang. Sehingga Kemendikbud tetap melakukan kontrol.
 (wan/mia/jpgrup)

Berkas Perkara OTT Disduk Diterima PN Batam

0

batampos.co.id – Kepala seksi pidana umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Ahmad Fuady menyebutkan berkas perkara terdakwa Jamaris dan Irwanto telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Batam sejak (5/1) lalu.

Keduanya yang merupakan kepala bidang kependudukan dan catatan sipil di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kota Batam Jamaris, beserta staf-nya Irwanto, menjadi terdakwa dalam perkara pungutan liar (pungli) dalam pengurusan dokumen Disduk Capil yang terungkap saat operasi tangkap tangan (OTT), Oktober 2016 lalu.

“Jaksa yang ditunjuk menangani perkara ini adalah Sukriyadi (Kasi Intel Kejari Batam) dan Yogi Nugraha,” kata Fuady saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Ia menambahkan, kedua terdakwa didakwa dengan pelanggaran pasal 95 B jo pasal 79 A Undang-undang nomor 24 tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan.

“Ancaman pidana maksimal enam tahun penjara dan atau denda sebesar Rp 75 juta,” jelasnya.

Dikonfirmasi melalui Humas PN Batam Endi, ia membenarkan akan hal tersebut diatas. “Berkas perkaranya memang sudah kita terima. Direncanakan Rabu (18/1) ini sudang perdananya digelar,” ungkap Endi.

Persidangan itu, lanjutnya, akan dipimpin langsung oleh Ketua PN Batam Edward Harris Sinaga. “Saya sebagai Hakim Anggota I, dan Egi Novita sebagai Hakim Anggota II,” terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kedua terdakwa terbukti menerima pungli dengan ditemukannya uang yang distaples di dokumen pengurusan akta kelahiran dan akta nikah, yang terdapat di laci kerja Jamaris. OTT itu sendiri dilakukan oleh tim merah putih Polda Kepri.

Diketahui, saat ini kedua terdakwa ditahan di Rutan kelas II A Batam. (cr15)

Mahasiswa Inggris Mengajar di SMPN 5 Tanjungpinang

0

Andrea dan Alice tidak berpikir dua kali untuk berlibur ke Tanjungpinang. Di sini, mahasiswa asal Inggris tidak sekadar bersenang-senang. Tapi mereka juga ikut mengajar bahasa Inggris sebagai sepasang guru tamu. Kehadiran mereka bikin suasana belajar semakin seru.

FARA VERWEY, Tanjungpinang

Andrea dan Alice mahasiswa asal Inggris, yang sedang menempuh kelas jauh di Australia sedang menjalani masa liburan musim panasnya di Tanjungpinang. Pilihan tujuan ini merupakan rekomendasi dosen mereka. Nick Long, yang juga merupakan penulis, menjadi salah satu alasan sepasang mahasiswi tadi menyisakan waktu berliburnya selama lima hari untuk berada di Tanjungpinang.

“Kami membaca bukunya, lalu kami menanyakan apakah ide yang bagus untuk dapat pergi ke Tanjungpinang,” kisah Alice menceritakan awal mula rasa penasarannya akan kota Gurindam tersebut.

Jawaban Nick Long selanjutnyalah yang membuat mereka lantas memutuskan untuk mengambil penerbangan langsung menuju Tanjungpinang setelah sempat mengunjungi beberapa kota besar di Indonesia untuk berlibur. Namun pada kesempatan berlibur ini juga, Andrea dan Alice turut memutuskan untuk meluangkan waktu, berinteraksi langsung dengan pelajar di Tanjungpinang.

Zulkifli, guru bahasa Inggris SMP Negeri 5 Tanjungpinang, yang awalnya menanyakan kesediaan kedua mahasiswi Inggris ini untuk menjadi guru tamu di kelasnya.

