Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13915

Buah Impor Banjiri Pasar Karimun

0
Ibrahim Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun. Foto : Tri/batampos.

batampos.co.id– Buah impor membanjiri pasaran Karimun. Masuknya buah-buhan impor ke Bumi Berazam diakui Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun Ibrahim.

Ironisnya, Ibrahim mengaku belum bisa memastikan dari mana pasokan buah impor tersebut. Artinya, apakah memang didatangkan langsung dari negara asal atau dibawa dari luar daerah ke Karimun.

“Saya belum sempat cek langsung. Tapi, untuk konsumsi buah-buahan impor tidak sampai berton-ton sehari. Artinya, apakah buah-buah didatangkan langsung dari luar negeri atau buah-buahan tersebut impor tapi didatangkan dari Batam. Kan, bisa jadi hal tersebut,” jelas Ibrahim, belum lama ini.

Lanjutnya, untuk mendapatkan buah-buah impor tersebut. Harus mempunyai sertifikat dari negara asal, Sertifikat Kesehatan Tumbuhan (Phytosanitary Certificate) adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh pejabat berwenang dari negara asal atau negara transit yang menyatakan Buah Segar atau Sayuran Buah Segar bebas dari OPTK dan memenuhi persyaratan karantina tumbuhan yang ditetapkan. Sehingga bisa didatangkan ke Karimun. Kemudian, buah-buah impor yang datang dari Batam harus ada pembayaran kepabean yang wajib dibayar oleh di pengimpor.

Dan berbagai persyaratan harus terpenuhi terdahulu, baru dilakukan impor buah-buahan ke Karimun. “Ke depan, saya akan menyurati teman-teman seperti kepolisian maupun bea cukai untuk membentuk tim. Sebagai pengawasan, barang-barang impor yang masuk ke Karimun terutama buah-buahan dan hewani,” ungkapnya.

Sedangkan, pelabuhan dan bandara resmi tempat pemasukan buah segar dan sayuran segar dari luar negeri yang masuk ke Indonesia ada empat wilayah, yaitu pelabuhan Tanjungperak Surabaya, pelabuhan Belawan Medan, Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan pelabuhan Soekarno Hatta Makasar. Yang tertuang dalam bab III, pasal 14 ayat satu di dalam Peraturan Menteri Pertanian nomor 42/permentan/OT.140/6/2012 tentang tindakan karantina tumbuhan untuk pemasukan buah segar dan sayuran segar buah segar ke dalam wilayan negara Republik Indonesia.

“Jadi selain itu tidak diperbolehkan masuk barang impor dalam bentuk buah dan sayuran. Namun untuk diwilayah Batam diperbolehkan karena daerah FTZ,” jelasnya.
Pantauan di lapangan, menjelang imlek buah-buahan impor membanjiri Karimun. Terutama buah jenis jeruk, ciri khas imlek yang banyak di buru warga tionghoa untuk dinikmati saat imlek nanti. (tri)

Tol Laut Berlayar Lagi ke Natuna

0

batampos.co.id – Kapal Tol Laut dipastikan akan kembali berlayar melayani rute ke Natuna dari Periok akhir bulan Januari ini.

Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Disperindag dan UKM Pemkab Natuna Wan Andriko mengatakan, Pemerintah Daerah sudah menerima informasi resmi dari Pelni. Kapal Tol Laut akan tiba di Pelabuhan Selat Lampa pada 24 Januari ini.

“Tanggal 21 Januari ini Kapal Tol Laut sudah bergerak dari Periok. Jadi tanggal 24 Januari tiba di Pelabuhan Selat Lampa,” kata Andriko, Jumat (20/1).

Informasi yang diterima kata Andriko, kapal Tol Laut akan melayani rute ke Natuna setiap 11 hari sekali dalam sebulan. Namu rute kali ini sepertinya tidak singgah di Anambas.

