Anggita Eka Putri meninggalkan Gedung KPK, Jumat (27/1/2017) dini hari. Anggita sempat jalani pemeriksaan usai terjaring dalam OTT KPK saat berada di Mal Grand Indonesia (GI) bersama hakim konstitusi Patrialis Akbar (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
batampos.co.id – Anggita Eka Putri, menjadi buah bibir di negeri ini.
Perempuan muda ini ditangkap bersama Patrialis Akbar di Grand Indonesia pada Rabu (25/1) malam.
Perempuan berusia 24 tahun itu diketahui bukan keluarga Patrialis. Bukan pula pegawai di lingkungan Mahkamah Konstitusi (MK), tempat Patrialis berdinas.
Rumor yang beredar, Anggi merupakan teman dekat Patrialis. Bahkan, ada yang menyebut bila Patrialis menjanjikan akan membelikan sebuah apartemen senilai Rp 2 miliar untuk Anggi.
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan, sampai saat ini Anggi masih berstatus sebagai saksi. Perempuan itu sempat diperiksa KPK berjam-jam pada Kamis (26/1) dan Jumat (27/1). Namun dilepaskan karena penyidik tidak menemukan bukti yang berkaitan dengan keterlibatan Anggi dalam kasus suap uji materi yang menjerat Patrialis.
Kendati demikian, Laode enggan membeberkan siapa sosok perempuan berambut ikal itu.
”Karena kasus ini tidak ada kaitannya itu (Anggi). Bukan berita infotainment ya,” ujar Laode. Bukan hanya teman dekat, Anggi juga sempat dikabarkan sebagai “hadiah” lain untuk Patrialis. ”Saya tegaskan, itu (kabar hadiah) tidak benar,” sahut Laode.
Anggi sendiri tidak berkomentar saat keluar dari gedung KPK dini hari kemarin. Saat ditanya soal kasus Patrialis, perempuan yang mengenakan kemeja putih lengan panjang kombinasi garis warna biru dan celana jeans biru tersebut memilih diam sambil berjalan menuju kendaraan yang ditumpanginya. (tyo)
batampos.co.id – Terdakwa Aprianto bin H.Khalid didakwa dalam perkara penipuan, dimana terdakwa bisa menggadaikan emas palsu menggunakan identitas (KTP) palsu untuk mendapatkan keuntungan.
Hal ini terungkap dalam sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (26/1).
Diceritakan terdakwa, ia mendapat tawaran dari rekannya Didik (DPO) untuk menjual atau menggadaikan cincin emas lapisan (palsu) guna mendapatkan uang. Tergiur akan ajakan itu, terdakwa dan Didik sengaja datang dari Lombok, NTT, ke Batam untuk menjalankan rencana tersebut, Senin (17/10) 2016 lalu.
“Saya dibekali puluhan cincin palsu dan lima buah KTP palsu (memakai foto terdakwa tetapi menggunakan identitas orang lain) dari Didik,” ujar terdakwa dihadapan majelis hakim yang dipimpin Mangapul Manalu.
Keesokan harinya (18/10), terdakwa mulai beraksi di Pegadaian Sei.Panas. Alhasil, terdakwa bisa menggadaikan empat buah cincin dengan harga Rp 6,2 juta. Selanjutnya, terdakwa beraksi di Pegadaian lainnya, hingga diketahui ada 18 kali terdakwa menggadaikan cincin emas palsu sebelum tertangkap di Pegadaian Mediterania (22/10).
“Dalam lima hari itu, sudah sekitar Rp 50 jutaan yang terkumpul yang mulia,” sebutnya.
Dari dana tersebut, terdakwa menyerahkan seluruhnya ke Didik dan belum menerima pembagian sedikit pun. “Kata Didik di rapel. Saya juga tertipu oleh Didik,” ungkapnya.
Ditegaskan majelis hakim kenapa mau berbuat seperti itu, terdakwa beralasan hanya karena butuh uang. “Saya dijanjikan dapat ‘bagian’ (uang) yang mulia. Makanya saya mau melaksanakan perintah Didik,” jawab terdakwa.
Usai mendengar pemaparan terdakwa, sidang kembali dijadwalkan untuk agenda tuntutan yang akan dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Samuel, pekan depan. (nji)
batampos.co.id – Ada 18 kasus kredit macet limpahan Pemko Batam kini yang ditangani Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam, dengan nilai kekayaan negara Rp 419.744.316.