“Sulit untuk memberikan gambaran mengenai native speaker, tanpa menghadirkan native speaker itu sendiri untuk berinteraksi langsung kepada anak-anak. Maka itu, ini kesempatan yang sangat bagus bagi perkembangan berbahasa mereka,” tutur Zul kepada Batam Pos beberapa saat sebelum kelas dimulai, Senin (16/1).

Zul, demikian sapaan guru bahasa Inggris kelas IX ini, mengharapkan kedatangan Andrea dan Alice dapat memotivasi para siswanya agar semakin bersemangat untuk mempelajari bahasa Inggris. Dan yang tak kalah penting juga agar mendapatkan pola pikir lebih terbuka, sehingga memiliki keberanian untuk mencapai apa pun yang mereka inginkan.

“Pola pikir remaja Barat ini lebih berani, dalam hal meraih cita-cita dan keinginan mereka. Hal inilah yang saya harap dapat menular kepada mereka. Sehingga tidak membatasi diri untuk menterjemahkannya menjadi aksi, mengenai apa yang sebenarnya mereka inginkan untuk kehidupan yang lebih baik,” tutur Zul sembari berkeliling memperlihatkan perpustakaan kebanggaan sekolahnya.

Kehadiran Andrea dan Alice, menghadirkan warna tersendiri bagi para pelajar untuk mempelajari hal-hal yang baru bagi mereka. Memiliki keberanian untuk menyapa langsung dan bercengkerama dengan warga yang berbicara bahasa asing, merupakan salah satu hal baru yang juga mereka pelajari.

Hal ini terlihat, ketika Andrea dan Alice menunggu waktu mengajar di ruang perpustakaan, beberapa siswa hanya berani sebatas melintas di depan perpustakaan sembari melihat keduanya. Hingga beberapa saat kemudian, satu siswi yang terus-terusan di dorong oleh teman lainnya, memberanikan diri masuk ke dalam perpustakaan dan memperkenalkan diri.

Alice dan Andrea lantas berusaha menyapanya dengan ramah dan hati-hati, agar ketakutan si anak tak kian membuncah. Selang beberapa waktu kemudian, beberapa siswi lainnya menarik kursi menyusul pembicaraan mereka.

“Do you want to come and join us?” ajak Andrea pada segerombolan siswa yang sedari tadi menguping di sudut perpustakaan untuk bergabung.

Setelah beberapa kali bujukan Andrea lontarkan, barulah mereka memberanikan diri menarik kursi mendekati Andrea yang memiliki wajah oriental ini.

Percakapan kecil dan ringan mewarnai perkenalan beberapa siswa yang akhirnya berani berinteraksi langsung dengan kedua warga asing ini. Sementara sebagian lainnya, masih memilih untuk menonton interaksi dari luar ruangan. Dari percakapan ini pun, tak hanya siswa siswi Zulkifli yang mempelajari hal baru. Namun juga sebaliknya, Andrea dan Alice mendapatkan kesempatan untuk mengetahui hal lebih dalam mengenai kehidupan remaja di Indonesia.

Bel jualah yang kemudian menjadi pengingat, bahwa Alice dan Andrea masih harus menjalankan tugasnya siang itu di SMP 5 ini. “Aaaahhh.. Aku masuk kelasmu ya. Tapi diam-diam aja nanti,” canda salah satu siswa yang belum mendapatkan kesempatan untuk dapat diajar langsung oleh Alice dan Andrea kepada teman sebelahnya.

Mengikuti Zulkifli, Andrea dan Alice yang menuju kelas yang akan mereka masuki, mengaku gugup namun bersemangat mengisi kelas pertama mereka selama di Indonesia. Nyatanya perasaan yang sama pun dirasakan para siswa siswi kelas IX E ini, yang akhirnya berteriak kegirangan sembari bertepuk tangan.

“Hi i’m Andrea and this is my friend Alice,” tutur Andrea dengan aksen Inggrisnya yang kental memperkenalkan diri. Sembari sesekali membenarkan letak kacamata tebalnya, Andrea melanjutkan perkenalannya di depan para siswa kelas IX E siang itu.