“Jadi rutenya dari Periok langsung ke Natuna. Tak singgah lagi di Anambas,” jelas Andriko.

Pelayaran perdana tahun ini kata Andriko, kapal Tol Laut membawa muatan 4 ton beras dan 30 ton bahan kebutuhan pokok milik PT MTI.

Diharapkan Pemerintah Daerah kata Andriko, kapal Tol Laut menjadi alat jasa angkutan barang yang sangat bermanfaat, untuk menekan disparitas harga di Natuna.

Apalagi saat ini Pemerintah Daerah sudah menerima informasi pasti terkait keberangkatan kapal Tol Laut ke Natuna dengan rute Tanjung Periok. Dan menjadi informasi kepada masyarakat pelaku usaha.

Menurutnya, untuk jadwal perdana ini akan sedikit masyarakat yang akan menggunakan jasa Tol Laut. Karena masyarakat membutuhkan jadwal pasti, sementara Kapal Tol Laut sempat istirahat sebelumnya karena urusan kelengkapan administrasi.

“Dampak tidak berlayarnya kapal Tol Laut kemarin, belum terlihat. Karena terakhir bulan Desember masih berlayar. Jadi stok barang maupun kebutuhan pokok masih tersedia,” ujar Andriko.(arn)

Sambut Imlek, Warga Lintas Agama Cat Gapura

0

batampos.co.id – DPD Laskas Melayu Bersatu (LMB) Karimun, menggelar gotong royong dengan melakukan pengecatan gapura di Pasar Naga Mas, Jumat (20/1) kemarin. Warga ikut menyambut sekaligus memeriahkan Imlek yang tinggal sepekan lagi.

Pengecatan tetap memberikan warna khas Melayu yaitu kuning, dan hijau. Warna kuning melambangkan ketinggian, dan hijau melambangkan kedamaian.
“Kebersamaan itu indah. Jadi ketika mereka merayakan hari kebesaran, kita berikan sesuatu yang berkesan kepadanya. Salah satunya mengecatan gapura di sini (Pasar Naga Mas, red),” kata Ketua DPD LMB Karimun Datuk Panglima Muda Ahmadi didampingi Ketua DPW LMB Kepri Datok Panglima Azman Zainal di sela kegiatan.

Kegiatan ini, terus dilakukan dan berlaku bagi semua umat beragama. Tujuannya tidak lain untuk mempererat antar umat beragama, sehingga dapat terjaga kerukuman beragama di kabupaten Karimun.  “Ini bentuk kebinekaragaman kita. Bakti sosial (baksos) LMB Karimun, tidak hanya warga melayu saja namun semua elemen masyarakat tidak memandang suku, agama, ras yang penting warga negara Indonesia,” ungkapnya.

Sementara Camat Meral Irwan Dinovri memberikan apresiasi terhadap salah satu organisasi masyarakat (ormas), yang melakukan baksos menyambut Imlek. Momentum tersebut, sangat penting untuk menjaga keutuhan beragama dan menjalin tali silaturahmi antar umat beragama. “Terimakasih atas inisiatif pengecatan gapura diwilayah saya,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, anggota DPD LMB Karimun sejak pagi melakukan pengecatan gapura pasar Naga Mas samping kanan dan kiri. Kemudian, dilanjutkan pengecatan Musala Radatul Jannah yang tidak jauh dari rumah pribadi Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim. Kegiatan baksos yang dilakukan oleh DPD LMB Karimun, selain melakukan pengecetan fasilitas umum (fasum) juga melakukan gotong royong (goro) di empat kecamatan secara bergantian. “Kita komitmen dukung kepala daerah untuk menciptakan Karimun bersih,” timpal Azman Zainal. (tri)

Damri Layani Trayek Lingga Timur

0

 

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Yusrizal, memastikan dua unit bus Damri akan tiba pekan depan di Kabupaten Lingga untuk melayani masyarakat Tanah Bunda Melayu. Dua bus tersebut nantinya akan menempuh trayek seputar wilayah Lingga Timur menuju ibukota Lingga, mencakup Desa Teluk, Belungkur, Sungai Pinang, Centeng, Keton, Pekaka, Limbung, Kerandin dan sekitarnya.