Kepala Seksi Piutang Negara KPKNL Batam Novvy Setiadi mengatakan kredit macet yang selanjutnya di lingkungan KPKNL disebut Berkas Kasus Piutang Negara (BKPN) ini, diterima dalam kurun waktu tiga tahun yakni dari tahun 2013 hingga tahun 2015.
“Terkait pengurusan (18 kasus kredit macet), memang KPKNL sudah menerima dari Pemko, dan sudah kita lanjutkan kepengurusannya. Selain itu belum ada lagi,” kata Novvy.
Menurutnya, tahun pertama dilimpahkan yakni tahun 2013 ada 7 BKPN yang diserahkan Pemko Batam dengan nilai Rp 60.740.599. Selanjutnya tahun 2014 juga ada 7 BKPN dengan nilai piutang Rp 234.344.868. Sedangkan, tahun 2015 tercatat 4 BKPN dengan nilai 124.658.849.
Dia menuturkan, 18 BKPN ini, sebelumnya telah melalui verifikasi KPKNL Batam. Verifikasi ini dilakukan ketika Pemko Batam mengajukan peralihan kepengurusan, setelah dinyatakan memenuhi syarat dan memiliki bukti adanya piutang negara, baru KPKNL Batam memulai tahapan penagihan dengan menerbitkan Surat Penerimaan Pengurusan Piutang Negara (SP3N).
Seiring waktu penagihan, kini pihaknya baru berhasil menyelesaikan dua BKPN dengan nilai pengembalian kekayaan negara sebesar Rp 72.508.741. Ini artinya, masih ada 16 BKPN yang belum berhasil diselesaikan penagihannya, dengan total nilai piutang Rp 347.235.575. “Dari 16 BKPN yang masih akan ditagih, enam diantaranya baru kami akan sampaikan pemberitahuan surat paksa, sepuluh BKPN lainnya sudah pada tahap Surat Perintah Penyitaan (SPP),” terangnya.
Surat paksa adalah surat yang disampaikan juru sita piutang negara yang menyatakan tertagih harus segera melunasi hutangnya dalam waktu 1×24 jam. Jika tidak mau membayar atau tidak mampu membayar, pihaknya akan mengeluarkan Sementara Surat Perintah Penyitaan, tertagih akan disita jaminan yang dijaminkan sewaktu dana bergulir diterima.
“Kalau tak mau juga bayar, kami keluarkan Surat Perintah Penjualan Barang Sitaan (SP2BS), jaminannya itu akan dilelang di muka umum,’ ucapnya.
Terkait siapa saja 18 pemilik BKPN, Novvy menolak untuk memberitahu. Dia beralasan, dalam aturan memang seharusnya dirahasiakan, hal ini sama dengan di perbankan yang menolak membeberkan nama debitur, bahkan dua nama pemilik BKPN yang sudah selesai juga tak dikasih. “Saya kira janganlah, ke pemko sajalah ya,” katanya.
Sementara itu, dalam periode 2001 sampai 2012 Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PMPK-UKM) Batam telah menyalurkan dana bergulir ke masyarakat senilai kepada masyarakat Batam sebesar Rp10,5 miliar itu.
Dari total dana tersebut, data yang dihimpun Batam Pos, PMP KUKM telah membagi tiga kategori kesanggupan pembayaran. Pertama yang sanggup membayar senilai Rp 6,7 miliar, kelompok yang diragukan untuk membayar senilai Rp 2,1 miliar sedangkan yang tidak dapat melakukan pembayaran senilai Rp 1,6 miliar. Nilai kekayaan negara dari, kelompok yang diragukan dan tak dapat melakukan pembayaran ini, yang dinilai tak kembali ke kas daerah.
Novvy mengaku belum pernah mendapat pelimpahan terkait kasus tersebut. Dia memperkirakan kemungkinan Pemko kini masih mengusahakan untuk melakukan upaya penagihan terlebih dahulu secara maksimal, setelah tak mampu baru diserahkan ke KPKNL. “Mungkin masih disana, karena sebelum diserahkan ke KPKNL, penyalur dana bergulir yakni instansi yang bersangkutan harus mengupayakan terlebih dahulu secara maksimal,” paparnya.