Perkenalan berjalan singkat dari keduanya, berhubung dua remaja putri ini langsung meleparkan kesempatan kepada 36 siswa SMP Negeri 5 Tanjungpinang yang beruntung itu.

Para siswa yang pada hari tersebut, sebagaimana jadwal pelajaran mereka mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris dibuat terkesima dengan bahasa Inggris yang diucapkan langsung oleh orang Inggris asli itu.

“Apa katanya?,” bisik beberapa siswa kepada teman sebangkunya yang kurang menangkap pernyataan si remaja bule. Berhubung para siswa merasa dua remaja tadi berbicara terlalu cepat dengan aksen yang jarang, bahkan bagi sebagiannya, belum pernah mereka dengar.

Mempermudah interaksi dan membuatnya menjadi lebih akrab, kelas lantas dibagi menjadi dua kelompok dengan membentuk lingkaran. Dan pada hari itu, Andrea dan Alice mendapatkan misi untuk mengajarkan siswanya untuk bercerita.

“We are going to learn about story telling,” tutur Alice yang mengikat satu rambut pirangnya, membuka percakapan di lingkarannya.

Selama 45 menit kemudian Andrea dan Alice berceloteh dengan bahasa Inggris kepada siswa-siswi tersebut. Dan meski terbata-bata, mereka memberanikan diri untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada keduanya.

Mulai dari pertanyaan serius mengenai topik pembelajaran mereka, yang mendapatkan penjelasan panjang dari Andrea di kelompoknya. Hingga pertanyaan menggelitik, mengenai status, yang membuat wajah Alice bersemu merah.

“Bukankah kamu terlalu muda untuk saya?” ujar Alice tertawa, dibarengi tawa yang tak kalah heboh dari para siswa.

Berinteraksi dengan berbahasa Inggris dengan para siswa yang jarang menggunakan bahasa Inggris menurut Andrea, merupakan hal baru baginya. Andrea menuturkan, sebagian besar dari mereka memiliki keinginan yang tinggi untuk berinteraksi secara langsung. Namun lantaran tidak terbiasa dan juga berhubung mereka masih dalam proses memperkaya kata-kata dalam bahasa Inggris, akhirnya mereka kembali berinteraksi dengan bahasa Indonesia.

“Tapi bagian terbaiknya, ketika teman-temannya di dalam kelompok berusaha membantu mereka kata-perkata dalam menterjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Sehingga akhirnya yang dari tidak bisa menjadi bisa berbahasa Inggris dengan saya,” ucap Andrea.

Hal yang tak jauh berbeda juga dirasakan Alice. Siswi di kelompoknya bahkan sangat pemalu. Sehingga di awal mereka enggan untuk mengeluarkan pendapatnya. Namun pertanyaan yang terus dilemparkan Alice pada kelompok, membuat yang tadinya memilih diam, juga berkeinginan menyampaikan pendapat mereka.

“Beberapa dari mereka ada yang sempat berinteraksi sebelum berada di kelas. Itu kenapa, dukungan dari teman yang sudah mencoba, akhirnya membuat siswa yang lain berani berbicara kepada saya,” kisah Alice sebelum akhirnya berpamitan kepada para siswa yang telah diajarnya.

Melihat siklus yang ada, Andrea dan Alice mengaku setuju, bahwa hal yang perlu ditekankan pada siswa siswi ini, hanyalah waktu untuk membiasakan diri bercakap-cakap dengan bahasa Inggris.

“Mereka bisa ngobrol mengenai hal keseharian mereka, atau apa saja yang mereka inginkan. Dengan memasangkan satu siswa yang lebih mahir dengan siswa yang belum terlalu mahir. Sehingga mereka bisa membantu satu sama lain, dengan cara yang lebih menyenangkan,” saran Andrea.

Ia memandang, teknik tersebut dirasa lebih mudah dan menyerap bagi para siswa.