“Untuk awal ini Damri akan operasi di Lingga, tapi tidak menutup kemungkinan kalau diperlukan juga akan beroperasi di Pulau Singkep,” ujar Yusrizal ketika dimintai keterangan, Jumat (20/1) siang.

Terlebih, sambung Yusrizal, kapal penyeberangan Roro Dabo – Tanjungbuton telah berjalan maksimal sehingga Damri sewaktu-waktu dapat dipindahkan ke Pulau Singkep.

Namun sebelum Damri beroperasi di Pulau Singkep, lebih lanjut Yusrizal akan membenahi transportasi umum darat yang ada saat ini. Dia berencana akan mendata seluruh organisasi transportasi umum darat serta menggandeng mereka untuk mengikuti aturan yang ada, seperti merubah plat angkutan menjadi kuning.

Dua unit Damri yang akan beroperasi di Daik Lingga ini, menurut Yusrizal sangat membantu masyarakat dari segi tarif yang terbilang murah. Yusrizal memperkirakan kisaran ongkos yang dikenakan hanya sebesar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu saja.

“Untuk penumpang yang berusia sekolah tentunya lebih murah. Bisa saja 50 persen di bawah ongkos penumpang umum,” terang Yusrizal.

Selain itu, Yusrizal juga mengatakan keberadaan Damri ini juga sebagai solusi mengatasi masalah transportasi darat yang tergolong masih minim saat ini, khususnya di kawasan Pulau Daik sebagai mana rute yang akan dilalui bus Damri tersebut.

Bantuan dua unit Damri ini akan tetap dikelola oleh Perusahaan Umum Badan Usaha Milik Negara. Untuk itu, mereka juga telah melakukan suvei trayek dan lokasi sebagai data pendukung serta jawaban untuk permohonan yang diajukan Dishub Kabupaten Lingga. (wsa)

Pak Bupati Tak Tahu Lokalisasi yang telah Ditutupnya Buka Lagi, sejak Pagi

0
Ilustrasi (Andre Sulla/Bali Express/JawaPos.com)

batampos.co.id – Lokalisasi itu terlihat ramai mulai pukul 10.00. Musik dari beberapa kafe ilegal di lokalisasi tersebut sudah mulai ramai. Sementara para pemandu lagu juga Pekerja Seks Komersil (PSK) sudah mulai melayani tamu-tamu pria hidung belang.

Musik kafe akan berhenti saat adzan Magrib dan mulai ramai lagi sekitar pukul 19.00.Itulah Lokalisasi Kebonsuwung di Kabupaten Pekalongan.

Lokalisasi ini diketahui masih tetap beraktifitas meski sudah ditutup pemerintah setempat. Bahkan, tempat hiburan terbesar di Pekalongan itu pindah ke lokalisasi yang terletak di Desa Sidomukti, Kecamatan Karanganyar demikian diberitakan Radar Pekalongan (Jawa Pos Group),

Salah satu tokoh masyarakat, H Usup, membenarkan ramainya lagi lokalisasi Kebunsowung.

“Kalau ada laporan dari intelejken Pemkab atau Satpol PP yang mengatakan Kebunsuwung sudah tutup, itu bohong. Ayo kita buktikan bareng-bareng. Saya sudah cek waktu sore dan malam hari, lokalisasi Kebonsuwung tetap ramai,” tegas Usup.

Bahkan, lanjut pria warga Desa Gandarum, Kajen ini, pengelola beberapa kafe yang ditutup lebih memilih pindah di lokalisasi Kebonsuwung yang menurut mereka lebih aman.