Dia juga mengaku tak tahu menahu terkait kapan dana bergulir dikucurkan. Terkait hal ini, dia menilai Pemko Batam dapat mejelaskan periode pengucuran dana bergulir. Yang mereka tahu, hanya kapan berkas tersebut diserahkan ke KPKNL Batam, dan selanjutnya mengupayakan pengembalian kekayaan negara, setelah dipercaya Pemko untuk melakukan penagihan.
“Kami tak tahu kapan dana bergulir diluncurkan, patokan kami di data kami, kapan berkas diserahkan,” pungkasnya. (cr13)
batampos.co.id – “IM3 Ooredoo menginginkan pelanggan untuk tidak lagi merasa khawatir terhadap tarif yang tidak jelas dengan ketetentuan batasan waktu,” ujar Sales Area Manager Indosat Batam Joni Manulang di Panbil Mall, Kamis (26/1).
Hmmmm Pak Joni omongin apa sih?
Olala… Ia sedang bicarakan promo terbaru Indosat Ooredoo.
IM3 Ooredoo, menghadirkan bebas nelpon Rp1/detik ke semua operator dengan gratis kuota internet hingga 1GB.
Joni mengaku jutaan pelanggan sudah membuktikan bebas menelepon dengan tarif Rp1/detik ke semua operator kapanpun, 24 jam.
Lebih dari itu hanya dengan menelpon minimal Rp1000/hari langsung mendapat gratis kuota 30MB setiap harinya yang dapat diakumulasi hingga 1GB, serta gratis 1000 SMS ke semua operator setelah kirim 1 SMS.
Wow….
Paket ini menggabungkan kenyamanan bertelepon dengan fasilitas data/internet.
Cukup dengan menelepon pelanggan dapat paket internet. Dengan demikian setiap pengguna IM3 Ooredoo dapat memanfaatkan keduanya tanpa harus dipusingkan dengan membeli paket data.
“Kami juga melihat budaya berbincang di Indonesia masih kental. Tak puas jika hanya kirim pesan,” imbuh Joni.
Paket ini sudah bisa dinikmati pelanggan Indosat Ooredoo sejak 20 Januari lalu.
Jadi kalau ingin menikmati layanan ini silakan membeli kartu perdananya..
Jika kamu sudah menggunakan IM3 dan ingin menikmati paket ini bisa juga.
“Caranya ketik *123# lalu ikuti perintah di sana,” jelas Devimaz Gusmal, DH Brand Communiction & Execution Indosat Ooredoo.
batampos.co.id – Lahan terlantar yang tidak dibangun akan dicabut oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Mengingat dalam laporan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ada 7200 hektare lahan tidur di Batam.
“Banyak lahan yang sudah dialokasikan tapi tidak dibangun. Padahal banyak investor yang serius sulit untuk mendapatkan lahan,” ungkap Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, kemarin (26/1).
Dalam pencabutan lahan terlantar, BP Batam senantiasa taat prosedur hukum antara lain lewat surat peringatan, kemudian pemanggilan melalui media, penerbitan surat keputusan pembatalan dan surat pemberitahuan pembatalan.
“Ketentuannya sudah diatur sebagaimana dalam Surat Perjanjian (SPJ) pengalokasian lahan BP Batam sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
Dengan kata lain, prioritas pertama setelah pembatalan alokasi lahan tidur tersebut adalah khusus untuk perusahaan yang pernah menelantarkannya.
Hingga saat ini, BP Batam telah memanggil 178 perusahaan dan 31 diantaranya tidak memenuhi panggilan tersebut.”23 masih diverifikasi dan 8 diantaranya telah dicabut izinnya,” ujar Kepala Kantor Pengelolaan Lahan, Imam Bachroni.
Imam juga menyebutkan banyak permasalahan yang ditemukan ketika mencoba memverifikasi para pemilik lahan tidur ini.
“Ada perusahaannya yang telah dijual. Ada juga yang pindah alamat tanpa memberitahu, dan ada juga lahan yang telah berpindah tangan tanpa sepengetahuan BP Batam,” jelasnya.
Namun bagi perusahaan yang ingin membangun kembali lahan yang telah ditelantarkannya masih diberikan kesempatan. Caranya adalah dengan mengajukan proposal kepada BP Batam.”Lokasi mereka kami batalkan dengan prioritas, makanya surat pembatalan prioritas keluar,” jelasnya.
Baru setelah itu, mereka bisa mengajukan permohonan kembali untuk meminta alokasi lahan tersebut.