Begitu pula halnya yang dirasakan siswa-siswi tersebut. Juliana, dan Fransisca yang mengaku senang dengan kesempatan yang mereka dapatkan. Kesulitan untuk berkomunikasi diakui mereka lantaran jarang menggunakan bahasa tersebut. “Kami jarang berbicara bahasa Inggris dan juga jarang mendengarkan bahasa itu dituturkan langsung. Apalagi logat Inggris,” tutur remaja berambut panjang ini.

Harris dan Harjono pun mengaku gugup, untuk memulai percakapan. “Lidah seperti kaku mau pas mau ngobrol pertama. Tapi lama-lama kami jadi terbiasa,” tutur Harris sembari tersenyum, sehingga tak tampak bola matanya. ***

Ada 150 Cacing Bersemayam di Tubuh Neha

0
Neha saat dirawat. foto: Exclusivepix Media via mirror.co.uk

batampos.co.id – Neha Begum, 22, asal Chandauli, Uttar Pradesh, utara India, mengeluhkan sakit luar biasa pada perutnya yang diiringi dengan muntah-muntah selama beberapa bulan terakhir.

Ketika Neha memeriksakan diri ke rumah sakit KG Nanda Hospital pada awal Januari 2017, dokter menemukan sesuatu yang menghambat ususnya. Neha harus menjalani operasi.

Tim beranggotakan lima dokter yang melakukan operasi selama empat jam itu terkejut ketika menemukan bahwa masalah yang dialami Neha bersumber dari cacing yang hidup di dalam perutnya.

Mereka mengeluarkan cacing itu, dan jumlahnya mencapai 150! Lebih parah lagi, panjang setiap cacing itu melebihi 25 sentimeter.

”Saya terkejut. Kasus ini sangat luar biasa. Saya belum pernah menghadapi kasus dengan begitu banyak cacing dalam tubuh manusia. Biasanya, hanya ada tiga atau empat cacing. Tapi, yang ini, teramat banyak,” kata ahli ginekologi rumah sakit tersebut, dr Anand Prakash Tiwari.

Seperti yang dilansir Metro.uk pada 13 Januari 2017, tim dokter menjelaskan, Neha sangat beruntung karena segera melakukan pemeriksaan sebelum cacing itu bergerak ke otaknya, yang dapat menyebabkan kerusakan saraf.

Sebelumnya, Neha mengaku telah memeriksakan kesehatannya di klinik lokal, dan semua dokter yang merawatnya hanya memberikan obat penahan sakit. Mereka gagal mendeteksi masalah yang dihadapi Neha.

“Kini, saya memiliki kehidupan baru. Saya berutang budi kepada dokter di sini,” kata Neha.

Cacing yang berhasil dikeluarkan dari perut Neha. foto: Exclusivepix Media via mirror.co.uk

dr Tawair mengatakan cacing-cacing tersebut berkembang biak di dalam tubuhnya sebagai akibat dari gaya hidup yang tidak higienis. Menurut dia, cacing yang berada dalam perut Neha biasanya ditemukan pada sayuran hijau dan air mentah. (Metro/jpgrup)

Kuota Haji 2017 Segera Didistribusikan, Jamaah Lanjut Usia Diutamakan

0

batampos.co.id  – Kementerian Agama (Kemenag) berjanji akan segera membagi rata kuota haji 2017 sebanyak 221 ribu jamaah. Pembagian pada musim haji 2012 menjadi patokan, karena jumlahnya sama persis 221 ribu jamaah. Kuota untuk jamaah manula akan dibahas lebih lanjut.

Rencana Kemenag segera membagi kuota itu disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Abdul Jamil di gedung DPR kemarin (16/1). Secara umum dia membenarkan bahwa pembagian kuota musim haji 2012 akan dijadikan patokan. Alasannya adalah kuota haji 2012 dan 2017 sama-sama 221 ribu orang.

“Kami bagi per provinsi. Tentu tidak sama persis dengan 2012, karena ada perubahan kondisi demografis,” jelasnya di sela rapat evaluasi haji 2016 bersama Komisi VIII DPR kemarin.