Yang lebih miris lagi, lanjut H Usup, tempat hiburan ilegal yang sebelumnya ditutup oleh Satpol PP buka kembali. Mereka mengabaikan instruksi tutup Satpol PP karena infonya ada “cuk” ke oknum-oknum untuk mengamankan hiburan ilegal tersebut.

“Saya mewakili masyarakat berharap agar Bupati tegas terhadap segala bentuk kemaksiatan. Tutup semua tutup hiburan ilegal,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, H Asip Kholbihi, menegaskan tidak akan mentolerir segela bentuk penyakit masyarakat.

“Kata siapa Kebunsuwung buka lagi. Kata Kesbanglimas sudah tutup,” katanya.

Dia pun menegaskan akan memerintahkan Satpol PP untuk kembali merazia dan menutup kafe ilegal dan lokalisasi kebunsuwung.

“Tidak ada itu, tidak ada. Tetap akan saya tutup. Lihat saja nanti,” tegasnya. (wid/yuz/JPG)

Open Bidding Ditutup, 18 Pelamar Ikut Kompetisi

0

batampos.co.id – Pendaftaran seleksi terbuka jabatan struktural esselon IIIa (sekda) dan jabatan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau golongan esselon IIIb resmi ditutup hari ini Jumat (20/1). Pasalnya pendaftar sudah dianggap mencukupi standar minimal.

“Kita tidak memperpanjang lagi masa pendaftaran karena yang mendaftar sudah mencukupi,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia Kabupaten kepulauan Anambas Linda Maryati, kepada wartawan kemarin.

Diakuinya, pada Jumat (20/1) siang, sudah ada sekitar 18 berkas yang masuk kemeja panitia. Dari 18 pendaftar tersebut 3 pendaftar untuk pejabat struktural esslon IIIa (sekda) dan 15 lainnya mendaftar sebagai kepala SKPD atau esselon IIIb. Meski ada 18 berkas, kata Linda, belum tentu jumlah pendaftarnya juga 18 orang, bisa jadi kurang dari 18 orang karena satu orang bisa mendaftar hingga tiga jabatan.

“Rinciannya baru bisa kita sampaikan pada hari selasa (24/1) sesuai dengan jadwal pengumuman hasil seleksi administrasi,” ungkap Linda.

Diketahui total jabatan yang diperebutkan ada enam jabatan. Sementara itu yang melamar juga ada 18 orang dan posisinya setiap jabatan kosong tersebut dilamar tiga orang. Karena aturannya minimal harus ada tiga orang pelamar dalam satu jabatan, maka hal ini sudah dianggap mencukupi standar minimal. Jadi semua pelamar dipastikan lolos tiga besar. (sya)

Jadi Tipe A, Polda Kepri Konsentrasi ke Natuna

0
Kapolri Jendral Tito Karnavian memeriksa pasukan upacara Polda Kepri dalam rangka peresmian peningkatan tipe Polda Kepri menjadi tipe A, Jumat (20/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau, resmi naik tipe dari B ke A.  Kenaikan tipe ini sekaligus akan diikuti peningkatan jumlah personel di atas 10 ribu polisi.

Tak hanya personel yang ditambah jumlahnya, peralatan, dan infrastruktur lainnya juga diperkuat karena Kepri berbatasan langsung dengan sejumlah negara yang rawan berkonflik. Terutama di Kabupaten Natuna yang berbatasan langsung dengan negara-negara yang kini mempersengketakan di laut Cina Selatan.

“Dinamika di perbatasan, terutama sengketa laut Cina Selatan tersebut yang menjadi salah satu pertimbangan utama menaikkan tipe Polda Kepri B ke A,” ujar Kapolri Jendral Tito Karnavian, saat meresmikan tipologi Polda Kepri menjadi A, Jumat (20/1). Persemian ini dilakukan dengan menggelar upacara kenaikan tipologi di Mapolda Kepri.