“Dalam jangka 10 hari setelah keluar, mereka (pihak perusahaan) harus memohon dengan nama PT yang sama dan lokasi lahan yang sama,” jelasnya.
Setelah BP Batam menerima, maka 10 hari kemudian akan dibalas. Dan setelah itu diminta unutk menyiapkan rencana bisnis dalam tempo 90 hari.
“Setelah itu, BP Batam akan mengeluarkan faktur Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) dimana perusahaan harus melunasi sisa UWTO lama yang dikonversikan ke nilai UWTO baru,” jelasnya.(leo)
batampos.co.id – Lahan pembangunan Masjid Agung II di Batuaji masih dihuni oleh sejumlah warga yang masih bertahan. Ada sekitar delapan rumah liar yang masih berdiri di lokasi lahan yang sudah ditertibkan Tim Terpadu kota Batam belum lama ini.
Padahal pemerintah kota Batam sudah merencanakan akan segera memulai pembangunan Masjid tersebut, namun sampai siang kemarin (26/1) lokasi lahan yang akan dibangun masih berdiri beberapa ruli dan beberapa gudang besi tua.
Pantauan di lapangan, belum ada tanda-tanda dimulainya pembangunan Masjid tersebut. Lahan seluas 4,2 hektare tersebut masih menjadi pemukiman liar sebagian warga.
Warga yang ditemui di lokasi tersebut menuturkan, memang sejauh ini belum ada informasi apapun terkait kapan akan dimulai pembangunan Masjid tersebut. “Belum ada pemberitahuan apapun, makanya sementara kami tinggal dulu,” kata Nurmala, salah seorang warga di lokasi tersebut, kemarin.
Warga mengaku masih ingin bertahan di sana memang karena belum ada kepastian waktu dimulainya pembangunan Masjid tersebut. “Kalau sudah mulai bangun ya kami akan pindah,” ujar wanita yang disapa Nur itu lagi.
Sebelumnya kata Nur memang di lokasi lahan tersebut merupakan kawasan pemukiman liar yang dihuni sekitar 63 kepala keluarga (KK). Namun setelah dilakukan penertiban dan pemerintah mau memberikan uang saguh hati, warga akhirnya pindah dari lokasi ruli tersebut. Namun perpindahan itu belum semua, sebab sebagian warga masih bertahan karena memang belum ada tanda-tanda dimulainya pembangunan.
Kabag Humas Pemko Batam Ardi Winata saat dikonfirmasi mengaku memang wacana pengerjaan Masjid Agung II itu belum dimulai. Itu karena Pemko Batam masih menunggu proses pelelangan pengerjaan.
“Belum lagi, masih tunggu proses pelelangan. Nantinya juga akan ada penyerahan secara simbolis kalau uda mulai dikerjakan. Paling lambat Maret sudah dimulai,” ujar Ardi. (eja)
Sales Promotor Electronic Solution Mega Mall Batamcenter, Mando menunjukan TV LED yang mendapatkan promo, Kamis (26/1). F. Ahmad Yani/ Batam Pos.
batampos.co.id – Toko perlengkapan kebutuhan elektronik, Electronic Solution Batam, memberikan promo lucky angpao, minimal belanja Rp 1 juta akan mendapatkan kesempatan pengundian hadiah.
“Di dalam undian angpao yang didapatkan ada hadiah berupa potongan harga belanja sampai dengan Rp 1 jutaan,” ujar Sales Promotor Electronic Solution Mega Mall, Mando, Kamis (26/1).
Promo ini diberikan untuk memanjakan customer, khusus pada perayaan tahun baru imlek. “Berlaku mulai, Jumat (27/1) berakhir sampai, Kamis (9/2) mendatang,” kata Mando.
Sambung Mando, selain promo dapat angpao, Electronic Solution juga memberikan spesial harga termurah, yakni untuk produk Panasonic LED TV 32 inch Rp 2.299.000 dari harga sebelumnya Rp 2.799.000. “Panasonic home theater hanya Rp 1.899.000 dari harga Rp 2.199.000,” ungkapnya.
Panasonic AC SPLIT 1/2 PK Rp 2.999.000 dari harga Rp 3.199.000 dan Acer Notebook 10.1 Rp 3.499.000 dari harga sebelumnya Rp 3.999.000. “Panaspnic 2D refrigerator 223 LT Rp 3.399.000, LG 2D refrigerator 18 LT Rp 3.799.000, Acer Notebook 14 Rp 3.249.000,” paparnya.