Pada intinya Jamil mengatakan Kemenag sudah memiliki acuan ketika jumlah kuota haji mencapai 221 ribu jamaah.

Terkait dengan calon jamaah berusia lanjut, Jamil menegaskan Kemenag memiliki pertimbangan khusus. Dia mengakui jamaah lanjut usia (lansia) tidak bisa dibiarkan menunggu lama sesuai antrean yang berlaku. Namun dia juga mengatakan perlakuan kepada jamaah manula tidak boleh mengenyampingkan jamaah yang sudah antre lama.

Jamil menjelaskan kepastian teknis untuk kuota jamaah lansia akan ditetapkan saat pembahasan BPIH 2017 sudah berjalan. Kemenag bisa saja menggunakan skenario tahun lalu. Dimana kuota haji disebar sesuai antrean dahulu. Kemudian jika ada sisa kuota saat masa pelunasan ditutup, baru dibagi untuk kelompok lansia.

“Yang penting kami bagi dulu kuotanya per provinsi, supaya ada kejelasan,” tegasnya.

Dalam rapat dengar pendapat hingga hampir pukul 17.00 itu, desakan supaya Kemenag memberi prioritas bagi jamaah haji lansia cukup kuat. Patokan usaianya mencapai 75 tahun ke atas. Data di Kemenag jumlah calon jamaah haji yang telah mendaftar berusia 75 tahun ke atas sebanyak 53.315 orang atau 1,6 persen dari total pendaftar.

Kemenag diminta untuk membuat simulasi prioritas bagi lansia agar bisa segera mendapatkan kesempatan untuk berhaji tahun ini. Ketua Komisi VIII M. Ali Taher menuturkan sebenarnya hampir semua ingin agar seluruh lansia itu bisa berhaji tahun ini. Tapi, hal itu tentu akan merepotkan petugas dan pelaksanaan.

”Kalau kami, inginnya ya semua diberangkatkan tahun ini,” ujar dia usai rapat dengar pendapat.

Nah, dalam pembahasan tersebut akhirnya diputuskan untuk menuntaskan lansia calon jamaah haji dalam kurun tiga tahun. Dewan mempersilahkan Kemenag untuk membuat simulasi pemberangkatan untuk para lansia itu.

”Datanya ada, tinggal simulasinya saja. Akan dibicarakan lebih lanjut dalam pertemuan berikutnya,” tambah Ali.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeleok menuturkan memberangkatkan jamaah haji lansia dalam jumlah besar bakal merepotkan dan muncul risiko tinggi. Misalnya soal penanganan kesehatan oleh petugas medis. Lansia berpotensi sakit dan butuh perawatan.

”Kalau lansia itu biasanya diikuti dengan salah satu penyakit,” ujar Nila yang juga turut dalam rapat tersebut.

Salah satu yang cukup berisiko adalah gangguan jiwa. Dia menyebutkan cukup banyak lansia yang terjangkit gangguan jiwa begitu tiba di Arab Saudi. Salah satu sebabnya, lansia tersebut begitu antusias untuk berangkat haji. Apalagi, mereka yang baru kali pertama naik pesawat dan berangkat haji.

”Jumlahnya cukup banyak dan itu merepotkan petugas di sana,” imbuh dia.

Pada musim haji 2017, Kemenkes mengusulkan akan menambah jumlah tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat. Dalam satu kloter yang jumlahnya 450 orang akan didampingi dua dokter dan tiga perawat. Sehingga total dari 1.153 tenaga kesehatan akan bertambah 1.953 orang.

Dalam rapat evaluasi haji itu, juga muncul masukan perbaikan lainnya. Seperti yang disampaikan anggota komisi VIII Choirul Muna. Dia mengatakan Kemenag sebaiknya tidak menggunakan uang optimalisasi atau bunga simpanan dana haji untuk katering.

“Sebab ada jamaah yang menganggap uang dari hasil optimalisasi itu sifatnya syubhat (samar halal dan haramnya, red),” jelasnya.