Khusus penguatan personel melalui penambahan jumlah dan peningkatan kompetensi, Tito meminta Polda Kepri melakukan secara profesional dan proporsional. “Jangan asal-asalan,” tegasnya.

“Butuh berapa, ya diterima segitu nantinya,” tuturnya, lagi.

Ia meminta penambahan personel tidak melebihi kapasitas yang ada. Sebab kadang personel terlalu banyak, sehingga tidak memiliki kerjaan.

“Kerjanya duduk saja, itu membebani negara,” ungkapnya.

Secara khusus Kapolri juga memerintahkan Kapolda Kepri Irjen Budigusdian  memberi perhatian serius pada keamanan di Natuna. Karena pemerintah pusat saat ini tengah konsen membangun perekonomian di daerah tersebut.

Natuna diproyeksikan  menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia. Meski pengembangan Natuna kini dibayang-bayangi memanasnya konflik di Laut China Selatan.

“Polda Kepri harus lebih kuat dan memiliki kewenangan yang besar,” tegas Tito.

Jenderal asal Tangga Buntung, Palembang, Sumsel ini menyebutkan naiknya tipe Polda Kepri ini adalah sebuah tanggung jawab besar dan lebih berat. Setiap personelnya harus memiliki kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Kapolda harus buat konsep pembangunan personel,” tuturnya.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan masih menunggu pengajuan sarana serta prasaran yang dibutuhkan oleh Polda Kepri. Bila ada permintaan, maka akan disetujui secara bertahap.

Mabes Polri juga telah memberikan bantuan pengamanan wilayah perbatasan. Ke depannya, disebutkan oleh Boy bahwa pihaknya akan mengerahkan kapal-kapal yang besar dan canggih untuk mengamankan perbatasan negara.

“Pengamanan laut di batas negara, termasuk prioritas kami,” ucapnya.

Naiknya tipe Polda Kepri ini didukung  Menteri Aparatur Negara Asman Abnur. “Polda Kepri ini berada di wilayah yang spesial, jadi hal ini sangat perlu,” ucapnya.

Asman juga memuji reformasi birokrasi di tubuh Polri berjalan dengan lancar.  Hal ini mengacu pada rapor Polda Kepri yang direkap oleh Kemenpan.

“Sebelumnya itu nilai B, sekarang BB. Lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa nilai ini bisa saja naik di tahun ini. Sebab dibawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian polri terus bereformasi diberbagai bidang, baik aspek pelayanan maupun di Internal. “Mungkin bisa A,” ungkapnya sembari tersenyum.

Kenaikan tipologi Polda Kepri ini dimeriahkan berbagai atraksi mulai dari tarian nasional, tarian sekapur sirih.

Tak kalah hebohnya, personel Polda Kepri semuanya berpartisipasi dalam tari rentak zapin melayu. Bahkan,  Kapolri, Menpan, Gubernur Kepri, Kepala BP Batam, serta tamu undangan lainnya ikut menari zapin. (ska)

Imigrasi Tanjungpinang Deportasi WN Malaysia

0
Che Pak moon, warga negara Malaysia diamankan petugas imigrasi di kantor Imigrasi Klas 1 Tanjungpinang, Selasa (17/1). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Chee Pak Moon, 49, warga negara Malaysia, yang berpraktek sebagai ahli akupuntur di yayasan Bintan Nanyang Kasih Sayang dan menyalahi izin tinggal di Tanjungpinang, akan dideportasi dan dicekal pihak Imigrasi Kelas IA Tanjungpinang.

Humas Imigrasi Tanjungpinang, Said Novriansyah, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) yang bersangkutan sebelum melakukan pemulangan (deportasi). Karena untuk dibawa ke Pengadilan tidak kuat karena tidak ada hitam putih

“Sedang diselesaikan pemberkasan nya. Paling lambat Selasa (24/1) nanti kami deportasi,”ujar Said, Jumat ,(20/1).