Masih banyak lagi produk lainnya yang mendapatkan harga promo murah. “Silahkan kunjungi tempat kami sekarang juga,” jelas Mando. (cr14).
batampos.co.id – Hotel Novotel Batam di Jodoh ikut memeriahkan tahun baru Imlek kali ini. Bertajuk Chinese New Year Dinner Novotel menawarkan menu-menu buffet yang lezat hanya Rp 175 ribu per pax, Jumat (27/1). “Khusus bagi tamu yang membooking sebanyak lima pax, dapatkan gratis untuk satu pax selanjutnya,” ujar Asssitant Marcom Manager Novotel Batam Inesti Saraswati Dewi, Kamis (26/1).
Ines mengatakan merayakan pergantian tahun Imlek kali ini, Novotel menawarkan makan malam bersama keluarga tercinta dengan menu spesial. Makan malam ini dimulai pukul 19.00 WIB pada Jumat (27/1) yang bertempat di Square Restaurant Novotel Batam dengan suasana khas malam tahun baru imlek. “Tentunya makan malam Anda bersama keluarga tercinta menjadi spesial ditambah lagi dengan suasana dan menu yang lezat kami tawarkan,” ucapnya.
Adapun menu yang dihadirkan diantaranya appatizer, soup, main course, steamboat corner dan desser. Sedangkan untuk spesial pada malam tahun baru imlek ini Novotel Batam menyediakan menu steamboat corner yang terdiri dari ayam, ikan fillet, mushroom, pok coy dan prawn. “Untuk desser atau menu penutup sendiri ada puding mangga, es cendol heng-heng, longan tahu, assorted imlek cake, assorted imlek fruit,” imbuhnya.
Novotel Batam merupakan salah satu hotel yang dikelola oleh group Hotel Internasional, “Accor Hotels” berbasis di Perancis yang memiliki pengalaman mulai tahun 1967 dan telah memimpin di bidangnya, berbasis pengalaman yang mumpuni terciptalah ide-ide kreatif dan inovatif. “Jadi tunggu apalagi ajal keluarga anda menikmati makan malam di Novotel Batam,”kata Ines. Informasi lebih lanjut kunjungi Novotel Batam di jalan Duyung, Seijodoh. (cr12)
batampos.co.id – Pertumbuhan kredit pembiayaan bank syariah di Kepri tumbuh secara dramatis pada tahun 2016. Nilai pembiayaan kredit mencapai Rp 3.703.145.000, tumbuh 35,64 persen dari tahun sebelumnya, 80 persen diantaranya ada di Batam. Sedangkan total aset mencapai Rp 3.797.717 atau meningkat 33,45 persen.
“Jumlah bank syariah juga terus bertambah. Pada tahun 2012 ada 9 bank dengan 27 kantor cabang. Dan sekarang ada 11 bank dengan 29 kantor cabang,” terang Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putera, kemarin (26/1) kepada Batam Pos.
Gusti kemudian memaparkan jika ditinjau secara sektor ekonomi, maka kredit terbesar ada di sektor pembiayaan listrik, gas dan air. Pertumbuhannya mencapai 25 ribu persen dibanding tahun sebelumnya.
“Faktor ini disebabkan salah satu perusahaan suplier listrik ke kawasan industri di Tanjununcang mengajukan kredit sebesar Rp 689 miliar pada akhir Desember lalu pada salah satu bank syariah di Batam,” jelasnya.
Selanjutnya, dunia industri juga sudah mulai menaruh harapan besar kepada bank syariah. Pasalnya terjadi peningkatan cukup signifikan hingga 59 persen. Menurut catatan BI, total pembiayaan kredit yang diperoleh lewat sektor industri pengolahan mencapai Rp 103 miliar.
Kemudian total peningkatan terbesar untuk pembiayaan kredit berikutnya adalah pada sektor akomodasi dan makan minum. Peningkatannya mencapai 42 persen dengan total pembiayaan mencapai Rp 19 miliar.
Sedangkan untuk dana pihak ketiga, pertumbuhannya terbilang cukup baik dengan kenaikan mencapai 58,74 persen. Dari Rp 1,46 triliun pada tahun 2015 naik menjadi Rp 2,32 triliun pada 2016. Dari jumlah tersebut, jumlah tabungan naik 8,39 persen dari Rp 919 miliar menjadi Rp 976 miliar dan hal itu mengindikasikan minat masyarakat menabung di bank syariah cukup tinggi.