Dia lebih sepakat uang untuk katering menggunakan komponen biaya langsung atau direct cost. Selain itu Muna juga mengatakan keberadaan tim petugas haji daerah (TPHD) sebaiknya ditinjau ulang. Sebab kebanyakan dari TPHD tidak kompeten. Malahan porsi TPHD sering diisi tim sukses bupati, walikota, atau gubernur. (wan/jun/jpgrup)

Virus, Ikon Wahana Wisata Alam Kundur Barat

0

batampos.co.id – Cukup banyak potensi objek wisata di Pulau Kundur yang belum tergarap secara maksimal. Salah satunya, objek wisata Kota Virus Bukit Lalang, Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat.

Tidak hanya menjanjikan pesona alam yang indah. Tetapi di objek wisata ini, terdapat kisah legenda Selendang Delima. Untuk dapat menarik pengunjung, pesona Kota Virus akan dijadikan ikon wisata alam di Kecamatan Kundur Barat.

“Iya, kita wacanakan Kota Virus menjadi ikon wahana wisata alam dan agro wisata di Kundur Barat. Mengingat, lokasi Kota Virus berada di atas bukit, dan alamnya yang hijau cukup indah. Bahkan pengunjung bisa menyaksikan sunset dari atas bukit,” kata Camat Kundur Barat, Anjitrisno, Senin (16/1) kemarin.

Sejauh ini, sebut Anji, warga lebih mengenal Kota Virus sebagai legenda Selendang Delima yang berada di atas bukit. Ironisnya, objek wisata ini belum tersentuh oleh pembangunan.

“Dari atas bukit Kota Virus, kita bisa menyaksikan sunset, dan Gunung Jantan di Pulau Karimun. Tidak berlebihan, kalau objek wisata ini kita jadikan ikon,” tegas Anjitrisno.
Diakuinya jika sebelumnya akses jalan sepanjang dua kilometer menuju Kota Virus masih merupakan jalan setapak, sekarang sudah diperlebar menjadi enam meter. Selain itu, lokasi Kota Virus sudah dibersihkan dari rumput ilalang, dan bakal dibangun tempat parkir kendaraan.

“Sebagai pendukung wisata, akan dilengkapi permainan seperti outbound, flying fox, serta fasilitas penujang lainnya. Perbaikan akses jalan menuju obyek wisata kita usulkan ke pemerintah untuk diaspal sehingga pengunjung akan mudah mencapainya,” beber Anjitrisno.

Terpisah, Selamat, 63, tokoh masyarakat setempat menyebutkan Kota Virus dengan legenda Selendang Delima diketahui berada di Bukit Lalang Desa Kundur, Kecamatan Kundur Barat. Lokasi Kota Virus berada di atas bukit dikelilingi dengan perkebunan kepala sawit, dan tanaman karet. Akses menuju Kota Virus dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua, maupun roda empat atau sekitar 20 menit dari jalan raya Sawang-Prayun. Sebelumnya tempat tersebut dikenal dengan Tanjung Pengail di atasnya terdapat peninggalan keramat. Legenda Selendang Delima sendiri berasal dari cerita masyarakat jika di atas bukit terdapat selendang milik putri dari khayangan bernama Delima. Selendang tersebut tertinggal di atas bukit saat putri sedang bermain. Sehingga masyarakat setempat memberi nama Selendang Delima. Hal itu ditandai dengan adanya bangunan prasasti dan batu granit yang cukup besar. (ims)

Tujuh Perangkat Desa Pangke Dilantik

0

batampos.co.id– Dari 42 desa se Kabupaten Karimun, baru Desa Pangke yang sudah melantik perangkat desanya sesuai SOTK baru. Sedangkan 41 desa lainnya, baru melaksanakan seleksi.

Tujuh perangkat Desa Pangke dilantik oleh Kepala Desa Efendi, Senin (16/1) di kantor desa. Artinya, mereka sudah mulai bekerja sesuai porsi masing-masing dengan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru.