Dikatakan Said, WN Malaysia tersebut hingga saat ini masih memberikan keterangan yang berbelit-belit. Sehingga, pihaknya kesulitan untuk membawa yg bersangkutan ke Pengadilan. “Alibinya dia disini itu bakti sosial bekerja sama dengan yayasan Marga etnis Tionghoa,”kata Said.

Untuk itu, sambung Said, selain melakukan deportasi terhadap WN Malaysia tersebut. Pihaknya juga akan mencekal yang bersangkutan sebagai peringatan dan adminstrasi biar tidak seenaknya saja keluar masuk ke Tanjungpinang.

“Nanti kalau tidak dicekal, dia tau jalur keluar masuk malah seenaknya aja dia. Bisa sembunyi – sembunyi masuk kesini,”ucap Said.

Sementara itu, saat ditanya terkait pemilik yayasan tersebut. Said mengaku pihaknya tidak mempunyai bukti mempekerjakan WN Malaysia itu disana. Selain itu ahli akupuntur tersebut juga tidak mengaku bahwa dirinya bekerja dengan yayasan Bintan Nanyang Kasih Sayang tersebut.

“Dia hanya mengaku kalau disuruh oleh Dr Lee dari Singapura. Dan kami tidak bisa mengejar sampai kesana. Memang ada foto-foto kegiatan bakti sosial yang diikuti WN Malaysia itu,”sebut Said.

Selain itu, jelas Said, ada juga permintaan dari masyarakat jika WN Malaysia itu mau berpraktek di Tanjungpinang harus melengkapi semua izin nya yakni izin berpraktek dan Izin tinggal di Tanjungpinang.

“Ya harus dilengkapi dulu semuanya. Jangan tidak dilengkapi. Itu yang masyarakat minta ke dia juga. Karena itu memang aturan yang harus diikutinya,”jelas Said.(ias)

Pelajar SMPN 4 Dibawa Kabur Satpam Perusahaan BO

0
Foto pelaku dan korban dibawah umur yang diduga dibawa kabur. foto : ist

batampos.co.id – Pelajar SMPN 4 Bintan, Nanda Anisa Hafiza ,13, dikabarkan tak pulang ke rumahnya di Jalan Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang sejak 3 November 2016 lalu. Kepergian gadis belia yang masih duduk di bangku kelas dua dari rumahnya itu diduga dibawa kabur oleh Satpam Perusahaan Bintan Offshord (BO), Mat Jabar ,38.

“Dari November 2016 sampai sekarang kami masih melakukan pencarian. Namun usaha kami belum membuahkan hasil. Kami harapkan seluruh masyarakat bisa membantu untuk mendapatkan anak kami lagi,” ujar Ayah Korban, Yusri ,35, didampingi Ibu Korban, Ni Made Ariani ,39, ketika ditemui di Jalan Nusantara Batu 18, Kelurahan Gunung Lengkuas, Jumat (20/1).

Awalnya, Kata dia, 2 November 2016 lalu anak pertamanya itu sempat pamit pergi bersekolah di SMPN 4, Jalan Korindo, Kelurahan Seilekop sekitar pukul 07.00 WIB. Namun hingga menunjukkan pukul 16.00 WIB, anaknya tak kunjung pulang ke rumah. Sehingga ia dan istrinya bergegas mencari keberadaan anaknya dari rumah rekan-rekan sekolah sampai ke rumah wali kelasnya. Namun tidak ada satupun yang mengetahui dimana keberadaan anak gadis satu-satunya itu.

Ketika jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WIB, lanjutnya, ia dan istrinya mencoba mencari keberadaan anaknya melalui jejaring media sosial (medsos). Ketika Facebook (FB) anaknya dibuka, ia langsung terkejut melihat postingan sebuah foto yang menggambarkan anaknya sedang tersenyum dan berduaan dengan seorang pria berumur. Lantas iapun mencari tahu indetitas pria berusia sekitaran 38 tahunan tersebut.