Kepercayaan itu semakin didorong oleh tingkat kredit macet yang rendah. Berdasarkan data BI, tingkat Non Performance Financial (NPF) di perbankan syariah Kepri hanya 1,10 persen.
“Konsep dual banking, konvensional dan syariah memberikan alternatif baru kepada masyarakat. Kepercayaan perusahaan kepada syariah semakin meningkat. Karena sistem bagi hasil yang menjadi konsep syariah tidak terpengaruh sama sekali oleh keadaan ekonomi yang sering berubah,” ungkap Gusti.
Konsep yang disebut Murahabah tersebut sangat menguntungkan nasabah dan bank. Dan saat merugi sekalipun bank ikut juga mengalami nasib yang sama. Karena konsep ini berawal dari akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan yang disepakati oleh penjual dan pembeli.
Murabahah dapat dilakukan berdasarkan pesanan. Dalam murabahah berdasarkan pesanan bank melakukan pembelian barang setelah ada pesanan dari nasabah. Dalam perbankan, murabahah selalu dilakukan dengan cara pembayaran cicilan.”Dan cicilan tetap sama tidak berubah-ubah. Tetap sesuai dengan kesepakatan di awal,” jelasnya.
Bank syariah juga mengharamkan bunga sehingga sangat cocok bagi kalangan masyarakat yang memiliki idealisme tinggi soal ini.
Selain itu, produk ATM syariah sudah bisa dipakai di ATM manapun. Dan dengan pengembangan teknologi yang semakin baik, bank syariah di Kepri sudah hampir setara dengan bank konvensional.
“Tahun lalu presiden juga sudah membentuk Komite Nasional Bank Syariah yang berfokus untuk mengembangkan perbankan syariah di Indonesia,” jelasnya.
Salah satu wacana dari Komite Nasional Bank Syariah adalah menghimpun dana masyarakat dari lembaga zakat untuk disalurkan kembali ke masyarakat.”Skema ini akan segera dijajaki dan konsepnya akan dibuat lebih baik lagi,” jelasnya.
Pantauan Batam Pos langsung di lapangan, masyarakat Batam memang memiliki minat tinggi untuk melakukan kegiatan perbankan di bank syariah. Salah satu bank yang cukup diminati adalah Bank Syarikat Madani.
Bank Syarikat Madani cabang Batuaji mencatat pertumbuhan untuk tiga produk perbankan syariah yang ditawarkan tumbuh sekitar 7,5 persen dari target 8 persen terhitung Januari hingga November 2016.
“Diprediksikan hingga akhir tahun ini, bisa capai target,” ujar Manager Operasional Bank Syarikat Madani Cabang Batuaji, Ade Fikri.
Ia mengatakan pertumbuhan pembiayaan kredit terbilang cukup stabil walau tidak setinggi tahun sebelumnya. Untuk produk pembiayaan saja Ade menyebutkan pertumbuhannya di hitung dari Bulan Oktober hingga November 2016 tumbuhnya hanya 7,16 persen dibandingkan tahun 2015 yang bisa tumbuh hingga 24,5 persen. Untuk produk pembiayaan multi jasa tahun ini tumbuh 0,49 persen, turun dibandingkan tahun 2015 yang bisa tumbuh 2,78 persen.
“Namun untuk tahun ini gadai tumbuh 2,49 persen dari tahun kemarin hanya 0,47 persen,” sebut Ade.
Ade kemudian mengatakan tantangan terbesar yang dihadapi Bank Syariah yang bermukim di Batuaji adalah para pekerja yang kehilangan pekerjaan, karena rata-rata masyarakat Batuaji merupakan pekerja pabrik, sehingga jika hal tersebut terjadi, kemungkinan perputaran ekonomi di daerah ini akan terganggu.
“Untuk tahun ini, kami belum bisa memperdiksikan apakah pertumbuhan bank Syarikat akan semakin tumbuh atau gimana, karena pengalaman tahun ini, pertumbuhannya menurun,” jelas Ade.
Dikatannya untuk nasabahnya sendiri, Bank yang sudah hadir sejak 2011 ini memiliki sekitar 1500 orang untuk nasabah pembiayaan sementara untuk nasabah tabungan sekitar 7000 orang.
“Kebanyakan nasabahnya dari kalangan menengak kebawah,” tutupnya.(leo)