“Benar, perangkat desa yang dilantik sudah langsung bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti pengurusan KK, KTP, surat pindah dan sebagainya. Sehingga, bisa memaksimalkan tugas dan fungsi dimasing-masing pelayanan,” jelas Efendi.

Peraturan Bupati (Perbup) no28 tahun 2016 tentang pedoman teknis tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa yang berdasarkan Permendagri nomor 83 tahun 2015. Sehingga, 42 Desa harus sudah melaksanakan SOTK baru berikut petugas maupun pegawainya.

InshaAllah, bulan ini semua desa sudah melantik perangkat desanya. Sehingga, dapat memberikan pelayanan publik lebih maksimal dan terarah,” ungkanya.
Dengan sudah dilantiknya perangkat desa, pengurusan administrasi di kantor pemerintahan desa dapat lebih tertib. Artinya, para perangkat desa harus bisa meminimalisir kesalahan administrasi terutama dalam laporan keuangan. Di dalam SOTK baru mempunyai susuanan struktur organisasi yang meliputi sekretariat yang membawahi sekretaris desa, kaur kepala urusan, keuangan TU, dan umum serta program dan perencanaan.

Kemudian, pelaksana teknis jajarannya kasi pemerintah, kasi pelayanan dan kasi kesejahteraan. Terakhir unsur kewilayahan yang paling ujung tombak perangkat Desa, mempunyai aparatur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yaitu kepala dusun membawahi Rukun Tetangga dan Rukun Warga.
“Ingat, kucuran Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat mencapai Rp35.818.950 miliar untuk 42 desa tahun 2017. Nah, tugas perangkat desa harus bisa menyusun laporan semua itu,” jelasnya. (tri)

Hamid Minta PDAM Tingkatkan Pelayanan

0

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal terus menekankan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat memberikan peran meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Ke depan PDAM harus diperbaiki, supaya pelayanan semakin bagus. Masyarakat tidak mengeluh lagi kalau musim hujan, airnya keruh dan berpasir,” kata Hamid dalam pertemuan di kantor Bupati, Senin (16/1).

Hamid juga menegaskan, PDAM Tirta Nusa merupakan BUMD Pemerintah Kabupaten Natuna meninjau ulang antara pengeluaran dan penerimaan. Untuk menentukan kenaikan gaji karyawan.

Hamid menilai, kondisi keuangan PDAM saat ini antara penerimaan dan pengeluaran hanya habis untuk beban kewajiban perusahaan membayar gaji karyawan.

“Perusahaan mesti pertimbangkan hal ini (Pengeluaran dan penerimaan,red). Jangan sampai ke depan, penerimaan hanya habis buat gaji karyawan,” ujar Hamid.

“Perusahaan BUMD jangan menyamai kenaikan gaji pegawai negeri. Tapi sesuaikan penerimaan,” tegas Hamid.

Selain itu Hamid menegaskan, dalam meningkatkan pelayanan yang terganjal hutan lindung. Segera meminta solusi di Kementerian Kehutanan, agar sumber air dari gunung bisa dimanfaatkan.

“Memang sumber air dari sana (Gunung,red) kalau tak bisa digunakan, PDAM jangan menyerah surati Menteri dan Presiden,” ujar Hamid. (arn)

Pembangunan Batam Terganggu sebab APBD Tak Kunjung Kelar

0

batampos.co.id – Lambatnya pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) 2017 membuat kalangan pengusaha buka suara. Jika terus ditunda-tunda, maka akan berdampak bagi pembangunan dan penerapakan berbagai kebijakan di kota Batam.

“APBD Batam yang merupakan rencana keuangan tahunan yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD, dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Permendagri No.13 Tahun 2006), harus segera disahkan,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk, kemarin (16/1).

APBD yang baik harus kredibel, efisien dan efektif dan berkesinambungan sehingga optimal bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Batam.

“Jika rencana keuangan tahun 2017 (APBD) Batam belum di setujui, maka akan berdampak bagi pembangunan dan berbagai kebijakan di Kota Batam. Kadin Batam berharap APBD Batam segera untuk disahkan demi untuk rencana pembangunan ekonomi Batam,” jelasnya.