“Kami terkejut ketika buka FB Nanda (aanaknya-red). Ternyata dengan umurnya masih kecil sudah mengenal pria dewasa. Itupun tanpa memberitahu kami. Spontan saja kami curigai pria dalam foto itulah yang membawa Nanda,” bebernya.

Keesokan harinya, ia dan istrinya berinisiatif melaporkan hal ini ke Mapolsek Bintan Timur (Bintim). Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh anggota polisi yang sedang bertugas. Bersama beberapa anggota polisi, ia dan istrinya berkeliling dari Bintan-Tanjungpinang melakukan pencarian. Tetapi tetap saja usaha itu tak membuahkan hasil. Selanjutnya dalam beberapa hari kemudian kasus ini juga dilaporkannya lagi ke Mapolsek Gunung Kijang, Teluk Bintan, Bintan Utara hingga sampaike Mapolres Bintan.

“Sudah semua kantor kepolisian kita ajukan laporan kehilangan anak. Namun sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi atau kabar keberadaan dia Nanda,” bebernya.

Kendati demikian, ia dan istrinya tidak patah semangat. Melalui medsos juga ia menyebarkan informasi kehilangan anaknya itu. Hasilnya, beberapa pekan lalu dikabarkan salah seorang warga melihat anaknya bersama seorang pria berada di Kawasan Kampung Bugis, Keluraahan Tanjungpinang Kota.

Mendapati informasi itu, sambungnya, ia dan istrinya bersama anggota kepolisian langsung begerak ke lokasi yang dikabarkan. Namun setelah melakukan penyisiran ke seluruh kawasan tak juga berhasil ditemukan.

“Kami mohon bantuannya. Jika melihat Nanda bisa hubungi kepolisian setempat. Kami juga akan laporkan kejadian ini ke Mapolres Tanjungpinang,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolsek Bintim, AKP Arya Tesa Brahmana mengaku belum pernah menerima laporan anak hilang sampai saat ini. Khusus laporan hilangnya pelajar kelas dua SMPN 4 itu juga belum diterimanya.

“Gua masih di Batam. Setau gua belum ada terima laporan anak hilang. Ntar deh gua cek lagi,” ungkapnya. (ary)

Polda Kepri Penjarakan 17 Koruptor Kepri

0

batampos.co.id – Polda Kepri selama tahun 2016,  memenjarakan sebanyak 17 koruptor Kepri.

Sedangkan satu orang pelaku, kasusnya saat ini masih sidik. Para pelaku yang terlibat mulai dari Direktur Perusahaan Umum Daerah, Anggota Dewan hingga Wakil Bupati. Akibat para koruptor ini, negara rugi Rp 14.86 miliar.

Uang negara yang berhasil diselamatkan sebanyak Rp 3.9 milir serta 70 ribu dollar Singapura serta satu unit mobil hillux.

“Kami sangat konsen dalam memberantasi korupsi,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budisgusian pada Batam Pos, Rabu (18/1).

Ia mengatakan pihaknya juga tidak tebang pilih dalam penindakan korupsi. Dan hasilnya pada tahun 2016, Polda Kepri mendapat penghargaan atas prestasinya dalam menindakan para koruptor. Lalu pada tahun ini, Polda Kepri juga menempati posisi teratas.

“Walau turun, kami nomor dua dalam penindakan korupsi se Indonesia,” ucapnya.

Saat ditanyai kasus apa saja yang ditangani oleh Polda Kepri selama tahun 2016 ini, Sam meminta untuk menanyakan detail ini ke Ditreskrimsus Polda Kepri.

Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto merinci ada 10 kasus yang ditangani jajaran Polda Kepri. Disebutkannya Kasus dugaan penggelapan BPHTB BPN Kota Batam senilai Rp 1.5 miliar. Kasus ini menyeret Kepala Seksi BPN Kota Batam yakni Bambang Supriyadi. Sebab dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, Kasi BPN Batam ini tidak menyetorkan uang yang seharusnya menjadi milik negara.