Kondisi ekonomi dan dunia usaha di Batam tahun 2016 kurang begitu baik. Alasannya adalah karena faktor situasi ekonomi dunia yang belum pulih ditambah berbagai kebijakan pemerintah daerah yang tidak selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.”Sehingga hingga sampai saat ini belum dapat direalisasikan, yang dititik beratkan pada efisiensi waktu dan biaya,” katanya.

Dengan pengalaman sepanjang tahun 2016, Kadin Batam mengingatkan agar Pemerintah Kota Batam dan DPRD Batam harus saling percaya, bekerjasama dan hilangkan ego kelembagaan.

“Kondisi ekonomi 2016 lalu harus menjadi pembelajaran bagi semua stakeholders untuk bisa bekerjasama dan saling mendukung dalam rangka peningkatan daya saing dan peningkatan pembangunan ekonomi Batam di tahun 2017, salah satunya adalah mempercepat pengesahan APBD Batam 2017,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua I DPRD KOta Batam, Zainal Abidin mengatakan pembahasan mengenai APBD akan terus berlanjut.“Ini kan masih terus proses, setelah penyampaian KUA PPAS maka akan ada tanggapan fraksi. Setelah itu tanggapan walikota lagi,” ungkapnya.(leo)

Dekatkan Pelajar dengan Alquran

0

batampos.co.id – Ikatan Da’i Indonesia (Ikadi) Kabupaten Karimun menggelar kegiatan “Sehari bersama Alquran” bertempat di Masjid Bsar Abdul Gani, Kecamatan Buru, Minggu (15/1) lalu. Kegiatan kerja sama SMPN 1 Buru ini, diikuti pelajar kelas 8, dan kelas 9, guru, dan para jamaah masjid.

Antusias, dan semangat terpancar dari seluruh peserta saat mengikuti “Sehari Bersama Alquran” ini, dari awal hingga akhir. Artinya, mereka tidak mau melewatkan momen yang baru pertama kali dilaksanakan di Kecamatan Buru ini.

Ketua IKkadi Karimun Udhi Prasetiyo menyatakan, tujuan diselenggarakannya acara adalah merangsang peserta agar menjadi pelajar yang dekat dengan Alquran. Sehingga menjadi contoh yang baik dalam berinteraksi dengan Alquran. Tidak hanya membacanya setiap hari, dan menghafalkannya, tetapi juga mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peserta juga bisa mengamalkan Alquran sebagai pedoman hidup sehari-hari.

“Tegasnya, kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan ini untuk mengajarkan kepada peserta lebih mencintai Alquran. Kemudian, memberikan motivasi kepada pelajar untuk membaca Alquran dengan baik, dan benar,” ujar Udhi Prasetiyo.
Udhi mengajak siswa untuk selalu berinteraksi dengan Alquran mulai dari membaca, menghafal, hingga mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selama acara berlangsung, Udhi pun mengajak para peserta untuk membaca, dan mengulang hafalan Alquran bersama-sama.

Kepala SMP N 1 Buru Ilyas Mabruri pun turut mengimbau para pelajar untuk lebih sering berinteraksi dengan Alquran, Dan kegiatan yang dilaksanakan Ikadi lebih memotivasi para santri untuk mengahafal Alquran dan mengamalkannya.
“Kami sangat menyambut baik program yang dilaksanakan Ikadi Karimun ini. Selain merangsang pelajar untuk dekat dengan Alquran, juga program yang dihelat sesuai dengan program Bupati “Satu Hari Satu Ayat”, terang Ilyas.

Selama mengikuti kegiatan, iswa duduk melingkar dengan membawa Alquran. Anak perempuan, dan laki-laki duduk terpisah. Mereka tilawah bersama, kemudian bergiliran satu per satu menyetor hafalannya. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah kecintaan terhadap Alquran dan mengkajinya serta melatih siswa untuk terus tilawah dan memahami isi dari Alquran. (enl)