“Saat ini kasusnya lagi sidik,” tutur Budi.

Tahun 2016 Polda Kepri juga memenjarakan anggota DPRD Provinsi Kepri Herianto, mantan Wakil Bupati Natuna Imalako dan M Nazir selaku ketua LSM BP Migas. Ketiganya tersangkut kasus dana hibah senilai Rp 3.2 miliar. Dari kasus ini pihak kepolisian berhasil menyita satu unit toyota hillux senilai Rp 300 juta yang semulanya milik Imlako. Diduga mobil mewah ini dibeli dari uang hasil korupsi dana hiba tersebut.

“Kasus ini sudah kami kirimkan ke kejaksaan,” ujarnya.

Lalu kasus yang melibatkan Kasi Lalulintas BP Batam Heru Purnomo dan Direktur perusahaan pengadaan laboratorium milik BP Batam Rendra. Dari kasus ini negara rugi sebanyak Rp 800 juta, akibat adanya unsur mark up yang dilakukan kedua tersangka ini.

“Tahun 2016, kami juga menangani lanjutan kasus 2015 Bansos untuk koperasi tahu tempe, dimana ditetapkan tersangka yang ikut bermain yakni Rizal Dalimunthe. Kasus ini juga melibatkan mantan anggota dewan (sudah vonis pada 2015,red),” ungkapnya.

Tak hanya Ditreskrimsus Polda Kepri saja yang menangani kasus korupsi. Jajaran Polda Kepri juga ikut menyidik beberapa kasus dugaan korupsi. Polresta Barelang mengamankan pegawai imigrasi M Zulkifli dan Manasar Siagian, terlibat suap. Sehingga melapaskan seorang tahanan. Dua orang ini disuap sebesar Rp 50 juta satu orang.

“Ini juga sudah selesai,” ujarnya,

Sementara itu kasus yang ditangani oleh Polres Natuna, mengenai korupsi dana belanja BBM serta suku cadang untuk kegiatan puskesmas keliling. Akibatnya negara rugi sebanyak Rp 1.2 miliar.

Dari kasus ini ditetapkan tiga orang tersangka yakni Yuri Destarius, Said Damri dan Syarifuddin. Polres Karimun menangani kasus korupsi restribusi pelabuhan, yang melibatkan Direktur Umum PUMD Karimun Mandiri, Firdaus Hamzah. Dari korupsi yang dilakukan Firdaus, negara harus kehilangan pendapatan sebesar Rp 1.6 miliar. Dari hasil saat penangkapan, pihak kepolisian berhasil menyita uang sebesar 72 ribu dollar Singapura.

Polres Bintan menangani kasus korupsi alat kesehatan RSUD Tanjunguban, dengan tersangka yakni Suhardi selaku penyedia. Sebelumnya pada tahun 2015, sudah ditetapkan seorang pejabat yang berwenang atas kasus ini. Akibat perbuatan para tersangka, negara rugi sebanyak Rp 1.6 miliar.

Polres Tanjungpinang berhasil mengungkap kasus korupsi yang merugikan negara 1.4 miliar, yang melibatkan calon bupati daerah Riau yakni Usman Taufik. Selain itu juga ditetapkan tersangka M Waldi, yang diduga ikut ambil bagian dalam kasus pengadaaan pakaian hansip Binmas di Tanjungpinang.

“Polres Lingga juga ada menanganani kasus korupsi sarana dan prasarana puskesma serta rumah sakit lapangan. Dimana tersangkanya Syamsuri dan said merupakan PPKnya. Kerugian negara sebanyak Rp 969 juta,” ungkapnya.

Pada tahun 2017 ini, ia menyebutkan pihaknya akan tetap terus mengusut setiap perkara kasus korupsi. (ska)